Sunday, July 10, 2011

Foto Berwarna Jenderal Heer

General der Infanterie Karl Allmendinger (3 Februari 1891 - 2 Oktober 1965) adalah anak dari seorang guru, penulis dan sastrawan yang juga bernama sama, Karl Allmendinger alias "Felix Nabor" (1863-1946). Allmendinger junior ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama sebagai anggota Füsilier-Regiment "Kaiser Franz Josef von Österreich, König von Ungarn" (4. Württembergisches) Nr. 122. Setelah perang usai dia bergabung dengan Freiwilligen-Abteilung Haas yang merupakan pasukan keamanan Volksstaates Württemberg sebelum diserap oleh Reichswehr tahun 1919. Allmendinger mengawali Perang Dunia II sebagai Oberst dan Chef des Generalstabes V. Armeekorps. Setelah itu dia menjadi Komandan 5. Infanterie-Division (25 Oktober 1940 - 5 Januari 1942), 5. leichte Division (5 Januari 1942 - 6 Juli 1942), dan 5. Jäger-Division (6 Juli 1942 - 5 Januari 1943). Dari sejak tanggal 25 Juli 1944 Allmendinger menjadi Führerreserve sampai dia ditangkap oleh pasukan Amerika tanggal 16 Mei 1945 (tapi dilepaskan kembali setahun kemudian, tanggal 22 Desember 1947). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 17 Juli 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 5.Infanterie-Division / V.Armee-Korps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte, serta Eichenlaub #153 tanggal 13 Desember 1942 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 5.Jäger-Division / II.Armee-Korps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Yang pertama diterimanya atas jasanya saat merebut wilayah Lazdijai dari tangan pasukan Soviet. Sang komandan tampil di muka pasukannya walaupun mendapat tembakan gencar dari dataran tinggi yang dikuasai musuh. Dengan menggunakan perpaduan serangan dari sungai serta penyerbuan pasukan pelopor yang secara langsung disepervisi oleh Allmendinger (komandan aslinya minggir dulu!), akhirnya wilayah musuh berhasil dikuasai. Tidak hanya itu, melalui pertempuran di jalanan yang sengit, jembatan di Seirijai berhasil didirikan yang sangat penting bagi keberlangsungan operasi 9. Armee. Yang kedua diraihnya saat mengepung dan menghancurkan pasukan besar Soviet di sebelah tenggara Danau Ilmen. Allmendinger selalu berada paling depan memberi contoh pada anakbuahnya mempersiapkan serangan dan bahkan ikut serta dalam pasukan pengintai! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ritterkreuz des Königlichen Württembergischer Militär-Verdienstordens; Ritterkreuz II. Klasse des Königlichen Württembergischer Friedrichs-Ordens mit Schwertern; 1914 Verwundetenabzeichen in Schwarz; k.u.k. (kaiserlich und königlich) Österreichisches Militär-Verdienstkreuz III. Klasse mit der Kriegsdekoration; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 September 1939) dan I.Klasse (21 Mei 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Vapaudenristin 1.Luokka Miekkojen Kera Finlandia (29 Maret 1943); serta Ordinul Mihai Viteazul 3rd Class Rumania (12 Juli 1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 9 Oktober 1942


 Generalleutnant Ernst-Günther Baade (20 Agustus 1897 - 8 Mei 1945) adalah perwira kavaleri dalam Perang Dunia I yang kemudian menonjol peranannya sebagai komandan divisi Panzergrenadier dalam Perang Dunia II. Dia pertama kali dikenal dalam front Afrika Utara karena kelakuan eksentriknya: terjun ke medan tempur dengan mengenakan rok kilt ala Skotlandia, dan lebih memilih untuk membawa pedang daripada pistol Luger sebagai senjata pertahanan diri! Meskipun begitu, keberanian dan kepemimpinannya tidak udah ditanyakan lagi, yang terbukti dari penganugerahan tiga medali bergengsi: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 27 Juni 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Schützen-Regiment 115 / 15.Panzer-Division, Eichenlaub pada tanggal 22 Februari 1944 dan Schwerter pada tanggal 16 November 1944 (dua yang terakhir diraihnya saat menjadi Komandan 90. Panzergrenadier-Division). Setelah terluka berat dalam Pertempuran El-Alamein, Baade diungsikan ke Jerman pada bulan Juli 1942. Penugasan selanjutnya setelah sembuh adalah sebagai penanggungjawab evakuasi puluhan ribu pasukan Jerman dari Pulau Sisilia, dengan menyeberangi Selat Messina di tengah dominasi Sekutu di laut dan udara. Tugas ini berhasil dilaksanakannya dengan sangat baik, yang membuatnya kemudian ditunjuk sebagai Komandan 90. Panzergrenadier-Division dalam Pertempuran Monte Cassino, Italia. Kelakuan eksentriknya masih berlanjut, begitu juga dengan keberanian dan kepemimpinannya yang diatas rata-rata. Sang jenderal komandan divisi bahkan sempat-sempatnya menghancurkan sebuah tank Sekutu secara sendirian dengan hanya menggunakan senjata genggam tangan! Baade kembali terluka untuk kesekian kalinya pada tanggal 24 April 1945, dan meninggal dunia karena luka-lukanya pada tanggal 8 Mei 1945... di hari terakhir Perang Dunia II di Eropa! Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: Hamburgisches Hanseatenkreuz; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 November 1916) und I.Klasse (4 Desember 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (1 Juli 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (5 Februari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (5 Juni 1940); Deutsches Schhutzwall-Ehrenzeichen; Panzerkampfabzeichen; Deutsches Kreuz in Gold (2 November 1941); Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942” (1942); Ärmelband “Afrika”; Panzervernichtungsabzeichen in Silber; serta Verwundetenabzeichen 1939 in Gold (1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 8 Februari 1944 dan 27 Mei 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Generalmajor der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (28 Februari 1898 - 12 Desember 1978) ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama (1914-1918), dilanjutkan sebagai anggota Freikorps Epp yang bertarung melawan kaum Komunis di Bavaria (1919-1920). Dia lalu memutuskan untuk berhenti dari militer dan menjadi seorang dokter gigi di Hagen, Nordrhein-Westfalen. Pada tahun 1937 Bäke bergabung kembali dengan Angkatan Bersenjata Jerman, dan kali ini menjadi seorang perwira cadangan di unit pelopor. Dia ikut berpartisipasi dalam aneksasi Cekoslowakia (1938), penyerbuan ke Polandia (1939), Prancis (1940), dan Rusia (1941). Pada tanggal 11 Januari 1943 Bäke dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major der Reserve dan Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, atas prestasinya dalam operasi penyelamatan 6. Armee yang terperangkap di Stalingrad. Tak lama kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1943, dia mendapatkan tambahan Eichenlaub #262 untuk Ritterkreuz-nya setelah bertempur dengan gigih dalam Unternehmen Zitadelle (Pertempuran Kursk). Di akhir tahun 1943 dia memimpin unit ad-hoc schwere Panzer-Regiment "Bäke" yang berisikan campuran tank Panther dan Tiger. Dengan unitnya ini sang Komandan Panzer "menggila" dalam Pertempuran Balabonovka dan Kantong Cherkassy, termasuk seorang diri menghancurkan tiga buah tank musuh dengan senjata genggam-tangan! Atas prestasinya tersebut, dia diganjar dengan Schwerter #49 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 Februari 1944 sebagai Oberstleutnant der Reserve dan Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division. Setelahnya dia dipindahkan untuk bertugas di Front Barat demi melawan tentara Sekutu, dengan menjadi Komandan Panzer-Division Feldherrnhalle yang sebagian besar beranggotakan para anggota SA (Sturmabteilung). Bäke memimpin divisinya sampai dengan akhir perang. Setelah keluar dari kamp tawanan Sekutu pada tahun 1947, dia melanjutkan kembali pekerjaan lamanya sebagai dokter gigi. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juli 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (26 September 1939); 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (2 Juni 1940); Panzerkampfabzeichen in Silber (7 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (10 September 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Gold (14 Juli 1943); tiga buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (17 Juli 1943); Panzerkampfabzeichen in Silber II.Stufe #25 (1 Agustus 1943), III.Stufe #50 (16 Agustus 1943), IV.Stufe #75 (5 Desember 1943) dan V.Stufe #100 (26 April 1944). Selain itu, namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (31 Januari 1944 dan 6 Desember 1944). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 
Generalmajor Erich Bärenfänger (12 Januari 1915 - 2 Mei 1945) adalah anak dari seorang Oberpostsekretär (Sekretaris Kantor Pos). Dia bergabung dengan SA (Sturmabteilung) tahun 1933 sebelum menjadi anggota Wehrmacht setahun kemudian. Dalam Perang Dunia II prestasinya begitu menonjol sehingga dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern, menjadi satu dari hanya 159 orang di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang mendapatkannya! Berbagai prestasi dan kemenangan yang diraihnya di medan pertempuran membuat nama Bärenfänger melambung tinggi, tidak hanya di divisinya semata. Ketika 50. Infanterie-Division mengajukan permintaan pasukan cadangan untuk "menambal" banyaknya anggota pasukan yang tela menjadi korban, petinggi OKW (Oberkommando der Wehrmacht) menanggapinya dengan berkata: "Kenapa anda membutuhkan pasukan cadangan? Anda punya Bärenfänger!" Setelah dianugerahi Schwerter bulan Januari 1944, Bärenfänger ditarik dari front pertempuran dan didapuk sebagai Inspekteur der Wehrertüchtigungslager HJ (Hitlerjugend). Dalam Pertempuran Berlin, Adolf Hitler mempromosikan Bärenfänger dari Oberstleutnant menjadi Generalmajor dengan meloncati pangkat Oberst! Di usia 30 tahun lebih empat bulan, dia tercatat sebagai jenderal termuda Wehrmacht! Dia adalah seorang Nazi fanatik. Setelah kegagalan usaha untuk melarikan diri dari Berlin yang terkepung di malam tanggal 30 April/1 Mei 1945, Bärenfänger dan istri serta saudaranya memutuskan untuk bunuh diri di ruang bawah tanah Schultheiss-Brauerei yang terletak di dekat U-Bahnhof Prenzlauer Berg pada tanggal 2 Mei 1945. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 
General der Panzertruppe Hermann Balck


Generalmajor Hermann-Heinrich Behrend


General der Infanterie Johannes Block


Generalfeldmarschall Werner von Blomberg


Generalfeldmarschall Fedor von Bock


General der Panzertruppe Erich Brandenberger


Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch


General der Infanterie Wilhelm Burgdorf


Generalfeldmarschall Ernst Busch


General der Infanterie Theodor Busse


General der Infanterie Kurt von der Chevallerie


 General der Artillerie Dr.Phil. Friedrich von Cochenhausen


General der Panzertruppe Karl Decker


Generaloberst Eduard Dietl


Generalmajor Dr.-Ing. h.c. Walter Dornberger


General der Panzertruppe Maximilian Reichsfreiherr von Edelsheim


Generalleutnant Gerhard Engel


Reichsstatthalter und Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp


 General der Nachrichtentruppe Erich Fellgiebel (4 Oktober 1886 - 4 September 1944) memulai karir militernya pada bulan September 1905 sebagai seorang kadet di sebuah batalyon sandi Kaiserliche Armee (Angkatan Darat Kekaisaran Jerman). Setelah Perang Dunia Pertama usai, dia dipindahkan ke Berlin sebagai perwira staff umum. Pada tahun 1938 dia menjadi Kepala Korps Sandi Angkatan Darat Jerman sekaligus Kepala Komunikasi di Komando Tinggi Angkatan Bersenjata. Mantan atasannya Generaloberst Ludwig Beck - dan juga penggantinya Generaloberst Franz Halder - adalah orang pertama yang memperkenalkan Fellgiebel kepada jaringan rahasia penentang Hitler dalam tubuh Wehrmacht. Sang pakar komunikasi militer kemudian menjadi salah satu figur kunci dalam persiapan untuk Unternehmen Walküre (Operation Valkyrie), sebuah rencana penggulingan Hitler. Sang Führer sendiri sebenarnya dari pertama tidak terlalu mempercayai Fellgiebel, tapi dia membutuhkan pengalaman sang jenderal karena dialah yang paling pertama mengerti mengenai peran penting mesin enkripsi Enigma. Sebagai Kepala Pelayanan Sandi dan Komunikasi, Fellgiebel mengetahui pula semua rahasia militer Jerman, termasuk pengerjaan roket V-1 dan V-2 yang dikerjakan oleh Werner von Braun dkk di Peenemünde. Ketika terjadi upaya pembunuhan terhadap Hitler pada tanggal 20 Juli 1944 di Wolfsschanze (Führerhauptquartier di Prusia Timur), Fellgiebel juga berada disana. Dia berusaha memutus semua komunikasi yang menuju pusat kekuasaan, sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tapi ketika telah jelas bahwa sang Führer berhasil selamat dari upaya pembunuhan terhadap dirinya, Fellgiebel dipaksa untuk menganulir semua perintah terdahulu dan memulihkan kembali komunikasi. Aksi Fellgiebel paling terkenal dalam peristiwa ini adalah saat dia menelepon rekan sesama konspirator lainnya yang sedang berada di Berlin, Generalleutnant Fritz Thiele, untuk memberitahu berita mengejutkan kepadanya bahwa target mereka masih hidup: "Etwas Furchtbares ist passiert! Der Führer lebt!" (Sesuatu yang buruk telah terjadi! Führer masih hidup!). Seperti sudah bisa diduga, tak lama kemudian Fellgiebel ditangkap saat dia masih berada di Wolfsschanze. Sang jenderal disiksa habis-habisan selama tiga minggu, tapi tak mengungkapkan satu nama pun dari konspirator lainnya. Dia didakwa dalam Volksgerichtshof (Pengadilan Rakyat) pimpinan Hakim Roland Freisler yang terkenal bengis. Pada tanggal 10 Agustus 1944, Erich Fellgiebel dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Dia dieksekusi hampir satu bulan kemudian di Penjara Plötzensee di Berlin


Generalleutnant Hermann Flörke (23 Oktober 1893 - 19 Agustus 1979) mendaftar sebagai tentara Jerman saat Perang Dunia Pertama dimulai di tahun 1914. Dia merasakan bertempur di Front Timur dan Front Barat sebelum perang usai pada tahun 1918. Dia tetap menjadi anggota militer di Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), setelah sebelumnya ikut andil dalam memadamkan pemberontakan kaum Komunis Jerman di tahun 1919-1920. Saat Perang Dunia II pecah di tahun 1939, Flörke sudah menjabat sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 53. Setahun setelahnya dia sudah menjadi Komandan Resimen, dilanjutkan dengan jabatan sebagai Komandan Divisi: 31. Infanterie-Division (1 April 1943 - 15 Mei 1943) dan 14. Infanterie-Division (8 Juni 1943 - 15 Desember 1944). Jabatan terakhirnya adalah sebagai Komandan LXVI. Armeekorps (18 Februari 1945 - 21 April 1945). Flörke dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Desember 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 14. Infanterie-Division, serta Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 2 September 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 14. Infanterie-Division. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1915) und I.Klasse (27 Agustus 1917); Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. bis I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Oktober 1939) und I.Klasse (21 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942); Großkreuzes Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland (10 Maret 1967); serta Bundesverdienstkreuz (10 Maret 1967). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (19 November 1943)


Generaloberst Friedrich Fromm


General der Panzertruppe Hans Freiherr von Funck


Generalmajor Karl Göbel



General der Infanterie Hans Gollnick


Generalmajor Walter Gorn


General der Infanterie Anton Grasser


Generalmajor Franz Griesbach



Generaloberst Heinz Guderian


Generaloberst Franz Halder


Generalarzt Dr. med. Siegfried Handloser


Generaloberst Josef Harpe


General der Artillerie Walter Hartmann


Generaloberst Gotthard Heinrici


General der Panzertruppe Traugott Herr


Generalleutnant Harald von Hirschfeld


Generalleutnant Alfons Hitter


 Generalleutnant Erich Hofmann (30 September 1889 - 8 September 1961) adalah salah satu dari begitu banyak jenderal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) tahun 1938. Veteran Perang Dunia Pertama ini memasuki kancah Perang Dunia II sebagai Kepala Operasi XVIII. Armeekorps, sebelum menjadi Bataillonskommandeur (Infanterie-Regiment 270) dan Regimentskommandeur (Infanterie-Regiment 352). Setelah itu berturut-turut divisi yang dipimpinnya: 207. Sicherungs-Division (31 Desember 1942 - November 1943), 93. Infanterie-Division (20 Juni 1944 - 20 Juli 1944), 560. Infanterie-Division (27 Juli 1944 - 9 Oktober 1944), dan 560. Volksgrenadier-Division (9 Oktober 1944 - 10 November 1944). Setelahnya Hofmann berstatus Führerreserve (perwira aktif tanpa jabatan) sampai dengan akhir perang. Uniknya, dia baru ditangkap oleh Sekutu pada tanggal 1 Agustus 1945, beberapa bulan setelah perang berakhir di Eropa! Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundetenmedaille mit 1 Mittelstreifen; Österreichische Kriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische Kriegserinnerungsmedaille für Frontkämpfer; Militärdienstzeichen für Offiziere II.Klasse; Militärverdienstkreuz III.Klasse des Bundesstaates Österreich (20 November 1937); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943)


Generalleutnant Hermann Hohn


Generaloberst Hermann Hoth


Generaloberst Hans-Valentin Hube


Generaloberst Alfred Jodl

General der Infanterie Hans Jordan

Generalleutnant Hans Källner


Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel


 Generalleutnant z.V. Dr. Emil Kern


 General der Infanterie Werner Kienitz


Generalfeldmarschall Ewald von Kleist


Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge


General der Panzertruppe Otto von Knobelsdorff


 Generalleutnant Richard Koll


Generalmajor Georg Koßmala

General der Gebirgstruppe Hans Kreysing


General der Infanterie Ernst-Anton von Krosigk


Generalfeldmarschall Georg von Küchler


Generalleutnant Theo-Helmut (Theobald) Lieb
Generalfeldmarschall Wilhelm List
Generalfeldmarschall Erich von Manstein


General der Panzertruppe Hasso von Manteuffel


General der Artillerie Robert Martinek (2 Februari 1889 - 28 Juni 1944) adalah mantan tentara Austro-Hungaria dalam Perang Dunia I yang kemudian bergabung dengan Wehrmacht Jerman seusai "Anschluss" (Penyatuan) dengan Jerman pada tahun 1938. Dalam Perang Dunia II, dia menjadi Komandan 267. Infanterie-Division (10 November 1941 - 2 Januari 1942), Komandan 7. Gebirgs-Division (22 Juli 1942 - 10 September 1942), serta kemudian juga bertanggungjawab atas bombardir artileri berat terhadap benteng Rusia di Sebastopol di musim panas tahun 1942. Pada tanggal 1 Desember 1942 dia mengambil alih komando XXXIX. Panzerkorps. Pada bulan Juni 1944, XXXIX. Panzerkorps berada di bawah kendali Heeresgruppee Mitte di wilayah Belorusia. Tak lama sebelum Tentara Merah melancarkan ofensif musim panas besar-besaran yang menggulung Grup AD Tengah Jerman - yang dinamakan sebagai Operasi Bagration - seorang komandan batalyon dari 12. Infanterie-Division melaporkan kekhawatirannya akan kemungkinan datangnya serangan kepada Martinek, yang saat itu sedang melakukan tur inspeksi ke unit-unit bawahannya. Martinek setuju dengan pendapat tersebut, tapi menjawabnya dengan mengutip sebuah pepatah "Siapa yang akan Tuhan hancurkan, maka Dia buat buta terlebih dahulu". Pasukan Soviet akhirnya benar-benar menyerbu laksana air bah pada tanggal 22 Juni, dan tak lama kemudian korps Martinek terkepung dari mana-mana. Sang jenderal Austria terbunuh dalam sebuah serangan udara pada tanggal 28 Juni 1944 di dekat Berezino. Selama karir perangnya, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Desember 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 267.Infanterie-Division / VII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte, serta Eichenlaub #388 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 10 Februari 1944 sebagai General der Artillerie dan Kommandierender General XXXIX.Panzerkorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Österreichisches Militär-Jubiläumskreuz (1908); Österreichisches Karl-Truppenkreuz; Österreichisches Militärverdienstkreuz, III. Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern (Juli 1915 dan September 1917); Österreichisches Bronzene Militärverdienstmedaille am Bande des Militärverdienstkreuzes mit Schwertern; Österreichisches Silberne Militärverdienstmedaille am Bande des Militärverdienstkreuzes mit Schwertern ("Signum Laudis" tahun 1916, 1917 dan 1918); Österreicherischer kaiserlicher Orden der Eisernen Krone, III. Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern (Agustus 1918); Goldenes Verdienstzeichen der Republik Österreich; Militärdienstzeichen, II. Klasse für Offiziere der Republik Österreich; Österreichisches Weltkriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische Weltkriegs-Erinnerungsmedaille mit Schwertern; Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. bis I. Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 September 1939) und I.Klasse (20 Mei 1940); Krimschild; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #336 (22 September 1941); Ordinul Coroana României (Rumania); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Maret 1943). Namanya juga disebutkan tiga kali dalam Wehrmachtbericht: 24 Oktober 1943, April 1944, dan 3 Juli 1944. Pada tanggal 28 Juni 1963, Artillerie-Kaserne (Barak Artileri) milik Bundesheeres Austria di Wina diberi nama sesuai nama Martinek


General der Infanterie Johannes Mayer


General der Infanterie Walter Melzer

Generalleutnant Hans Mikosch


Generalfeldmarschall Walter Model


Generalleutnant Dietrich von Müller


General der Panzertruppe Walther Nehring


Generalleutnant Heinrich Nickel

 General der Infanterie Hans von Obstfelder


General der Artillerie Max Pfeffer


Generalleutnant Georg-Wilhelm Postel


Generaloberst Erhard Raus


Generalleutnant Adolf Raegener


General der Infanterie Hermann Recknagel


Generalleutnant Alfred-Hermann Reinhardt


Generalmajor Otto-Ernst Remer


Generaloberst Lothar Rendulic


 Generalleutnant Ernst Richter


Generalleutnant Eberhard Rodt


Generalfeldmarschall Erwin Rommel


Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt


Generaloberst Richard Ruoff


Generalmajor Max Sachsenheimer


 General der Panzertruppe Dietrich von Saucken (16 Mei 1892 - 27 September 1980) adalah jenderal pasukan panzer Jerman dalam Perang Dunia II, salah satu dari hanya 27 orang di seantero Wehrmacht / SS yang dianugerahi penghargaan super bergengsi: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten (keriting dah tuh lidah!). Dia adalah tipikal perwira Prusia totok, baik penampilan maupun kepribadiannya. Monokel (kacamata tunggal) tidak pernah lepas dari mata kirinya, pedang di pinggangnya, dan penampilannya yang kaku pun seakan menegaskan dari mana dia berasal. Meskipun begitu, Saucken pada awalnya justru mempunyai cita-cita menjadi seniman, tapi kemudian dia memilih untuk mendaftar di Angkatan Darat Prusia pada tahun 1910 tak lama setelah lulus SMA. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama (1914-1918), begitu juga dalam kekacauan yang terjadi sesudahnya, dimana Saucken bergabung dengan unit Freikorps lokal demi membendung pemberontakan kaum Komunis Jerman. Pada tahun 1921 dia ditarik menjadi anggota Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), dan menjadi ahli dalam bahasa Rusia setelah ditugaskan ke Uni Soviet pada tahun 1927. Pada saat Perang Dunia II pecah (1 September 1939), Saucken sudah menjadi Komandan Resimen Kavaleri dengan pangkat Oberst. Dia ikut ambil bagian dalam kampanye militer Jerman di Prancis, Balkan dan Rusia. Dalam kancah Pertempuran Moskow di akhir tahun 1941, Saucken diangkat sebagai Komandan 4. Panzer-Division. Dia memimpin unit barunya dengan begitu semriwing, sehingga diganjar dengan medali Ritterkreuz (6 Januari 1942) beserta turunannya, Eichenlaub (22 Agustus 1943) dan Schwerter (30 Januari 1944). Satu lagi yang terakhir, Brillanten, dia dapatkan pada tanggal 8 Mei 1945 saat perang baru saja berakhir di Eropa. Meskipun notabene seorang pahlawan Jerman, Saucken tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap "braune Bande" (gerombolan coklat) alias orang-orang Nazi. Ketika dia diperintahkan oleh Hitler untuk mengambil-alih komando 2. Armee pada bulan Maret 1945, dia datang ke markas sang Führer dengan "tangan kirinya secara santuy diselonjorkan di pedang kavaleri yang selalu dibawanya, sementara monokel terpasang di salah satu matanya". Von Saucken lalu memberi hormat tradisional tentara dan membungkuk sedikit. Tak terbayangkan, karena ini adalah tiga "pelanggaran berat" sekaligus: Dia sama sekali tidak memberikan salam Nazi dengan mengangkat tangannya dan meneriakkan 'Heil Hitler' (seperti yang tertera dalam peraturan resmi semenjak 20 Juli 1944), dia tidak menyerahkan senjatanya untuk disimpan saat masuk... dan dia tetap memakai monokelnya tanpa terganggu saat memberi salam pada Hitler! Ketika diberitahu oleh Hitler bahwa dia akan berada di bawah perintah dari Albert Forster yang merupakan Gauleiter (Gubernur Nazi) di Danzig, Saucken "langsung memandang Hitler di matanya... dan menghentakkan kedua tangannya dengan keras di meja marmer tempat menyimpan peta, dia menjawab 'Aku tak akan pernah menempatkan diriku, Herr Hitler, di bawah perintah dari seorang Gauleiter'. Dengan melakukan ini Saucken telah jelas-jelas menentang perintah langsung dari Hitler dan, lebih-lebih lagi, tidak memanggil pemimpin Jerman yang ditakuti itu dengan sebutan Mein Führer! Yang lebih mengejutkan lagi bagi semua yang hadir disitu, Hitler tampak pasrah pada kehendak jenderalnya yang keras kepala tapi berotak brilian ini, tidak murka seperti biasanya, dan dengan tenang membalas, "baik Saucken, pegang komando untuk dirimu sendiri". Hitler dan Saucken berpisah tanpa berjabat tangan, dan si jenderal Prusia itu meninggalkan ruangan dengan sedikit saja menggerakkan badannya ke bawah untuk membungkuk tanda hormat! Ingat beibeh, ini bukan berarti bahwa pribadinya bertipe pemberontak dan semangat tempurnya telah menurun sehingga dia tampak sangat tidak menghormati pemimpinnya sendiri. Ini adalah hasil keteguhan seorang didikan staf jenderal Prusia sejati yang memegang teguh sumpah keprajuritan. Bolehlah dia kurang hormat sama Hitler, tapi perintah Hitler diturutinya sampai akhir. Bukankah dia baru menyerah satu hari setelah semua pasukan Jerman lain menurunkan senjatanya? Bukankah dia telah mendarmabaktikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk negaranya, sehingga anaknyapun telah menjadi "tumbal" dari perjuangannya? Bukankah semua penghargaan dan medali yang telah diraihnya menjadi pertanda dari kedahsyatannya di medan pertempuran? Tentunya Hitler tidak akan memilih Saucken kalau tahu jenderalnya ini memang selembek perkedel dan bukannya "mutu manikam" yang tak tergoyahkan badai sedahsyat apapun! Kekerasan hatinya ini tampak ketika di hari-hari akhir Perang Dunia II, saat Karl Dönitz (pengganti Hitler sebagai pemimpin Jerman) mengirimkan sebuah pesawat demi mengevakuasi jenderalnya yang berharga ini agar terhindar dari tangkapan Rusia. Lalu apa reaksi Saucken? Bukannya berterimakasih dan buru-buru naik pesawat, dia malah menolak mentah-mentah tawaran Dönitz dan lebih memilih masuk penjara Rusia yang terkenal brutal bersama dengan pasukan yang sangat dicintainya! Soviet pun tidak mampu menundukkan keteguhannya dalam bersikap. Ketika dia disuruh untuk menandatangani sebuah surat pernyataan palsu, Saucken menolak dengan keras sehingga akibatnya dia harus menerima vonis palu hakim kerja paksa selama 20 tahun, dimasukkan dalam sel terpisah, dan mendapat siksaan begitu berat sehingga harus menggunakan kursi roda di sisa akhir hidupnya! Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Generalmajor Walter Scherff


General der Gebirgstruppe Dipl.-Ing. Johann "Hans" Schlemmer


Generalleutnant Gustav Schmidt


Generaloberst Eugen Ritter von Schobert


Generalfeldmarschall Ferdinand Schörner


Generalleutnant Otto Schünemann (6 Oktober 1891 - 29 Juni 1944) bergabung sebagai Kadet Angkatan Darat Kekaisaran Jerman pada bulan Oktober 1906. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama, dan setelah perang usai kemudian memilih untuk melanjutkan karir sebagai perwira Polizei. Pada bulan Maret 1936 Schünemann mendaftar lagi ke militer dan diterima. Ketika Perang Dunia II pecah, dia telah menjadi seorang Komandan Resimen. Schünemann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Desember 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 184 / 86.Infanterie-Division, setelah kepemimpinannya di medan pertempuran membuat resimennya mampu menguasai kota Polozk pada bulan Juli sebelumnya. Dia kemudian diangkat sebagai Komandan 337. Infanterie-Division pada tanggal 1 Oktober 1942. Perbendaharaan medalinya kemudian bertambah setelah dianugerahi Eichenlaub #339 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 28 November 1943 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 337. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas prestasinya dalam memimpin divisinya secara gemilang dalam pertempuran bertahan melawan Tentara Merah di selatan Dnieper. Pada tanggal 28 Juni 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan sementara XXXIX. Panzerkorps, jabatan yang hanya dijalaninya sehari saja, karena keesokan harinya Schünemann tewas oleh serangan pesawat udara musuh saat mobil yang dikendarainya sedang melaju di jalanan antara Mogilev dan Minsk. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Mei 1940) und I.Klasse (18 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (28 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 Agustus 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (11 Februari 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht tanggal 3 Juli 1944


Generalmajor Adelbert Schulz


General der Infanterie Friedrich "Fritz" Schulz

General der Infanterie Viktor von Schwedler
General der Panzertruppe Fridolin von Senger und Etterlin


 Generalleutnant Ernst Sieler


General der Artillerie Johann Sinnhuber


 Generalleutnant Theodor Graf von Sponeck


 Generalmajor Dipl.Ing. Hans Stenglein


Generalleutnant Hyazinth Graf Strachwitz von Groß-Zauche


 General der Infanterie Otto von Stülpnagel


General der Artillerie Hermann Tittel


 General der Infanterie Rudolf Toussaint


Generaloberst Heinrich von Vietinghoff


Generalmajor Hinrich Warrelmann

 General der Artillerie Helmuth Weidling

Generalmajor der Reserve Maximilian Wengler


Sumber :

Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Ian Spring
www.cww2.net
www.epier.com

www.facebook.com
www.forum.axishistory.com

www.historicalwarmilitariaforum.com
www.life.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: