Tuesday, May 20, 2014

Foto Berwarna Panzer Wehrmacht

PANZER I

 Sebuah kartu pos masa perang yang memperlihatkan tiga buah Panzerkampfwagen I berusaha menaiki dataran tinggi dalam sebuah latihan yang dilakukan sebelum Perang Dunia II. Skema kamuflase tiga-warna jelas terlihat dalam kartu pos yang dikeluarkan secara berkala oleh "Die Wehrmacht" ini


  "Segerombolan" Panzerkampfwagen I dari 1. Panzer-Division melintasi sungai dalam sebuah latihan perang yang diadakan pada tahun 1937. Tank jenis ini pada awalnya diperuntukkan sebagai tank latihan demi memperkenalkan unit lapis baja (Panzertruppen) Jerman yang baru dibentuk akan model peperangan dengan menggunakan kendaraan lapis baja. Pada kenyataannya, dia digunakan dalam pertempuran mulai dari Perang Saudara Spanyol (1936-1939), penyerbuan ke Polandia (1939), penyerbuan ke Prancis dan Negara-Negara Bawah (1940), serta penyerbuan ke Rusia (1941). Panzer I ikut diekspor juga ke negara-negara lain (Spanyol, Bulgaria, Hungaria, Republik Nasionalis Cina), dan tercatat masih digunakan oleh Angkatan Bersenjata Spanyol setidaknya sampai dengan tahun 1954!

----------------------------------------------------------------------------

 PANZER II

 Panzerkampfwagen 38(t) (SdKfz 140), di sebelah kiri, dan Panzerkampfwagen II Ausf.E (SdKfz 121), mendaki sebuah gundukan tanah di kanan, dalam gerak maju ke front pertempuran. Foto berwarna langka ini, yang kemungkinan sengaja dirancang demi konsumsi fotografer perang Wehrmacht, diambil pada tanggal 1-10 Juni 1940 saat 7. Panzer-Division berhasil menerobos pertahanan pasukan Prancis dan keluar dari sebuah lembah di dekat sungai Somme. Foto ini pertama kali dipublikasikan di buku propaganda Jerman "Entscheidende Stunden" yang diterbitkan pada tahun 1941. Perhatikan dek belakang yang bersih dari peralatan serta stahlhelm yang tergantung di bagian samping dan belakang Panzer II!


Unternehmen 25: konvoy kendaraan lapis baja (terlihat diantaranya adalah Sd.Kfz.251 dan Panzer II) dari 11. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) / XIV Armeekorps (motorisiert) / 12.Armee melewati kendaraan-kendaraan yang rusak serta truk yang terbakar, yang merupakan kepunyaan dari AD ke-5 Yugoslavia di Niš, sebuah kota Serbia yang terletak di pinggiran sungai Morava. Empat hari kemudian - setelah awalnya kampanye militer yang mudah tapi kemudian berubah menjadi lebih sulit dan penuh rintangan - divisi pimpinan Generalleutnant Ludwig Crüwell tersebut berhasil mencapai Beograd, ibukota Yugoslavia. Dalam berita propaganda tentang pergerakan unit ini yang kemudian dipublikasikan, pasukan pertahanan Yugoslavia digambarkan sebagai satuan-satuan militer yang tidak kompeten serta mudah untuk ditaklukkan. Tapi khusus untuk pihak yang bertahan di sekeliling Beograd, mereka mendapat 'penghormatan' khusus: "Harus kami akui bahwa mereka memanfaatkan alam sekitar dengan maksimal, dan mempertahankan ibukota mereka dengan penuh determinasi dan keberanian". Foto ini diambil pada tanggal 9 April 1941 oleh Kriegsberichter Artur Grimm dari Propaganda-Kompanie (PK) 691


----------------------------------------------------------------------------

PANZER IV

 Dua buah Panzerkampfwagen IV Ausf.D dari Panzer-Abteilung 65 (yang nantinya menjadi III.Abteilung dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) difoto di Prusia Timur bulan Mei 1941 sebelum dimulainya Operasi Barbarossa (penyerbuan Jerman terhadap Uni Soviet). Nomor '421' berwarna kuning di kubah menandakan bahwa tank tersebut merupakan tank ke-1 (Zugführer, kepala peleton) di peleton ke-2 kompi ke-4. Huruf 'XX' berwarna kuning di sebelah visor supir di depan adalah simbol divisi, menggantikan rune huruf 'Y' terbalik dan dua titik yang sebelumnya digunakan. Di atas spatbor depan terpasang lampu kemudi yang ditutupi pelindung, juga penyemprot api, tuas pendongkrak  bergagang kayu, batang pembersih laras meriam, dan empat buah jerigen yang disangga oleh lempeng besi bertuliskan 'XX'. Perhatikan pintu ventilator yang terbuka di atas kubah; kipas ventilator belum lagi terpasang saat itu. Foto ini diambil oleh Helmut Ritgen yang nantinya mengakhiri perang dengan pangkat Oberst


 Foto lain yang memperlihatkan Panzerkampfwagen IV Ausf.D turmnummer '421' dari Panzer-Abteilung 65 di Prusia Timur bulan Mei 1941 sebelum dimulainya Operasi Barbarossa. 6. Panzer-Division hanya mempunyai tiga kompi yang dilengkapi dengan PzKfw IV pada saat invasi dimulai (22 Juni 1941), sementara kompi-kompi lainnya mengandalkan Panzerkampfwagen 35(t) buatan Skoda Cekoslowakia dengan sedikit tambahan tank ringan Panzerkampfwagen II serta beberapa tank komando Panzerbefehlswagen III. Di foto bawah kita bisa melihat sebuah mobil staff Sd.Kfz.15 yang memasang marking markas divisi di bagian spatbornya. Dua orang bintara komandan tank mengenakan armband wasit putih, yang menandakan bahwa foto ini diambil pada saat sedang berlangsungnya sebuah latihan perang. Juga kita bisa melihat campuran jenis topi yang dikenakan oleh para anggota Panzertruppen di masa transisi ini: ada yang memakai Schutzmütze (Baret Panzer) hitam orsinil, feldmütze abu-abu, dan feldmütze hitam keluaran terbaru


Barisan Panzerkampfwagen IV Ausf.F1 dalam perjalanan ke Front Timur, 21 Juni 1941. Panzer-panzer ini menggunakan cat kamuflase Dunkelgrau Nr.46 di sekujur badannya. Pihak Jerman telah memulai mengumpulkan pasukannya di dekat perbatasan dengan Uni Soviet, bahkan sebelum kampanye militer di Balkan telah berakhir. Sampai dengan minggu ketiga bulan Februari 1941, 680.000 orang prajurit Wehrmacht dikumpulkan di wilayah perbatasan Rumania-Soviet. Sebagai persiapan serangan, Hitler memindahkan lebih dari 3,2 juta prajurit Jerman serta 500.000 prajurit Axis lainnya ke wilayah perbatasan; mengirimkan misi pengintaian udara yang tak terhitung di atas wilayah Soviet; serta menumpuk perbekalan di Timur. Meskipun semua hal ini tidak luput dari pengamatan Komando Tinggi Soviet, tapi pemimpin mereka, Stalin, menganggap bahwa itu hanyalah sebuah kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Dia tidak percaya bahwa pihak Jerman akan menyerang Soviet dengan hanya berselang dua tahun setelah penandatanganan Perjanjian Molotov-Ribbentrop, dan hal ini berakibat pada lambatnya persiapan Tentara Merah. Meskipun begitu, para petinggi militer Soviet sendiri tidak pernah meyakini bahwa pihak Jerman akan seterusnya menjadi sekutu setia mereka. Marsekal Semyon Timoshenko pernah berujar bahwa Jerman adalah "musuh terkuat dan paling utama" dari negaranya, dan dari sejak awal bulan Juli 1940 Kepala Staff Tentara Merah, Boris Shaposhnikov, menulis makalah yang meramalkan bahwa Wehrmacht akan menyerang Uni Soviet dari tiga arah - yang ternyata sama persis dengan kenyataan yang terjadi setahun kemudian! Untuk menutupi niat serangannya, Hitler membocorkan pada intelijen Soviet rencana Unternehmen Haifisch dan Unternehmen Harpune, untuk mendukung klaimnya bahwa Inggris adalah target utama Jerman. Dalam penyerangan ke Uni Soviet sendiri, pihak penyerbu mengerahkan satu resimen independen, satu brigade pelatihan bermotor, serta 153 divisi. Yang terakhir mencakup 104 divisi infanteri, 19 divisi panzer, dan 15 divisi infanteri bermotor yang dibagi ke dalam tiga Grup AD. Ini ditambah pula dengan sembilan divisi keamanan yang akan beroperasi di wilayah yang telah diduduki, empat divisi di Finlandia, serta dua divisi sebagai cadangan yang berada di bawah kontrol langsung OKH (Oberkommando des Heeres). Unit-unit tempur ini akan dipersenjatai dengan 3.350 tank, 7.200 senjata artileri, 2.770 pesawat terbang (yang merupakan 65% kekuatan Luftwaffe), sekitar 600.000 kendaraan bermotor, serta 625.000 s/d 700.000 kuda! Untuk membantu Jerman, Finlandia menyediakan 14 divisinya, sementara Rumania mengerahkan 13 divisi yang dibantu dengan delapan brigade. Total kekuatan pihak Axis adalah 3,8 juta tentara, yang ditempatkan di sepanjang front yang membentang dari Samudera Arktik sampai ke Laut Hitam. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Horst Grund


Panzer IV Jerman bergerak melintasi sebuah Bren gun carrier Inggris yang sudah di-KO dalam salah satu pertempuran di Afrika Utara. Unit-unit panzer Jerman melaju kencang di Front Afrika selama bulan Mei-Juni 1942, tapi kehilangan besar yang mereka derita dalam pertempuran tanpa henti sedikit demi sedikit menggerogoti kemampuan tempur mereka dan pada akhirnya, di bulan Juli 1942, pasukan Rommel terhenti di El Alamein

----------------------------------------------------------------------------

PANZER 38(t)


Di tengah luasnya padang stepa Rusia utara yang seakan tak berkesudahan, di bawah terik sinar matahari musim panas yang menyengat, tank-tank Panzerkampfwagen 38(t) buatan Skoda Cekoslowakia dan Panzerkampfwagen II buatan Jerman melintasinya. Mereka berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division yang untuk sementara bergabung dengan tank-tank 6. Panzer-Division dalam unit "Panzer Bigade Koll" yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, Oberst Richard Koll dalam pertempuran di bulan Oktober 1941. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) yang saat itu bergabung dengan 6. Panzer-Division dan nantinya pindah ke unit elit Panzer-Lehr Division. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) dari 6. Panzer-Division

----------------------------------------------------------------------------

 PANTHER

 Sebuah Bergepanzer Tiger (P) sedang memperbaiki Panzerkampfwagen V Panther yang mengalami kerusakan di medan perang Front Timur, 1943-1944. Pasukan Sekutu biasa menamakan kendaraan reparasi yang bodinya diambil dari Panzerjäger Tiger(P) "Ferdinand" sebagai Bergetiger. Kendaraan satu ini bukanlah mesin perang melainkan berfungsi sebagai "bengkel berjalan" untuk memperbaiki setiap Tiger yang mengalami kerusakan atau mogok. Bilamana diperlukan, dia juga bisa menjadi mobil derek bagi tank-tank berat Jerman, sebuah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh kendaraan yang lebih ringan

----------------------------------------------------------------------------

TIGER

 Panzerkampfwagen VI Tiger (8,8 cm L/56) Ausf. E (Sd.Kfz. 181) dari schwere Panzer Abteilung 506 di Front Timur tahun 1944. Perhatikan bahwa dua senapan mesin MG 34 yang terpasang di badannya ditutupi oleh kain merah (juga ujung meriam utama KwK 36 L/56 88mm yang ditutupi oleh pembungkus), yang berguna untuk melindunginya dari debu musim panas Rusia yang biasa muncul di sebagian besar jalan-jalannya yang tidak berlapis aspal. Bagian terluar roda-rodanya terbuat dari besi, dimana sebelum bulan Januari 1944 semua roda Tiger bagian luarnya dilapisi oleh bahan karet. Meskipun konsekwensinya membuat tank menjadi bertambah berat, tapi hal ini terpaksa dilakukan karena di akhir-akhir perang Jerman mengalami kekurangan bahan karet yang parah, yang harus diimpor dari Timur Jauh (terutama Indonesia!). Tiger ini bergerak dengan semua lubang keluarnya dibiarkan terbuka dan empat dari lima awaknya nongkrong di luar (kecuali supir), yang mungkin dilakukan untuk mendinginkan diri di tengah udara yang panas. Foto ini sendiri telah mendapat sentuhan editing, yang terlihat dari bayangan meriam dengan "garpu" di ujungnya!

----------------------------------------------------------------------------


JAGDTIGER

Panzerjäger Tiger Ausf.B mit 12,8cm PaK 44 L/55 "Jagdtiger"(Sd.Kfz.186) Nr. 331 dari schwere Panzerjäger-Abteilung 653 diinspeksi oleh prajurit Amerika dari 10th Armored Division tak lama setelah dia ditinggalkan oleh awaknya di Landauer Strasse (Neustadt an der Weinstrasse) tanggal 23 Maret 1945. Jagdtiger satu ini dikomandani oleh Leutnant Kasper Geoggler yang juga merupakan Komandan Kampfgruppe ketiga dari 3.Kompanie / sPzJg.Abt.653. Geoggler mempunyai saraf bagaikan baja dan sangat berambisi untuk membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran. Dia telah dianugerahi dengan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Mei 1943 saat bertempur di Front Timur, dan telah menghancurkan beberapa tank musuh sebelum konfrontasi di Neustadt. Pada tanggal 22 Maret 1945 Geoggler menjadi komandan dari tiga buah Jagdtiger (termasuk punya dirinya) dan dia menempatkan mereka pada posisi yang strategis untuk menyergap musuh di utara Neustadt. Disana dia bisa melihat setiap jalan dari luar yang mengarah ke kota. Dari posisi yang terkamuflase dengan baik, tiga buah Jagdtiger tersebut menghadapi konvoy berpuluh-puluh tank Amerika. Tank pertama dan terakhir mendapat hantaman pertama sehingga membuat konvoy menjadi macet. Di tengah kepanikan musuh, Geoggler dan Jagdtiger temannya menghabisi kendaraan perang yang tersisa. Tank-tank Sherman dan M10 Amerika membalas tembakan Jagdtiger Jerman, tapi usaha mereka sia-sia belaka karena begitu tebalnya lapisan baja yang diusung oleh Jagdtiger. Meskipun dua buah Panzerjäger (Pemburu Tank) Jerman (No. 331 dan No. 323) terkena lebih dari 10 tembakan tepat sasaran, tapi mereka masih mampu untuk mundur ke Neustadt. Setelah pertempuran usai, tidak kurang dari 25 tank Amerika yang terkonfirmasi musnah, sementara beberapa awak Jagdtiger sendiri hanya menderita luka ringan!


Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Buku "Jagdtiger, The Most Powerful Armoured Fighting Vehicle of World War II: Operational History" karya Andrew Devey
Majalah "Combat Tanks" no.111
www.bandenkampf.blogspot.com
www.battlebornbooks.com 
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: