Thursday, July 22, 2010

Foto Kuburan Tokoh Third Reich

Generalmajor Erich Abberger (6 April 1895 - 3 Mei 1988) adalah seorang perwira zeni yang memulai karir militernya tanggal 24 Maret 1914 sebagai seorang Fahnenjunker (biasanya dipegang oleh kalangan bangsawan dengan pangkat perwira menanti di depan) di 1. Rheinische Pionier-Bataillon Nr. 8. Abberger cukup berprestasi dalam Perang Dunia Pertama sehingga dianugerahi beberapa medali keberanian. Setelah mengakhiri perang dengan pangkat Oberleutnant, dia ditarik menjadi anggota Reichswehr (Angkatan Bersenjata Jerman zaman pemerintahan Republik Weimar), dan tetap menapaki karir di unit Pionier. Saat Perang Dunia II pecah, Abberger telah menjadi Armee-Pionier-Offizier der 5. Armee dengan pangkat Oberstleutnant. Setelah itu dia menjadi Gruppenleiter beim General der Pioniere und Festungen beim Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres (1 Oktober 1939), Armee-Pionierführer der 11. Armee (2 September 1942), dan Höherer Pionier-Offizier 3 (1 Mei 1943). Abberger ditangkap tanggal 8 Mei 1945 dan baru dibebaskan tanggal 27 Juni 1947. Dia meninggal dunia tanggal 3 Mei 1988 di usia 93 tahun dan dimakamkan di pekuburan Laubenheim di Mainz, Feld 1-Reihe 9-Grab 8/9. Secara umum, Abberger menjadi perwira lapangan dalam Perang Dunia Pertama, sementara dalam Perang Dunia II dia lebih banyak terlibat dalam urusan administrasi. Medali dan penghargaan yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; serta Wehrmacht-Dienstauszeichnung I Klasse


Generalmajor Luftwaffe Otto Abernetty (1893-1940) tewas dalam kecelakaan pesawat udara tanggal 2 Juli 1940 di dekat kota Chateaudun di Prancis di usia 47 tahun tak lama setelah menyerahnya Prancis di tangan Jerman (22 Juni 1940). Dia dikuburkan bersama dengan ribuan prajurit lainnya di Champigny St. André (Prancis). Kuburannya berdekatan dengan General der Flieger Otto von Stülpnagel ("Pembantai Paris"), Generaloberst Friedrich Dollmann, SS-Brigadeführer Fritz Witt dan Jagoan Luftwaffe Major Josef "Sepp" Wurmheller


Generalmajor der Infanterie Ernst Adolph (Komandan di Dniepropetrovsk) meninggal tanggal 2 Juni 1955 di usia 82 tahun dan dimakamkan di Friedhof Hildesheimerstrasse di Goslar, Feld G-Grab 146. Dia pensiun tahun 1942 pada usia 69 tahun dan kemudian setelah perang usai tinggal di Goslar, bertetangga dengan Generaloberst Heinz Guderian dan keluarganya. Makam Adolph sendiri letaknya berdekatan dengan makam Guderian, juga makam SS-Obergruppenführer Ricardo Darré, General der Panzertruppe Mortimer von Kessel dan Generalmajor Karl-Richard Koßmann


Hauptmann Walter Adolph adalah jagoan udara Luftwaffe dengan 25 kemenangan. Dia terbunuh tanggal 18 Desember 1941 setelah disergap pesawat-pesawat Inggris saat sedang menerbangkan pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-1 (Werknummer 0028) dalam tugas pengawalan. Mayatnya kemudian ditemukan mengambang di pantai Knokke di Belgia, lalu dimakamkan di pekuburan perang raksasa Kriegsgräberstätte di Lommel, Belgia (menampung 39.000 makam!), Blok 38-Grab 459. Disini banyak dimakamkan tokoh-tokoh terkemuka Third Reich dan Wehrmacht lainnya semacam Major Wilhelm-Ferdinand "Wutz" Galland, Generalmajor Konrad von Czettritz und Neuhauss, Generalarzt Dr. Wilhelm Dietrich, General der Infanterie Konrad Oskar Heinrichs dan SS-Obergruppenführer Adolf Alpers

Generalleutnant Kurt Agricola (1889-1955) meninggal dunia di Kessenich, Bonn (Jerman Barat) tanggal 27 Desember 1955 pada usia 66 tahun dan dimakamkan pekuburan Kessenich di pinggiran kota Bonn. Lokasi makamnya hanya berjarak beberapa langkah dari tempat peristirahatan terakhir SS Gruppenführer Friedrich "Fritz" Koch


Generaloberst Hans-Jürgen von Arnim (1889-1962). Dia dikuburkan di Pemakaman desa kecil Bad Wildungen di Jerman. Seorang jenderal Wehrmacht lain ikut juga dikebumikan disana, dan dia adalah Generalmajor Helmut Bernard Franz Bechler yang letak kuburannya hanya berjarak beberapa langkah dari von Arnim


 Oberleutnant Sophus Baagoe (4 Maret 1915 – 14 Mei 1941) sudah menjadi pilot Luftwaffe saat Perang Dunia II pecah dan ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Prancis dimana dia mengklaim empat kemenangan pertamanya (yang pertama diraih atas pesawat pemburu Morane Prancis tanggal 12 Mei 1940). Sebagai anggota Zerstörergeschwader 26 "Horst Wessel", dia secara eksklusif menerbangkan pesawat pemburu berat Messerschmitt Bf 110 bermesin ganda. Baagoe menambah 9 lagi jumlah kemenangannya dalam Pertempuran Britania melawan pesawat-pesawat pemburu RAF yang lebih ringan dan lincah sehingga membuat skornya menjadi 13. Kemenangan terakhir diperolehnya saat invasi Jerman ke Yunani. Dia dan gunner-nya, Oberfeldwebel Becker, kemudian gugur di tengah kecamuk Pertempuran Kreta. Terdapat perbedaan pendapat mengenai bagaimana dia menjemput kematiannya: apakah oleh tembakan anti pesawat udara atau oleh pesawat musuh. Versi paling meyakinkan menyebutkan bahwa dia terbunuh oleh pilot pesawat Gladiator bersayap ganda dari Selandia Baru bernama D.F. Westenra dari No. 112 Squadron RAF. Saat itu Baagoe sedang menembaki sebuah landasan udara di Heraklion ketika pesawat Bf 110 D-3 (W.Nr. 4290) yang dipilotinya ditembak sehingga jatuh di pantai utara Kreta. Jenazahnya dikebumikan di Kriegsgräberstätte Maleme, Blok 1 kuburan 480. Sophus Baagoe kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 14 Juni 1941 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Zerstörergeschwader 26 (ZG) "Horst Wessel" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Sepanjang karirnya, dia meraih 14 fliegerabschuß dari 95 feindlug. Hebatnya, 8 kemenangannya diraih atas pesawat Spitfire yang bahkan pesawat sekelas Bf 109 pun selalu kesulitan dalam menghadapinya! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (13 Mei 1940) dan I.Klasse (30 Juni 1940); serta Frontflugspange für Zerstörer in Silber


 Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Bach (5 November 1892 – 22 Desember 1942) adalah salah satu karakter yang paling tidak biasa dalam tubuh Afrikakorps. Dia merupakan seorang mantan pastor Lutheran yang juga salah satu komandan batalyon terbaik yang dipunyai Erwin Rommel. Meskipun pangkatnya membuat ia selayaknya dihormati, tapi dia adalah salah satu komandan Jerman yang paling bersahabat, paling cu'ek dan paling santai yang berada di bawah komando si Serigala Rumah Makan Padang eh Padang Pasir Rommel! Ketika Erwin Rommel mencapai Afrika di bulan Februari 1941, dia diperkenalkan kepada para perwira yang menyambutnya. Dia tidak tersenyum atau mencoba bersikap bersahabat. Dia tahu tak ada waktu untuk beramah tamah dan ngadu huntu karena dia harus menguji mereka dalam pertempuran terlebih dahulu. Tapi ada satu orang perwira yang begitu dibenci Rommel pada awalnya: dia adalah Hauptmann Bach, seorang veteran pertempuran Prancis sama seperti Rommel dan peraih medali Eisernes Kreuz I klasse. Bach pernah terluka di lututnya sehingga kemana-mana dia selalu membawa tongkat. Rommel tidak menyukai kenyataan bahwa ada seorang komandan pasukan "tidak sehat" di bawah komandonya, apalagi setelah dia mengetahui bahwa Bach juga adalah seorang pendeta Lutheran. Seorang pendeta bertempur??? Tak pernah terbayangkan! Beberapa bulan kemudian, Rommel berbalik mencintai dan mengagumi Bach. "Si Pincang" ternyata adalah master dari meriam artileri 88mm, sehingga seakan-akan benda tersebut menyatu dalam dirinya. Berkali-kali dia memanfaatkan senjata yang sejatinya ditujukan untuk melawan pesawat udara itu untuk menghantam tank-tank Inggris yang mencoba mengancam posisi Jerman. Bahkan meskipun kapten Bach tidak pernah terlihat memakai seragamnya dengan benar (dan kadangkala tampak culun!), dia begitu dicintai para bawahannya. Wajar saja, karena Bach tidak pernah menjaga jarak sejengkalpun, dan dia menganggap para prajuritnya sebagai anak kandung yang diperlakukan dengan penuh kehangatan. Bach adalah salah satu figur yang paling mudah dikenali di seantero Afrikakorps... Rokok yang selalu menempel di mulutnya, kumis ala Hitler dan kacamata miopik, semuanya telah sama diketahui oleh para penembak artileri DAK. Major Bach pula lah yang berhasil menahan serbuan 20.000 pasukan Inggris dari 12th Corps di Halfaya Pass dengan hanya bermodalkan 4.000 orang saja! Dengan gagah berani dia mempertahankan Halfaya Pass (biasa dinamakan dengan "Hellfire Pass" oleh pihak Sekutu) sampai akhirnya pasokan suplainya terputus dan dia sama sekali terkepung tanggal 17 Januari 1942 sehingga kemudian terpaksa menyerah. Sebagai tawanan perang dia dikirimkan ke Kanada dimana dia meninggal karena kanker (saya tidak mendapat data kanker apa, tapi kemungkinan kanker paru-paru karena hobi merokoknya yang gila-gilaan!) akhir tahun itu juga, tepatnya tanggal 22 Desember 1942. Rasa cinta pasukannya ditunjukkan dengan adanya sebuah tanda peringatan dari kayu yang ditempatkan di sudut pemakaman dan terpisah dari kuburannya. Wilhelm Bach sendiri dikuburkan di Woodland Cemetery yang terletak di Kitchener, Ontario (Kanada). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juli 1941 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 104 / 5.leichte-Division / Deutsches Afrika-Korps (DAK). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Mei 1915) dan I.Klasse (31 Januari 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (24 Oktober 1934); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940) dan I.Klasse (17 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


Generalleutnant Curt Badinski (17 Mei 1890 - 27 Februari 1966) bergabung dengan Lauenburgischen Jäger-Bataillon Nr. 9 tanggal 15 Januari 1910 dan bertempur dalam Perang Dunia Pertama sebagai awak senapan mesin. Karirnya terus berlanjut baik di Reichswehr dan Wehrmacht, dan saat Perang Dunia II pecah dia sudah menjadi komandan resimen infanteri dengan pangkat Oberst (Kolonel). Badinski dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 11 Oktober 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 489 / 269.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 4.Panzergruppe / Heeresgruppe Nord setelah berhasil merebut Krasnogwardeisk dari tangan pasukan Rusia (9 September 1941) sekaligus mempertahankannya dari berkali-kali serangan balasan sengit yang melibatkan tank berat walaupun wilayah samping kanannya terbuka! Penempatan selanjutnya adalah sebagai komandan 23. Infanterie-Division (17 Januari 1942 - 10 Juli 1942), komandan 269. Infanterie-Division (1 September 1942 - 16 November 1942), Territorialabschnittsbefehlshaber Bergen (16 November 1942 - 24 November 1943), dan komandan 276. Infanterie-Division (24 November 1943 - 21 Agustus 1944). Badinski ditawan oleh pasukan Amerika dalam Pertempuran Kantong Falaise bulan Agustus 1944. Dia baru dibebaskan tahun 1947. Dia meninggal tahun 1966 dan dikuburkan di Parkfriedhof di Oldenburg bersama dengan istri tercintanya Ilse. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1914) dan I.Klasse (27 Januari 1917); königlicher bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern (17 Oktober 1914); Hamburgisches Hanseatenkreuz (10 Juli 1916); Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege (8 Juni 1917); Türkischer Eiserner Halbmond (4 Juli 1917); Königlich Bulgarische Tapferkeitsorden IV.Klasse 2.Stufe mit Schwertern (10 Agustus 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (5 April 1918); kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration (15 Juli 1918); Ritterkreuz von Hohenzollern mit Schwertern (22 November 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (26 Januari 1935); Dienstauszeichnung Heer 1. Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Mei 1940) dan I.Klasse (29 Juni 1940); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (14 Agustus 1942)



SS-Oberscharführer Ernst Barkmann (25 Agustus 1919 - 27 Juni 2009) adalah jagoan panzer dari Divisi SS "Das Reich" yang tercatat menghancurkan 82 tank musuh (kebanyakan adalah tank Sherman dari Amerika), 136 kendaraan lainnya serta 43 senjata anti-tank. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Agustus 1944 sebagai SS-Unterscharführer dan Panzerkommandant di 4.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" / LXXXIV.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe B setelah berhasil menghancurkan sembilan tank Sherman dalam pertempuran di desa Lerey, Prancis, tanggal 27 Juli 1944 dalam apa yang terkenal sebagai "Barkmann's Corner". Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1939); Verwundetenabzeichen in Silber (19 Juli 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Gold; Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Agustus 1944); serta Panzerkampfabzeichen III.Stufe "50" (1945). Dia dikuburkan di Friedhof Kisdorf-Etzberg, Kisdorf, Segeberger Landkreis, Schleswig-Holstein (Jerman), tepatnya di baris terakhir sebelah kiri. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


  Korvettenkapitän Hans Bartels (5 Juli 1910 - 31 Juli 1945) adalah komandan kapal penyapu ranjau M-1 yang terkenal dengan motonya "Zähne zeigen...Angreifen... zerschlagen" (perlihatkan gigi... serang... hantam). Dia beroperasi di perairan Norwegia awal tahun 1940. Meskipun fungsi utamanya adalah sebagai "tukang bersih-bersih", Bartels tidak segan-segan untuk melibatkan kapal kecilnya dalam pertempuran bilamana diperlukan. Bartels biasa menabrakkan kapal penyapu ranjaunya ke kapal yang dia incar dan lalu merebutnya. Begitu mengerikannya reputasi orang ini dalam palagan di Norwegia sehingga dia dijuluki sebagai “Der Tiger der Fjorde” (Macan Fjords). Begitu agresifnya orang ini sehingga dia seringkali tidak mengindahkan atasannya dan melakukan operasi-operasi yang sebenarnya diperuntukkan bagi kapal perang Kriegsmarine (contohnya adalah penanaman ranjau segede bo'ol Rahwana yang hampir saja menenggelamkan kapalnya)! Selain sebagai pelaut gagah berani, Bartels juga mengemuka sebagai inovator yang banyak melontarkan penemuan dan perbaikan baru demi memajukan unitnya (yang kurang "disentuh" dibandingkan dengan unit elit U-boat atau barisan kapal perang Kriegsmarine). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Mei 1940 sebagai Kapitänleutnant dan komandan Minensuchboot 1 (M-1) / 1.Minensuchflottille / Führer der Minensuchverbände West/ Befehlshaber der Sicherung der Nordsee (B.S.N.) / Führer der Minensuchboote (F.d.M.). Dia kemudian ditransfer untuk menjadi komandan Kleinkampfverbände (Unit Tempur Kecil) dan, setelah mengikuti kursus pelatihan, ditunjuk sebagai pimpinan Kleinkampf-Flottille 261 pada bulan Agustus 1944. Setelah Perang Dunia II berakhir Bartels dipertahankan di penjara Inggris dan ditugaskan di bagian Minenräumkommando (Administrasi Penyapu Ranjau Jerman), dimana dia terbunuh dalam sebuah kecelakaan di dekat Rendsburg tanggal 31 Juli 1945. Jenazahnya dikebumikan di Garnisionsfriedhof di Rendsburg .Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Desember 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (19 Februari 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (11 Mei 1940); serta Kriegsabzeichen für Minensuch-, U-Boot-Jagd- und Sicherungsverbände


 Pada tanggal 23 Desember 1944 Oberfeldwebel Heinrich "Heinz" Bartels (15.Staffel / IV.Gruppe / Jagdgeschwader 27 "Afrika") tinggal landas untuk terakhir kalinya dalam misinya yang berujung fatal. Pesawat Messerschmitt Bf 109 G-10 "Gelbe 13" (Werknummer 130359) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh sebuah pesawat pemburu P-47 Thunderbolt dari 56th Fighter Group USAAF. Baru 24 tahun kemudian - tepatnya tanggal 26 Januari 1968 - pesawat tersebut, bersama dengan sisa-sisa jenazah Bartels yang terkubur di tanah gembur, ditemukan di Vilip di dekat Bad Godesberg. Parasutnya yang masih utuh kemudian disimpan di Deutsches Technikmuseum Berlin, sementara jenazahnya dikebumikan di pemakaman desa Wachtberg-Villip, kuburan no.500. Sepanjang karir militernya, Heinrich Bartels tercatat menembak jatuh 99 pesawat musuh dari 500 misi tempur. Termasuk diantara korbannya adalah sembilan Spitfire, sembilan P-47, sebelas P-51, dan 14 P-38


 SS-Hauptsturmführer Karl Bastian (12 Februari 1915 - 11 Agustus 1944) menjadi sukarelawan SS-Verfügungstruppe bulan Oktober 1936 dan ditempatkan di SS-Totenkopfstandarte "Ostfriesland. Sebelumnya dia telah bergabung dengan Hitlerjugend (1932) dan Reichsarbeitsdienst (1933-1935). Bersama dengan SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 2 dia ikut serta dalam Pertempuran Prancis dan kampanye militer Jerman di Balkan. Pada bulan April 1944 Bastian dipromosikan menjadi SS-Hauptsturmführer dan menjadi Bataillonsführer di SS-Panzergrenadier-Regiment 21 "Frundsberg". Pada bulan Juni 1944 unitnya beroperasi di barat kota Caen (Normandia). Di malam tanggal 22 Juli 1944 dia dan anakbuahnya terlibat dalam penyerangan sebuah dusun kecil menggunakan granat tangan dan senjata ringan. Pertempuran kemudian berkembang menjadi satu lawan satu dan pergulatan jarak dekat yang berlangsung dari satu rumah ke rumah lainnya, dari satu bunker ke bunker lainnya. Ketika laga telah selesai, bastian berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik dan 67 orang prajurit Sekutu berhasil ditawan bersama dengan peta dan dokumen yang kemudian membantu Jerman dalam mengokohkan posisi di sekitar Bukit 112. Beberapa hari kemudian sang perwira pemberani gugur dalam pertempuran di sekitar wilayah Cui tanggal 11 Agustus 1944. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Champigny-St. André dekat kota Evreux. Sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam pertempuran terdahulu, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta pada tanggal 23 Agustus 1944 sebagai SS-Hauptsturmführer dan Führer II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 21 / 10.SS-Panzer-Division "Frundsberg" / II. SS-Panzerkorps / Panzergruppe West / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (31 Mei 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (22 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Panzerkampfabzeichen in Bronze; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; SS-Dienstauszeichnung 4.Stufe; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


 
 Major Wilhelm "Willi" Batz (21 Mei 1916 - 11 September 1988) adalah jagoan udara Luftwaffe yang mempunyai total jumlah kemenangan terkonfirmasi 237 buah yang diraihnya dari 445 misi tempur. 234 dari kemenangannya diraih di Front Timur melawan pesawat-pesawat Soviet, termasuk setidaknya 46 buah Il-2 Sturmovik. Sisa tiga kemenangan didapat saat menjatuhkan pesawat-pesawat USAAF yang menyerang kilang minyak Ploiesti di Rumania, termasuk satu buah pesawat pembom bermesin empat. Batz sendiri tercatat terluka tiga kali dan ditembak jatuh empat kali. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1070 tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4, Eichenlaub #526 tanggal 20 Juli 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4, dan Schwertern #145 tanggal 21 April 1945 sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4 (tak ada data bukti penganugerahan di Bundesarchiv yang diberikan oleh Gemeinschaft der Jagdflieger. Karenanya vorschlagnummer-nya diambil berdasarkan tanggal penganugerahan). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya:  Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachterabzeichen; Verwundetenabzeichen in Silber; Eisernes Kreuz II.Klasse (24 April 1943); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Juli 1943); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (13 Desember 1943); Deutsches Kreuz in Gold #10/302 (28 Januari 1944); serta Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger "400" und Einzatszahl. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Generaloberst Johannes Blaskowitz (1883-1948) didakwa atas tuduhan sebagai penjahat perang dalam "High Command Trial" yang digelar oleh Pengadilan Nürnberg (Kasus No. XII), tapi sebelum kasusnya selesai dia keburu bunuh diri tanggal 5 Februari 1948. Setelah berhasil melepaskan diri dari penjaganya, dia melemparkan dirinya sendiri dari atas gedung ke halaman bawah pengadilan!


Oberleutnant Johannes Brandenburg merupakan Staffelführer di 2.Staffel/Stukageschwader 2 "Immelmann". Dia terbunuh tanggal 28 Februari 1942 di selatan Dobrovo (Rusia) sebagai Staffelkapitän 4.Staffel/Kampfgeschwader 1 "Hindenburg", dan kemudian pangkatnya dinaikkan menjadi Hauptmann secara anumerta. Dia sendiri merupakan peraih Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 18 September 1940


Major Hans-Detloff von Cossel (1 Juli 1916 - 22 Juli 1943) yang merupakan komandan I.Abteilung / Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division gugur dalam pertempuran antar tank (panzerbesatzung) di Shukowka, Orel (Rusia), tanggal 22 Juli 1943 selama berlangsungnya Operasi Kutuzov. Saat itu panzer yang ditungganginya dilempari granat oleh tentara Rusia sehingga terbakar. Tiga orang awaknya terbunuh (termasuk Cossel) sementara dua lagi selamat. Di latar belakang adalah dua kuburan awak Panzer Cossel yang gugur di hari yang sama: Obergefreiter Nikolaus Schuster (26 November 1921 - 22 Juli 1943) dan Feldwebel Berthold "Bertl" Cramer (30 April 1917 - 22 Juli 1943). Semua kuburan ini kelak diratakan kembali oleh pasukan Wehrmacht yang mundur demi menghindari dihancurkan atau dijarah oleh Tentara Merah. Kuburannya sendiri terletak di Kromy, Orel, di sebuah kebun buah-buahan yang terletak di kaki bukit


Kuburan Theodor Eicke di Otdochnina. Tidak seperti kuburan Wehrmacht dengan salib Kristen, kuburan-kuburan anggota Waffen-SS selalu berbentuk Toten-Rune yang merupakan simbol kematian kaum pagan Jerman kuno. Simbol ini (bersama dengan Leben-Rune yang berbentuk sama tapi mengarah ke atas) sampai saat ini selalu digunakan dalam banyak tulisan untuk menggambarkan kelahiran dan kematian. Setelah kematiannya tanggal 26 Februari 1943, Eicke digambarkan oleh pers Nazi sebagai seorang pahlawan, dan kemudian sebuah resimen infanteri Totenkopf mendapat kehormatan dengan penyematan ärmelstreifen (strip lengan) "Theodor Eicke". Pada awalnya Eicke dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof (Kuburan Prajurit Jerman) Otdochnina di dekat Orelka (Rusia), tapi kemudian pada bulan September 1943 Himmler memerintahkan agar jenazahnya digali dan dikubur ulang di Deutscher Soldatenfriedhof Hegewald di Zhitomir. Ketika pasukan Wehrmacht mundur massal dari Front Timur tahun 1944, jenazah sang komandan Totenkopf masih terkubur disana



Unteroffizier Richard Görlich (1921-1945), peraih Ritterkreuz dari 1.Kompanie/Panzergrenadier-Regiment 394. Dia gugur dalam Pertempuran di Oder tanggal 19 Maret 1945, tepatnya di lingkaran Lebus, Libbenichen


 
 Tempat peristirahatan terakhir dari SS-Standartenführer Hans-Friedemann Goetze (Kommandeur SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3/SS-Totenkopf-Division) yang terletak di Kriegsgräberstätte Bourdon (Endgrablage: Block 9 Reihe 1 Grab 22), Prancis. Disini dia dimakamkan bersama dengan seorang prajurit tak dikenal (unbekannt). Foto di atas diambil oleh pengarang buku John P. Moore bulan September 2003


Anton 'Toni' Hafner (1918-1944). Tanggal 16 Oktober 1944, Hafner (salah satu jagoan Luftwaffe ternama) menembak jatuh 4 buah pesawat tempur musuh sehingga mengerek skor kemenangannya mencapai angka 200. Kemenangan ke-204 sekaligus terakhir Hafner adalah sebuah pesawat Yak-7 Rusia tanggal 17 Oktober 1944. Sayangnya, dalam dog fight tersebut pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 (Werknummer 442 013)-nya menabrak pohon yang secara instant membunuh sang pilot peraih skor tertinggi dari JG 51 "Mölders" ini. Saya ambil foto di atas dari koleksi LIFE. Cubluknya, disana disebutkan bahwa foto ini diambil bulan Maret 1942... WTF?

 Korvettenkapitän Werner Henke (1909-1944, jagoan kapal selam dan peraih Eichenlaub) ditembak mati tanggal 15 Juni 1944 saat mencoba kabur dari pusat interogasi Amerika di Fort Hunt (Virginia). Dia dikuburkan di Pemakaman Pos di Fort George G. Meade, Maryland, bersama dengan 32 orang tawanan Jerman lain dan 3 orang tawanan Italia. Sebuah upacara diadakan di pemakaman tersebut tiap tahunnya di bulan November, yang bertepatan dengan perayaan Volkstrauertag (Hari Berkabung Nasional Jerman). Dalam upacara tersebut, atase Angkatan Laut dari Kedutaan Besar Jerman di Washington D.C. biasanya meletakkan karangan bunga plus pita dengan warna nasional Jerman untuk memperingati orang-orang yang dimakamkan di tempat tersebut


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Maximilian von Herff (1893-1945) adalah mantan komandan Kampfgruppe di Afrika yang kemudian masuk SS dan ikut serta dalam operasi memadamkan pemberontakan di Ghetto Warsawa, Polandia. Sebagai seorang tawanan perang di Grizedale Prisoner of War camp, dia meninggal dunia karena sakit di Conishead Priory Military Hospital yang berdekatan pada tanggal 6 September 1945 dan kemudian dimakamkan di Cannock Chase German war cemetery, Staffordshire, Inggris


Generaloberst Hans-Valentin Hube (1890-1944). Pada tanggal 20 April 1944 Hube berangkat dari front depan ke Berlin untuk menghadiri upacara penganugerahan medali Diamonds to the Knight's Cross (hanya 27 orang seantero Jerman yang memperolehnya!) sekaligus promosi dia menjadi Generaloberst. Semuanya diberikan atas prestasi briliannya dalam pertempuran di Pulau Sisilia, Salerno, dan kantung pertahanan Kamenets-Podolsky. Sayangnya, dalam perjalanan dia terbunuh ketika pesawat Heinkel He 111 yang membawanya ke Berlin jatuh tak lama setelah tinggal landas dari landasan udara Ainring di Salzburg (21 April 1944). Hanya tangan palsunya yang terbuat dari metal hitam yang tersisa utuh! Hans-Valentin Hube kemudian dimakamkan secara kenegaraan, dan makamnya bisa dikunjungi di Invalidenfriedhof di Berlin. Batu nisannya kemudian diganti pada tahun 2000, sementara foto di atas diambil tanggal 2 Desember 2007

 Oberst Fritz Iwand (1898-1941). Dia terbunuh tanggal 27 Juli 1941 akibat terkena bom udara di Tschernyj Rutschej, Bjeloy (Rusia). Waktu itu dia menjabat sebagai komandan I.Bataillon/Schützen-Regiment 10/9.Panzer-Division. Kuburannya tidak dipindahkan ke Soldatenfriedhof (kuburan prajurit perang), melainkan tetap ditempat dia pertama dikubur yaitu di antara pohon ek yang berada di pinggir sebelah timur danau Orda, 4,8km barat daya Tschornnyj Rutschej

Fahnenjunker-Oberfeldwebel Josef Lay (1915-1945), peraih Ritterkreuz dari Grenadier-Regiment 1239


Generalfeldmarschall Erich von Manstein (1887-1973). Dia meninggal dunia pada malam tanggal 9/10 Juni 1973 setelah terkena serangan stroke dan dikebumikan di Dorfmark, Jerman, bersama dengan istrinya Jutta-Sybille von Loesch (23 Desember 1900 - 1 Maret 1966) dan putranya yang meninggal dalam Perang Dunia II, Gero von Manstein (31 Desember 1922 - 29 Oktober 1942)


Generalfeldmarschall Walter Model bunuh diri tanggal 21 April 1945 di hutan dekat Duisberg setelah pasukannya terperangkap pasukan Amerika di Kantung Ruhr. Dia kemudian dikuburkan di hutan yang sama . Pada tahun 1955 putranya, Hans Georg Model, berhasil menemukan letak kuburan ayahanda tercinta dengan dibantu oleh salah seorang mantan bawahan sang Marsekal. Sisa-sisa jenazah Model kemudian dipindahkan ke Soldatenfriedhof Vossenack (Grab 1074), sebuah pemakaman militer Jerman di kota Vossenack yang berlokasi di hutan Hürtgen


 Hauptmann der Reserve Hans-Georg Müller (13 April 1917 - 14 November 1943) dilahirkan di Nürnberg dari ayah Georg Müller yang merupakan teknisi litografi dan ibu Therese Kuhn. Dia mulai masuk ketentaraan tanggal 1 Oktober 1936 dan sejak saat itu hanya berkiprah di dua unit (yang dua-duanya merupakan bagian dari 4. Panzer-Division): Artillerie-Regiment 103 dan Panzer-Regiment 35. Müller diangkat menjadi Chef 1.Kompanie / Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division tanggal 30 April 1943. Jabatan tersebut diembannya hanya selama beberapa bulan saja karena tak lama kemudian dia gugur tertembak di bagian kepala pada hari minggu tanggal 14 November 1943 di wilayah antara Maladusha dan Andrejevka (Uni Soviet) bersama dengan dua orang awak panzernya: Funker Unteroffizier Erwin Sanow (16 April 1916 - 14 November 1943) dan Leutnant Richard Franke (10 September 1908 - 14 November 1943). Medali dan penghargaan yang diraihnya: DRL Sportabzeichen; Deutsches Reiterabzeichen; Panzerkampfabzeichen in Bronze (23 Juli 1941) dan in Silber (28 Agustus 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Agustus 1941) dan I.Klasse (28 September 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (15 September 1943)


Tanggal 11 Mei 1944, seribu pesawat pembom Amerika dari US Eighth Air Force menyerang target jalan kereta api di timur Prancis dan Belgia timurlaut. Mereka dikawal oleh pesawat pemburu P-38 dan P-51 dengan jumlah yang lebih banyak. Saat itu Oberst Walter Oesau sedang terbaring sakit di ranjang karena influenza. Setelah mendengar kabar serangan tersebut, Reichsmarschall Hermann Göring menelepon staff Oesau untuk menanyakan kabar sang Kommodore JG 1. Ketika tahu bahwa Oesau sakit, Göring malah dengan sinis menuduhnya sebagai alasan saja untuk menutupi kepengecutannya! Oesau kemudian diberitahu akan hal ini, dan dia begitu marahnya sehingga langsung menyiapkan diri untuk terbang walaupun terkena demam tinggi. Dia tinggal landas untuk menghadapi beratus-ratus pesawat musuh, dan nasibnya bisa ditebak: jenazahnya ditemukan tak jauh dari pesawatnya yang tertembak jatuh di baratdaya St. Vith. Pada saat kematiannya dia berusia 30 tahun, dan dia kemudian dimakamkan di kuburan keluarga di Stadtfriedhof Meldorf (Feld A-Reihe 4-Grab 208) bersama dengan ayahnya yang telah meninggal setahun sebelumnya

Gerhard "Gerd" Roeske (1909-1945), Hauptmann dari Führer-Battailon "Feldherrnhalle". Dia gugur dalam pertempuran di Reitwein/Oder tanggal 19 Februari 1945, dan kemudian secara anumerta dianugerahi Ritterkreuz


Hauptmann Johann "Hans" Franz Schalanda (1921-1945), jagoan Stuka dan peraih Eichenlaub dari Sturzkampfgeschwader 1. Dia terbunuh dalam misi tempur ke-933 setelah pesawatnya terkena tembakan senjata anti pesawat udara Soviet di atas Küstrin tanggal 26 Maret 1945



 Oberleutnant Otto Schulz (29 Mei 1915 - 6 April 1941) adalah Ritterkreuzträger dari Infanterie-Regiment 125 yang meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Juni 1940 sebagai Chef 3. Kompanie. Dia terluka dalam pertempuran di selatan Promachon (Yunani, dekat perbatasan dengan Bulgaria), di hari pertama serangan terhadap Benteng Usita di Celah Rupel bulan April 1941 dan kemudian ditembak mati di kepala saat serangan balik pasukan Yunani. Ritterkreuz yang tergantung di lehernya dirampas. Dalam keadaan inilah dia ditemukan oleh pasukan Jerman. Foto atas memperlihatkan dua orang prajurit Bulgaria sedang berdiri di dekat kuburannya (yang telah mendapat rangkaian bunga), sementara foto bawahnya memperlihatkan Major Karl Ens (kedua dari kiri), Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment 125, sedang berpidato di hadapan anakbuahnya tanggal 10 April 1941, beberapa hari setelah Schulz kehilangan nyawanya


Oberst Alois Stoeckl (1895-1940), Kommodore KG 55. Dia tewas saat pesawat Heinkel 111-nya ditembak jatuh di atas Inggris tanggal 14 Agustus 1940. Ikut terbunuh bersamanya dua orang awak pesawat. Jenazahnya dikebumikan di kompleks kuburan perang Cannock Chase, tepatnya di blok 2 baris 2 kuburan 35


 Kuburan SS-Obersturmbannführer Christian Tychsen di Normandia. Pada awalnya Tychsen dikuburkan di dekat persimpangan jalan Haut Vents di Cambry (tak jauh dari tempat dia tewas), tapi kurang dari dua tahun kemudian petani yang ada disana memindahkan jenazahnya  ke La Noraiserie (Gavray) yang terletak beberapa kilometer jauhnya karena bermaksud menggarap kembali lahan mereka dan tidak ingin ada "sisa-sisa penjajah" yang tertinggal disana. Ketika pada tahun 1968 tim forensik Jerman berhasil mengidentifikasi jenazahnya berdasarkan catatan gigi di masa perang, untuk kedua kalinya sisa-sisa jenazah Tychsen dipindahkan lagi, kali ini ke tempat yang lebih "layak": pemakaman umum tentara Jerman di Marigny (Prancis), Blok 5 baris 24 kuburan no. 1196.


Makam Generaloberst Ernst Udet (1896-1941) di Invalidenfriedhof Berlin. Dia dikuburkan berdampingan dengan jagoan Luftwaffe Werner Mölders dan Manfred von Richthofen. Mölders sendiri tewas dalam kecelakaan pesawat di Breslau tanggal 22 November 1941 saat hendak menghadiri upacara pemakaman Udet!


Waffen-Standartenführer der SS Voldemārs Veiss (Sukarelawan asal Latvia) meninggal tanggal 17 April 1944 setelah terluka parah akibat terkena pecahan granat di dekat Nowovskew (Front Timur) 10 hari sebelumnyaOberstleutnant Adalbert Weitzel (komandan Panzergrenadier-Regiment 6/7.Panzer-Division) terbunuh dalam pertempuran tanggal 17 Agustus 1944 di barat daya Schaulen. Secara anumerta dia dianugerahi Ritterkreuz sekaligus dipromosikan menjadi Oberst tanggal 23 Agustus 1944. Weitzel dimakamkan di B. Pagiriai, 10km timur-laut Kelme, Lithuania. Dia tercatat sebagai salah seorang penerima Deutsches Kreuz in Gold pertama tanggal 18 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Hauptmann dan komandan I.Bataillon/Schützen-Regiment 7


 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (13 Desember 1907 - 11 Januari 1995) adalah jenderal Waffen-SS yang menjadi komandan Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH) setelah komandan pertamanya, Sepp Dietrich. Wisch menjadi komandan LSSAH periode 4 Juli 1943 s/d 20 Agustus 1944 saat divisi SS pertama tersebut bertransformasi dari divisi Panzergrenadier menjadi divisi panzer. Wisch harus merelakan jabatannya diambil alih oleh Wilhelm Mohnke setelah terluka parah oleh tembakan artileri Sekutu dalam pertempuran di Kantong Falaise sehingga harus dirawat secara intensif. Akibat dari luka-lukanya tersebut, Wisch menghabiskan sisa perang sebagai perwira staff dan tidak ditugaskan lagi di front depan. Theodor "Teddy" Wisch meninggal dunia pada usia 87 tahun akibat serangan jantung di rumah sakit Pinneberg, Norderstedt, Schleswig-Holstein (Jerman), pada tanggal 11 Januari 1995. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Stadtfriedhof Barsbüttel. Pada tahun 2006 istri tercintanya, Hanna Wisch (nama gadis Hanna Mühlenhardt), menyusul suaminya ke alam baka dan jenazah mereka pun dikubur berdampingan dalam satu batu nisan. Setelah Teddy Wisch meninggal dunia, keluarganya menjual semua peninggalannya (seragam, medali, dokumen) dalam sebuah acara lelang. Sekarang hampir semua barang tersebut menjadi koleksi dari Markus Lippl, pengarang buku biografi Teddy Wisch. Untuk biografi singkat Theodor Wisch bisa dibaca DISINI


Foto yang diambil pada bulan Juni 1944 ini memperlihatkan kuburan pertama dari SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (mantan komandan pertama 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") di halaman Chateau de la Guillerie di Tillieres sur Avre, Prancis. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Cimetière militaire allemand de Champigny-St. André, Blok 8 - baris 12 - kuburan no. 1027


 Kuburan mantan perwira Leibstandarte dan Hitlerjugend, Fritz Witt, di Cimetière militaire allemand de Champigny-St. André (Prancis), Blok 8 - baris 12 - kuburan no. 1027. Dia dikuburkan dalam satu nisan dengan seorang prajurit Heer berpangkat Gefreiter bernama Bernhard Rydzek yang tewas dalam pertempuran tanggal 18 Agustus 1944 dalam usia 21 tahun. Kuburan "berbagi-pakai" semacam ini bukanlah hal yang aneh dalam sebuah komplek pemakaman militer, dan beberapa tokoh penting Wehrmacht pun mengalami nasib yang sama. Contoh yang paling terkenal adalah kuburan Marsekal Walter Model (satu nisan dengan prajurit tak dikenal) dan jagoan panzer Michael Wittmann (dikuburkan bersama dengan keempat orang awak Tiger-nya)


Sumber :
Buku "Die Gespenster-Division: Die Geschichte der 7.Panzer-Division" oleh Horst Scheibert
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Dirk Reidemeister

Foto koleksi pribadi Hans-Jürgen Zeis
Foto koleksi pribadi John P. Moore
Foto koleksi pribadi Madelon van Neerijnen
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com

www.hans-mueller.blogspot.com
www.jagdgeschwader5und7.de
www.life.com
www.militaria321.com

www.panzerregiment35.blogspot.com
www.volksbund.de

www.vorg.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2gravestone.com

No comments: