Sunday, September 21, 2014

Foto Berwarna Erwin Rommel

FOTO BERWARNA ASLI 

Erwin Rommel dengan semua tanda kebesarannya. Medali dan penghargaan yang telah diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (30 September 1914); Königlich Württembergische Goldene Militär-Verdienst-Medaille (25 Februari 1915); 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (22 Maret 1915); Ritterkreuz des Königlich Württembergische Militär-Verdienstorden (8 April 1915); königlich bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern; Ritterkreuz I.Klasse des Königlich Württembergische Friedrichs-Orden mit Schwertern; Kaiserlich und Königlich Österreich Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit Schwertern; Königlich Bayerische Militär-Verdienstkreuz II.Klasse; Pour le mérite (10 Desember 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes; Ärmelband “Führerhauptquartier”; Panzerkampfabzeichen in Silber; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Mei 1940); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Mei 1940); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #43 (27 Mei 1940); Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #10 (20 Maret 1941); Al valore d'argento militare Italia (22 April 1941); Ordine al merito di Savoia Italia, Cavaliere di Gran Croce (1941); Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #6 (20 Januari 1942); Ordine coloniale della Stella d'Italia, Cavaliere di Gran Croce (28 April 1942); Gemeinsames Flugzeugführer-und-Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten; Ärmelband “Afrika”; Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #6 (11 Maret 1943); Ordinul Mihai Viteazul Clasa a III-a (12 Juli 1944); Ordinul Mihai Viteazul Clasa a II-a (12 Juli 1944); Verwundetenabzeichen 1939 in Gold (7 Agustus 1944). Selain itu namanya disebutkan pula dalam Wehrmachtsbericht dua kali: edisi 21 Juni 1942 dan 10 September 1943


Foto berwarna Rommel yang diambil dari buku 'Helden der Wuste' yang diterbitkan di tahun 1943. Orang yang mempunyai buku ini santai saja mencabut halaman yang memasang foto Rommel hanya untuk men-scannya, yang berarti dia telah merusak buku yang harganya sekarang mencapai 140 dolar!


 Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) mengkonsultasikan sebuah peta bersama dengan Generalmajor Stefan Fröhlich yang, sebagai seorang Fliegerführer Afrika, memimpin dukungan udara terhadap Afrikakorps Jerman dalam kampanye musim dingin tahun 1941/1942. Rommel seringkali memindahkan markasnya secara mendadak selama berlangsungnya ofensif karena dia percaya penuh bahwa seorang komandan harus selalu dekat dengan front depan pertempuran agar bisa bereaksi secara cepat terhadap perubahan apapun yang terjadi di tengah kancah peperangan. Foto di atas pertama kali dipublikasikan tahun 1943 dalam buku "Balkenkreuz Über Wüstensand" (Salib Balkan di atas Padang Pasir) terbitan Gerhard Stalling Verlag


 Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) bersama dengan staff-nya dalam inspeksi ke posisi meriam-meriam artileri milik I.Abteilung / Artillerie-Regiment 33 (motorisiert) / 15.Panzer-Division di Front Sollum, Mei/Juni 1941. Persis di belakang Rommel menghadap kamera sambil nyengir kecoak adalah Major Lucius Günther Schrivenbach (kelahiran 12 September 1911). Dia bertugas mendampingi sang "Rubah Gurun" di sepanjang kampanye di Afrika Utara, dilanjutkan dengan Prancis tahun 1944. Setelah itu Schrivenbach ditempatkan sebagai Stabsoffizier untuk Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt sampai dengan akhir perang. Foto oleh Fritz Sturm

  "Der Wüstenfuchs" (Rubah Gurun) Erwin Rommel bersama dengan anakbuahnya di pos komandonya di Afrika, musim panas tahun 1942. Yang memotret foto ini tidak lain adalah fotografer pribadi Adolf Hitler, Heinrich Hoffmann, yang sengaja datang ke padang pasir Afrika Utara demi bisa mengabadikan sang jenderal favorit Hitler yang namanya sedang bersinar kala itu


 Jenderal Erwin Rommel berbicara dengan seorang perwira Italia sekutunya di padang pasir Afrika Utara. Di tengah adalah Sonderführer Dr. Ernst Franz yang merupakan penterjemah Rommel. Franz mengingat bagaimana, setelah posisi pertahanan unit elit Bersaglieri diduduki oleh musuh, komandannya membela diri pada Rommel sambil memohon: "Percayalah padaku, anakbuahku bukanlah orang-orang pengecut." Dan Rommel menjawab: "Siapa yang mengatakan anakbuahmu pengecut? Atasanmu di Roma lah yang harusnya dipersalahkan! Mengirim kalian ke medan pertempuran dengan peralatan perang yang begitu buruk." (beberapa unit Italia dalam perang di Afrika dipersenjatai dengan meriam-meriam artileri hasil rampasan dari pasukan Austria dalam Perang Dunia Pertama, senjata yang bisa dibilang tidak berguna ketika menghadapi tank-tank lapis baja modern!)



 Pada saat berlangsungnya Perang Dunia II, siaran berita mingguan Jepang sering sekali menyiarkan kemenangan-kemenangan militer yang diraih oleh Erwin Rommel di Afrika Utara. Begitu seringnya berita semacam itu dimuat sehingga nama "Rommel" seakan-akan identik dengan kemenangan atau sukses. Bahkan sampai saat ini maskot tim nasional sepakbola Jepang (yang diharapkan membawa kemenangan serta keberuntungan) dinamakan sebagai "Rommel"!


Erwin Rommel sebagai seorang Generaloberst (Kolonel Jenderal) dan Oberbefehlshaber Panzerarmee Afrika (Panglima Pasukan Tank Afrika). Pangkatnya sama dengan jenderal bintang empat dan satu tingkat sebelum pangkat militer tertinggi: Generalfeldmarschall (Marsekal Lapangan). Sebenarnya ada lagi yang lebih tinggi yaitu Reichsmarschall (Marsekal Reich), tapi pangkat tersebut hanya disematkan khusus pada Panglima Luftwaffe Hermann Göring


 
 
Erwin Rommel dalam sampul majalah "Die Wehrmacht" edisi nomor 10 terbitan tanggal 13 Mei 1942 dengan latar belakang para perwira Afrikakorps dan pohon toge eh kurma. Pada saat itu dia telah berpangkat Generaloberst dan menjadi Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika". Di lehernya bertengger medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern serta Pour le mérite. Yang terakhir didapatkannya dalam Perang Dunia Pertama tanggal 10 Desember 1917 sebagai Oberleutnant dan komandan Kampfgruppe kecil di württembergischen Gebirgsbataillon


 
 Dalam memoarnya, jenderal Australia Leslie James Morshead menganggap Erwin Rommel sebagai orang yang "mudah ditebak" dalam hal bagaimana dia akan menyerang. Ini adalah salah satu alasan mengapa sang jenderal Jerman berkali-kali gagal dalam merebut benteng Tobruk yang dipertahankan sebagian besar oleh orang-orang Australia. Morshead mampu menduga kemana arah tujuan serangan Rommel sehingga dapat merancang cara pertahanan terbaik untuk menangkalnya. Morshead mengatakan bahwa bila saja Rommel lebih sedikit sulit ditebak maka"Fortress Tobruk" bisa saja jatuh ke tangan Afrikakorps lebih awal karena orang-orang yang mempertahankannya tidak dibeli dengan senjata anti-tank yang cukup untuk menangkal serangan di semua posisi pertahanan yang mengelilingi benteng tersebut!


 Anda boleh memilih mencintainya atau membencinya, tapi yang jelas dia selalu terlihat "berkelas" dalam setiap foto. Di kalangan musuh-musuhnya dia juga terkenal sebagai jenderal yang pemberani sekaligus ksatria. Dia tidak memerintahkan anakbuahnya untuk mengeksekusi musuh yang telah ditawan, dan dia juga tidak memburu orang-orang Yahudi yang dia temui (termasuk di Afrika). Sebaliknya, konon dikatakan bahwa dia pernah merobek-robek surat perintah Hitler yang memerintahkannya untuk mengeksekusi pasukan komando Inggris yang ditangkapnya dan setelah itu dengan tenang mengumumkan pada orang-orang di sekitarnya bahwa isi dari surat perintah tersebut tidak terlalu jelas!



Foto ini diambil tanggal 1 Juli 1942 pada permulaan Pertempuran Pertama El Alamein. Erwin Rommel baru beberapa hari dipromosikan secara luar biasa oleh Hitler menjadi Generalfeldmarschall (22 Juni 1942), dan disini sang Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika" sedang mereencanakan rencana serangan Jerman bersama dengan para staff-nya. Di kiri memakai schutzbrille adalah Oberst Fritz Bayerlein (Chef des Stabes Deutsches Afrikakorps), sementara yang memakai tropenmütze terhalang oleh Rommel adalah Oberst Eduard Crasemann. Crasemann adalah Kommandeur Artillerie-Regiment 33 (motorisiert) yang menjadi Führer (Komandan sementara/pengganti) 15. Panzer-Division setelah komandan aslinya, Generalmajor Gustav von Vaerst, terluka dalam Pertempuran Gazala tanggal 26 Mei 1942. Paling kanan (tidak terlihat dari foto) adalah Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabes Panzerarmee "Afrika"). Moncong mobil di latar belakang berasal dari jenis 1941 Ford C11 ADF, sementara tempat meletakkan peta yang dipakai oleh Rommel adalah kap Sd.Kfz.250/3


 Para petinggi militer Jerman di Front El Alamein, bulan Oktober 1942. Dari kiri ke kanan: Hauptmann tidak dikenal, Oberstleutnant Otto Heymer (Stabs-Offizier der Luftwaffe beim Afrikakorps), dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). Kedua orang ini (Heymer dan Rommel) dikenal tidak akur dan saling tidak menyukai satu sama lain. Pada akhirnya Heymer meninggalkan front Afrika tak lama kemudian


Sumber :
Foto koleksi Akira Takiguchi
www.forum.axishistory.com

No comments: