Sunday, August 21, 2011

Album Foto Invalid (Cacat, Buntung)

BUNTUNG KAKI

Hauptmann der Reserve Wilhelm Albert (24 April 1917 – 15 Desember 2004) pertama kali memulai karir militernya (1937-1939) bersama 14.Kompanie (Panzerjäger) / Infanterie-Regiment 86 (motorisiert). Saat Perang Dunia II pecah dia berpangkat sebagai Unteroffizier di 10. Panzer-Division dan bertempur di Polandia serta Barat. Dalam penyerbuan ke Rusia (1941), Albert bertempur di wilayah Minsk, Berezina, Smolensk dan Vyazma, dimana dia terluka dua kali sehingga mendapat Eisernes Kreuz I.Klasse. Setelah menjadi komandan kompi di Panzerjäger-Abteilung 35, Albert memimpin unitnya dalam pertempuran yang gilang-gemilang di Bromberg dan Graudenz. Disini dia menghadapi serbuan 30 tank Rusia dengan hanya lima buah Panzerjäger, tapi berhasil membabat habis tujuh dan merusakkan tujuh lainnya! Atas prestasinya tersebut, Albert dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Februari 1945 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kompanie-chef Panzerjäger-Abteilung 35 / 35.Infanterie-Division / XXIII.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Weichsel. Dalam selang waktu sebelum upacara penganugerahan dia terluka parah di bagian kaki dalam sebuah pertempuran sehingga mengharuskan kedua kakinya diamputasi. Jadilah dia mendapat kalungan medali di Feldlazarett dengan kondisi kaki buntung! Karena luka-lukanya pula, Albert menghabiskan sisa waktu di rumah sakit dan baru keluar tanggal 14 Maret 1946, satu tahun setelah perang usai! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1940) dan I.Klasse (14 Juli 1941); Panzerkampfabzeichen; Verwundetenabzeichen in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1944). Seusai perang Albert Bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant


Oberleutnant Ernst Alex (1 Maret 1915 - 25 Oktober 1965) bergabung dengan Wehrmacht tanggal 1 Oktober 1935 dengan unit pertamanya adalah VI.Abteilung / Artillerie-Regiment 29 di Kassel. Pada tanggal 10 Mei 1941 Alex ditransfer ke Sturmgeschütz-Abteilung 243 yang baru dibentuk. Sebagai Geschützführer (penembak meriam) dari Leutnant Knüppel, Oberwachtmeister Alex menghancurkan 10 tank dalam pertempuran sengit di hutan dekat Janow/Jaworo, Rusia (1941), dan ini dilakukan di malam hari! Jumlah kill-nya terus berlanjut saat beberapa hari kemudian dia mendapati sebuah kereta api lapis baja Soviet sedang terparkir di stasiun Kopysynac dan Alex memusnahkan meriam 150mm yang merupakan senjata utama kereta tersebut. Atas prestasinya tersebut, dia dianugerahi Ritterkreuz  des Eisernen Kreuzes tanggal 1 Agustus 1941 sebagai Oberwachtmeister dan Zugführer 1.Batterie / Sturmgeschütz-Abteilung 243 / XXXXIX.Gebirgskorps / 17.Armee / Heeresgruppe Süd, dengan jumlah total tank yang dihancurkan saat itu adalah sebanyak 27 buah. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Schützenschnur; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4.jahre; Eisernes Kreuz II.Klasse (16 September 1939) dan I.Klasse (2 Juli 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; serta Verwundetenabzeichen in Gold. Yang terakhir dia terima setelah kehilangan kedua kakinya tak lama sebelum perang berakhir. Karenanya Alex diberhentikan dengan hormat dari tugas aktif. Dalam foto di atas Oberwachtmeister Alex mengenakan waffenrock (seragam parade) lengkap dengan Schützenschnur (Marksmanship Lanyard/Tambang Ketepatan Menembak) yang tergantung di bahunya


Para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang berasal dari Sturmabteilung menghadiri undangan SA-Stabschef Viktor Lutze tanggal 20 Januari 1942. Mereka sedang mengelilingi Alois Zmugg yang kehilangan salah satu kakinya dalam pertempuran. Dari kiri ke kanan: Walter Evers (RK 4 Desember 1941 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 11.Kompanie / Infanterie-Regiment 271 "Feldherrnhalle" / 93.Infanterie-Division); Alexander Leschke (dengan seragam SA-Oberführer. RK 4 November 1941 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment [motorisiert] 11 / 14.Infanterie-Division [motorisiert]); Karl Brüggemann (RK 28 November 1940 sebagai Unteroffizier dan Gruppenführer Stabskompanie / Infanterie-Regiment [motorisiert] 5 / 2.Infanterie-Division [motorisiert]); Viktor Lutze (SA-Stabschef); Alois Zmugg (RK 18 Oktober 1941 sebagai Unteroffizier di 3.Kompanie / Schützen-Regiment 114 / 6.Panzer-Division); Paula Lutze (istri dari Viktor Lutze); Georg Feig (RK 4 Desember 1941 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 3.Kompanie / Schützen-Regiment 113 / 1.Panzer-Division); Hans Hoffritz (di belakang Lutze. RK 4 September 1941 sebagai Feldwebel dan Zugführer 14.Kompanie[Panzerjäger] / Infanterie-Regiment 268 / 113.Infanterie-Division); dan Josef Gollas (RK 18 November 1941 sebagai Feldwebel dan Zugführer 6.Kompanie / Infanterie-Regiment 106 / 15.Infanterie-Division)

-----------------------------------------------------------

BUNTUNG TANGAN


Oberst Fedor Apelt (14 Oktober 1904 – 15 April 1988) bergabung dengan 10. (sächs.) Infanterie-Regiment tanggal 1 April 1922. Dia mengambil spesialisasi di senapan mesin dan mengikuti dua pelatihan untuk memperdalamnya. Pada saat Perang Dunia II pecah dia sudah menjadi Hauptmann dan komandan kompi di Infanterie-regiment 53. Setelah itu unitnya berganti menjadi Infanterie-Regiment 32 (sebagai komandan batalyon) dan Infanterie-Regiment 102 (komandan resimen). Apelt adalah seorang perwira dengan kemampuan taktis tinggi, dan berkali-kali dia memimpin resimennya melawan musuh yang berkekuatan lebih besar tapi mampu keluar sebagai pemenang. Contohnya adalah pertempuran di Pogrebischtsche bulan Desember 1943 dimana unit infanteri yang dipimpinnya menghancurkan tujuh tank Soviet, juga pertempuran di garis Ostrow-Nawolok-Ssyrkowo awal tahun 1944 dimana resimennya mampu bertahan dari serangan musuh yang bergelombang dan selalu berhasil memukul mundur mereka. Dia juga memimpin pasukannya keluar dari kepungan sekaligus menimbulkan korban besar di pihak lawannya. Atas prestasinya tersebut Apelt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Februari 1944 sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 102 / 24.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 1 November 1944 dia dikirim menjadi Führerreserve (perwira non-aktif) setelah terluka parah di medan perang sehingga kehilangan lengan kanannya. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse 12 jahre (2 Oktober 1936) dan II.Klasse 18 jahre; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Mei 1940) dan I.Klasse (8 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold (12 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (7 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 September 1942), in Silber dan in Gold (23 Januari 1945); Krimschild (30 Desember 1942); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern; serta Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (27 September 1944)


Leutnant Rudolf Dusi dari Panzergrenadier-Regiment 33. Dia kehilangan tangan kanannya sebagai Unteroffizier di tahun 1943. Setelah sembuh dia kembali ke front tahun 1944 dan kemudian mendapatkan Nahkampfspange in Bronze. Hal ini hanya bisa menjelaskan satu hal: dia bertarung satu-lawan-satu melawan musuh dengan hanya menggunakan sebelah tangannya!


Dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Schnarrenberger, Kommandant für das rückwärtige Armeegebiet 556 (Korück 556), dan Oberst Gerhard Müller, Kommandeur Panzer-Regiment 5 / 21.Panzer-Division. Schnarrenberger mengenakan Ärmelstreifen AFRIKAKORPS. Disini kita bisa melihat perpaduan warna seragam yang berbeda meskipun sama-sama disebut sebagai "tropen-uniform" (seragam tropis): Schnarrenberger mengenakan seragam warna coklat sementara Müller mengenakan seragam tropis coklat muda dengan insignia Heer dan pin Totenkopf Panzertruppen metalik di kerah yang dipadukan dengan tropen-hose (celana tropis) Luftwaffe. Selain itu, Leutnant Panzertruppen di kiri mengenakan seragam dengan warna yang lebih pudar dipadukan dengan Feldmütze M36 (Schiffchen) Panzer hitam. Jangan lupakan pula dua orang sisanya yang mengenakan seragam hijau zaitun. Disini kita bisa dengan jelas melihat bahwa tangan kiri Müller buntung. Dia kehilangan tangannya karena diamputasi tanggal 29 Juni 1941 setelah terluka dalam pertempuran di Rusia sebagai Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 33



Seorang perwira Wehrmacht dengan anjingnya. Perhatikan bahwa dia telah kehilangan tangan kirinya!

-----------------------------------------------------------

BUTA


Generalmajor Carl Anders (31 Agustus 1893 - 28 Januari 1972) pertama kali masuk Angkatan Darat Kekaisaran Jerman tanggal 1 April 1912. Dalam kancah Perang Dunia Pertama dia terluka parah di bagian kepala yang mengakibatkan kehilangan penglihatan di mata kirinya. Karenanya dia digolongkan sebagai "garnisonsdienstfähig Heimat" (lebih cocok untuk tugas garnisun di tanah kelahiran). Anders rupanya sudah kadung "jatuh cinta" pada hingar bingar front pertempuran sehingga dia meminta untuk ditempatkan kembali di lapangan, dan permintaannya dipenuhi! Akibat dari Peranjian versailles seusai perang, Anders diberhentikan dari dinas aktif tanggal 10 September 1919 meskipun dia masih menerima dana pensiun bulanan dan "Recht zum Tragen der Regimentsuniform" (hak untuk mengenakan seragam resimen). Setelah kemiliterannya diaktifkan kembali tak lama sesudah Hitler naik ke tampuk kekuasaan, dia mulai menapaki jenjang karir dengan menempati berbagai posisi, dari komandan kompi, batalyon, resimen sampai divisi. Dalam apa yang dinamakan sebagai "Hube-Kessel" atau "Wandernen Kessel", 254. Infanterie-Division, dimana Anders bergabung sebagai komandan resimen, bertugas sebagai penjaga garis belakang pasukan utama Jerman dan menjadi unit terakhir yang meloloskan diri dari pengepungan Soviet. Anders menunjukkan kesigapannya dalam memimpin pasukannya untuk bertahan dari serangan musuh yang berkali lipat sekaligus mundur dengan teratur. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 484 / 254.Infanterie-Division / XXXXVI.Panzerkorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Di akhir perang dia menjabat sebagai komandan 88. Infanterie-Division. Dia dan divisinya menyerah ke tangan pasukan Rusia tanggal 31 Januari 1945 dan baru dibebaskan tanggal 28 Oktober 1955. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; 1914 Verwundetenabzeichen in Silber (27 Mei 1917); Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV Klasse (2 Oktober 1936); Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern (Austria); Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern (Hungaria); Wehrmacht Dienstauszeichnung III Klasse (21 April 1938); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Oktober 1939) dan I.Klasse (26 Oktober 1939); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/1942; serta Deutsches Kreuz in Gold #70/1 (14 Februari 1942)

-----------------------------------------------------------

CACAT MUKA

 SS-Sturmbannführer Christian Tychsen mengenakan "Sonderbekleidung des Deutschen Panzertruppen" (seragam khusus pasukan tank Jerman) yang berwarna hitam. Di dada kirinya terpasang medali Deutsches Kreuz in Gold yang didapatkannya tanggal 13 Mei 1942 sebagai SS-Hauptsturmführer dan Kommandeur SS-Kradschützen-Abteilung / SS-Division "Reich" (motorisiert). Aksi heroik yang membuatnya mendapatkan DKiG adalah aksi yang sama yang membuatnya cacat permanen di bagian dagu saat sebuah granat Rusia meledak di dekatnya sehingga membuat muka bagian bawah hancur. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan kondisi Tychsen, dan hampir semua giginya tanggal sehingga harus diganti dengan gigi palsu!
 


Sumber :
Foto koleksi pribadi Larrister
Foto koleksi pribadi Naxos

www.forum.axishistory.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com

No comments: