Oberstleutnant Ludwig Schulz (kiri) dengan Oberleutnant Walter Oesau. Schulz (komandan I.Gruppe/Kampfgeschwader 76) adalah peraih Ritterkreuz (16 Agustus 1940) dan Eichenlaub #747 (19 Februari 1945) yang mengakhiri perang dengan pangkat Generalmajor. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika bulan Mei 1945 dan baru dilepaskan tahun 1947
Major Walter Oesau dengan Spanienkreuz di jaket seragamnya. Dia bergabung dengan Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol dan bertugas di 3.Staffel/Jagdgruppe 88 (3./J 88). Oesau berhasil meraih 9 kemenangan udara, dan menjadi salah satu dari hanya 28 orang yang dianugerahi Spanienkreuz in Gold und Brillanten
Walter Oesau berfoto dengan pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (G1+I) Werknummer 1559 milik Wilhelm Balthasar (III./JG 3) di tahun 1940. Dia mencetak kemenangan udara pertamanya dalam Perang Dunia II tanggal 13 Mei 1940 setelah menembak jatuh sebuah pesawat Curtiss P-36 Hawk (saat itu Oesau bergabung di 7./JG 51). Hanya beberapa bulan setelahnya (20 Agustus 1940) dia dianugerahi Ritterkreuz setelah menjadi pilot kelima Jerman dalam Perang Dunia II yang mencetak 20 kemenangan udara
Walter Oesau sebagai Hauptmann dan peraih Eichenlaub #9 yang didapatkannya tanggal 6 Februari 1941 ketika dia menjabat sebagai Gruppenkommandeur dari III./JG 3. Pada tanggal tersebut dia sudah mencetak 49 kemenangan udara, dan korban ke-49-nya (sebuah Hurricane) dia tembak jatuh tanggal 5 Februari 1941 jam 15:05 dalam pertempuran udara 2.500m di atas Desvres. Oesau sendiri menerima Eichenlaub setelah mencetak 40 fliegerabschüsse
Walter Oesau (tangan terangkat) mendekati pesawatnya, Messerschmitt Bf 109 F/JG 2 yang terparkir di sebuah lapangan udara di Prancis tahun 1941
Para jagoan Luftwaffe berkumpul di bulan Juli 1941. Dari kiri ke kanan:Hauptmann Herbert Ihlefeld, Oberstleutnant Adolf Galland, Hauptmann Walter Oesau dan Leutnant Siegfried Schnell. Selain dari Schnell, semuanya adalah veteran Legion Condor dalam Perang Saudara Spanyol yang terlihat dari medali Spanienkreuz yang mereka kenakan
Dua orang jagoan udara dari JG 2 "Richthofen": Major Wilhelm Balthasar (kiri) dan Major Walter Oesau
Oberst Walter "Gulle" Oesau, Geschwaderkommodore JG 1 (12 November 1943 s/d 11 Mei 1944) yang namanya kemudian dijadikan sebagai sebutan bagi unitnya sebagai penghormatan bagi sang jagoan udara dan pemimpin jempolan tak lama setelah dia terbunuh dalam dogfight melawan pesawat-pesawat Amerika tanggal 11 Mei 1944. Hanya ada satu orang pilot Jerman lain dalam Perang Dunia II yang dihormati serupa dia dan begitu tingginya, dan dia adalah Oberst Werner Mölders (JG 51 Mölders). Skor akhirnya (Oesau) adalah 127 kemenangan udara (fliegerabschüsse)
Walter Oesau sebagai Oberstleutnant dengan medali Schwerter #3 yang didapatnya tanggal 15 Juli 1941 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe/Jagdgeschwader 3. Medali super bergengsi ini (hanya 159 orang ksatria terpilih Jerman yang menerimanya!) didapat Oesau setelah ia mencetak kemenangan udara ke-89 tanggal 15 Juli 1941 jam 12:55 atas sebuah pesawat Ilyushin DB-3 Rusia. Sebelumnya, di hari yang sama, Oesau juga menembak jatuh sebuah pesawat Polikarpov I-153 jam 12:50 sebagai kemenangan ke-88
Para pilot dari Jagdgeschwader 2 di Prancis tahun 1942: Walter Oesau (III./JG 2) bersama dengan Oberleutnant Frank Liesendahl (kanan, pangkat terakhir Hauptmann). Liesendahl adalah Staffelkapitän 10./JG 2 (Jabo) kelahiran 23 Februari 1915 yang meraih 5 fliegerabschüsse (kemenangan udara). Dia dinyatakan hilang tanggal 17 Juli 1942 setelah pesawatnya (Focke-Wulf Fw 190 A-3 Werknummer 0439 "Blaue 14") mendapat tembakan balik dari sebuah freighter yang diserangnya di atas Devon, 5km dari Brixham. Secara anumerta Liesendahl dianugerahi Ritterkreuz tanggal 4 September 1942
Walter Oesau sebagai Kommodore JG 1 memberi hormat terakhir kepada anakbuahnya yang gugur dalam tugas
Pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-5 Werknummer 1230 "Grün 13" yang diterbangkan oleh Walter Oesau terlihat sedang diparkir di lapangan udara Beaumont le Roger, Prancis, sekitar tahun 1943. Ekornya memperlihatkan siluet lima buah pesawat - ini bisa berarti tanda kemenangannya yang ke-100+, atau lima dari 14 bomber yang telah ditembakjatuhnya
Walter Oesau, Kommodore JG 1, bersama dengan Pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-5 Werknummer 1230 "Grün 13". Dia mencapai kemenangan udara ke-100-nya tanggal 26 Oktober 1941






Foto-foto lain Walter Oesau
Dua orang Walter: Walter Hoeckner dan Walter Oesau (kanan) di bulan Februari 1944. Hoeckner (pangkat terakhir Major) adalah jagoan udara dengan 68 fliegerabschüsse. Penugasan terakhirnya adalah sebagai Gruppenkommandeur I./JG 4 di front Italia. Dia terbunuh dalam kecelakaan tanggal 25 Agustus 1944 di Ziegenhain/Hesse ketika pesawat Messerschmitt Bf 109 G-14 Werknummer 460391 "Rot 2" yang dipilotinya menukik saat sedang tinggal-landas. Hoeckner sendiri adalah pemegang medali Deutsches Kreuz in Gold (29 Juni 1942) dan Ritterkreuz (6 April 1944)
Tanggal 11 Mei 1944, seribu pesawat pembom Amerika dari US Eighth Air Force menyerang target jalan kereta api di timur Prancis dan Belgia timurlaut. Mereka dikawal oleh pesawat pemburu P-38 dan P-51 dengan jumlah yang lebih banyak. Saat itu Oberst Walter Oesau sedang terbaring sakit di ranjang karena influenza. Setelah mendengar kabar serangan tersebut, Reichsmarschall Hermann Göring menelepon staff Oesau untuk menanyakan kabar sang Kommodore JG 1. Ketika tahu bahwa Oesau sakit, Göring malah dengan sinis menuduhnya sebagai alasan saja untuk menutupi kepengecutannya! Oesau kemudian diberitahu akan hal ini, dan dia begitu marahnya sehingga langsung menyiapkan diri untuk terbang walaupun terkena demam tinggi. Dia tinggal landas untuk menghadapi beratus-ratus pesawat musuh, dan nasibnya bisa ditebak: jenazahnya ditemukan tak jauh dari pesawatnya yang tertembak jatuh di baratdaya St. Vith. Pada saat kematiannya dia berusia 30 tahun, dan dia kemudian dimakamkan di kuburan keluarga di Stadtfriedhof Meldorf (Feld A-Reihe 4-Grab 208) bersama dengan ayahnya yang telah meninggal setahun sebelumnya
Ordenskissen (bantal medali) milik jagoan Luftwaffe Walter Oesau. Disini terlihat medali-medali keberanian yang telah diperolehnya: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter; Deutsches Kreuz in Gold; Eisernen Kreuzes II. und I. klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Frontflugspange der Luftwaffe in Gold "300"; Flugzeugführerabzeichen, dan Spanienkreuz in Gold mit Brillanten

Gambar dan sketsa Walter Oesau dari berbagai sumberSumber :
Buku "Aircraft Of The Luftwaffe Fighter Aces: A Chronicle In Photographs" karya Bernd Barbas
Foto koleksi pribadi Bill T. (12th Panzer)
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.asisbiz.com
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bemil.chosun.com
www.bundesarchiv.de
www.collezionismo.delcampe.net
www.en.wikipedia.org
www.falkeeins.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.heroautographs.com
www.kumicovnovel.blogspot.com
www.luftwaffe.cz
www.luftwaffles.deviantart.com
www.muenzauktion.com
www.nostalgicaviation.com
www.sammlermarkt-nord.net
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2gravestone.com
Buku "Aircraft Of The Luftwaffe Fighter Aces: A Chronicle In Photographs" karya Bernd Barbas
Foto koleksi pribadi Bill T. (12th Panzer)
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.asisbiz.com
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bemil.chosun.com
www.bundesarchiv.de
www.collezionismo.delcampe.net
www.en.wikipedia.org
www.falkeeins.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.heroautographs.com
www.kumicovnovel.blogspot.com
www.luftwaffe.cz
www.luftwaffles.deviantart.com
www.muenzauktion.com
www.nostalgicaviation.com
www.sammlermarkt-nord.net
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2gravestone.com



0 comments:
Post a Comment