Thursday, January 23, 2014

Foto 72. Infanterie-Division

EICHENLAUBTRÄGER


 
 Oberstleutnant Karl Baacke (15 Mei 1907 - 2 April 1944) tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub #352 zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Desember 1943. Saat itu dia menjabat sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 266 / 72.Infanterie-Division / III.Panzer-Korps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Baris medalinya, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (2 Agustus 1942); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Wehrmacht-Dienstauszeichnung III. Klasse; Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen; Ordinul Coroana Romaniei (Romanian Order of the Crown with swords); dan Cruciada împotriva comunismului Romaniei (Romanian Crusade Against Communism medal). Di luar dari itu, dia juga mendapat Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (18 Juli 1940); Nahkampfspange in Bronze (1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #1090 (15 Juli 1942); Krimschild (21 Agustus 1942); Voenen Orden "za Hrabrost" IV.Stepen 1 Klas Bulgaria (1941); dan Deutsches Kreuz in Gold #322/2 (28 Februari 1943). Namanya disebutkan pula dalam Wehrmachtbericht (siaran propaganda radio Wehrmacht) edisi 27 April 1941 dan 21 Juni 1942. Mantan didikan Erwin Rommel di Sennelager ini sebelumnya telah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 30 Juni 1941 sebagai Hauptmann dan Chef 2.Kompanie / Grenz-Infanterie-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division / XVIII.Gebirgskorps / 12.Armee atas kinerjanya dalam penyerbuan Jerman ke Balkan, terutama dalam Pertempuran Thermopylae (yang lebih dari 2000 tahun sebelumnya menjadi lokasi pertempuran antara Leonidas raja Sparta melawan Xerxes raja Persia!). Wehrmachtbericht mengudarakan kepahlawanannya: "Kapten resimen infanteri Baacke telah memperlihatkan prestasinya yang menonjol dalam Pertempuran Thermopylae. Dia menempatkan detasemen yang bermanuver dan membuka sebuah jalan pintas sempit yang strategis dalam pertempuran yang berlangsung sampai malam menghadapi posisi pertahanan musuh yang dipersiapkan dengan baik, serta merampas 24 senjata berat". Medali Eichenlaub diterimanya atas kepahlawanannya dalam menerobos kepungan Rusia di Cherkassy sehingga memampukan pasukan Jerman menyelamatkan prajuritnya yang terluak serta amunisi yang berharga. Perwira yang luar biasa berani ini (lihat saja Nahkampfspange di seragamnya yang merupakan bukti bahwa dia "doyan" bertempur dalam jarak dekat!) gugur dalam pertempuran di kantong Kamenez-Podolsk saat berusaha menerobos kepungan musuh. Dahsyatnya, dia yang notabene perwira tinggi malah keluar paling akhir bersama dengan pasukan belakang dan lebih memilih untuk menyelamatkan anakbuahnya terlebih dahulu daripada dia! Dua kali Baacke direkomendasikan untuk mendapatkan Schwerter (8 April 1944 dan 16 April 1944) oleh 280. Infanterie-Division, tapi dua-duanya ditolak melalui keputusan OKW tertanggal 2 Mei 1944



Oberst Robert Kästner (27 Oktober 1913 - 18 November 1990) adalah perwira Wehrmacht yang meniti karir di 72. Infanterie-Division, dari komandan kompi sampai komandan resimen. Dia berpengalaman dalam kampanye-kampanye militer utama Jerman seperti Prancis (1940), Yunani (1941), dan Rusia (1941-1945). Dalam setiap pertempuran yang diikutinya, perwira tegap dengan pembawaan yang ramah ini selalu konstan memperlihatkan keberanian yang menonjol serta sikap kepemimpinan yang patut dicontoh. Untuk aksinya dalam mengorganisasi pertahanan di garis sungai Dnieper, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 11 Desember 1943 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 105 / 72.Infanterie-Division / III.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Ketika pasukan Jerman terkepung di Kantong Korsun (yang terancam menjadi bencana Stalingrad kedua), Kästner memimpin resimennya untuk menjadi ujung tombak dalam menerobos kepungan Rusia. Dimulai di malam tanggal 11 Februari 1944, sekelompok Grenadier dengan dukungan artileri lapangan, senjata serbu serta senjata anti pesawat menyerang Novo Buda, dilanjutkan dengan Komarovka. Begitu cepatnya pergerakan Kästner dan rekan-rekannya, sehingga ketika pihak Soviet mulai beraksi, pasukan Jerman dari 72. Infanterie-Division telah melintasi 10 kilometer medan penuh rintangan di kegelapan malam dan berhasil mencapai garis pertahanan Jerman! Di luar dari peralatan berat yang ditinggalkan serta beberapa korban yang diderita, divisi ini menjadi satu-satunya unit Jerman yang berhasil lolos dari kepungan secara utuh! Atas prestasinya tersebut, dia diganjar Eichenlaub #401 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 105 / 72.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Setelah pertempuran ini, Kästner dipromosikan menjadi Oberstleutnant dan tetap tinggal bersama unitnya dalam pertempuran lanjutan di Polandia, tepatnya di sungai Vistula. Meskipun berkali-kali mendapat hantaman Tentara Merah, 72. Infanterie-Division mengakhiri perang sebagai salah satu dari sangat sedikit unit Wehrmacht di Front Timur yang mempunyai kekuatan masih utuh, lengkap dengan peralatan perang serta belasan ribu anggota! Setelah menghabiskan beberapa waktu dalam kamp tawanan musuh, Kästner kembali ke Jerman dan melanjutkan kehidupannya sebagai warga sipil. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (19 April 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Infanterie-Sturmabzeichen; serta Nahkampfspange in Bronze. namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 2 Desember 1943

-------------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER

 Oberst Kurt Albrecht (26 Desember 1895 - 23 Juli 1966) mempunyai catatan militer yang tidak banyak diketahui. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan mengakhiri perang dengan pangkat Leutnant der Reserve. Sebagai perwira artileri dia ikut serta dalam kampanye Wehrmacht di Polandia, Barat dan Timur. Sebagai seorang komandan resimen artileri, Albrecht mempertunjukkan kapasitasnya dalam pertempuran sengit di Kantong Baranov bulan Oktober dan November 1944, sehingga atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 3 November 1944 sebagai Kommandeur Artillerie-Regiment 172 / 72.Infanterie-Division / Generalkommando XXXXII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Tak lama setelahnya dia mencerita sakit serius sehingga dipindahkan sebagai Führerreserve dan menjalani karir lanjutan sebagai Kepala Divisions-Führer-Lehrgang serta perwira staff di Armee-Oberkommando 8 (AOK 8) sampai dengan menyerahnya tanggal 8 Mei 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)

-------------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 Oberleutnant der Reserve August Günther dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 9 Oktober 1944 sebagai Leutnant der Reserve di I.Bataillon / Grenadier-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division / XXXXII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Gold; Nahkampfspange in Bronze; serta dua buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
www.forum.axishistory.com

No comments: