Saturday, January 7, 2012

Foto Walter Oesau



Oberstleutnant Ludwig Schulz (kiri) dengan Oberleutnant Walter Oesau. Schulz (komandan I.Gruppe/Kampfgeschwader 76) adalah peraih Ritterkreuz (16 Agustus 1940) dan Eichenlaub #747 (19 Februari 1945) yang mengakhiri perang dengan pangkat Generalmajor. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika bulan Mei 1945 dan baru dilepaskan tahun 1947


Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2 "Richthofen") dan Leutnant Josef "Sepp" Wurmheller (Flugzeugführer 9.Staffel/JG 2 "Richthofen") bercengkerama di depan pesawat Focke-Wulf Fw 190A (Y3+) dari 9./JG 2 di front Selat Inggris tahun 1942. Pesawat pemburu tersebut kemungkinan besar adalah milik dari Wurmheller


Major Walter Oesau dengan Spanienkreuz di jaket seragamnya. Dia bergabung dengan Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol dan bertugas di 3.Staffel/Jagdgruppe 88 (3./J 88). Oesau berhasil meraih 9 kemenangan udara, dan menjadi salah satu dari hanya 28 orang yang dianugerahi Spanienkreuz in Gold und Brillanten


 

Hauptmann Walter "Gulle" Oesau diwawancarai oleh seorang koresponden perang Luftwaffe di dekat pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (G1+I) Werknummer 1559 milik Hauptmann Wilhelm Balthasar di akhir bulan November 1940, tak lama setelah Oesau menggantikan Balthasar sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (11 November 1940), sementara Balthasar ditransfer ke Jagdfliegerschule (JFS) Werneuchen. Oesau mencetak kemenangan udara pertamanya dalam Perang Dunia II tanggal 13 Mei 1940 setelah menembak jatuh sebuah pesawat Curtiss P-36 Hawk (saat itu Oesau bergabung di 7./JG 51). Hanya beberapa bulan setelahnya (20 Agustus 1940) dia dianugerahi Ritterkreuz setelah menjadi pilot kelima Jerman dalam Perang Dunia II yang mencetak 20 kemenangan udara


 Hauptmann Walter "Gulle" Oesau berfoto bersama dengan seorang anggota RAD (Reichsarbeitsdienst) di dekat pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (G1+I) Werknummer 1559 milik Hauptmann Wilhelm Balthasar di akhir bulan November 1940, tak lama setelah Oesau menggantikan Balthasar sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (11 November 1940), sementara Balthasar ditransfer ke Jagdfliegerschule (JFS) Werneuchen. Pada saat ini sang Gruppenkommandeur anyar telah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk 20 kemenangan udara yang diraihnya (yang terakhir diklaim tanggal 18 Agustus 1940), sehingga menempatkan Oesau sebagai pilot Luftwaffe kelima yang mencatatkan jumlah kemenangan sebesar itu. Sementara pada saat foto ini diambil dia sudah menambah jumlah kemenangannya menjadi 39 buah, dengan yang ke-40-nya diklaim pada tanggal 5 Februari 1941 sehingga menempatkan dia sebagai jagoan udara Jerman keempat yang mampu meraih jumlah kemenangan sebesar itu (setelah Werner Mölders, Adolf Galland dan Helmut Wick)
 

Walter Oesau sebagai Hauptmann dan peraih Eichenlaub #9 yang didapatkannya tanggal 6 Februari 1941 ketika dia menjabat sebagai Gruppenkommandeur dari III./JG 3. Pada tanggal tersebut dia sudah mencetak 49 kemenangan udara, dan korban ke-49-nya (sebuah Hurricane) dia tembak jatuh tanggal 5 Februari 1941 jam 15:05 dalam pertempuran udara 2.500m di atas Desvres. Oesau sendiri menerima Eichenlaub setelah mencetak 40 fliegerabschüsse


 Major Walter Oesau mengambil-alih komando Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" dari tangan Major Wilhelm Balthasar pada tanggal 20 Juli 1941 setelah menjadi Jagdflieger ketiga yang meraih 80 kemenangan udara sekaligus peraih medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang ketiga pula. Disini dia berpose dengan tiga orang Stabschwarm utama JG 2 di depan sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2), dan Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2)


 Empat orang Jagdflieger utama dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" difoto di Prancis bulan Agustus 1941. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), dan Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2). Leie tercatat mengakumulasi 118 kemenangan, Seeger 56 kemenangan, Oesau 127 kemenangan, dan Pflanz 52 kemenangan


Walter Oesau (tangan terangkat) mendekati pesawatnya, Messerschmitt Bf 109 F/JG 2 yang terparkir di sebuah lapangan udara di Prancis tahun 1941


Para jagoan Luftwaffe berkumpul di bulan Juli 1941. Dari kiri ke kanan:Hauptmann Herbert Ihlefeld, Oberstleutnant Adolf Galland, Hauptmann Walter Oesau dan Leutnant Siegfried Schnell. Selain dari Schnell, semuanya adalah veteran Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol yang terlihat dari medali Spanienkreuz yang mereka kenakan



 Para pilot jagoan Luftwaffe dan Generaloberst Dr.-Ing. h.c. Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef des Planungsamts der Luftwaffe) berfoto bersama di Prancis tanggal 4 September 1940. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Wilhelm Balthasar (Gruppenkommandeur III./JG 3); Hauptmann Walter "Gulle" Oesau (Gruppenkommandeur III./JG 51), Oberstleutnant Adolf Galland (Geschwaderkommodore JG 26 "Schlageter"); Ernst Udet; Oberstleutnant Werner Mölders (Inspekteur der Jagdflieger); Hauptmann Rolf Pingel (Gruppenkommandeur I./JG 26 "Schlageter"); dan Leutnant Hartmann Grasser (Flugzeugführer di II./ZG 2)


Foto ini kemungkinan besar memperlihatkan upacara pengambilalihan jabatan Gruppenkommandeur III./JG 3 dari tangan Hauptmann Wilhelm Balthasar (kiri) ke Hauptmann Walter Oesau (kanan) yang diselenggarakan secara sederhana tapi khidmat di sebuah lapangan sepakbola tanggal 10 November 1940. Dua-duanya sama-sama jagoan udara Luftwaffe dan juga sama-sama Ritterkreuzträger. Balthasar akan menempati posisi baru sebagai instruktur di Jagdfliegerschule (JFS) Werneuchen sebelum didapuk sebagai Geschwaderkommodore JG 2 bulan Februari 1941. Kelak setelah kematian Balthasar bulan Juli 1941, Oesau pula yang akan ditunjuk untuk menggantikannya!



 Oberst Walter "Gulle" Oesau, Geschwaderkommodore JG 1 (12 November 1943 s/d 11 Mei 1944) yang namanya kemudian dijadikan sebagai sebutan bagi unitnya sebagai penghormatan bagi sang jagoan udara dan pemimpin jempolan tak lama setelah dia terbunuh dalam dogfight melawan pesawat-pesawat Amerika tanggal 11 Mei 1944. Hanya ada satu orang pilot Jerman lain dalam Perang Dunia II yang dihormati serupa dia dan begitu tingginya, dan dia adalah Oberst Werner Mölders (JG 51 Mölders). Skor akhirnya (Oesau) adalah 127 kemenangan udara (fliegerabschüsse)

 Walter Oesau sebagai Oberstleutnant dengan medali Schwerter #3 yang didapatnya tanggal 15 Juli 1941 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe/Jagdgeschwader 3. Medali super bergengsi ini (hanya 159 orang ksatria terpilih Jerman yang menerimanya!) didapat Oesau setelah ia mencetak kemenangan udara ke-89 tanggal 15 Juli 1941 jam 12:55 atas sebuah pesawat Ilyushin DB-3 Rusia. Sebelumnya, di hari yang sama, Oesau juga menembak jatuh sebuah pesawat Polikarpov I-153 jam 12:50 sebagai kemenangan ke-88


Upacara pemakaman Generaloberst Ernst Udet yang diselenggarakan bulan November 1941. Adolf Hitler meletakkan karangan bunga. Oberstleutnant Adolf Galland dan Major Günther Lützow berdiri paling depan sebagai penjaga kehormatan, sementara Major Walter Oesau berdiri di belakang Galland


Upacara pemakaman Generaloberst Ernst Udet yang diselenggarakan bulan November 1941. Close up para penjaga kehormatan yang semuanya adalah para jagoan udara Jerman, dari kanan ke kiri: Adolf Galland, Walter Oesau dan Dietrich Peltz


Para pilot dari Jagdgeschwader 2 di Prancis tahun 1942: Walter Oesau (III./JG 2) bersama dengan Oberleutnant Frank Liesendahl (kanan, pangkat terakhir Hauptmann). Liesendahl adalah Staffelkapitän 10./JG 2 (Jabo) kelahiran 23 Februari 1915 yang meraih 5 fliegerabschüsse (kemenangan udara). Dia dinyatakan hilang tanggal 17 Juli 1942 setelah pesawatnya (Focke-Wulf Fw 190 A-3 Werknummer 0439 "Blaue 14") mendapat tembakan balik dari sebuah freighter yang diserangnya di atas Devon, 5km dari Brixham. Secara anumerta Liesendahl dianugerahi Ritterkreuz tanggal 4 September 1942


Walter Oesau sebagai Kommodore JG 1 memberi hormat terakhir kepada anakbuahnya yang gugur dalam tugas

 Pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-5 Werknummer 1230 "Grün 13" yang diterbangkan oleh Walter Oesau terlihat sedang diparkir di lapangan udara Beaumont le Roger, Prancis, sekitar tahun 1943. Ekornya memperlihatkan siluet lima buah pesawat - ini bisa berarti tanda kemenangannya yang ke-100+, atau lima dari 14 bomber yang telah ditembakjatuhnya


Walter Oesau, Kommodore JG 1, bersama dengan Pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-5 Werknummer 1230 "Grün 13". Dia mencapai kemenangan udara ke-100-nya tanggal 26 Oktober 1941


Kartupos Rohr bertandatangan asli Walter Oesau yang dijual DISINI seharga 125 Euro







 
Foto-foto lain Walter Oesau


Dua orang Walter: Walter Hoeckner dan Walter Oesau (kanan) di bulan Februari 1944. Hoeckner (pangkat terakhir Major) adalah jagoan udara dengan 68 fliegerabschüsse. Penugasan terakhirnya adalah sebagai Gruppenkommandeur I./JG 4 di front Italia. Dia terbunuh dalam kecelakaan tanggal 25 Agustus 1944 di Ziegenhain/Hesse ketika pesawat Messerschmitt Bf 109 G-14 Werknummer 460391 "Rot 2" yang dipilotinya menukik saat sedang tinggal-landas. Hoeckner sendiri adalah pemegang medali Deutsches Kreuz in Gold (29 Juni 1942) dan Ritterkreuz (6 April 1944)


Tanggal 11 Mei 1944, seribu pesawat pembom Amerika dari US Eighth Air Force menyerang target jalan kereta api di timur Prancis dan Belgia timurlaut. Mereka dikawal oleh pesawat pemburu P-38 dan P-51 dengan jumlah yang lebih banyak. Saat itu Oberst Walter Oesau sedang terbaring sakit di ranjang karena influenza. Setelah mendengar kabar serangan tersebut, Reichsmarschall Hermann Göring menelepon staff Oesau untuk menanyakan kabar sang Kommodore JG 1. Ketika tahu bahwa Oesau sakit, Göring malah dengan sinis menuduhnya sebagai alasan saja untuk menutupi kepengecutannya! Oesau kemudian diberitahu akan hal ini, dan dia begitu marahnya sehingga langsung menyiapkan diri untuk terbang walaupun terkena demam tinggi. Dia tinggal landas untuk menghadapi beratus-ratus pesawat musuh, dan nasibnya bisa ditebak: jenazahnya ditemukan tak jauh dari pesawatnya yang tertembak jatuh di baratdaya St. Vith. Pada saat kematiannya dia berusia 30 tahun, dan dia kemudian dimakamkan di kuburan keluarga di Stadtfriedhof Meldorf (Feld A-Reihe 4-Grab 208) bersama dengan ayahnya yang telah meninggal setahun sebelumnya
Ordenskissen (bantal medali) milik jagoan Luftwaffe Walter Oesau. Disini terlihat medali-medali keberanian yang telah diperolehnya: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter; Deutsches Kreuz in Gold; Eisernen Kreuzes II. und I. klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Frontflugspange der Luftwaffe in Gold "300"; Flugzeugführerabzeichen, dan Spanienkreuz in Gold mit Brillanten


Gambar dan sketsa Walter Oesau dari berbagai sumber




No comments: