Tuesday, August 12, 2014

Foto Julius Schaub

 
SS-Obergruppenführer Julius Schaub (20 Agustus 1898 - 27 Desember 1967) adalah ajudan Adolf Hitler yang kemudian naik pangkat menjadi Kepala Ajudan menggantikan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner tahun 1940. Dia sudah "nempel" dengan Führer-nya dari tahun 1920 saat bergabung dengan NSDAP dan dtugaskan sebagai Leibwächter (bodyguard) Hitler. Sebagai seorang ajudan dari zaman susah, Schaub sangat dihargai oleh tuannya meskipun seringkali saat dia melucu hanya dia sendiri yang tertawa sementara Hitler hanya manggut-manggut saja! Schaub juga gemar nenggak miras di malam hari bersama dengan teman-temannya. Dia akan menjadi orang yang pertama bangun pukul delapan pagi, ngomel-ngomel sambil ngeluh kenapa yang lainnya masih tidur, lalu pergi ke kasurnya untuk melanjutkan tidur lagi!

Untuk biografi singkat Julius Schaub bisa dilihat DISINI


 Para anggota NSDAP di masa-masa awal terbentuknya di acara Deutscher Tag yang diselenggarakan di Coburg tanggal 14-15 Oktober 1922. Pada saat itu mereka dikenal sebagai "Penjaga Gerakan Hitler". Perhatikan bahwa mereka memasang pin NSDAP bahkan di masa seawal ini! Berbaring dari kiri ke kanan: x, x, x, anjing punya Hitler, dan Ulrich Graf (kumis segede tokai). Jongkok: x, x, x, x, Felix Alfarth (memakai swastika kecil di topi), dan Johann Rickmers. Berdiri baris depan: x, x, x, Alfred Rosenberg (memakai mantel berwarna terang), x, x, x, Julius Schaub (no.3), x, Hermann Esser (tinggi besar), Anton Hechenbeger, x, x, x, Gottfried Feder (berkumis), dan x. Berdiri baris belakang: Oskar Körner (berkumis, nantinya terbunuh dalam Münich Putsch tanggal 11 September 1923), x, x, Otto Dietrich (memegang bendera), Friedrich Weber (memakai kacamata), x, x, Friedrich Alpers (di atas bahu kiri Schaub), x, x, x, x, x, x, x, x, x, x, dan x

 
 
Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann tahun 1925 dan menunjukkan Hitler bersama dengan empat orang anggota SS pertama (waktu itu masih bernama Stoßtrupp Hitler). Dari kiri ke kanan: Julius Schaub, Julius Schreck, Adolf Hitler, Gerhard Maurer, dan Gerhard Schneider (perhatikan bahwa dua orang di kiri bernama awal Julius sementara di kanan bernama Gerhard!). Bila diperhatikan lebih teliti lagi, terdapat satu orang tambahan yang berdiri di tengah yang dihapus dari foto! Foto yang telah diedit ini telah beredar dari awal Nazi naik ke tampuk kekuasaan, lengkap dengan tandatangan lima orang yang nongtot di dalamnya (tandatangan Hitler adalah versi awal yang sedikit lebih ribet daripada versi kemudian). Yang jadi pertanyaan: siapakah dia dan kenapa dihapus? Sejarawan SS Andrew Mollo mengklaim bahwa yang dihapus tersebut adalah Emil Maurice, perwira SS supir Hitler yang pada tahun 1930-an sempat di blacklist dari SS karena ketahuan punya keturunan Yahudi dan sempat dekat dengan Geli Raubal (cewek yang diincar Hitler!). Tapi kemudian namanya dibersihkan kembali dan mengakhiri perang dengan pangkat SS-Brigadeführer


 Pertemuan para anggota SS dengan Führer mereka di masa awal pembentukannya. Foto yang diambil oleh Heinrich Hoffmann ini kemungkinan besar diambil akhir tahun 1920-an atau awal tahun 1930-an, yang jelas sebelum Nazi berkuasa. Pertama kali dipublikasikan tahun 1934 sebagai salah satu dari 225 set foto "Zigaretten Karte" yang dikeluarkan oleh pabrik rokok “Reemtsma Zigareeten”, caption aslinya berbunyi "Auf einer der Tagung in Kampfzeit. Ein Fuhrer Redner spricht der macht kurze Notizen" (Dalam sebuah pertemuan di masa perjuangan. Saat pembicara sedang berpidato, sang Pemimpin menulis catatan). Baris depan dari kiri ke kanan: Rudolf Hess (mengenakan kerah dengan insignia ajudan "Wolfangel" awal), Bernhard Rust, Adolf Hitler, Walther Darré, Wolf Heinrich Graf von Helldorf, dan Hanns Kerrl. Baris belakang: Julius Schreck, Julius Schaub (mengenakan jas sipil), Hans Krebs (mengenakan kacamata), dan Emil Maurice. Lalu kemana perginya tokoh SS paling dominan Heinrich Himmler? Kemungkinan sedang pidato atau bisa juga kebelet berak di WC terminal! BTW, di meja tersimpan sebuah topi kepi SS model awal dengan lencana metal di pinggirnya


SS-Anwärter Julius Schaub dengan istri barunya Wilhelmina "Wilna" Giersingen (12 Desember 1906 - 1967) tak lama setelah mereka menikah di St. Matthäus Kirche (Gereja St. Matthew) di Münich tanggal 5 Mei 1931. Sebagai saksinya adalah Adolf Hitler dan Franz Xaver Schwarz. Wilna merupakan istri kedua Schaub, dan pasangan ini dikaruniai dua orang anak: Wolfgang (1932-1937) serta Wieland Schaub (1942-1951)


 Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Meskipun Horst Wessel pada kenyataannya mati tanggal 23 Februari 1930, tapi "Todestagssammlung" alias haul-nya selalu diselenggarakan tanggal 22 Januari dengan acara utama ziarah kubur sang "Martir" Nazi. Tahun 1933 adalah untuk pertama kalinya Hitler menghadiri acara peringatan tersebut, karena tahun-tahun sebelumnya ancaman pembunuhan dari kaum komunis dan pembenci Nazi begitu nyata sehingga dia disarankan oleh pengikutnya untuk mewakilkan kehadirannya ke Goebbels, Gauleiter Berlin. Seperti biasa, identifikasi beibeh: (1) SA-Oberführer Dr. rer.pol. Achim von Arnim (Professor für Wehrwissenschaft an der Technischen Hochschule in Berlin-Charlottenburg), (2) Ernst Röhm (Stabschef der SA), (3) SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), (4) Führer Adolf Hitler, (5) SS-Sturmführer Julius Schaub (Führer z.b.V. Reichsführer-SS), (6) Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), (7) Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS), (8) SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), dan (9) Adolf Hühnlein (Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung)


 Hitler bersama dengan para pengiringnya di bandara Ainring, Berchtesgaden, tahun 1934. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Oberführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), tidak dikenal, SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), dan tidak dikenal


 Adolf Hitler meninjau renovasi Braunes Haus (Rumah Coklat/Brown House, markas besar Partai Nazi yang terletak di Münich) tanggal 30 Agustus 1934. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Johann "Hans" Rattenhuber (Kommandeur RSD, Reichssicherheitsdienst), perwira SS tidak dikenal, SS-Oberführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Hauptsturmführer Günter d'Alquen (Führer z.b.V. beim Stab Reichsführer-SS), dan Baldur von Schirach (Reichsjugendführer) yang memakai lederhose


Adolf Hitler memberi hormat Nazi dalam acara raksasa Hitlerjugend. Di belakangnya, dari kiri ke kanan: Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), dan Baldur von Schirach (Reichsjugendführer)


 Foto ini diambil di Berlin-Gatow dalam acara peresmian Luftkriegs-Akademie (Einweihungsfeier der Luftkriegsakademie) pada tanggal 1 November 1935 dan memperlihatkan para petinggi Wehrmacht bersama dengan Führer-nya. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Wilhelm Adam (Kommandeur Wehrmachtakademie), Admiral Erich Raeder (sedikit tertutup, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Charakter als General der Flieger Otto von Stülpnagel (Kommandeur Luftkriegs-Akademie); Oberst Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1 di Berlin), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht)

 
 
Foto bertandatangan Hitler ini diambil tanggal 9 Desember 1935 dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Wilhelm Grimm (Reichsleiter und Vorsitzender II.Kammer Oberstes Parteigericht), Reichsleiter Franz Xaver Schwarz (tanda panah, Reichsschatzmeister), SS-Gruppenführer Philipp Bouhler (tertutup oleh Schwarz, Chef Führerkanzlei), Reichsleiter Alfred Rosenberg (Leiter des aussenpolitischen Amtes der NSDAP), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Hauptsturmführer Bruno Gesche (di belakang Brückner, Chef Begleitkommando des Führers), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”)


 Adolf Hitler tiba dalam upacara pembukaan Olympische Winterspiele (Olimpiade Musim Dingin) yang ke-4 yang diselenggarakan di Olympia-Skistadion/Garmisch-Partenkirchen (Jerman) tanggal 6 Februari 1936. Dari kiri ke kanan: Tidak dikenal, SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), Karl Fiehler (Reichsleiter der NSDAP für Kommunalpolitik), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), dan tidak dikenal. Foto oleh Willy Rehor. Hitler memanfaatkan acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin untuk kepentingan propaganda dengan memperkenalkan Jerman sebagai negara yang cinta damai dan bersahabat di hadapan ke-28 negara partisipan. Sebelumnya semua plakat dan tulisan yang bernada rasis serta xenofobia dihilangkan secara cermat dari sudut-sudut kota Garmisch-Partenkirchen!

 
Adolf Hitler bersama dengan Spyridon "Spyros" Louis (12 Januari 1873 - 26 Maret 1940) di Olympiastadion dalam acara pembukaan Olimpiade Berlin tanggal 1 Agustus 1936. Louis adalah seorang pembawa air yang menjadi pemenang lomba lari Marathon dalam Olimpiade modern pertama yang diselenggarakan di Yunani tahun 1896. Dia adalah tamu kehormatan dalam Olimpiade Berlin dan menjadi pembawa bendera tim Yunani dalam upacara pembukaan. Dalam foto di atas, Hitler memberikan sebuah ranting daun zaitun yang diambil dari Olympia, tempat lahirnya pertandingan Olimpiade, sebagai simbol perdamaian. Acara ini sekaligus pula merupakan penampilan terakhir Louis di muka publik. Pada tahun 1940 dia meninggal dunia beberapa bulan sebelum Italia menginvasi Yunani. BTW, paling kiri adalah Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), sementara paling kanan adalah SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers)


Rudolf Hess berjalan menuruni tangga di belakang Hitler dalam kunjungan resmi ke lapangan tempat balon udara Zeppelin berada, 1937. Terlihat pula Reichsleiter Martin Bormann, panglima RAD Konstantin Hierl dan SS-Obergruppenführer Julius Schaub


 
Adolf Hitler dalam acara pertemuan dengan para petinggi Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) di Wilhelmshaven, medio 1935-1937. Identifikasi foto atas: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”) berdiri membelakangi kamera; SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler) memakai jaket kulit di belakang Hitler; SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler) memakai teropong di belakang Schaub; SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) di belakang pundak Hitler; dan Kapitän zur See Otto von Schrader (Kommandeur der Befestigung Wilhelmshaven). Identifikasi foto bawah: SS-Hauptsturmführer Prof. Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt) memakai jaket kulit di belakang Hitler; Schaub di belakang Hitler; SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (persönliche Kamerdiener von Hitler) kelihatan kepalanya doang di tengah; Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Wehrmacht) ketiga dari kanan; dan SS-Gruppenführer Werner Lorenz (Chef Volksdeutsche Mittelstelle) kedua dari kanan


 Resepsi penganugerahan pertama dari penghargaan Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (The German National Prize for Arts and Science) untuk Reichsleiter Alfred Rosenberg (Beauftragten des Führers für die Überwachung der gesamten geistigen und weltanschaulichen Schulung und Erziehung der NSDAP) yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari 1938 di Reichskanzlei di Berlin (pemberitahuannya sendiri telah diumumkan dari tanggal 7 September 1937). Dalam foto ini Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) tampak sedang memperlihatkan Urkunde (sertifikat) penghargaan kepada Rosenberg (kiri), sementara di sebelah kanan Hitler berdiri Gerdy Troost (janda arsitek Paul Troost), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers). Selain Rosenberg, terdapat empat penerima lain yang mendapatkan penghargaan di hari yang sama: Paul Troost (secara anumerta), Wilhelm Filchner, August Bier dan Ferdinand Sauerbruch (dua yang terakhir dibagi satu sama lain). Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft sendiri diciptakan oleh Hitler pada tahun 1937 sebagai pengganti Hadiah Nobel (dia telah melarang warga negara Jerman untuk menerima hadiah tersebut dari tahun 1936 setelah penulis Jerman yang anti-Nazi, Carl von Ossietzky, mendapatkan Nobel Perdamaian pada tahun 1935). Total penerima penghargaan ini dari tahun 1937 s/d 1939 hanya berjumlah sembilan orang sehingga menjadikannya sebagai salah satu penghargaan terlangka di era Third Reich, lebih langka dari Deutscher Orden (German Order)!


Foto ini diambil di Frankfurt am Main pada tanggal 31 Maret 1938 dan memperlihatkan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) bersama dengan para petinggi Nazi. Mengikuti di belakangnya, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (kelihatan sebagian, Chef der Ordnungspolizei), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der deutschen Polizei), Gauleiter Jakob Sprenger (Gauleiter im Gau Hessen-Nassau), Karl Linder (stellvertretenden Gauleiter im Gau Hessen-Nassau), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), dan Oberbürgermeister Friedrich "Fritz" Krebs (Oberbürgermeister der Stadt Frankfurt am Main). Di hari itu, sang Führer berpidato di Kaisersaal im Römer serta Festhalle, dan malamnya menginap di Hotel Europaïscher Hof




 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) setelah kedatangannya di ibukota Austria Wina selama berlangsungnya sumpah setia para anggota NSKK baru dari Austria di depan Rathaus Wien tahun 1938, tak lama setelah Anschluss (penyatuan) dengan Jerman. Foto oleh Scherl. Kita ambil identifikasinya di foto bawah, dari kiri ke kanan: Perwira NSKK tak dikenal, Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler, Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Josef Bürckel (Reichskommissar Gauleiter), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Dr. Ing. Hermann Neubacher (Bürgermeister Wien), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Hauptamt Ordnungspolizei), serta SA-Gruppenführer Hermann Schäfer (Leiter der Reichsautozug, RAZ)


 Upacara perayaan "Anschluss" Austria ke dalam Jerman Reich dan dibukanya "Grossdeutscher Reichstag" yang diselenggarakan tanggal 9 April 1938 di aula kota Wina. Bürgermeister der Stadt Wien (Walikota Wina) Dr.-Ing.Hermann Neubacher (tengah, membelakangi kamera) memberi sambutan kepada Adolf Hitler sambil dikelilingi oleh para pejabat tinggi Nazi. Dari kiri ke kanan: 1.Reichsminister Joseph Goebbels, 2.Reichsstatthalter Arthur Seyss-Inquart (belakang Goebbels), 3.Stellvertreter des Führers Rudolf Hess, 4.Gauleiter Josef Bürckel; 5.General der Infanterie Wilhelm List, 6.SA-Brigadeführer Thomas Kozich, 7.SS-Brigadeführer Hans Blaschke, 8.?, 9.?, 10.Reichssendeleiter Eugen Hadamowsky, 11.?, 12.Prinz August Wilhelm von Preußen, 13.SS-Gruppenführer Julius Schaub, Hitler, 14.SS-Obergruppenführer Richard Walther Darré, 15.SS-Gruppenführer Karl Wolff, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, 16.SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner, 17.SA-Obergruppenführer Wolf Heinrich Graf von Helldorf, 18.Neubacher (membelakangi kamera), 19.SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers, 20.jenderal Heer yang tidak diketahui namanya, 21.Generalleutnant (Luftwaffe) Alexander Löhr, 22.SS-Gruppenführer Wilhelm Keppler , 23.?, 24.? dan 25.? Sebagai tambahan, kepala SS-Standartenführer Dipl.-Ing. Odilo Globocnik nongol antara Von Helldorf dan Neubacher


 Adolf Hitler bersama dengan para dedengkot Nazi dengan serius mendengarkan hasil pemilihan "Grossdeutscher Reichstag" tanggal 10 April 1938. Duduk baris pertama dari kiri ke kanan: Reichsminister Dr.jur. Wilhelm Frick, NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein, NSFK-Gruppenführer Hermann Esser, SS-Obergruppenführer Dr. Philipp Bouhler, Reichsminister Joseph Goebbels, dan Führer Adolf Hitler. Duduk baris kedua dari kiri ke kanan: Hauptmann Gerhard Engel, SS-Gruppenführer Karl Wolff, Major Rudolf Schmundt (tertutupi oleh Wolff), SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop, Generalmajor Luftwaffe Karl Bodenschatz (memakai pakaian sipil), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub. Berdiri dari kiri ke kanan: Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten, Reichspressechef Dr.rer.pol. Otto Dietrich, Hauptmann Nikolaus von Below, SA-Brigadeführer tak dikenal, dan SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt. Duduk di belakang Bodenschatz adalah SS-Obersturmführer Reinhard Spitzy. Foto oleh Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann dan dipublikasikan oleh "Berliner Morgenpost" edisi 20 April 1939


 Para petinggi Nazi dalam acara Reichsparteitag bulan September 1938 di dalam gedung Luitpoldhalle (Nürnberg). Depan dari kiri ke kanan: Reichsminister Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter des Einheitsverbands Deutsche Arbeitsfront), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen Polizei), SA-Stabschef Viktor Lutze, Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Gauleiter Julius Streicher (Gauleiter Franken). Di belakang kita bisa melihat para ajudan Hitler: NSKK-Brigadeführer Albert Bormann (antara Lutze dan Hess), Major Rudolf Schmundt (tertutup oleh Hess), NSKK-Brigadeführer Fritz Wiedemann (tertutup oleh Hitler), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (antara Hitler dan Streicher)


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menginspeksi barisan kehormatan Leibstandarte SS Adolf Hitler dalam acara Reichstagssitzung (Sesi Reichstag) yang diadakan di Tiergarten (Berlin) tanggal 20 Februari 1938. Mengiringi di sebelah kirinya adalah komandan LSSAH, SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich, sementara di belakang mereka dari kiri ke kanan: perwira SS tak dikenal, SS-Untersturmführer Karl Krause (Ordonnanzoffizier in der SS-Begleitkommando des Führers), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), NSKK-Brigadeführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I und Leiter der Privatkanzlei des Führers in Führerkanzlei), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Major Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan SS-Hauptsturmführer Theodor "Teddy" Wisch (Chef 1.Kompanie/LSSAH)


Acara konferensi pers di Führerbau selama berlangsungnya peristiwa "Kristallnacht" tanggal 10 November 1938. Kalau gambar orang-orang ini terlalu kecil sehingga membuat mata anda tetelo, coba klik gambarnya sehingga ngebelegedeg dan perhatikan! SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers) berdiri di bawah lampu dinding di tengah, si pirang dalam seragam hitam Allgemeine-SS yang berendengan dengan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Disini kita juga bisa melihat SS-Gruppenführer Julius Schaub (sebelah kiri Brückner memagai seragam hitam Allgemeine-SS, Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (sebelah kiri Wünsche, Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (keempat dari kanan, Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (kedua dar kanan, Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsminister Rudolf Hess (kanan, Stellvertreter des Führers). Foto oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler)


SS-Gruppenführer Julius Schaub - ajudan pribadi Hitler dengan jabatan resmi "Persönlicher Adjutant des Führers" - mengenakan pakaian 'SS Grosser Gesellschaftanzug' dalam sebuah acara malam resepsi Partai Nazi yang diselenggarakan di gedung Führerbau, Münich, pada tanggal 25 Februari 1939. Tuxedo (atau pakaian formal petinggi SS untuk acara resmi) yang dia kenakan terdiri dari sebuah jaket hitam pendek dengan kerah besar berwarna hitam yang terbuat dari bahan sutera. Kancingnya mempunyai desain khusus yang dilengkapi dengan runik SS di bagian depan. Insignia-insignia yang tampak dalam foto ini diantaranya adalah: lencana dada khusus berlambang tengkorak, armband Swastika, Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP, tanda pangkat di kerah yang terbuat dari jalinan benang alumunium perak, tambang perak perwira SS, rompi linen hitam dengan kerah lebar dan tiga atau empat kancing perak, kemeja dalam putih dengan kerah bersayap dan dasi kupu-kupu, serta celana kain panjang bergaris alumunium putih di pinggir yang dipadukan dengan sepatu hitam. Sebagai tambahan penggunaan di luar ruangan, tersedia pula jubah hitam panjang dengan penjepit metal berwarna putih yang disertai rantai kecil. Jubah ini dilengkapi dengan bordiran Elang SS selebar 17,5 mm di bagian kiri. Foto diambil oleh Hugo Jaeger


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan: enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)


 Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Duduk di depan dari kiri ke kanan: General der Infanterie a.D. Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (veteran Perang Dunia I), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Befehlshaber Wehrkreis IX), SA-Obergruppenführer Willy Marschler (Ministerpräsident Thüringen), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Duduk di baris belakang: SS-Brigadeführer und General der Waffen-SS Franz Breithaupt (SS Standortführer in SS-Hauptamt), SS-Oberführer tak dikenal, SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Ludwig Bahls (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), veteran Perang Dunia I tak dikenal, SA-Obergruppenführer Adolf Heinz Beckerle (Führer SA-Gruppe Hessen), dan SS-Gruppenführer Walter Schmitt (Chef SS-Personalkanzlei in SS-Hauptamt)


Adolf Hitler saat baru tiba dalam upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Yang menjadi supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara dua orang perwira di kanan adalah ajudan Hitler dari Heer dan SS: Hauptmann Gerhard Engel dan SS-Gruppenführer Julius Schaub



Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandeur Legion Condor) di podium kehormatan, sementara di belakang Richthofen satu demi satu para komandan terdahulu Legion Condor menaiki tangga untuk bersalaman dengan sang Führer. Dari bawah ke atas: Oberst Walter Warlimont (penasihat militer Jerman untuk Francisco Franco tahun 1936 sebelum Legion Condor dibentuk), General der Flieger Hellmuth Volkmann (Komandan kedua Legion Condor, periode 1 November 1937 - 31 Oktober 1938), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Komandan pertama Legion Condor, periode 6 November 1936 - 31 Oktober 1937). Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), perwira militer Spanyol tak dikenal, ajudan Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), serta SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941). Tulisan tangannya adalah asli milik Richthofen sendiri!


SS-Obersturmführer Max Wünsche sebagai ajudan Adolf Hitler dalam pembukaan acara Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) di Münich tanggal 14 Juli 1939. Di paling kiri adalah ajudan Hitler lainnya SS-Gruppenführer Julius Schaub, sementara di belakangnya (memakai seragam Gauleiter) adalah Adolf Wagner, Gauleiter München-Oberbayern dari tahun 1929 sampai dengan kematiannya di tahun 1944. Foto diambil oleh fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger. Identifikasi baris medali yang dikenakan oleh Schaub, dari kiri ke kanan: Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern, Deutsche Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse, Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938, Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938 mit Spange mit Prager Burg, Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes, serta Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes II.Klasse


 Orang-orang terdekat Hitler berkumpul di teras Berghof sambil ngadu huntu dan kompak mengenakan seragam putih musim panas. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler); Dr. Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion); dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Brandt dan Schaub sama-sama mengenakan seragam putih versi SS (Weißer Dienstrock für SS-Führer)


 Para staff Adolf Hitler sedang bergosip ria membicarakan capres Jokowi-Prabowo dengan ditemani oleh botol cukrik cap "Langsung Modar", dari kiri ke kanan: Christa Schroeder (Sekretärin Adolf Hitler), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Gerda "Dara" Christian née Daranowski (Sekretärin Adolf Hitler), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Perhatikan bahwa dalam foto ini Brückner memakai lambang Reichsadler Heer, sama seperti yang dipakai oleh Hitler. Hal ini bukanlah hal yang tidak biasa, dan umumnya dipakai oleh staff pribadi Hitler yang berasal dari SA (Sturmabteilung). Contoh lain dari pemakaian Reichsadler serupa ini bisa dilihat dari seragam yang dikenakan oleh SA-Hauptsturmführer Sergej Fröhlich, SA-Obergruppenführer Hans Oberlindober, dan juga SA-Obersturmfährer Vater yang merupakan kepala staff dapur dan pelayan Führer. Seragam serupa ini HANYA dipakai setelah Perang Dunia II pecah dan tidak sebelumnya


 Adolf Hitler saat baru tiba di lapangan udara Berlin-Tempelhof dengan latar belakang pesawat angkut pribadinya yang baru tanggal 6 Juli 1939. Di sebelah kiri (menghadap ke belakang) adalah pilot pribadinya (Flugkapitän) SS-Gruppenführer Hans Baur, sementara yang sedang ngobrol dengan Hitler memakai topi putih adalah ajudan dari Luftwaffe Hauptmann Nicolaus von Below. Selain itu, yang tersenyum di belakang Hitler dengan memakai seragam hitam Allgemeine-SS M32 adalah ajudannya yang lain, SS-Gruppenführer Julius Schaub. Perwira Luftwaffe yang memakai kacamata di belakang adalah Oberst Victor Carganico (Kommandant des Flughafens Berlin-Tempelhof), ayah dari Horst Carganico yang nantinya menjadi jagoan udara Luftwaffe ternama. Foto oleh Walter Frentz (fotografer pribadi Hitler). Pesawat yang digunakan Hitler untuk runtang-runtung dinamai "Grenzmark", sebuah pesawat dari jenis Focke-Wulf 200A-0 (S-8 ) "Condor", werknummer 3098 dengan nomor registrasi D-ACVH. Pesawat ini mulai digunakan untuk tugas-tugas kenegaraan dari tanggal 30 Juni 1939. Di musim gugur tahun yang sama, setelah perang pecah antara Jerman dan Inggris-Prancis, nomor registrasinya dirubah menjadi WL-ACVH selama beberapa minggu untuk kemudian diganti lagi menjadi AC+VH (Balkenkreuz ditambahkan di antara huruf). Pesawat ini ikut digunakan sebagai alat angkut pasukan dalam invasi Jerman ke Norwegia bulan April 1940 dengan menggunakan nomor registrasi NK+NM. Riwayatnya berakhir saat hancur dalam pendaratan darurat di Orel (Rusia) tanggal 23 Desember 1941



Pada tanggal 1 September 1939 pukul 10:00 pagi, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berbicara di hadapan para deputi Reichstag Jerman dan mengumumkan bahwa saat ini Jerman dalam keadaan berperang dengan Polandia. Pengumuman tersebut disambut dengan gegap gempita, tepuk tangan panjang dan teriakan "Heil Hitler" yang membahana diselingi oleh salam Nazi. Untuk identifikasi foto bawah: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Reichstagspräsident) duduk di atas Hitler dalam fungsinya sebagai pimpinan Reichstag; di kiri Hitler berdiri SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), sementara di kanannya adalah SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); di baris depan di sebelah kiri adalah Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen) dan SS-Obergruppenführer Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), sementara di belakang mereka adalah Reichsminister Walter Funk (Reichswirtschaftsminister) dan Reichsminister Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister für Finanz). Isi lengkap pidato Hitler bisa dilihat DISINI


 22 September 1939 di Wyszków/Vyshkava (Polandia): Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memeriksa panji 8 Pułk Strzelców Konnych (Resimen Senapan Berkuda ke-8) yang berhasil dirampas dalam pertempuran tanggal 12 September 1939 sebelumnya oleh seorang Leutnant Kavaleri Wehrmacht (kanan). Pada saat perang pecah pada tanggal 1 September 1939, resimen Polandia tersebut dipimpin oleh Kolonel Jerzy Jan Jastrzębski dan bertempur melawan pasukan Jerman di wilayah Mokotów yang berada di pinggiran Warsawa. Berdiri berhadapan dengan Hitler, dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando) yang tertutup mukanya tapi terlihat jelas tulisan "Führer-Hauptquartier" di pita lengannya; SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) yang memakai tanda pangkat kerah SS model pertama; SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) yang cuma kelihatan kepalanya doang; dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei) yang memalingkan muka karena mencium bau kentut dari arah Hitler. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ein Leutnant erbeutete das Feldzeichen des polnischen 8. Schützen-Regiments zu Pferde" (Letnan ini telah merebut lambang Resimen Senapan ke-8 Polandia di atas kudanya). Foto-foto Schaub lainnya selama menemani Hitler dalam kunjungan ke Polandia bisa dilihat DISINI



SS-Obersturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") dalam sebuah pesta bersama dengan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Wünsche tampak santai dengan segelas bir di tangannya, sementara di dada Schaub kita bisa melihat pita Blutorden tersemat di kancing sakunya


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato di hadapan para "Alte Kämpfer" (Pejuang Tua) dalam Peringatan Münich Putsch yang diselenggarakan di Bürgerbräukeller tanggal 8 November 1939. Tanpa disadari oleh semua pihak yang hadir, sebuah bom telah ditanam oleh Georg Elser di podium tempat Hitler berpidato. Banyak dari pentolan NSDAP-Reichsleitung ini dipastikan tewas atau terluka kalau saja Hitler tidak secara tiba-tiba menghentikan pidatonya lebih cepat dari biasanya dan kemudian meninggalkan lokasi acara! Untuk identifikasinya, dari kiri ke kanan: Alfred Rosenberg (kiri bawah memegang mulut), Joseph Goebbels, Wilhelm Grimm (memakai seragam Heer diatas Goebbels), Dr. Wilhelm Frick, Max Amann (paling bawah kelihatan kepalanya doang), Karl Fiehler, Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Adolf Hühnlein, Hermann Kriebel, Dr. Fritz Todt, Franz Ritter von Epp, Rudolf Hess, Julius Schaub, Adolf Wagner, Martin Bormann, Wilhelm von Grolmann, Wilhelm Brückner, Heinrich Himmler, Ulrich Graf, Christian Weber, Heinrich Hoffmann, Rudolf Schmundt, Karl Wolff, Hans Pfeiffer, dan Max Wünsche


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melihat melalui teropong saat prajurit-prajurit Jerman dari 3. Infanterie-Division menyeberangi Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm, 4 September 1939. Di belakangnya tampak memperhatikan SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef Sicherheitsdienst), diikuti oleh SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) lebih ke belakangnya lagi. Ini adalah hari pertama tur Hitler di Polandia, dan di hari itu sang Führer mempunyai jadwal sebagai berikut: pukul 09.30 pagi berada di Komierowo (Pos Komando 4. Armee), lalu dilanjutkan ke Prusziz (Pos Komando II. Armeekorps), dan diakhiri ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Unter den Augen des Führers gehen unsere Divisionen über die Weichsel" (Di bawah tatapan mata Führer, divisi kita menyeberangi sungai Vistula)


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Walter Lichel (Kommandeur 3. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee). Divisi Lichel berada di bawah komando IIAK pimpinan Strauß, sementara IIAK sendiri berada di bawah komando 4. Armee pimpinan Kluge. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "und Generalmajor Lichel schildert den Verlauf den Kämpfe" (dan Mayor-Jenderal Lichel menerangkan tentang pertempuran yang telah terjadi)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyempatkan diri untuk menyapa etnis Jerman di perantauan (Volksdeutsche) dalam perjalanannya melintasi Tucheler Heide (wilayah diantara Tuchel dan Graudenz), Polandia, 6 September 1939. Untuk identifikasi foto bawah: Perwira di belakang Hitler yang cemong wajahnya akibat asap dan debu perjalanan adalah SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), sementara yang berdiri di tengah adalah SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Kommandeur Reichssicherheitsdienst). Perwira Luftwaffe yang tersenyum lepas di kanan Rattenhuber adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler disambut dengan gegap gempita oleh prajurit-prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke wilayah operasional 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (yang berbadan besar di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), perwira tak dikenal dari 10. Armee, dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh Gauleiter Danzig, Albert Forster (kedua dari kanan) saat mengadakan kunjungan ke Freie Stadt Danzig/Wolne Miasto Gdańsk (Kota Bebas Danzig) pada tanggal 19 September 1939. Di belakang Hitler berdiri SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Tulisan "Danzig grüßt seinen Führer" mempunyai arti "Danzig menyambut pemimpinnya", sementara mobil yang dipakai Hitler di kanan adalah mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam


 22 September 1939: Adolf Hitler dalam acara inspeksi Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Foto ini memperlihatkan bagian gerbong artileri pertama dengan meriam wz.02/26 kaliber 75mm tampak menyembul di bagian turetnya. Para peninjau, dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier) Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjabat tangan dengan Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps) saat melakukan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia), 22 September 1939. Tertutup oleh Hitler adalah General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), sementara di belakangnya lagi adalah SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Jenderal yang berdiri di tengah sambil membawa peta adalah Generalleutnant Max Bock (Kommandeur 11. Infanterie-Division), dan yang berdiri paling dekat dengan kamera di sebelah kanan adalah SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt)


 22 September 1939 di Wyszków/Vyshkava (Polandia): Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memeriksa panji 8 Pułk Strzelców Konnych (Resimen Senapan Berkuda ke-8) yang berhasil dirampas dalam pertempuran tanggal 12 September 1939 sebelumnya oleh seorang Leutnant Kavaleri Wehrmacht (kanan). Pada saat perang pecah pada tanggal 1 September 1939, resimen Polandia tersebut dipimpin oleh Kolonel Jerzy Jan Jastrzębski dan bertempur melawan pasukan Jerman di wilayah Mokotów yang berada di pinggiran Warsawa. Berdiri berhadapan dengan Hitler, dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando) yang tertutup mukanya tapi terlihat jelas tulisan "Führer-Hauptquartier" di pita lengannya; SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) yang memakai tanda pangkat kerah SS model pertama; SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) yang cuma kelihatan kepalanya doang; dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei) yang memalingkan muka karena mencium bau kentut dari arah Hitler. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ein Leutnant erbeutete das Feldzeichen des polnischen 8. Schützen-Regiments zu Pferde" (Letnan ini telah merebut lambang Resimen Senapan ke-8 Polandia di atas kudanya)


5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di sebelah kanan menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Pałac Belwederski adalah bangunan bersejarah yang dibangun dari tahun 1660 dan kemudian mengalami banyak renovasi selama keberadaannya. Pada masa pendudukan Jerman, gedung tersebut direnovasi kembali sebelum ditempati oleh Gubernur Generalgouvernement Warsawa, Ludwig Fischer. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4)


 5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di latar belakang menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan Prof.Dr.-med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt)


Atas nama der Führer Adolf Hitler, SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler) menganugerahkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada Oberfeldwebel Josef Portsteffen (Stoßtruppführer 1.Kompanie / Pionier-Bataillon 51 [motorisiert] / X.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe B). Berdiri memperhatikan di belakang adalah, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler) dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff (Verbindungsoffizier zischen dem Reichsführer SS und dem Führerhauptquartier). Sesaat setelah pasukan Fallschirmjäger dari Sturmabteilung Koch menyerbu dari udara dan merebut benteng pertahanan Belgia di Eben-Emael, pasukan darat pertama Wehrmacht dari Pionier-Bataillon 51 tiba di lokasi. Portsteffen adalah yang pertama menyeberangi Kanal Albert dengan menggunakan perahu karet di tengah gencarnya hujan tembakan musuh. Selama beberapa jam selanjutnya, terjadi pertempuran sengit demi memperebutkan penguasaan atas benteng strategis tersebut beserta wilayah di sekitarnya. Sebagai penghargaan atas keberaniannya, Portsteffen diganjar dengan Ritterkreuz dalam sebuah upacara yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Felsennest (Bad Münstereifel/Jerman) pada tanggal 21 Mei 1940. Dia tercatat sebagai bintara Wehrmacht pertama yang mendapatkan medali super bergengsi tersebut!

 
Adolf Hitler bersama para staffnya berfoto bersama di Hauptquartier "Wolffschanze" bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan, baris pertama: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda); Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); Führer Adolf Hitler; Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamtes); SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers); Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris kedua : Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (tertutup topi Keitel, Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenshatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe); Heinz Lorenz (sedikit terhalang oleh Bodenshatz, deutscher Pressesekretär im Führerhauptquartier); SS-Oberführer Walther Hewel (di atas kepala Hitler, Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler); orang dengan kacamata tidak diketahui identitasnya; Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); SS-Gruppenführer Julius Schaub (di atas kepala Jodl, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler); SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS); Prof.Dr.med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt); dan SS-Obersturmführer Hans-Georg Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanz-Offizier)



 Berlin: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberi ucapan selamat pada Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) yang berulang tahun ke-60 pada tanggal 3 Desember 1940. Di belakang Hitler berdiri, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Hansgeorg Schulze (Ordonanz-Offizier des Führers Adolf Hitler), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Engel tidak lupa membawa serta kotak pembungkus sebagai hadiah ultah buat Von Bock. Dari bentuknya yang persegi panjang kemungkinan besar bingkisan tersebut berisi dildo... Aaaaw!


 
Upacara pemakaman SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich di Berlin tanggal 9 Juni 1942. Disini Hitler (ditemani oleh Julius Schaub) sedang menambahkan Deutscher Orden des Grossdeutschen Reiches, I. Klasse, Goldenes Kreuz mit Eichenlaub und Schwertern (9 Juni 1942) pada Ordenskissen milik mendiang. Perhatikan SS-Hauptsturmführer pembawa Ordenskissen di sebelah kanan! Dia mengenakan stahlhelm sipil tipe M34 yang biasa dikenakan oleh anggota SD dan digunakan sampai perang berakhir. Helm jenis ini cukup langka ditemukan dengan tambahan decal SS/SD seperti yang tampak di foto! 


 Foto oleh Walter Frentz ini memperlihatkan jamuan minum di Führerhauptquartier Werwolf untuk merayakan ulang tahun ke-35 Ajudan Luftwaffe Hitler, Oberstleutnant Nicolaus von Below, tanggal 20 September 1942. Duduk mengelilingi meja dari kiri ke kanan: NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler), Kapitän zur See Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Johanna Wolf (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstleutnant Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan Christa Schroeder (Sekretärinnen Adolf Hitlers)



 Foto oleh Walter Frentz ini memperlihatkan jamuan minum di Führerhauptquartier Werwolf untuk merayakan ulang tahun ke-35 Ajudan Luftwaffe Hitler, Oberstleutnant Nicolaus von Below, tanggal 20 September 1942. Duduk dari kiri ke kanan: Johanna Wolf (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstleutnant Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Christa Schroeder (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstarzt der Reserve Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt und Bevollmächtigter für das Sanitäts- und Gesundheitswesen), Gesandter Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Yang terakhir mengenakan ärmelstreifen "Stosstrupp 1923" yang langka di lengannya. Seorang pelayan dari Führerhauptquartier dengan insignia "Großdeutschland" di seragamnya berdiri memperhatikan di sudut kanan


 Pada tanggal 18-19 Maret 1943 Hitler mengunjungi kota Rügenwalde/Pomerania (Jerman) untuk melihat demonstrasi meriam terbesar di dunia Eisenbahngeschütz "Dora" (kaliber 800mm!). Dengan disaksikan oleh Sang Führer dan para pengiringnya, artileri yang bergerak melalui jalan kereta khusus tersebut menembakkan dua peluru yang besarnya amit-amit. Foto ini diambil pada tanggal 19 Maret 1943 oleh Walter Frentz dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), SS-Oberführer Prof. Dr.-Ing. e.h. mult. Ferdinand Porsche (Vorsitzender der Panzerkommission), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Hauptdienstleiter Dipl.-Ing. Karl-Otto Saur (Staatssekretär im Reichsministerium für Rüstung und Kriegsproduktion), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler)


Adolf Hitler menganugerahkan Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz kepada Gesandter Dr.phil. Rudolf Rahn di Berghof Obersalzberg tanggal 22 Juni 1943. Dalam foto ini Rahn menerima RK KvK ohne Schwerter. Uniknya, dia juga menerima yang versi mit Schwerter meskipun tanggal pastinya tidak diketahui! Di antara Rahn dan Hitler adalah Menteri Luar Negeri Joachim von Ribbentrop sementara di belakang Rahn adalah Julius Schaub 



Foto ini diambil di Platterhof (Berchtesgaden) tanggal 4 Juli 1944 saat Adolf Hitler baru selesai berpidato di hadapan para Wehrwirtschaftsführern (pimpinan industri militer). Dia menerima standing applause dari para pendengarnya. Dari kiri ke kanan: Jenderal Heer tidak dikenal, SA-Obergruppenführer Willy Liebel (Oberbürgermeister der Stadt Nürnberg und Leiter des Zentralamts im Rüstungsministerium), Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshaber Göring), Reichsminister für Bewaffnung und Munition), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Oberst Nicolaus von Below (persönlicher Luftwaffenadjutant von Adolf Hitler), dan SS-Obergruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler)

 Großadmiral Karl Dönitz memberikan pengumuman untuk radio Jerman tak lama setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap Adolf Hitler tanggal 20 Juli 1944. Juga terlihat sebagai 'pemirsa', dari depan: Otto Dietrich, Martin Bormann, Hitler, Alfred Jodl (dengan kepala diperban), dan Julius Schaub


Hitler membesuk Generalmajor Walter Scherff, “Beauftragter des Führers für die militärische Geschichtsschreibung“, yang terluka parah terkena ledakan di markas besar Wolffschanze. Hitler tampaknya mengunjungi sejarawan militernya dua kali, foto atas waktu Scherff masih dipenuhi perban di sekujur mukanya, sementara foto bawah saat dia rada mendingan sehingga bisa berdiri walaupun dipapah. BTW, di foto atas kita bisa melihat SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Prof. Dr. med. Karl Brandt dan SS-Obergruppenführer Julius Schaub di sebelah kanan


 Pada awal bulan Agustus 1944 Adolf Hitler menerima Wachtmeister Arthur Adam di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg (Prusia Timur). Pada hari terjadinya peristiwa pengeboman 20 Juli 1944, Adam adalah orang pertama yang menaruh kecurigaan terhadap gerak-gerik Oberst Claus Schenk Graf von Stauffenberg, terutama saat sang Kolonel lebih awal meninggalkan ruangan pertemuan serta sempat mengaku ketinggalan topi dan tasnya. Setelah berusaha dengan sia-sia melaporkan kecurigaannya pada dua orang perwira intelijen yang sedang bertugas saat itu, Adam memutuskan untuk melaporkan langsung pada Reichsleiter Martin Bormann, yang kemudian membawanya pada Hitler untuk mengungkapkan kecurigaannya. Atas tindakannya tersebut, Hitler mengganjar dia dengan kenaikan pangkat menjadi Oberwachtmeister, uang senilai 20.000 RM (Reichsmark), serta sebuah rumah kecil di dekat Berlin. Berdiri di sebelah kiri adalah SS-Obergruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). BTW, perhatikan bahwa Hitler menjabat tangan Adam menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya terkena pengaruh ledakan sehingga sempat lumpuh selama beberapa waktu setelahnya!

Kepala negara Rumania Marsekal Ion Antonescu mengunjungi Adolf Hitler di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg (Prusia Timur), tanggal 5 Agustus 1944. Berdiri di tengah adalah Gesandter SS-Standartenführer Paul Otto Schmidt (penterjemah pribadi Hitler), sementara di kanan belakang memakai kacamata adalah SS-Obergruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Hanya berselang tiga minggu kemudian Antonescu digulingkan dari kekuasaannya dan Rumania menyatakan perang terhadap mantan sekutunya, Jerman!


Foto yang diambil di Führerbunker Berlin ini diambil akhir Februari atau awal Maret 1945 dan memperlihatkan Adolf Hitler memberi selamat pada Generaloberst Ferdinand Schörner atas penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten #23 yang telah diterimanya dari tanggal 1 Januari 1945 sebagai Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord. Berdiri di dekat pintu adalah Kepala Ajudan Hitler yang setia, SS-Obergruppenführer Julius Schaub. Beberapa sumber mengatakan bahwa foto ini diambil bulan April 1945, tapi klaim tersebut adalah salah karena tidak ada fotografer atau kameraman yang diizinkan tetap berada di dalam bunker dari tanggal 20 Maret 1945!


Adolf Hitler memberikan wejangan kepada para anggota Hitlerjugend yang berprestasi di taman Reichskanzlei (Kekanseliran) yang terletak di Voßstraße di Berlin tanggal 20 Maret 1945. Dari kiri ke kanan: NSDAP Oberbereichsleiter Heinz Lorenz, Reichsjugendführer Artur Axmann, SS-Gruppenführer Hermann Fegelein, SS-Obergruppenführer Julius Schaub, Adolf Hitler, SS-Sturmbannführer Otto Günsche, General der Infanterie Wilhelm Burgdorf, dan SS-Obersturmbannführer Heinz Linge 


Adolf Hitler dan Julius Schaub di puing-puing yang sebelumnya adalah ruang makan Reichskanzlei. Perhatikan jas yang dipakai oleh Hitler dan juga kerahnya yang terangkat, perhatikan pula seragam Schaub. Ini sama persis dengan pakaian yang digunakan dalam upacara penganugerahan medali Hitlerjugend, dan ini menandakan bahwa kedua sesi foto tersebut diambil pada hari yang sama! 


 Mantan SS-Obergruppenführer dan Kepala Ajudan Hitler Julius Schaub mendengarkan penjelasan hakim saat disidang di Landgericht (Pengadilan Distrik) Münich tanggal 21 Februari 1949. Dia memang menderita sedikit tuli sehingga seringkali menutupkan tangannya pada salah satu telinga saat sedang berbicara dengan orang lain!

-------------------------------------------------------------------------





 


Sumber :
Buku "Fotos aus dem Führerhauptquartier" dari Hermann Historica München
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Die Reitkunst der Welt an den Olympischen Spielen 1936"
Buku "Hitler’s Personal Pilot: The Life and Times of Hans Baur" karya C.G. Sweeting
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Bart V.
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bundesarchiv.de

No comments: