Thursday, January 16, 2014

Foto 7. Infanterie-Division

 Para anggota dari 14.Kompanie(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 menghabiskan waktu luang dengan bermain musik bersama menggunakan akordeon bermerk "Bang Rhoma". Di antara mereka nyempil dua orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz): Ruprecht Kral (kiri, RK 15 Mei 1944) dan Anton Bayer (kedua dari kanan, RK 5 Oktober 1943)


 Foto-foto lain yang memperlihatkan Oberfeldwebel Anton Bayer bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya dari 7. Infanterie-Division di Front Timur. Bagi yang belum tahu mukanya seperti apa, Master onani eh anti-tank ini adalah satu-satunya yang mengenakan medali kebanggaan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya


Obergefreiter Kurt Nöbel mendapat anugerah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 November 1943 dari tangan Generalmajor Gustav Gihr (Kommandeur 7. Infanterie-Division) di Feldlazarett (rumah sakit lapangan) Wehrmacht. Rupanya setelah pertempuran yang melambungkan namanya (tapi sekaligus membuatnya terluka sehingga harus dirawat di rumah sakit), Nöbel direkomendasikan oleh komandannya untuk mendapatkan Ritterkreuz, dan diterima. Jadilah upacara pemberian medali yang sederhana tapi tetap membanggakan!

 ----------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ



Oberfeldwebel Anton Bayer (30 Mei 1914 - 7 Juli 1996) bergabung dengan kompi anti-tank dari Infanterie-Regiment 19 pada tanggal 1 Oktober 1936. Bersama dengan unitnya tersebut, dia ikut serta dalam invasi ke Polandia, Prancis dan Rusia. Dari sejak tanggal 15 November 1941, peleton Bayer diperintahkan untuk mempertahankan sayap kiri XIII. Armeekorps dari kemungkinan serangan musuh. Pada tanggal 27 Agustus 1943, 15 tank T-34 Soviet mampu menerobos pertahanan Jerman di Dinatru 327 yang merupakan garis belakang Grenadier-Regiment 19 tempat Bayer bergabung. Pada sore harinya 10 tank telah berhasil dihancurkan dan garis pertahanan lama berhasil dihancurkan, tapi tak lama kemudian di malam harinya musuh kembali menyerang dengan kekuatan lapis baja yang lebih besar sehingga pasukan Jerman yang bertahan kocar-kacir. Atas inisiatif sendiri Bayer memindahkan meriam-meriam anti-tanknya ke dataran tinggi dan dari sana bersiap menunggu musuh yang datang. Dalam duel antara tank vs anti-tank yang kemudian terjadi, seluruh meriam Bayer hancur oleh tank Rusia kecuali satu, dan itu pun awaknya telah berhasil dilumpuhkan. Pantang untuk mundur, Bayer mengambil alih meriam tersebut dan mengoperasikannya sendirian. Adalah sebuah keajaiban bahwa manusia satu ini berhasil melewati pertempuran sengit yang kemudian terjadi tanpa terluka sedikitpun! Di pihak lain, dia berhasil menghancurkan tujuh tank Rusia dengan peluru-peluru meriam terakhirnya sebelum tank-tank lainnya mundur. Bayer kemudian meledakkan senjatanya (agar tidak bisa dipakai musuh) dan kemudian mundur ke garis pertahanan utama sendirian, hanya dengan bersenjatakan pistol! Atas usahanya tersebut, dia telah berhasil menetralisasi ancaman tank Rusia sekaligus mengamankan gerakan mundur pasukan Jerman. Bayer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Oktober 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 14.(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division / LVI.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Di akhir perang dia ditawan oleh musuh utamanya Soviet dan baru dibebaskan pada tanggal 10 April 1948. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1940) und I.Klasse (17 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (5 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Nahkampfspange in Bronze (14 November 1943); serta Verwundetenabzeichen in Silber (7 April 1945)


Major der Reserve Hermann Ammer (8 Maret 1914 – 9 Desember 2000) masuk dunia militer tanggal 1 Oktober 1934 dengan menjadi anggota 19.Kompanie / Infanterie-Regiment Regensburg di Passau. Setelah itu dia berpindah-pindah unit dari Infanterie-Regiment 62 ke Infanterie-Regiment 179 lalu balik lagi ke I.R.62. Pertempuran-pertempuran yang diikutinya: Polandia, Belgia, Prancis, Barbarossa, Białystok–Minsk, Smolensk, Moskow, dan Kursk. Pada tanggal 3 September 1943 Ammer dan batalyon yang dipimpinnya diperintahkan untuk merebut desa Chisky/Ssewsk dari tangan Rusia. Pada pukul 10:00 pagi serangan dimulai dengan didahului oleh bombardir pesawat-pesawat pembom tukik. Ammer sadar bahwa pertahanan musuh yang terorganisasi dengan baik hanya dapat dikalahkan dengan serangan dari pasukan yang bermoral tinggi, karenanya dia memberi contoh kepada anakbuahnya dengan selalu bertempur paling depan berdampingan dengan prajurit biasa. Berkat strategi yang jitu dipadukan dengan keberanian pribadi yang mengagumkan, akhirnya Chisky berhasil dikuasai. Keesokan harinya musuh melancarkan serangan balasan yang berkekuatan 150 orang prajurit. Sebagian wilayah desa berhasil dikuasai dan dua lubang pertahanan Jerman porak poranda. Ammer mengumpulkan sisa-sisa anakbuahnya dan melakukan serangan terpadu sehingga lawannya dibuat mundur kembali dengan menderita korban besar. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Oktober 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Führer II.Bataillon / Grenadier-Regiment 62 / 7.Infanterie-Division / XXXXVI.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Setelah beberapa kali terluka dalam pertempuran (yang terakhir dideritanya tanggal 26 Maret 1944), Ammer divonis tidak layak untuk bertempur dan dipaksa menghabiskan sisa perang dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika saat sedang menjalani perawatan di Lazarett "Ratshaus am Chiemsee". Pada saat itu dia dalam proses direkomendasikan untuk mendapat Eichenlaub, tapi perang keburu berakhir sebelum persetujuannya keluar! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1941) dan I.Klasse (18 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Juli 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (6 Agustus 1943) dan in Silber (1 April 1944); Deutsches Kreuz in Gold (17 Mei 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (7 September 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (1 Agustus 1943) dan in Silber (3 Januari 1944)


Wachtmeister Kurt Nöbel (15 Februari 1917 – 3 Februari 2000) ikut ambil bagian dalam kampanye Jerman di Polandia, Prancis dan Uni Soviet. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 November 1943 sebagai Obergefreiter dan Gruppenführer 1.Kompanie(reiter) / Aufklärungs-Abteiluing 7 / Füsilier-Bataillon 7 / 7.Infanterie-Division setelah melakukan tindakan kepahlawanan tanggal 18 Oktober 1943 sebelumnya, dimana dia dan pasukannya bertugas sebagai pasukan pembuka dalam membersihkan beberapa ratus meter lubang pertahanan musuh sehingga memungkinkan batalyonnya untuk terus bergerak maju tanpa hambatan yang berarti. Dia kemudian mendapat pula Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS tanggal 15 Desember 1944 sebagai Unteroffizier der Reserve di 1.Kompanie / Divisions-Füsilier-Bataillon 7 / 7.Infanterie-Division


Unteroffizier der Reserve Ruprecht Kral (18 Desember 1919 - 9 September 1983) yang merupakan kelahiran Nispitz, Kreis Znaim di Sudmähren adalah anak seorang petani keturunan Jerman di Sudetenland (yang waktu itu masih menjadi bagian dari Cekoslowakia). Setelah bekerja sebagai pelayan, dia kemudian bergabung dengan Wehrmacht tak lama setelah anschluss tahun 1938. Dia ikut bertempur bersama Infanterie-Regiment 19 "List" di Polandia, Belgia, Prancis (Lille, Dunkirk) dan Rusia (Minsk, Smolensk, Moskow). Dalam pertempuran di rawa-rawa dekat jembatan Narev di Bug, Kral dan awaknya yang bermodalkan sebuah Panzerjäger menghadapi serangan tank-tank Rusia yang berhasil menerobos di antara dua kubu pertahanan Jerman. Kral langsung menghantam setiap tank musuh yang masuk ke lubang pertahanannya, sampai akhirnya kendaraan lapis bajanyapun kena giliran dihantam tembakan yang mengakibatkan satu orang awak tewas dan tiga lainnya terluka (termasuk Kral). Mengetahui bahwa kendaraannya masih berfungsi, awaknya yang terluka tetap menembak setiap tank musuh yang nongol sampai meriamnya macet. Saat teman-temannya melakukan perbaikan di tengah hujan tembakan, Kral menberondong pasukan infanteri Soviet yang kini giliran menyerbu (tanknya sudah habis!). Meskipun pahanya kena tembak, dia dan kawan-kawannya tetap tidak mau menyerah dan pertempuran berlanjut satu jam lamanya sebelum bala bantuan Jerman datang. Atas jasa-jasanya tersebut Unteroffizier d.R. Kral dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 15 Mei 1944 sebagai Geschützführer di 14.Kompanie(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division / XXIII.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (10 Juli 1942) dan I.Klasse (22 Oktober 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (1943) dan in Silber. Seusai perang dia bekerja sebagai pekerja tambang dan merupakan ayah dari empat orang anak laki-laki


Sumber :
Foto koleksi pribadi HouweTrouwe
Foto koleksi pribadi Larrister
www.norgeslexi.com
www.pantorijn.blogspot.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com

No comments: