Sunday, April 6, 2014

Album Foto Sturzkampfgeschwader 77 (StG 77) / Schlachtgeschwader 77 (SG 77)

Pesawat Junkers Ju 87 B-2 "F1-AN"/"Schwarze A" yang diterbangkan oleh Hauptmann der Reserve Gerhard Bauhaus (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 77) mempunyai chevron ala pemburu yang ditambahkan ke bagian samping pesawatnya sehingga mudah dikenali dari pesawat-pesawat Stuka lainnya. Huruf "A" berwarna hitam dengan outline putih dicat di bagian penutup roda, sementara pesawatnya menggunakan marking bawaan pabrik dengan strip kuning di bagian bodi dan sayap sebagai penanda bahwa dia bertugas di Front Timur. Baling-balingnya sendiri dicat tiga warna: merah, putih dan hijau

------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


Hauptmann Gerhard Bauhaus (22 Desember 1908 - 2 September 1942) pertama kali bertempur dalam penyerbuan Jerman ke Polandia tahun 1939 bersama dengan Lehrgeschwader 1 sebelum pindah ke Stukageschwader 77 (StG 77) bulan Februari 1940. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Britania meskipun hanya sebagai staff di VIII. Fliegerkorps. Pada bulan Februari 1941 Bauhaus terjun kembali ke lapangan setelah ditransfer ke StG 2, dan kemudian menjadi Staffelkapitän di StG 77. Bersama dengan skuadronnya dia ikut serta dalam gerak maju Heeresgruppe Süd ke Ukraina dan Rusia Selatan. Dia menunjukkan diri sebagai komandan dan pilot Stuka jempolan sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 25 Mei 1942 sebagai Hauptmann der Reserve dan Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 77 (StG 77) / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Pada tanggal 22 Juli 1942 pesawatnya terkena tembakan Flak musuh di atas Rostov/Don. Bauhaus masih bisa mendaratkan pesawatnya meskipun dia menderita luka bakar parah. Segera dia dibawa ke Feldlazarett Taganrog untuk mendapatkan perawatan. Lukanya begitu parah sehingga dia dipindahkan ke Luftwaffenlazarett di Greifswald, tapi tetap saja nyawanya tak tertolong dan Bauhaus dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 2 September 1942. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; serta Frontflugspange in Gold für Kampfflieger mit Anhänger


Major Heinz-Günter Amelung (9 April 1917 – 26 Desember 1964) masuk Marineschule di Flensburg tahun 1935 tapi ditransfer ke Luftwaffe setahun kemudian. Dia berpartisipasi dalam kampanye di Polandia dan Belgia sebagai pilot Stuka di 6./StG 77. Setelah menjadi Staffelkapitän 5.Staffel tanggal 1 September 1940, Amelung ikut serta dalam invasi ke Balkan dan Rusia tahun 1941. Sampai dengan bulan Juli 1942, dia tercatat telah menghancurkan enam buah jembatan, 27 tank, 16 meriam artileri, 12 senjata anti pesawat udara, plus beberapa kapal laut dari berbagai jenis (freighter, suplai, monitor dan patroli)! Dari tanggal 5 Juli 1942 dia ditarik dari tugas tempur dan menjadi Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) de facto Chef des Stabes dari StG 77, sebelum dilanjutkan menjadi Begleitoffizier (Perwira Pengiring) Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen (Luftflotten-Chef des IV. Fliegerkorps). Sampai dengan akhir perang Amelung telah terlibat dalam 320 misi tempur. Setelah Perang Dunia II usai dia melanjutkan karir di Bundesluftwaffe (1956 - 26 Desember 1964) dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant. Amelung dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 15 Juli 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 77 (StG 77) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Flugzeugführerabzeichen; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse; Eisernes Kreuz II.Klasse (28 September 1939) dan I.Klasse; Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (24 November 1941)


 
Leutnant Gerhardt Bauer (26 Agustus 1916 - 17 April 1945) bukanlah seorang pilot biasa. Selain terlibat dalam pertempuran-pertempuran udara paling sengit dalam Perang Dunia II, dia juga menemui nasib tragis dalam duel udara tidak seimbang yang layak untuk dijadikan sebuah film porno! Dia bergabung dengan Luftwaffe tanggal 1 Oktober 1935, berkenalan pertama kali dengan Stuka tahun 1938, dan memulai pengalaman tempur pertamanya tahun 1940. Bersama dengan Sturzkampfgeschwader 77 (nantinya berganti nama menjadi Schlachtgeschwader 77), Bauer menjelma menjadi salah satu pilot terbaik di unitnya sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 29 Februari 1944 sebagai Oberfeldwebel dan Flugzeugführer di 8.Staffel / III.Gruppe / Schlachtgeschwader 77 (SG 77) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Bakat dan pengalamannya tentunya sayang kalau tidak dibagi, karenanya Bauer ditarik dari front untuk menjadi instruktur pilot-pilot baru di Luftkrieg-Schule 12. Pada awal tahun 1945 dia dipaksa oleh situasi peperangan yang makin memburuk untuk kembali bertugas di front dan bergabung kembali dengan unit lamanya yang saat itu berpangkalan di Silesia. Bauer terbunuh pada tanggal 17 April 1945 di atas Dresden ketika pesawat Focke-Wulf Fw 190 F-9 "Schwarze 1" yang dipilotinya mendapat serangan dari 80 pesawat P-51 Mustang USAAF. Pada saat itu dia baru dalam perjalanan pulang ke pangkalannya setelah menyerang konvoy pasukan lapis baja Rusia. Dia dan sesama Ritterkreuzträger August Lambert termasuk diantara enam pilot Jerman yang gugur di hari itu. Mereka dimakamkan dengan penghormatan militer penuh di pekuburan Kamenz. Selama karirnya Bauer telah terlibat dalam 650+ misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (2 April 1942); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Agustus 1942)



 
Hauptmann Anton Andorfer (23 Desember 1919 - 11 April 1945) lahir di Linz (Austria) dari keluarga militer dan masuk Luftwaffe tanggal 1 Oktober 1939. Dia bergabung dengan I./StG.77 (Sturzkampfgeschwader 77) setelah menyelesaikan pelatihannya di musim dingin 1941/1942, dan sejak saat itu dia menerbangkan Junker Ju 87 "Stuka" sebagai senjata andalannya. Dia menjadi Staffelkapitän (pimpinan skuadron) bulan Juli 1943, dan telah terbang dalam 726 misi tempur (plus menghancurkan 45 tank) saat dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberleutnant dan Staffelführer 2.Staffel / Schlachtgeschwader 77 (SG 77) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4! Setelah pesawatnya dikonversi ke Focke-Wulf Fw 190, Andorfer menambah jam terbangnya dengan 200 misi lagi di Front Timur. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Berlin dan gugur ketika pesawatnya ditembak jatuh oleh meriam anti pesawat udara Soviet di dekat Cottbus tanggal 11 April 1945. Sepanjang karirnya Andorfer telah menyelesaikan 900 feindflug (misi tempur), dimana dia tercatat secara resmi menghancurkan 70 tank, 50 meriam darat, 6 baterai anti pesawat udara, 10 kapal freighter (dengan total tonase 13.000 GRT), 1 kapal tempur, dan 1 kapal patroli-cepat! Dengan jumlah tank korbannya yang begitu banyak, Andorfer ditahbiskan sebagai salah satu "Panzerknacker" Luftwaffe paling efektif, bersama dengan "Sang Raja" Hans-Ulrich Rudel! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (2 November 1942); Frontflugspange für Schlachtflieger in Gold mit Anhänger "900"; serta Deutsches Kreuz in Gold (17 Mei 1943)

Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.helmo.gr
www.luftwaffe39-45.historia.nom.br
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.themodellingnews.com
www.ww2awards.com

No comments: