Sunday, July 4, 2010

Foto Sukarelawan Finlandia di Waffen-SS

 Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS (Batalyon Sukarelawan Finlandia di Waffen-SS) dibentuk pada bulan Juni 1941 dan, sesuai namanya, merupakan unit setingkat batalyon yang beranggotakan para sukarelawan asal Finlandia. Sesuai dengan kontrak berjangka waktu dua tahun, mereka bergabung dengan Waffen-SS demi untuk membantu Jerman dalam memerangi Uni Soviet, dan tidak negara lainnya. Mereka menolak untuk melakukan sumpah setia kepada Adolf Hitler, dan menuntut untuk dipimpin oleh perwira-perwira mereka sendiri (meskipun tuntutan yang terakhir ini tidak pernah benar-benar dipenuhi oleh Panglima SS Heinrich Himmler). Finnisches Freiwilligen-Bataillon mendapat pelatihan di Gross-Born, dan kemudian dikirim ke front di Sungai Mius pada bulan Januari 1942 untuk bergabung dengan Divisi SS Wiking sebagai unit induknya. Para sukarelawan asal Finlandia ini ikut berpartisipasi dalam pertempuran ofensif di sepanjang Sungai Mius dan kemudian di Kaukasus. Pada bulan Mei 1943 Finnisches Freiwilligen-Bataillon ditarik dari front depan setelah masa dua tahun tugasnya habis, dan kemudian dibubarkan pada bulan Juli 1943. Sebagian besar anggotanya melanjutkan karir militer sebagai prajurit Angkatan Darat Finlandia, meskipun ada pula sebagian kecil yang memilih untuk bertahan di Waffen-SS, utamanya di SS Freiwilligen-Panzergrenadier Division "Nordland" atau SS-Standarte Kurt Eggers. Kinerja mereka bisa dibilang memuaskan. Begitu memuaskan malah, sehingga SS-Gruppenführer Gottlob Berger (Kepala Perekrutan orang-orang non-Jerman ke dalam Waffen-SS) sampai berujar: "Dimana orang Finlandia bertempur, maka musuh akan selalu dikalahkan!"



SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix (Kommandeur SS-Division "Wiking") menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse kepada salah seorang anakbuahnya yang tergabung dalam Finnisches Freiwilligen Bataillon / SS-Infanterie-Regiment "Nordland". Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, yang jelas antara tahun 1941 s/d 1943


 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking") ngobrol bersama dengan koleganya sambil memakai jaket panjang berwarna cerah, bulan September 1941. Di latar depan adalah perwira tinggi dari Finlandia, Letnan-Jenderal Harald Öhquist (perwakilan Panglima Angkatan bersenjata Finlandia di Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman), yang sedang melakukan kunjungan ke markas Wiking demi bertemu dengan para sukarelawan asal Finlandia yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Kedua dari kiri adalah SS-Standartenführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking")


Sekelompok perwira veteran asal Finlandia dari SS-Panzergrenadier-Division "Wiking" berfoto bersama di awal tahun 1943. Baris atas dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Mauri Holger Sartio (Finnisches Freiwilligen Bataillon der Waffen-SS), SS-Untersturmführer Heikki Karl Mansala (SS-Artillerie-Regiment 5 "Wiking"), dan SS-Untersturmführer Kauko Alpo Ingerö (Finnisches Freiwilligen Bataillon der Waffen-SS). Baris bawah: SS-Untersturmführer Olli Artturi Somersalo (Finnisches Freiwilligen Bataillon der Waffen-SS), SS-Obersturmbannführer der Reserve Lauri Kalervo Kurkiala (Finnisches Freiwilligen Bataillon der Waffen-SS), dan SS-Obersturmführer Yrjö Tenomaa (Finnisches Freiwilligen Bataillon der Waffen-SS). Kurkiala merupakan sukarelawan Finlandia dengan pangkat tertinggi yang pernah bertugas di Waffen-SS



Sukarelawan Finlandia dengan motor mereka


Nyatu alias madang alias jajablog alias alias gagares alias makan


Dalam perjalanan pulang kembali ke Finlandia


Upacara penyambutan untuk para sukarelawan Finlandia di Waffen-SS yang pulang kembali ke negara mereka


Berfoto bersama


Foto studio sukarelawan Finlandia di Waffen-SS


Prajurit di kiri merupakan sukarelawan SS dari Suomi/Finlandia

 Ayah dan anak. Sukarelawan Waffen-SS asal Finlandia, SS-Schütze Olavi Helaseppä, dan ayahnya yang berprofesi sebagai pendeta, Richard Helaseppä, di musim gugur 1941. Richard Helaseppä merupakan salah seorang tamu asal Finlandia yang diundang dalam acara pengambilan sumpah para sukarelawan SS


 Sebelum pulang kembali ke negaranya, Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS berparade di hadapan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) di Rutpold, wilayah pegunungan Alpen di Bavaria, akhir bulan Mei 1943. Batalyon SS yang sepenuhnya diisi oleh para sukarelawan asing asal Finlandia ini dibentuk pada bulan Juni 1941 dengan perjanjian masa kontrak selama dua tahun. Setelah masa kontraknya berakhir pada tahun 1943, pemerintah Finlandia menolak untuk memperpanjangnya, sehingga akhirnya batalyon yang tergabung dalam SS-Panzergrenadier-Regiment  "Nordland" / SS-Panzergrenadier-Division "Wiking" ini dibubarkan dan dipulangkan kembali ke negaranya. Tercatat 1.408 warganegara Finlandia yang pernah mengabdi di batalyon ini selama masa dua tahun keberadaannya. Dari tahun 1941-1943, Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS kehilangan 255 orang yang tewas dalam pertempuran, ditambah dengan 686 orang yang terluka dan 14 orang yang hilang. Semuanya terjadi di Front Timur


 Mantan Komandan Divisi SS Wiking, SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (kiri), menjabat tangan seorang prajurit sukarelawan asal Finlandia (Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS) yang menjadi bagian dari SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”. Di sebelah Steiner adalah SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”), yang ikut ditemani oleh penterjemah Kurt Tillmann di sebelah kanan. Panji Finnisches Freiwilligen-Bataillon buatan Jerman terlihat jelas di lengan dua orang yang berdiri di kanan. Foto ini sendiri diambil di Rutpold, wilayah pegunungan Alpen di Bavaria, di akhir bulan Mei 1943


 Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Ittner di Hanko (Finlandia), pada saat berlangsungnya upacara penyambutan para sukarelawan Waffen-SS asal Finlandia yang telah pulang kembali ke negaranya, tanggal 1 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: Letnan-Jenderal Lauri Malmberg (Panglima Suojeluskunta Finlandia), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"), wanita tak dikenal, dan SS-Obersturmbannführer Kalervo Kurkiala (Verbindungsoffizier Finnisches Freiwilligen Bataillon). Dalam foto ini, Steiner mengenakan medali Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia, 1st Class with Swords, yang didapatkannya pada tanggal 16 Juni 1942. Nantinya dia akan mendapatkan versi yang lebih tinggi, 1st Class with Star and Swords, pada tanggal 6 Juli 1943


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) bercengkerama dengan anak-anak warga setempat di Hanko, Finlandia, tanggal 1 Juni 1943. Foto ini diambil pada saat berlangsungnya acara penyambutan resmi para sukarelawan SS asal Finlandia yang baru saja kembali dari pertempuran berat di Front Timur. Mereka tergabung dalam Finnisches Freiwilligen Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment  "Nordland" / SS-Panzergrenadier-Division "Wiking", yang masih menjadi bagian dari III. SS-Panzerkorps (germanische) pimpinan Steiner. Di belakang Steiner kita bisa melihat SS-Obersturmbannführer Kalervo Kurkiala (Verbindungsoffizier Finnisches Freiwilligen Bataillon). Uniknya, meskipun jabatan Kurkiala secara resmi adalah Verbindungsoffizier alias perwira penghubung, tapi sebenarnya fungsi tidak resminya adalah sebagai pendeta militer! Ini karena dalam struktur Waffen-SS tidak dikenal adanya fungsi pendeta militer, hanya dalam unit-unit tertentu saja jabatan tersebut diadakan (yang semuanya adalah unit beranggotakan sukarelawan asing)


 Foto ini diambil oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomela, di Hanko (Finlandia) pada saat penyambutan Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS (Batalyon Sukarelawan Finlandia di Waffen-SS), tanggal 1 Juni 1943. Mereka telah menyelesaikan masa kontrak selama dua tahun (1941-1943), dan kini pulang kembali ke negaranya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”) dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps). Secara resmi, batalyon sukarelawan Finlandia tergabung dalam batalyon ketiga dari Resimen Nordland dengan Collani sebagai komandannya





SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) dan Letnan-Jenderal Lauri Malmberg (memberi hormat, Panglima Suojeluskunta Finlandia) melakukan inspeksi kehormatan terhadap Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS (Batalyon Sukarelawan Finlandia di Waffen-SS) di Hanko, Finlandia, tanggal 1 Juni 1943. Inspeksi tersebut merupakan salah satu bagian dari acara penyambutan terhadap para sukarelawan tersebut yang baru saja pulang kembali ke negaranya setelah menyelesaikan masa kontrak bertugas di Waffen-SS selama dua tahun (1941-1943). Ikut menemani mereka sambil membawa pedang, SS-Obersturmbannführer Hans Collani (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”). Secara resmi, batalyon sukarelawan Finlandia tergabung dalam batalyon ketiga dari Resimen Nordland dengan Collani sebagai komandannya. Foto ini diambil oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomela


 SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (kiri, Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) berpidato di hadapan para prajurit dari batalyon sukarelawan Waffen-SS asal Finlandia, yang telah dipulangkan kembali ke negaranya setelah menyelesaikan masa dua tahun kontrak. Di tengah berdiri Letnan-Jenderal Lauri Malmberg (Panglima Suojeluskunta Finlandia), sementara di sebelah kanan adalah SS-Obersturmbannführer Kalervo Kurkiala (Verbindungsoffizier Finnisches Freiwilligen Bataillon). Foto ini sendiri diambil oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomeladi, di Hanko (Finlandia) pada tanggal 1 Juni 1943


