Sunday, April 6, 2014

Foto 9. Infanterie-Division / 9. Volksgrenadier-Division

PERAIH RITTERKREUZ


 Oberstleutnant Hans Becker (30 Mei 1914 - 15 Januari 2004) bergabung dengan Infanterie-Regiment 15 sebagai Schütze pada tahun 1935, sebelum dipindahkan ke Infanterie-Regiment 116 dua tahun kemudian. Dia ikut berpartisipasi dalam invasi Jerman ke Polandia (1939) dan Prancis (1940) sebagai komandan kompi. Dalam pertempuran sengit di desa Remiencourt, Becker dan unitnya menjadi yang pertama menguasai posisi musuh, begitu pula di Noye-Bach dan Creuse. Puncak kepahlawanan sang perwira muda terjadi di Saleux saat sebiji kompinya mampu merebut benteng pertahanan Dury dari tangan pasukan Prancis yang berkekuatan 5-6 kompi pasukan kolonial serta 21 tank! Atas prestasinya yang luar biasa tersebut Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 November 1940 sebagai Leutnant dan Führer 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 116 / 9.Infanterie-Division / XXXX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B (sebelumnya dia telah dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse tanggal 3 Juni 1940. Ini menjadikannya salah satu dari sedikit orang di Wehrmacht yang mendapatkan kedua medali tersebut secara bersamaan dalam satu hari!). Setelah itu Becker masih berperan aktif dalam tugas militer, meskipun kebanyakan menjadi perwira staff atau ditempatkan di garis belakang. Penempatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur der Schule I für Fahnenjunker der Infanterie di Dresden pada bulan November 1944. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung IV.Klasse (1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern



 
 Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker (21 Februari 1914 - 3 September 2005) pertama kali bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 setelah menyelesaikan pendidikan dasar militernya periode 10 Oktober 1936 - 30 September 1938. Saat mobilisasi perang tahun 1939 dia menjadi anggota Infanterie-Regiment 57, tapi kemudian pindah kembali ke unit lamanya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940) dan Rusia (1941). Atas pengabdiannya dalam pertempuran di Jembatan Kuban dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1943 sebagai Sanitäts-Feldwebel der Reserve di Stab II.Bataillon / Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / Gruppe Allmendinger / 17.Armee / Heeresgruppe A, dan tercatat sebagai salah satu dari hanya 14 orang anggota medis di seantero Wehrmacht yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Bagaimana pula ceritanya seorang Sanitäter seperti Bäcker mendapatkannya? Iniliah dia: Dalam pertempuran keempat memperebutkan jembatan Kuban yang sangat vital pada tanggal 18 September 1943, Tentara Merah Rusia menyerbu menggunakan kombinasi tank dan penyembur api, tak henti-hentinya beraksi selama berhari-hari walaupun malam telah tiba sehingga pos komando batalyon tempat Bäcker bertugas pun berhasil dikuasai, termasuk lokasi perawatan prajurit Jerman yang terluka. Dalam situasi yang kritis seperti itu, Bintara medis Bäcker melihat sebuah panzer pendukung infanteri di sekitarnya dan memutuskan untuk menaiki tank tersebut dan mengarahkan awaknya memutar ke belakang posisi pasukan musuh. Bäcker sendiri berada di belakang senapan mesin dan siap siaga dengan granat di tangannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Di sepanjang malam sebiji panzer tersebut melakukan manuver melalui medan yang telah dikuasai Bäcker dengan baik (dia telah bertugas di tempat tersebut selama setahun), sampai akhirnya tank musuh pertama terdeteksi melalui suara mesinnya. Bäcker dan panzernya menghancurkan tank tersebut, dilanjutkan dengan tank kedua dan ketiga melalui perpindahan posisi yang cermat. Ketika meriam panzernya macet, giliran Bäcker yang beraksi dengan senapan mesin dan membabat habis musuh dari arah yang tak mereka duga sama sekali. Pasukan infanteri Rusia menjadi panik dan menyangka adanya serangan balasan oleh kekuatan yang jauh lebih besar (ingat, saat itu gelap gulita!). Mereka pun berlarian mundur meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan terluka. Aksi nekad luar biasa yang dilakukan oleh Bäcker bersama dengan beberapa awak panzer tersebut telah menyelamatkan batalyonnya dari kehancuran sekaligus menstabilkan kembali posisi pertahanan! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Agustus 1941) dan I.Klasse (27 Januari 1942); Verwundetenabzeichen Schwarz (25 November 1941) dan in Silber (9 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Infanterie-Sturmabzeichen (3 Februari 1943); Rumänische Tapferkeits-Medaille l. Klasse in Gold (12 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (18 Juni 1943); serta Nahkampfspange in Silber (3 Agustus 1943)



Major der Reserve Richard Bausch (10 Agustus 1910 - 22 Maret 1974) bergabung dengan Infanterie-Regiment 87 pada bulan September 1936 setelah mengikuti pelatihan yang berlangsung selama beberapa bulan. Setelah mobilisasi pada bulan Agustus 1939, Bausch ditempatkan sebagai komandan peleton di Infanterie-Regiment 36. Dia ikut serta dalam kampanye militer Wehrmacht di Prancis (1940), dilanjutkan dengan invasi atas Rusia (1941). Pada bulan November 1942 dia ditunjuk untuk melatih pasukan gunung Rumania sebelum dikembalikan ke unit lamanya. Selama berlangsungnya evakuasi Jembatan Nikopol pada awal tahun 1944, Bausch dan batalyon pimpinannya diperintahkan untuk mengamankan gerak mundur divisi induk dari kejaran pasukan Soviet. Dalam pertempuran sengit yang terjadi di wilayah Marinskoye-Voronzovka- Mikhailovka, batalyon Bausch menjadi sasaran utama serangan musuh. Meskipun unit lain di kiri dan kanannya memilih untuk mundur karena digempur habis-habisan, Bausch tetap tak bergeming dan bertahan mati-matian. Meskipun dua orang komandan kompi serta ajudan batalyon kemudian tewas dalam pertempuran, Bausch malah memutuskan untuk melakukan serangan balik merebut kembali posisi yang diduduki musuh dengan dia berada paling depan. Pasukan Rusia yang kaget kemudian tunggang langgang dan meninggalkan mesin-mesin perang serta suplai perbekalan mereka. Pertempuran belum berakhir disini, dan sang Bataillonskommandeur dengan skill diatas rata-rata ini mengumpulkan kembali unitnya yang bercerai-berai lalu bersiap-siap untuk menghadapi serangan lanjutan musuh yang pasti terjadi. Benar saja, tak lama kemudian sekitar 200 orang Tentara Merah datang ke lokasi, hanya untuk disergap secara tiba-tiba oleh Bausch dan anakbuahnya. Sore harinya desa Mikhailovka yang menjadi pusat serangan Rusia tetap berada di tangan pasukan Jerman. Atas prestasinya tersebut Bausch dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juni 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer II.Bataillon / Grenadier-Regiment 57 / 9.Infanterie-Division / XXIX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Südukraine. Bausch tetap aktif bertempur sampai dengan bulan Januari 1945 ketika dia dinyatakan hilang di Ardennes. Kenyataannya, dia ditangkap oleh pasukan Amerika dan menghabiskan sisa perang sebagai tawanan. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Juli 1940) und I.Klasse (25 Juni 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (31 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Oktober 1942); Nahkampfspange in Bronze (15 Juli 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (11 Agustus 1943); Kubanschild; serta Deutsches Kreuz in Gold (5 November 1942)



Oberstleutnant Joseph Baier (4 Desember 1909 - 1 September 2004) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Mei 1945 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Grenadier-Regiment 36 / 9.Volksgrenadier-Division / LIII.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe B. Rekomendasi oleh unitnya diterima oleh skuadron pertama P5 pada tanggal 4 Maret 1945 melalui unit komando lapangan Reichsführer-SS, karena divisinya berjenis Volksgrenadier-Division. Heinrich Himmler menerima rekomendasi tersebut dan menyetujuinya, kemudian Major Joachim Domaschk mengabarkan berita tersebut ke 9. Volksgrenadier-Division melalui pesan teleprinter tanggal 5 Maret 1945. Karena surat persetujuan resminya hilang di tengah kecamuk perang, maka 7. Armee meminta salinan versi ke-2 dan ke-3 melalui rantai komando. Sayangnya, tak lama setelahnya 9. Volksgrenadier-Division musnah di wilayah Lauterecken. Sisa-sisa anggotanya mundur bersama dengan 1. Armee ke wilayah selatan Rothenburg ob der Tauber. 9. Volksgrenadier-Division sudah dihapuskan manakala Major Domaschk mengingatkan 1. Armee mengenai penganugerahan Ritterkreuz untuk Oberstleutnant Baier tanggal 29 April 1945: "Nominasi Ritterkreuz untuk Joseph baier diusahakan dipercepat." Dokumennya sendiri tak pernah dibuatkan, begitu juga kartu file untuk presentasi penerimaan atau penolakannya. Berdasarkan keterangan dari Asosiasi Penerima Ritterkreuz atau OdR (Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger des Eisernen Kreuzes e.V), medalinya telah resmi dianugerahkan sesuai dengan peraturan yang dikenal dengan nama "Dönitz-Erlaß". Hal ini dianggap ilegal menurut versi Deutsche Dienststelle (WASt) karena kurangnya bukti penyerta. Tanggal penganugerahannya sendiri berdasarkan versi dari Walther-Peer Fellgiebel. Mudeng kan? Hanya sedikit contoh mengenai betapa rumitnya regulasi penerimaan medali Jerman, bahkan di akhir-akhir perang! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1938); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (16 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (4 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (22 Agustus 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (24 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (25 September 1942); Romanian Commemorative Medal for the Crusade Against Communism (31 Januari 1943); Order of the Star of Romania 5th Class (16 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (21 Maret 1943); Nahkampfspange in Bronze (3 Agustus 1943); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (7 Desember 1943)

--------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

Generalmajor Helmuth Bachelin (21 Juni 1900 - 21 Agustus 1975) bergabung dengan militer tanggal 25 Maret 1918 dan dalam waktu kurang dari satu tahun dia telah mendapat Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse! Setelah berakhirnya Perang Dunia Pertama dia terpilih untuk masuk Reichswehr dan ditempatkan di Artillerie-Regiment 14. Bachelin juga mendapat kursus tambahan di bidang senjata, infanteri, senapan mesin dan zeni sehingga kemampuannya senakin bertambah luas. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold di Front Krimea (Kaukasus) tanggal 5 April 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / XXXXIV.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A (Grenadier-Regiment 36 sendiri asalnya bernama Infanterie-Regiment 36 dan mendapat perubahan tanggal 15 Oktober 1942). Bachelin dipromosikan sebagai Generalmajor tanggal 1 Oktober 1944 dan jabatan terakhirnya adalah sebagai Chef der Amtsgruppe " P1 " im Heeres-Personalamt. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika tanggal 7 Mei 1945 dan menjalani masa penahanan sampai dengan tanggal 16 Juni 1947. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht-Dienstauszeichnung; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/1942 (Ostmedaille)


Sumber :
www.389id.de
www.das-ritterkreuz.de
www.geocities.com
www.oocities.org
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.ww2awards.com

No comments: