-1941-
Gefreiter Josef Schulz (juga ditulis Joseph Schultz) adalah bintara kelahiran tahun 1909 dari 714. Infanterie-Division yang ditempatkan di wilayah Balkan. Pada tanggal 20 Juli 1941 dia dan ketujuh orang rekannya ditugaskan untuk melakukan misi yang dia kira hanya patroli rutin belaka. Ternyata kali ini berbeda: mereka mendapati 16 orang warga lokal yang ditutup matanya. Kedelapan orang dari Zug (peleton) Schulz berhenti 10-15 meter jauhnya, dan seorang bintara lain kemudian memerintahkan mereka untuk mengeksekusi ke-16 orang warga lokal tersebut. Tujuh orang langsung melaksanakan tugas tanpa banyak cingcong dan bersiap mengarahkan senapan mereka. Di keheningan yang kemudian tercipta, dengan tenang Gefreiter Schulz melemparkan senapannya dan kemudian berjalan ke arah 16 orang terhukum (yang hanya bisa mendengar rumput diinjak). Dia kini berdiri sejajar dengan mereka, dan lebih memilih untuk menjadi bagian dari terhukum mati daripada harus menembak orang yang dia tidak tahu kesalahannya! Beberapa detik kemudian, 16 orang warga sipil dan satu tentara Jerman tergeletak tak bernyawa di tumpukan alang-alang. Si prajurit telah dieksekusi oleh rekan-rekannya sendiri atas perintah dari si bintara. Oberkommando der Wehrmacht (OKW) menyebutkan kematiannya sebagai KIA (Killed in Action), tapi berita tentang tindakannya yang "heroik" kemudian tersebar, terutama setelah usainya Perang Dunia II. Sebuah film dibuat tentangnya, "Joseph Schultz" (1973). Tapi kemudian kebenaran berita ini diragukan oleh para sejarawan, terutama dari Bundesarchiv Jerman, dan salah satu foto yang dianggap diambil pada saat itu (foto atas) dianggap berasal dari peristiwa lain. Dalam foto tersebut Schulz disebut adalah orang tanpa stahlhelm di tengah yang sedang berjalan ke arah para tawanan
----------------------------------------------------------------------------------
-1944-
Boxweiller,
Prancis, bulan Desember 1944. sebuah regu tembak kecil Amerika
bersiap-siap untuk menamatkan riwayat seorang mata-mata/kolaborator
Jerman. Foto ini adalah salah satu foto langka yang memperlihatkan
pasukan Amerika mengeksekusi tawanannya. Perhatikan wajah si terhukum
mati! Entah bagaimana perasaannya saat itu...


Eksekusi tiga orang tertuduh mata-mata Jerman di Henri-Chapelle, Belgia, tanggal 23 Desember 1944. Mereka adalah, dari kiri ke kanan Unteroffizier Manfred Pernass, Oberfähnrich Günter Billing, dan Gefreiter Wilhelm Schmidt. Mereka berpartisipasi dalam operasi penyusupan yang dipimpin oleh perwira Waffen-SS Otto Skorzeny yang disebut sebagai Unternehmen Greif, dimana pasukan komando Jerman yang fasih berbahasa Inggris beroperasi di belakang garis pertahanan Sekutu dengan memakai seragam dan perlengkapan Amerika. Setelah tertangkap, mereka dibawa oleh anggota dari 509th Military Police ke tempat eksekusi yang telah ditentukan, yaitu wilayah sekitar markas 482nd Military Police, lalu diikat ke sebuah tiang dan matanya ditutup. Eksekusi berlangsung singkat, dan untuk memastikan apakah mereka benar-benar mati, seorang perwira memeriksa detak jantung sang terhukum. Tembok di belakang mereka berlubang oleh peluru, dan sampai saat ini masih dibiarkan seperti itu! Ketiga terhukum mati ini menolak bimbingan dari pendeta yang sengaja dikirim kepada mereka. Mereka mempertahankan ketegaran di depan regu eksekusi dengan menyanyikan lagu-lagu patriotik Jerman. Setelah mereka diumumkan telah meninggal, jenazahnya dilepaskan dari ikatan dan dibawa pergi untuk dikuburkan
----------------------------------------------------------------------------------
-1945-
Rangkaian foto yang memperlihatkan eksekusi terhadap pasukan Jerman yang menyerah, yang dilakukan oleh kaum Partisan dari AD ke-4 Yugoslavia pada tanggal 20 April 1945 selama berlangsungnya Pertempuran Susak/Rijeka (Fiume). Prajurit-prajurit Jerman yang malang tersebut berasal dari LXXXXVII. Armeekorps, dan mereka terpaksa harus menyerah saat benteng pertahanan "Bukit 206" mereka di pegunungan berbatu Brdo Križ (Bukit Križ) di Susak, perbatasan timur Sv. Ana, dikepung oleh pasukan Yugoslavia. Pasukan Jerman yang mempertahankan wilayah ini telah terputus dari pasukan utama, sehingga memutuskan untuk menyerah setelah bertempur selama beberapa waktu. Mereka telah dijanjikan untuk diperlakukan dengan baik oleh penangkapnya, karenanya bisa kita lihat beberapa dari prajurit Wehrmacht tersebut terlihat tersenyum pada kamera, hanya beberapa saat sebelum tembakan senapan mesin mengirim mereka ke alam baka...
Schweinfurt,
Jerman, 22 April 1945. Dua orang prajurit Amerika berusaha menurunkan
seorang prajurit Jerman malang yang tergantung di atas dahan pohon toge.
Dia dihukum mati oleh kesatuannya setelah ketahuan hendak menyerahkan
diri ke pihak Amerika. Foto ini telah beredar luas di banyak buku,
majalah, dan penerbitan lainnya
Enam
orang prajurit belia Waffen-SS dan Luftwaffe yang menjadi "korban"
eksekusi tentara Amerika di Nürnberg tanggal 23 April 1945. Caption
aslinya mengatakan bahwa mereka adalah "SS fanatik yang lebih memilih
bertahan sampai akhir daripada menyerah", tapi bila kita memperhatikan
dengan cermat lubang-lubang peluru di tembok belakang kita bisa
mentehaui bahwa mereka mati karena dieksekusi dan bukannya bertempur!
Beberapa ada yang memakai sepatu, dan ada juga yang cuma memakai kaus
kaki doang dan bahkan bertelanjang kaki. Menariknya, salah seorang di
antara mereka memakai seragam hitam dengan pita lengan tengkorak khas
Divisi Panzer Totenkopf, dan satu-satunya topi yang terlihat adalah
feldmütze M43 hasil modifikasi. Jangan lupakan pula kruk yang tampak
berada di kepitan ketiak mayat prajurit di kanan. BTW, Foto ini dijepret
oleh Private Harry Miller dari US Army Signal Corps
----------------------------------------------------------------------------------
-1946-
Gefreiter Josef Schulz (juga ditulis Joseph Schultz) adalah bintara kelahiran tahun 1909 dari 714. Infanterie-Division yang ditempatkan di wilayah Balkan. Pada tanggal 20 Juli 1941 dia dan ketujuh orang rekannya ditugaskan untuk melakukan misi yang dia kira hanya patroli rutin belaka. Ternyata kali ini berbeda: mereka mendapati 16 orang warga lokal yang ditutup matanya. Kedelapan orang dari Zug (peleton) Schulz berhenti 10-15 meter jauhnya, dan seorang bintara lain kemudian memerintahkan mereka untuk mengeksekusi ke-16 orang warga lokal tersebut. Tujuh orang langsung melaksanakan tugas tanpa banyak cingcong dan bersiap mengarahkan senapan mereka. Di keheningan yang kemudian tercipta, dengan tenang Gefreiter Schulz melemparkan senapannya dan kemudian berjalan ke arah 16 orang terhukum (yang hanya bisa mendengar rumput diinjak). Dia kini berdiri sejajar dengan mereka, dan lebih memilih untuk menjadi bagian dari terhukum mati daripada harus menembak orang yang dia tidak tahu kesalahannya! Beberapa detik kemudian, 16 orang warga sipil dan satu tentara Jerman tergeletak tak bernyawa di tumpukan alang-alang. Si prajurit telah dieksekusi oleh rekan-rekannya sendiri atas perintah dari si bintara. Oberkommando der Wehrmacht (OKW) menyebutkan kematiannya sebagai KIA (Killed in Action), tapi berita tentang tindakannya yang "heroik" kemudian tersebar, terutama setelah usainya Perang Dunia II. Sebuah film dibuat tentangnya, "Joseph Schultz" (1973). Tapi kemudian kebenaran berita ini diragukan oleh para sejarawan, terutama dari Bundesarchiv Jerman, dan salah satu foto yang dianggap diambil pada saat itu (foto atas) dianggap berasal dari peristiwa lain. Dalam foto tersebut Schulz disebut adalah orang tanpa stahlhelm di tengah yang sedang berjalan ke arah para tawanan
----------------------------------------------------------------------------------
-1944-





Eksekusi tiga orang tertuduh mata-mata Jerman di Henri-Chapelle, Belgia, tanggal 23 Desember 1944. Mereka adalah, dari kiri ke kanan Unteroffizier Manfred Pernass, Oberfähnrich Günter Billing, dan Gefreiter Wilhelm Schmidt. Mereka berpartisipasi dalam operasi penyusupan yang dipimpin oleh perwira Waffen-SS Otto Skorzeny yang disebut sebagai Unternehmen Greif, dimana pasukan komando Jerman yang fasih berbahasa Inggris beroperasi di belakang garis pertahanan Sekutu dengan memakai seragam dan perlengkapan Amerika. Setelah tertangkap, mereka dibawa oleh anggota dari 509th Military Police ke tempat eksekusi yang telah ditentukan, yaitu wilayah sekitar markas 482nd Military Police, lalu diikat ke sebuah tiang dan matanya ditutup. Eksekusi berlangsung singkat, dan untuk memastikan apakah mereka benar-benar mati, seorang perwira memeriksa detak jantung sang terhukum. Tembok di belakang mereka berlubang oleh peluru, dan sampai saat ini masih dibiarkan seperti itu! Ketiga terhukum mati ini menolak bimbingan dari pendeta yang sengaja dikirim kepada mereka. Mereka mempertahankan ketegaran di depan regu eksekusi dengan menyanyikan lagu-lagu patriotik Jerman. Setelah mereka diumumkan telah meninggal, jenazahnya dilepaskan dari ikatan dan dibawa pergi untuk dikuburkan
----------------------------------------------------------------------------------
-1945-
Rangkaian foto yang memperlihatkan eksekusi terhadap pasukan Jerman yang menyerah, yang dilakukan oleh kaum Partisan dari AD ke-4 Yugoslavia pada tanggal 20 April 1945 selama berlangsungnya Pertempuran Susak/Rijeka (Fiume). Prajurit-prajurit Jerman yang malang tersebut berasal dari LXXXXVII. Armeekorps, dan mereka terpaksa harus menyerah saat benteng pertahanan "Bukit 206" mereka di pegunungan berbatu Brdo Križ (Bukit Križ) di Susak, perbatasan timur Sv. Ana, dikepung oleh pasukan Yugoslavia. Pasukan Jerman yang mempertahankan wilayah ini telah terputus dari pasukan utama, sehingga memutuskan untuk menyerah setelah bertempur selama beberapa waktu. Mereka telah dijanjikan untuk diperlakukan dengan baik oleh penangkapnya, karenanya bisa kita lihat beberapa dari prajurit Wehrmacht tersebut terlihat tersenyum pada kamera, hanya beberapa saat sebelum tembakan senapan mesin mengirim mereka ke alam baka...


----------------------------------------------------------------------------------
-1946-
Foto-foto hasil karya George Ugrinovich ini memperlihatkan hukuman mati dengan cara digantung terhadap 12 orang tertuduh penjahat perang Nazi, yang dilaksanakan di depan umum di Maidan Nezalezhnosti (Lapangan Kemerdekaan) Kiev, Ukraina, pada tanggal 2 Februari 1946



----------------------------------------------------------------------------------
-1948-

----------------------------------------------------------------------------------
-1951-

----------------------------------------------------------------------------------

Sumber :
Foto koleksi pribadi Remy Spezzano
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.life.time.com
www.multimedia.ctk.cz
www.starkiev.com
www.theatlantic.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2photomuseum.com
1 comment:
Foto-foto yang menarik... begitu lah perang, membunuh atau dibunuh....
salam hangat dari entrepreneur muda
Regards from Tangki Fiberglass
Post a Comment