Monday, June 6, 2011

Foto Merokok (Rokok, Pipa Cangklong, Cerutu)

ROKOK

Seorang Leutnant dengan seragam tropis dengan santai menyelipkan rokok di bibirnya saat difoto. Dia mengenakan tropenkoppel (ikat pinggang tropis) versi perwira tapi kragenspiegel (collar tab) dan tropenmütze (topi tropis) yang dia pakai adalah versi bintara. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa dia baru saja dipromosikan dari Oberfeldwebel (setingkat bintara) menjadi Leutnant (setingkat perwira)


 Tiga orang prajurit dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" menghentikan kendaraan mereka saat melihat sebuah piano yang ditinggalkan oleh penghuninya di pinggir jalan. Salah seorang diantaranya - yang ternyata mempunyai keahlian bermain piano - kemudian melakukan konser dadakan di hadapan teman-temannya. Mereka memakai, dari kiri ke kanan: jaket parka musim dingin, baju pelapis kamuflase, dan seragam hitam panzer. Perhatikan bendera swastika yang dipasang di kap depan  Kübelwagen yang dimaksudkan sebagai pengenal bagi pesawat udara Luftwaffe. Foto ini diambil di Kharkov (Ukraina) pada bulan Maret 1943 tak lama setelah pasukan Jerman berhasil merebut kota tersebut dari tangan Tentara Merah


Prajurit Fallschirmjäger dari unit senapan mesin di sela-sela istirahat merokok. Dikatakan bahwa foto ini diambil di medan perang Tunisia tahun 1943, sementara yang lainnya mengatakan di Italia. Kotak besi yang tersampir di punggung prajurit di tengah adalah patronenkasten (kotak peluru senapan mesin). Pehatikan bahwa beberapa dari mereka mencat kamuflase tropis perlengkapan pribadi yang terbuat dari kulit seperti kartentasche (tas peta) dan patronentasche (kantong amunisi)!


Seorang perwira Heer memberikan rokok pada anakbuahnya yang kelelahan setelah pertempuran sengit di Pokhorovka bulan Juli 1943. Foto oleh Kriegsberichter Koch dari PK (Propaganda-Kompanie) 694. Pertempuran Pokhorovka berkecamuk sekitar 87km sebelah tenggara Kursk, Rusia, sebagai bagian dari Unternehmen Zitadelle. 5th Guards Tank Army Soviet menyerang posisi pertahanan II. SS-Panzerkorps Jerman dalam salah satu pertempuran antar-tank terbesar dalam sejarah militer


Istirahat sambil ngudud, ngobrol ngalor ngidul ditemani gogog. Nikmatnyoooo!! Para prajurit Luftwaffe ini sedang santai merokok di sela-sela pekerjaan mereka. Hauptfeldwebel di kiri adalah seorang Spieß (Tombak) yang tugasnya mengurusi keperluan kompi (sehingga karenanya dijuluki "Mutter der Kompanie" (Ibu Kompi). Selalu ada satu orang bintara di setiap kompi infanteri, baterai artileri dan skuadron kavaleri yang bertugas administratif dan tidak menemani unitnya ke medan tempur. Dalam tubuh Wehrmacht, petugas semacam ini mudah dikenali dari dua "piston" di lengan mereka serta Meldetasche (tas laporan) yang selalu mereka bawa


 Seorang Hauptfeldwebel atau "der Spiess" (kiri) dari sebuah unit Heer tak dikenal berfoto bersama dengan rekan-rekannya di Rusia, musim dingin tahun 1944. Sang "Ibu Kompi" tampaknya telah banyak makan asam garam pertempuran, yang terlihat dari medali-medali yang diperolehnya: Pita Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), pita Eisernes Kreuz II.Klasse, Eisernes Kreuz I.Klasse, dan Infanterie-Sturmabzeichen in Silber. Untuk mengusir hawa dingin yang menusuk, mereka merokok bersama-sama


Serdadu panzer (Panzertruppen) sedang asyik merokok. Dia mengenakan Sonderbekleidung Der Deutschen Panzertruppen (seragam hitam pasukan tank Jerman) dan Panzermütze M43. Selain dari itu, tidak ada keterangan lain mengenai foto ini, termasuk unitnya (yang jelas dari Heer dan bukan Waffen-SS)
 

Foto jagoan Luftwaffe Oberleutnant Walter "Graf Punski" Krupinski (Staffelkapitän 7./JG 52) yang kedapatan merokok tak lama setelah upacara penganugerahan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diselenggarakan di Berghof, Obersalzberg (tempat peristirahatan Adolf Hitler), tanggal 4 April 1944. Di sebelah Krupinski duduk jagoan Luftwaffe lain yang jauh lebih terkenal: Leutnant Erich Hartmann (tidak nongol di foto ini)


Baru saja kembali dari pertempuran yang berat, "The Star of Africa" Hans-Joachim Marseille langsung menikmati sebatang rokok sambil tersenyum meskipun dengan wajah yang masih tak lepas dari ketegangan dan keringat tampak jelas mengucur deras!


Generalfeldmarschall (Luftwaffe) Wolfram Freiherr von Richthofen dengan cool-nya merokok. Sungguh tidak biasa dalam sebuah foto studio!


Hauptwachtmeister Theodor Shaefer dari 2./Panzernachrichten-Abteilung 77 sedang menikmati sebatang rokok



SS-Sturmbannführer Christian Tychsen (Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich") menyempatkan waktu istirahatnya yang singkat untuk menghisap sebatang rokok di sela-sela Pertempuran Kursk yang berlangsung sengit, musim panas 1943. Dalam foto ini dia mengenakan jaket kamuflase kombi (terusan) dari jenis SS-Erbsenmuster (pea-dot pattern), sementara sebuah teropong dari jenis Dienstglas 6x30 M H/6400 tergantung di lehernya

-------------------------------------------------------------

CANGKLONG

 Seorang Oberleutnant Heer asyik bermain catur (atau dam-daman?) bersama dengan rekannya yang berpangkat Feldwebel di dalam sebuah bunker bawah tanah. Mereka sama-sama mencangklong pipa, sementara stahlhelm dan Hafthohlladung (Haft-Hl) "Panzerknacker" bergantungan di atas. Nama unit dan lokasi tidak diketahui, tapi kemungkinan besar di Front Timur



Oberfeldwebel Anton Bayer (30 Mei 1914 - 7 Juli 1996) bergabung dengan kompi anti-tank dari Infanterie-Regiment 19 pada tanggal 1 Oktober 1936. Bersama dengan unitnya tersebut, dia ikut serta dalam invasi ke Polandia, Prancis dan Rusia. Dari sejak tanggal 15 November 1941, peleton Bayer diperintahkan untuk mempertahankan sayap kiri XIII. Armeekorps dari kemungkinan serangan musuh. Pada tanggal 27 Agustus 1943, 15 tank T-34 Soviet mampu menerobos pertahanan Jerman di Dinatru 327 yang merupakan garis belakang Grenadier-Regiment 19 tempat Bayer bergabung. Pada sore harinya 10 tank telah berhasil dihancurkan dan garis pertahanan lama berhasil dihancurkan, tapi tak lama kemudian di malam harinya musuh kembali menyerang dengan kekuatan lapis baja yang lebih besar sehingga pasukan Jerman yang bertahan kocar-kacir. Atas inisiatif sendiri Bayer memindahkan meriam-meriam anti-tanknya ke dataran tinggi dan dari sana bersiap menunggu musuh yang datang. Dalam duel antara tank vs anti-tank yang kemudian terjadi, seluruh meriam Bayer hancur oleh tank Rusia kecuali satu, dan itu pun awaknya telah berhasil dilumpuhkan. Pantang untuk mundur, Bayer mengambil alih meriam tersebut dan mengoperasikannya sendirian. Adalah sebuah keajaiban bahwa manusia satu ini berhasil melewati pertempuran sengit yang kemudian terjadi tanpa terluka sedikitpun! Di pihak lain, dia berhasil menghancurkan tujuh tank Rusia dengan peluru-peluru meriam terakhirnya sebelum tank-tank lainnya mundur. Bayer kemudian meledakkan senjatanya (agar tidak bisa dipakai musuh) dan kemudian mundur ke garis pertahanan utama sendirian, hanya dengan bersenjatakan pistol! Atas usahanya tersebut, dia telah berhasil menetralisasi ancaman tank Rusia sekaligus mengamankan gerakan mundur pasukan Jerman. Bayer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Oktober 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 14.(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division / LVI.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Di akhir perang dia ditawan oleh musuh utamanya Soviet dan baru dibebaskan pada tanggal 10 April 1948. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1940) und I.Klasse (17 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (5 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Nahkampfspange in Bronze (14 November 1943); serta Verwundetenabzeichen in Silber (7 April 1945)


Foto bawah memperlihatkan saat Major Georg Briel (Kommandeur Heeres-Flak-Bataillon 606 / 90.leichte-Afrika-Division) sedang santai merokok dengan menggunakan pipa di medan perang El Alamein (Mesir), musim panas tahun 1942. Dari cat stahlhelm M35-nya yang sudah banyak yang terkelupas, kemeja tropisnya yang lusuh serta Ritterkreuz-nya yang dibiarkan tergantung "lesu", kita bisa tahu neraka seperti apa yang telah dilaluinya! Saat bertugas di front depan, para prajurit Afrikakorps memang mempunyai regulasi pakaian yang lebih longgar dari rekan-rekannya di Eropa Daratan (ini karena iklimnya yang panas sehingga luar biasa "menyiksa" bagi bule-bule berkulit tipis tersebut!) dan biasanya mengenakan penutup apa saja yang mereka anggap nyaman. Disini kita juga bisa melihat Erkennungsmarke (dog tag) yang tersembul keluar dari balik seragamnya. Briel (21 Agustus 1907 - 16 Mei 1980) adalah mantan perwira Polizei periode 1927-1935 yang kemudian bergabung dengan Wehrmacht dari tahun 1935 s/d 1945. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Juli 1942, dan nantinya diserahi tanggungjawab sebagai Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 200 sampai akhir keberadaan pasukan Poros di Afrika Utara, bulan Mei 1943. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 57 / 79.Volks-Grenadier-Division. Pada saat perang berakhir di Eropa bulan Mei 1945, Briel sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dideritanya. Dia dibebaskan dari kamp tawanan Neu-Ulm pada tanggal 30 Juni 1945. Pangkat terakhirnya adalah sebagai Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Georg Briel: Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (22 September 1939) und I.Klasse (30 Agustus 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (20 Maret 1940); Allgemeines-Sturmabzeichen (15 Januari 1942); Medaglia commemorativa della campagna italo-tedesca in Africa Italia (19 Januari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (3 Februari 1942); Italienische Silberne Tapferkeitsmedaille (18 Februari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (20 Februari 1942); Ärmelband "Afrika" (12 April 1943); dan Heeres-Flak-Abzeichen (27 April 1943)


SS-Hauptsturmführer Alois Kalss, jagoan panzer dengan 42 kemenangan


Hauptmann Walter-Christian Müller santai sambil merokok tanpa mempedulikan jenggot dan kumisnya yang mulai tumbuh. Nantinya dia akan mendapatkan Ritterkreuz tanggal 27 Juli 1944 sebagai Hauptmann dan Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 389. Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1971 dengan pangkat terakhir Oberstleutnant (pangkat terakhirnya di Wehrmacht adalah Major) 


  
 
 
Foto-foto yang memperlihatkan pipa cangklong Wehrmacht

-------------------------------------------------------------

CERUTU 

Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Gunter d'Alquen (Leiter der Propagandatruppe der Waffen-SS), dan SS-Hauptsturmführer Georg Schönberger (Chef SS-Sturmgeschütz Batterie / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto ini diambil pada musim panas tahun 1941 di Front Timur oleh SS-Kriegsberichter Roth. Tampaknya d'Alquen sedang menggali keterangan dari Witt, yang tampak santai dengan cerutu di bibirnya


Foto ini diambil pada bulan Oktober 1941 dan memperlihatkan Oberst Richard Koll (7 April 1897 - 13 Mei 1963), Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division yang juga menjadi komandan gabungan pasukan tank dari 6. dan 7. Panzer-Division pada saat foto di atas diambil. Dia berpose elegan - lengkap dengan cangklong rokok cap Bangke Kuya - di atas cupola Panzerbefehlswagen III 'RO6'. Perhatikan detail dari kerangka besi tambahan di atas badan tanknya yang berfungsi sebagai frame antena radio. Di sebelah kanan adalah perwira Nachrichtentruppe (sandi) yang memakai Kopfhörer (headphone). Tiang antena radio sendiri terletak di belakang Gefreiter yang nampang di kiri. Koll dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Juli 1941. Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant


 
SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Theodor "Papa" Eicke (17 Oktober 1892 - 26 Februari 1943) adalah orang dibalik sistem kamp konsentrasi SS dan juga merupakan komandan pertama Divisi SS Totenkopf (30 Oktober 1939 - 26 Februari 1943). Para anggota divisi ini dari masa pertama pembentukannya biasa memanggil Eicke dengan sebutan "Papa" sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap sang komandan yang dikenal tegas dan keras tapi tetap penuh humor dan "ngemong" terhadap anakbuahnya. Dia ikut menderita bersama pasukannya dalam pertempuran-pertempuran yang berat di Rusia (terutama sebelas bulan pengepungan Demyanks) dan selalu hadir paling depan saat menghadapi musuh. Eicke tewas pada tanggal 26 Februari 1943 beberapa bulan setelah naik pangkat menjadi SS-Obergruppenführer (setingkat dengan General der Waffen-SS). Saat sedang melakukan pengintaian medan pertempuran dari udara di awal Pertempuran Ketiga Kharkov, pesawat Fieseler Fi 156 Storch yang ditumpanginya ditembak jatuh oleh pasukan Soviet, 1 kilometer barat-daya Artelnoje (dekat Lozovaya). Setelah kematiannya, Eicke digambarkan oleh pers Nazi sebagai seorang pahlawan, dan kemudian sebuah resimen infanteri Totenkopf mendapat kehormatan dengan penyematan ärmelstreifen (strip lengan) "Theodor Eicke". Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Generalfeldmarschall Erich von Manstein mengisap cerutu didampingi oleh jenderal-jenderal Turki, 26 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: Orgeneral (Kolonel Jenderal) Cemil Cahit Toydemir, Manstein, dan Tuğgeneral (Mayor Jenderal) Salih Erkuş. Perwira tinggi Turki lainnya yang hadir dalam acara ini adalah Albay (Kolonel) Hilmi Oray (Direktur Kantor kedua Staff Jenderal Turki di Ankara); Binbaşı (Mayor) Tahsin Berkman (Mantan Atase Militer Turki di Berlin); dan Faik Yüngül (20th AC)



Sumber :

Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille, The Life Story Of The Star Of Africa" karya Franz Kurowski
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Hundestaffel
Foto koleksi pribadi Michael H. Pruett

www.afrikakorps.forumcrea.com
www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.facebook.com
www.flickr.com
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
 
www.kegans-militaria.webstars.com
www.panzerlehr.forumoteka.plwww.wehrmacht-awards.com

No comments: