Saturday, August 4, 2012

Foto Kurt "Panzermeyer" Meyer

Kurt Meyer muda sebagai kadet Polizei di tahun 1928. Kurt Adolph Wilhelm Meyer dilahirkan pada tanggal 23 Desember 1910 di Jerxheim, Herzogtum Braunschweig (sekarang Niedersachsen). Dia bergabung dengan Landespolizei Mecklenburg sebagai pelarian dari kehidupan sebagai buruh, dan secara resmi diterima tanggal 1 Oktober 1929. Tak lama kemudian dia bergabung dengan SS dan tanggal 10 Juli 1932 diangkat sebagai SS-Sturmführer


Kurt Meyer memakai seragam hitam SS dengan pangkat Sturmführer. Setelah peristiwa "Malam Pisau Panjang" tahun 1934, pangkat ini dihapuskan dan diganti dengan Untersturmführer (Letnan Dua). Meyer sendiri bergabung dengan NSDAP tanggal 1 September 1930, tiga tahun sebelum Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman. Dia lalu mendaftar masuk Schutzstaffel (SS) dan diterima tanggal 15 Oktober 1931. Penempatan pertamanya adalah 22.SS-Standarte Schwerin sebelum dipindahkan ke unit paling prestisius dari SS, Leibstandarte, bulan Mei 1934


Kurt Meyer sebagai SS-Hauptsturmführer dan Chef 15.Kompanie (Kradschützen) / Infanterie-Regiment (motorisiert) Leibstandarte SS Adolf Hitler selama berlangsungnya kampanye Jerman di Prancis, musim panas tahun 1940. Sebagai komandan peleton pertama dan keduanya adalah orang-orang yang nantinya menjadi Kameraden terdekatnya: Hugo Kraas dan Max Wünsche. Dalam kampanye ini Meyer meraih medali Eisernes Kreuz I klasse tanggal 8 Juni 1940, setelah sebelumnya mendapatkan versi pendahulu (II klasse) dalam kampanye di Polandia tanggal 20 September 1939


Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) berpose beramai-ramai di depan Istana Versailles, Prancis, tak lama setelah kesuksesan operasi militer Wehrmacht di Barat tahun 1940 (Fall Gelb). Foto ini diambil tanggal 17 Juli 1940 tak lama setelah upacara penganugerahan Eisernes Kreuz I.Klasse. Beberapa wajah diantaranya bisa dikenali: 1. SS-Oberscharführer Fritz Bügelsack (Panzerspähzug / LSSAH), 2. SS-Hauptsturmführer Alexander Sukkau (Chef 10.Batterie / SS-Artillerie-Bataillon LSSAH), 3. SS-Hauptsturmführer Wilhelm Weidenhaupt (Chef 10.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH), 4. SS-Hauptsturmführer Otto Baum (Chef 7.Sturm / II.Sturmbann / LSSAH), 5. SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur II.Sturmbann / LSSAH), 6. SS-Hauptsturmführer Georg "Schonberger" Schönberger (Chef Panzersturm-Batterie / LSSAH), 7. SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH), 8. SS-Standartenführer August-Wilhelm Trabandt (Kommandeur III.Sturmbann / LSSAH), 9. SS-Obersturmbannführer Martin Kohlroser (Kommandeur I.Sturmbann / LSSAH), 10. SS-Sturmbannführer Wilhelm Keilhaus (Ia Erster Generalstabsoffizier LSSAH), 11. SS-Obersturmbannführer der Reserve Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Bataillon LSSAH), 12. SS-Hauptsturmführer Herbert Garthe (Chef 12.MG-Sturm/ III.Sturmbann / LSSAH), dan 13, SS-Oberscharführer Erich Grätz (Gruppenführer di 11.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH). Sebagai tambahan, SS-Hauptsturmführer Kurt Meyer (Chef 15.[Kradschützen] Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) berada di baris kedua antara no.7 dan no.8; SS-Obersturmführer Hugo Kraas (Zugführer II / 15.[Kradschützen] Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) di belakang no.2; SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur IV.Wachtbataillon / LSSAH) di baris ketiga di belakang no.3; serta SS-Obersturmführer Albert Frey (Chef 9.Sturm / III.Sturmbann / LSSAH) di belakang no.5



SS-Hauptsturmführer Kurt Meyer (Chef 15 Kradschützenkompanie / Infanterie-Regiment (mot.) "Leibstandarte SS Adolf Hitler") duduk di baris kedua nomor dua dari kiri, sementara di sebelah kirinya berdiri SS-Untersturmführer Hermann Weiser (Zugführer di 15 Kradschützenkompanie / Infanterie-Regiment (mot.) "Leibstandarte SS Adolf Hitler"). Foto di atas dibuat oleh oleh SS-Kriegsberichter Bergmann pada saat diadakannya sebuah pertandingan sepakbola


Para perwira dari SS-Division (mot.) Leibstandarte SS Adolf Hitler di Rumania tahun 1941. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Dr. Erich Gatternig, SS-Sturmbannführer Kurt Meyer, SS-Untersturmführer Hermann Weiser, SS-Hauptsturmführer Hugo Kraas, dan seorang SS-Untersturmführer yang tidak diketahui namanya. Tampaknya Weiser terluka matanya dalam foto ini, yang terlihat dari perban (?) di matanya


 SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung "Leibstandarte SS Adolf Hitler" [motorisiert]) duduk di puing stadium kuno Olympia di Athena/Yunani, April 1941. Atas prestasinya dalam Pertempuran Celah Kleisoura (13-14 April 1941), Meyer dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 18 Mei 1941


Foto lain dari Kurt "Panzermeyer" Meyer yang diambil di bulan Agustus 1941 di Front Timur. Jenjang karirnya di SS: SS-Sturmführer: 10 Juli 1932, SS-Obersturmführer: 10 Maret 1935, SS-Hauptsturmführer: 12 September 1937, SS-Sturmbannführer: 1 September 1940, SS-Obersturmbannführer: 9 November 1942, SS-Standartenführer: 21 Juni 1943, SS-Oberführer: 1 Agustus 1944, dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS: 1 September 1944


Salah satu foto paling terkenal dari Kurt Meyer dengan mulut mangap ala ikan cupang sambil berteriak "Artillerie vorwärts"! Disini dia berpangkat SS-Sturmbannführer dan foto ini diambil sebelum penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 Mei 1941. Di kepalanya bertengger knautschmütze (crusher cap) sementara ärmelband di lengan kirinya bertuliskan "Adolf Hitler"


 Para anggota Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) berjemur menikmati matahari. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur LSSAH), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH), dan SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon LSSAH). Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar setelah berakhirnya Balkanfeldzug (kampanye militer Jerman di Yunani dan Yugoslavia) dan sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman ke Uni Soviet) tahun 1941



Dalam foto ini tidak ada keterangan apa-apa. Terlihat seorang bintara SS memerintahkan tawanan Rusia malang untuk menggali sebuah lubang yang tampaknya sebagai tempat penyimpanan ranjau. Sekumpulan prajurit dan perwira lain melintasi tempat tersebut dan tampak tertarik melihat "drama" yang terjadi. Di sebelah kanan dengan Ritterkreuz adalah SS-Sturmbannführer Kurt Meyer. Yang jadi pertanyaan adalah, siapa perwira yang berjalan di tengah sambil memakai teropong? Kemungkinan besar dia adalah Max Wünsche, dengan puttee-nya yang khas! Kemungkinan besar foto ini diambil musim panas tahun 1942, yang terlihat dari sepatu bertumit rendah yang dikenakan oleh Meyer. Sepatu jenis ini belum beredar tahun 1939-1941


 Lima orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari SS-Division (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) berfoto bersama di Front Timur bulan September 1941. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Gerhard "Gerd" Pleiss (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon LSSAH. Ritterkreuz 20 April 1941), SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur II.Bataillon LSSAH. Ritterkreuz 15 September 1941), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH. Ritterkreuz 4 Juli 1940), SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon LSSAH. Ritterkreuz 4 September 1940), dan SS-Sturmbannführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH. Ritterkreuz 18 Mei 1941). Hanya berselang dua bulan kemudian (November 1941), Pleiss kehilangan nyawanya setelah menginjak ranjau darat dalam pertempuran di Rostov. Kuburannya saat ini masih bisa ditemui di dekat rel kereta di Taganrog (Rostov Oblast/Rusia)


SS-Sturmbannführer Kurt Meyer dan SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich sedang membahas strategi pertempuran dan situasi front depan


SS-Sturmbannführer Kurt Meyer bersama dengan General de Divizie (Generalmajor) Ioan Mihail Racoviţă tanggal 15 Juni 1942. Racoviţă adalah seorang perwira kavaleri dari Rumania yang nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 8 Juli 1944 sebagai General de Corp de Armată dan komandan Armată 4 Rumania


 Empat orang perwira Wehrmacht (dua dari Heer, dua dari Waffen-SS) sedang mendiskusikan strategi peperangan dalam Operasi Barbarossa di Front Timur musim panas 1941. Dari kiri ke kanan: Oberst Otto Schmidt-Hartung (Kommandeur Infanterie-Regiment (motorisiert) 35), Generalleutnant Erich Heinrich Clößner (Kommandeur 25. Infanterie-Division), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH), dan SS-Obersturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Chef 2.Kompanie / SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH)


SS- Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung I) dan SS-Oberstgruppenführer Sepp Dietrich (Kommandierender General I.SS-Panzerkorps) dalam Pertempuran Kharkov awal tahun 1943. Perhatikan bahwa pria di belakang Dietrich mengenakan ushanka (topi bulu khas Rusia) dengan lambang Totenkopf pola kedua disematkan di depannya! BTW, jaket yang dikenakan Dietrich dalam foto di atas kini menjadi milik salah seorang kolektor dari Amerika Serikat


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #195 untuk SS-Obersturmbannführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 1943 di Führerhauptquartier Werwolf, Vinnitsa (Ukraina), dan diserahkan langsung oleh Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler des Grossdeutschen Reiches). Menunggu di balik pintu adalah SS-Obersturmführer Hans Hermann Junge (Ordonnanz-Offizier des Führers). "Panzermeyer" menerima medali tambahan untuk Ritterkreuz-nya tersebut setelah memperlihatkan prestasi yang menonjol dalam Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari 1943 - 15 Maret 1943), dan telah menerima berita penganugerahannya melalui radio dari tanggal 23 Februari 1943 (dua hari sebelum upacara pemberian resmi)



Kurt Meyer dengan medali Eichenlaub #195 yang didapatkannya tanggal 23 Februari 1943 sebagai SS-Obersturmbannführer dan Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung/1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"/XXX.Armee-Korps (mot.)/12.Armee



SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer nyengeh dalam foto yang dibuat bulan Februari 1943 di Kharkov, tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub-nya. Saat itu Meyer menjabat sebagai Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1/1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte Adolf Hitler". Sebagai fotografernya adalah Hans Ludwig, peraih Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern II klasse


SS-Hauptsturmführer Hubert-Erwin Meierdrees (Kommandeur I.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 3/3.SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf") dan SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung/1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"/XXX.Armee-Korps (mot.)/12.Armee) dalam Pertempuran Kharkov bulan Maret 1943. Mereka berdua mengenakan seragam musim dingin one-piece untuk pasukan panzer. BTW, 90% buku dan situs menyebutkan nama orang di kiri sebagai MEIERDRESS, padahal yang benar adalah MEIERDREES (berdasarkan Personalakte dan Lebenslauf yang ditulis oleh tangannya sendiri!)


 Para perwira dari Divisi SS Totenkopf dan Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH) bertemu di Kharkov tanggal 12 Maret 1943 saat beberapa Panzer IV dari 7.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 3 Totenkopf berpapasan dengan Sd.Kfz.251 milik Witt dan Peiper di jalanan kota tersebut. Foto ini diambil beberapa hari sebelumnya, tanggal 3 Maret 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hubert-Erwin Meierdrees (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), dan SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH)


 Foto ini diambil pada tanggal 3 Maret 1943 saat berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari - 15 Maret 1943). Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hubert-Erwin Meierdrees (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), dan SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH)


 Para perwira dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dalam Pertempuran Ketiga Kharkov tanggal 12 Maret 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 LSSAH), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), dan SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 LSSAH)




SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") memberikan instruksi pada seorang prajurit Waffen-SS yang menyampirkan senapan K98k di punggungnya dan mengenakan kopfschützer (scarf) di kepalanya. Si prajurit tampaknya adalah seorang Kradmelder (pembawa pesan bermotor) yang terlihat dari Kradmantel tahan air yang dikenakannya. Disini kita juga bisa melihat SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang mengenakan ushanka dan fellmantel di sebelah kanan, SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang mengenakan Panzerkombi (dengan bagian dalamnya berada di luar) tertutup oleh tangan Witt di belakang Wünsche, serta SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") berdiri di kiri. Foto diambil tanggal 9 Maret 1943 di desa Peresechnaya selama berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari - 15 Maret 1943)


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer difoto di kota Peressetschnaja (12km barat daya Kharkov) tanggal 9 Maret 1943. Perhatikan wajahnya yang super kusut, yang bagaikan tidak tidur berhari-hari! Wajar saja, karena pada saat itu kekuatan besar Soviet berada di dekatnya dan batalyon Meyer sedang bersiap-siap untuk menghadapi mereka. Setelah pertempuran usai, dia melaporkan bahwa pasukannya telah membunuh 750 tentara musuh sekaligus menghancurkan 11 meriam artileri kaliber 76mm, 3 tank dan 15 mortir! Perhatikan pula posisi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub-nya yang sedikit menggantung ke bawah lebih daripada biasanya! Pita bawaan mempunyai panjang lebih pendek dan nggak nyampe, sehingga kemungkinan besar dia memakai tali dari bahan kulit untuk menyangganya, persis sama seperti yang dikenakan oleh Max Wünsche dalam periode yang sama (lihat DISINI)


Max Wünsche bersama dengan Kurt Meyer di selatan Kharkov tanggal 3 Maret 1943. Kendaraan di kanan adalah "s. gl. Einheits-Pkw" di atas sasis Horch 108. Fungsi kendaraan ini sendiri tampaknya sebagai sebuah Kfz 23 atau truk telepon (perhatikan kabel-kabel yang terpasang di bempernya!). Plat nomornya adalah SS-166497. Bener nggak?


 Diskusi para perwira tinggi dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" saat berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari 1943 - 15 Maret 1943). Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH), SS-Sturmbannführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH), dan SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1 LSSAH)




Kurt "Panzermeyer" Meyer bersama dengan Max Wünsche di front Rusia. Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat yang sama dengan foto sebelumnya, saat pertempuran Kharkov sedang berlangsung



28 Maret 1943 di Kharkov, Ukraina: SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division "LSSAH") menganugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada SS-Obersturmführer der Reserve Hermann Weiser (22 November 1918 - 21 Maret 1970), Führer 2.Kompanie / SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division "LSSAH". Paling kanan adalah SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Führer SS-Sanitäts-Abteilung 1), peraih Deutsches Kreuz in Silber (10 Januari 1945) yang juga berasal dari Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler. Weiser bertugas di batalyon pengintai Meyer dalam pertempuran memperebutkan Kharkov, dan disana dia telah menunjukkan prestasi serta keberanian yang mengesankan dalam banyak kesempatan. Kepemimpinannya dalam pergulatan brutal saat terkepung di bangunan sekolah Kharkov berperan penting dalam keselamatan pasukan yang dipimpinnya


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer bersama perwira favoritnya, si tampan jagoan perang Panzer SS-Sturmbannführer Max Wünsche. Mereka selalu bersama-sama dari sejak di divisi "Leibstandarte" sampai dengan divisi "Hitlerjugend"


Kurt Meyer sebagai SS-Obersturmbannführer dengan Eichenlaub terpancang di lehernya. Selain itu, kita juga bisa melihat Deutsches Kreuz in Gold (8 Februari 1942) di kantung kiri, pita Ostmedaille di kancing tengah, serta deretan medali di kantung baju yang satunya lagi, dari kiri ke kanan: Voenen Orden "Za Hrabrost" Bulgaria IV stepen, 1 klas (4th class 1st Step, 6 Juli 1942), Eisernes Kreuz I klasse (8 Juni 1940), Verwundetenabzeichen in Schwarz, dan Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze. Foto yang bawah adalah hasil bikinan studio foto Heinrich Hoffmann dan dibuat tahun 1943


 
Para staff dari 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" berfoto bersama tanggal 28 Mei 1943, di acara perayaan ultah komandan divisi Sepp Dietrich yang ke-51. Identifikasi:1.SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister); 2.SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1); 3.SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Führer SS-Sanitäts-Abteilung 1); 4.SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklarürungs-Abteilung 1); 5.SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Sepp Dietrich (Kommandeur 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"); 6.SS-Hauptsturmführer Hermann Weiser (Chef 2.Kompanie/SS-Aufklarürungs-Abteilung 1); 7.SS-Sturmbannführer Alfred Bludau (Führer SS-Wirtschafts-Bataillon 1); 9.SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Führer SS-Nachschub-Deinst 1); 10.SS-Hauptsturmführer Hans Becker (Chef 2.Kompanie/I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 11.? ; 12.SS-Sturmbannführer Heinz von Westernhagen (Führer SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1); 13.SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 14.SS-Sturmbannführer Albert Frey (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 1); 15.SS-Sturmbannführer Rudolf Sandig (Führer II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2); 16.SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Führer SS-Flak-Abteilung 1); 17.? ; 18.? ; 19.? ; 20.? ; 21.? ; 22.SS-Hauptscharführer Alfred Günther (Zugführer 1.Batterie/SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1); 23.SS-Sturmbannführer Rudolf Lehmann (Ia Erster Generalstabsoffizier); 24.? ; 25.? ; 26.SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Führer sementara III.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 1); 27.? ; 28.? ; 29.? ; 30.? ; 31.? ; 32.? ; 33.? ; 34.SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-regiment 1). Selain itu, baris pertama yang berdiri paling kanan adalah SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Führer SS-Ersatz-Bataillon 1); yang muka dan badannya total tertutupi oleh Kurt Meyer adalah SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2); dan yang berdiri di sebelah kanan Hubert Meyer (tanpa nomor) adalah SS-Sturmbannführer Erich Maas (Ic Dritter Generalstabsoffizier)



Para perwira SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte Adolf Hitler" di acara ulangtahun yang ke-51 sang Divisionskommandeur, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich, yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon 1), SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklarürungs-Abteilung 1), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (Kommandeur SS-Sanitäts-Abteilung 1), dan SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2). Perhatikan Meyer yang mencoba "ngabodor" dengan menjulurkan lidah di belakang Besuden!


Para perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler yang berpose di depan markas divisi di Kharkov, Juli 1943. Baris pertama dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer Kurt 'Panzermeyer' Meyer, SS-Oberstgruppenführer Josef 'Sepp' Dietrich dan SS-Hauptsturmführer Hermann Weiser. Baris kedua: SS-Brigadeführer Theodor Wisch, SS-Brigadeführer Hugo Kraas dan SS-Sturmbannführer Albert Frey. Baris belakang: SS-Obersturmbannführer Heinz von Westernhagen, SS-Untersturmführer Alfred Günther dan SS-Standartenführer Rudolf Lehmann. Semua pangkat yang Ogut sebutkan bukanlah pangkat saat foto ini diambil, melainkan pangkat TERAKHIR mereka!



Para perwira dan bintara Waffen-SS pilihan dari tiga divisi utamanya (Leibstandarte, Das Reich dan Totenkopf) dalam acara resepsi bersama dengan Menteri Propaganda Joseph Goebbels tanggal 5 April 1943, sekaligus sebagai perayaan beberapa orang peraih medali setelah kemenangan dalam Pertempuran Ketiga Kharkov. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hans Jüttner (Chef des SS-Führungshauptamtes), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklärungs-Abteilung 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung/SS-Panzer-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), SS-Untersturmführer Heinz Macher (Chef 16.Kompanie (Pionier)/SS-Panzergrenadier-Regiment Deutschland/SS-Panzergrenadier-Division Das Reich), SS-Oberscharführer Hans Hirning (Granatwerfertruppführer 6.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), dan SS-Scharführer Egon Endell (6.Batterie/SS-Totenkopf-Artillerie-Regiment/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf)


SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer di Belgia tahun 1943. Foto ini kemungkinan diambil saat unit barunya, 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", sedang menjalani pelatihan di kamp Beverloo, Leopoldsburg (Belgia), sebelum dipindahkan ke Hasselt (masih di Belgia juga) awal tahun 1944 demi mengantisipasi kemungkinan invasi Sekutu dari laut. Foto ini diambil tak lama sebelum promosi kenaikan pangkatnya menjadi SS-Standartenführer (21 Juni 1943)


 Foto di atas diambil tanggal 9 November 1943 di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia) pada saat upacara sumpah setia anggota SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk. Para perwira resimen tersebut melakukan inspeksi kehormatan, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS- Sturmbannführer Hans Scappini (Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Obersturmführer Hans-Jürgen Schümann (Adjutant SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Satu lagi komandan batalyon Meyer yang tidak nampak dalam foto ini adalah SS-Obersturmbannführer Karl-Heinz Milius (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25)




 
 Acara kunjungan General der Panzertruppe Leo Freiherr Geyr von Schweppenburg (Oberbefehlshaber Panzergruppe West) ke tempat latihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo, Belgia, pada akhir bulan Januari 1944. Rangkaian foto ini memperlihatkan sang jenderal (satu-satunya perwira Heer yang nongol di foto ketiga dari atas) bersama para perwira Waffen-SS, diantaranya yang tertangkap kamera adalah: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisionsadjutant 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")




 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Setelah acara pengenalan dengan staff dan perwira divisi, dilanjutkan dengan melihat demonstrasi pasukan lapis baja yang dilakukan oleh gabungan pasukan dari III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 dengan 5.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Sepp Dietrich, SS-Sturmbannführer Karl Bartling (Kommandeur III.Abteilung / SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), Rundstedt, dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Dietrich tampaknya sedang meminjamkan teropongnya untuk dipakai oleh sang Marsekal


Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Setelah acara pengenalan dengan staff dan perwira divisi, dilanjutkan dengan melihat demonstrasi pasukan lapis baja yang dilakukan oleh gabungan pasukan dari III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 dengan 5.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12. Foto ini memperlihatkan saat SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25) dan Rundstedt membahas sebuah peta, sementara di belakang mereka tampak SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") mesam-mesem nggak jelas. Sedangkan demi melihat postur wajahnya yang sebagian kelihatan, di antara Witt dan Rundstedt kemungkinan adalah Sepp Dietrich. Selain Rundstedt, petinggi Wehrmacht lain yang sempat mengunjungi latihan perang Divisi Hitlerjugend adalah Generaloberst Heinz Guderian tanggal 27-29 April 1944


Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Setelah acara pengenalan dengan staff dan perwira divisi, dilanjutkan dengan melihat demonstrasi pasukan lapis baja yang dilakukan oleh gabungan pasukan dari III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 dengan 5.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12. Dari kiri ke kanan: Gerd von Rundstedt, SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), Sepp Dietrich, dan SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Setelah acara pengenalan dengan staff dan perwira divisi, dilanjutkan dengan melihat demonstrasi pasukan lapis baja yang dilakukan oleh gabungan pasukan dari III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 dengan 5.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), Sepp Dietrich, SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan Gerd von Rundstedt


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Foto ini memperlihatkan inspeksi para prajurit dari SS-Panzergrenadier-Regiment 25. Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), Sepp Dietrich, SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan Gerd von Rundstedt


 Acara kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps) ke tempat pelatihan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Truppenübungsplatz Beverloo (Belgia), tanggal 3 Maret 1944. Disini sang Marsekal tampak sedang menginspeksi para Grenadier dari SS-Panzergrenadier 25, sementara di belakangnya mengikuti SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Paling kanan adalah SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Komandan 7.Kompanie / II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25, SS-Obersturmführer der Reserve Karl-Heinz Schrott, memberi hormat dengan mengangkat tangannya ala Nazi, sementara kepala peletonnya, yang diperbantukan dari Heer, memberi hormat militer biasa


Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Di acara ini pula dilakukan upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub untuk perwira Sturmbrigade Wallonien yang paling cemerlang, Léon Degrelle, oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris kedua: perwira Heer yang tidak diketahui namanya; SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Paling belakang adalah seorang perwira Gebirgsjäger (perhatikan Edelweiss di schirmmütze!) yang tidak diketahui namanya. Para dedengkot divisi Hitlerjugend ikut hadir dalam acara ini karena lokasinya berdekatan dengan tempat pelatihan mereka di Beverloo (Belgia)


 Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris belakang: SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisionsadjutant 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Sturmbannführer León Degrelle (Kommandeur SS-Freiwilligen-Brigade "Wallonie"); SS-Oberführer Fritz Kraemer (Ia Erster Generalstabsoffizier I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte"); SS-Hauptsturmführer tak dikenal; SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant Kommandierender-General I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte" Dietrich); SS-Standartenführer tak dikenal; dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Richard Jungclaus (Bevollmächtigter des Reichsführer-SS in Belgien und Nordfrankreich)


Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Dr.med. Hermann Besuden (Korpsarzt I.SS-Panzer-Korps), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12). Kasihan si anjing gembala Jerman, dia satu-satunya yang tak dikalungi medali sehingga ekornya pun sampai tumbuh di kepala! Wkwkwkwk sebenarnya itu adalah dua Schäferhund yang kebetulan tertangkap kamera dalam posisi yang berdempetan. Yang satu adalah Patra (anjingnya Fritz Witt), sementara satunya lagi adalah anjingnya Kurt Meyer. Foto ini diambil di acara ulangtahun Witt yang ke-36 yang dirayakan di Tillierès-sur-Avre, Prancis, tanggal 27 Mei 1944


Foto ini diambil pada acara perayaan ulangtahun yang ke-36 dari SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") yang diselenggarakan di Tillierès-sur-Avre, Prancis, pada tanggal 27 Mei 1944. Diantara para perwira dari divisi tersebut yang hadir adalah, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), dan SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Meyer mendapatkan medali Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya dalam Pertempuran Ketiga Kharkov (1943), pertempuran yang sama dimana Wünsche mendapatkan Ritterkreuz-nya. Keduanya kemudian mendapatkan medali dengan tingkatan yang lebih tinggi di Normandia tahun 1944: Meyer dianugerahi Schwerter, sementara Wünsche menerima Eichenlaub. Keduanya juga tertangkap oleh Sekutu di medan perang Normandia yang sama, dan hanya berselang seminggu satu sama lain! Mengenai Siebken sendiri, dia selamat dari nasib yang menimpa Meyer dan Wünsche dengan berhasil lolos dari kepungan Sekutu di Kantong Argentan-Falaise. Setelah pertempuran di Normandia dia diberi kepercayaan untuk menjadi Komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 2 "Leibstandarte SS Adolf Hitler", dan dalam kapasitas tersebut mendapatkan medali Ritterkreuz. Seperti halnya Meyer, seusai perang Siebken didakwa atas tuduhan sebagai penjahat perang dalam Mahkamah Militer Sekutu. Mereka berdua juga sama-sama dijatuhi hukuman mati. Yang membedakan adalah, Meyer berhasil lolos dari hukumannya (yang diperingan setelah naik banding) dan keluar dari penjara beberapa tahun kemudian, sementara eksekusi untuk Siebken tetap dilaksanakan dan dia digantung pada tanggal 20 Januari 1949. Sampai berpuluh-puluh tahun setelahnya kontroversi tetap muncul mengenai apakah hukuman tersebut "pantas" untuk Siebken



SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") mengantarkan komandan divisinya yang duduk di sespan, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz-Witt, ke markas salah satu batalyon dari SS-Panzergrenadier-Regiment 25 - untuk mengkonsultasikan serangan terhadap pasukan Kanada di Bretteville l’Orgeilleuse - dengan menggunakan sepeda motor BMW R75. Mereka meninggalkan pintu masuk utara dari markas SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang bertempat di l'Abbaye d'Ardenne, Caen/Normandia. Ikut nebeng di belakang SS-Sturmbannführer Dr. Erich Gatternig (Regimentsarzt SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Sang dokter resimen mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 Italia hasil modifikasi, sementara Meyer sendiri mengenakan seragam kamuflase SS-Erbsenmuster (Pea-Dot Pattern) yang sudah sedikit pudar. Lambang 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" terlihat jelas di bagian depan sespan. Foto ini diambil di sekitar wilayah Caen/Normandia di hari-hari pertama setelah D-Day Sekutu (8 Juni 1944)


Para prajurit 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" menguburkan SS-Oberscharführer Helmut Belke. Dia adalah supir Kurt Meyer yang terbunuh dalam serangan malam di Bretteville, 8/9 Juni 1944. Foto ini kemungkinan besar diambil di halaman l'Abbaye d'Ardenne di dekat Caen, Prancis. Perhatikan bahwa prajurit di tengah mengenakan overall camo Italia yang langka!


Dalam foto jepretan Wilfried Woscidlo ini, memperlihatkan perwira-perwira tinggi 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di  l'Abbaye d'Ardenne di Caen, Prancis, bulan Juni 1944 tak lama setelah Sekutu mendarat di Normandia. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12). Perhatikan anjing Schäferhund (gembala Jerman) di sebelah kanan yang sedang "kuliat" (sumpah, saya tidak menemukan arti kata ini dalam bahasa Indonesia!). Dia adalah Patras yang merupakan anjing milik Regimentskommandeur Meyer hadiah langsung dari Hitler, anak dari Blondi (anjing gembala peliharaan sang Führer)


Diskusi situasi lapangan terakhir di pos komando 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Caen-Venoix tanggal 13-14 Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12). Bisa dibilang bahwa ini adalah foto terakhir dari Divisionskommandeur Witt karena pada tanggal 14 Juni 1944 dia tewas seketika setelah terkena pecahan peluru meriam yang ditembakkan oleh kapal-kapal Inggris di lepas pantai Normandia. Sebagai penggantinya ditunjuk SS-Standartenführer Meyer. Di usia 33 tahun, Meyer tercatat sebagai komandan divisi termuda di seantero Wehrmacht!



Diambil dari cuplikan berita film "Die Deutsche Wochenschau" dan memperlihatkan upacara penganugerahan Ritterkreuz tanggal 11 Juli 1944 untuk dua orang perwira 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang berprestasi: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dua foto di atas memperlihatkan saat Mohnke (yang berbalut perban) dikalungi Ritterkreuz oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), sementara Prinz memperhatikan di kiri (foto kedua). Ikut hadir komandan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", Kurt Meyer (kanan), dan Komandan SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend", Max Wünsche(tengah)


Setelah upacara penganugerahan medali selesai, kini giliran kedua orang Ritterkreuzträger anyar berpose bersama yang lainnya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"); SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")



SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte") melakukan kunjungan pada markas 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Normandia pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26) yang diadakan pada tanggal 28 Juli 1944. SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26) yang merupakan mantan anakbuah Dietrich di Divisi SS Leibstandarte terlihat berbincang-bincang dengannya dan mengantarnya pergi


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), yang diselenggarakan di Normandia pada tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Erich Olboeter (membelakangi kamera), SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dietrich dan Meyer sama-sama mengenakan seragam kamuflase dengan insignia khusus di bagian lengan, sesuai dengan pangkat mereka masing-masing. Insignia milik Dietrich tetap dia simpan, bahkan setelah naik pangkat menjadi SS-Oberstgruppenführer beberapa hari kemudian. Insignia tersebut nantinya diberikannya kepada salah satu rekan seperjuangannya, dan ujung-ujungnya berakhir menjadi salah satu koleksi dari pengarang buku Markus Lippl



 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" berfoto bersama di Normandia tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Olboeter. Menariknya, ketiganya mengenakan pakaian berbahan kain kamuflase Italia Telo Mimetico M29 (Olboeter celananya saja yang mempunyai dua kantong besar di bagian depan). Meyer juga membungkus fernglas-nya dengan kain goni tebal!


Dua orang "Meyer" melihat peta barengan, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26) yang diadakan di Normandia pada tanggal 28 Juli 1944



SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dalam foto yang diambil di Normandia dan diambil pada tanggal 28 Juli 1944 seusai upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), yang dihadiri langsung oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Dalam foto ini "Panzermeyer" memakai pakaian kamuflase Italia "Telo Mimetico M29". Pola Telo Mimetico ini patut mendapat perhatian karena dua hal: pertama, karena mulai diperkenalkan pada tahun 1929 maka dia tercatat dalam sejarah sebagai kamuflase pertama yang digunakan secara luas. Kedua, Karena rentang waktu penggunaannya dari tahun 1929 s/d 1992 maka dia menjadi pola kamuflase yang paling lama operasional! Digunakannya Telo Mimetico oleh tentara Third Reich bersamaan pula waktunya dengan pelucutan senjata tentara Italia tahun 1943. 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dan 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" ikut berpartisipasi dalam proses pelucutan ini, dan karenanya tidak heran bila banyak anggota kedua divisi tank SS ini yang 'kedapatan' mengenakan Telo Mimetico, baik versi pertama maupun versi selanjutnya. Selain mereka, tercatat pula sebagai pengguna adalah 29.Waffen-Grenadier-Division der SS ("Italienische Nr.1"), unit-unit Wehrmacht yang beroperasi di Balkan dan Italia, serta beberapa sekutu Eropa Jerman


 SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dengan kepala diperban mendengarkan pembicaraan dari SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), sementara di tengah ikut menyimak SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Meyer baru saja diangkat sebagai komandan Divisi SS "Hitlerjugend" setelah komandan sebelumnya, SS-Brigadeführer Fritz Witt, gugur tanggal 14 Juni 1944. Berdasarkan keterangan dari "Die Wehrmacht", foto di atas diambil di Caen (Prancis) tanggal 28 Juni 1944. BTW, dalam foto ini semuanya (kecuali Meyer) mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia, sementara Meyer sendiri tampaknya mengenakan kradmantel yang biasa digunakan oleh kradschützen atau kradmelder


Pada awal bulan Juni 1944 schwere SS-Artillerie-Abteilung 101, yang merupakan detasemen artileri milik I. SS-Panzerkorps, diperintahkan untuk membantu serangan yang dilancarkan oleh SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" terhadap posisi pasukan Sekutu di sekitar kota Caen (Normandia). Dari kiri ke kanan: x, x, SS-Sturmbannführer Franz Steineck (Kommandeur schwere SS-Artillerie-Abteilung 101), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (berdiri di tengah dengan teropong 7x50 tergantung di lehernya, Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Standartenführer Kurt Meyer (mengenakan SS-Erbsenmuster M44, Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Obersturmführer Bernhard Meitzel (O1 Erster Ordonnanzoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan SS-Hauptsturmführer Günther Reichenbach (Kommandeur SS-Wirtschaftsbataillon 12)

 Raut muka bangga tampak kentara terlihat dari komandan resimen panzer SS Max Wünsche, yang menerima medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #548 atas dedikasinya yang luar biasa dalam pertempuran, apalagi yang menyematkannya adalah dedengkot SS semua, dengan dihadiri oleh panglima tertinggi SS Heinrich Himmler. Dari kiri ke kanan : SS-Oberführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), Reichsführer-SS Heinrich Himmler, dan "Meyer" yang lain, SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Foto diambil tanggal 11 Agustus 1944


SS-Brigadeführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dalam balutan seragam Oberst Heer! Apakah ini Photoshop? Apakah ini kembarannya? Apakah ini Alif Rafik Khan? Nope, ini benar-benar si "Panzermeyer"! Dia memang ditangkap oleh gerilyawan Belgia pada bulan September 1944 tidak dalam keadaan memakai seragam SS demi meminimalisir resiko disiksa (dan bahkan dibunuh) oleh penangkapnya! Versi sedikit berbeda dikemukakan oleh majalah "Then & Now": dia ditangkap saat memakai seragam SS-Oberführer dan dihajar habis-habisan sehingga kepala dan seragamnya dipenuhi oleh darah. Untunglah seorang letnan Amerika menyelamatkannya dari kemungkinan dieksekusi dan, saat Meyer dirawat di rumah sakit, mereka membersihkan luka-lukanya, membakar Soldbuch-nya, serta memakaikan seragam Oberst kepadanya. Dua minggu kemudian dalam kamp di Compiègne mereka mengenali identitasnya dan Meyer pun dibawa ke Inggris via Paris


Kurt Meyer berdiri sebagai terdakwa dalam sidang pengadilan di Aurich, Jerman, Desember 1945. Dia dikenai tuduhan atas 5 buah kejahatan perang yang dilakukan oleh anakbuahnya dalam Perang Dunia II. Pengadilan terhadap dirinya tercatat sebagai pengadilan kejahatan perang pertama yang digelar oleh Kanada


Kurt Meyer bersama dengan Colonel J.R. Stewart dalam pengawalan provost di Kanada tahun 1946. Dia didakwa hukuman mati atas pengeksekusian 18 orang tawanan prajurit Kanada di Normandia. Hukumannya kemudian ditangguhkan dan dia dikirim ke penjara Dorchester, Inggris. Dia meminta - dan kemudian ditolak - untuk mendapat perlakuan khusus selama disana. Alasannya, seperti yang dikemukakan oleh sipir Goad kepadanya: "Tak ada hukuman yang cukup untuk pelanggaran-pelanggaran yang terjadi disini."


 Istri dari Kurt Meyer, Käthe, bersama anak-anak mereka di tahun 1946. Keluarga Meyer dikaruniai lima orang anak: Irmtraud, Ursula, Kurt, Inge dan Gerhild. Satu-satunya anak lelaki, Kurt junior, kelak menulis buku tentang hubungannya dengan sang ayah tercinta berjudul "Geweint wird, wenn der Kopf ab ist". Panzermeyer sendiri mempunyai ayah (Otto Meyer) yang merupakan veteran dalam Perang Dunia Pertama dan terluka empat kali dalam pertempuran, yang dialami setiap sekali setahun! Dia merupakan salah satu dari sedikit prajurit veteran yang melintasi perbatasan Belgia tanggal 4 Agustus 1914 dan kemudian selamat sampai perang usai!


Kurt Meyer (duduk di kanan) tertawa bersama istri tercinta Käthe dan rekan-rekannya tak lama setelah dibebaskan dari penjara Inggris di Werl, Jerman, tanggal 16 September 1954. Dia lalu mendapat pekerjaan sebagai distributor penyulingan bir Andreas. Ironisnya, salah satu langganan setianya adalah mess tentara Kanada di Soest! Dia juga sangat aktif dalam organisasi veteran Waffen-SS HIAG (Hilfsgemeinschaft auf Gegenseitigkeit der Angehörigen der ehemaligen Waffen-SS), dan berusaha sungguh-sungguh dalam memperjuangkan pensiun bagi mantan rekan seperjuangannya di SS. BTW, pasangan Kurt dan Käthe dikaruniai lima anak: Irmtraud, Ursula, Kurt (junior), Inge dan Gerhild. Kurt junior kelak menuliskan buku tentang hubungan antara dia dan ayahnya yang berjudul "Geweint wird, wenn der Kopf ab ist" (Tangisan Adalah Ketika Kepala Tertunduk)


Bekas SS-Oberstgruppenführer Paul "Papa" Hausser" (kiri) dan SS-Brigadeführer Kurt Meyer berbincang-bincang dalam acara reuni mantan anggota SS yang berlangsung selama dua hari di Karlsburg, Jerman, bulan Juli 1957. Meyer, yang sebelumnya dipenjara oleh otoritas Kanada karena tuduhan sebagai penjahat perang, kemudian malah didekati oleh Kanselir Jerman Barat Konrad Adenauer yang mencari dukungan politik dari para mantan prajurit Jerman dalam Perang Dunia II


Para tokoh terkemuka Waffen-SS dalam sebuah acara reuni tahun 1959, dari kiri ke kanan: Kurt Meyer (komandan divisi termuda seantero Wehrmacht); Jochen Peiper (membawa anakbuahnya dalam penetrasi paling jauh pasukan Jerman dalam Pertempuran Ardennes); Otto Günsche (ajudan SS terakhir Adolf Hitler); dan Sepp Dietrich (salah satu dari hanya empat orang jenderal SS berpangkat Oberstgruppenführer)


Para tokoh terkemuka Waffen-SS dalam sebuah acara reuni tahun 1959, dari kiri ke kanan: Kurt Meyer (komandan divisi termuda seantero Wehrmacht); Jochen Peiper (membawa anakbuahnya dalam penetrasi paling jauh pasukan Jerman dalam Pertempuran Ardennes); dan Sepp Dietrich (salah satu dari hanya empat orang jenderal SS berpangkat Oberstgruppenführer)


Tempat peristirahatan terakhir dari "Panzermeyer" atau "Der Schnelle Meyer". Sang pahlawan SS meninggal dunia tanggal 23 Desember 1961 akibat serangan jantung di Hagen, Westphalia. Tanggal kematiannya bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-51! 15.000 manusia menyemut dalam upacara pemakamannya yang digelar di Stadtfriedhof Hagen!


NSDAP-Ausweis (kartu keanggotaan Partai Nazi) pribadi Kurt Meyer yang sekarang tersimpan di Imperial War Museum, Inggris. Kartu ini dapat juga berfungsi sebagai surat jalan di masa perang


Lukisan ini merupakan hasil karya dari SS-Oberscharführer Ernst Krause, yang menampilkan para peraih Ritterkreuz dari Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler. Seniman muda ini ikut serta dalam invasi ke Polandia, Prancis dan Yunani, dan kemudian mendapat penugasan untuk menjadi pelukis resmi SS. Karyanya yang paling menonjol adalah lukisan di atas, yang dihadiahkan kepada Hitler oleh LSSAH dan kemudian dipajang di ruang pameran utama Jerman di Münich tahun 1942. Konon kabarnya Hitler begitu terpesona oleh lukisan ini sehingga dia langsung menunjuk Krause sebagai perancang medali Front Timur (Ostmedaille). Tugas ini berhasil diselesaikannya dengan baik, dan Krause menjadi pelukis ternama selama Perang Dunia II. Lukisan ini sendiri hilang di tengah kekacauan perang


SS-Sturmbannführer Kurt Meyer sebagai cover majalah "Kölnischer Illustrierte Zeitung" edisi 30 Oktober 1941 (Nummer 44, 16. Jahrgang), yang memperlihatkan saat dia memimpin pasukannya dalam Pertempuran di Mariupol bulan Oktober 1941. Deskripsi gambarnya adalah sbb: "Straßenkampf in Mariupol: Das Gewehr in der Hand, geht Ritterkreuzträger Sturmbannführer Kurt Meyer, Kommandeur einer Aufklärungs-abteilung der Waffen-SS, mit seinen Männern vor" (Pertempuran jalanan di Mariupol. Dengan senapan di tangannya, peraih Ritterkreuz Sturmbannführer Kurt Meyer, Komandan Batalyon-Pengintai Waffen-SS, bersama dengan pasukannya). Foto ini begitu terkenal dan dijadikan sebagai model action figure. Miniatur skala 1/16 di atas dibuat oleh pematung Alfonso Gonzalo, sementara catnya dikerjakan oleh Sang-Eon Lee. Kepalanya dibuat dua buah yang masing-masing mengenakan dua jenis topi yang berbeda: knautschmütze serta einheitsmütze


Gambar Panzermeyer sebagai SS-Obersturmbannführer karya Marco dari Fallen Eagle Studio. Dalam buku "Blood and Honor" karya Craig W.H. Luther, dia digambarkan sebagai seorang perwira setinggi 178cm dengan mata biru menembus dan badan atletis. Sepp Dietrich menggambarkan Meyer sebagai seorang "prajurit yang berdedikasi. Contoh klasik dari gambaran perwira SS yang agresif dan keras, dia mendorong anakbuahnya serta dia sendiri ke ambang batas". Meyer adalah seorang pengendara sepeda motor yang berani, dan selama karirnya lebih mengutamakan sepeda motor untuk berkomunikasi dengan pasukan yang dipimpinnya, dari aksinya sebagai komandan kompi di Prancis tahun 1940, melalui Yunani, Rusia dan Normandia, dimana pada tahun 1944 dia telah menjadi jenderal komandan divisi panzer belia SS "Hitlerjugend". Dia secara rutin mengunjungi front terdepan menggunakan motornya, dan telah menderita patah tulang sebanyak 18 kali serta tabrakan empat kali... bukti tak tebantahkan atas kepribadiannya yang SUPER NEKAD!


LinkDua contoh seragam kamuflase yang biasa digunakan oleh prajurit Waffen-SS. Yang satu dikenakan oleh Brigadeführer Kurt 'Panzermeyer' Meyer, satunya lagi oleh Brigadeführer Heinz Harmel. Yang di tengah sih (Fritz Witt) memakai pakaian standar perwira SS


Boneka/model/miniatur/action figure (terserah anda mau menyebutnya apa!) dari Kurt Meyer


Wallpaper Kurt Meyer, bagi yang ingin memasangnya di desktop komputer!


No comments: