Tawanan perang Jerman di Anzio tahun 1944. Tawanan di tengah mengenakan pakaian kamuflase Italia (Telo Mimetico) dan sepatu gunung (bergschuhe). Ada pendapat yang mengatakan bahwa sepatunya adalah schnürschuhe M44. Yang jelas, kedua jenis sepatu ini mempunyai paku di bawahnya, hanya saja penggunaan schnürschuhe lebih terbatas karena dibuat mulai pertengahan tahun 1944 oleh produsen yang punya kelebihan paku sepatu! Selain itu yang patut menjadi perhatian adalah tutup kepala "aneh" yang dikenakan oleh beberapa orang dalam foto ini, terutama yang berdiri paling kanan yang tampaknya menganakan bagian dalam helm (liner)!
Tawanan Jerman, kemungkinan dari 26. Volksgrenadier-Division, berdiri di depan puing-puing sebuah rumah setelah mereka ditangkap oleh pasukan Amerika dari 4th Armored Division/3rd Army yang ikut membantu melepaskan kepungan Wehrmacht terhadap kota Bastogne, Belgia, tanggal 9 Januari 1945
Seorang tawanan Fallschirmjäger yang terluka sedang dipapah oleh dua orang prajurit Amerika untuk digiring keluar dari medan perang. Foto diambil di sektor St. Lo, Normandia, tanggal 16 Juli 1944
Seorang Feldwebel Jerman yang menjadi tawanan Sekutu mendata tawanan lainnya yang baru masuk di Utah Beach sebelum diberangkatkan ke Pusat Penerimaan Tawanan Perang yang berlokasi di Southampton, Inggris. Sebagian besar tawanan kelihatannya senang karena telah berhasil selamat dari pertempuran. Dalam Pertempuran Normandia sendiri, lebih dari 10 ribu prajurit Jerman menyerahkan diri ke pihak musuh di 10 hari pertama!
Dipersenjatai dengan shotgun, Gendarme Prancis mengawal para bintara Jerman melintasi Louvre menuju wilayah detensi, dimana tawanan didata sebelum kemudian dikirimkan ke kamp tahanan. Gendarme di depan mengenakan pakaian sipil di balik seragamnya, yang mengindikasikan bahwa sebelumnya dia merupakan anggota gerakan perlawanan bawah tanah yang dipakaikan seragam secara terburu-buru demi menjalankan peran baru sebagai aparat pemerintah tak lama setelah peraturan dan ketertiban kembali ditegakkan seiring dengan kepergian Jerman
Tawanan perang Jerman membawa teman mereka yang telah tewas untuk dikuburkan di pemakaman Bréhal di bawah pengawasan para penjaga Amerika (1944)
Seorang penjaga MP Amerika mengawasi dua orang tawanan Jerman saat mereka sedang membersihkan puing-puing dari sebuah jalan di kota Brenton (1944)
Tuan menjadi budak. Pihak Jerman yang asalnya menggunakan Hôtel Majestic sebagai markas mereka sekarang dipaksa untuk membersihkan jalanan di depannya tak lama setelah pembebasan Paris (Agustus 1944). Pagar didirikan demi mencegah para warga Paris yang menonton agar jangan sampai menyerang mantan tuannya
Entah apa yang sedang terjadi, yang jelas tampak terlihat keakraban di antara para tawanan Jerman ini dengan tentara Amerika yang menangkap mereka. Cherbourg bulan Juni 1944
Dua orang tentara Jerman menyerah kepada pasukan Inggris di Nijmegen, Belanda, tanggal 21 September 1944, selama berlangsungnya Operasi Market Garden. Ini terjadi setelah 82nd Airborne Division Inggris berhasil menguasai jembatan di atas sungai Waal di Nijmegen sehingga memungkinkan XXX Corps bergerak lebih dekat ke Arnhem
Tawanan perang Wehrmacht (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine) di Camp 21, Kanada. Foto ini adalah sebuah kartu pos yang dikirimkan oleh salah seorang tawanan Jerman bernama Hans-Joachim Hartwig (pangkat Feldwebel) kepada salah seorang keluarganya bernama Frau Erna Hartwig (istrinya?) di Jerman sana, tepatnya di Berlin-Spandau, Götelstrasse 43. Uniknya, Camp 21 dikenal juga dengan nama "Espanola Internment Camp" dan terletak di sebuah kota bernama Espanola. Kota tersebut terkenal dengan pabrik kertas tuanya, dan di pabrik itulah para tawanan ini ditempatkan! Camp 21 sendiri beroperasi dari tahun 1940 sampai dengan 1943. BTW, salah satu tawanan di foto ini (perwira Luftwaffe di kanan belakang) memakai Spanienkreuz, sementara nama kampnya sendiri Espanola (Spanyol)!Sekedar informasi, para tawanan Jerman di Kanada dipilah-pilah berdasarkan fanatisme Nazi-nya (makanya anda tidak melihat ada anggota SS di foto ini!), disini juga tawanan boleh mengenakan simbol-simbol "terlarang" seperti Swastika, tapi itu HANYA bila kondisi seragam dan medali mereka dalam keadaan KINCLONG! kalau kelihatan bluwek sedikit, maka mereka diharuskan untuk memakai "seragam kerja kamp" yang mempunyai ciri khas lingkaran merah besar di bagian belakangnya. Setelah perang usai, Espanola menjadi tempat penempatan para anggota non-tempur wanita dari negara Poros yang menikah dengan orang Kanada dan menunggu dibebaskan secara resmi.
Setiap tawanan dibagi menurut warna: Putih (para pembenci Nazi), hitam (fanatik Nazi), dan satu warna lagi yang saya lupa, yang jelas kategori terakhir ini adalah orang-orang netral atau yang tidak diketahui afiliasinya, dan merupakan mayoritas terbesar para tawanan. Setiap bagian akan diserahi kewajiban untuk menunjuk seorang Lager-Führer yang akan memimpin mereka dalam menjaga kedisiplinan, dan biasanya merupakan perwira dengan pangkat tertinggi. Penjaga tawanan umumnya adalah para veteran Perang Dunia I yang sudah terlalu tua untuk diterjunkan ke dalam peperangan
Tentara Jerman yang tertawan di Front Timur, difoto sebelum dilucuti. Perhatikan, salah satu tanda pangkat bahunya hilang!
Foto yang diambil dari koleksi LIFE ini memperlihatkan para tentara SS yang menyerah. Kemungkinan besar ini adalah orang-orang yang menyerah setelah pertempuran Halbe di selatan Berlin berakhir (awal Mei 1945). Mereka menyerahkan diri kepada pasukan Amerika di Tangermünde di pinggir sungai Elbe. Yang menarik di foto ini adalah adanya anggota Brigade Dirlewanger yang terkenal kejam di sebelah tengah (memakai perban di kepala dengan medali Nahkampfspange dan Eisernes Kreuz I klasse), dimana foto anggota unit ini sangat jarang ditemukan, apalagi dengan mengenakan kerah Dirlewanger! 36. Waffen-Grenadier-Division 'Dirlewanger' (strukturnya berkembang menjadi divisi di akhir perang) memang tercatat ikut mempertahankan posisi pertahanan mereka di dekat Guben, sebelum terdesak mundur ke Halbe. Disana, banyak unsur kriminal dan komunis dalam tubuh divisi tersebut yang memberontak dan bahkan membunuh perwira mereka. Hanya beberapa orang yang tetap bertahan untuk setia kepada komandan mereka Fritz Schmedes dan menyerahkan diri sebagai satu kesatuan. Para tawanan Waffen-SS lainnya kemungkinan berasal dari sisa-sisa 23. SS-Panzergrenadier-Division 'Nederland' dan 32. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division '30. Januar'. 35. SS-Polizei-Grenadier-Division juga bertempur di Halbe, dan beberapa orang anggotanya mengenakan seragam Waffen-SS, so bisa jadi mereka juga ikut nongol di foto ini. Schwere SS-Panzer Abteilung 502 ikut melindungi gerakan menerobos keluar dari Halbe, dan mungkin mereka juga ada disini meskipun hanya satu batalyon. Disini kita juga bisa melihat banyak yang berseragam Heer, dan kemungkinan mereka berasal dari Panzergrenadier Division Kurmark yang juga ikut bertempur di Kantong Halbe
Sekelompok bintara dan perwira Jerman setelah penyerahan pada tanggal 18 September 1944. Mereka dipisahkan dari anakbuah mereka sebelum dipindahkan ke kamp tawanan perang seperti St. Thégonnec dimana satu grup Fallschirmjäger mendapat kehormatan dengan kunjungan General der Fallschirmtruppe Hermann-Bernhard Ramcke pada tanggal 21 September 1944. Tiga orang pertama dari kiri adalah anggota 2. Fallschirmjäger-Division yang mengenakan pakaian terjun kamuflase
Tawanan perang SS dan personel Luftwaffe (Fallschirmjäger dan Feld-Division) di Notre-Dame-de-Cenilly, 18km barat-daya Saint Lô, Prancis, 27 Juli 1944 (versi lain menyebutkan tanggal 30 Juli). Prajurit-prajurit SS di foto ini berasal dari Divisi Panzer SS ke-12 "Hitlerjugend" dan Divisi Panzergrenadier SS ke-17 "Götz von Berlichingen". Teks asli dari Signal Corps Photograph berbunyi "2nd Armored Military Police search prisoners from the 12th SS, 17th SS and Fallschirmjäger units June 1944". Foto di atas dibuat oleh koresponden perang ternama Amerika Robert Capa
Dalam foto sebelumnya kita melihat seorang perwira SS dengan perban di kepalanya. Dia adalah SS-Untersturmführer Kurt Peters dari III.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 37/17.SS-Panzer-Division "Götz von Berlichingen". Disini dia sedang digeledah oleh MP Lieutenant Paul Unger dari 2nd Armoured Division
Lieutenant Robert Longini dari Amerika sibuk memotret para prajurit dan perwira Jerman yang tertangkap di Fedala, Maroko Prancis (1943). Pasukan militer Vichy Prancis di Afrika Utara berada di bawah komando pihak Jerman, sesuai dengan perjanjian perdamaian bulan Juni 1940 yang ditandatangani oleh kedua negara
HNLMS O 21 menurunkan para awak yang selamat dari U-95 di pelabuhan Gibraltar tanggal 28 November 1941. Sedikit out of topic, Gibraltar sendiri (yang merupakan pangkalan Angkatan Laut Inggris terkenal di Mediterania) namanya diambil dari bahasa Arab "Jabal Tarik" (Bukit Tarik), tempat dimana pemimpin invasi pasukan Arab ke Spanyol tahun 711, Tariq bin Ziyad, berpidato untuk mengobarkan semangat pasukannya
Awak-awak junior dari U-118 tiba di Norfolk, Virginia, tanggal 20 Juni 1943, untuk diperiksa kesehatannya sekaligus didata sebagai tawanan perang baru di NOB Norfolk Hospital. Kursi belakang, dari kiri ke kanan: Werner Drechsler, Paul Reum, Erhard Lenk, dan Klaus Preuss. Kursi depan: Herman Polowzyk, Gustav Behlke, Walter Schiller, dan Wilhelm Bort
Dalam Pertempuran Stalingrad yang berlangsung dari tanggal 17 Juli 1942 sampai dengan 2 Februari 1943, lebih dari 91.000 orang prajurit Wehrmacht ditangkap oleh Tentara Merah (dengan hanya 5.000 orang yang kemudian kembali hidup-hidup!). Di antara mereka adalah anak muda yang malang ini (yang menyerah bulan Januari 1943), yang dari ekspresinya kita bisa mengetahui nasib apa yang akan menimpanya di depan! BTW, senjata yang dipegang oleh tentara Soviet adalah PPSch-41
Seorang tentara Kanada menginterogasi prajurit Jerman yang tertawan di Pantai Juno pada saat D-Day (6 Juni 1944). Tentara yang lain menunggu giliran untuk ditanyai sambil duduk di bawah tembok tebal yang berfungsi sebagai anti-tank
Dalam penyerbuan Sekutu yang gagal atas pelabuhan Dieppe tanggal 19 Agustus 1942, mereka berhasil menawan seorang prajurit Jerman yaitu Unteroffizier Leo Marsiniak. Dia ditangkap oleh no.4 Commando Inggris di baterai artileri Jerman yang terletak di Varengeville. Di atas tampak dia sedang digiring oleh para komando tersebut setelah tiba dengan selamat di Newhaven
Diambil dari koran Inggris terbitan tahun 1943: seorang Tommy (sebutan bagi tentara Inggris) menyambut dua orang tawanan DAK di Afrika Utara. Kelihatannya tangannya lancang dan menghina, tapi sebenarnya dia hanya niru gaya "V" Winston Churchill yang terkenal, yang artinya : VUCK YOU! Hehehe... Bcanda, artinya adalah "Victory"




Data pribadi para tawanan perang Jerman di kamp Sekutu. Data ini begitu lengkapnya, yang mencakup sidik jari, biodata, pangkat terakhir, data fisik, tanggal kedatangan di kamp dan lain-lain
Kalau yang ini, bisakah anda menebaknya? Jawabannya adalah data IMUNISASI!
Tawanan Fallschirmjäger yang difoto di akhir perang, dengan gaya yang aneh-aneh. Fallschirmjäger yang berdiri paling kiri memakai jaket penerjun pola air yang langka!
Wajah memelas dari prajurit Heer dan Luftwaffe yang ditawan di Italia tahun 1944. Prajurit Luftwaffe di tengah tampaknya telah diperlakukan dengan begitu buruknya!
Hik.. hik.. hik... nggak ada istri nemenin, terpaksa nyuci dan ngejemur baju sendiri! Inilah resikonya jadi pesakitan perang! Salah satu foto dari kamp tawanan yang dikelola Inggris di Mesir
Meskipun statusnya sudah jadi tawanan perang, tapi mereka juga tetap menerima gaji seperti biasa dari Wehrmacht, yang dititipkan ke Palang Merah dan kemudian dibagikan di kamp tawanan yang bersangkutan. Foto di atas memperlihatkan saat gajian tiba
Pasukan Amerika dari 5th Armored Division,9th US Army, di dekat Anrath, Jerman, bersama para tawanan mereka
Grup tawanan perang Jerman, yang semuanya adalah anggota korps medis, nampak berbahagia di kamp tawanan perang yang berlokasi di Amerika Serikat
Seorang prajurit DAK (Deutsche Afrikakorps) sempet-sempetnya difoto "gaul" setelah menjadi tawanan Inggris di Mesir
Ini bukan foto tawanan perang asli melainkan tentara Jerman yang bermain sandiwara sebagai tawanan perang musuh. Harusnya sih dipasang di postingan foto-foto lucu, tapi kayaknya nggak apa-apa dipasang disini juga!
Dua buah foto dari prajurit Heer bernama Willi yang memperlihatkan dirinya sebelum di tangkap (atas) dan sesudah menjadi tawanan perang di kamp no.22 di Prancis


Perlakuan terhadap para tawanan perang Jerman antara pihak Sekutu dan Rusia sungguh berbeda jauh, dan itu sudah banyak orang yang tempe eh tahu. Tapi tahukah anda bahwa perlakuan antar negara Sekutu pun sebenarnya berbeda pula? kamp-kamp tawanan perang Jerman yang berlokasi di negara-negara yang jauh dari konflik umumnya menerapkan peraturan yang lebih longgar dibandingkan dengan yang dekat-dekat medan pertempuran (baca: Eropa daratan, Afrika atau Inggris). Sebagai contoh, tawanan Jerman yang ditahan di Amerika dan Kanada diperbolehkan untuk tetap memasang insignia berbau Nazi di seragam mereka plus medali-medali yang telah mereka raih. Contoh lain lagi adalah foto di atas, yang memperlihatkan beberapa ornamen seni mengagumkan yang dipasang di depan semua barak kamp tawanan perang di Raston, Los Angeles (Amerika), yang dibuat oleh para tahanan di sela-sela waktu luang mereka. Mengagumkan bukan?
Tiga orang tawanan Jerman di POW Camp Raston, yang diambil dari album foto kepunyaan Johannes, seorang supir panzer di medan perang Afrika. Johannes sendiri adalah orang yang berdiri paling kiri. Johannes kemudian menerima SIM Idaho yang membuat dia diperbolehkan mengendarai mobil ke seluruh wilayah di Amerika Serikat, meskipun dia adalah seorang tawanan perang!
Foto ini merupakan hasil cropping dari foto grup, dan memperlihatkan seorang perwira Gebirgsjäger yang mengenakan Lappland Shield di lengannya, shield yang super langka dan jarang ada fotonya, Brow!
Untuk menyalurkan hobi dan menghilangkan kejenuhan, para tawanan diperbolehkan untuk berolahraga sesuai dengan pilihan mereka, dan olahraga yang paling populer tentu saja adalah sepak takraw eh sepakbola! Foto di atas memperlihatkan tim sepakbola Luftwaffe di Camp Ellis POW Camp yang baru saja memenangkan kejuaraan sepakbola antar tawanan dan dengan bangga berfoto bersama piala yang mereka peroleh
Bila dirasakan mempunyai kelakuan yang baik, kadang tawanan perang Jerman diperbolehkan untuk sekedar jalan-jalan di desa atau kota sekitar kamp. Disini contohnya kita bisa melihat Joachim Pracher dari Fallschirm-Artillerie-Regiment 2 (kiri) sedang berjalan santai bersama rekan sesama tawanan. Saking biasanya, kita bisa melihat juga penduduk kota yang cu-x beibeh melihat ada "musuh" rantang-runtung di sekitar mereka!
Seorang tawanan perang Jerman dengan seragam tropis dan medali Panzerkampfabzeichen






















Foto-foto tawanan perang Jerman yang ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat koleksi NARA (National Archives)Sumber :
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
Foto koleksi pribadi Bill T. (12thPanzer)
Foto koleksi pribadi Herbert Nicholls
Foto koleksi pribadi Ian Jewison
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz
www.archives.gov
www.bbs.voc.com.cn
www.commons.wikimedia.org
www.facebook.com
www.flickr.com
www.stolly.org.uk
www.strijdbewijs.nl
www.triggertimeforum.yuku.com
www.wehrmacht-awards.com




No comments:
Post a Comment