Friday, July 15, 2011

Foto Mugshot Tokoh-Tokoh Nazi Jerman

Generalleutnant Curt Badinski (17 Mei 1890 - 27 Februari 1966) bergabung dengan Lauenburgischen Jäger-Bataillon Nr. 9 tanggal 15 Januari 1910 dan bertempur dalam Perang Dunia Pertama sebagai awak senapan mesin. Karirnya terus berlanjut baik di Reichswehr dan Wehrmacht, dan saat Perang Dunia II pecah dia sudah menjadi komandan resimen infanteri dengan pangkat Oberst (Kolonel). Badinski dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 11 Oktober 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 489 / 269.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 4.Panzergruppe / Heeresgruppe Nord setelah berhasil merebut Krasnogwardeisk dari tangan pasukan Rusia (9 September 1941) sekaligus mempertahankannya dari berkali-kali serangan balasan sengit yang melibatkan tank berat walaupun wilayah samping kanannya terbuka! Penempatan selanjutnya adalah sebagai komandan 23. Infanterie-Division (17 Januari 1942 - 10 Juli 1942), komandan 269. Infanterie-Division (1 September 1942 - 16 November 1942), Territorialabschnittsbefehlshaber Bergen (16 November 1942 - 24 November 1943), dan komandan 276. Infanterie-Division (24 November 1943 - 21 Agustus 1944). Badinski ditawan oleh pasukan Amerika dalam Pertempuran Kantong Falaise bulan Agustus 1944. Dia baru dibebaskan tahun 1947. Dia meninggal tahun 1966 dan dikuburkan di Parkfriedhof di Oldenburg bersama dengan istri tercintanya Ilse. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1914) dan I.Klasse (27 Januari 1917); königlicher bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern (17 Oktober 1914); Hamburgisches Hanseatenkreuz (10 Juli 1916); Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege (8 Juni 1917); Türkischer Eiserner Halbmond (4 Juli 1917); Königlich Bulgarische Tapferkeitsorden IV.Klasse 2.Stufe mit Schwertern (10 Agustus 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (5 April 1918); kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration (15 Juli 1918); Ritterkreuz von Hohenzollern mit Schwertern (22 November 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (26 Januari 1935); Dienstauszeichnung Heer 1. Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Mei 1940) dan I.Klasse (29 Juni 1940); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (14 Agustus 1942)


 Generalleutnant Fritz Becker (7 Maret 1892 - 11 Juni 1967) adalah veteran Perang Dunia Pertama serta Reichswehr yang kemudian menjadi seorang perwira tinggi Wehrmacht dalam Perang Dunia II. Palagan terakhir diawalinya sebagai komandan Infanterie-Regiment 60, dilanjutkan dengan jabatan Ober-Feldkommandantur 365 (15 Juli 1942 - 15 September 1942) dan komandan 370. Infanterie-Division (15 September 1942 - 1 Juni 1944). Dalam gerak mundur dari Kuban di wilayah 17. Armee, Becker memimpin divisinya dengan penuh determinasi, terutama saat menahan serbuan bergelombang pasukan Rusia dari 37th Army di wilayah Protoka dan Slavyanskaya. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 6 April 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 370. Infanterie-Division / XXXXIX.Gebirgskorps / 17.Armee / Heeresgruppe A. Setelah sempat menjadi Führerreserve, secara berturut-turut Becker ditempatkan sebagai komandan sementara XXXXVI. Panzerkorps (3 Juli 1944 - 26 Juli 1944), komandan sementara XXIV. Panzerkorps (20 Agustus 1944 - 30 September 1944), komandan 389. Infanterie-Division (30 September 1944 - 25 Maret 1945), dan komandan Verteidigungsbereich Bremen (5-27 April 1945). Becker sempat terluka berat dalam kecelakaan pesawat terbang. Dia ditawan oleh pihak Inggris dan baru dibebaskan tanggal 6 Januari 1948. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1914) und I.Klasse (29 Oktober 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (13 Desember 1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse (2 Oktober 1936) und I.Klasse (29 Januari 1938); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (1940); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Mei 1940) und I.Klasse (3 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (24 November 1941); Deutsches Kreuz in Gold (22 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 September 1942); serta Kubanschild (1943)


Generalleutnant (Luftwaffe) Dipl.Ing. Wilhelm Becker (27 Oktober 1897 - 9 Januari 1964) adalah Kepala Kantor Ekonomi Lapangan Luftwaffe yang kemudian menjadi Führer-Reserve OKL (Oberkommando Luftwaffe) dari tanggal 18 September 1944 s/d 8 Mei 1945. Setelahnya dia meneruskan "karir" sebagai tawanan Sekutu sampai tahun 1947. Tidak ada penghargaan besar dalam Perang Dunia II yang diraihnya, hanyalah 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse (Perang Dunia II) dan sebuah medali dari sekutu Finlandia: Vapaudenristin ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) 1st class with Swords, yang diraihnya tanggal 9 November 1941


Foto mugshot Hermann Boehm (27 Oktober 1884 - 7 Juni 1962), profesor bidang genetika Jerman yang menjadi Ordinarius für Rassehygiene di Gießen dari tahun 1943 sampai dengan 1945. Foto Boehm sebagai tawanan perang ini diambil oleh fotografer dari US Army atas nama Chief of Counsel for War Crimes (OCCWC) selama berlangsungnya pengadilan Nürnberg I (proses Pengadilan untuk para dokter / Ärzte-Prozess). Boehm dianggap terlibat dalam program Euthanasia selama berkuasanya Nazi

 "Detention Report" (Laporan Penahanan) dari Reichsleiter dan SS-Obergruppenführer Walter Buch dengan mugshot no.31G 350005 tertanggal 22 Juni 1945. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun kerja paksa tanggal 29 Juli 1949, tapi kemudian dibebaskan di hari yang sama. Tragisnya, Buch bunuh diri beberapa bulan kemudian (12 November 1949)! Kesaksian pasca-perangnya bisa dilihat DISINI. Luar biasa ketika disebutkan disini bahwa tingginya adalah 185cm sementara beratnya cuma 57kg!


Mugshot Schwäbisch Hall dari Josef "Sepp" Dietrich (28 Mei 1892 – 21 April 1966). Foto ini dimuat dalam buku "Massamoord in Malmedy ? / druk 1: Ardennen, 17 december 1944 de Kampfgruppe Peiper in de Ardennen" karangan G.J.G. Cuppens yang memuat foto-foto mugshot para terdakwa Pembantaian Malmedy. Dietrich dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan kejahatan perang dalam kasus Malmedy, tapi kemudian hukumannya dikurangi menjadi 25 tahun. Ini pun tidak dijalani sepenuhnya dan pada tahun 1955 Dietrich keluar dari penjara. Sialnya, setahun kemudian dia dijebloskan kembali oleh pemerintah Jerman Barat atas tuduhan terlibat pembunuhan Panglima SA Ernst Röhm dalam peristiwa "Malam Pisau Panjang" tahun 1934. Baru pada tahun 1958 dia dibebaskan dengan alasan masalah kesehatan

 Foto mugshot Reichspressechef und SS-Obergruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich untuk kepentingan Pengadilan Militer Internasional di Nürnberg


Laporan Penahanan Karl Dönitz


Laporan Penahanan Hermann Göring


Laporan Penahanan Alfred Jodl


Laporan Penahanan Wilhelm Keitel


Mugshot Generalfeldmarschall Ewald von Kleist (8 Agustus 1881 – 13 November 1954) saat menjadi tawanan Uni Soviet. Dia sebenarnya tertangkap oleh Amerika tahun 1945, tapi setahun kemudian dikirim ke Yugoslavia untuk menghadapi tuduhan atas kejahatan perang yang dilakukannya disana semasa perang. Pada tahun 1948 Von Kleist diekstradisi kembali ke Rusia dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada tahun 1952. Hanya dua tahun dia "menikmati" masa tahanannya, karena pada tahun 1954 Von Kleist meninggal di Penjara Vladimir. Dia tercatat sebagai jenderal Jerman dengan pangkat tertinggi yang tutup usia dalam tahanan Soviet. Menarik diperhatikan bahwa salah satu tuduhan yang didakwakan kepadanya adalah "Mengasingkan warga Soviet dari tanah airnya melalui persahabatan dan kebaikan hati"! Entah apa pula maksudnya itu bah!


Laporan Penahanan Albert Kesselring


 Oberst Alfred Koester (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 200/90.Leichte Afrika-Division) ditangkap di Tunisia tanggal 13 Mei 1943 dan harus menghabiskan masa perang yang tersisa sebagai tawanan di Camp Clinton, Amerika. Foto mugshot di atas memperlihatkan nomor POW sang kolonel: 7WG-16085. Uniknya, dia memperoleh Ritterkreuz di hari dia ditawan!


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Georg Lörner dalam foto mugshot tertanggal 24 Januari 1947 di Nürnberg. Dia adalah peraih Deutsches Kreuz in Silber (23 Desember 1944) yang menjadi salah satu terdakwa dalam sidang pengadilan Nürnberg (kasus Oswald Pohl) bersama dengan kakaknya, Hans Lörner. Georg dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan dan dijatuhi hukuman mati, tapi kemudian hukumannya dirubah menjadi hukuman seumur hidup dan dikurangi lagi menjadi 15 tahun penjara. Dia dikeluarkan dari Penjara Landsberg tanggal 31 Maret 1954. Perhatikan nama "George" di papan penanda yang merupakan ejaan Inggris!


SS-Oberführer Hans Lörner dalam foto mugshot tertanggal 24 Januari 1947 di Nürnberg. Dia menjadi salah satu terdakwa dalam sidang pengadilan Nürnberg (kasus Oswald Pohl) bersama dengan adiknya, Georg Lörner. Hans dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Dia dikeluarkan dari Penjara Landsberg tanggal 1 Februari 1951. Kehidupannya setelah itu tidak diketahui



Oberleutnant Rolf Lohmeier dalam foto mugshot yang memperlihatkan POW number 18803. Dia mengenakan kemeja coklat muda dan dasi berwarna senada. Schulterklappen di pundaknya menunjukkan pangkat yang diraihnya. Medali tertinggi yang diraihnya adalah Eisernes Kreuz I. Klasse yang didapatkannya tanggal 8 Mei 1943 sebagai Stab Höherer Artillerie Kommandeur AFRIKA. Urkunde (dokumen) EK1-nya ditandatangani oleh Generalmajor Fritz Krause (Kommandeur 344. Infanterie-Division)


 Mugshot SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke saat menjadi tawanan Rusia. Wajahnya tampak berbeda dengan tambahan kumis dan janggut! Setelah menyerah di Berlin, Mohnke dan beberapa perwira senior Jerman lainnya dijamu makan malam mewah oleh Kepala Staff 8th Guards Army Soviet. Dia kemudian diserahkan pada NKVD. Pada tanggal 9 Mei 1945 Mohnke diterbangkan ke Moskow untuk interogasi lanjutan sekaligus menjalani masa kurungan selama enam tahun di penjara Lubjanka. Dari sana Mohnke dipindahkan lagi ke Penjara Umum di Woikowo (Voikovo). Dia tetap menjalani masa penawanan sampai dengan tanggal 10 Oktober 1955


 Generalmajor Hans von der Mosel adalah Chef des Stabes des Festungskommandanten Brest yang menyerahkan diri tanggal 18 September 1944 setelah jatuhnya Benteng Brest ke tangan pasukan Amerika. Ikut menyerah bersamanya Konteradmiral Otto Kähler (Seekommandant der Bretagne und Festungskommandant von Brest) dan Generalmajor Hans Kroh (Kommandeur 2. Fallschirmjäger-Division). Di hari yang sama dia telah dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #589


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Otto Ohlendorf adalah salah satu komandan Einsatzgruppen yang kerjaannya adalah ngebunuhin orang di garis belakang front pertempuran. Dalam persidangan terhadap tokoh-tokoh Einsatzgruppen, Ohlendorf menjadi terdakwa utama. Dia luar biasa cool dalam setiap sesi tanya jawab dan memberi jawaban apa adanya tanpa adanya rasa penyesalan (perhatikan saja ekspresinya dalam dua foto mugshot di atas, dengan yang bawah diambil pada tanggal 1 Maret 1948)! Hukuman ynag dijatuhkan pada bulan April 1948 sudah bisa diduga: hukuman mati. Dia baru digantung tiga tahun kemudian, 8 Juni 1951, bersama dengan tiga orang perwira Einsatzgruppen lainnya di Penjara Landsberg


Foto Peiper sebagai terpenjara sebelum proses persidangan Malmedy


Foto dari SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Leo Petri ini (kemungkinan sebagai saksi) diambil oleh fotografer dari US Army untuk kepentingan Kantor U.S. Chief of Counsel for the Prosecution of Axis Criminality (OUSCCPAC, Mei 1945 - Oktober 1946) atau organisasi penggantinya, KantorChief of Counsel for War Crimes (OCCWC, Oktober 1946 - Juni 1949)


Mugshot dari SS-Obergruppenführer Oswald Pohl yang menjadi terdakwa dalam Pengadilan Nürnberg. Dia terlibat dalam administrasi kamp konsentrasi dalam Perang Dunia II dan dituduh telah berperan aktif dalam pembantaian massal penghuni kamp. Pada tanggal 3 November 1947 dijatuhkan hukuman mati terhadapnya. Tak lama sebelum eksekusinya dilaksanakan (8 Juni 1951), dia menyatakan diri "kembali" pada kepercayaan Katolik yang telah ditinggalkannya sejak tahun 1935


Laporan Penahanan Joachim von Ribbentrop


Generalarzt der Reserve (Luftwaffe) Prof.Dr.med. Gerhard Rose, dengan janggut kecilnya yang lucu, adalah kepala pengobatan tropis di Institut Robert Koch. Dia mengkhususkan diri pada penelitian efek penyakit kuning dan tipus beruam terhadap narapidana. Ketika dia ditangkap di rumahnya, dia sedang mengepak kopernya dan siap-siap untuk berangkat, bukan untuk menghadiri sidang pengadilan yang digelar terhadapnya di Nürnberg melainkan menunggu jemputan oleh orang lain! Rencananya dia akan berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan penelitian. Dia sangat terkejut akan penangkapannya dan memprotes keras ketika tahu dia akan dibawa kemana. Dalam pengadilan dia divonis bersalah atas kejahatan perang terhadap kemanusiaan dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Tapi seperti sebagian besar terpidana kurungan lainnya, dia akhirnya dibebaskan setelah lima tahun


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS und Polizei Walter Schimana ditangkap oleh tentara Amerika di Mauernkirchen, Austria, pada tanggal 14 Mei 1945 setelah empat hari sebelumnya menyeberang dari wilayah yang diduduki Soviet. Dia lalu ditawan di Salzburg sambil menunggu pengadilan atas dirinya, tapi kemudian Schimana keburu bunuh diri tanggal 12 September 1948



Mugshot Generalfeldmarschall Ferdinand Schörner (12 Juni 1892 – 2 Juli 1973) saat menjadi tawanan Rusia. Dia ditangkap oleh tentara Amerika di Austria tanggal 18 Mei 1945, tapi kemudian diekstradisi ke Uni Soviet tahun 1951. Hukuman awalnya adalah 12 tahun penjara atas tuduhan kejahatan perang, tapi kemudian dikorting terus menerus sampai akhirnya dia dibebaskan tahun 1954. Saat pulang ke negaranya, Schörner malah kembali dijebloskan ke jeruji besi atas tuduhan "eksekusi ilegal terhadap prajurit Jerman yang desersi". Baru pada tahun 1963 dia menghirup udara bebas, dan kemudian menghabiskan sisa hidupnya jauh dari pandangan orang di Münich, Jerman. Ketika meninggal pada tahun 1973, Schörner tercatat sebagai Marsekal Jerman terakhir yang tutup usia, lebih lama 23 hari dari Erich von Manstein!


 Generalmajor Wilhelm Ullersperger adalah perwira zeni yang menjadi Festungs-Pionier-Kommandeur I. Dia dianugerahkan Eisernes Kreuz I. Klasse (9 Juli 1941) dan Deutsches Kreuz in Gold (17 November 1941) sebagai Oberst dan Pionier-Regimentsstab zbV 667. Dia menyerahkan diri kepada pasukan Sekutu tanggal 23 November 1944



Sumber :

Foto koleksi pribadi T.B. Birdsong
www.collections.msdiglib.org
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.hedyepstein.com
www.museumofworldwarii.com
 
www.ss-peiper.narod.ru
www.ushmm.org
www.yadvashem.org

1 comment:

Galeri Foto Universitas Islam Indonesia said...

Artikel yang menarik..
Salam dari sahabat di Jogja...^_^

Universitas Islam Indonesia
http://uii.ac.id/