Thursday, December 2, 2010

Album Foto Jepang Dalam Perang Dunia II

Dengan mengikuti arahan seorang tentara dan awak berjanggut, sebuah tank medium tipe 89 bergerak melalui sisi sebelah kanan rel kereta Shanghai/Nanking (Cina) tahun 1938. Pihak Jepang menggunakan jalan kereta api sebagai jalur pergerakan tanknya saat jalan-jalan "normal" di Cina (yang rata-rata terbuat dari tanah) menjadi sulit untuk dilalui karena berlumpur atau banjir, terutama di musim penghujan


Prajurit penerjun payung Jepang dari Pasukan Pendarat Angkatan Laut Yokosuka ke-2 sedang berkumpul di kapal transport mereka sebelum mendarat di Kalimantan (Desember 1941)


 Kaigun Jun-i (Warrant Officer) Hiroyoshi Nishizawa dari 251 Kokutai/Nippon Kaigun (Angkatan Laut Kerajaan Jepang) di dalam pesawat Mitsubishi Zero A6M3a Model 22 (UI-105) sedang melakukan patroli di atas Rabaul, Papua Nugini, tanggal 7 Mei 1943. Nishizawa adalah topskor jagoan udara Jepang dengan 87 kills. Dia tewas tanggal 26 Oktober 1944 saat pesawat transport Nakajima Ki-49 Donryu ("Helen") yang ditumpanginya ditembak jatuh pilot Amerika di atas Calapan, Pulau Mindoro (Filipina)



Letnan Jenderal Osamu Otani dalam kunjungannya ke Stukageschwader 2 di Kertsch (Krim) tanggal 3 Juli 1943. Di sebelahnya adalah Ernst Kupfer (pangkat terakhir: Oberst), jagoan Stuka peraih Eichenlaub. Otani adalah atase militer Jepang di Berlin dan merupakan perwakilan pabrik perlengkapan perang utama Jepang di Jerman selama berlangsungnya Perang Dunia II. Dia juga ikut terlibat langsung dalam perencanaan teknis pesawat pembom jarak jauh Junkers Ju 388 dan Ju 390 bersama dengan lisensi produksinya. Diberitakan bahwa dia kembali ke Jepang tanggal 28 Maret 1945 dengan menaiki Ju 390 melalui jalur kutub utara. Otani meninggal dunia tahun 1969


Masih memperlihatkan Osamu Otani dalam kunjungan ke Stukageschwader 2. Ernst Kupfer berdiri nomor tiga dari kanan


 Foto ini memperlihatkan perwira Jepang sedang menginspeksi Panzerkampfwagen VI Tiger I


Duta Besar Jepang untuk Jerman, Hiroshi Oshima, menginspeksi sebuah kendaraan perang yang direbut dari tangan Rusia


Hiroshi Oshima dalam kunjungannya ke Belgia bersama dengan para perwira Wehrmacht


Para pilot Jepang dari kapal carrier "Ryuho" berfoto bersama tiga orang perwira Kriegsmarine Jerman yang menjadi pengamat di kapal induk "Zuikaku", dan bertugas untuk mempelajari cara kerja kapal induk Jepang. Tak lama ketiga bule tersebut sudah kesohor di seantero kapal sebagai tukang minum yang jagoan, dan berkali-kali mereka menerima tantangan meminum sake hangat dari kompatriot Jepangnya selama pelayaran 14 hari di lautan (Mei 1943). Oh ya, ketiga orang Jerman tersebut adalah Kapitänleutnant Konrad Hoppe, Oberleutnant zur See Herbert Schrein, dan penterjemah Matrosengefreiter Peter Rudolf


Masih dalam rangka kunjungan kerja tiga orang perwira Kriegsmarine di kapal induk "Zuikaku". Kini mereka berfoto bersama dengan para perwira Angkatan Laut Jepang dari "Zuikaku"


Lukisan karya Adam Hook yang menggambarkan pasukan terjun payung dari Angkatan Laut Jepang dalam pertempuran di Manado (Sulawesi Utara) tanggal 11 Januari 1942


Dibawah bendera Matahari Terbit dan Swastika (yang dipasang terbalik!), para pelaut Jerman & Jepang dalam resepsi penyambutan awak U-511 di Penang tahun 1943


 Dengan sang gunner tampak jelas di kokpit belakang, pesawat pembom tukik Jepang ini (kemungkinan Yokosuka D4Y Suisei atau Nakajima B5N Kate) meluncur deras menuju ke lautan di bawah dengan asap tebal keluar dari mesinnya. Pesawat naas ini tertembak jatuh di dekat pangkalan Jepang di Truk, Kepulauan Caroline (Pasifik), tanggal 2 Juli 1944. Lieutenant Commander William Janeshek, pilot pesawat US Navy PB4Y yang menembaknya, bersaksi bahwa si gunner sebenarnya sudah bersiap-siap bail-out dengan menggunakan parasut, tapi kemudian dia tertegun untuk kemudian diam dengan tenang saat pesawatnya menghajar air dan hancur berantakan. Tidak diketahui alasan kenapa dia memutuskan untuk tewas bersama pesawatnya, tapi kemungkinan besar karena menyadari bahwa sang pilot rekannya di kokpit depan telah gugur duluan atau tidak bisa keluar dari pesawat yang terbakar!


 Dalam beberapa sumber foto ini sering disalah-artikan sebagai eksekusi penggal kepala seorang penerbang Amerika, padahal kenyataannya sang korban malang yang diikat dan matanya ditutup adalah Sergeant (Sgt) NX143314 Leonard Siffleet dari "M" Special Unit Australia yang dalam beberapa detik akan kehilangan kepalanya di tangan Yasuno Chikao. Lokasinya adalah di Aitape, Papua Nugini, tanggal 24 Oktober 1943. Eksekusi ini dilakukan setelah mendapat perintah dari Kaigun Chūjō (Vice-Admiral) Michiaki Kamada, Komandan Angkatan Laut Jepang di Aitape. Sersan Siffleet tertangkap saat sedang melakukan operasi pengintaian di belakang garis pertahanan Jepang bersama dengan dua rekannya, Private (Pvt) Pattiwahl dan Pvt Reharin, dua prajurit Hindia-Belanda keturunan Ambon. Foto ini ditemukan dalam tubuh seorang prajurit Jepang yang terbunuh dalam pertempuran. Yasuno Chikao sendiri nantinya tewas sebelum perang usai


Sumber :
Buku Time-Life World War II : Prelude to War" karya editor Time-Life Books
www.flickr.com
www.home.comcast.net
www.monsunuboats.wordpress.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: