Friday, March 28, 2014

Perbandingan Jagoan Tank Dalam Perang Dunia II: Otto Carius dan Lafayette G. Pool





Oleh : Allen DeathJagger Core

Oke, pada kesempatan kali ini saya akan memposting artikel tentang dua Tank Aces pada Perang Dunia Kedua. Dari Pihak Jerman Di wakili oleh Oberleutnant Otto Carius dari Wehrmacht, sedangkan pihak Sekutu diwakili oleh Warrant Officer Lafayette G. Pool dari U.S. Army.

Jika Di Jerman, dikenal dengan istilah Panzer Ace, maka di Amerika dikenal Expert Tankers atau terkadang juga Tank Ace. Oke tujuan dari artikel saya kali ini adalah untuk perbandingan kedua orang tersebut. Langsung saja ini dia ...

"The Rivals : Carius vs Pool"

Oke, sebagian besar kita mengenal siapa itu Otto Carius, si jagoan Panzer Wehrmacht. Oberleutnan der Reserve Otto Carius (Lahir di Zweibrucken, Republic Weimar 27 Mei 1922, umur 91) adalah seorang Jagoan Panzer Jerman yang bertugas pada Wehrmacht dengan skor 150+ kills. Carius pernah dua kali gagal mendaftar Wehrmacht gara gara "underweight" alias berat badan kurang! Namun akhirnya pada Mai 1940, Carius diterima dan ditempatkan pada 104. Infanterie des Reserve Battalion. Lalu dia mengajukan diri bergabung ke Panzer Corps dan ditempatkan di 7. Panzer Reserve Division, menerima pelatihan tank nya di Putlos, Holstein.

Unitnya di integrasikan dengan 21. Panzer Division yang baru dibentuk dan pada Juni 1941 dikirim ke Prussia Timur. Carius mendapatkan pengalaman combat pertama nya sebagai loader di Panzerkampfwagen 38(t) dalam Operasi Barbarossa pertengahan Juni 1941. Pada 1943, Carius dipindahkan ke 502. Schwere-Panzer Abteilung dan mengomandani Panzerkampfwagen VI Tiger. Meggunakan Tiger, Carius tercatat menghancurkan lebih dari 150 tank musuh!. Dengan unit ini, Carius bertempur di front Leningrad, Narva, Malinava dan Estonia di bawah komando Kampfgruppe Strachwitz pimpinan Generalleutnant Hyacinth Graf Strachwitz von Groß-Zauche und Camminetz.Aksi paling spektakulernya adalah ketika Oberleutnant Otto Carius memimpin delapan Panzerkampfwagen VI Tiger I dari 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 bergerak maju melintasi desa Malinava (batas terluar di utara Dunaburg) dengan tujuan menghentikan pergerakan pasukan lapis baja Rusia. Setelah melakukan pengintaian, Leutnant Carius menerangkan rencananya untuk menduduki Malinava. Dia memutuskan untuk mengirimkan hanya dua Tiger karena sempitnya jalan yang mengarah ke desa. Jadinya, enam Tiger menunggu sebagai cadangan saat Leutnant Carius dan Oberfeldwebel Albert Kerscher (jagoan panzer lain dari S.Pz.Abt.502 sama seperti Carius) bergerak menuju Malinava. Kecepatan dan pendadakan merupakan elemen penting dari pertempuran yang kemudian terjadi, sehingga nantinya Otto Carius bersaksi bahwa lamanya pertempuran tidak lebih dari 20 menit... tapi apa yang telah diraih dalam kurun waktu yang sedikit itu? Ketika pertempuran usai, 17 tank berat keluaran terbaru IS-1 serta 5 T-34 teronggok hancur. Kepahlawanan Carius yang mengerikan tidak cukup sampai disitu, karena setelahnya dia mengorganisasi keenam Tiger lain untuk melakukan sergapan terhadap sisa batalyon tank musuh yang bergerak ke arah mereka, tanpa menyadari bahwa elemen terdepannya sudah luluh lantak gara-gara perbuatan dua komandan panzer Jerman. Sergapan yang kedua benar-benar berhasil, dan malah lebih sukses dari sebelumnya: 28 tank hancur bersama dengan kendaraan dan truk pendukungnya. Hasil akhirnya, batalyon tank musuh "Punah" sementara pihak Jerman tidak menderita kerugian satu tank pun.

Pada 24 Juli 1944, Carius terluka parah ketika sedang melalukan pengintaian terhadap sebuah desa dengan sepeda motor. Di tertembak di kaki, tangan, 4 peluru menancap di punggung, dan sebuah peluru menembus lehernya. Karena luka nya yang sangat parah itu, Carius ditarik dari medan tempur dan tidak terjun ke medan tempur untuk beberapa waktu karena menjalani perawatan.

Pada awal 1945, Carius ditempatkan di 512. Schwere-Panzerjagger Abteilung dengan Jagdtiger sebagai kendaraan nya dan bertugas di Front Barat. Carius mengomandani 2.Kompanie/512. Schwere-Panzerjagger Abteilung dan ikut serta dalam pertahanan di Ruhr Pocket dimana 512. Scwere-Panzerjagger Abteilungen hancur dan Carius sendiri menyerah saat pasukan Amerika dari Patton's Army pada April 1945. Setelah Perang berakhir, Carius menempati sebuah rumah di Herschweiler-Pettersheim, Rhineland-Palatinate dan membuka usaha Farmasi/Apotek bernama Tiger Apotheke yang dia namakan dari Tigernya dan masih bekerja hingga sekarang. Dia juga menulis buku tentang memoar dan pengalaman masa perang nya yang berjudul Tiger in The Mud.

Otto Carius selain seorang jagoan panzer juga merupakan seorang pahlawan. Tak heran bila dia di anugerahi banyak penghargaan. Penghargaan - Penghargaan yang diterima oleh Carius antara lain :

- Verwundetenabzeichen Im Scwarz (8 Juli 1941)

- Verwundetenabzeichen Im Silber (15 Desember 1943)

- Verwundetenabzeichen Im Gold (11 September 1944)
- Winterschlacht Im Osten (20 Agustus 1941)
- Eisernes Kreuz 2 Klasse (15 September 1942)
- Eisernes Kreuz 1 Klasse (23 November 1943)
- Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 Mei 1944)
- 535. Eichenlaub (27 Juli 1944)
- Panzerkampfabzeichen Im Silber (15 Juli 1944)

Lalu, siapa itu Lafayette G. Pool ? Dia adalah seorang Expert Tankers dari United State Army (Angkatan Darat Amerika Serikat) dan dinobatkan sebagai Tank Aces U.S. Army dengan skor 12 Tank Kills dan 258 meriam anti tank, kendaraan lapis baja, dan Self-Propelled Gun. Lafayette Gabriell Pool (23 Juli 1919 - 30 Mei 1991) lahir di Odem, Texas merupakan orang Amerika keturunan Perancis. Pada 1938 dia mencoba mendaftar sebagai kadet di U.S. Navy (Angkatan Laut) namun gagal meskipun sudah 3 kali mencoba. Akhirnya dia banting stir mendaftar ke U.S. Army pada 13 Juni 1941 dan dilatih di San Antonio, Texas. Pool tertarik pada Tank, dan mengajukan permohonan pindah ke teknik mesin dan maintenance. Lalu pada Januari 1942 dia dipindahkan ke 3rd Armored Battalion, bagian dari 32nd Armored Regiment, 3rd Armored Division. Pool pertama kali mengenal tank Sherman saat dilatih menjadi komandan tank di Camp Beauregard, Lousiana. Saat Perang Dunia kedua Pcah, Pool dipromosikan sebagai Staff Sergeant dan dia ikut ditugaskan ke Eropa pada September 1943. Pool bertugas di Perancis tepatnya di Saint Lo bersama 3rd Armored Division pada 1944.

Pool mengomandani tank M-4A1 Sherman (76) W, sebuah tank Sherman varian bermeriam 76 mm (Bukan Firefly) dan berukuran besar. Dia menamakan tank nya "In The Mood". Dalam Pertempuran di Saint Lo, Pool berduel dengan sebuah Panther. Ketika Pool memimpin peleton yang terdiri dari 3 tank Sherman berpatroli, tiba-tiba sebuah unit Infantry meminta bantuan setelah mendapat serangan tiba-tiba dari 5 tank Jerman terdiri dari 3 Pz. IV dan 2 Panther. Pool memerintahkan kedua tank Sherman lainnya untuk bergerak frontal sementara dia bergerak melambung. ketiga Pz. IV tadi berhadapan dengan dua Sherman pimpinan Pool. Sebuah tembakan tepat dari Sherman tepat Menghantam sebuah Pz. IV dan langsung meledak. Pool lalu datang dari arah kiri dan menghantam Pz. IV kedua dari samping dan berhasil menghancurkannya. Pz. IV ketiga dikeroyok oleh tiga Sherman. Tak disangka, sebuah Panther menerobos belakang 2 Sherman dan meledakan salah satunya. Pool lalu mengarahkan meriam kaliber 76 mm nya ke arah Panther tersebut dan menembak. Tembakan Pool mengenai turret Panther tersebut, tapi Panther masih mampu balas menembak. Sherman kedua bergerak mundur dan berada pas disamping Panther. Pool melepas tembakan lagi, namun meleset. Tembakan dari Sherman lain nya akhirnya mengakhiri riwayat Panther tersebut. Pool heran, dimana Panther yang satunya lagi ? Tiba tiba tembakan meletus dari arah reruntuhan dan telak menghantam Sherman ketiga. Panther yang terakhir ternyata bersembunyi di balik reruntuhan sebuah gedung dan Panther itu melarikan diri ke dalam kota. Pool mengejar Panther tersebut di jalanan kota yang sempit. Pool melihat Panther yang tadi di sudut jalanan, Panther melepaskan tembakan, mengenai armor depan Sherman Pool, tapi ternyata armornya cukup tebal, Pool memerintahkan untuk menembak. Tembakan Pool telak mengenai turret Panther, lalu Pool menembak lagi, lagi, dan lagi hingga Panther tersebut benar2 hancur. Pool keluar dari palka untuk melihat Panther yang hancur tersebut. Namun kemenangan itu berakhir buruk. Tanpa disadari, Pool berada di jangkauan Flak 88. Pool melihat meriam tersebut di reruntuhan gedung dan terkamuflase dengan baik. Pool hanya berteriak "Holy Shit! Back up Baby!" dan Sherman berjalan mundur tapi Flak 88 menembak dan mengenai Turret Sheman Pool, membuat Pool terlempar ke tanah, dia hanya melihat kakinya yang terlipat seperti akordion kemudian tak sadarkan diri. Tak berapa lama kemudian, unit unit infantry sampai di lokasi dan paramedis menolong Pool. Dia hanya berkata "Take Care of my tank!" Kepada Gunner nya.

Pool selamat hingga perang usai dan pensiun dari militer pada 1960 dengan pangkat terakhir Chief Warrant Officer. Selama aksinya di Saint Lo, Pool memperoleh sejumlah penghargaan prestisius seperti :

Distinguished Service Cross
Legion of Merit
Silver Star
Purple Heart
Fourragère
Légion d'honneur

Boleh dikata, kedua orang ini menurut saya memiliki skill sebagai awak Tank yang hebat. Kira - Kira, jika Otto Carius dan Lafayette G. Pool bertemu dan berduel di medan perang, siapakah yang akan menang ? Who's The Best ? Who shall win ? You decide !


Sumber :
www.facebook.com

2 comments:

.... said...

Tergantung tanknya
Carius punya tank yang jauh lebih baik daripada Pool

Junendyan. Tio said...

Tepat sekali tergantung tanknya