Saturday, June 25, 2011

Album Foto Hormat Militer

HEER

 
Generalleutnant Albrecht Brand (Festungskommandant Königsberg Ostpreußisches) menunggang kuda sambil memberi hormat dalam sebuah acara parade militer di Prusia Timur yang ikut dihadiri juga oleh Generalfeldmarschall Wilhelm List. Di sebelahnya ikut ngendon Oberst Martin Grase (Kommndeur Infanterie-Regiment 1/1.Infanterie-Division). Brand mengenakan medali 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse, 1918 Verwundetenabzeichen in Silber, dan Schleischer Adler


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, tanggal 20 Maret 1939. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger


 Foto oleh Kriegsberichter Folkerts ini memperlihatkan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division) menyaksikan parade kemenangan pasukannya di Avenue Foch, Paris, tanggal 14 Juni 1940. Saat itu 30. Infanterie-Division mendekati Paris dari arah utara, tapi tujuannya sendiri hanya melewati kota tersebut demi melanjutkan memburu pasukan Prancis yang mundur ke arah selatan. Ketika Briesen mendengar berita bahwa Paris dinyatakan sebagai "Kota Terbuka", dia memutuskan untuk mengirim unit kecil ke perbatasan kota tersebut untuk mengecek kebenarannya. Unit tersebut kembali dan melaporkan bahwa tidak ada perlawanan sama sekali yang dijumpai, sementara militer Prancis semuanya telah pergi. Pada saat itulah Briesen memutuskan untuk merubah arah gerakan pasukannya dan mengambil jalur berbeda yang menembus kota Paris. Ketika dia sampai di Champs-Élysées, dia memerintahkan agar diadakan "parade kecil-kecilan", sehingga jadinya 30. Infanterie-Division memasuki Champs-Élysées dengan diiringi oleh band sementara Briesen sendiri memberi hormat sambil menunggang onta. Kejadian tersebut mendapat liputan luas, dan sering disalahpahami sebagai parade kemenangan pasukan Jerman setelah pasukan Prancis menyerah, padahal pada kenyataannya itu hanyalah gerak maju "berkelas" divisi Briesen dengan melewati kota Paris dalam mengejar pasukan Prancis yang mundur!


Oberstleutnant Karl-Peter Jacob


 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Wehrmacht) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, April 1939. Pada tanggal 3 April 1946, dalam kesaksian di tribun militer internasional di Nürnberg, Keitel berkomentar mengenai dugaan keanggotaanya di partai Nazi: "Hitler mempersembahkan Pin Partai Emas ini kepada saya bulan April 1939, bersamaan waktunya dengan Panglima AD Jenderal von Brauchitsch. Führer mengatakan bahwa itu sebagai penghargaan atas keberhasilan Jerman mencaplok Cekoslowakia. Pin emas tersebut mempunyai ukiran "16 dan 17 Maret" di dalamnya. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger


 Oberstleutnant Alfred-Hermann Reinhardt (Kommandeur Infanterie-Regiment 421 / 125.Infanterie-Division) mendapat kalungan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam upacara penganugerahan yang diadakan pada tanggal 4 Desember 1941. Selama karir militernya, mantan perwira polisi ini mendapat medali dan penghargaan sebagai berikut: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (31 Agustus 1917) dan I.Klasse (31 Juli 1919); Schleischer Adler; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Juni 1940) dan I.Klasse (27 Juli 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Deutsches Kreuz in Gold #176/5 (4 September 1942); Ordinul Mihai Viteazul III.Klasse #218/7 (7 Agustus 1943); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #306 (28 September 1943) und Schwertern #118 (24 Desember 1944). Dua yang terakhir diperoleh saat Reinhardt (15 November 1897 - 14 Januari 1973) berpangkat Generalleutnant dan Kommandeur 98. Infanterie-Division

-------------------------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Generalmajor Hans Klein


Generalleutnant Carl Köchy


 Oberleutnant Gerhard Loos adalah pilot jagoan Luftwaffe dengan 92 kemenangan udara, dan juga merupakan seorang Ritterkreuzträger (peraih Salib Ksatria) yang didapatkannya tanggal 5 Februari 1944 sebagai Leutnant dan Staffelführer di 8./JG 54. Pada tanggal 6 Maret 1944 Loos, yang menerbangkan pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 "RX + DL" (Werksnummer 411922), ditembak jatuh dalam pertempuran udara di sekitar Rheinsehlen oleh Lieutenant John Howell dari 357th Fighter Group. Tergantung tak berdaya di parasutnya, angin membawa dia pada jaringan kabel listrik tegangan tinggi. Loos nekad untuk melepaskan diri dari parasutnya dan jatuh pada ketinggian 20m sehingga tewas seketika!

-------------------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

 Fregattenkapitän Albrecht Brandi (20 Juni 1914 - 6 Januari 1966) adalah salah satu dari hanya dua orang anggota Kriegsmarine yang dianugerahi Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern (satunya lagi Wolfgang Lüth)! Tentunya hal tersebut bukannya tanpa sebab, bukan? Selama karir perangnya Brandi terkenal sebagai kapten U-boat yang LUAR BIASA berani dan agresif. Dia berhasil menenggelamkan 14 kapal, termasuk satu penjelajah ringan, satu penanam ranjau dan tiga perusak. Dia juga merusak kapal perang HMS Rodney dan dua kapal induk HMS Illustrious dan HMS Formidable. Dengan semua kemenangan ini, Brandi menjadi komandan U-boat yang menghancurkan kapal perang paling banyak! Tambahan lagi, Brandi melakukan aksinya sebagian besar di perairan Mediterania yang terkenal dangkal sehingga menyulitkan kapal selam untuk bermanuver atau menyelam tiba-tiba saat bertemu musuh. Ini menjadi nilai lebih yang tak banyak orang bisa melakukannya! Meskipun begitu, dia bukanlah pemegang rekor yang menenggelamkan paling banyak kapal, karena catatan tersebut jatuh ke tangan koleganya Otto Kretschmer yang telah menenggelamkan 47 buah kapal. Brandi sendiri berada di ranking ke-24 untuk urusan tersebut. BTW, ada sebuah kisah menarik pasca perang, dimana Brandi mendapat undangan untuk menjadi anggota organisasi para peraih Ritterkreuz. Brandi menolak, dan inilah alasan yang keluar dari mulut dia sendiri: "Aku akan bergabung hanya bila anak buahku juga ikut bergabung, karena tanpa mereka aku tidak akan menjadi seperti yang sekarang ini." Karakternya yang agresif dan "doyan" memangsa kapal perang musuh (sesuatu yang biasanya ditakuti oleh awak U-boat dan mereka rata-rata lari bila bertemu) dengan tepat digambarkan oleh rekannya sesama jagoan U-boat, Fregattenkapitän Reinhard Suhren: “Ritter ohne Furcht und Tadel” (Ksatria yang tak kenal rasa takut dan tak pernah gagal)


Vizeadmiral Friedrich Ruge (kiri) dalam acara penganugerahan Ritterkreuz untuk Korvettenkapitän Jost Brökelmann yang diselenggarakan tanggal 14 Juni 1942


Sumber :
 
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi Hugo Jaeger
Foto koleksi pribadi Andrew "Rotyslav" Harris
Foto koleksi pribadi Bart V.
Foto koleksi pribadi Erich Craciun
www.forum.axishistory.com

www.historicalwarmilitariaforum.com 
www.life.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: