Friday, November 15, 2013

Foto Lehrgeschwader 2 (LG 2)

Messerschmitt Bf 109 E-3 “schwarz 2” Werknummer 703 dari 2.(J)/Lehrgeschwader 2. Foto ini diambil di wilayah Luik/Liege (Belgia) tak lama setelah ofensif di Barat dimulai tanggal 10 Mei 1940. Pesawat tersebut kemungkinan besar punya Unteroffizier Friedrich Möller yang, setelah kembali dari sebuah misi, terpaksa harus mendarat darurat karena kehabisan bahan bakar tanggal 10 Mei 1940. Bf 109 "Emil" di atas menggunakan cat kamuflase 1940 standar dan emblem "topi panjang" dari 2.(J)/LG 2. Dia kemudian dikirim kembali ke pabrik Erla di Leipzig pada tanggal 3 Juni 1940 dengan kerusakan 23%. Setelah diperbaiki, pesawat ini menjadi tunggangan Hauptmann Josef Fözö, Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 51, di musim gugur 1940


 Feldwebel Erwin Clausen (Flugzeugführer di 3.[Jagd]Staffel / I.Gruppe / Lehrgeschwader 2) bersiap-siap untuk melaksanakan sebuah misi di atas kokpit pesawatnya di bulan Agustus 1940. Dia memulai rangkaian kemenangannya sebagai pilot pemburu di pertempuran udara musim panas di atas Prancis dan Inggris. Meskipun begitu, proses awalnya dilalui dengan begitu sulit karena sampai dengan musim semi 1941 dia hanya mampu mengklaim tiga pesawat musuh yang ditembak jatuh (sementara Clausen sendiri mendapat giliran ditembak jatuh dua kali!). Selanjutnya dalam pertempuran udara di atas wilayah Yugoslavia dia mampu menembak jatuh tiga pesawat musuh hanya dalam satu pertempuran! Kemudian Clausen meraih prestasi yang mengesankan di medan perang Rusia, terutama di musim panas 1942 (bulan Juli dan Agustus) ketika dia (sebagai pilot di Jagdgeschwader 77) menghancurkan 45 pesawat Soviet sehingga mengerek jumlah kemenangannya menjadi 102. Secara keseluruhan Clausen tercatat berhasil menembak jatuh 114 pesawat di Rusia sebelum ditransfer ke Front Barat. Disini pun prestasinya masih berlanjut sehingga total jumlah kemenangannya menjadi 132 buah yang diraihnya dalam 550 misi tempur


Sebuah Messerschmitt Bf 110 E-3 “L2+SR” dari 7.(F)/LG 2 yang diabadikan di lapangan udara Sofia-Vrazdebna (Bulgaria) awal bulan April 1941 saat pasukan Jerman bersiap untuk menyerang Yunani dan Yugoslavia. Penanda identitas kuning telah ditambahkan ke pesawat (perhatikan bahwa lambang Staffel “Teufelskopf” tidak ikut-ikutan dihantam kuning saat bagian hidung selebihnya dicat!). Ujung baling-balingnya berwarna putih, yang merupakan warna resmi 7.(F)/LG 2. Lubang pemanas udara yang terdapat di bagian hidung serta sepasang rak bom ETC 50 di bawah sayap merupakan fitur yang paling menonjol dari Bf 110 seri E. Pembungkus berbahan kanvas telah ditutupkan ke bagian mesin dan roda. Pesawat ini sendiri menggunakan pola kamuflase abu-abu standar (RLM 74/75/76) dengan bodi bagian pinggir berbintik-bintik


Foto lain dari Messerschmitt Bf 110 E-3 “L2+SR” yang sedang nongkrong di landasan udara Sofia-Vrazdebna, awal April 1941. dalam foto ini seluruh bagian kokpit ditutupi kain terpal. Ekornya yang berwarna kuning jelas kelihatan, sementara huruf “S” dibuat dengan menggunakan warna putih Staffel. Perhatikan pula bintik-bintik yang bertebaran di seluruh bagian samping pesawat!


Sebuah Messerschmitt Bf 110 “L2+KR” yang difoto bulan Mei 1941 tak lama setelah Jerman menguasai Yunani, kemungkinan di airport Kalamaki-Athena. Sebagian ekornya sedikit mengalami kerusakan akibat pertempuran, dimana kemudi kanan sebelumnya telah rompal, sekarang ditambah lagi dengan rusaknya roda ekor dan kemudi kiri. Jumlah teknisi yang sedang sibuk memperbaiki menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan cukup serius. Perhatikan bodinya yang dicat kamuflase abu-abu, elevator berwarna kuning serta stabiliser vertikal yang dicat ulang. Di bawah bodi adalah antena “Pagar Taman” dari FuG III (sistem instrumen pendaratan U) dan simpal DF dari Peil G V


Messerschmitt Bf 110 C-5 “L2+OR” dari 7.(F)/LG 2 difoto di lapangan udara Kalamaki-Athena sekembalinya dari misi di atas Kreta. Persenjataan pesawat ini terdiri dari empat buah senapan mesin MFG 17 di hidung bagian atas; dua buah kanon MG FF yang seharusnya ditempatkan di hidung bagian bawah telah dicopot dan digantikan dengan kamera Rb 50/30. Sang pilot, yang terlihat sedang turun dari kokpit, mengenakan schwimmweste (rompi pelampung) dan peluru suar di sepatu terbang bagian kanannya. Perhatikan baluran kamuflase hasil modifikasi di ujung depan sayap. Warna lingkaran ujung baling-baling dicat putih sesuai warna resmi Staffel


Messerschmitt Bf 110 C-5 “L2+OR” dari 7.(F)/LG 2 difoto di lapangan udara Kalamaki-Athena sekembalinya dari misi di atas Kreta. Dalam foto ini kita bisa melihat adanya kebocoran oli dari mesin sebelah kiri yang tercecer di bawah pesawat!


Awak Messerschmitt Bf 110 C-5 “L2+OR” dari 7.(F)/LG 2 melaporkan diri sekembalinya dari misi di atas Kreta. Dengan dimulainya “Unternehmen Merkur” (Operation Mercury, operasi lintas-udara di atas Kreta), 7.(F)/LG 2 melakukan serangkaian misi ke wilayah tersebut dan perairan sekitarnya. Hanya dua orang anggota Staffel yang menjadi korban dalam operasi ini: tanggal 20 Mei 1941 Oberleutnant Erich Kissel dan Feldwebel Erwin Adam (gunner) terbunuh ketika pesawat Bf 110 E “L2+PR” (Werknummer 2330) menabrak tanah di atas Heraklion dengan penyebab yang tidak diketahui


Messerschmitt Bf 110 C-5 “L2+MR” dari 7.(H)/LG 2 sedang take-off di Rusia musim panas 1942, kemungkinan di lapangan udara Stalino. Sebelumnya Staffel ini telah ditempatkan di Mariupol sampai dengan bulan Februari 1942, sebelum dipindahkan ke Stalino. Pada bulan Maret 1942, 7.(F)/LG 2 dinamai ulang menjadi 7.(H)/LG 2. Dari sejak itu tugas Gruppe tersebut adalah melakukan pengintaian taktis, yang lama-lama menjadi lebih penting dibandingkan dengan pengintaian strategis seperti yang biasa dilakukan sebelumnya


Messerschmitt Bf 110 C-5 “L2+MR” dari 7.(H)/LG 2 di Rusia musim panas 1942, kemungkinan di lapangan udara Stalino. Foto ini memperlihatkan bagian depan pesawat yang dicat kamuflase abu-abu tiga bagian. Perhatikan lambang Teufelskopf milik Staffel! Foto ini sekaligus memperlihatkan bahwa sebenarnyalah, sang “Kepala Iblis” berwarna campuran coklat/hitam dan bukannya abu-abu/hitam seperti yang disebutkan di buku-buku. Perhatikan pula selubung yang dipasang di ujung laras senapan mesin MG 17. Lingkaran ujung baling-baling dan huruf “M” (terlihat di bawah tangki bahan bakar tambahan di sayap) di badan pesawat dibuat menggunakan cat putih Staffel


Messerschmitt Bf 110 C-5 “L2+MR” dari 7.(H)/LG 2 di Rusia musim panas 1942, kemungkinan di lapangan udara Stalino. Pilotnya sedang duduk santai sambil menulis di tengah musim panas yang menghangatkan sembari menunggu perintah untuk tinggal landas. Perhatikan tangki bahan bakar tambahan 300-l yang terpasang di bawah sayap, matras karet yang terhampar di bagian atas sayap, serta kode unit “L2”. Uniknya, dalam foto-foto yang memperlihatkan 7.(H)/LG 2 selama masa tugasnya di Rusia, tak terdapat satupun gambar yang memperlihatkan terpasangnya pita kuning di badan serta ujung sayap di pesawat-pesawat mereka, padahal ini merupakan marking yang umum digunakan oleh pesawat-pesawat Luftwaffe di Front Timur!


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No1 tahun 2002
Majalah “Luftwaffe Im Focus” Colour Spezial No.1 tahun 2003

No comments: