Wednesday, August 17, 2011

Foto Jamuan Makan dan Minum

JAMUAN DI DALAM RUANGAN


Pertemuan para petinggi Reichswehr dan SS dengan Werner von Blomberg, 13 Januari 1935. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 2), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung), Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister), SS-Gruppenführer Paul "Pilli" Körner (Staatssekretär im Staatsministerium Preußen), Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1), dan Präsident Charakter als General der Artillerie Edmund Wachenfeld (Befehlshaber Luftkreis-Kommando I)


 Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Michael Lippert (Kommandeur SS-Totenkopfverbände Sturmbann V "Brandenburg"), Gauleiter Ernst-Wilhelm Bohle (Chef der Auslandsorganisation der NSDAP) dan SS-Gruppenführer Theodor Eicke (Inspekteur der Konzentrationslager und Führer der SS-Wachverbände). Lippert adalah mantan ajudan Eicke yang ikut mengeksekusi Panglima SA Ernst Röhm pada peristiwa "Malam Pisau Panjang" tanggal 1 Juli 1934. Pada awal tahun tersebut Hitler dan beberapa petinggi Nazi lainnya diliputi kecurigaan bahwa Ernst Röhm, Panglima SA, sedang merencanakan kudeta. Hitler memutuskan pada tanggal 21 Juni 1934 bahwa Röhm dan kepemimpinan SA di bawahnya harus dimusnahkan. Pembersihan para pejabat SA dan "musuh negara lainnya" dimulai pada tanggal 30 Juni 1934 dalam sebuah aksi yang dinamakan sebagai "Nacht der langen Messer" (Malam Pisau Panjang). Eicke bersama dengan beberapa orang anggota pilihan dari Dachau ditugasi untuk membantu Leibstandarte SS pimpinan Sepp Dietrich dalam menahan dan memenjarakan para komandan SA. Setelah Röhm ditangkap, Hitler memberi dia pilihan apakah akan bunuh diri atau ditembak. Ketika Röhm menolak untuk membunuh dirinya sendiri, dia dieksekusi mati oleh Eicke (bersama dengan ajudannya Michael Lippert) tanggal 1 Juli 1934


Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B, pangkat terakhir Generalfeldmarschall) bersama dengan para staffnya di Compiegne tak lama setelah pengumuman menyerahnya Prancis di tangan Jerman tanggal 21 Juni 1940. Paling kanan adalah Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B, pangkat terakhir Generaloberst) 


 Jamuan makan yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan perwira Wehrmacht. Yang di tengah adalah Oberst Curt Badinski (17 Mei 1890 - 27 Februari 1966), seorang veteran Perang Dunia Pertama yang nantinya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 11 Oktober 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 489 / 269.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 4.Panzergruppe / Heeresgruppe Nord setelah berhasil merebut Krasnogwardeisk dari tangan pasukan Rusia (9 September 1941) sekaligus mempertahankannya dari berkali-kali serangan balasan sengit yang melibatkan tank berat walaupun wilayah samping kanannya terbuka! Penempatan selanjutnya adalah sebagai komandan 23. Infanterie-Division (17 Januari 1942 - 10 Juli 1942), komandan 269. Infanterie-Division (1 September 1942 - 16 November 1942), Territorialabschnittsbefehlshaber Bergen (16 November 1942 - 24 November 1943), dan komandan 276. Infanterie-Division (24 November 1943 - 21 Agustus 1944). Badinski ditawan oleh pasukan Amerika dalam Pertempuran Kantong Falaise bulan Agustus 1944. Dia baru dibebaskan tahun 1947. Dia meninggal tahun 1966 dan dikuburkan di Parkfriedhof di Oldenburg bersama dengan istri tercintanya Ilse


 Jamuan makan untuk menyambut acara kunjungan Hitler ke markas Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" di Château de Bonnance di Abbeville, Prancis utara, satu hari sebelum Natal tahun 1940. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Rolf Pingel (Gruppenkommandeur I./JG 26); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Oberstleutnant Adolf Galland (Geschwaderkommodore JG 26); dan Hauptmann Gerhard Schöpfel (Gruppenkommandeur III./JG 26)


 Masih dalam acara kunjungan Adolf Hitler ke JG 26. Menghadap kamera, dari kiri ke kanan (dimulai dari panah merah paling kiri): Oberleutnant Gustav Sprick (Staffelkapitän 8./JG 26); Hauptmann Walter Adolph (Kommandeur II.Gruppe/JG 26 "Schlageter"); Hauptmann Rolf Pingel (Kommandeur I.Gruppe/JG 26 "Schlageter"); Führer Adolf Hitler, Oberstleutnant Adolf Galland (Kommodore JG 26); dan Hauptmann Gerhard Schöpfel (Kommandeur III.Gruppe/JG 26 "Schlageter"). Baris tengah yang menghadap ke kanan, paling tengah adalah Leutnant Karl Borris (5./JG 26)



Generalleutnant Kurt Student (Kommandeur 7. Flieger-Division) bersama dengan Major im Generalstab Heinrich Trettner (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Flieger-Division) dalam sebuah perjamuan makan di tahun 1940. Yang saya tidak mengerti dalam foto ini adalah, Trettner mengenakan Ritterkreuz di lehernya sementara Student tidak, padahal Student mendapatkannya lebih  dulu (12 Mei 1940) dibandingkan Trettner (24 Mei 1940)! Bisa jadi Ritterkreuz di leher Trettner merupakan hasil manipulasi foto, sebuah praktek yang sudah sering dilakukan dari masa perang untuk menunjukkan bahwa orang dalam foto tersebut adalah Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Tapi kalaupun begitu, mengapa pula cuma Trettner saja yang "dipoles" sementara Student tidak? Au ah gelap!


Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) dalam salah satu inspeksi ke unit yang berada di bawah komandonya, musim panas tahun 1941. Pada saat itu jutaan pasukan Wehrmacht sedang dikerahkan untuk menginvasi Uni Soviet, dalam apa yang dinamakan sebagai Unternehman Barbarossa (Operasi Barbarossa). Berhubung foto ini terdapat dalam album milik 18. Infanterie-Division (motorisiert), maka kemungkinan besar unit yang sedang dikunjungi oleh Busch adalah divisi infanteri pimpinan Generalmajor Friedrich Herrlein tersebut


General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Oberbefehlshaber Armee Lappland) dalam acara jamuan makan bersama dengan perwira-perwira Finlandia dan Jerman, termasuk Mayor-Jenderal Finlandia Hjalmar Siilasvuo (Komandan Korps III), Kolonel Väinö Palojärvi (Komandan Grup J) dan Voldemar Oinonen (Komandan Grup Oiononen). Lokasinya adalah di Kiestingin suunta tanggal 11 April 1942. Para perwira Jerman sendiri berasal dari unit Zeni (Pionier)


 Jamuan minum di Führerhauptquartier Werwolf untuk merayakan ulang tahun ke-35 Oberstleutnant Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") tanggal 20 September 1942. Duduk mengelilingi meja dari kiri ke kanan: NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler), Kapitän zur See Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Johanna Wolf (Sekretärinnen Adolf Hitlers), dan Nicolaus von Below


Acara jamuan makan para perwira dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di tahun 1943. Menghadap kamera, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 LSSAH), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1 LSSAH), dan SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH)



Acara jamuan makan para perwira dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di tahun 1943. Duduk di bawah bendera swastika, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1 LSSAH), dan SS-Standartenführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH). Memakai seragam hitam Panzertruppen di sebelah kanan adalah SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-regiment 1 LSSAH), sementara di sebelah kirinya adalah SS-Obersturmbannführer Walther Ewert (Ib Quartiermeister SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), diikuti oleh SS-Standartenführer Dr.-Med. Hermann Besuden (Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division LSSAH)




Perayaan ulang tahun Sepp Dietrich tanggal 28 Mei 1943 yang dihadiri oleh para perwira tinggi Waffen-SS. Membelakangi kamera dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Paul "Papa" Hausser (Kommandierender General SS-Panzerkorps), SS-Brigadeführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Wiking), dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"). Duduk menghadap kamera dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Gerhard Engel (Adjutanten des Heeres beim Führer und Reichskanzler), SS-Oberführer Hermann Prieß (Kommandeur SS-Totenkopf-Artilerie-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-regiment "Totenkopf"), SS-Obersturmbannführer Hans Albin Freiherr von Reitzenstein (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich"), dan SS-Obersturmbannführer Otto Baum (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment "Totenkopf" / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf")


Korvettenkapitän Eitel-Friedrich Kentrat (tengah) menikmati bir Beck's yang lama diidam-idamkan bersama dengan dua orang pimpinannya tak lama setelah pulang dari patroli luar biasa panjang selama 225 hari bersama dengan U-196! Mengapit di sebelah kiri adalah Kapitän zur See Hans Rudolf Rösing (Führer der Unterseeboote West) dan kanan Korvettenkapitän Klaus Scholtz (Kommandeur 12. Unterseebootsflottille). Meskipun dalam patroli pertamanya sebagai komandan U-196 tersebut Kentrat hanya mampu menenggelamkan dua buah kapal dengan total tonase 12.000 GRT saja, tapi dia tercatat sebagai patroli terpanjang yang pernah dilakukan oleh sebuah kapal selam selama berlangsungnya Perang Dunia II! Kentrat berangkat dari Kiel (Jerman) tanggal 13 Maret 1943 dan pulang ke Bordeaux (Prancis) tanggal 23 Oktober 1943, dan patroli selama itu telah meninggalkan bekasnya di wajah sang komandan yang terlihat kurus dan lesu seakan baru keluar dari kamp konsentrasi!


 Acara jamuan makan untuk merayakan penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes bagi "baby face" Unteroffizier der Reserve Günther Bartsch (Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division) yang mendapatkannya tanggal 12 November 1943 setelah menunjukkan keberanian luar biasa dengan menyerang bagian samping batalyon Tentara Merah dalam pertempuran memperebutkan Bukit 180 di Poltava. Upacara penganugerahan terpaksa dilakukan di Lazarett Birkenfeld/Nahe karena Bartsch sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dialaminya dalam pertempuran tersebut. Di sebelah kiri adalah Oberst Albert Henze (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division)


Jamuan minum para perwira SS setelah acara serah terima jabatan komandan SS-Grenadier-Regiment 1 "Landstorm Nederland" dari SS-Obersturmbannführer Albert Doerheit (1 April 1944 - 27 Mei 1944) ke SS-Standartenführer Martin Kohlroser (27 Mei 1944 - 2 November 1944), awal Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Adolf Ax (Chef des Stabes Befehlshaber der Waffen-SS "Niederlände"), SS-Obersturmbannführer der Reserve Albert Doerheit (Führerreserve beim Waffentechnische Lehranstalt der Waffen-SS), SS-Oberführer Dr. med. Wilhelm Berndt (Chef des Amtes A II [Leitender Arzt] im SS-Hauptamt), SS-Sturmbannführer Erich Heinrich (IVa Versorgungsoffizier [Beamter] Befehlshaber der Waffen-SS "Niederlände"), dan SS-Standartenführer Martin Kohlroser (Kommandeur SS-Grenadier-Regiment 1 "Landstorm Nederland")

Dalam jamuan makan ini, peraih Ritterkreuz di tengah dengan schmiß (codet) bekas mensur (duel anggar) di pipi adalah Heinz Reinefarth (pangkat terakhir SS-Gruppenführer), sementara di sebelah kanan adalah Karl-Hermann Frank (Kepala administrasi protektorat Bohemia-Moravia, pangkat terakhir SS-Obergruppenführer). Foto diambil di Cekoslowakia. Yang terakhir, paling kiri adalah SS-Standartenführer Dr. Erich Weinmann (Kepala Polisi Keamanan Protektorat Bohemia-Moravia)


Yang sedang berdiri adalah Hauptmann Erhard Jähnert, sementara yang duduk sambil pegang gelas adalah Major Bernhard Hamester. Tampaknya ini adalah acara III.Gruppe/Sturzkampfgeschwader 3 karena keduanya berasal dari unit tersebut. Jähnert adalah Flugzeugführer sementara Hamester Gruppenkommandeur


Sepasang homo? Nggak lah, meskipun suasananya "memungkinkan" dengan candle light dinner serta iringan musik mellow live! Yang pake monokel di kanan adalah General der Infanterie Hermann Recknagel (Kommandierender General XXXXII.Armeekorps), sementara di kirinya adalah Oberst Rudolf Demme (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 59). Keduanya adalah peraih Eichenlaub, dan nantinya pun Recknagel menambah pula daftar medalinya dengan Schwerter!


 Acara jamuan makan untuk memperingati penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk dua orang perwira dari Kampfgeschwader 53 (KG 53) "Legion Condor", Major Karl rauer (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 53) dan Oberleutnant Kurt Unruh (Flugzeugführer di 2.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 53), tanggal 29 Februari 1944. Jenderal Heer yang ikut menemani mereka kemungkinan besar adalah Generalmajor Emil Just (Oberfeldkommandantur 396) Litauen karena pada saat foto ini diambil I./KG 53 berpangkalan di Kovno, Lithuania


Acara jamuan makan Wehrmacht yang diadakan musim dingin awal tahun 1944. Dari kiri ke kanan: Oberst Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Chef des Generalstabes XLVIII. Panzerkorps), SS-Rottenführer Balthasar "Bobby" Woll (Richtschütze di 13.[schwere] Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 / 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"), dan General der Panzertruppe Hermann Balck (Kommandierender General XLVIII. Panzerkorps). Acara jamuan ini tampaknya diadakan untuk menyambut kedatangan Woll yang baru saja dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Januari 1944. LSSAH sendiri saat itu berada di bawah komando LXVIII. Panzerkorps, sementara Woll menjadi terkenal ke seantero dunia karena dia adalah salah satu gunner (penembak meriam) panzer terbaik Wehrmacht yang bertugas dalam satu tank dengan sang legendaris Michael Wittmann!


   SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (11 Desember 1911 - 30 Januari 2000) dalam sebuah jamuan minum anggur yang diadakan di sebuah kabin berburu. Adjutant Kommandant Konzentrationslager Auschwitz-Birkenau ini merupakan anak dari seorang pekerja konstruksi yang gugur dalam Perang Dunia Pertama. Setelah bergabung dengan SS bulan Oktober 1933, dia menjadi anggota SS-Totenkopf-Standarte 9 di Danzig pada tahun 1939 dan diangkat sebagai ajudan Komandan Kamp Konsentrasi Neuengamme, Martin Gottfried Weiss, setahun setelahnya. Pada tahun 1943 Höcker mengikuti pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule Braunschweig. Setelahnya dia menjadi ajudan dari Richard Baer, yang kemudian diangkat sebagai Lagerkommandant Auschwitz bulan Mei 1944. Baer menjadi komandan terakhir kamp konsentrasi paling terkenal tersebut karena pada bulan Januari 1945 dia dan anakbuahnya dipaksa meninggalkan kamp untuk menghindari gerak maju Tentara Merah yang makin dekat. Setelahnya Baer diangkat sebagai komandan kamp Dora-Mittelbau, dengan Höcker tetap menjadi ajudannya. Ketika pasukan Sekutu membebaskan kamp tersebut, sang ajudan menggunakan surat-surat identifikasi palsu sehingga identitas dirinya tidak terbongkar selama masa penahanan yang singkat. Seusai perang Höcker bekerja sebagai pegawai bank, tapi beberapa tahun kemudian identitasnya terbongkar sehingga dia harus menjalani pengadilan para penjahat perang Auschwitz di Frankfurt awal tahun 1960-an. Pengadilan tidak dapat menemukan keterlibatan langsung dirinya atas tuduhan pembunuhan massal, sehingga dia dilepaskan kembali pada tahun 1970-an dan mampu meneruskan karirnya sebagai pegawai bank sampai pensiun. Sampai dengan kematiannya di tahun 2000, Höcker tetap menganggap dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan kejahatan perang yang didakwakan terhadapnya. Dia beralasan bahwa dia hanyalah seorang ajudan yang tidak berhubungan langsung dengan kamp, melainkan bertugas melayani keperluan komandannya

---------------------------------------------------------------------------

JAMUAN DI LUAR RUANGAN

Heinrich Himmler dalam acara perayaan ulang tahun sederhana dari Frau Arnold (istri dari Alfred Arnold) yang diselenggarakan di halaman rumah Arnold di Heilbronn. Foto yang diduga Bildberichterstatter (foto pers) ini sendiri diambil oleh seorang fotografer profesional kontributor majalah SIGNAL bernama Wilhelm Walz. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Murr (Gauleiter dari Württemberg-Hohenzollern), Frau Arnold, Himmler dan Wilhelm Meinberg (pangkat terakhir SS-Gruppenführer)


Masih dalam acara yang sama, perayaan ulang tahun dari Frau Arnold. Dari kiri ke kanan: Alfred Arnold (pangkat terakhir SS-Brigadeführer), Wilhelm Murr, Walther Darré (pangkat terakhir SS-Obergruppenführer), Frau Arnold, Heinrich Himmler dan Wilhelm Meinberg. Disini terlihat Gauleiter Murr memakai SS-Totenkopfring di jarinya


 Generaloberst Gerd von Rundstedt (kiri, Oberbefehlshaber Heeresgruppe A) duduk bersama dengan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee) dalam sebuah acara jamuan makan siang sederhana luar ruangan di tengah taman dan pepohonan yang menyejukkan. Foto diambil pada bulan Juni 1940 di Prancis oleh Kriegsberichter Harren dari Propaganda-Kompanie (PK) 670

 Makan siang bersama, dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Carl Reichsritter von Oberkamp, SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Artur Phleps, dan SS-Standartenführer August Schmidhuber. Ketiganya tercatat pernah menjabat sebagai komandan Divisi Prinz Eugen: Von Oberkamp (15 Mei 1943 - 30 Januari 1944), Phleps (30 Januari 1942 - 15 Mei 1943), dan Schmidhuber (20 Januari 1945 - 8 Mei 1945). Satu orang komandan Prinz Eugen lainnya yang tidak nongol dalam foto ini adalah Otto Kumm (30 Januari 1944 - 20 Januari 1945)


 Acara jamuan makan para anggota 1.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzergrenadier "Wiking" di dekat Izyum, Ukraina, bulan April 1943. Yang sedang berdiri adalah SS-Hauptscharführer Paul Senghas (31 Januari 1916 - 6 November 1996) yang nantinya meraih Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943 sebagai SS-Hauptscharführer) dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (11 Desember 1944 sebagai SS-Obersturmführer der Reserve)


 Acara jamuan makan para anggota 1.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzergrenadier "Wiking" di dekat Izyum, Ukraina, bulan April 1943. Yang sedang melihat kamera adalah Kompaniechef (komandan kompi) SS-Hauptsturmführer Wolf Schneider yang nantinya meraih Deutsches Kreuz in Gold tanggal 28 April 1944, sementara yang nyengeh di sebelah kanan adalah SS-Untersturmführer Kurt Schumacher yang nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Führer 3.Kompanie/SS-Panzer-Regiment 5 "Wiking" tapi kemudian gugur tanggal 20 Maret 1945 di Stuhlweißenburg (Hungaria)



Jamuan makan siang dalam sebuah perayaan I.Abteilung / Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division di Orel (Rusia) bulan Mei 1943. Menghadap kamera dari kiri ke kanan: perwira tidak dikenal, Oberleutnant der Reserve Gerhard Georgi (Chef 4.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 35), Major Hans-Detloff von Cossel (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 35), Hauptmann der Reserve Hans-Georg Müller (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 35), dan Oberleutnant Heinrich "Heinz" Burkhard (Adjutant I.Abteilung / Panzer-Regiment 35). Georgi memakai Panzervernichtungsabzeichen di lengannya, sementara Müller baru saja diangkat sebagai komandan kompi ke-1


 Makan siang para perwira Divisi Prinz Eugen bersama dengan General der Infanterie Rudolf Lüters (Befehlshaber der Deutschen Truppen in Kroatien) yang duduk di tengah. Tampak SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Artur Phleps (Kommandeur 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen") sedang mangap kedua dari kiri, sementara SS-Oberführer di sebelahnya adalah Dr.med. Kurt-Peter Müller (IVb Ärzte / Sanitätsdienst 7. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"). Selain itu, mr. taher (tarang herang) ketiga dari kanan adalah SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Carl Reichsritter von Oberkamp yang nantinya menjadi komandan Prinz Eugen menggantikan Artur Phleps


Para komandan perang Jerman dalam Operasi Barbarossa, musim panas 1941. Duduk di meja, dari kiri ke kanan: Perwira Heer yang tidak diketahui namanya; Generalmajor Heinrich "Heinz" Meyer-Buerdorf (Kommandeur 131.Infanterie-Division); General der Infanterie Gotthard Heinrici (Kommandierender General XXXXIII.Armeekorps); dan Generalleutnant z.V. Diether von Boehm-Bezing (Kommandeur 252.Infanterie-Division). Posisi Meyer-Buerdorf yang berada di kepala meja menunjukkan bahwa jamuan makan siang ini diadakan di markasnya


Generalleutnant (Luftwaffe) Karl Angerstein dalam sebuah jamuan makan bersama para staff-nya. Di lehernya bergantung Ritterkreuz yang didapatkannya pada tanggal 2 November 1940 sebagai Oberst dan Kommodore Kampfgeschwader 1 "Hindenburg"


Militärverwaltungschef Egon Bönner mengenakan medali-medali Baltenkreuz, Kriegsverdienstkreuz 1. Klasse mit Schwertern, dan Schlesischer Adler 2. Stufe di saku seragamnya. Militärverwaltungschef (Kepala Administrasi Militer)... dari terjemahannya, anda sudah pasti tahu kerjaannya ngapain! Untuk biografi Bönner (what a name!) bisa dilihat DISINI



 Acara pisah-sambut jamuan makan siang Divisi Leibstandarte untuk menghormati SS-Standartenführer Dr.-Med. Hermann besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang baru saja ditunjuk untuk menjadi Korpsarzt I. SS-Panzerkorps, awal bulan Juli 1943. Disini Dr. Besuden sedang berpidato sambil memegang gelas berisi racun tikus, sementara di sebelahnya adalah SS-Oberführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang melepaskan seragam serta medalinya dan hanya mengenakan diensthemd (kemeja tugas). Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel



Acara pisah-sambut jamuan makan siang Divisi Leibstandarte untuk menghormati SS-Standartenführer Dr.-Med. Hermann besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang baru saja ditunjuk untuk menjadi Korpsarzt I. SS-Panzerkorps, awal bulan Juli 1943. SS-Oberführer Theodor "Teddy" Wisch (tengah, Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") memimpin anakbuahnya dalam melakukan toast untuk merayakan penempatan Dr. Besuden yang baru sekaligus ucapan selamat kepada Divisionsarzt penggantinya, SS-Obersturmbannführer Dr.-Med. Peter Liebrich. Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel



 Jamuan makan para anggota 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) seusai upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Hauptsturmführer Werner Pötschke (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH) yang diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 1944 di Flanders/Belgia. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Hans Gruhle (Adjutant SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), SS-Sturmbannführer Josef "Jupp" Diefenthal (Kommandeur III.[gepanzerten]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH), Werner Herman Gustav Pötschke, SS-Sturmbannführer Friedrich "Fritz" Beutler (membelakangi kamera, IIa Personalverwaltung - 1.Adjutant 1. SS-Panzer-Division LSSAH), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur 1. SS-Panzer-Division LSSAH), dan SS-Obersturmbannführer Joachim "Jochen" Peiper (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH)



Jamuan makan para anggota 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) seusai upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Hauptsturmführer Werner Pötschke (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH) yang diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 1944 di Flanders/Belgia. Dari kiri ke kanan: Werner Herman Gustav Pötschke, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur 1. SS-Panzer-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Josef "Jupp" Diefenthal (membelakangi kamera, Kommandeur III.[gepanzerten]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 LSSAH), SS-Obersturmbannführer Joachim "Jochen" Peiper (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hans Gruhle (membelakangi kamera, Adjutant SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), dan SS-Sturmbannführer Friedrich "Fritz" Beutler (IIa Personalverwaltung - 1.Adjutant 1. SS-Panzer-Division LSSAH)



Sumber :

Buku "Die Gebirgstruppe der Waffen-SS 1941 - 1945" karya Roland Kaltenegger
Buku "The Führers Headquarters" karya Neil Short
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi "EKman" McGee 
Foto koleksi pribadi Hans-Jürgen Zeis
Foto koleksi pribadi Phil Nix 
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.historic.de
www.infocenters.co.il

www.ingrewapfel.tumblr.com
www.panzerregiment35.blogspot.com
www.sa-kuva.fi
www.ushmm.org
www.wehrmacht-awards.com

No comments: