Saturday, February 18, 2012

Album Foto Schlachtgeschwader 1 (SG 1)


 Para Ritterkreuzträger dari Schlachtgeschwader 1 (SG 1) berfoto bersama di akhir tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Staffelkapitän 5./SG 1 Oberleutnant Georg Dörffel (RK 21 Agustus 1941 dan EL #231 14 April 1943), Gruppenkommandeur I./SG 1 Hauptmann Alfred Druschel (RK 21 Agustus 1941, EL #118 3 September 1942 dan SW #24 19 Februari 1943), Staffelkapitän 7./SG 1 Leutnant Josef Menapace (RK 20 Agustus 1942), dan Staffelkapitän 3./SG 1 Oberleutnant Heinz Frank (RK 3 September 1942 dan EL #172 8 Januari 1943). Mereka semua nantinya akan gugur dalam pertempuran, dimulai dari Menapace tanggal 6 Oktober 1943, disusul oleh Dörffel tanggal 26 Mei 1944, Frank tanggal 7 Oktober 1944, dan Druschel tanggal 1 Januari 1945


Pada bulan Maret 1944, II.Gruppe/SG 1 dan pesawat-pesawat Junkers Ju 87 D-5-nya berpangkalan di Wesenberg yang berlokasi di sektor utara Front Timur. II./SG 1 menjadi bagian dari 3.Flieger-Division/Luftflotte 1, dan pesawat-pesawatnya terbang dari lapangan udara Wesenberg dalam misi mendukung pasukan darat Jerman yang sedang tertekan habis. Pada tanggal 20 Maret 1944 Gruppe ini dipindahkan ke Rovaniemi di Finlandia yang berlokasi dekat lingkaran kutub utara. Dari sana dia melakukan misi-misi, sebagiannya di waktu malam, untuk menghancurkan jalur komunikasi dan transportasi Soviet ke Leningrad di jalur kereta api Murmansk. Semua material perang yang dikapalkan oleh konvoy kapal-kapal Sekutu ke pelabuhan-pelabuhan bebas es di selatan juga dikirimkan melalui jalur ini. Karenanya, memutus jalur ini begitu pentingnya bagi keseluruhan strategi pasukan Jerman, terutama yang ditempatkan di sektor utara. Dengan pilot-pilotnya yang berpengalaman, II./SG 1 sangat ideal untuk pekerjaan semacam ini. Sayangnya, dia di Rovaniemi hanya sementara saja karena di bulan April 1944 datang perintah untuk memindahkan medan operasinya ke negera-negara Baltik, dan pada akhir bulan itu dia dipindahkan ke Wilna demi mengkonversi pesawat-pesawat lamanya menjadi Focke-Wulf Fw 190 F-8. Gruppe ini tak pernah kembali lagi ke Finlandia. Foto yang memperlihatkan deretan Ju 87 D-5 dari Staffel 4 yang diambil di pagi hari di lapangan udara Rovaniemi (April 1944) ini diambil oleh seorang Hauptmann tak dikenal yang hobi fotografi dari Gruppenstab yang kemudian menjadi tawanan di Jerman selatan bulan Mei 1945. Disana tentara Amerika mengambil beberapa rol negatif filmnya yang belum dikembangkan. Film-film tersebut kemudian dikembangkan oleh Kodak di Amerika, dan berdekade-dekade setelah itu seorang kolektor menemukannya secara tidak sengaja. Foto-foto ini lalu dikembalikan lagi ke Jerman meskipun kondisinya sudah banyak yang rusak


Salah satu pilot dari II.Gruppe/SG 1 yang paling berpengalaman adalah Oberleutnant Hans-Joachim Jäschke yang baru berusia 22 tahun. Dia bergabung dengan Gruppe pada awal tahun 1942 dan pada akhir bulan Maret 1944 sudah menjadi Staffelkapitän dari 4./SG 2. Pada tanggal 26 Maret 1944, tak lama setelah kedatangan II./SG 1 di pangkalan udara Rovaniemi, Finlandia, Jäschke dianugerahi Ritterkreuz. Pada saat itu dia telah menerbangkan 553 feindflug (misi tempur) dan berhasil menghancurkan 78 tank, 27 senjata artileri, lebih dari 100 truk, dan 11 jembatan! Foto di atas memperlihatkan Jäschke saat baru berada di Rovaniemi awal bulan April 1944. Salah seorang kameradnya membantu memasangkan Ritterkreuz demi konsumsi fotografer. Perhatikan medali Deutsches Kreuz in Gold (diberikan tanggal 2 Agustus 1943) versi kain dengan lingkaran metal yang dikenakannya! Jäschke juga memakai Frontflugspange in Gold dengan tulisan “500” serta medali Flugzeugführerabzeichen, juga dalam versi kain. Seperti semua pilot II./SG 1 lainnya, pada musim panas 1944 Hans-Joachim Jäschke dipaksa untuk mengganti pesawat Junkers Ju 87-nya yang terpercaya dengan Focke-Wulf Fw 190 F-8. Perubahan ini tak membawa keberuntungan baginya. Pada tanggal 21 Juli 1944, dalam sebuah serangan dalam ketinggian rendah terhadap konvoy musuh di dekat Klezcsele, Hungaria, pesawat Jäschke ditembak jatuh oleh senjata anti serangan udara. Pesawatnya terbakar hebat dan dia tidak berhasil keluar sehingga terbunuh dalam ledakan yang kemudian terjadi saat pesawatnya menabrak daratan


Oberleutnant Johann Klaus adalah pilot veteran dari II./SG 1. Dia bergabung dengan II./St.G 1 bulan Juli 1942 dan pada musim panas 1944 sudah menjadi salah satu pilot terbaik Gruppe-nya! Kemampuannya yang menonjol membuat dia diserahi tanggungjawab untuk menjadi Staffelkapitän dari 6./St.G 1 bulan Agustus 1943. pada tanggal 30 Agustus tahun yang sama Klaus dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold. Setelah lebih dari 600 feindflug (misi tempur), dia dianugerahi Ritterkreuz di Rovaniemi pada tanggal 26 Maret 1944, berbarengan dengan Oberleutnant Hans-Joachim Jäschke. BTW, sampai tulisan ini dibuat (18 Februari 2012), dia masih hidup dan berarti usianya sudah mencapai 93 tahun!

Dalam foto ini, yang diambil pada awal April 1944, Oberleutnant Johann Klaus (ketiga dari kiri) terlihat bersama dengan para awak lainnya di pos komando Gruppe di Rovaniemi. Ritterkreuz-nya juga sudah disesuaikan posisinya agar terlihat dengan jelas! Tujuan dari pemasangan tembok papan kayu di belakangnya adalah untuk meminimalisir bangunan pos komando dari pecahan bom. Pada tanggal 20 Oktober 1944, saat menjadi komandan sementara II./SG 1, pesawat Fw 190 yang diterbangkan oleh Oberleutnant Klaus ditembak jatuh oleh senjata anti serangan udara Rusia di wilayah Ebenrode, Prusia Timur. Dia berhasil bail-out di wilayah Jerman, tapi kemudian angin malah membawa parasutnya ke wilayah yang dikuasai oleh Rusia! Klaus menderita luka serius akibat dari menghantam ekor pesawatnya ketika sedang berusaha untuk bail-out. Dia lalu ditangkap oleh Rusia dan menjadi tawanan perang sampai tahun 1949


Para awak II./SG 1 dalam sebuah brifing sebelum feindflug di depan deretan pesawat Junkers Ju 87 D-5 di lapangan udara Rovaniemi. Grup pilot-pilot ini kemungkinan berasal dari Staffel yang berbeda, dan masing-masing menerima perintah tersendiri untuk target yang akan mereka hantam. Perhatikan warna cincin yang berbeda pada baling-baling pesawatnya (pesawat pertama di kiri putih, lalu dua kuning, diikuti oleh merah). Pesawat terakhir dalam barisan mempunyai baling-baling putih dengan cincin hitam (kemungkinan pesawat Stab)


Pada awal bulan April 1944 tersebut siang harinya lebih pendek di utara, dan Gruppe ini hanya mempunyai waktu beberapa jam untuk melakukan misi tempur di siang hari. Pesawat Junkers Ju 87-nya telah dilapisi cat putih kamuflase musim dingin dengan sedikit improvisasi pita warna kuning di bagian bawah serta kuning di ujung sayap. Perhatikan noda tebal bekas knalpotnya, juga pelapis kulit berwarna kuning di penutup kedua roda depannya!


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus Spezial" No.1 tahun 2003

www.ww2incolor.com

No comments: