Saturday, January 28, 2012

Foto 1. Gebirgs-Division / 1. Volks-Gebirgs-Division

Upacara penerimaan para anggota baru Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division yang diadakan di Mittenwald. Upacara semacam ini diisi dengan parade, pengambilan sumpah, korps musik dan inspeksi. Dengan melihat dari absennya lencana edelweiss di bergmütze dan lengan mereka, kita bisa tahu bahwa foto ini diambil sebelum tahun 1938. Perhatikan pula kniebundhosen serta kaos kaki panjang yang dikenakan oleh beberapa Gebirgsjäger dalam foto di atas!



Setelah melintasi hutan dan pegunungan yang menjadi “sajian utama” di perbatasan Slovakia dan Polandia, wilayah di selatan Polandia umumnya datar dengan banyak sungai besar serta kecil dan juga jurang sehingga menjadikan sebuah rintangan alam bagi para Gebirgsjäger yang bergerak melewatinya, September 1939. Foto ini memperlihatkan saat sekelompok Gebirgsjäger berusaha melintasi sebuah sungai kecil dengan kuda dan bagal yang membawa serta gerobak infanteri dari jenis If.8. Di latar belakang, di kaki pegunungan, kita bisa melihat barisan panjang pasukan gunung Jerman yang sedang bergerak maju. Perhatikan simbol Edelweiss berwarna putih yang dicat di gerobak infanteri yang menandakan bahwa pasukan ini berasal dari 1. Gebirgs-Division



Para anggota Gebirgs-Pionier-Bataillon 54 / 1.Gebirgs-Division di Prancis tahun 1940. Prajurit di kiri memakai lencana sandi "Blitzen" (Kilat) hitam sementara yang di tengah menggendong tas sturmpionier. Waffenfarbe (warna korps) di schulterklappen-nya (tanda pangkat bahu) berwarna hitam. Perhatikan pula daun edelweiss yang menghiasi bergmütze mereka yang merupakan simbol pasukan gunung Jerman


Para anggota Gebirgs-Pionier-Bataillon 54 / 1.Gebirgs-Division di Prancis tahun 1940. Kita bisa melihat Schützenschnur yang tergantung di seragam bintara yang berjalan paling depan. Tambang Schützenschnur (marksmanship lanyard) sendiri adalah sebagai bukti bahwa dia telah lulus dari tes ketepatan menembak dengan senapan. Selain itu, begal di belakang barisan membawa serta gulungan kabel di punggungnya, yang merupakan salah satu bawaan "wajib" kompi Pionier dan umumnya dipakai untuk menjalin jalur komunikasi telepon antar unit di wilayah pedesaan atau hutan belukar


 Para prajurit Jerman menghabiskan waktu senggang dengan berenang di tepi pantai. Perlengkapan tempur mereka berserakan di bebatuan, sementara senapan dikumpulkan dalam beberapa tumpukan. Foto ini diambil di dekat Boulogne, Prancis, tanggal 6 Juni 1940, dan orang-orang yang nampang disini berasal dari 1. Gebirgs-Division. Mereka sedang menunggu dimulainya Unternehmen Seelöwe (Operasi Singa Laut, penyerbuan Jerman terhadap Prancis) yang tidak pernah terealisasi. Melihat tanggalnya juga, berarti bahwa Pertempuran Prancis masih belum berakhir! BTW, foto ini diambil oleh seorang perwira Wehrmacht tak dikenal yang meninggalkannya saat dia melarikan diri dari Paris empat tahun kemudian. Seorang fotografer lokal bernama Marcel Gesgon menemukannya dalam bentuk boks negatif, dan dia akhirnya dicetak oleh anaknya yang bernama Alain


 Upacara penganugerahan medali untuk dua orang prajurit berprestasi dari 1. Gebirgs-Division : Stabsgefreiter Georg "Girgl" Audenrieth (Gruppenführer 3.Kompanie / Gebirgsjäger-Regiment 99) dan Major Wilhelm Spindler (Führer Gebirgsjäger-Regiment 99). Audenrieth menerima Ritterkreuz sementara Spindler Eichenlaub #718. Upacaranya dilangsungkan di Tapcony, Hungaria, dan kedua orang tersebut menerima medali dari komandan divisi Generalleutnant Josef Kübler. Foto pertama memperlihatkan Spindler (kiri) dan Audenrieth, sementara foto ketiga memperlihatkan inspeksi pasukan kehormatan oleh Kübler dan Audenrieth (kanan)

------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


 Feldwebel der Reserve Johann "Hans" Bauer (15 Desember 1916 - 14 Januari 1974) adalah anak dari seorang petani di Donau/Deggendorf bernama Josef Bauer. Sang "anak dusun" bergabung dengan Gebirgsjäger-Regiment 99 tanggal 15 November 1938 dan ikut berpartisipasi dalam kampanye Wehrmacht di Polandia (1939), Barat (1940), Balkan (1941), dan Rusia (1941). Ketika Tentara Merah terjebak di pinggiran sungai Don pada musim semi 1942, mereka berusaha untuk menerobos kepungan Jerman di malam tanggal 26/27 Mei 1942 dan kabur ke arah Bakscharnovka. Di tengah masa krisis tersebut Bauer terjun ke medan laga dengan menahan gerak maju musuh dengan pasukannya yang berjumlah kecil. Murni mengandalkan inisiatif sendiri serta keberanian yang tak terperi, sang anak petani bertahan dari serangan bertubi-tubi musuh dan, ketika amunisinya telah habis, bertempur satu lawan satu bermodalkan pisau dan sangkur! Kegigihannya membuahkan hasil ketika pasukan musuh yang berusaha kabur tertahan di sektor Barvenkovo/Kharkov yang dipertahankan oleh Bauer dan kawan-kawannya. Atas-jasa-jasanya yang luar biasa dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juni 1942 sebagai Oberjäger der Reserve dan Gruppenführer di 6.Kompanie / I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division / XI.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Bauer tetap bersama dengan unitnya sampai dengan tanggal 31 Mei 1944 ketika dia terluka dalam pertempuran di Balkan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Setelah sembuh, pada tanggal 15 Juli 1944 Bauer ditransfer ke unit pelatihan Gebirgsjäger-Ersatz- und Ausbildungs-Bataillon 98 sampai dengan akhir perang agar dia bisa menularkan pengalamannya yang berharga. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen in Bronze; Schützenschnur; Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juli 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Juni 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


 
 Feldwebel der Reserve Georg "Girgl" Audenrieth (20 Juli 1917 – 15 Januari 1999) adalah anak tukang kayu yang bergabung dengan Gebirgsjäger-Regiment 100 tanggal 5 November 1937. Disini dia menjadi anggota unit sandi (Nachrichten) dan "melanglangbuana" dalam berbagai pertempuran, dari Polandia, Prancis, Yugoslavia, sampai Rusia. Dalam pertempuran musim dingin yang getir di sekitar Mius tahun 1941/1942, Audenrieth menderita radang beku (frostbite) stadium 2 dan 3 sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit yang berdekatan dengan front tanggal 17 Februari 1942. Ternyata pengobatan seadanya di rumah sakit lapangan membuat Audenrieth kembali masuk rumah sakit atas kasus yang sama lima bulan kemudian dan membuatnya dibawa ke meja operasi. Pada bulan Agustus 1944 mantan Sekutu Jerman yaitu Bulgaria dan Rumania membelot berpihak pada Soviet. Hal ini membuat situasi pasukan Wehrmacht di Balkan begitu sulit karena harus menhadapi beberapa musuh sekaligus (selain pasukan Soviet dan Partisan Yugoslavia), terutama bagi 1. Gebirgs-Division dimana prajurit Audenrieth bergabung. Di pagi Natal tahun 1944 musuh menerobos masuk pertahanan Jerman di Grabovo, Serbia. Di wilayah dimana kompi Audenreith bertugas menjaga dua buah jembatan juga terkena serangan gencar yang sama sehingga harus mundur cerai berai. Disinilah sang prajurit berinisiatif untuk merebut kembali jembatan yang berharga sebelum musuh mengkonsolidasikan kekuatannya dan bertambah besar. Dengan hanya ditemani oleh seorang kamerad bernama Nikolaus Riehr dan mendapat support dari perwira artileri Oberleutnant Karlheinz Kummer sebagai observer (dan nantinya ikut membantu), sang prajurit sandi menyeruduk bagai Rambo dan membabat habis dua lubang pertahanan pertama yang dia jumpai. Pertempuran berlangsung luar biasa sengit dan berkembang menjadi duel satu lawan satu. Riehr yang bertugas sebagai pendukung menghabisi nyawa setiap prajurit musuh yang mencoba merecoki amuk Audenrieth dari jauh. Akhirnya setelah jibaku usai, tercatat 52 mayat prajurit Bulgaria dan Soviet berserakan dimana-mana, "hasil karya" dari duo Audenreith-Riehr! Tidak hanya itu, kedua orang tersebut juga membawa rampasan 7 senapan mesin berat, 20 senapan mesin ringan, plus 18 orang tawanan dengan salah seorang di antaranya perwira! Mereka telah membuat front di wilayah Grabovo stabil kembali, dan atas jasa-jasanya yang luar biasa Audenrieth Dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Februari 1945 sebagai Stabsgefreiter dan Gruppenführer 3.Kompanie / Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division / XXII.Gebirgskorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr (15 Desember 1955 - 30 September 1969) sebagai  Funkmeister (operator radio) dan pensiun dengan pangkat Hauptfeldwebel. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1 Agustus 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Oktober 1941) dan I.Klasse (17 Oktober 1944); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (12 Juli 1942); Edelweißring der 1. Gebirgs-Division (11 November 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (12 Juli 1943) dan in Silber (6 Januari 1945)


Sumber :
Buku "German mountain troops: A selection of German wartime photographs from the Bundesarchiv Koblenz" karya Bruce Quarrie 
Buku "Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter
www.geocities.com
www.panzergrenadier.net

www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: