Thursday, January 26, 2012

Foto Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen"


 "So stiess ich auf die Engländer herunter" (Lalu aku mendekati orang Inggris itu dari bawah). Hauptmann Helmut Wick mendeskripsikan dogfight terakhirnya melawan pilot Inggris kepada rekan-rekan sejawatnya. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Dr. Joachim Seegert (Gruppenführer I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), Hauptmann Helmut Wick (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), dan Erich Leie (Geschwaderadjutant Jagdgeschwader 2 "Richthofen"). Foto ini kemungkinan besar diambil pada tanggal 8 September 1940 oleh Kriegsberichter Striemann, tak lama setelah Wick menembak jatuh tiga pesawat Hurricane Inggris dalam satu pertempuran udara yang berlangsung selama 20 menit. Sehari kemudian Wick mengambil alih tampuk pimpinan I. Gruppe dari tangan komandan sementaranya, Hauptmann Dr. Seegert


Dari kiri ke kanan: Hauptmann Wilhelm Balthasar (Geschwaderkommodore JG 2), Oberleutnant Werner Machold (Staffelkapitän 7./JG 2), Hauptmann Hans "Assi" Hahn (Gruppenkommandeur III./JG 2), dan Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2). Insignia yang terdapat di badan pesawat Messerschmitt Bf 109 di latar belakang berasal dari 7.Staffel / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen". Foto ini diambil tahun 1941


 Hauptmann Wilhelm Balthasar (Geschwaderkommodore JG 2 "Richthofen") di atas kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109E, awal tahun 1941. Marking yang tertera di badan pesawat bukanlah lambang palu arit seperti yang anda pikirkan melainkan insignia "R" (Richthofen)! Pesawat-pesawat yang tercatat pernah dicicipinya sepanjang karirnya sebagai pilot pemburu: Messerschmitt Bf 109C "6x16" dari J/88, Messerschmitt Bf 109D, Messerschmitt Bf 109E-4 Werknummer 1486 (Mei 1940), Messerschmitt Bf 109E-4 Werknummer 1559 "Grüne 1" dari 7/JG-27 (Mei 1940), Messerschmitt Bf 109F-4 Werknummer 7066 "<+" (hilang 7 Maret 1941), dan Messerschmitt Bf 109 F-4 <+-) Werknummer 7066 (pada saat kematiannya)


 Major Walter Oesau mengambil-alih komando Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" dari tangan Major Wilhelm Balthasar pada tanggal 20 Juli 1941 setelah menjadi Jagdflieger ketiga yang meraih 80 kemenangan udara sekaligus peraih medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang ketiga pula. Disini dia berpose dengan tiga orang Stabschwarm utama JG 2 di depan sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2), dan Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2)


 Empat orang Jagdflieger utama dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" difoto di Prancis bulan Agustus 1941. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich Leie (Geschwaderadjutant JG 2), Oberfeldwebel Günther "Hupatz" Seeger (Geschwaderstab JG 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore JG 2), dan Oberleutnant Rudolf "Rudi" Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / JG 2). Leie tercatat mengakumulasi 118 kemenangan, Seeger 56 kemenangan, Oesau 127 kemenangan, dan Pflanz 52 kemenangan


 Oberleutnant Bruno Stolle (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") menerima sebentuk "hadiah" dari mekaniknya tak lama setelah turun dari pesawat Messerschmitt Bf 109, akhir tahun 1941. Persembahan tersebut adalah sebuah roda dari salah satu pesawat Spitfire yang berhasil ditembak jatuh oleh Stolle di tahun itu (secara keseluruhan berjumlah 12 buah, dengan 11 di antaranya adalah Spitfire). Di tahun berikutnya dia mampu menembak jatuh 16 pesawat musuh, sementara di tahun 1943 empat yang terakhir (total skornya adalah 35 buah). Setelah meraih kemenangan ke-32, Stolle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Maret 1943, dan di bulan Juli dipromosikan sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen". Dia meninggalkan jabatannya pada bulan Februari 1944 dan kemudian sibuk sebagai perwira staff selama beberapa bulan


 Para personil II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" berfoto bersama di Tunisia, awal tahun 1943. Ketiga dari kiri adalah Oberleutnant Erich Rudorffer (Gruppenkommandeur sementara II./JG 2), yang nantinya mengakhiri perang sebagai Major dengan 224 kemenangan udara dan juga merupakan peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern. Di sebelah kanan Rudorffer berdiri Oberleutnant Kurt Bühligen (Staffelkapitän 4./JG 2) yang merupakan salah satu pilot Luftwaffe paling sukses dalam palagan Tunisia setelah berhasil menembak jatuh 40 pesawat Sekutu. Bühligen mengakhiri perang sebagai seorang Oberstleutnant dengan 112 kemenangan udara dan mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub. Setelah komandan II./JG 2 Hauptmann Adolf Dickfeld (136 kemenangan, RK-EL) dirumahsakitkan menyusul luka yang dideritanya dalam kecelakaan saat mendarat, Oberleutnant Rudorffer mengambil alih tongkat komando II./JG 2 untuk sementara waktu



Major Egon Mayer merupakan komandan JG 2 dari tanggal 1 Juli 1943 - 2 Maret 1944. Dia tewas tanggal 2 Maret 1944 setelah pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-6 Werk # 470468 yang dipilotinya tertembak jatuh oleh sebuah P-47 Thunderbolt dalam dogfight di atas Montmédy. Sebagai penghormatan, Mayer mendapat medali Schwerter dan juga dinaikkan pangkatnya menjadi Oberstleutnant secara anumerta. Skor akhirnya adalah 102 kemenangan udara yang diraih dalam 353 feindflug (misi tempur). Dia tercatat sebagai pilot pertama yang meraih 100 kemenangan yang seluruhnya dicetak di Front Barat!


Kedua foto ini diambil di Engen/Hegau. Foto paling atas memperlihatkan dua orang jagoan Luftwaffe Hermann Graf (kiri) dan Egon Mayer di Engen (kemungkinan di restoran "Zur Linde"), sementara bawahnya memperlihatkan Mayer sedang mengunjungi ibunya ditemani oleh Graf yang juga sedang cuti


Major Hans "Assi" Hahn adalah komandan III./JG 2 yang juga merupakan seorang experten Luftwaffe dengan 108 kemenangan udara yang diraih dalam 560 feindflug. Dia adalah seorang atlet berbakat yang dimasukkan dalam Olimpiade Berlin tahun 1936 dalam cabang olahraga Pentathlon, hanya sayang kondisi sakit membuatnya batal berpartisipasi. Hahn ditangkap oleh Soviet setelah pesawatnya mendarat darurat di wilayah lawan karena masalah mesin tanggal 21 Februari 1943. Dia baru dibebaskan tahun 1950


Hans "Assi" Hahn dengan beruang peliharaannya (!) yang bernama Wumm. Dalam satu sore di kamp JG 54 dia pernah memberikan sepasang sarung tangan pada beruangnya dan disuruh "bertinju" dengan pilot-pilot lainnya. Hahn adalah satu-satunya pilot yang dapat mengalahkan beruang tersebut!


Pada tanggal 4 Mei 1942, Hans "Assi" Hahn meraih kemenangan udara ke-60-nya. Sayap ekor di atas memperlihatkan 61 dari 108 kemenangan udara yang diraihnya (68 di antaranya di Front Barat)


Hauptmann Hans "Assi" Hahn, Gruppenkommandeur III./JG 2, bersama dengan pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-3 (Werknummer 223) di Beaumont le Roger (Prancis)


Siegfried Schnell adalah Staffelkapitän 9./JG 2 dengan 93 fliegerabschüsse (90 di Front Barat) yang diraih dalam 500 feindflug. Dia meraih Ritterkreuz (9 November 1940) setelah meraih kemenangan ke-20, dan Eichenlaub #18 (7 Juli 1941) setelah kemenangan ke-40. Schnell terbunuh tanggal 25 Februari 1944 di atas Narva setelah pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 (WNr. 411 675) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pesawat Rusia. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major


Siegfried Schnell dan seorang rekannya dari Heer sedang memperhatikan pesawat Schnell


Pesawat Fw 190 A-4 "Gelb 4" (Werknummer 764) milik Siegfried Schnell dari 9./JG 2 yang terlihat masih kinclong dan fresh. Pesawat ini mempunyai warna kamuflase abu-abu serta rudder kuning yang dicat secara seksama!



Sumber :
Buku "Aircraft Of The Luftwaffe Fighter Aces: A Chronicle In Photographs" oleh Bernd Barbas

Buku "Footsteps of the Hunter" karya Adolf Dickfeld
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
www.wehrmacht-awards.com

No comments: