Sunday, August 22, 2010

Generalleutnant Theodor Scherer (1889-1951), Jenderal Yang Dua Kali Dikepung Musuh!

Foto Theodor Scherer sebelum dan sesudah diwarnai secara digital oleh Larrister



Theodor Scherer berdiri dengan latar belakang sebuah bangunan bersama dengan seorang perwira lainnya selama berlangsungnya pengepungan Rusia di Cholm. Disini terlihat bahwa di leher sang jenderal sudah tergantung Ritterkreuz, yang berarti bahwa foto ini diambil pada periode Februari-Mei 1942

Seperti halnya Erwin Rommel, Theodor Scherer adalah jenderal yang tidak segan-segan untuk membantu anak buahnya yang sedang berada dalam kesulitan, seperti yang terlihat dalam foto di atas. Scherer, sambil santai mencangklong pipa lepus, mengobati prajuritnya yang terluka dengan dibantu oleh seorang Gefreiter. Tempatnya adalah di Cholm awal tahun 1942, dan foto ini diambil oleh Kriegsberichter Richard Muck

Theodor Scherer bersama dengan salah seorang perwiranya di Cholm

Acara pembagian zakat eh medali untuk prajurit-prajurit Jerman yang memperlihatkan heroisme dalam pengepungan Cholm. Theodor Scherer memberikan langsung medali tersebut (kemungkinan besar Eiserne Kreuzes) dengan dibantu oleh perwira jangkung badag yang nongol di foto sebelumnya. Di latar belakang tampak puing-puing bangunan di Cholm yang merupakan hasil dari pengeboman terus menerus dari pihak Rusia yang mengepung


Theodor scherer mengalungkan Ritterkreuz ke leher Regimentsstabesoberstleutnant Johannes Manitius (komandan Infanterie-Regiment 386) tanggal 3 April 1942. Lokasi upacara adalah di depan sebuah bunker, dan waktu itu unit Kampfgruppe Scherer masih dalam keadaan terkepung oleh pasukan Rusia serta terisolasi dari unit Wehrmacht lainnya sehingga empat orang pahlawan yang meraih Ritterkreuz di dalam tubuh Kampfgruppe tersebut mendapatkan medali mereka dari kiriman udara yang dijatuhkan oleh pesawat terbang!


Theodor Scherer bersama dengan Polizei-Rotwachtmeister Schlimmer (kanan) dari Reserve-Polizei-Bataillon 65 yang merancang desain Cholm Shield


 
Theodor Scherer bersama dengan pasukannya


Selain sebagai polisi, Schlimmer juga merupakan seorang seniman yang berbakat (makanya dia ditunjuk sebagai perancang Cholm Shield juga!). Salah satu contoh hasil karyanya adalah sketsa dari Theodor Scherer di atas


Theodor Scherer sebagai Generalmajor (setingkat Brigadir Jenderal kalau di Indonesia)


Theodor Scherer sebagai Generalleutnant (setingkat Mayor Jenderal kalau di Indonesia)

Masih foto yang di atas tapi kali ini telah mendapat pewarnaan dengan menggunakan Adobe Photoshop oleh Alex K.

Sebenarnya militer Jerman terkenal akan kedisiplinannya yang selalu rapi dalam segala hal, termasuk penampilan. Sebisa mungkin seorang tentara harus klimis dijauhkan dari cambang, jenggot dan sebangsanya. Tapi ini bukanlah sesuatu yang baku, karena pengecualian selalu saja dapat terjadi, terutama bagi orang-orang yang dianggap sebagai pahlawan perang seperti halnya Theodor Scherer

Theodor Scherer dalam pengepungan kedua yang dialaminya, kali ini di Velikije Luki (20 November 1942 - 16 Januari 1943)

Masih dalam pengepungan di Velikije Luki. Tetap bergembira walaupun sewaktu-waktu pasukan Rusia bisa saja menerobos masuk!

Theodor Scherer bersama dengan komandannya, Generalleutnant Otto Wöhler (kedua dari kanan, pangkat terakhir General der Infanterie). Foto ini dan dua foto sebelumnya diambil dari album foto perwira yang berdiri di sebelah kiri yang merupakan veteran Afrika dan peraih Deutsches Kreuz in Gold



Generalleutnant Theodor Scherer (Kommandeur 83. Infanterie-Division) bersama dengan Pakgeschützführer Ritterkreuzträger Unteroffizier Werner Wrangel dari Panzerjäger-Abteilung 183 / 83.Infanterie-Division) di Velikije Luki, Rusia, tanggal 26 November 1943. Ritterkreuz yang tergantung di leher Wrangel (kanan) didapatkannya tanggal 8 Februari 1943 saat dia menghancurkan tidak kurang dari 17 tank Soviet yang menyerang posisinya dalam pertempuran malam hari di barat-daya Toropets dengan hanya mengandalkan sebuah meriam anti-tank 4,7 cm mittlere Panzerabwehrkanone 36(t) L/43,4 di atas bukit yang membeku di tengah badai salju dengan suhu minus 25ºC! Dia menembak terus sampai meriamnya macet dan seantero awaknya terluka. Tidak menyerah, ditariknya rekan-rekan dari unit infanteri untuk menggantikan mereka, dan ini pun tak lama bertumbangan pula! Usahanya ternyata tidak sia-sia dan serangan masif musuh mandek sehingga menghindarkan Kampfgruppe Scherer dari pengepungan. Begitu besarnya jasa Wrangel sehingga dia diganjar tidak hanya satu tapi empat medali sekaligus (yang tak ada bandingannya dalam sejarah Wehrmacht!): Infanterie-Sturmabzeichen, Eisernes Kreuzes II.Klasse dan I.Klasse, serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes!

Theodor Scherer di Front Timur. Yang paling saya suka di foto ini adalah perpaduan seragamnya yang menawan: topi dengan goggle, jas, dan celana berbahan jahit kualitas tinggi!

Theodor Scherer bersama dengan ibu tercinta. Itu cangklong nggak lepas-lepas!

Lukisan Theodor Scherer yang disandingkan dengan dua orang jenderal Jerman terkemuka lainnya, Heinrich Eberbach (jenderal panzer berwajah cacat) dan Fritz Bayerlein (Kepala Staff Rommel di Afrika Utara)


Buku tentang pengepungan Kholm yang memajang Theodor Scherer sebagai sampulnya. Buku ini berjudul "Besieged: The Epic Battle for Cholm" karya Jason D. Mark dan bisa didapatkan DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan
Theodor Scherer dilahirkan pada tanggal 17 September 1889 di Höchstädt, dari ayah seorang kepala sekolah Bavaria.
Dia masuk tentara pada tahun 1910, dan bertugas di berbagai detasemen senapan mesin dalam Perang Dunia I. Setelah itu, Scherer melanjutkan karirnya sebagai perwira polisi sebelum masuk kembali ketentaraan pada tahun 1935 dengan pangkat Oberstleutnant.
Pada tahun 1940 dia diserahi komando untuk menjadi komandan Infanterie-Regiment 507 yang baru dibentuk, dan yang dia pimpin sepanjang berlangsungnya serangan Jerman ke Belanda, Belgia dan Prancis.
Pada bulan Oktober 1941, Scherer dipilih untuk memimpin Security Division 281 (tak diragukan lagi karena pengalamannya sebagai polisi di masa lalu). Divisi Keamanan ini bukanlah formasi tempur garis depan seperti divisi lainnya, melainkan satuan yang dipersenjatai ringan dengan tugas untuk menjamin keamanan di wilayah-wilayah yang telah diduduki oleh pasukan Jerman, yang kadangkala masih direcoki oleh aksi gerilya para Partisan atau tentara Merah yang menyusup masuk. Meskipun bisa dibilang bahwa Scherer memimpin unit yang bukanlah "pinilih", tapi dia memimpinnya pada waktu dan tempat yang tepat, yaitu ketika pasukan Rusia melancarkan serangan balik yang mengejutkan di musim dingin tahun 1941/1942. Disinilah Theodor Scherer mendapatkan kemasyhurannya!
Sebelum mengetahui seperti apa kepahlawanan jenderal satu ini, mari saya perkenalkan anda kepada sebuah kota kecil di Sungai Loat yang bernama Cholm. Kota ini merupakan salah satu dari sedikit wilayah disana yang berlokasi di daratan keras, dan bisa dikatakan begitu berbeda dengan kondisi berawa-rawa di sekitarnya. Pada bulan Januari 1942 wilayah tersebut mendapat tekanan hebat dari serangan balik Soviet. Begitu dahsyatnya serangan yang bagai air bah ini, sehingga hanya tinggal menyisakan perimeter sepanjang satu mil yang masih berada di tangan Wehrmacht! Tak usah dikatakan lagi, pada tanggal 21 Januari kota tersebut telah lengkap dikepung dari segenap penjuru. Terjebak dalam kepungan adalah beberapa unit yang anggotanya sudah tercerai berai, di antaranya elemen-elemen dari dua resimen infanteri, sebuah batalion dari resimen darat Luftwaffe, sebuah batalion cadangan polisi, unit transportasi, staff markas Scherer, dan bahkan beberapa anggota dari patroli perahu sungai Angkatan Laut! Totalnya ada sekitar 5.500 orang yang terkepung.
Pada awalnya, Kampfgruppe (Grup Tempur) Scherer ini tidak mempunyai senjata anti-tank sama sekali, dan pemboman artileri musuh yang tanpa henti membuat sebagian besar rumah di kota Cholm hancur menjadi puing-puing dengan meninggalkan pasukan Jerman yang merana tak mempunyai tempat berteduh dari musim dingin Rusia yang terkenal amit-amit gerahnya (WTF?). Kurangnya perlindungan juga membuat para sniper Rusia leluasa menghabisi prajurit Jerman yang naas setiap harinya. Untungnya bagi Scherer, Pasukan Soviet yang mengepungnya bukanlah pasukan yang fleksibel dan taktik mereka begitu monotonnya sesuai dengan textbook. Akibatnya, pihak Jerman dapat memperkirakan secara akurat kapan dan dimana serangan terbaru lawan mereka akan dilancarkan. Hal ini juga membuat Scherer mampu mengalokasikan pasukannya yang berjumlah minim sesuai dengan kebutuhan, dengan memperkuat pertahanan di tempat-tempat dimana pasukan Rusia akan menyerang. Hal penting lainnya adalah bahwa Scherer juga mampu menjalin hubungan radio dengan pasukan Jerman di luar kantong kepungan, yang sangat membantunya dalam hal dukungan tembakan artileri dan pemboman dari udara.
Meskipun begitu, kekuatan jumlah pasukan membuat pengepungan yang dilancarkan oleh Soviet makin mengetat, dan mereka berhasil menguasai tempat berpijak penting yang berada di bagian terluar Cholm sebelah timur. Penyergapan segera dipersiapkan, dan seiring dengan gerak maju pasukan Soviet melalui jalanan sempit yang tak dapat dilintasi oleh barisan tank pendukung, mereka mendapat kejutan yang mengerikan ketika tiba-tiba rentetan tembakan dan artileri Jerman yang datang dari tempat yang tersembunyi menghujani posisi mereka tanpa ampun. Tak kuat menahan, pasukan Soviet pun cerai berai mundur kembali!
Akhirnya, pada tanggal 5 Mei 1942, datang pasukan pembebas yang berhasil menerobos masuk garnisun Cholm dengan mendapat dukungan penuh artileri dan pesawat-pesawat pembom tukik Stuka. Saat itu, anak buah Scherer tinggal berjumlah 1.200 orang saja yang masih mampu untuk berjibaku! Apakah anda akan terkesima, bila saya katakan bahwa dalam 107 hari jenderal kita dan prajurit-prajuritnya yang pantang menyerah ini telah berhasil mempertahankan posisi mereka yang seuprit, dan menggagalkan tidak kurang dari 2.000 usaha percobaan Tentara Merah untuk menguasai kota, yang datang menghambur dengan serangan-serangan sporadis mereka! SARAAAAP....
Tentu saja aksi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja tanpa mendapatkan penghargaan yang selayaknya, dan Scherer pun dengan terkejut menerima kabar bahwa ia dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz pada tanggal 20 Februari 1942 (ketika kepungan Rusia masih berlangsung). Tidak hanya itu saja, Hitler begitu kagum atas kegigihan pasukan Jerman yang bertahan di Cholm sehingga ia memerintahkan untuk dibuat 'Cholm Shield' sebagai penghormatan bagi kepahlawanan mereka. Setelah pada akhirnya Scherer dan anak buahnya berhasil dilepaskan dari jepitan Rusia, bertambah lagi medali yang diterimanya yaitu Eichenlaub.
Penghargaan tersebut rencananya akan diberikan langsung oleh Hitler di markas besarnya, sehingga Scherer pun mendapat cuti hamil. Untuk menggantikan posisinya, pada bulan Juni 1942 diangkatlah Generalmajor Wilhelm-Hunold von Stockhausen sebagai komandan Security Division 281. Pada bulan September tahun yang sama Scherer diangkat menjadi komandan 34. Infanterie-Division. Dia dipromosikan menjadi Generalleutnant pada tanggal 1 November 1942, dan keesokan harinya dipindah-tugaskan menjadi komandan 83. Infanterie-Division menggantikan Generalmajor Adolf Sinzinger. Pasukannya ditempatkan di Velikije Luki yang berada di sayap kiri Heeresgruppe Mitte, dengan sedikit kontak dengan unit-unit Jerman di sayap lainnya. Friedrich Hochbaum menggantikan posisinya sebagai komandan 34. Infanterie-Division.
Baru saja Scherer menduduki jabatannya sebagai komandan 83. Infanterie-Division, Third Shock Army Rusia tiba-tiba menyerbu. Untuk kedua kalinya Scherer harus mengalami dikurung oleh musuh ketika pasukan Rusia melewati posisinya dan melengkapi pengepungan pada tanggal 20 November 1942. Sekitar 7.500 tentara Jerman kini terperangkap di Velikije Luki. General der Infanterie Kurt von der Chevallerie dari LIX Armeekorps dipercaya untuk memimpin operasi penyelamatan, hanya saja dia tidak mempunyai cukup pasukan untuk melaksanakannya. Di lain pihak, OKH memerintahkan Heeresgruppe Nord untuk membebaskan kota dimana Scherer terkepung, tapi usaha mereka yang diujungtombaki oleh 8. Panzer-Division di bawah pimpinan Erich Brandenberger berakhir dengan kegagalan dua hari kemudian.
Tidak menyerah, usaha pembebasan ketiga dilakukan oleh 20. Infanterie-Division (Motorisiert) pimpinan Generalmajor Erich Jaschke, dibantu oleh 291. Infanterie-Division (Generalmajor Werner Goeritz) dan sisa-sisa divisi Scherer yang berada di luar kantong pengepungan (semuanya di bawah pimpinan Jaschke). Pasukan gabungan ini mendapat support dari 331. Infanterie-Division (Generalmajor Franz Beyer) ditambah elemen-elemen pendukung yang berada di bawah komando Chef des Generalstabes dari Heeresgruppe Mitte, Generalleutnant Otto Wöhler. Serangan gabungan ini terhenti oleh kengototan pertahanan pasukan Rusia pada tanggal 12 Desember 1942. Para prajurit Jerman yang bertahan di Velikije Luki kini berada dalam situasi kritis, setelah Soviet memecah mereka menjadi tiga kantong terpisah. Apakah kemudian Scherer memilih untuk mengangkat tangannya dan mengibarkan bendera putih? Ternyata tidak sodara-sodara! Scherer tetaplah seorang jenderal yang pantang menyerah, dan ia bertahan mati-matian selama empat minggu sebelum akhirnya datang bantuan dari sebuah Kampfgruppe. Sayangnya, ujung-ujungnya pasukan bantuan ini pun ikut terkepung tidak bisa keluar! Daya tahan pun ada batasnya, dan akhirnya kota yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Jerman ini jatuh juga ke tangan Rusia pada tanggal 16 Januari 1943 dengan hanya menyisakan kurang dari 200 orang yang berhasil menyelamatkan diri dan sampai ke posisi tentara Jerman di luar!
83. Infanterie-Division terlibat terus menerus dalam usaha pertahanan diri dari serangan Rusia di bawah Heeresgruppe Mitte selama sebagian terbesar tahun 1943, sampai akhirnya kemudian dipindahkan ke Heeresgruppe Nord di musim gugur. Mereka ditempatkan di Front Leningrad pada awal tahun 1944. Generalmajor Wilhelm Heun menggantikan Theodor Scherer secara sementara di bulan Januari 1944, sebelum kemudian menggantikannya secara permanen di bulan April tahun yang sama.
Pada pertengahan April 1944 Scherer ditunjuk untuk menjadi Inspektor des Küstenschutzes beim Wehrmachtsbefehlshaber Ostland (Inspektur Pertahanan Pantai di Ostland) di bawah perintah dari Militärbefehlshaber, General der Panzertruppe Werner Kempf.
Pada pertengahan April tahun 1945, Scherer dipindahkan dari posisinya sebagai staff perwira senior di 4. Panzer-Armee untuk mengambil alih komando pertahanan garis sungai Schwarzen Elster di dekat Elbe (yang dipertahankan oleh XLVIII Panzer-Korps di bawah pimpinan General der Panzertruppe Maximilian Reichsfreiherr von Edelsheim) dalam menghadapi musuh lamanya pasukan Rusia. Dia kemudian bertanggungjawab di sektor selatan Elbe, tetap di bawah perintah dari Edelsheim. Jabatan ini dipegangnya sampai akhir perang.
Theodor Scherer meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 1951 di usianya yang ke-61 tahun dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di Ludwigsburg.


Sumber :
Buku "German Commanders of World War II" terbitan Osprey Publishing
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.militaria321.com
www.norgeslexi.no

www.rommel-lebt.com
www.sammler.ru
www.wehrmacht-awards.com



2 comments:

agli said...

Bro,sekedar masukan,mungkin harus dipertegas istilah pasukan nazi dan pasukan jerman di jaman Nazi,karena pasukan Nazi ada lambang SS (schultzstaffel) sedangkan tentara jerman meskipun di zaman nazi berbeda dengan SS,mereka adalah wermarcht.

agli said...

btw,BRo..great site..makasih gue suka detail yg tertulis :).salute