Tuesday, August 16, 2016

Foto Schmiss (Codet Hasil Duel)

Generalmajor Rudolf "Rolf" Lippert (29 Oktober 1900 - 1 April 1945) adalah perwira kavaleri mantan penunggang kuda Jerman yang ikut mewakili negaranya dalam Olimpiade Berlin tahun 1936 dan memenangkan medali emas dalam nomor Eventing dengan mengandalkan kudanya yang bernama Fasan. Dalam Perang Dunia I dia menjadi prajurit infanteri di Oberrheinisches Infanterie-Regiment Nr.97, sementara dalam Perang Dunia II dia menjadi komandan Panzer-Regiment 31 (1 November 1943 - 28 Juli 1944) dan 5. Panzer-Division (16 Oktober 1944 - 10 Februari 1945). Lippert dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juni 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Panzer-Regiment 31 / 5.Panzer-Division / LVI.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Dia kemudian terbunuh dalam pertempuran di Bielefeld/Ostwestfalen-Lippe (Jerman), hanya satu bulan sebelum perang usai di Eropa. Jenazahnya dikebumikan di Soldatenfriedhof Königswinter (Plot A, Baris 9, Makam 170), dan menjadi salah satu dari hanya 40 buah Kriegsgräber (makam perang) peninggalan Perang Dunia II yang terdapat disana. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II. Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse; Allgemeines-Sturmabzeichen (30 Agustus 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (18 September 1941); serta Ärmelband Kurland. Dalam foto ini Lippert mengenakan seragam Mausgrau Panzerbluse model kedua (dilengkapi kantong besar di bagian depan) yang langka. Mukanya sedikit "tercoreng" oleh codet (schmiß) disana-sini hasil dari main Mensur (anggar antar kelompok persaudaraan mahasiswa) di masa muda!


Major der Reserve Paul Inden adalah seorang perwira artileri berprestasi dari 126. Infanterie-Division. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 8 Mei 1943 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur I.Abteilung / Artillerie-Regiment 126. Dia juga mendapatkan Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres dua kali: nomor 913 pada tanggal 18 April 1942 sebagai Hauptmann der Reserve dan Chef 8.Batterie / III.Abteilung / Artillerie-Regiment 126, dan nomor 3381 pada tanggal 27 Mei 1944 sebagai Major der Reserve dan Kommandeur I.Abteilung / Artillerie-Regiment 126. Inden sendiri menjadi Komandan Detasemen pertama dari Artillerie-Regiment 126 dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1944


 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Bernhard Voss (26 Juni 1897 - 4 Februari 1947) adalah Kommandeur SS-Totenkopf-Standarte 6 di dekat Praha (Cekoslowakia) yang dituduh telah memerintahkan eksekusi terhadap 12 orang pelajar setempat yang melakukan protes menentang pendudukan Jerman di Ruzyn pada tanggal 16 November 1939. Seusai perang dia diseret ke pengadilan Cekoslowakia dan dihukum gantung pada tahun 1947. Jabatan yang pernah dipegangnya: Kommandeur SS-Junkerschule Bad Tölz (16 Juli 1935 - 1 November 1938), Kommandeur SS-Totenkopf-Standarte 6 (11 November 1939 - Desember 1940), dan Kommandeur SS-Truppenübungsplatz Beneschau/Böhmen-Mähren (1 November 1941 - 28 Juli 1942). Promosi kenaikan pangkat yang diperolehnya: SS-Obersturmbannführer (2 April 1935), SS-Standartenführer (9 November 1935), SS-Oberführer (30 Januari 1938), SS-Oberführer der Reserve (Desember 1939), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS (9 November 1942). Medali dan penghargaan yang diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; SS-Ehrenring; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse und I.Klasse mit Schwertern; Verwundetenabzeichen in Schwarz; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; serta 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse


 Oberstleutnant Wilhelm Walther (27 Januari 1910 - 25 November 2010) adalah seorang perwira Heer yang bertugas di unit Brandenburger, sebuah unit Komando khusus yang bertugas menyusup ke wilayah musuh dan melaksanakan misi-misi sabotase. Di hari pertama Westfeldzug (Invasi ke Barat) tahun 1940, Walther diberi tugas untuk memimpin tujuh orang rekannya masuk ke negara Belanda secara diam-diam dan merebut jembatan yang melintasi sungai Meuse di kota Gennep secara utuh. Pada pukul 02:00 subuh tanggal 10 Mei 1940, Walther dan anakbuahnya (yang menyamar menjadi polisi militer Belanda yang sedang membawa tawanan Jerman) mulai bergerak melaksanakan aksinya. Dua pos penjagaan di sisi sungai berhasil dikuasai, tapi kemudian tiga orang Brandenburger terluka dalam kontak senjata dengan pasukan yang bertahan di sisi lainnya sehingga gerak maju Walther terhenti. Dengan berani campur nekad, dia berjalan dengan tenang melintasi jembatan menuju sisi lain yang masih dikuasai oleh pasukan pertahanan Belanda. Melihat seseorang berseragam perwira Belanda mendekat, pasukan yang bertahan menjadi ragu-ragu sehingga memungkinkan sisa anggota tim Walther membereskan mereka. Jembatan akhirnya berhasil dikuasai utuh dan semua bahan peledak dinonaktifkan. Meskipun banyak operasi serupa dilancarkan di hari itu, tapi sangat sedikit yang sesukses Walther dan kawan-kawannya, bahkan di jembatan lainnya pasukan Brandenburger ditangkap oleh tentara Belanda dan dieksekusi ditempat karena dianggap sebagai mata-mata. Atas prestasinya yang fenomenal tersebut, Wilhelm Walther dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 24 Juni 1940 sebagai Oberleutnant dan Stoßtruppführer 4.Kompanie / Bau-Lehr-Bataillon z.b.V. 800 "Brandenburg" / Heeresgruppe B. Dia tercatat sebagai Brandenburgers pertama yang dianugerahi medali seprestisius itu! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung; Eisernes Kreuz II.Klasse (1940) und I.Klasse (1940); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (1940); Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen (1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942). Walther selamat sampai akhir perang dan meninggal dunia tahun 2010 dalam usia 100 tahun!


Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
www.en.ww2awards.com
www.warhistoryonline.com

No comments: