Saturday, July 2, 2011

Foto Tokoh Third Reich Mengenakan Jaket Kamuflase Musim Dingin (Winteranzug)

BAGIAN PUTIH DI LUAR

Major im Generalstab Walter Birk  (31 Oktober 1913 - 24 Juli 1967) mengawali karirnya sebagai perwira Wehrmacht saat menjadi Leutnant dan Zugführer di 3.Schwadron / Kavallerie-Regiment 11 pada tahun 1937. Pada tahun 1939 dia ditransfer ke Stockerau untuk menjadi Chef 2.Radfahr-Schwadron / Aufklärungs-Abteilung 44 yang baru dibentuk. Dalam posisinya ini Birk ikut berpartisipasi dalam kampanye militer di Polandia pada tahun 1939, dan menjadi salah satu dari sedikit anggota Wehrmacht yang mendapatkan dua versi Eisernes Kreuz! Dalam kancah pertempuran di Rusia, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 2 November 1941 sebagai Oberleutnant dan Chef 2.Kompanie / Aufklärungs-Abteilung 44 / 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Pada tanggal 1 Januari 1943 dia dipercaya untuk menjadi Kommandeur Radfahr-Lehr-Abteilung (yang satu bulan kemudian berganti nama menjadi Schule für Schnelle Truppen) di Krampnitz. Setelah menjadi Führerreserve pada bulan Maret 1943, Birk berganti haluan menjadi perwira staff saat bertugas di jajaran Generalstab 1. Panzerarmee, dilanjutkan dengan penempatan di Kriegsakademie periode 6 Desember 1943 s/d 6 Mei 1944. Dia dipromosikan menjadi Major i.G. (im Generalstab) pada tanggal 1 Februari 1944, kemudian menjadi Ib (Perwira Operasi) 7. Infanterie-Division dari tanggal 25 Juni 1944 s/d November 1944. Penempatan terakhirnya adalah sebagai Ia (Kepala Staff) 83. Infanterie-Division pada tanggal 10 April 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1939), Eisernes Kreuz I.Klasse (6 Oktober 1939); serta Allgemeines-Sturmabzeichen


Oberst Robert Kästner (27 Oktober 1913 - 18 November 1990) adalah perwira Wehrmacht yang meniti karir di 72. Infanterie-Division, dari komandan kompi sampai komandan resimen. Dia berpengalaman dalam kampanye-kampanye militer utama Jerman seperti Prancis (1940), Yunani (1941), dan Rusia (1941-1945). Dalam setiap pertempuran yang diikutinya, perwira tegap dengan pembawaan yang ramah ini selalu konstan memperlihatkan keberanian yang menonjol serta sikap kepemimpinan yang patut dicontoh. Untuk aksinya dalam mengorganisasi pertahanan di garis sungai Dnieper, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 11 Desember 1943 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 105 / 72.Infanterie-Division / III.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Ketika pasukan Jerman terkepung di Kantong Korsun (yang terancam menjadi bencana Stalingrad kedua), Kästner memimpin resimennya untuk menjadi ujung tombak dalam menerobos kepungan Rusia. Dimulai di malam tanggal 11 Februari 1944, sekelompok Grenadier dengan dukungan artileri lapangan, senjata serbu serta senjata anti pesawat menyerang Novo Buda, dilanjutkan dengan Komarovka. Begitu cepatnya pergerakan Kästner dan rekan-rekannya, sehingga ketika pihak Soviet mulai beraksi, pasukan Jerman dari 72. Infanterie-Division telah melintasi 10 kilometer medan penuh rintangan di kegelapan malam dan berhasil mencapai garis pertahanan Jerman! Di luar dari peralatan berat yang ditinggalkan serta beberapa korban yang diderita, divisi ini menjadi satu-satunya unit Jerman yang berhasil lolos dari kepungan secara utuh! Atas prestasinya tersebut, dia diganjar Eichenlaub #401 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai Major dan Führer Grenadier-Regiment 105 / 72.Infanterie-Division / XI.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Setelah pertempuran ini, Kästner dipromosikan menjadi Oberstleutnant dan tetap tinggal bersama unitnya dalam pertempuran lanjutan di Polandia, tepatnya di sungai Vistula. Meskipun berkali-kali mendapat hantaman Tentara Merah, 72. Infanterie-Division mengakhiri perang sebagai salah satu dari sangat sedikit unit Wehrmacht di Front Timur yang mempunyai kekuatan masih utuh, lengkap dengan peralatan perang serta belasan ribu anggota! Setelah menghabiskan beberapa waktu dalam kamp tawanan musuh, Kästner kembali ke Jerman dan melanjutkan kehidupannya sebagai warga sipil. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (19 April 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Infanterie-Sturmabzeichen; serta Nahkampfspange in Bronze. namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 2 Desember 1943


Hauptmann Erwin Kreßmann (lahir 2 Juni 1918) bertugas di Wehrmacht dari sejak tahun 1937. Dia adalah veteran pertempuran di Polandia, Prancis dan Rusia. Pada bulan Juli 1943 dia ditugaskan menjadi komandan kompi pertama dari schwere Panzerjäger-Abteilung 519 yang baru dibentuk, yang dilengkapi dengan Panzerjäger Hornisse yang menakutkan dengan meriam 88mm-nya. Pada tanggal 16 Januari 1944 Kreßmann dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold yang dilanjutkan dengan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes beberapa bulan kemudian (9 Desember 1944). Pada awal bulan Mei 1945, tak lama setelah dia menghancurkan dua buah tank T-34 Rusia menggunakan T-Mine (Teller Mine), Kreßmann terluka parah oleh tembakan mortir. Dahsyatnya, dia masih sempat-sempatnya menyeberangi sungai Elbe untuk menyerahkan diri pada pihak Amerika! Kreßmann dilepaskan pada tahun 1946 dan sampai tulisan ini dibuat (September 2013), orang satu ini masih hidup!


Major Werner Naseband (8 Januari 1916 - 29 Agustus 1997) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Januari 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment 451 / 251.Infanterie-Division / XXVII.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Seusai Perang Dunia II dia bergabung dengan Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat), dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1973 dengan pangkat terakhir Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4.Klasse, 4 Jahre (5 April 1938); Eisernes Kreuz II.Klasse (9 Oktober 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (20 Agustus 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (30 Januari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (16 Februari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Mei 1942); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (24 Maret 1943)


Generalleutnant Werner Otto Sanne (Kommandeur 100.Jäger-Division) dalam upacara penyerahan pasukan Jerman di Stalingrad, awal tahun 1943. Di lehernya, dia mengenakan medali Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 22 Februari 1942 serta King Zvonimir Crown Kroasia 1st class yang didapatkannya tanggal 1 Januari 1943 (tahun baru!). Atas penganugerahannya tersebut Sanne kemudian mengirimkan surat ucapan terimakasih kepada "Poglavnik" Ante Pavelić (pemimpin Kroasia) di hari yang sama



Waffen-Standartenführer der SS Voldemārs Veiss (sukarelawan dari Latvia) mengenakan jaket kamuflase putih Heer, suatu praktek yang kerap terjadi di front manakala suplai perlengkapan tidak mencukupi

----------------------------------------------

BAGIAN GELAP DI LUAR

 Generalmajor Hermann Balck (Kommandeur 11. Panzer-Division) merundingkan strategi pertempuran bersama dengan Oberstleutnant Theodor Graf Schimmelmann von Lindenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) di wilayah Don (Uni Soviet), musim dingin 1942/1943. Ketika 6. Armee dikepung oleh pasukan Soviet di Stalingrad, front selatan Jerman terancam keruntuhan massal. Balck saat itu memimpin 11. Panzer-Division jauh di utara, 650km dari kota tersebut. Tak lama kemudian dia diperintahkan untuk bergerak ke selatan demi menstabilkan front yang kritis. Pada saat itu 5th Tank Army Soviet sedang berusaha menerobos maju menyeberangi sungai Dnieper, dan satu-satunya unit yang bisa diandalkan di dekatnya adalah divisi Balck. Perbedaan kekuatan di antara kedua belah pihak benar-benar njomplang: perbandingannya adalah 7:1 dalam hal jumlah tank, 11:1 jumlah infanteri, dan 20:1 jumlah artileri! Tapi Balck tidak gentar sedikitpun. Dengan memimpin paling depan, dia mampu menangkal setiap manuver yang dilancarkan musuhnya. Berkali-kali dia menangkis, mengelakkan, mengejutkan, dan memusnahkan detasemen-detasemen Soviet yang dikirimkan kepadanya. Kata-kata penyemangat favoritnya saat itu adalah "Perjalanan di malam hari menyelamatkan darah". Melalui serangkaian pertempuran, kemampuannya yang luar biasa dalam menggerakkan pasukan memampukan sebiji divisi panzernya menghancurkan sedikit demi sedikit pasukan Soviet yang jauh lebih kuat. Dalam hanya beberapa bulan peperangan di musim dingin 1942/1943, divisinya tercatat menghancurkan tidak kurang dari 1000 tank musuh! Tentu saja Hitler tidak tutup mata atas prestasi pinilih jenderalnya tersebut, dan dua kali Balck diundang ke Führerhauptquartier untuk menerima Eichenlaub (20 Desember 1942) serta Schwerter (4 Maret 1943)


Major der Reserve Hans-Werner Bartels (28 Januari 1910 - 2 Desember 1991) bergabung dengan Infanterie-Ersatz-Bataillon 154 tahun 1939. Pada tanggal 21 Februari 1940 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 399 dimana dia tetap berada dalam unit ini sampai dengan perang berakhir. Pada pertempuran tanggal 21-22 November 1943 Bartels menunjukkan prestasi yang mengesankan ketika dia dan batalyonnya berhasil menahan terobosan pasukan Soviet di wilayah 9. Luftwaffen-Feld-Division sekaligus berhasil melakukan serangan balasan berkali-kali yang mampu memukul mundur musuh. Dalam pertempuran sengit di Kantong Oranienbum sekali lagi Bartels berdiri paling depan dalam memimpin anakbuahnya dimana dia berhasil mengalahkan dua resimen infanteri dan satu resimen lapis baja penyerang Soviet dengan bermodalkan satu batalyonnya belaka! Dalam pertempuran ini batalyon Bartels berhasil menghancurkan 11 tank, dan setelahnya dijuluki sebagai "Das Löwenbataillon" (Batalyon Singa) yang dengan amat jelas menunjukkan kualitas unit tersebut. Bartels yang terluka dalam pertempuran itu tak lama kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Januari 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon / Grenadier-Regiment 399 / 170.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada Hari Paskah 1944 batalyonnya kembali beraksi brilian ketika membantu Divisi "Feldherrnhalle" dalam menjebak tiga divisi Soviet lalu menghancurkannya. Dalam pertempuran di dekat jembatan Narva ini tercatat musuh kehilangan 60 truk perangnya! Pada tanggal 12 Juli 1944 Bartels memimpin batalyonnya dalam usaha menerobos kepungan Soviet di Vilna. Dia mengambil alih komando resimennya setelah komandan resimen sebelumnya dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. Dalam usaha ini unitnya mampu menghancurkan senjata artileri serta anti pesawat udara musuh yang "menghalangi jalan", dan berhasil mencapai wilayah yang masih dikuasai oleh pasukan Jerman. Atas prestasinya tersebut dia direkomendasikan untuk menerima Eichenlaub sebagai tambahan untuk Ritterkreuz-nya, tapi dianggap belum cukup layak sehingga hanya mendapat Anerkennungsurkunde (Sertifikat Pengakuan Dari panglima AD) saja! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (25 November 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1941); Rumänische Medaille für Mannhaftigkeit III.Klasse (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (26 Juni 1942); Krimschild (15 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (27 Februari 1943); Rumänische Erinnerungsmedaille (20 Mei 1943); Nahkampfspange in Silber (17 September 1944); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (25 Oktober 1944); serta Verwundetenabzeichen in Gold (27 April 1945)


Hauptmann Franz Bayer (3 Februari 1920 - ? ) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Mei 1945 sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 26 / 26.Panzer-Division / 10.Armee / Heeresgruppe C. Beberapa ketidakjelasan timbul di sekitar proposalnya. Pertama: tidak jelas mana yang menjadi unit Bayer saat itu: apakah 26. Panzer-Division ataukah Panzergrenadier-Division Großdeutschland (saya mengambil versi pertama dari Walther-Peer Fellgiebel), kedua: pada saat hampir bersamaan (Januari 1945) dua pihak mengajukan proposal penganugerahan Ritterkreuz bagi Bayer (I./26.Pz.Div. dan III.Panzerkorps), tidak diketahui manakah yang akhirnya diterima. Parahnya lagi, selama beberapa waktu proposalnya tidak tersentuh dan baru diproses beberapa hari menjelang berakhirnya perang, sehingga ketika pada akhirnya disetujui (9 Mei 1945), dia sudah masuk ke kategori "Dönitz-Erlaß" yang dianggap tidak sah oleh Deutsche Dienststelle (WASt). Bayer sendiri mendapatkan medali bergengsi tersebut setelah dalam pertempuran di Komarom periode 22-24 Desember 1944, detasemennya (yang berkekuatan hanya 17 panzer) berhasil menghancurkan 73 tank, 26 senjata anti-tank, dan 17 kendaraan Soviet lainnya, sementara hanya menderita 1 panzer yang menjadi korban! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Oktober 1941) und I.Klasse (20 Oktober 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 Januari 1942); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (18 Agustus 1942); Deutsches Kreuz in Gold (7 Oktober 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (12 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Gold (1943); serta Panzerkampfabzeichen III.Stufe "50" (27 April 1944)


----------------------------------------------------------------

JAKET MUSIM DINGIN LAINNYA

General der Infanterie Wilhelm Wegener. Dijamin kalau tidak ada keterangan siapa namanya, anda tidak akan mengetahui siapa gerangan dia!


Sumber :

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.historisches-tonarchiv.de
www.lv.wikipedia.org
www.wehrmacht-awards.com
www.weitze.net

No comments: