Tuesday, June 28, 2011

Foto Janggut dan Cambang

HEER

Oberfeldwebel Heinz Ahnert (lahir 17.7.17!) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (7 Desember 1944) dan Nahkampfspange in Gold (5 Januari 1945) sebagai Zugführer di 3.Kompanie / Divisions-Füsilier-Bataillon 14 / 14.Infanterie-Division. Keterangan unitnya diambil dari catatan diari yang ditulisnya tahun 1946 saat masih menjadi tawanan perang, meskipun berbeda dengan beberapa sumber (Patzwall, Dörr) yang menyebutkan unitnya sebagai 2.Kompanie / Divisions-Füsilier-Bataillon 14. Medali dan penghargaan lain yang diraih oleh Ahnert: Eisernes Kreuz II.Klasse (30 April 1942) dan I.Klasse (11 September 1943); serta Verwundetenabzeichen in Schwarz (19 Agustus 1942, diberikan atas satu luka yang dideritanya tanggal 10 Agustus 1942)



 Oberst Johannes Arndt (7 Oktober 1906 - 6 Juli 1944) bergabung dengan 4. (Preußen) Infanterie-Regiment tanggal 1 Maret 1924. Pada tahun 1935 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 16 dan bersama unit ini ikut serta dalam kampanye di Polandia dan Prancis. Pada permulaan Unternehmen Barbarossa Arndt sudah menjadi komandan batalyon dan menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di Sebastopol, Krim, sehingga batalyonnya disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 15 Juni 1942. Pada tanggal 1 Agustus 1942 Arndt mengambil alih kepemimpinan di Infanterie-Ersatz-Regiment 22 dan pangkatnya dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Dari sana dia ditunjuk lagi sebagai komandan Grenadier-Regiment 391yang sedang bertempur mati-matian melawan pasukan Rusia di sekitar Leningrad. Ketika musuh melancarkan ofensif besar-besaran tanggal 15 Januari 1944, resimen di bawah kepemimpinan Arndt berhasil mencegah musuh yang berusaha mengepung dua divisi Jerman (126. Infanterie-Division dan 9. Luftwaffen-Feld-Division). XXX. Guard Corps Soviet hanya mampu menerobos maju sejauh 2,2 km sebelum mentok ketika menghadapi perlawanan mati-matian dari resimen Arndt. Ketika pasukan cadangan Jerman didatangkan, akhirnya front Heeresgruppe Nord berhasil distabilkan kembali. Atas prestasinya tersebut Johannes Arndt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Februari 1944 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Grenadier-Regiment 391 / 170.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 20 April 1944 sang komandan resimen mendapatkan cuti dan baru kembali ke unitnya tanggal 13 Mei 1944. Hanya berselang dua bulan kemudian dia gugur dalam pertempuran di Molidesno. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung III.Klasse dan IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (18 Mei 1940) dan I.Klasse (3 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Infanterie-Sturmabzeichen; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (15 Juni 1942); Krimschild; serta Deutsches Kreuz in Gold (2 Februari 1942)

Major der Reserve Karl Bock (9 November 1899 - 20 Januari 1943) adalah seorang perwira Heer berprestasi yang juga merupakan perwira Allgemeine-SS di masa sebelum perang! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 3 Mei 1942 sebagai Kommandeur III.Bataillon / Infanterie-Regiment 97 setelah berhasil mencegah resimennya tergulung musuh dengan memperkuat pertahanan di wilayah pasukan sekutu Rumania. Bock gugur tanggal 20 Januari 1943 setelah menderita tiga luka-luka dalam pertempuran di dekat Ssamurskaja. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major der Reserve dan juga SS-Brigadeführer!



 Major Erich Dienenthal (17 Desember 1915 - 26 Juli 1990) adalah Kommandeur Don-Kosaken-Reiter-Regiment 1 yang merupakan perwira dengan segudang penghargaan: 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse (6 Desember 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (31 Desember 1939); Infanterie-Sturmabzeichen (19 Juli 1941); 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse (19 Agustus 1941); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (14 Desember 1941); 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (6 Mei 1942); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (15 Agustus 1942); Ostvolkmedaille II. Klasse in Silber mit Schwertern (9 Desember 1943); Nahkampfspange in Bronze (19 Maret 1944); Kolajnu Poglavnika Ante Pavelica za Hrabost Malu Srebrnu (20 April 1944); Ostvolkmedaille I. Klasse in Silber mit Schwertern (3 Juni 1944); Bandenkampfabzeichen in Bronze (24 Desember 1944); dan Red Zeljeni Trolist First Class Cross (24 Desember 1944)


Hauptmann Walter-Christian Müller santai sambil merokok tanpa mempedulikan jenggot dan kumisnya yang mulai tumbuh. Nantinya dia akan mendapatkan Ritterkreuz tanggal 27 Juli 1944 sebagai Hauptmann dan Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 389. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1971 dengan pangkat terakhir Oberstleutnant (pangkat terakhirnya di Wehrmacht adalah Major)


 Hauptmann Johann "Hans" Pongratz (19 Januari 1913 - 1 Agustus 1997) berjanggut dan memakai stahlhelm dengan kamuflase warna putih musim dingin. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 September 1940 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer 2.Kompanie / Infanterie-Regiment 74 / 19.Infanterie-Division / XXXIX.Armee-Korps / 2.Armee / Heeresgruppe C. Dia juga merupakan seorang peraih Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


General der Gebirgstruppe Julius Ringel


 Oberstleutnant Hermann Wulf (25 Juli 1915 – 19 Mei 1990) dari Grenadier-Regiment 76 (mot.) / 20.Panzergrenadier-Division. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet bulan Mei 1945 tapi berhasil melarikan diri bulan Oktober 1945. Dari tanggal 1 Maret 1956 s/d 30 September 1971 Wulf bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun dengan pangkat Brigadegeneral. Medali-medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 November 1939) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Gold; Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten (Ostmedaille); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (13 Oktober 1941) mit Eichenlaub #520 (3 Juli 1944); Nahkampfspange in Gold (18 Mei 1944); dan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Februari 1945)


 Tiga orang perwira Heer berfoto bersama sambil duduk di sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger, musim panas 1944. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Christoph Leonhardt (Chef 3.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502. DKiG 9 April 1943), Major Friedrich Issermann (Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment 102 / 24.Infanterie-Division. RK 8 Februari 1944), dan Leutnant Johannes Bölter (Führer 1.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502. RK 16 April 1944 dan EL 10 September 1944). BTW, Leonhardt masuk dalam buku sejarah sebagai orang yang mencatatkan kemenangan ke-1000 (alias menghancurkan tank yang ke-1000) untuk s.Pz.Abt.502, sementara Bölter adalah salah satu jagoan panzer terkemuka dalam sejarah yang selama karirnya berhasil menghancurkan 139-144 tank musuh!

Tulisan di tanda pangkat bahu 'fl 604' merujuk pada Flak-Bataillon 604 (motorisiert)


 Tawanan Jerman yang tertangkap oleh U.S. 5th Army di Loiano, Italia, tahun 1945. Foto oleh fotografer wanita terkenal Margaret Bourke-White



Foto lain yang memperlihatkan anggota Wehrmacht berjanggut. Dari panji yang terpotong di lengannya, bisa dipastikan bahwa Feldwebel dengan pita Eisernes Kreuz II.Klasse di atas adalah anggota legiun asing Wehrmacht (kemungkinan besar Spanyol)


 Panzergrenadier dengan "pandangan 1000 meter"


 Prajurit Afrikakorps berjanggut. Walaupun telah sama-sama mafhum bahwa medan perang di gurun pasir Afrika Utara kebanyakannya panas amit-amit, tapi disini kita bisa melihat dengan jelas bahwa prajurit peraih Eisernes Kreuz I. Klasse ini memakai tiga rangkap pakaian!


seorang Gebirgsjäger berjanggut yang juga merupakan Zugführer (komandan peleton), difoto di Niemickich, pegunungan Kaukasus, bulan Januari 1943


Pasukan Jerman dengan jaket kamuflase putih musim dingin. Sebagian besar dari mereka memanjangkan janggutnya!


 
Leutnant Infanterie berpose di dalam parit




------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

 Oberfeldwebel Fritz Aechtner (4 Maret 1916 - 1 Mei 2007) dari Nürnberg, Bavaria, pertama kali mengawali karir militernya sebagai prajurit di resimen artileri Bavaria tahun 1934. Pada tahun 1940 dia mengajukan perpindahan ke Luftwaffe sebagai Beobachter (observer) dalam membantu tembakan artileri menggunakan pesawat Heinkel He 126. Setelah ditransfer ke Nahaufklärung dan berganti pesawat menggunakan Messerschmitt Bf 109 G-8, Aechtner dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Desember 1944 sebagai Flugzeugführer dan Beobachter di 1.Staffel / Nahaufklärungsgruppe 5 (NAG 5) setelah terluka dua kali saat pesawatnya ditembak jatuh musuh, tapi selalu ngotot balik lagi ke unitnya beberapa hari kemudian! Tugas Aechtner, di antaranya, adalah mengarahkan tembakan artileri dari tiga baterai sekaligus. Setelah upacara penganugerahan Ritterkreuz, dia berusaha kembali ke unitnya yang terkepung di Kurland, tapi malah berakhir membantu menerobos kepungan musuh di Poznan saat kereta api yang membawanya tertahan disana. Dengan hanya lima orang yang selamat, Aechtner berhasil kembali ke wilayah yang dikuasai Jerman setelah melakukan perjalanan dengan jalan kaki di garis belakang Soviet selama 28 hari, dan mendapati berita bahwa dia telah diberitakan hilang oleh unitnya! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen (1942); Dienstauszeichnung III.Klasse (1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (1942) dan I.Klasse (1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (13 September 1942); Deutsches Kreuz in Gold (12 Januari 1943, setelah 250 Einsätze); Frontflugspange für Aufklärer in Gold; serta Frontflugspange für Aufklärer in Gold mit Anhänger. Pesawat yang dipakainya: Focke-Wulf Fw 189 A-3


Fallschirmjäger berjanggut

------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

 
 Kapitänleutnant Ernst Bauer (3 Januari 1914 - 12 Maret 1988) mendapat kabar melalui pesan radio dari Befehlshaber der Unterseeboote bahwa dia telah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Maret 1942. Pada saat itu dia masih berada di lautan, berpatroli bersama dengan kapal selam U-126 dari tipe IXC yang dikomandaninya. Untuk merayakan penganugerahan tersebut, maka segenap awak U-126 mengalungkan kepada kaptennya sebuah Ritterkreuz "jadi-jadian" yang dibuat dari bahan karton tebal, yang kemudian dipakai oleh Bauer sampai dia pulang ke pangkalannya di Lorient (Prancis) tanggal 29 Maret 1942! Barulah di saat itu sang kapten kapal selam jagoan mendapatkan medali aslinya. Selama karirnya sebagai kapten U-boat, Bauer tercatat ikut serta dalam lima patroli laut dengan total 391 hari di lautan, sekaligus menenggelamkan 26 kapal dengan total tonase 119.010 GRT serta merusakkan empat kapal dengan total tonase 31.304 GRT



 Fregattenkapitän Albrecht Brandi (20 Juni 1914 - 6 Januari 1966) adalah salah satu dari hanya dua orang anggota Kriegsmarine yang dianugerahi Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern (satunya lagi Wolfgang Lüth)! Tentunya hal tersebut bukannya tanpa sebab, bukan? Selama karir perangnya Brandi terkenal sebagai kapten U-boat yang LUAR BIASA berani dan agresif. Dia berhasil menenggelamkan 14 kapal, termasuk satu penjelajah ringan, satu penanam ranjau dan tiga perusak. Dia juga merusak kapal perang HMS Rodney dan dua kapal induk HMS Illustrious dan HMS Formidable. Dengan semua kemenangan ini, Brandi menjadi komandan U-boat yang menghancurkan kapal perang paling banyak! Tambahan lagi, Brandi melakukan aksinya sebagian besar di perairan Mediterania yang terkenal dangkal sehingga menyulitkan kapal selam untuk bermanuver atau menyelam tiba-tiba saat bertemu musuh. Ini menjadi nilai lebih yang tak banyak orang bisa melakukannya! Meskipun begitu, dia bukanlah pemegang rekor yang menenggelamkan paling banyak kapal, karena catatan tersebut jatuh ke tangan koleganya Otto Kretschmer yang telah menenggelamkan 47 buah kapal. Brandi sendiri berada di ranking ke-24 untuk urusan tersebut. BTW, ada sebuah kisah menarik pasca perang, dimana Brandi mendapat undangan untuk menjadi anggota organisasi para peraih Ritterkreuz. Brandi menolak, dan inilah alasan yang keluar dari mulut dia sendiri: "Aku akan bergabung hanya bila anak buahku juga ikut bergabung, karena tanpa mereka aku tidak akan menjadi seperti yang sekarang ini." Karakternya yang agresif dan "doyan" memangsa kapal perang musuh (sesuatu yang biasanya ditakuti oleh awak U-boat dan mereka rata-rata lari bila bertemu) dengan tepat digambarkan oleh rekannya sesama jagoan U-boat, Fregattenkapitän Reinhard Suhren: “Ritter ohne Furcht und Tadel” (Ksatria yang tak kenal rasa takut dan tak pernah gagal)


Korvettenkapitän Hermann Büchting


 Kapitänleutnant Reinhard "Paukenschläger" Hardegen (kelahiran 18 Maret 1913) mendapat pemberitahuan bahwa dia telah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Januari 1942 sewaktu dia sedang berpatroli di lautan bersama U-123. Upacara pengalungan medali dilangsungkan saat kapal selam yang dikomandaninya merapat di pelabuhan Lorient (Prancis) tanggal 9 Februari 1942. Jagoan U-boat yang total menenggelamkan 22 kapal (115.656 GRT) ini nantinya mendapat pula Eichenlaub #89 tanggal 23 April 1942. Pangkat terakhirnya adalah Korvettenkapitän. BTW, Sampai tulisan ini dibuat (4 Oktober 2013), orang ini tercatat masih hidup dan berusia 100 tahun! Dia tercatat dalam buku Enny Errow sebagai kapten kapal selam terakhir Jerman yang masih bernafas!


 Kapitän zur See Walter Kay (1896-1963) adalah Perwira Pertama di kapal perang "Admiral Graf Spee" dalam petualangannya yang menentukan di tahun 1939. Dari "Rangliste der Deutschen Reichsmarine 1928" diketahui bahwa dia merupakan lulusan akademi Angkatan Laut tahun 1915 dan merupakan penerima 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse. Sebelum penugasannya di Graf Spee, Kay menjabat sebagai kepala pelatihan bintara Kriegsmarine di Friedrichsort



Seorang pelaut bernama Ernst Schwabe yang merupakan awak dari Hilfskreuzer "Stier" (HSK 6) pimpinan Fregattenkapitän Horst Gerlach. Nama "Stier" sendiri artinya adalah "banteng", dan diambil berdasarkan zodiak Taurus. Kapal penjelajah pembantu satu ini mampu menenggelamkan empat kapal dagang sebelum dia sendiri tenggelam pada tanggal 27 September 1942. Hanya dua orang awaknya yang berhasil selamat...



Korvettenkapitän Hans-Gerrit von Stockhausen (11 Agustus 1907 - 15 Januari 1943) memulai karir angkatan lautnya dari tahun 1926. Sebagai "orang dari jam pertama", Von Stockhausen sudah memegang jabatan sebagai komandan U-13 dari sejak aktifnya Kriegsmarine bulan November 1935, sebelum kemudian menangani kapal selam tipe IXB, U-65, tanggal 15 Februari 1940. Sang peraih Ritterkreuz ini tewas dalam kecelakaan di jalan raya Berlin tahun 1943. Prestasi yang telah diraihnya: 12 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 66.174 GRT, dan 3 kapal dirusakkan dengan total tonase 22.490 GRT


Kapitänleutnant Rolf Struckmeier sebagai komandan U-608 mengenakan medali Eisernes Kreuz I klasse versi kain. BTW, wajahnya rada-rada mirip Jürgen Prochnow yang memerankan peran sebagai "der Alte" dalam film fenomenal DAS BOOT!


Foto ini pertama kali nongol dalam buku "Narvik im Bild" terbitan tahun 1941 karya Gerd Böttgers dan memperlihatkan seorang Gebirgsmarine berjanggut tipis yang ikut serta dalam pertempuran di Narvik (Norwegia) tahun 1940. Tellermütze terpasang di kepalanya, sementara stielhandgranate M24 "Potato-Masher" terselip di pinggangnya. Uniknya, dia mengenakan seragam militer M34 Norwegia lengkap dengan Colt-rig tempat menyimpan magasin Kongsberg Colt 1911 yang juga merupakan produksi Norwegia! Gebirgsmarine sendiri sebenarnya adalah para pelaut Kriegsmarine yang kapalnya ditenggelamkan di sekitar Narvik sehingga memaksa mereka bertempur di darat bersama-sama dengan Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) dan Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung). Di tengah situasi pertempuran yang kacau-balau dan ketiadaan pasokan senjata serta perlengkapan, para "pasukan laut" ini mau tidak mau menggunakan peralatan milik Angkatan Barsenjata Norwegia yang tersimpan di depot Elvegardsmoen yang telah berpindah tangan ke pihak Jerman dari sejak tanggal 9 April 1940. Karenanya, banyak foto di saat itu yang memperlihatkan pasukan Jerman (terutama Gebirgsmarine) yang mengenakan pakaian serta perlengkapan perang Norwegia, termasuk senapan Krag-Jörgensen dan sepatu boot

------------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI 


SS-Oberscharführer Harry Wontorra (21 November 1920 - 14 Mei 2007) adalah mantan anggota 15.Kompanie (Krad) LSSAH dan 1.Kompanie / SS-Aufklärungs-Abteilung 1 LSSAH, veteran Ostfront yang pada musim panas tahun 1943 diberi tugas untuk melatih para rekrutan baru 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk. Gaya melatihnya yang tegas tapi fair dan kebapakan membuat Wontorra menjadi "favorit" para anggota belia divisi tersebut (sebagian besarnya lahir pada tahun 1926). Dalam Pertempuran Normandia (1944) dia menjadi Führer Krad-Erkundungs-Zug dari Stab SS-Panzer-Regiment 12. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (13 Juni 1940) und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Goldenes Hitlerjugend Ehrenabzeichen (Golden Hitler Youth Badge of Honour)

Foto-foto ini berasal dari album orsinil seorang anggota Divisi SS Totenkopf yang terperangkap dalam kantung pengepungan Demjansk (musim dingin 1941-1942). Pertempuran di tempat ini bisa dibilang merupakan salah satu pertempuran paling berat yang dihadapi oleh Totenkopf dalam Perang Dunia II. Jumlah anggota divisi ini yang asalnya berkekuatan penuh 30.000 orang menyusut drastis menjadi hanya berkekuatan satu batalyon, sementara formasi infanterinya bisa dibilang musnah! Meskipun begitu, mereka tetap bertahan walaupun berdarah-darah, dan dengan tegar melawan serangan demi serangan pihak Rusia selama kurun waktu empat bulan. Hasilnya, ribuan personil dan kendaraan musuh berhasil dihancurkan. Pada akhirnya, bukannya mendapat bantuan dari luar untuk membebaskan diri dari kepungan, para anggota divisi Totenkopf berusaha sendiri untuk menerobos keluar dari posisi mereka yang terkepung. Usaha ini berhasil, dan mereka mampu berkumpul kembali dengan rekan-rekan Jerman mereka. Lebih dari selusin anggota Divisi SS Totenkopf yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam medio ini. Di antaranya adalah Max Seela, Karl Ulrich, Fritz Christen, Erwin Meierdress, dan lainnya

------------------------------------------------------------------

AFRIKAKORPS

 Generalmajor Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes 1. italienische Armee) bersama dengan para perwira Afrikakorps, musim semi tahun 1943. Dari kiri ke kanan: Leutnant tak dikenal, Bayerlein, Sonderführer Dr. Ernst Franz (penterjemah pribadi Rommel), dan Sonderführer Fritz Moosmüller yang bekerja di Propagandakompanie tapi kebanyakan waktunya digunakan sebagai penterjemah. Perhatikan betapa beraneka ragamnya seragam yang mereka kenakan (dari mulai hijau zaitun, kuning cerah, coklat tua dan abu-abu), sesuatu yang tidak akan anda ketahui bila foto ini dibuat dalam format hitam-putih! Bayerlein memakai seragam jenderal tapi dengan kancing putih standar (bukannya kuning seperti biasanya dikenakan orang berpangkat jenderal). Sekarang beralih ke Moosmüller, perhatikan bahwa tanda pangkat Sonderführer di kerahnya telah dicabut! Dua orang memakai celana dengan saku di betis: hasil rampasan dari Inggris mungkin, atau bikinan sendiri? satu lagi, veteran Perang Dunia I kedua dari kanan dengan bordiran pink panzer di topinya (yang mengindikasikan bahwa dia berasal dari unit panzer) tampaknya tidak ambil pusing untuk memakai logo tengkorak di kerahnya, seperti umumnya panzertruppen di Afrika




Sumber :
Foto koleksi LIFE
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Eric-Jan Bakker

www.audiovis.nac.gov.pl
www.delcampe.de
www.finearts-autographs.com

www.flemishmilitariacollection.be 
www.fotobethge.com
www.gmic.co.uk
www.historic.de
www.life.com
www.photo-war.com
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com

No comments: