Thursday, September 30, 2010

SS-Obergruppenführer und General der Polizei Reinhard Heydrich (1904-1942), Orang Paling Ditakuti Lingkaran Dalam Nazi!


Untuk album foto terbaik Reinhard Heydrich bisa dilihat DISINI.


Nama lengkap: Reinhard Tristan Eugen Heydrich
Panggilan: The Hangman, The Butcher of Prague, The Blond Beast, Young Evil God of Death

Lahir: 7 Maret 1904 di Halle an der Saale, Leipzig (Jerman)
Meninggal: 4 Juni 1942 di rumah sakit Praha (Cekoslowakia)

Agama: Dibesarkan sebagai seorang Katolik, tapi kemudian menjadi Ásatrú
Tinggi: 185cm
Nomor keanggotaan NSDAP: 544916
Nomor keanggotaan SS: 10120

Orangtua: Richard Bruno Heydrich (23 Februari 1862 – 24 Agustus 1938) dan Elisabeth Anna Maria Amalia Krantz (1871 - ? )
Saudara: Maria Heydrich dan Heinz Siegfried Heydrich (29 September 1905 – 19 November 1944)
Istri: Lina Mathilde von Osten (1911 - 1985) (menikah 26 Desember 1931)
Anak: Klaus Heydrich (17 Juni 1933 – 24 Oktober 1943), Heider Heydrich (23 Desember 1934 - 3 Juli 2007), Silke Heydrich (9 April 1939), dan Marte Heydrich (23 Juli 1942)

Beförderungen (Promosi)
30 Maret 1922 Seekadett

1 April 1923 Seeoffiziersanwärter
1 April 1924 Fähnrich zur See
1926 Oberfähnrich zur See
1 Oktober 1926 Leutnant zur See
1 Juli 1928 Oberleutnant zur See
14 Juli 1931 SS-Mann
10 Agustus 1931 SS-Sturmführer
11 Desember 1931 SS-Sturmhauptführer (mit Wirkung vom 01.12.1931)
18 Desember 1931 SS-Sturmbannführer (mit Wirkung vom 25.12.1931)
2 Agustus 1932 SS-Standartenführer (mit Wirkung vom 29.07.1932)
5 April 1933 SS-Oberführer (mit Wirkung vom 21.03.1933)
15 November 1933 SS-Brigadeführer (mit Wirkung vom 09.11.1933)
30 Juni 1934 SS-Gruppenführer
1939 Oberleutnant der Reserve (Luftwaffe)
1940 Hauptmann der Reserve (Luftwaffe)
1941 Major der Reserve (Luftwaffe)
24 September 1941 SS-Obergruppenführer und General der Polizei

Karriere (Karir)
 - 1919 - 1920, Anggota Freikorps

- 1921, menjadi salah satu pendiri Deutschen volkischen Jugendschaft
- 1922, bergabung dengan Reichsmarine
- 30 April 1931, dipecat dari Reichsmarine oleh Dewan Kehormatan AL
- Juli 1932, Chef der Sicherheitsdienstes
- Maret 1933, Leiter der Politischen Abteilung der Polizeidirektion München
- 27 September 1939, Chef SD-Hauptamt (redesignated Reichssicherheitshauptamt (RSHA)
- Oktober 1941 - 4 Juni 1942, Stellvertreter Reichsprotektor Böhmen und Mahren

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)

Totenkopfring der SS (24 Desember 1933)
Ehrenwinkel der Alten Kämpfer (Februari 1934)
Julleuchter der SS (16 Desember 1935) 
Deutsche Olympia-Ehrenzeichen 1. Klasse (1936)
Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (1938)
Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (1938)
Spange "Prager Burg" zur Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (1938)
Goldenes Parteiabzeichen (30 Januari 1939)Medaille zur Erinnerung an die Heimkerhr des Memellandes 22. März 1939  (1939)
SS-Dienstauszeichnung (8 Jahre)  (1939)
Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (1939)
Danzig Kreuz 1. Klasse (1939)
Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes I. Klasse 
Deutsches Reichssportabzeichen in Silber  
SA-Sportabzeichen in Gold 
Ehrenzeichen für Deutsche Volkspflege
Ehrendegen des Reichsführer-SS
Leistungs und Meisterschaftsabzeichen des Deutschen Reichsbundes für Leibesübungen
1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (Mei 1940)
1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (Juli 1941)
Dienstauszeichnung der NSDAP in Bronze (10 jahre)
Polizei-Dienstauszeichnung 3. Stufe (8 jahre)
Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachter-Abzeichen in Gold mit Brillanten (1941)
Frontflugspange für Tagjäger in Bronze (1941)
Frontflugspange für Tagjäger in Silber (Juli 1941)
Flugzeugführerabzeichen
Deutsches Reiterabzeichen
Commendatore dell’Ordine dei Santi Maurizio e. Lazzaro (29 September 1937)
Grande Ufficiale dell’Ordine della Corona d’Italia (29 September 1937)
Grande Ufficiale dell’Ordine dei Santi Maurizio e. Lazzaro (18 Oktober 1938)
Cavaliere di Gran Croce dell’Ordine della Corona d’Italia (18 Oktober 1938)
Grand Cross of the Order of the Military Order of Savoy with Star Italia (18 Oktober 1938) 
Pilot's Badge of the Royal Air Force of Italy (Regia Aeronautica)
Honor Dagger of the Fascist Militia Italia (19 Oktober 1937)
Königlischen Jugoslawische Orden des Sweti Sawa I. Klasse (18 Oktober 1938)
Blutorden (anumerta, 9 Juni 1942)  
Kriegsverdienstkreuz I. Klasse mit Schwertern (anumerta, 9 Juni 1942)
Verwundetenabzeichen in Gold (anumerta, 9 Juni 1942)
Deutscher Orden des Grossdeutschen Reiches, I. Klasse, Goldenes Kreuz mit Eichenlaub und Schwertern (anumerta, Juni 1942)

Oleh : Alif Rafik Khan

Reinhard Tristan Eugen Heydrich dilahirkan tanggal 7 Maret 1904 di Halle an der Saale dari pasangan komposer Richard Bruno Heydrich dan istrinya Elisabeth Anna Maria Amalia Kranz. Kakeknya dari pihak ibu adalah Hofrat Kranz, pendiri Konservatorium Dresden. dua nama pertama Heydrich juga diambil dari sesuatu yang ‘berbau’ musik: “Reinhard” dari Amen, sebuah opera yang ditulis oleh ayahnya dan berasal dari salah satu adegan berjudul “Kejahatan Reinhard”, sedangkan “Tristan” diambil dari karya komponis besar Jerman Richard Wagner berjudul Tristan und Isolde. Nama ketiganya kemungkinan terinspirasi dari pahlawan perang Prinz Eugene von Savoy. Dia lahir dari kalangan keluarga Katolik berada, dan musik adalah bagian penting dari kehidupan sehari-harinya semasa kecil; ayahnya adalah juga penyanyi opera dan pendiri Konservatorium Musik Halle. Dari semua alat musik yang dia pelajari, Heydrich muda terutama sangat tertarik terhadap biola. Dia kemudian menjadi pemain biola yang sangat berbakat, dan kelak setelah menjadi tentara pun dia sering memukau para penonton dengan permainannya yang mengagumkan!

Ayahnya adalah juga seorang nasionalis Jerman yang tak jemu menanamkan ide-ide patriotik kepada pikiran ketiga anaknya. Kehidupan keluarga Heydrich sangat keras dan disiplin sangat dipegang teguh. Sebagai seorang remaja, Heydrich biasa bermain anggar kayu melawan saudaranya yang lebih muda, Heinz, sehingga dia kemudian mengembangkan pula bakat bermain anggar yang sama mengagumkannya dengan bakat musiknya. Heydrich mempunyai otak encer dan berhasil menamatkan sekolahnya di Reform-Realgymnasium dengan hasil yang memuaskan. Dia juga menyenangi olahraga dan menjadi atlet yang berbakat di bidang renang dan anggar. Di pihak lain, dia pun terkenal sebagai anak yang sangat pemalu dan tertutup. Dia terutama malu karena pita suaranya yang melengking tinggi seperti perempuan dan juga karena dia berasal dari keluarga Katolik, sesuatu yang membuat dia sering menjadi bulan-bulanan anak yang lebih kuat di sekolah (saat itu komunitasnya kebanyakan adalah Protestan). Ada juga isu yang menyebutkan bahwa dia masih mempunyai keturunan Yahudi, karena suami kedua neneknya mempunyai nama yang berbau-bau Yahudi. Meskipun rumor ini sulit dibuktikan kebenarannya, tapi kemudian hal ini digunakan secara cerdik sekali oleh atasan-atasan Heydrich di partai Nazi kelak agar mereka bisa memegang kontrol dan dia tidak cem-maacem.

Ketika Perang Dunia I pecah tahun 1914, Heydrich yang saat itu baru berusia 10 tahun masih terlalu muda untuk mendaftar menjadi anggota militer. Meskipun masih bocah cilik, ghirah patriotismenya sudah membumbung tinggi dan dia kemudian bergabung dengan Sukarelawan Rifle Maercker (unit Freikorps pertama yang dibentuk atas perintah dari Menteri Pertahanan Gustav Noske), sebuah grup semi-militer sayap kanan yang terutama sekali dibuat untuk melawan kaum Komunis yang sedang naik daun di Jerman saat itu. Dia juga menjadi anggota Deutschvölkischer Schutz und Trutzbund (Liga Perlindungan dan Penampungan Nasional Jerman), sebuah organisasi anti-Yahudi. Pada tahun 1918 perang berakhir dengan kekalahan Jerman. Terutama karena hasil dari Perjanjian Versailles yang berat sebelah, inflasi menyebar di seantero Jerman sehingga banyak keluarga-keluarga berkcukupan – termasuk keluarga Heydrich – kehilangan hartanya.

Pada tahun 1922 dia bergabung dengan Angkatan Laut. Alasannya sih sederhana saja: mereka menawarkan pendidikan tambahan dan pensiun yang besar! Dia menjadi kadet pelaut di pangkalan utama Angkatan Laut Jerman di Kiel, dan lalu menjadi orang yang kurang disenangi oleh rekan-rekan seangkatannya terutama setelah isu keturunan Yahudi kembali menyeruak. Tapi karir Heydrich maju terus. Pada tahun 1926 pangkatnya sudah menjadi Leutnant zur See dan ditugaskan sebagai perwira sandi di kapal perang Schleswig-Holstein. Disini Heydrich terkejut kegirangan ketika menjumpai bahwa beberapa perwira bawahannya adalah orang yang dulu biasa mempermainkannya di sekolah, dan dia melakukan pembalasan secara meyakinkan dengan memperlakukan mereka seperti pelaut rendahan!

Meskipun mempunyai suara yang “kebencong-bencongan”, rupanya Heydrich tak mempunyai masalah dalam hal berhubungan dengan wanita (bahkan kemudian dia terkenal sebagai playboy cap Gajah Boker dengan segudang affair!). Suatu malam di tahun 1930, dia menghadiri pesta dansa klub dayung dan bertemu dengan Lina von Osten. Kedua orang tersebut lalu saling jatuh cinta dan tak lama kemudian telah mengumumkan pertunangan mereka. Ternyata kisah romansa mereka bukannya tanpa masalah. Mantan pacar Heydrich yang merupakan putri dari direktur sebuah galangan kapal begitu murka ketika mengetahui Heydrich akan kawin dengan wanita lain. Dia kemudian mengadu kepada ayahnya, yang ternyata adalah teman dari Admiral Erich Raeder (Panglima Angkatan Laut). Sebuah peringatan resmi dikeluarkan terhadap Heydrich yang dituduh telah menodai kehormatan seorang wanita muda. Dia dianggap “tidak pantas menjadi seorang perwira dan lelaki jantan”, dan investigasi pun dilakukan terhadapnya. Dia dipanggil ke Dewan Kehormatan untuk memberikan penjelasan. Tentu saja Heydrich mengaku tidak bersalah terhadap semua tuduhan yang diajukan terhadapnya, dan berbalik menuduh si wanita mantannya telah berbohong. Meskipun kemudian dia terbukti tidak bersalah, banyak perwira-perwira Angkatan Laut yang meminta dia untuk dipecat karena dianggap “tidak pantas menjadi seorang perwira dan lelaki jantan” seperti telah disebutkan sebelumnya. Pada bulan April 1931, Raeder akhirnya memutuskan bahwa Heydrich “dibebastugaskan karena ketidakpantasan yang telah dilakukannya”. Jelas Heydrich frustasi berat, tapi dia tetap meneruskan pertunangannya dengan Lina von Osten. Dia sekarang menghadapi masa depan yang tidak pasti karena baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini diandalkannya.

Pada tahun yang sama (1931), Heinrich Himmler sedang giat-giatnya membangun unit kontra-intelijen dalam tubuh SS. Atas saran dari rekannya Karl von Eberstein - yang merupakan teman dari Lina von Osten - dia pun lalu menginterview Heydrich. Konon dalam wawancara tersebut Himmler begitu terkesan atas kemampuan Heydrich dan langsung mengerjakannya saat itu juga! Bayarannya adalah 180 Reichsmark perbulan (40 dollar). Dengan begitu Heydrich sekaligus juga bergabung dengan Partai Nazi dan kemudian akan menerima Totenkopfring atas dedikasinya dalam tugas.

Untuk memulai pekerjaannya, Heydrich mendirikan kantor di Brown House, markas besar partai Nazi di Münich. Dia akan mendirikan sebuah unit kontra-intelijen yang kelak begitu ditakuti keberadaannya oleh dedengkot-dedengkot partai lainnya!

Pada saat ini dia bukanlah siapa-siapa di tubuh partai, tapi dengan berani dia membangun jaringan mata-mata independen dan menugaskan mereka untuk mencari setiap informasi berharga dengan cara apapun: pemerasan, kekerasan dan sebagainya. Sasarannya? Jangan terkejut: para penentang partai Nazi sekaligus tokoh-tokoh dalam partai itu sendiri!

Pada bulan Desember 1931, Heydrich dan von Osten menikah. Pada tahun yang sama pula, dia dipromosikan menjadi SS-Sturmbannführer (Mayor). Bahkan dari sejak tahun pertamanya bergabung, Heydrich telah menjelma menjadi salah satu orang paling berbahaya dalam tubuh partai Nazi. Dengan modal data segudang yang dikumpulkannya dengan gigih, takdir para oposan Nazi tergantung dari belas kasihannya!

Tapi Heydrich pun kena batunya langsung dari tangan Adolf Hitler, dan itu terjadi pada tahun 1932. beberapa orang musuh politik Heydrich telah menemukan isu lama tentang kemungkinan garis keturunannya yang Yahudi, dan kemudian menyebarkannya. Dalam tubuh partai Nazi yang sangat anti-Yahudi, tentu saja hal ini adalah “aib” besar, bahkan bagi seorang kepala unit kontra-intelijen! Sebuah investigasi segera dilakukan oleh pakar ras partai Nazi Dr. Achim Gercke yang meneliti silsilah keturunan Heydrich. Dr. Gercke melaporkan bahwa Heydrich “merupakan asli keturunan Jerman dan bersih dari setiap kemungkinan tercampurnya oleh darah ras berwarna atau Yahudi”. Meskipun begitu, Himmler rada khawatir juga dengan kemungkinan adanya seseorang dengan darah “tercemar” menduduki posisi tinggi dalam organisasinya. Pada tahun 1942 Himmler curhat pada Felix Kersten, tukang pijat pribadinya, tentang masalah ini. Dia berkata bahwa Hitler kemudian mewawancarai Heydrich dan menemukan fakta bahwa dia “adalah orang yang sangat berbakat juga sangat berbahaya. Tapi bakatnya terlalu besar untuk dikesampingkan oleh partai Nazi”. Himmler berkata kepada Kersten bahwa Hitler beranggapan bahwa Heydrich yang mempunyai keturunan non-Arya sebenarnya “sangat berguna, karena selamanya dia akan berterimakasih kepada kita karena mempekerjakannya dan bukannya membuangnya. Dia akan taqlid buta pada kita”. Himmler melanjutkan ceritanya pada Kersten, dan menyebutkan bahwa intuisi Hitler terbukti akurat, karena memang Heydrich benar-benar setia kepada tuannya. Tapi kemudian pengakuan Kersten ini dibantah oleh sejarawan Max Williams, yang mengatakan bahwa apa yang disebutkannya tentang curhat Himmler dan wawancara Hitler bisa “diragukan kebenarannya dan harus ditanggapi dengan hati-hati”.

Pada bulan Juli 1932, pelayanan kontra-intelijen Heydrich telah berkembang pesat menjadi sebuah mesin teror dan intimidasi. Dengan popularitas Hitler yang makin naik dan ambisinya untuk menduduki kursi kekuasaan, Himmler dan Heydrich berkeinginan untuk mengendalikan semua kekuatan politik di seluruh 17 negara bagian Jerman, dan mereka memulainya dengan Bavaria. Pada tahun 1933, Heydrich mengumpulkan beberapa orang anakbuahnya dari SD dan bersama-sama mereka lalu menyerbu kantor polisi di Münich. Sebegitu mudahnya pengambilalihan kekuasaan di masa kacau seperti ini! Mereka menguasai kepolisian menggunakan taktik intimidasi. Himmler lalu menjadi komandan polisi politik Bavaria dan Heydrich menjadi wakilnya. Dari sana, duo ini melanjutkan strategi yang sama ke sisa 16 negara bagian Jerman lainnya. Dengan 15 wilayah berada di bawah pengaruh mereka, tampaknya kini mereka menemui tembok tebal untuk dapat menguasai kepolisian Prusia. Memang siapa kepala polisinya pada saat itu? Tidak lain dan tidak bukan.. Hermann Göring.

Göring memegang kendali polisi politik Prusia, dan dia membenci Himmler dan Heydrich. Göring sendiri berkeinginan agar pasukan polisinya akan berdiri terpisah dari organisasi polisi lainnya dan para anggotanya hanya akan menuruti perintahnya, apapun itu. Dia menamakan organisasinya dengan Geheime Staatspolizei (Polisi Rahasia Negara). Dalam rangka memudahkan dalam membuat cap untuk perangko, seorang petugas pos menyingkat namanya menjadi Gestapo. Göring bertujuan memisahkan mereka dari markas kepolisian dan memberikan pusat komando tersendiri yang bebas dari pengaruh orang lain.

Pada tahun 1933, Hitler menjadi Kanselir Jerman yang baru. Dia kini telah menjadi penguasa Jerman, tapi masih belum mempunyai kekuasaan absolut seperti yang dia idam-idamkan. Dalam rangka menambah kekuasaannya, dia menekan Presiden Paul von Hindenburg untuk menandatangani beberapa surat keputusan yang akan membatasi peran partai-partai oposisi seperti Komunis dan Sosialis. Dengan SK ini, polisi mempunyai kewenangan untuk melakukan penggeledahan, menyita properti, dan menangkap serta menahan orang tanpa pengadilan. Disinilah peran Heydrich begitu kentara dengan kartu daftar orang-orang black-list yang dipunyainya. Dia mensuplai SS dan SA dengan daftar nama orang-orang yang dianggap “pantas” untuk diciduk. Karena daftar nama yang Heydrich punya jumlahnya ribuan, tak lama kemudian penghuni penjara telah melebihi kapasitas yang disediakannya! Akhirnya didirikanlah kamp konsentrasi pertama yang pada awalnya dibuat untuk mengatasi kelebihan napi.

Tanggal 20 April 1934, Göring dan Himmler menyimpan semua perbedaan di antara mereka dan berdamai (kemungkinan besar karena mereka sama-sama tidak menyukai makin membesarnya peran Sturmabteilung atau SA di bawah pimpinan Ernst Röhm). Göring memindahkan kekuasaannya atas Gestapo ke tangan Himmler, yang saat itu telah menjadi kepala seluruh kepolisian Jerman di luar Prusia. Pada tanggal 22 April 1934 Himmler menunjuk Heydrich sebagai kepala Gestapo. Setelah organisasi tersebut berada di bawah kontrol mereka, inilah saatnya untuk menggunakannya bersama-sama dengan SS demi menghancurkan ancaman SA!

Heydrich membuat sebuah plot palsu seakan-akan pemimpin SA Röhm bermaksud untuk menggulingkan Hitler. Himmler memberi peran tambahan dengan menyarankan pada Hitler untuk mendahului bertindak menghukum Röhm dan para pemimpin SA yang dicurigai. Dengan cepat Heydrich, Himmler, Göring, dan Viktor Lutze (atas perintah Hitler) menyusun daftar nama siapa-siapa yang harus disingkirkan, yang dimulai dari tujuh pejabat tinggi SA dan berakhir dengan banyak lagi yang lainnya. Tanggal 30 Juni 1934, SS dan Gestapo bergerak secara terkoordinasi untuk melakukan penangkapan massal yang berlanjut terus selama seminggu penuh. Röhm sendiri menemui ajalnya ditembak (tanpa disidangkan terlebih dahulu) ketika ia sedang asyik main bo’ol bersama teman homonya. Peristiwa “pembersihan” lingkaran dalam partai Nazi ini kemudian terkenal ke seluruh dunia dengan nama Night of the Long Knives (Malam Pisau Panjang).

Dengan SA kini nyuksruk, Heydrich sekarang mempunyai wewenang penuh untuk membentuk Gestapo menjadi sebuah instrumen yang menakutkan. Dia mengimprovisasi sistem kartu daftarnya yang selama ini sangat membantu dalam pekerjaan tangkap-menangkapnya. Karena kini lebih banyak lagi daftar nama baru yang masuk index, dia kini membuat kartu-kartunya berwarna-warni dan berkode yang disesuaikan dengan porsi “kesalahan” orang-orang tersebut. Kini Gestapo mempunyai kewenangan untuk menangkap setiap warga negara hanya dengan berdasarkan kecurigaan bahwa mereka akan melakukan suatu kejahatan! Hitler sendiri berpandangan bahwa organisasi ini “boleh melakukan apa saja walaupun tindakannya berada di luar hukum yang berlaku, selama mereka bertujuan untuk terus melayani Führer”. Di seantero Jerman, orang-orang mulai menghilang secara misterius dan tidak pernah terlihat lagi. Biasanya beberapa waktu kemudian keluarganya akan menerima sebuah guci yang berisi abu jenazah mereka! Di bawah Himmler dan Heydrich, Jerman menjadi sebuah negara polisi. Lebih jauh lagi, Himmler berkeinginan agar orang-orang mempunyai “agama Jerman” dan anggota-anggota SS meninggalkan keanggotaan gereja mereka. Pada musim panas 1936, Heydrich meninggalkan keanggotaannya di gereja Katolik, sementara istrinya Lina telah melakukannya setahun sebelumnya. Heydrich tak hanya merasa bahwa kini dia tak lagi bisa menjadi anggota, tapi juga berkeyakinan bahwa pengaruh politik gereja dapat menjadi sesuatu yang membahayakan bagi eksistensi negara.

Tanggal 17 Juni 1936, seluruh organisasi kepolisian di Jerman dipersatukan dengan Himmler sebagai kepalanya. Tanggal 26 Juni, Himmler membagi polisi menjadi dua grup:

- Ordnungspolizei (OrPo) yang terdiri dari polisi berseragam biasa dan polisi kotapraja.

- Sicherheitspolizei (SiPo) yang terdiri dari Gestapo dan KriPo atau Kriminalpolizei (polisi kriminal).

Heydrich diangkat sebagai kepala SiPo, Gestapo, KriPo dan SD, sementara Heinrich Müller menjadi kepala operasi Gestapo. Tugas pertama Heydrich adalah menekan setiap gerakan-gerakan yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan negara sebelum dan selama berlangsungnya Olimpiade Berlin 1936. Seperti tugas-tugas sebelumnya, ini pun dia kerjakan dengan dingin tanpa ampun dan sistematis sehingga membuat dia dianugerahi Deutsches Olympiaehrenzeichen atau German Olympia Honour Badge (1st class).

Pada bulan September 1939, SD dan SiPo (yang terdiri dari Gestapo dan KriPo) dipersatukan di bawah satu atap, yaitu Kantor Keamanan Utama Reich atau RSHA (dengan ketuanya, siapa lagi kalau bukan Jojon eh Heydrich!). pada saat itu, gelarnya adalah "Chef der Sicherheitspolizei und des SD" (Kepala Polisi Rahasia dan SD), atau disingkat dengan CSSD. Tanggal 24 Agustus 1940, Heydrich juga menjadi Presiden Interpol (Polisi Internasional). Karenanya, markas besar Interpol pun dipindahkan ke Berlin. Dia dipromosikan menjadi SS-Obergruppenführer und General der Polizei tanggal 24 September 1941.

Pada tahun 1936, SD menerima informasi bahwa beberapa perwira tinggi Soviet telah merencanakan kudeta demi menggulingkan Joseph Stalin. Heydrich langsung mengendus kesempatan untuk memberikan pukulan telak, baik kepada Angkatan Bersenjata Soviet dan juga organisasi Abwehr (saingan RSHA, Cuma ini bentukan Wehrmacht) di bawah pimpinan Admiral Wilhelm Canaris. Dia lalu memutuskan bahwa para perencana kudeta tersebut harus “dibuka topengnya”. Dia mendiskusikan masalah ini dengan Himmler, dan lalu mereka berdua membicarakannya dengan Hitler langsung. Yang tak Heydrich ketahui adalah: sebenarnya “informasi” yang dia terima mengenai plot para perwira tersebut diinisiasikan langsung oleh Stalin sendiri demi melancarkan jalannya menyingkarkan orang-orang yang dianggap tidak sehaluan dengannya! Stalin memerintahkan salah satu agen NKVD terbaiknya, Jenderal Nikolai Skoblin, untuk “menyuapi” Heydrich dengan informasi palsu tentang adanya rencana mengkudeta Stalin yang datang dari Marsekal Mikhail Tukhachevsky bersama dengan jenderal-jenderal Soviet lainnya. Heydrich akhirnya menerima izin dari Hitler untuk bertindak. Segera dia memberi perintah kepada SD untuk membuat dokumen-dokumen dan surat-surat korespondensi (yang semuanya palsu) yang seakan-akan dibuat oleh Tukhachevsky dan komandan Tentara Merah lainnya. Dokumen-dokumen tersebut lalu diserahkan kepada NKVD. Stalin langsung “murka” dan memerintahkan pembersihan besar-besaran di tubuh Tentara Merah. Akibat “bersih-bersih” ini, tak kurang dari 35.000 orang perwira tinggi dan rendah dihukum mati atas perintah langsung dari Stalin! Heydrich percaya benar bahwa dia telah sukses dalam misinya mengecoh Stalin, meskipun kemudian para sejarawan berbeda pendapat mengenai peran penting sang SS-Obergruppenführer dalam masalah ini. Yang jelas, adalah fakta bahwa dokumen-dokumen yang diserahkan oleh Heydrich sama sekali tak digunakan oleh para penuntut militer Soviet dalam persidangan rahasia mereka terhadap para jenderal yang dituduh berkhianat. Sebaliknya, mereka kebanyakan mendasarkan tuduhannya dari pengakuan palsu dan interogasi brutal terhadap tertuduh! Yang jelas, pembersihan ini untuk sementara waktu membuat Angkatan Besenjata Uni Soviet menjadi lumpuh karena banyak putra-putra terbaiknya yang dikirim ke akherat.

Pada akhir tahun 1940, pasukan bersenjata Hitler telah menguasai hampir seluruh Eropa Barat. Hitler kemudian kecewa berat ketika mengetahui bahwa organisasi perlawanan rahasia anti-Nazi malah berkembang pesat di negara-negara yang didudukinya, terutama di Norwegia, Prancis, Belanda dan Belgia. Pada tahun 1941, SD diberi tanggungjawab untuk melaksanakan isi dari surat perintah Nacht und Nebel (Malam dan Kabut), yang ditujukan untuk menghancurkan setiap perlawanan. Berdasarkan peraturan baru tersebut, setiap orang yang dicurigai harus ditangkap secara rahasia semaksimal mungkin dalam “perlindungan malam dan kabut”. Orang-orang mulai hilang tanpa jejak dan tak ada seorangpun yang tahu nasib mereka atau keberadaannya kini. Untuk setiap tawanan, SD mewajibkan mereka untuk mengisikan sebuah formulir yang berisi informasi pribadi, kebangsaan, dan detail dari kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap Third Reich. Formulir ini kemudian dimasukkan ke dalam amplop dengan cap bertulisan “Nacht und Nebel” dan dikirimkan ke kantor pusat RSHA. Dalam kamp tawanan tempat mereka dikurung, mereka dberikan WVHA (File Penghuni Pusat) dan kode khusus yang membedakan mereka dari tawanan kriminal biasa, Yahudi, Gipsi, dan lain-lain. Operasi “Nacht und Nebel” sendiri tetap dilakukan setelah meninggalnya Heydrich. Tak pernah diketahi angka pasti berapa tepatnya orang-orang yang menghilang akibat operasi ini, yang jelas berkisar di angka 7.000.

Tanggal 27 September 1941 Heydrich ditunjuk sebagai Stellvertretender Reichsprotektor di Protektorat Bohemia dan Moravia (bagian dari Cekoslowakia yang dianeksasi oleh Third Reich tanggal 15 Maret 1939). Dia rencananya akan memegang kendali penuh pemerintahan atas wilayah tersebut karena sebelumnya Himmler merasa bahwa Konstantin von Neurath (pendahulu Heydrich) terlalu lembek dalam menghadapi orang-orang Ceko yang sebagian besar mempunyai sentimen anti-Jerman dan sering melakukan demo serta sabotase. Heydrich datang ke Praha untuk “memperkuat kebijakan Jerman dan menangkal setiap perlawanan”. Selain itu, dia juga diberi tanggungjawab untuk mempertahankan quota produksi kendaraan bermotor dan senjata Cekoslowakia yang selama ini memegang peranan penting dalam usaha perang yang dilakukan Jerman.

Sebagai Gubernur Bohemia dan Moravia, Heydrich menerapkan kebijakan “carrot-and-stick” (wortel dan tongkat). Pasar gelap diberangus, penjatahan makanan dan pensiun ditingkatkan, dan asuransi untuk pengangguran diadakan untuk pertamakalinya! Siapa-siapa saja yang dianggap berhubungan dengan pasar gelap langsung disiksa atau dieksekusi. Pemakaian kata yang digunakannya di media massa untuk mendeskripsikan mereka yang menentang sebagai “kriminal ekonomi” dan “musuh masyarakat” telah membantunya mendapatkan dukungan yang diperlukan. Di bawah Heydrich, kondisi di Praha dan wilayah Cekoslowakia lainnya relatif damai dan industri pun bekerja dengan penuh semangat.

Heydrich, dalam segala bentuknya, adalah diktator militer Bohemia dan Moravia. Perubahan yang dilakukannya terhadap struktur pemerintahan lokal membuat Presiden Emil Hacha dan kabinetnya secara kasat mata tidak mempunyai kekuasaan. Heydrich begitu percaya bahwa dia telah menarik simpati rakyat Cekoslowakia sehingga dengan PD-nya dia menolak untuk mendapat pengawalan ketat saat bepergian dengan mobil atap terbukanya! Hal tersebut juga sebagai perlambang bahwa dia benar-benar telah menguasai Cekoslowakia dalam segala bentuknya.

Tanpa Heydrich sadari, di London (yang merupakan tempat bercokolnya pemerintah Cekoslowakia dalam pembuangan atau Prozatímní státní zřízení) sedang direncanakan suatu upaya pembunuhan terhadap dirinya. Dua orang, yaitu Jan Kubiš dan Jozef Gabčík, telah dipilih oleh SOE (Special Operations Executive) Inggris untuk melaksanakan tugas tersebut. Setelah menerima pelatihan yang diperlukan dari Inggris, mereka diterbangkan menggunakan Halifax milik 138 Squadron RAF secara diam-diam ke Cekoslowakia dan mendarat di negara tersebut dengan parasut tanggal 28 Desember 1941.

Tanggal 27 Mei 1942, Heydrich rencananya akan menghadiri pertemuan bersama dengan Hitler di Berlin. Di jalan pulang dari kantor ke rumahnya, dia harus melalui sebuah persimpangan di pinggiran Praha bernama Libeň dimana jalan Dresden-Praha menyatu dengan jalan menuju jembatan Troja. Persimpangan tersebut membentuk belokan huruf U yang tajam sehingga mau tidak mau setiap mobil yang melaju disana harus melambatkan kendaraannya. Disinilah lokasi yang dipilih oleh para pembunuh Heydrich untuk melaksanakan aksinya. Serangan tersebut terjadi tanggal 27 Mei. Pada tanggal tersebut, kendaraan atap terbuka yang Heydrich tumpangi disergap saat dia berbelok dengan pelan. Saat itu, tidak ada pengawal satu pun yang mengiringinya dan hanya supir pribadi sekaligus pengawalnya. Gabčík secara tiba-tiba datang dari samping dan mencoba menembak dengan senapan mesinnya, tapi ternyata macet! Heydrich begitu kaget akan serangan berani tersebut sehingga bukannya kabur, dia malah menyuruh supirnya untuk memberhentikan mobil demi membuat perhitungan dengan Gabčík yang dianggap menyerang seorang diri. Melihat rekannya malah panik sambil menceklak ceklek senapan yang sudah jelas-jelas modar, Kubiš datang membantu dan dalam jarak dekat melemparkan granat yang dibawanya ke bagian belakang mobil. Ledakan yang terjadi kemudian melukai Heydrich dan juga Kubiš sendiri (karena saking dekatnya)!

Ketika asap dari ledakan mereda, Heydrich bangkit dari rongsokan mobil dengan pistol masih di tangannya dan kemurkaan luar biasa! Kubiš begitu ngerinya sehingga dia langsung mampret melarikan diri. Heydrich tidak menginginkan musuhnya melarikan diri, dan dia pun lalu berusaha mengejar sambil menembakkan pistolnya, tapi ternyata senjatanya tersebut tidak diisi peluru! Dia lari sejauh setengah blok, lalu pengaruh dari ledakan mulai menguasai dan dia pun terduduk lemah. Di saat yang bersamaan, supirnya yang bernama Klein ikut-ikutan mengejar Gabčík. Dalam baku tembak yang kemudian terjadi, Gabčík berhasil menembak Klein di kakinya dan berhasil lolos. Heydrich sendiri tampaknya tidak mengalami luka serius.

Salah satu versi menyebutkan bahwa seorang wanita Ceko datang menolong Heydrich dan berusaha menyetop sebuah truk lewat yang membawa cairan penggosok lantai. Pertama, Heydrich ditempatkan di kursi belakang, tapi setelah komplain karena tersiksa tiap truk tersebut melindas jalan jelek, maka dia pun dipindahkan ke bagian belakang truk, dengan berbaring tengkurap! Dia dibawa ke Rumah Sakit Bulovka. Setelah diperiksa, ketahuan bahwa dia telah mengalami luka parah di bagian kiri tubuhnya, terutama di bagian rongga badan antara dada dan perut, limpa, dan paru-paru (Jangan dilupakan pula tulang rusuknya yang patah). Dokter segera melakukan operasi dan, meskipun dia mengalami demam ringan, tampaknya penyembuhannya berjalan dengan baik. Tanggal 2 Juni 1942, ketika Himmler datang membesuknya, Heydrich membandingkan peristiwa yang menimpanya dengan mengutip salah satu bagian dari opera buatan ayahnya:

“Dunia hanyalah sebuah organ gereja yang telah diserahkan oleh Tuhan langsung. Kita semua harus mengikuti nadanya yang telah tersedia pada drum.”

Tak lama setelah kunjungan Himmler, secara tidak terduga Heydrich mengalami koma dan tak pernah sadar kembali untuk selamanya. Dia meninggal jam 4:30 subuh tanggal 4 Juni 1942 di usia 38 tahun. Otopsi yang dilakukan terhadapnya menyimpulkan bahwa penyebab kematiannya adalah keracunan darah yang berasal dari serpihan seragamnya yang koyak oleh ledakan granat. Satu yang perlu diketengahkan disini adalah ekspresi wajah Heydrich ketika dia mati (yang dilihat dari topeng kematiannya) tampak “begitu indahnya dan memancarkan cahaya spiritualitas yang mistik, layaknya kardinal masa Renaissance” – berdasarkan keterangan dari Dr. Bernhard Wehner, seorang petugas polisi yang memeriksa peristiwa pembunuhan terhadapnya.

Ketika mendengar “protektornya” di Cekoslowakia telah dibunuh dengan tidak aci, Hitler langsung murka dan memerintahkan investigasi menyeluruh dengan segera. Intelijen menghubungkan para pembunuhnya dengan sebuah desa bernama Lidice dan Ležáky. Untuk memberi pelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang, Hitler memerintahkan eksekusi para penduduk pria Lidice dewasa dan deportasi penduduk wanitanya ke kamp konsentrasi. Anak-anak yang mempunyai rambut pirang dan mata biru dipisahkan dari keluarga mereka dan “diadopsi” oleh keluarga-keluarga Jerman.

Heydrich sendiri dikuburkan di pemakaman militer Invalidenfriedhof Berlin dengan upacara penghormatan yang megah. Lokasi kuburannya sendiri saat ini tidak bisa dipastikan, meskipun kemungkinan berada di antara kuburan dua orang pahlawan perang Jerman, Adolf Karl von Oven dan Gerhard von Scharnhorst (Pemakaman seksi C). Hitler menginginkan agar batu nisan Heydrich dibikin semonumental mungkin, tapi karena kemudian situasi perang yang makin memburuk, rencana tersebut tidak pernah direalisasikan. Pada tahun 1945, penanda makam sementara Heydrich yang terbuat dari kayu menghilang. Penanda tersebut tidak pernah diganti, karena pihak Sekutu dan pemerintahan kotapraja Berlin takut kalau-kalau makam Heydrich nantinya akan menjadi pusat pemujaan kaum Neo-Nazi, seperti halnya makam Rudolf Hess yang terletak di sebuah kota kecil Bavaria bernama Wunsiedel. Ketika pada tahun 1960-an Berlin dipisahkan oleh tembok yang memisahkan bagian barat dan timur, lokasi pemakaman Invalidenfriedhof berada di tengah-tengahnya sehingga ada bagian yang masuk ke wilayah Soviet, dan bagian lainnya ke wilayah Sekutu. Pada saat itu kuburan Heydrich kemungkinan berada di wilayah yang dinamakan “death strip” di tengah-tengah sehingga tak bisa diakses oleh publik, meskipun bisa juga karena seksi C berada di bagian depan Invalidenfriedhof (dekat gerbang masuk Scharnhorststraße), sementara “death strip” berada di bagian belakangnya (barat-daya dari seksi E, F dan G di sepanjang Schiffahrtskanal). Sebuah surat yang dipublikasikan oleh Frankfurter Allgemeine Zeitung di tahun 1992 menyebutkan bahwa kuburan Heydrich sebenarnya berada di seksi A di sebelah General der Infanterie Graf Tauntzien von Wittenberg, yang bertempur melawan Napoleon dalam Perang Koalisi (1813). Keterangan ini diperkuat oleh buku biografi Heydrich yang terbit baru-baru ini, yang juga menyebutkan bahwa kuburannya berada di seksi A.

Kembali kepada respons Hitler setelah mendengar kematian dari Heydrich. Begitu murkanya sang Führer, sehingga langsung memerintahkan eksekusi di tempat kepada siapapun yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan. Tapi setelah konsultasi dengan SS-Gruppenführer Karl Hermann Frank (wakil Heydrich), dia mengendurkan ancamannya. Di bawah perintah dari Himmler, pembalasan yang dilakukan Nazi sama brutalnya: sekitar 13.000 orang ditangkap, dideportasi, dipenjara atau dibunuh. Tanggal 10 Juni 1942, semua pria berusia 16 tahun ke atas yang tinggal di desa Lidice (22 km barat-laut Praha) dan Ležáky dibunuh. Rumah-rumah mereka sendiri dibakar dan puing-puingnya diratakan.

Terus bagaimana dengan pembunuh yang sebenarnya dari Heydrich sendiri? Mereka berlindung di ruangan bawah tanah yang berada di Ss. Cyril dan Katedral Methodius, sebuah gereja Ortodoks di Praha. Sebenarnya persembunyian ini dirancang dengan begitu cerdiknya, karena tidak ada seorang pun dari para pencari Nazi yang ribuan jumlahnya akan mengira bahwa duo pembunuh yang mereka cari-cari tengah meringkuk hanya beberapa ratus meter dari markas besar pasukan pendudukan Jerman! Tapi kemudian keberadaan mereka diketahui juga, yang terbongkar berkat pengakuan dari dua orang anggota gerakan perlawanan Cekoslowakia yang membelot ke pihak penguasa. Segera gereja itu dikepung dari segala penjuru, dan pasukan Jerman pun mengultimatum Jan Kubiš dan Jozef Gabčík agar segera menyerah sembari memuntahkan tembakan peringatan. Dua orang ini kemudian lebih memilih untuk membunuh diri daripada ditangkap oleh musuhnya. Tidak puas sampai disana, kepala gereja yaitu Uskup Gorazd yang dianggap telah menyembunyikan mereka ikut kena getahnya dan disiksa sampai tewas. Dia kini ditahbiskan sebagai salah seorang martir gereja Ortodoks.


Sumber :
www.3reich.us
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.islandfarm.fsnet.co.uk
www.jirisulc.eu
www.militaryimages.net
www.onesixthnet.yuku.com
www.wehrmacht-awards.com

2 comments:

REINHARD HEYDRICH said...

HJ

Roy zery siahaan said...

Film Kematian Reinhard Heydrich Dan Penghianatan Anggota S.O.E joseph Gablick dapat di tonton di "Operation DayBreak"....