Sunday, February 23, 2014

Daftar Artikel Sumbangan Dari Para Pembaca Blog dan Pemerhati Sejarah

ADITHREE ASFUHRER

-----------------------------------------------------------------------------------------------  

AHMAD JUNED REGAR
-  Dokumen Perintah Pembantaian Hutan Katyn

-----------------------------------------------------------------------------------------------  

 ALLEN DEATHJAGGER CORE
- Perbandingan Antara M-8 Greyhound dan Sd.Kfz.234/2 Puma
- Perbandingan Jagoan Tank Dalam Perang Dunia II: Otto Carius dan Lafayette G. Pool

-----------------------------------------------------------------------------------------------  

 ARIE NUGROHO
- "Wulfe Hound", Pesawat B-17 Pertama Yang Berhasil Dirampas Luftwaffe

 ----------------------------------------------------------------------------------------------- 

ARUNDITO WIDIKUSUMO

 -----------------------------------------------------------------------------------------------  

BUKHORI AL-AFGHANI
- Penggunaan Anjing dalam Peran Anti-Tank

-----------------------------------------------------------------------------------------------   

 CIPUT PUTRAWIDJAJA
- Pertempuran Westerplatte, Pertempuran Perdana Perang Dunia II

-----------------------------------------------------------------------------------------------  
  
 DELLY SOEWANDI

 -----------------------------------------------------------------------------------------------  

 FACHRIZAL
- Konferensi Münich, kemenangan diplomasi Hitler atas Inggris
- Peristiwa Kudeta Münich (Beer Hall Putsch)
- Rencana Adolf Hitler untuk mengobarkan Perang Dunia II
- Situasi politik Jerman menjelang meletusnya Perang Dunia II
- Tokoh-tokoh Waffen-SS paling terkemuka

----------------------------------------------------------------------------------------------- 

FAJAR RIFAI

-----------------------------------------------------------------------------------------------  

HERDIS KUSMAWARDHANA SAIMAN
- Kudeta Münich (Beer Hall Putsch / Bierkeller Putsch / Hitlerputsch / Hitler-Ludendorff-Putsch)

-----------------------------------------------------------------------------------------------  

HERRY CAVALERA
- 223. Beutepanzer-Kompanie, Unit Tank Char B1 Hasil Rampasan 
- Ersatz Panther M10 si "Penyelusup Dalam Samaran" 
- Flammenwerfer-Sturmpioniere, Unit Zeni Penyembur Api Jerman Dalam Perang Dunia I

----------------------------------------------------------------------------------------------- 

 HOSTUF AJISAKA
- Daftar ribbon bar (Pita Medali) Jerman dari tahun 1914 hingga 1957
- Jagdpanther, "Sang Panther Pemburu"
- Marder
- Nashorn, Si Penghancur Tank
- PzKpfw I (Panzerkampfwagen I)
- PzKpfw II (Panzerkampfwagen II)  
- PzKpfw III (Panzerkampfwagen III)  
- PzKpfw IV (Panzerkampfwagen IV)
- PzKpfw V (Panzerkampfwagen V) "Panther"
- PzKpfw VI (Panzerkampfwagen VI) "Tiger"
- Panzerjäger I
- Sniper Jerman dalam Perang Dunia Pertama
-----------------------------------------------------------------------------------------------  

 KODAR SOLIHAT (JUERGEN KODAR)

- Walther Hewel (1904-1945), Diplomat Kepercayaan Hitler yang Pernah Bekerja di Indonesia

 ----------------------------------------------------------------------------------------------- 

 MUHAMMAD DANIS

 -----------------------------------------------------------------------------------------------  

NAUFAL HARITS
- Freya, Radar Deteksi Dini Jerman Era Perang Dunia II
- Marine-Infanterie, Unit Infanteri Kriegsmarine
- Mortir Granatwerfer (GrW) 34 8cm

-----------------------------------------------------------------------------------------------  

 NAUFAL SUTARDJO
- Operation Torch, "D-Day" Pertama Sekutu dan Pembantaian di Kasserine Pass

----------------------------------------------------------------------------------------------- 

PERMONO

 ----------------------------------------------------------------------------------------------- 

 OSTUF PERMADI

 -----------------------------------------------------------------------------------------------  

RIZA ARIES SETYAWAN
-  Konten Anti-Yahudi dalam Film-Film Box Office

----------------------------------------------------------------------------------------------- 

STEVE EDPIN
-  Blitzkrieg dan Sejarahnya
-  Brückenbaukompanie, Kompi Pembangun Jembatan
-  Buku Pegangan Kolektor Relic Wehrmacht / Third Reich
-  Formasi Terbang Luftwaffe
-  Foto-Foto Olimpiade 1936 
-  Gebirgsjäger, Pasukan Gunung Wehrmacht
-  Ich Hatt Einen Kameraden
-  Junkers Ju 88, Kombinasi Pembom Horizontal dan Pembom Tukik
-  Kakak beradik pertama yang dianugerahi Ritterkreuz
-  Kisah Dramatis Keberuntungan Hans-Ulrich Rudel Dalam Satu Hari
-  Kriegsberichter Adalah Para Prajurit Garis depan  
-  Laporan Intelijen Polisi Rahasia Jerman
-  Operasi Paukenschlag (Januari 1942 - Agustus 1942) alias "Masa-Masa Bahagia Kedua"
-  Peranan Para Wanita Dalam Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman)
-  Perbedaan Mendasar Heer (Angkatan Darat) dan Waffen-SS
-  Pertempuran Semenanjung Kerch (8 Mei 1942 - 18 Mei 1942)
-  Pita Penghargaan Jerman Dalam Perang Dunia II
-  Regulasi Pembaharuan Penghargaan Salib Besi (Eisernes Kreuz)
-  Regulasi Penggunaan Senjata oleh Wehrmacht
-  Sejarah Seragam SS
-  Seragam Putih Musim Panas Wehrmacht
-  Sukarelawan Norwegia dalam tubuh Waffen-SS
-  Tanda Pengenal Kendaraan Bermotor
-  Tugas dan Hak Prajurit Wehrmacht
-  Yang Harus Dilakukan Oleh Reserve-Offizier (Perwira Cadangan) Saat Mobilisasi

----------------------------------------------------------------------------------------------- 

 VALENTINE SUWANDA
- Kisah Max Wünsche Selama dalam Masa Penahanan Sekutu

-----------------------------------------------------------------------------------------------
WAFFEN ARMEE 
- Fall Gelb (1940), Serangan Jerman ke Negara-Negara Bawah dan Prancis
- Flaktürme (Menara Flak)
- Franz Stigler dan Charles Brown, Kisah Ksatria di Tengah Kebengisan Perang 
- Gefreiter Matthäus Hetzenauer (1924-2004),Sniper Jerrman Dengan Kills Tertinggi
- Gewehr G-43, Senapan Semi-Otomatis Wehrmacht
- Jagdpanzer 38(t) Hetzer (Sd.Kfz.138/2)
- Leichter Ladungsträger Goliath (Sd.Kfz.302/303a/303b)
- Messerschmitt Bf 110, Pesawat Multi-Fungsi andalan Luftwaffe
- Oberst Günther Lützow (1912-1945), Jagoan Luftwaffe yang Berkonflik dengan Göring 
- Pertempuran Britania (1940-1941) Adu Supremasi Udara antara Luftwaffe vs RAF
- RAF Medmenham, Upaya Sekutu Menghancurkan Fasilitas Roket Jerman 
- Schwere Panzer-Abteilung, Detasemen Tank Berat Jerman
- Schwerer Panzerjäger Tiger (P) Ferdinand-Elefant (Sd.Kfz.184)
- Sd.Kfz.251 "Hanomag", Half'-Track Andalan Infanteri Jerman
- Serangan Pasukan Katak Regia Marina ke Pelabuhan Alexandria
- U-Boat Tipe XXI, Kapal Selam Tercanggih di Jamannya!
- Unternehmen Wacht am Rhein, Ofensif Jerman di Ardennes

Kriegsberichter Adalah Para Prajurit Garis depan




Oleh : Steve Edpin

Pada jaman itu, banyak orang yang beranggapan bahwa Kriegsberichter (koresponden perang Jerman) adalah mereka yang hanya bertugas melaporkan berita-berita mengenai pertempuran dari garis belakang, duduk dibalik meja, mesin tik, mikrofon, dan dengan demikian tidak secara langsung terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, artikel koran SS ini berusaha menjelaskan hal yang sesungguhnya mengenai Kriegsberichter, setidaknya di kalangan SS terlebih dahulu.

Di bawah ini adalah terjemahan artikel ke bahasa Indonesia.

Judul: KRIEGSBERICHTER ADALAH PARA PRAJURIT GARIS DEPAN

Dalam 18 bulan terakhir peperangan, Kriegsberichter telah menjadi perantara antara tanah air dan garis depan. Laporan yang tak terhitung jumlahnya telah muncul langsung dari tempat pertempuran. Mereka meninggalkan ayah, ibu, dan istri mereka, berjuang untuk bersaksi bahwa putra-putra mereka, dan laki-laki lain berjuang dalam semuanya ini.

Anda telah menyaksikan penyerbuan atas bunker-bunker di Wochenschau (warta berita). Anda telah membaca laporan-laporan Kriegsberichter tentang penerbang-penerbang yang heroik, dan usaha-usaha yang berani dari U-Boot, dan Anda telah mendengar laporan-laporan di radio ketika serangan sedang berlangsung dengan suara senapan mesin di dekatnya.

Belum pernah ada sebelumnya sebuah bangsa yang nyata dan hidup untuk berbagi nasibnya seperti hari-hari ini. Kriegsberichter menjadi sebuah awal terkecil di waktu sekarang ini. Tak ada yang tahu ketika pada pagi hari tanggal 1 September 1939, di tengah-tengah garis depan yang luas, ia pergi ke perbatasan di timur. Dan ketika hari-hari di Bromberg, Dirschau dan Kutno, dari Modlin dan Brest-Litovsk telah berlalu sejak ia merasakan baptisan api (inisiasi), ia bukan hanya berdiri sebagai seorang koresponden perang, tapi juga sebagai seorang prajurit garis depan. Dan kemudian, ketika kawan-kawan dari infantri atau artileri beristirahat dari panasnya pertempuran, ia akan menyampaikan pengalaman perjuangan ini, dan juga gambaran-gambaran orang-orang ini ke tanah air.

Dari rawa Rokitno ke Samudera Atlantik, dan dari Lingkar Arktik ke pegunungan Pyrenees, telah dibuat sebuah senjata baru dalam waktu yang besar ini: Laporan Koresponden Perang!

KETERANGAN ILUSTRASI
- Kiri: Koresponden perang yang bertugas mengambil gambar
- Atas: Koresponden perang untuk radio
- Tengah: Koresponden perang untuk media tulis/cetak
- Bawah: Koresponden perang yang bertugas mengambil gambar hidup (alias film)

Foto: koleksi pribadi, ‘Das Schwarze Korps’ ep. 8, hal. 3, terbitan 20 Februari 1941.

Sumber :

Saturday, February 22, 2014

Foto 61. Infanterie-Division

Oberfeldwebel Martin Hrustak (17 Oktober 1913 - 18 Agustus 1944) berfoto bersama dengan komandan kompinya, Leutnant Lorenz Frömmgen (10 September 1921 - 22 Juli 1944), di hari dia dianugerahi Ritterkreuz, 11 Desember 1943. Meskipun notabene hanya seorang Zugführer (komandan peleton) di 7.Kompanie / Grenadier-Regiment 162 / 61.Infanterie-Division, Hrustak mempunyai keberanian ekstrim dalam bertempur sehingga dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (11 Desember 1943) mit Eichenlaub #473 (14 Mei 1944)! Bintara kelahiran Sudetenland ini (yang dijuluki "Der Kleine" atau "Si Kecil" karena perawakannya yang terbilang mungil untuk ukuran orang buluk eh bule) meninggal tanggal 18 Agustus 1944 di Hauptverbandplatz (Rumah Sakit Militer) Barbele, Riga (Latvia), akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan balik yang berhasil terhadap posisi anti-tank Soviet di hari yang sama. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (30 September 1941) dan I.Klasse (8 Januari 1943); Medaille Winterschlacht im Osten (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Bronze; dan Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


 Generalleutnant Rudolf Sperl (Kommandeur 61. Infanterie-Division) ditangkap oleh pasukan Soviet di Königsberg, ibukota Prusia Timur, pada tanggal 9 April 1945. Pada saat itu dia sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Berdasarkan Gefechtsbericht (Laporan Tempur) dari 15. Infanterie-Division serta laporan Abwicklungsstab (Staff Pemproses) terhadap prajurit-prajurit Jerman yang berhasil meloloskan diri dari kepungan Tentara Merah di Rumania, Divisionskommandeur Sperl - waktu itu masih menjadi Komandan 15. Infanterie-Division - dirawat di Feldlazarett 15 di Buzău, Rumania, dari tanggal 20 Agustus 1944. Dia diketahui telah terserang malaria dari tanggal 1 Agustus 1944 dan, sesuai dengan perintah dari dokter, telah dipindahkan ke Feldlazarett Buzău setelah penyakitnya bertambah parah di sore hari tanggal 20 Agustus tersebut. Kepala Operasi divisi, Oberstleutnant im Generalstab Harald Helms, untuk sementara mengambil alih jabatan sebagai Komandan 61. Infanterie-Division di tanggal yang sama. Setelah sembuh, pada tanggal 11 Desember 1944 Sperl langsung ditugaskan untuk menangani 61. Infanterie-Division, unit yang dipimpinnya sampai dengan saat tertangkapnya. Sperl sendiri adalah seorang pahlawan perang Jerman, yang dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 10 Februari 1945 atas kegigihannya dalam mempertahankan Königsberg dari serbuan masif pasukan Komunis


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.ww2incolor.com

Wednesday, February 19, 2014

Foto Bulgaria Dalam Perang Dunia II

 Seorang pengendara motor Wehrmacht (Kradmelder) dengan lahap minum dari botol air yang diberikan oleh warga sipil Bulgaria, sementara warga lainnya - dan juga keledai memperhatikan (1942). Motor yang dia pakai berasal dari jenis NSU 601 TS, sementara plat nomornya (IK - 132 063) menunjukkan bahwa unit si pengendara motor berasal dari Provinz Schlesien (Provinsi Silesia)


 Pada bulan April 1941, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi ke pasukan Jerman dari 12. Armee di Sofia (Bulgaria), yang akan dipersiapkan untuk melakukan invasi ke wilayah Balkan (6 April 1941). Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman (kiri) bersalaman dengan Letnan-Jenderal Nikola Nikolov Hadzhipetkov (Kepala Staff Angkatan Darat Bulgaria). Memperhatikan di tengah adalah Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee)


 
Foto yang diambil oleh SS-Kriegsberichter Weill ini diambil pada tanggal 6 April 1941 di perbatasan Bulgaria-Macedonia saat Infanterie-Regiment (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) menyeberangi perbatasan Yugoslavia sebagai bagian dari XL. Armeekorps yang ikut serta dalam Unternehmen 25 atau Balkanfeldzug (invasi Jerman atas wilayah Balkan). Korps tersebut melintasi perbatasan dari arah Bulgaria melalui jalur Kyustendil - Kriva Palanka - Blagoevgrad - Carevo Selo (saat ini bernama Delčevo). Regimentskommandeur SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich berpose untuk kepentingan propaganda bersama anakbuahnya dengan diiringi oleh perwira serta prajurit Bulgaria... dan juga seekor keledai! Momen tersebut ikut diabadikan oleh awak film dengan komen mengolok-olok: "Hanya keledai yang masih tertarik oleh selebaran yang dikeluarkan oleh pihak berwenang di Beograd!" (selebaran dimaksud diletakkan di mulut keledai oleh salah seorang prajurit SS). Terlihat pula beberapa tokoh lain yang bisa dikenali dari beungeutnya: SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment [motorisiert] LSSAH), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Infanterie-Regiment [motorisiert] LSSAH), dan SS-Hauptsturmführer Gunter d'Alquen (Leiter der Propagandatruppe der Waffen-SS)


Pada bulan Mei s/d Agustus 1942, delegasi perwira-perwira Angkatan Udara Bulgaria melakukan kunjungan ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin. Pada tanggal 2 Desember 1942 OKL (Oberkommando der Luftwaffe) mengeluarkan pengumuman: "Kunjungan ke rangkaian Flak dan fasilitas Luftwaffe di Berlin adalah dalam rangka pelatihan, berlangsung secara rahasia, dan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Ia (Kepala Operasi) Führungsstab der Luftwaffe". Dalam foto ini, di latar belakang kita bisa melihat gerbang utama dari Gefechtsturm III (Menara Tempur 3) di Humboldthain, dimana truk-truk Wehrmacht bisa keluar-masuk untuk membawa amunisi serta suplai lainnya. Gerbang ini bisa ditutup dengan menggunakan Panzertüren (pintu lapis baja) sebagai sebuah perlindungan tambahan dari upaya penetrasi pihak luar. Saat Tentara Merah mengepung Berlin di bulan April-Mei 1945, mereka terkejut ketika mendapati bahwa bahkan meriam terkuat mereka - yang berkaliber 203mm - tak mampu untuk membuat kerusakan berarti pada lapisan dindingnya yang mempunyai ketebalan 3,5 meter! Pada akhirnya pasukan Soviet dipaksa untuk membiarkan saja para penghuni Flaktürme Jerman ini dalam kondisi terkepung, sampai akhirnya mereka kehabisan persediaan makanan sendiri dan menyerah. Bahkan setelah diduduki oleh pihak musuh pun, menghancurkannya begitu sulit sehingga sebagian besar Flaktürme Jerman (termasuk yang ada dalam foto ini) masih kokoh bertahan sampai hari ini! Seperti biasa, nggak lengkap Aliando ngoceh kalau nggak disebutkan identifikasinya: ketiga dari kanan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara kedua dari kanan adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division). Foto ini sendiri diambil dari buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers (halaman 24)


 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama sebuah Flak 38 kaliber 20mm yang dipasang di Leitturm III di Humboldthain. Senjata anti pesawat udara ini merupakan salah satu dari rangkaian Flak ringan yang disebar di platform bawah menara Flak yang doperasikan oleh Luftwaffe. Tangga di latar belakang menuju ke platform atas dimana dipasang alat penjejak arah yang memudahkan dalam menembak sasaran di udara. Yang memakai ledermantel (mantel kulit) di tengah adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara perwira yang membelakangi kamera di sebelah kanannya adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division)


 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama Kommandogerät 40, sebuah penjejak arah militer yang berfungsi untuk memudahkan para awak Flak (senjata anti pesawat udara) dalam menembak targetnya. Beberapa buah alat ini dipasang dalam rentang jarak 10 meter di platform atas Leitturm III di Humboldthain, Berlin, sementara di platform bawah adalah rangkaian Flak ringan kaliber 20mm. Terlihat Oberleutnant Horst Meyer (Kommandeur Gefechtsturm III und Batteriechef) di sebelah kanan sedang memberi penjelasan kepada para tamu Bulgarianya, sementara paling kiri adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division) dan Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division) yang sedang sibuk ngadu huntu


Sumber :
Buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers
www.audiovis.nac.gov.pl
www.kriegsberichter-archive.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Foto 291. Infanterie-Division "Elch-Division"


 20 Juni 1941: Tempat hunian terakhir untuk para anggota Infanterie-Regiment 506 / 291.Infanterie-Division sebelum kampanye militer di Rusia (22 Juni 1941)


Oberst Paul Gurran (kedua dari kiri, Kommandeur Infanterie-Regiment 506 / 291.Infanterie-Division) mendiskusikan rencana operasi militer  di Rusia yang akan dilakukan oleh resimennya. Foto ini diambil sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa tanggal 22 Juni 1941


Oberst Paul Gurran (kedua dari kiri, Kommandeur Infanterie-Regiment 506 / 291.Infanterie-Division) memperkenalkan para perwiranya kepada Generalleutnant Kurt Herzog (kedua dari kanan, Kommandeur 291. Infanterie-Division)




























































































































































 Generalleutnant Kurt Herzog (Kommandeur 291. Infanterie-Division) mendapatkan kalungan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari General der Infanterie Friedrich-Wilhelm von Chappuis (Kommandierender General XXXVIII. Armeekorps) dalam sebuah upacara sederhana tanggal 18 Oktober 1941. Herzog nantinya menerima Eichenlaub #694 tanggal 12 Januari 1945 sebagai General der Artillerie dan Kommandierender General XXXVIII. Armeekorps



Tanda penunjuk jalan yang menunjukkan arah ke "Elch-Division" (Divisi Rusa), yang merupakan julukan dari 291. Infanterie-Division berdasarkan simbol divisinya. Kepala rusa di atas dibuat menggunakan warna kuning di atas latar belakang putih. Foto diambil di medan pertempuran Volkhov tahun 1942 oleh Georg Gundlach, fotografer divisi, yang nantinya seusai perang menerbitkan dua buku foto 291. Infanterie-Division dan menjadi Kepala Asosiasi Veterannya

 Prajurit dari 291. Infanterie-Division memperhatikan pergerakan musuh dengan senapan mesin MG 34 (Maschinengewehr 34) siap sedia di sampingnya. Divisi tersebut dibentuk bulan Februari 1940 dan pada awalnya terdiri dari Infanterie-Regiment 504, Infanterie-Regiment 505, Infanterie-Regiment 506, Artillerie-Regiment 291, dan Divisionseinheiten 291. Foto oleh Georg Gundlach

------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


Generalmajor Helmut Bechler (2 Juni 1898 - 9 Januari 1971) ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan sempat mengalami luka parah pada tahun 1916. Seusai perang dia telah menjadi seorang komandan kompi, tapi kemudian memilih untuk menjadi warga sipil daripada menjadi anggota Reichswehr. Pada tahun 1934 dia dipanggil kembali untuk bertugas di kemiliteran dengan pangkat Hauptmann. Bersama dengan Infanterie-Regiment 11, dia ikut serta dalam penyerbuan ke Polandia, Prancis dan Rusia (yang terakhir bersama dengan Infanterie-Regiment 173). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 504 / 291.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, untuk kepahlawanannya dalam pertempuran di "Hube-Kessel" (Kantong Hube). Di wilayah yang terkepung ini, Bechler dan anakbuahnya mati-matian menahan gelombang serangan pasukanSoviet selama tiga hari sehingga memampukan tiga divisi Jerman keluar dari kepungan. Bechler terluka parah dalam Pertempuran Hutan Hürtgen di musim semi 1945 sehingga harus merelakan lengan kirinya yang diamputasi. Saat itu dia telah menjadi komandan 85. Infanterie-Division yang telah dia pimpin dari tanggal 7 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Juli 1916) und I.Klasse (21 Agustus 1918); Ritterkreuz II.Klasse des Sächsische Albrechts-Orden mit Schwertern (23 Mei 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (30 September 1918); Schlesischer Adler-Orden II.Stufe (29 November 1919) und I.Stufe (30 Januari 1920); Baltenkreuz I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (5 Maret 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (2 Oktober 1936); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (1940); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Mei 1940) und I.Klasse (8 Juni 1940); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Gold; serta Infanterie-Sturmabzeichen (3 Juli 1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 2 April 1944



Oberstleutnant Harry Andree (2 Oktober 1913 – 15 Agustus 1944) bergabung dengan Reichswehr tanggal 1 April 1931 di Infanterie-Regiment 80. Tak lama sebelum pecah Perang Dunia II dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 463. Andree dan unitnya ditugaskan untuk menjaga "keamanan" Westwall (Benteng Barat) sebelum menyerbu Prancis pada tahun 1940. Tak lama setelah Operasi Barbarossa atas Uni Soviet diluncurkan tahun 1941, dia dipromosikan sebagai Leutnant dan tercatat terluka lima kali di medan pertempuran (8 September 1941, 18 November 1941, 4 Januari 1943, 13 November 1943, 13 April 1944) sehingga diganjar dengan Verwundetenabzeichen in Gold. Pada tanggal 24 November 1943 divisinya (291. Infanterie-Division) terlibat dalam penyerangan ke wilayah Korosten, Rusia. Serangan itu berhasil dengan baik dan kota tujuan mampu diduduki, terutama atas kinerja Andree dalam pertempuran di stasiun kereta yang menentukan keesokan harinya. Dia memimpin batalyonnya dalam memusnahkan 226th Rifle Division Soviet. Atas prestasinya tersebut Andree dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment 504 / 291.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Sang perwira pemberani terluka untuk keenam kalinya tanggal 14 Agustus 1944 dalam pertempuran di Borcezin/Vistula (Polandia). Meskipun dia telah mendapat perawatan maksimal di Hauptverbandsplatz Sanitätskompanie 1/172 tapi nyawanya tetap tak terselamatkan dan Major Andree dinyatakan meninggal dunia pukul 22:00 keesokan harinya. Pangkatnya secara anumerta dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (13 Juni 1940) dan I.Klasse (1 Oktober 1941); Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse 12 jahre; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1 September 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz, in Silber dan in Gold (13 April 1944); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Nahkampfspange in Bronze (1 Maret 1944)

------------------------------------------------------------------------------------

Feldwebel Heinrich Gilgenbach (27 November 1913 - 10 Maret 1942) bergabung dengan Heer sebagai sukarelawan tahun 1936 setelah sebelumnya mengikuti jejak keluarga sebagai tukang kayu. Saat perang pecah tahun 1939 Gilgenbach berpangkat Unteroffizier di Reserve-Pionier-Bataillon 34 dengan tugas melatih para calon prajurit zeni (Pioniere). Selama beberapa waktu dia sempat bertugas aktif di front tahun 1940 di kompi pembangun jembatan yang merupakan bagian dari Pionier-Bataillon 179. Tugasnya sebagai instruktur membuatnya kurang disukai oleh anakbuahnya karena sikapnya yang keras tanpa kompromi, begitupun juga oleh warga sekitar karena dia dikenal sebagai pemburu waria eh wanita. Gilgenbach sendiri sudah gatal ingin balik lagi ke front pertempuran, dan berkali-kali dia mengajukan surat permintaan pindah hanya untuk ditolak secara konstan oleh atasannya. Kesempatan tersebut akhirnya datang pada bulan Januari 1942 saat dia menerima perintah untuk bergabung dengan Pionier-Bataillon 291 yang merupakan bagian dari 291. Infanterie-Division (Elch-Division) yang saat itu beroperasi di wilayah Volkhov, Rusia. Gilgenbach langsung dijadikan sebagai Zugführer (komandan peleton) dan pangkatnya dinaikkan menjadi Feldwebel. Pada tanggal 10 Maret 1942 peletonnya (yang saat itu bertugas untuk sementara menjadi unit infanteri biasa) diperintahkan untuk membersihkan hutan birch di sekitar Krasnaya-Gorka dari kantong-kantong perlawanan Rusia yang masih tersisa setelah unit utamanya dihancurkan. Dalam operasi inilah Gilgenbach tertembak peluru sehingga membuatnya kehilangan nyawa. Berdasarkan pada surat yang dikirimkan kepada keluarganya, dia masih hidup selama beberapa saat setelah tertembak untuk menyampaikan pesan perpisahan kepada istri dan putrinya yang masih kecil. Heinrich Gilgenbach dikuburkan di pemakaman divisi di Glubotschka. Setelah Perang Dunia II pemakaman tersebut hilang karena dihancurkan oleh Tentara Merah. Barulah pada tahun 2011 lokasinya berhasil diketemukan kembali oleh tim gabungan Jerman-Rusia dan jenazah yang masih ada disana digali ulang untuk dikuburkan kembali secara layak. Sayangnya ternyata pemakaman tersebut telah dirampok oleh para penjarah kuburan sehingga hanya tujuh Erkennungsmarke (Dog Tag) yang masih tersisa. Sisanya (termasuk punya Gilgenbach) telah hilang sehingga kerangkanya tak dapat diidentifikasi



Unteroffizier Gustav Römer (meninggal bulan Juni 2008) dari III.Bataillon / Infanterie-Regiment 506 / 291.Infanterie-Division (1941-1945) adalah peraih Eisernes Kreuz II.Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen in Silber, dan Verwundetenabzeichen in Silber. Dia mengenang salah satu pertempuran terberat yang pernah dijalaninya: "pada awalnya kami menyerang dengan 500 orang lebih, tapi kemudian yang tersisa hanya 100 orang yang masih hidup! Aku berusaha mundur ke posisi pasukan utama. Ketika aku tiba, aku bertemu dengan dua orang prajurit dari kompi kami... yang kini tersisa hanya lima orang saja! Semua perwira dan bintara telah tewas atau terluka sehingga akulah yang ditunjuk untuk menjadi komandan kompi. Bersama dengan dua orang kameradku kami langsung berlari menjauh dari medan pertempuran seperti terwelu. Ledakan mortir dan artileri berdentuman di sekeliling, sementara peluru berdesingan di sekitar telinga kami. Aku tak akan pernah melupakan neraka seperti apa yang terhampar di hadapan kami. Aku terus berlari sambil melompati mayat rekan-rekan seperjuangan kami yang telah gugur, yang nampak seakan berserakan dimana-mana... sampai akhirnya sebuah peluru mortir meledak di dekatku. Aku tak ingat apa yang terjadi kemudian, tahu-tahu pecahan ledakannya mengenai wajah dan lenganku. Aku hampir tuli karena ledakan dan aku pastinya telah pingsan, yang jelas aku terbangun di ruang perawatan. Kedua rekanku lah yang membawaku kembali. Aku lega semuanya telah berakhir. Perang sungguh-sungguh hal yang mengerikan."


Sumber :
Buku "Wolchow Kesselschlacht der 291. Infanterie Division, Bingen am Rhein" karya Georg Gundlach