Sunday, April 13, 2014

Foto 16. Panzer-Division

 Tiga orang peraih Ritterkreuz dari 16. Panzer-Division. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Ernst Sander (RK 13 Oktober 1941 sebagai Zugführer di 7.Kompanie / Schützen-Regiment 79), Major Bernd von Doering (RK 30 November 1940 sebagai Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Regiment 79), dan Hauptmann Otto Fondermann (RK 13 Oktober 1941 sebagai Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Regiment 79). Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Sander dan Fondermann yang diadakan pada hari yang sama (13 Oktober 1941) dimana pada saat itu Doering menjabat sebagai komandan Schützen-Regiment 79



 Para perwira 16. Panzer-Division berunding di wilayah Uspenskoye (20km barat Moskow) dalam gerak maju pasukan Jerman ke ibukota Uni Soviet tersebut di akhir tahun 1941. Dari kiri ke kanan: Leutnant Graf Franz Ledebur, tidak diketahui, Major der Reserve Graf Strachwitz von Groß-Zauche (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 2), Oberleutnant Friedrich-Wilhelm Scheidemann, Assistant-Arzt Dr. May, dan Leutnant Stein. Tank dari jenis Panzerkampfwagen III yang berada di samping mereka merupakan Befehlspanzer (Tank Komando) milik Graf Strachwitz


Di tengah hari tanggal 22 Agustus 1942 pasukan Pionier (Zeni) dari 6. Armee berhasil menyelesaikan jembatan ponton yang melintasi sungai Don. Foto ini memperlihatkan para anggota Panzer-Pionier-Bataillon 16 dari 16. Panzer-Division (Generalleutnant Hans-Valentin Hube) sedang bersantai di atas perahu-perahu karet cadangan. Istirahat singkat semacam ini biasa dinamakan sebagai "Feuerpause" (Berhenti Menembak) dan biasanya menyediakan waktu yang cukup untuk sekedar makan, merokok, atau tidur-tidur ayam. Perahu-perahu ini mempunyai ukuran 5m x 1,8m serta sanggup membawa sampai tujuh orang, meskipun biasanya digunakan sebagai rakit dengan menyatukan satu sampai tiga pasang perahu karet yang serupa. Pioniertruppen sendiri adalah para spesialis yang sangat terlatih dan biasanya digunakan sebagai ujung tombak saat menyeberangi sungai, membersihkan ladang ranjau, menetralisasi kawat berduri dan menyerbu benteng pertahanan. Mereka bertempur bahu-membahu dengan prajurit infanteri biasa. Pasukan Pionier rata-rata dipersenjatai dengan penyembur api, alat peledak, ranjau, detektor ranjau, pencipta asap, dan peralatan khusus yang bermacam-macam. Brückenpioniere adalah unit pembangun jembatan yang dilengkapi dengan perahu-perahu karet, jembatan ponton dan alat penyeberangan lainnya. Setiap divisi biasanya dilengkapi dengan dua peleton semacam ini. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah Sd.Kfz.251/3 Funkwagen (kendaraan radio) yang membawa panji komando Panzergruppe di bagian depannya


 Beberapa kilometer sebelum Volga tercapai (musim panas 1942), secara tidak terduga tentara Jerman dari 16. Panzer-Division mendapat serangan artileri dari baterai artileri Soviet yang dipimpin oleh seorang wanita muda! Tentara Merah memang mengoperasikan beberapa unit tempur yang anggotanya wanita, dan ini mengindikasikan rasa putus asa mereka. Di balik bukit yang berada di kejauhan terletak sungai Volga yang menjadi destinasi pasukan Jerman dari 6. Armee. Para Landser ini terlihat sedang menghitung posisi baterai artileri Soviet menggunakan teropong. Secara resmi teropong disebut sebagai fernglas atau Doppelfernrohr, tapi tentara Wehrmacht lebih suka menyebutnya sebagai dienstglas




Panzergrenadier dari 16. Panzer-Division saat baru tiba di pinggiran barat sungai Volga di Rusia, akhir musim panas 1942. Seorang Maschinengewehrschütze (penembak senapan mesin) membawa senapan mesin dari jenis MG-34 7.92mm di atas bahunya serta Ersatzstücketasche 34 (kantong onderdil) di depan kanan ikat pinggangnya. Dia juga dipersenjatai dengan Stielhandgranate 24. Orang Jerman biasa menjuluki penembak senapan mesin sebagai Abzug (pelatuk), yang maksudnya adalah "tukang penarik pelatuk"


Sebuah Flak 18 88mm anti pesawat udara dari 16. Panzer-Division "mengumumkan" siang pertama kehadirannya di pinggiran barat sungai Volga dengan membombardir gunboat dan perahu pengangkut pasukan Soviet yang melintasi sungai itu, akhir musim panas 1942. Dalam beberapa hari selanjutnya mereka tetap menyasar setiap benda bergerak di sungai Volga, sementara unit artileri musuh balik menyasar posisi baterai Jerman. Landser Wehrmacht biasa menjuluki meriam 88mm sebagai "Acht-Acht" (Delapan-Delapan). Perhatikan boks alumunium penyimpan amunisi berwarna abu-abu lapangan di latar depan! Segera kotak penyimpan jenis ini diganti dengan yang berbahan anyam-anyaman tanpa warna dengan bentuk dan ukuran yang sama yang lebih murah serta mudah pembuatannya


Seorang perwira Wehrmacht berbicara melalui telepon di dekat sebuah Befehlswagen (Kendaraan Komando) Sd.Kfz.251/6 Ausf.B milik 16. Panzer-Division di wilayah Kuzmichi, Volgogradskaya Oblast. Pada tanggal 24 Agustus 1942 posisi divisi panzer tersebut dalam keadaan rentan karena Tentara Merah memegang kendali jalan masuk ke wilayah utara kota Stalingrad dan terus menambah jumlah pasukan mereka melalui wilayah Voronezh di utara


Oberstleutnant im Generalstab Bern von Baer (Ia Erster Generalstabsoffizier 16.Panzer-Division/4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd) menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2539 dari tangan General der Panzertruppe Hans-Valentin Hube (Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee) tanggal 23 Januari 1944. Berita penerimaannya sendiri telah diterima dari tanggal 13 Januari 1944
----------------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

 Generalleutnant Günther Angern (5 Maret 1893 – 2 Februari 1943) masuk dinas militer tanggal 1 April 1911 dan telah berpangkat Oberleutnant di akhir Perang Dunia Pertama. Dia bertugas di berbagai unit kavaleri dalam masa antar-perang, serta menjadi Oberst dan Kommandeur 3. Schützen-Brigade saat Perang Dunia II pecah. Tanggal 4 Desember 1939 gantian 11. Schützen-Brigade yang merasakan kepemimpinannya, dan disnilah Angern mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1940 sebagai Oberst dan Kommandeur 11.Schützen-Brigade / II.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe B setelah dia ikut berpartisipasi dalam terobosan pasukan Jerman di sekitar jembatan Anzien dan St. Datharine, sebelah utara Arras, tanggal 23 Mei 1940, juga penyeberangan di Bethune (St. Aubin) dan Dampierre tanggal 10 Juni 1940. Rekomendasinya masuk tanggal 18 Juli 1940, dikonfirmasi tanggal 26 Juli 1940, dan disetujui tanggal 5 Agustus 1940. Angern menjadi komandan 11. Panzer-Division tanggal 15 Agustus 1941, dan hanya berselang 9 hari kemudian terluka parah dalam pertempuran sehingga tampuk kepemimpinannya berganti lagi Hans-Karl Freiherr von Esebeck! Setelah sembuh dia menjadi komandan divisi panzer yang lain, 16. Panzer-Division, periode 25 September 1942 - 2 Februari 1943. Di tanggal yang terakhir inilah sang perwira berbakat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di kantong Stalingrad saat 6. Armee menyerah pada Tentara Merah. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre (2 Oktober 1936); Magyar Érdemrend Középkereszt je (Hungaria, 26 Oktober 1938); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) dan I.Klasse (9 Oktober 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes (1939); Panzerkampfabzeichen in Bronze; Voenen Orden "Za Hrabrost" III.Stepen 1.klas (Bulgaria); 1939 Verwundetenabzeichen in Silber; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (7 Juli 1941); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (22 Juli 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold (8 Maret 1942)


 Generalmajor Hans-Ulrich Back (26 Agustus 1896 - 14 Februari 1976) menjadi kadet pasukan Turki Usmani tanggal 4 Agustus 1914 dan pindah ke 1. Hannoverschen Infanterie-Regiment 74 dua bulan kemudian untuk bertempur dalam Perang Dunia Pertama. Seusai perang Back sempat aktif di dinas kepolisian sebelum masuk tentara kembali sebagai Hauptmann tanggal 17 Juli 1935. Back ikut serta dalam Anschluss Austria, aneksasi Sudetenland, serta invasi ke Polandia dan Barat sebagai komandan batalyon di 2. Panzer-Division. Dalam peristiwa yang terakhir ini dia menunjukkan kapasitasnya sebagai komandan jempolan saat berhasil merebut Abbeville dan jembatan Somme tanggal 20 Mei 1940. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 Agustus 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 2 / 2.Panzer-Division / XXXIX.Armeekorps (motorisiert) / Gruppe Guderian / Heeresgruppe A. Penempatan Back selanjutnya sebagai komandan adalah sebagai berikut: Schützen-Regiment 304 (10 Agustus 1940 - 23 Juli 1942), 11. Panzergrenadier-Brigade (15 September 1942 - 7 November 1942), 16. Panzer-Division (1 November 1943 - 14 Agustus 1944), 178. Panzer-Division (9 Oktober 1944 - Desember 1944), dan 232. Panzer-Division (Februari 1945 - Maret 1945). Sebagai komandan 16. Panzer-Division, Back selalu bertempur paling depan dan memperlihatkan keberanian yang mengagumkan dalam melawan tank-tank Soviet, utamanya saat berhasil mencegah pasukan musuh merebut kota Uman yang sangat vital bagi keberlangsungan pasokan suplai pasukan Wehrmacht bulan Januari 1944. Atas prestasinya tersebut dia direkomendasikan untuk mendapatkan Eichenlaub tapi ditolak, hanya namanya saja yang disebutkan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht) edisi 31 Januari 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (14 November 1915) dan I.Klasse (23 Mei 1918); Türkische Kriegs-Verdienstmedaille (25 Juli 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (15 April 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (9 November 1934); Dienstauszeichnung Heer, für 12, 18 und 25 Jahre (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (8 November 1938); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange Prager Burg; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (27 September 1939) dan I.Klasse (20 Oktober 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42; serta Panzerkampfabzeichen in Silber
----------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ



 Oberst im Generalstab Bern von Baer (20 Maret 1911 - 27 November 1981) adalah anak pegawai bank yang bergabung dengan Infanterie-Regiment 3 tanggal 1 April 1930. Dari pertama dia sudah menapaki karir sebagai perwira staff, dan sempat bertugas di Stalingrad bersama dengan 16. Panzer-Division. Baer diterbangkan dari kota yang terkepung itu pada tanggal 23 Januari 1943, hanya beberapa hari setelah ratusan ribu pasukan Jerman menyerah disana! Dari situ dia dipindahkan ke medan perang Italia selama beberapa waktu sebelum dilempar kembali ke Front Timur. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2539 tanggal 13 Januari 1944 sebagai Oberstleutnant i.G. dan Ia Erster Generalstabsoffizier 16.Panzer-Division / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd setelah memimpin sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) menuju kemenangan dalam pertempuran di dekat Bobruisk. Pada bulan Juni 1944 Baer dipindahkan ke Divisi "Hermann Göring" (Luftwaffe) sebagai Kepala Staff. Dalam posisi ini dia berperan besar dalam kesuksesan unitnya saat mempertahankan Prusia Timur dari serangan bertubi-tubi Tentara Merah, sehingga mendapat kehormatan dengan disebutkan dua kali dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht). Kesuksesannya terlihat saat dia melaporkan ke OKW (Oberkommando der Wehrmacht) bahwa unitnya telah menghancurkan 47 tank Soviet tanggal 28 Januari 1945, serta tambahan 80 tank lagi hanya berselang 5 hari kemudian! Atas kesuksesan korpsnya, Baer dianugerahi Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #761 tanggal 28 Februari 1945 sebagai Oberstleutnant i.G. dan Chef des Stabes Fallschirm-Panzer-Korps "Hermann Göring" / 4.Armee / Heeresgruppe Nord. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet tanggal 10 Mei 1945 tapi berhasil melarikan diri beberapa hari kemudian dan kabur ke Jerman Barat (bukan Jawa Barat!). Seusai perang dia bergabung dengan Bundeswehr (16 Februari 1956 - 31 Maret 1968) dan pensiun dengan pangkat Generalmajor. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnungen; Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939) dan I.Klasse (29 Mei 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (18 Agustus 1942); serta Großes Verdienstkreuz des Verdienstordens der Bundesrepublik Deutschland (20 Maret 1968)

----------------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

Major Emil Gustav Rudolf Fils (16 Desember 1914 - 1 Juni 1944) dilahirkan di Ratingen dari pasangan Gustav Emil Albert Fils dan Anna Katharina Hassenpflug. Dia merupakan Chef 1.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 64 / 16.Panzer-Division yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 6 Juli 1943. Hauptmann Rudolf Fils gugur dalam pertempuran di Jasi (Rumania) sebagai Führer I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 128 / 23.Panzer-Division dan dikuburkan di H.V.Pl.Iasi Sanko 2/128, Endgrablage: Block 1 Parzelle F Reihe 36 Grab 6. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major (15 Agustus 1944). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (1 Oktober 1938); Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Juni 1940) dan I.Klasse (29 Mei 1942); Panzerkampfabzeichen in Bronze (6 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (26 Mei 1942); Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 April 1941, setelah luka ke-1 yang dideritanya tanggal 13 Mei 1940), in Silber (6 Juni 1942, setelah luka ke-1 yang dideritanya ternyata lebih parah dari perkiraan sehingga membutuhkan perawatan selama 16 bulan!) dan in Gold (25 Oktober 1942, setelah luka ke-2 tanggal 24 Agustus 1942, ke-3 tanggal 29 Agustus 1942, ke-4 tanggal 16 Oktober 1942 dan ke-5 tanggal 17 Oktober 1942); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (28 April 1944). BTW, keempat luka terakhir dideritanya dalam Pertempuran Stalingrad sehingga membuatnya ditarik mundur untuk mendapatkan perawatan, sebuah "bless in disguise" yang menghindarkannya dari neraka lebih lanjut di Stalingrad!



Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Foto koleksi pribadi Jacques F.
www.forum.axishistory.com
www.reocities.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.warrelics.eu
www.wehrmacht-awards.com

No comments: