Saturday, January 21, 2012

Foto Adelbert Schulz

Adelbert Schulz dengan medali Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 29 September 1940 sebagai Hauptmann dan komandan 1.Kompanie/Panzer-Regiment 25/7.Panzer-Division. Dia adalah mantan anggota kepolisian yang bergabung dengan Wehrmacht tanggal 1 Oktober 1935, sudah dengan pangkat Oberleutnant. Schulz mendapat Ritterkreuz setelah berperan dalam menerobos pertahanan Inggris di Cherbourg tahun 1940. Komandan divisinya saat itu adalah Erwin Rommel


 
Generalmajor Adelbert Schulz dengan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #47 yang didapatkannya tanggal 31 Desember 1941 sebagai Hauptmann dan komandan I.Bataillon/Panzer-Regiment 25. Disini dia mengenakan seragam putih musim panas dengan baris medali di dadanya. Kalau diurut, maka dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II klasse, Wehrmacht-Dienstauszeichnung 12.jahre, Wehrmacht-Dienstauszeichnung 18.jahre, Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938, dan Sudetenland Medaille


Adelbert Schulz (kiri) dan Generalleutnant Hans Freiherr von Funck (tengah), komandan 7.Panzer-Division periode 6 Juni 1941 s/d 20 Agustus 1943

Oberstleutnant Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division) bersama dengan salah seorang perwira staffnya beberapa hari sebelum Unternehmen Zitadelle (yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Kursk), 21 Juni 1943. Di belakang mereka terparkir sebuah Panzerkampfwagen III. Perhatikan bahwa Schulz mengenakan jaket Zeltbahn kamuflase hasil modifikasi dengan pola SS-Platanenmuster yang biasanya dikenakan oleh personil Waffen-SS! Foto oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637


Foto lain dari Oberstleutnant Adelbert Schulz yang diambil pada waktu yang sama dengan foto sebelumnya (21 Juni 1943). Dia tampak memegang peta dan kemudian berbincang-bincang dengan awak Panzer III yang cuma kelihatan schürzen-nya doang. Schürzen adalah lapis baja pelindung bagian samping dari panzer dan kendaraan beroda rantai lainnya. Uniknya, dalam foto ini Schulz memakai jaket kamuflase Waffen-SS pola "plane tree" berbahan zeltbahn!


Foto lain dari Oberstleutnant Adelbert Schulz yang diambil pada waktu yang sama dengan foto sebelumnya (21 Juni 1943). Di belakang Schulz terparkir sebuah Panzerkampfwagen VI "Tiger" yang berasal dari 3.Kompanie/schwere Panzer-Abteilung 503. Unit ini diperbantukan kepada 7.Panzer-Division untuk keperluan latihan sebelum dan selama berlangsungnya Pertempuran Kursk. Perwira di samping Schulz mengenakan jaket kamuflase pola "splinter" yang biasa digunakan oleh unit-unit Heer dan Fallschirmjäger


Foto lain Oberst Adelbert Schulz di musim panas tahun 1943. Disini dia sedang mem-briefing anakbuahnya. Dalam buku "Scorched Earth: The Russian-German War 1943-1944" karya Paul Carell disebutkan legenda pada saat pertempuran Kursk berlangsung dimana pasukan Panzergrenadier selalu merasa aman manakala mereka tahu bahwa Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division) beroperasi bersama mereka, karena "kemanapun dia pergi, maka tak akan pernah ada masalah"!


Oberst Adelbert Schulz dengan medali Schwerter #33 yang dia dapatkan tanggal 6 Agustus 1943 sebagai komandan Panzer-Regiment 25. Foto tertanggal 22 Desember 1943, dan sebenarnya di tanggal tersebut Schulz sudah resmi menerima Brillanten, hanya saja dia begitu sibuk di front sehingga baru datang ke acara penganugerahannya tanggal 9 Januari 1944!


 Brifing pagi di Rusia: Unit terdepan dari 7. Panzer-Division di selatan Malin (Ukraina) sedang melakukan Lagebesprechung (diskusi) di pagi tanggal 8 Desember 1943. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Otto Hohensee (Bataillonsadjutant Panzergrenadier-Regiment 7), Generalmajor Hasso von Manteuffel (Kommandeur 7. Panzer-Division), Oberstleutnant im Generalstab Otto-Heinrich Bleicken (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25), Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7), dan Kriegsberichter Heinz Maegerlein (seusai perang menjadi reporter olahraga terkenal Jerman!). Tank di sebelah kiri adalah versi komando (Befehlspanzer) dari Panzerkampfwagen III dengan nomor taktis yang biasa dipakai oleh stabskompanie (kompi staff) dari resimen panzer. Di wilayah sekitar Zhitomir (termasuk Malin), 7. Panzer-Division bertempur bersama-sama dengan Division Brandenburg. Di malam tanggal 7/8 Desember 1943 divisi pimpinan Manteuffel tersebut menghantam jembatan Malin yang dibangun Soviet di seberang sungai Irscha dan akhirnya jembatan tersebut berhasil dikuasai pada tanggal 9 Desember 1943


 Setelah kesuksesannya dalam berbagai pertempuran kemudian diberitakan secara intensif oleh mesin propaganda Jerman, nama Adelbert Schulz menjadi makin terkenal layaknya selebritis. Disini dia sedang diwawancarai oleh anggota PK (Propaganda-Kompanie) Wehrmacht. dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman


 
Masih sama dengan foto sebelumnya yang memperlihatkan suasana wawancara koresponden perang Wehrmacht dengan dua orang perwira tinggi dari 7. Panzer-Division "Gespensterdivision". Dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman


Upacara penganugerahan Brillanten #9 untuk Oberst Adelbert Schulz yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolffschanze tanggal 9 Januari 1944. Medali ini diserahkan langsung oleh Panglima Tertinggi Wehrmacht sekaligus Führer Cijengkol, Adolf Hitler


Foto resmi Adelbert Schulz setelah dianugerahi Brillanten oleh Sang Führer tanggal 9 Januari 1944. Sebenarnya pemberitahuan penganugerahannya sudah sampai ke telinga Adelbert Schulz melalui pesan radio dari tanggal 14 Desember 1943. Schulz diminta untuk segera melapor ke Führerhauptquartier, tapi dia menolak dengan alasan masih sibuk bertempur!

 Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Mauritz von Wiktorin, Gauleiter Karl Holz, Adelbert Schulz, dan SS-Gruppenführer Dr. Benno Martin (yang badannya kayak raksasa!). Foto ini diambil saat Schulz mengunjungi Nürnberg. Pada saat itu Wiktorin menjadi komandan Wehrkreis XIII dengan markasnya bertempat di kota tersebut; Holz adalah Gauleiter Franken dengan markas di Nürnberg; dan Martin adalah Höhere SS und Polizeiführer (HSSPF) "Main"


Upacara penganugerahan Ritterkreuz untuk Hauptmann Andreas Thales (Kompaniechef II.Bataillon/Panzer-Regiment 25/7. Panzer-Division/4. Panzerarmee/Heeresgruppe Süd) yang disematkan oleh Generalmajor Adelbert Schulz. Selain Ritterkreuz, Thaler juga sebelumnya telah dianugerahi Eisernes Kreuz II klasse (24 Mei 1940) dan I klasse (15 Juli 1943). Untuk tanggal penganugerahannya terdapat dua versi: 3 Januari 1944 dan 13 Januari 1944. Nah, kalau ada simpang siur masalah peraih Ritterkreuz semacam ini, maka patokan terpercaya yang diambil adalah buku ""Ritterkreuzträger 1939-1945" karya Veit Scherzer, dan buku tersebut menyebutkan bahwa Thaler menerimanya tanggal 13 Januari 1944!


Generalmajor Adelbert Schulz dengan medali Brillanten. Tak lama setelah menerima Ritterkreuz, dia dipromosikan menjadi Generalmajor dan diserahi komando 7.Panzer-Division yang dijuluki sebagai "Gespensterdivision" (Ghost Division). Hanya beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 28 Januari 1944, sang jenderal anyar terbunuh ketika sedang memimpin divisinya menyerang posisi Soviet di Shepetivka. Sebuah bom meledak di dekat posisi Schulz yang sedang berdiri di turet panzernya, dan pecahan artileri langsung menghantam kepalanya. Dia tewas akibat luka-lukanya di hari yang sama walaupun sudah buru-buru dilarikan ke Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) terdekat. Kematian Schulz lalu diumumkan di Wehrmachtbericht edisi 30 Januari 1944


Upacara pemakaman Adelbert Schulz. Peti jenazahnya diletakkan di atas sebuah Panzer III yang dicat kamuflase putih musim dingin, lengkap dengan karangan buka tanda duka cita. Para penjaga kehormatan berseragam hitam Panzertruppen berjalan di samping panzer


Foto lain upacara pemakaman Adelbert Schulz. Kemungkinan besar lagu yang dimainkan oleh para pemain orkes Wehrmacht ini adalah "Ich Hatt Einen Kameraden" (Saya Pernah Punya Kamerad). Bagi yang belum tahu lagunya seperti apa, bisa didengarkan DISINI


Obituari Generalmajor Adelbert Schulz yang dimuat dalam "Heeres-Verordnungsblatt" edisi No.10 tahun ke-26 tanggal 25 Februari 1944

---------------------------------------------------------



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.damijwh.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.heroautographs.com
www.onesixthwarriors.com
www.rktraeger.de
www.specialistauctions.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wwii-photos-maps.com

No comments: