Wednesday, August 25, 2010

Generalleutnant Dr.rer.pol. Hermann Hohn (1897-1968), Pahlawan Infanteri Yang Berasal Dari Unit Artileri


Soldbuch milik Hermann Hohn. Bingung juga saya melihat di Soldbuch ini Hohn masih berpangkat Major tapi dalam foto dia sudah berpose sebagai Generalmajor!


Hermann Hohn dengan medali Ritterkreuz. Bila anda perhatikan lebih teliti, medali Ritterkreuz yang tersemat di lehernya merupakan hasil editan dan bukan asli, karena Hohn menerimanya setelah dia berpangkat Oberst (Kolonel), sementara dalam foto ini pangkatnya lebih rendah dari itu. Lagian wajahnya pun masih kelihatan muda banget, yang membuat saya berkeyakinan bahwa ia dibuat pada masa pra Perang Dunia II!


Acara penganugerahan Eichenlaub dan Schwertern bagi para perwira Heer yang dilangsungkan di Führerhauptquartier di Berghof, Obersalzberg, pada tanggal 24 Februari 1944, Dari kiri ke kanan: Eduard Hauser, Hermann Hohn, Rudolf Kolbeck (setelan bajak laut!), Hans Joachim Kahler, Robert Kästner, dan Walter Mix


Masih dari acara penganugerahan medali yang sama, kali ini Hermann Hohn berjabat tangan langsung dengan sang Führer. Dalam acara ini para perwira Wehrmacht yang dianugerahi medali adalah: General der Artillerie Wend von Wietersheim ( 58 Schw), General der Artillerie Erich Brandenberger (324 EL), General der Artillerie Robert Martinek (388 EL), General der Artillerie Helmuth Weidling ( 408 EL), Generalleutnant Werner Frost ( 407 EL), Generalleutnant Smilo Freiherr von Lüttwitz ( 426 EL), Generalleutnant Eduard Hauser (376 EL), Generalleutnant Dr.Hermann Hohn (410 EL), Oberstleutnant der Reserve Dr.med.dent. Rudolf Kolbeck (403. EL), Oberstleutnant Hans Joachim Kahler ( 355 EL), Major Robert Kästner (401. EL) dan Hauptmann der Reserve Walter Mix (405 EL)


Hermann Hohn dengan medali Eichenlaub. Daftar medali yang dia terima yang diketahui berdasarkan deretan ribbon bar-nya, dari kiri ke kanan: Spange zum EK II. Klasse; Orden vom Zähringer Löwen - Ritterkreuz II. Klasse mit Schwertern; Schlesischer Adler-Orden II. Stufe; Ehrenkreuz für Frontkämpfer, Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse; ???; ???; Medaille zur Erinnerung an den Kreuzzug gegen den Kommunismus Kommunismus


Hermann Hohn memakai seragam kerah terbuka yang biasanya dipakai oleh personil Wehrmacht yang bertugas di Afrika dan Mediterania


Hermann Hohn di lapangan


Hermann Hohn dengan medali Schwertern. Satu set medali Ritterkreuz, Eichenlaub dan Schwerter asli milik Hohn telah dijual oleh Rumah Lelang Andreas Thies pada tanggal 22 November 2008 lalu, dan laku dengan harga 36.900 Euro (termasuk komisi)! Mau lihat seperti apa medalinya? Mencret dah DISINI!


Pita dengan swastika di bawah kerah seragamnya adalah Army Honor Roll Clasp (Ehrenblatt des Heeres), yang dia terima pada tanggal 14 Desember 1942


Jenderal infanteri yang memulai karir di artileri


Tiga buah pedang milik Hermann Hohn yang masing-masing mempunyai ukiran indah di kedua balik bilahnya. Saya suka banget perpaduan tiga warna yang sangat kontras di pedang-pedang ini! Ketiga pedang tersebut mempunyai gagang kepala yang berlainan bentuk, yaitu merpati, singa dan panther


Oleh : Alif Rafik Khan

Hermann Hohn dilahirkan tanggal 11 Oktober 1897 di Renchen/Baden yang terletak di sebelah utara Offenburg. Tanggal 15 Januari 1916, dia bergabung sebagai sukarelawan di 10. Fuß-Artillerie-Regiment, dilanjutkan dengan penugasan di 4. Batterie der Reserveabteilung resimennya dari tanggal 8 Maret 1916 sampai dengan 24 Agustus 1916. Pada hari tersebut, dia dipromosikan menjadi Gefreiter (Kopral) dan menjadi staff di 66. Fuß-Artillerie-Abteilung. Tanggal 14 Oktober 1916 dia dipindahkan ke unit baterai artileri dari 70. Fuß-Artillerie-Regiments, dan tetap di posisinya sampai kenaikan pangkatnya menjadi Unteroffizier (Sersan).

Antara April dan Juni 1917 Hohn mengikuti pelatihan perwira lanjutan di Jüterbog, dan setelah lulus tanggal 21 Juli 1917 langsung ditugaskan di Reserveabteilung dari 16. Fuß-Artillerie-Regiments sampai dengan tanggal 30 Juli 1917. Dari tanggal 21 Agustus sampai 19 November 1917 dia menjadi komandan Kompi Baterai ke-3 dari 32. Fuß-Artillerie-Abteilung, dan disinilah dia mendapat promosi kembali menjadi Leutnant tanggal 20 Oktober 1917. Setelah itu sampai dengan tanggal 25 Mei 1918 Hohn bertugas sebagai staff di 32. Fuß-Artillerie-Abteilung. Setelah itu (lagi bleh!) dia ditugaskan di Fernmeldlehrgang sebagai staff departemen dari tanggal 25 Mei sampai dengan 22 Juli 1918.

Tanggal 18 Desember 1918 Hohn menjalani pelatihan kembali, kali ini di Sekolah Artileri Angkatan Darat (Armee-Artillerie-Schule) di Mauberge. Setelah itu dia ditugaskan sebagai perwira cadangan di 17. Fuß-Artillerie-Regiments sampai dengan 10 Januari 1919. Tanggal 4 April tahun yang sama Hohn menjadi Batterieführer di I. Abteilung yang merupakan bagian dari 16. Fuß-Artillerie-Regiment.

Dalam Perang Dunia Pertama, dia dianugerahi dua kelas Iron Cross.

Bulan Juli 1919, Hohn bertugas di Freiwilligen-Fuß-Artillerie-Abteilung "Dieskau", dilanjutkan dengan menjadi aide-de-camp di staff 6. schweren Artillerie-Regiment Reichswehr sebelum dipindahkan ke 8. Brigade dengan posisi yang bermacam-macam dari tanggal 31 Januari 1920 sampai dengan 31 Desember 1920. Hohn lalu keluar ketentaraan.

Dari bulan April 1922 dia mulai mempelajari ilmu politik di Heidelberg, dan dari tahun 1923 sampai dengan 1929 dia bekerja di bank sebelum dilanjutkan dengan mengikuti sekolah lanjutan dalam bidang perdagangan di Mannheim sampai dengan Oktober 1931. Sampai dengan Februari 1933, Hohn telah berhasil menyelesaikan studinya di tiga buah jurusan yang berbeda sehingga kini di depan namanya dia berhak menyandang gelar Dr.rer.pol., dan di belakang namanya ada embel-embel Alm. (Muodhar dong!)

Tanggal 1 September 1935 dia masuk kembali menjadi tentara dengan pangkat Hauptmann dan bertugas di Infanterie-Regiment Regenburg, yang merupakan cikal bakal dari Infanterie-Regiment 20. Tanggal 15 Oktober dia menjadi komandan kompi ketiga dari Infanterie-Regiment 62, unit baru di Landshut yang anggota-anggotanya kebanyakan diambil dari Infanterie-Regiment 20. Tanggal 6 Oktober 1936 Hohn dipindahkan ke unit yang juga sama-sama baru dibentuk (yaituInfanterie-Regiment 82), yang dilanjutkan dengan penugasan sebagai komandan kompi ketiga di Infanterie-Regiment 74 di Hameln dari tanggal 12 Oktober 1937. Disini pada tanggal 1 Agustus 1938 dia dipromosikan menjadi Major, dan dari tanggal 1 Juli 1939 pindah posisi lagi menjadi Generalkommando di Grenztruppen Eifel, yang pada bulan September 1939 namanya dirubah menjadi AK. Dari tanggal 1 November 1939 dia menjadi ajudan di 72. Infanterie-Division.

Setelah kampanye Jerman yang sukses di Prancis, pada tanggal 1 Desember 1940 dia diangkat sebagai komandan II./IR 105. Masa tugasnya berlanjut sampai dengan 1 Agustus 1941, tanggal yang sama ketika Hohn dipromosikan menjadi Oberstleutnant dan sudah menjadi perwira veteran di Front Timur. Dia telah ikut serta dalam Operasi Barbarossa, kampanye di Krim dan penyerbuan Benteng Sebastopol pada bulan Juni/Juli 1942. Pada tanggal 13 Juli 1942 dia diserahi komando Infanterie-Regiment 124 yang merupakan bagian dari 72. Infanterie-Division. Tanggal 16 Desember 1942 Hohn dipindahkan ke unit lamanya Infanterie-Regiment 105 (yang merupakan bagian dari 9. Armee di Rhzev), kali ini sebagai komandan resimennya langsung.

Tanggal 1 Februari 1943 Hohn dipromosikan menjadi Oberst, yang dilanjutkan dengan penganugerahan Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 17 April tahun yang sama. Atas kepemimpinannya yang brilian sebagai komandan 72. Infanterie-Division dalam pertempuran di "Kantong" Cherkassy dari tanggal 20-27 November 1943, pada tanggal 28 November Hohn dianugerahi Ritterkreuz. Kita kutip apa kata berita Wehrmacht (Wehrmachtbericht) tentang aksinya:

"In diesem Frontabschnitt hat sich die moselländische 72. Infanteriedivision unter Führung von Oberst Hohn zusammen mit Teilen der SS-Panzerdivision "Wiking" und Einheiten der 10. Flakdivision durch vorbildliche kämpferische Haltung in den tagelang hin und her wogenden Kämpfen besonders ausgezeichnet." (Di front depan sektor Moselle, Hohn sebagai Oberst dan komandan Divisi Infanteri ke-72, bersama dengan sebagian dari Divisi Panzer SS 'Wiking' dan unit dari Divisi Anti Serangan Udara ke-10 telah mempertunjukkan contoh keberanian yang mengagumkan dalam pertempuran yang berlangsung selama beberapa hari)

Tentu saja setelah menerima medali tersebut dia tambah semangat berjuang, dan makin gila-gilaan dalam melawan Rusia. Hasilnya bisa ditebak, pada tanggal 1 Maret 1944 dia kembali diganjar dengan Eichenlaub (saat itu pangkatnya sudah naik lagi menjadi Generalmajor). Pada tanggal 26 Mei 1944 Hohn menjadi perwira cadangan di Markas Besar Angkatan Darat. Disini dia menjalani pelatihan lanjutan di 10. Divisionsführerlehrgang.

Antara tanggal 26 Mei dan 1 Juli 1944 dia ditunjuk menjadi komandan 50. Infanterie-Division, yang baru saja dievakuasi dari jepitan pasukan Rusia di medan perang Krimea dan saat ini berada di Perleberg untuk mendapat penyegaran personil dan alat-alat perang baru. Tanggal 1 Juli, Hohn kembali menjadi komandan 72. Infanterie-Division yang menjadi bagian dari Heeresgruppe Nordukraine di wilayah Lviv. Setelah pertempuran sengit di jembatan Baranov, dia dianugerahi Schwertern pada tanggal 31 Oktober 1944.

Aksinya sendiri kembali mendapat sorotan Wehrmachtbericht edisi 19 Agustus 1944:

"In den schweren Abwehrkämpfen im großen Weichselbogen haben sich die unter dem Befehl des Generals der Infanterie Recknagel stehenden fränkisch-sudetendeutsche 88. Infanteriedivision unter Führung von Generalmajor Graf von Rittberg und die hessisch-moselländische 72. Infanteriedivision unter Führung des Generalmajors Hohn durch unerschütterlichen Kampfesmut und kühnes Draufgängertum ausgezeichnet." (Dalam pertempuran defensif yang begitu sulitnya di wilayah Vistula, pasukan Jerman di bawah pimpinan General der Infanterie Hermann Recknagel yang membawahi Divisi Infanteri ke-88, yang anggotanya berasal dari Prancis dan Sudetenland di bawah pimpinan Generalmajor Graf von Rittberg, beserta dengan Divisi Infanteri ke-72 yang anggotanya berasal dari wilayah Hessia-Moselle dengan komandan Generalmajor Hohn, telah memperlihatkan semangat bertempur yang tak tergoyahkan sekaligus keberanian yang mengagumkan).

Tanggal 30 Januari 1945 dia dipromosikan menjadi Generalleutnant dan menjadi komandan XI. AK di Heeresgruppe Mitte. Tanggal 9 Mei 1945 dia menjadi tawanan perang sampai dengan tanggal 23 Februari 1948.

Dr. Hermann Hohn meninggal dunia pada tanggal 13 November 1968 di Ladenburg/Württemberg pada usia 71 tahun.

Medali dan penghargaan:
- RK (2375): am 28.11.1943 als Oberst und stellv. Führer der 72. Infanterie-Division
- EL (410): am 01.03.1944 als Oberst und Führer der 72. Infanterie-Division
- Schw (109): am 31.10.1944 als Generalmajor und Kommandeur der 72. Infanterie-Division
- DKiG: am 17.04.1943 als Oberst und Kommandeur des Infanterie-Regiments 105
- EK I: 31.09.1917
- EK II: 00.03.1919
- Ehrenkreuz für Frontkämpfer
- Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse
- Spange zum EK II: 26.06.1940
- Spange zum EK I: 23.07.1941
- Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
- Verwundetenabzeichen, 1939, in Silber
- Kommandeurkreuz des Kgl. Rumän. Ordens der Krone mit Schwertern
- Kgl. Bulgar. Tapferkeitsorden IV. Klasse
- Nennung im Ehrenblatt des Heeres (1393): am 14.12.1942 als Oberstleutnant und Kommandeur des Infanterie-Regiment 105
- Krimschild
- Wehrmachtbericht: 06.12.1943; 19.08.1944


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com


No comments: