Monday, July 11, 2011

Foto Feuerpause (Istirahat Singkat)

 Sekelompok tentara Wehrmacht ini bersantai sambil mendengarkan musik dari gramofon yang masih utuh. Tidak dapat dipastikan mereka berasal dari unit mana, tapi kemungkinan terbesar adalah bagian dari 1. Panzerarmee / Heeresgruppe A yang sedang merayakan kejatuhan kota Rostov ke tangan Jerman pada tanggal 23 Juli 1942


Di tengah hari tanggal 22 Agustus 1942 pasukan Pionier (Zeni) dari 6. Armee berhasil menyelesaikan jembatan ponton yang melintasi sungai Don. Foto ini memperlihatkan para anggota Panzer-Pionier-Bataillon 16 dari 16. Panzer-Division (Generalleutnant Hans-Valentin Hube) sedang bersantai di atas perahu-perahu karet cadangan. Istirahat singkat semacam ini biasa dinamakan sebagai "Feuerpause" (Berhenti Menembak) dan biasanya menyediakan waktu yang cukup untuk sekedar makan, merokok, atau tidur-tidur ayam. Perahu-perahu ini mempunyai ukuran 5m x 1,8m serta sanggup membawa sampai tujuh orang, meskipun biasanya digunakan sebagai rakit dengan menyatukan satu sampai tiga pasang perahu karet yang serupa. Pioniertruppen sendiri adalah para spesialis yang sangat terlatih dan biasanya digunakan sebagai ujung tombak saat menyeberangi sungai, membersihkan ladang ranjau, menetralisasi kawat berduri dan menyerbu benteng pertahanan. Mereka bertempur bahu-membahu dengan prajurit infanteri biasa. Pasukan Pionier rata-rata dipersenjatai dengan penyembur api, alat peledak, ranjau, detektor ranjau, pencipta asap, dan peralatan khusus yang bermacam-macam. Brückenpioniere adalah unit pembangun jembatan yang dilengkapi dengan perahu-perahu karet, jembatan ponton dan alat penyeberangan lainnya. Setiap divisi biasanya dilengkapi dengan dua peleton semacam ini. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah Sd.Kfz.251/3 Funkwagen (kendaraan radio) yang membawa panji komando Panzergruppe di bagian depannya


Para Frontkameraden beristirahat di sela-sela pertempuran di Stalingrad bulan September 1942. Kameradschaft (ikatan persahabatan) mempunyai makna yang dalam dan serius di tubuh Heer sehingga membentuk ikatan kuat antar prajurit yang bertempur bersama. Frontgemeinschaft (Komunitas Front) memperlihatkan solidaritas antar Frontkameraden, yang nilai lebihnya tidak terletak pada perbedaan kelas melainkan pada kemampuan yang diperlihatkan di medan tempur serta keinginan untuk berkorban membela rekannya demi kepentingan yang lebih besar. Ini adalah faktor utama yang dibutuhkan dalam mempertahankan Kampfgeist (Semangat Tempur), yang berarti bahwa si prajurit tak pernah lekang dalam mematuhi perintah dan menjalankan kewajibannya - apapun yang terjadi - sekaligus mempertahankan moral tinggi dalam pertempuran


Salah satu dari sedikit foto jagoan Luftwaffe Hans-Arnold Stahlschmidt, yang disini sedang bersantai di bale-bale wadon bae



Sumber :
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille: The Life Story of the Star of Africa" karya Franz Kurowski

Buku "Stalingrad 1942-1943; The Infernal Cauldron" karya Stephen Walsh
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

No comments: