Pendeta Wehrmacht (Kriegspfarrer) Dr. Alois Beck di bulan September 1942, di hari-hari sebelum Pertempuran Stalingrad yang membawa bencana. Alois bertugas sebagai pendeta di front depan untuk Infanterie-Regiment 257/297.Infanterie Division/LI.Armeekorps/6.Armee/Heeresgruppe Süd, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya dengan memberikan pengharapan kepada prajurit yang terluka serta menuliskan surat yang akan dikirimkan ke kampung halaman mewakili mereka. Dr. Beck meyakini bahwa 'dari tiga cabang Wehrmacht, Angkatan Darat (Heer) adalah yang paling sedikit mendapat pengaruh ideologi Nasional-Sosialisme'. Kurang dalam jangka waktu enam bulan setelah foto ini diambil, Alois tertangkap pasukan Soviet di Stalingrad. Dia beruntung kemudian bisa kembali pulang ke Jerman dan menuliskan pengalaman perangnya dalam sebuah buku berjudul "Bis Stalingrad"

Pastor Wehrmacht dengan salib Katolik. Kalau anda ingin membedakan antara prajurit Jerman biasa dengan pendeta militer, mudah saja (selain dari salib dan selendang): tidak adanya tanda pangkat bahu!



Pendeta dari Grenadier-Regiment 487 (yang merupakan bagian dari 267.Infanterie-Regiment) dalam sebuah acara misa di tengah hutan belantara Rusia, periode musim dingin 1942-musim panas 1943
Disini kita bisa melihat Kriegspfarrer yang berdiri paling kanan, kentara dari pita lengannya yang khas
Seorang pendeta dari Angkatan Darat Jerman sedang melaksanakan upacara keagamaan di udara terbuka di suatu tempat di Rusia, 20 Juli 1941
Oberpfarrer Kriegsmarine memberikan penghormatan terakhir (alias salam Nazi!) terhadap prajurit Wehrmacht yang gugur dalam tugas
Sebuah altar lapangan sedang dipersiapkan untuk upacara yang diselenggarakan di sebuah wilayah sepi di front. Perhatikan bahwa altar tersebut ditutupi dengan kain bersimbol salib Jerman masa kekaisaran, yang merupakan simbol tradisional penghubung dengan kejayaan Prusia di masa lalu
Pfarrer Joseph Perau sedang bertugas dengan memakai seragam Wehrmacht

Pfarrer Joseph Perau dalam sebuah misa luar ruangan. Sekarang dia memakai seragam seorang pastor
Kriegspfarrer dalam sebuah upacara penguburan massal
Misa di Front Rusia. Perhatikan visor hat militer dari si Kriegspfarrer yang diletakkan di kursi!
Pfarrer Katz
Kriegspfarrer dalam upacara pemakaman di Odessa tanggal 14 Agustus 1941
Kriegspfarrer di pemakaman prajurit Heer
Pfarrer Schmidt dengan overcoatnya
Kriegspfarrer sedang menunggang kuda
Kriegspfarrer Heer dengan bekas luka yang kentara sekali terlihat di wajahnya

Foto ini diambil dalam upacara pemakaman Großadmiral a.D. Karl Dönitz tanggal 6 Januari 1981, dan memperlihatkan sebuah pemandangan menarik: seorang pendeta dengan seabrek medali militer zaman Perang Dunia II di pakaiannya, termasuk Deutsches Kreuz in Gold dan Eisernes Kreuz I klasse! Dia bernama Karl Keil (28 Januari 1917-30 Desember 1998), seorang Oberpfarrer (BGS) yang merupakan veteran Kriegsmarine. Anehnya, seperti terlihat dalam cuplikan artikel yang saya sertakan, dia tercatat tidak pernah menerima kedua medali prestisius tersebut, dan "hanya" dianugerahi Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Desember 1939); Kriegsabzeichen für Minensuch-, Ubootsjagd- und Sicherungsverbände (14 Oktober 1943), Eisernes Kreuz II klasse (5 Desember 1943), dan Zerstörer-Kriegsabzeichen (12 Maret 1944). Apakah DKiG dan EK1 yang dipakainya adalah hasil bikinan sendiri? Tidak diketahui dengan pasti!
Sumber :
Buku "Bis Stalingrad" karya Dr. Alois Beck
Buku "Bis Stalingrad" karya Dr. Alois Beck
www.history.ucsb.edu
www.kriegspfarrer.tripod.com
www.photo-war.com
www.reibert.info
www.reparations.tumblr.com
www.wehrmacht-awards.com



No comments:
Post a Comment