 
SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) menyapa para prajurit sukarelawan asal Finlandia (Finnisches Freiwilligen-Bataillon der Waffen-SS) yang tergabung dalam III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment “Nordland” / SS-Panzergrenadier-Division “Wiking”. Caption aslinya - dalam bahasa Finlandia - menyebutkan bahwa mereka adalah prajurit-prajurit yang terluka dalam pertempuran, meskipun tidak terlihat tanda-tandanya disini. Foto ini sendiri dijepret oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies Esko Suomeladi, di Hanko (Finlandia) pada tanggal 1 Juni 1943. Di hari itu sedang dilakukan penyambutan untuk para sukarelawan tersebut, yang telah menyelesaikan dua tahun masa tugasnya di Waffen-SS (1941-1943)


 Acara kunjungan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) ke Asevelikylä yang berada di Tammersfors, Finlandia, pada tanggal 3 Juni 1943. Disini Steiner (tengah) tampak sedang berbincang-bincang dengan seorang perwira Angkatan Darat Finlandia, sementara di belakangnya yang baru keluar dari pintu adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"). 'Asevelikylä' (Desa Rekan Seperjuangan) sendiri adalah komplek perumahan yang dibuat oleh pemerintah Finlandia untuk menampung para janda dan keluarga korban perang


 Acara kunjungan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) ke Asevelikylä yang berada di Tammersfors, Finlandia, pada tanggal 3 Juni 1943. Disini Steiner (tengah) tampak sedang tersenyum, sementara yang berdiri di sebelah kiri adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"). 'Asevelikylä' (Desa Rekan Seperjuangan) sendiri adalah komplek perumahan yang dibuat oleh pemerintah Finlandia untuk menampung para janda dan keluarga korban perang. Tipe rumah sederhana seperti ini kemudian menjadi populer, dan menjadi standar perumahan di Finlandia seusai perang. Mereka menjulukinya dengan nama "rumah veteran"


Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps), dan Mayor-Jenderal Aaro Olavi Pajari (Komandan Divisi ke-18 Finlandia). Foto ini diambil pada tanggal 4 Juni 1943 oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies J. Taube, pada saat berlangsungnya kunjungan Steiner ke wilayah Mainilan Ala-kylä (Finlandia). Disini ketiga orang tersebut berpose di depan kantin lapangan yang menyediakan keperluan makan-minum prajurit


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandierender General III. SS-Panzerkorps) melihat ke kejauhan menggunakan teropong, sementara di belakangnya ikut mangawasi SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (Kommandeur SS-Gebirgs-Division "Nord"). Foto ini diambil pada tanggal 4 Juni 1943 oleh fotografer militer Finlandia, Sotilasvirkamies J. Taube, pada saat berlangsungnya kunjungan Steiner ke wilayah Mainilan Ala-kylä (Finlandia)

-------------------------------------------------------------------------

SS-Rottenführer Seppo Taivalmaa
SS-Untersturmführer Lauri Allan Törni (28 Mei 1919 - 18 Oktober 1965) adalah Kapten Angkatan Darat Finlandia yang memimpin sebuah kompi infanteri dalam Perang Musim Dingin (1939-1940) melawan Soviet. Dalam Perang Berkelanjutan (1941-1944) antara Finlandia dan Soviet, Törni mencatatkan nama harumnya di kedua belah pihak karena aksinya yang mengagumkan di garis belakang musuh. Begitu besarnya kerugian Soviet karena aksinya, sampai-sampai kepalanya dihargai senilai 500.000 Rubel alias 650.000 USD (dia merupakan satu-satunya perwira Finlandia yang disayembarakan sebegitu rupa)! Törni begitu kecewa akan perjanjian perdamaian antara negaranya dengan musuh besarnya Soviet (1944) sehingga memutuskan untuk meneruskan karirnya di Waffen-SS sebagai sukarelawan. Seusai Perang Dunia II dia melarikan diri ke berbagai negara sebelum akhirnya melabuhkan hatinya (alah!) ke Amerika. Disini namanya yang harum masih begitu dihargai sehingga Törni dijadikan sebagai pelatih unit satuan khusus US Army (cikal bakal "Green Berets"). Dia lalu menjadi warga negara Amerika Serikat dan mengganti namanya menjadi Larry Thorne. Sang pahlawan kemudian ditugaskan dalam Perang Vietnam dan disinilah dia kehilangan nyawanya saat helikopter yang dinaikinya jatuh di wilayah pegunungan. Sisa-sisa jenazahnya baru diketemukan tahun 1999 dan dikenali tahun 2003! Saat saya membaca kisah yang lebih lengkap DISINI, hanya satu yang terlintas dalam pikiran: kalau dijadiin film bagus nih!


Sumber :

www.5sswiking.tumblr.com
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: