Sunday, September 14, 2014

Foto Pemburu dan Korbannya

PESAWAT

11 Mei 1941: Oberleutnant Eckart-Wilhelm "Hugo" von Bonin dari 6.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 menginspeksi korban pertamanya sebagai pilot tempur malam, sebuah pesawat pembom medium Vickers Wellington Ic R1379 KO-B dari No.115 Squadron RAF (Royal Air Force). Pesawat nahas ini lepas landas dari pangkalannya di RAF Marham, Norfolk, pada tanggal 10 Mei 1941 pukul 22:17 dalam misi pengeboman menuju Hamburg. Saat berada di atas Toenning, Schlesnil/Holstein (Jerman), dia terpapar oleh lampu sorot pencari dari bawah sehingga memudahkan Oberleutnant Bonin untuk memburunya. Dari keenam awaknya, hanya pilot Sergeant John Anderson yang terbunuh, sementara yang lainnya (Flight Engineer Sergeant A. McKerr, Navigator Sergeant William J.A. Legg, Gunner Sergeant Geoff W. Hogg, Gunner Sergeant A.B. Morgan, dan Gunner Sergeant Dave W. Fraser) selamat, meskipun harus menghabiskan sisa perang sebagai tawanan Jerman di Stalag Kupernikus, Polandia. Tepat 50 tahun kemudian, pada tanggal 10 Mei 1991, dalam sebuah upacara khusus yang diselenggarakan di pangkalan udara Hohn, Jerman, tiga orang awaknya yang masih hidup diperkenalkan kepada orang yang menembak jatuh mereka: Eckart-Wilhelm von Bonin! Selama karir tempurnya, Bonin (14 November 1919 - 11 Januari 1992) tercatat menembak jatuh 37 pesawat musuh (35 malam dan 2 siang), yang dibukukannya dalam 150 misi. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Februari 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur II./NJG 1


 Hauptmann Franz von Werra (13 Juli 1914 - 25 Oktober 1941), "Dia Yang Berhasil Kabur", difoto di depan sebuah pesawat pembom Soviet yang dia tembak jatuh bulan Juli 1941 setelah baru saja kembali dari Amerika tempat dia berlindung untuk sementara setelah kabur dari penjara Inggris di Kanada! Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang nyantol di lehernya dianugerahkan kepadanya tanggal 14 Desember 1940 sebagai Oberleutnant dan Adjutant II.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (JG 3) / Jagdfliegerführer 2 / Luftflotte 2 setelah menembak jatuh delapan pesawat saja (jumlah kemenangan totalnya adalah 21). Pada bulan Agustus 1941 dia memimpin I./JG 53 dalam perang udara di atas Belanda, dimana dia kemudian terbunuh dalam kecelakaan udara tanggal 25 Oktober 1941 setelah pesawat Messerschmitt Bf 109F-4 (W.Nr. 7285) yang dipilotinya mengalami kerusakan mesin dan jatuh di perairan utara Vissingen. Mayatnya tidak pernah ditemukan. Seusai Perang Dunia II kisah hidupnya (terutama keberhasilannya lolos dari kamp tawanan Sekutu) difilmkan dengan judul "The One That Got Away" dan dibintangi oleh aktor kenamaan Hardy Krüger. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Fliegerführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; serta Eisernes Kreuz I.Klasse


Leutnant Hans-Joachim Marseille (Flugzeugführer 3./JG 27) dengan bangga berpose bersama salah satu pesawat Sekutu yang ditembak jatuhnya, sebuah Hurricane MK IIB berbaling-baling kayu dari Skuadron RAF no. 274, bulan Februari 1942. Dia juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama salah seorang warga Arab lokal. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Oppitz dari KBK Lw 7 dan pertama kali dipublikasikan tanggal 31 Maret 1942


Major Heinz Bär (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 1) meninjau korbannya yang ke-184, sebuah Boeing B-17 F"Miss Ouachita" dari 91st Bomb Group, yang jatuh pada tanggal 21 Februari 1944. Dalam foto ini, Bär mengenakan pakaian favoritnya: Flight Jacket A-2 USAAF (United States Army Air Forces) berbahan kulit hasil rampasan. Untuk menunjukkan identitas Jermannya, jaket tersebut telah ditempeli schulterklappen (tanda pangkat bahu) dan medali Eisernes Kreuz I.Klasse. Yang berdiri di belakang Bär adalah kaczmarek-nya (wingman), Oberfeldwebel Leo Schuhmacher, yang juga merupakan seorang jagoan udara dengan 23 kemenangan. Uniknya, Schuhmacher juga mengenakan jaket terbang Amerika hasil rampasan, hanya saja dari jenis Flight Jacket B-3. Bisa dibilang bahwa jaket-jaket penerbang Amerika dihargai sangat tinggi oleh para pilot Jerman karena kualitasnya yang sangat bagus dan modelnya yang menarik. Aapabila ada pilot USAAF yang jatuh di wilayah musuh dan tertangkap, maka jangan harap jaket kepunyaannya bisa selamat sampai kamp tawanan, karena akan ada banyak tangan yang ingin memilikinya! Lokasi foto ini adalah di perbatasan Jerman dengan Belanda, sementara fotonya sendiri diambil oleh Kriegsberichter Rothkopf dari PK (Propaganda-Kompanie) Luftflotte 4

--------------------------------------------------------------------

BINATANG 


 General der Panzertruppe Heinz Guderian, yang merupakan Kommandierender General XIX. Armeekorps (motorisiert), dengan bangga berpose dengan bersama rusa hasil buruannya di wilayah luas berhutan di Prusia Timur, yang merupakan milik pribadi dari bangsawan Hermann zu Dohna-Finckenstein. Foto ini diambil pada tanggal 8 September 1939 selama berlangsungnya penyerbuan Jerman ke Polandia. Pada saat itu Guderian dan para perwira tinggi Jerman menyempatkan diri untuk berpartisipasi dalam acara "perburuan satu hari" yang diselenggarakan oleh sang bangsawan



Obergefreiter Michael Korn (6 Oktober 1908 - Agustus 1944) adalah prajurit Jerman yang berasal dari Sudetenland. Pada tanggal 27 Agustus 1939 dia bergabung dengan Wehrmacht dan, setelah menyelesaikan pelatihan dasarnya, ditempatkan di Infanterie-Regiment 480 / 260.Infanterie-Division. Dia akan bertugas di unit ini sampai akhir. Pada tanggal 10 Oktober 1941 Korn dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse oleh Divisionskommandeur Generalleutnant Hans Schmidt atas kepahlawanannya dalam serangan Jerman ke kota Kaluga. Pada tanggal 13 Februari 1942 dia dianugerahi Verwundetenabzeichen in Schwarz oleh Bataillonskommandeur Major Hellmut Gaudig setelah terluka untuk pertama kalinya dalam pertempuran di sekitar Juchnow. Pada tanggal 27 Maret 1942 dia dianugerahi Infanterie-Sturmabzeichen in Silber oleh Regimentskommandeur Major Dr. August Friker atas partisipasinya dalam pertempuran di posisi pertahanan Ressa-Ugra. Ketika Tentara Merah melancarkan serangan besar-besaran dalam Operasi Bagration pada tanggal 22 Juni 1944, Korn dinyatakan hilang dalam pertempuran. Pada kenyataannya, dia tertangkap oleh pasukan musuh dan ditahan di kamp tawanan perang di dekat Minsk. Dalam masa penahanan ini Korn menderita disentri dan meninggal tak lama setelahnya, pada pertengahan Agustus 1944. Berdasarkan pernyataan dari bintara medis Alfred Geck yang merawatnya, jenazahnya kemudian dikebumikan di sebuah kuburan tunggal yang terletak tak jauh dari kamp tersebut. Sampai kini lokasi persis tempat peristirahatan terakhirnya tidak diketahui, begitupun juga dengan nama kampnya. Nomor Erkennungsmarke (Dog Tag) Michael Korn adalah -32- 79.Ld.Schtz.Btl XX/XIII. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 8 Desember 1942 di dekat Ssawinki (Cholnino/Uni Soviet), dan memperlihatkan saat bintara Korn dengan ceria memperlihatkan seekor kelinci salju hasil tangkapannya. Anjing peliharaannya tampak sudah tak sabar untuk mengganyang kelinci tersebut!


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Buku "Panzertruppen: German Armored Troops 1935-1945" karya Georges Bernage
Buku "Nachtjagd Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.en.wikipedia.org
www.wordpress.260id.de
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: