Monday, March 31, 2014

Foto 11. Panzer-Division "Gespensterdivision"

Oberst Günther Angern (Kommandeur II.Bataillon / Schützen-Brigade / II.Armeekorps / Armeeoberkommando 4 / Heeresgruppe B) di hari penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #145 yang diserahkan langsung oleh Generalmajor Ludwig Crüwell (Kommandeur 11. Panzer-Division) tanggal 7 Agustus 1940. Dia mendapatnya setelah ikut berpartisipasi dalam gerak terobosan di sekitar jembatan Anzien dan St. Datharine, sebelah utara Arras, tanggal 23 Mei 1940, juga penyeberangan di Bethune (St. Aubin) dan Dampierre tanggal 10 Juni 1940. Rekomendasinya masuk tanggal 18 Juli 1940, dikonfirmasi tanggal 26 Juli 1940, dan disetujui tanggal 5 Agustus 1940


 Unternehmen 25: konvoy kendaraan lapis baja (terlihat diantaranya adalah Sd.Kfz.251 dan Panzer II) dari 11. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) / XIV Armeekorps (motorisiert) / 12.Armee melewati kendaraan-kendaraan yang rusak serta truk yang terbakar, yang merupakan kepunyaan dari AD ke-5 Yugoslavia di Niš, sebuah kota Serbia yang terletak di pinggiran sungai Morava. Empat hari kemudian - setelah awalnya kampanye militer yang mudah tapi kemudian berubah menjadi lebih sulit dan penuh rintangan - divisi pimpinan Generalleutnant Ludwig Crüwell tersebut berhasil mencapai Beograd, ibukota Yugoslavia. Dalam berita propaganda tentang pergerakan unit ini yang kemudian dipublikasikan, pasukan pertahanan Yugoslavia digambarkan sebagai satuan-satuan militer yang tidak kompeten serta mudah untuk ditaklukkan. Tapi khusus untuk pihak yang bertahan di sekeliling Beograd, mereka mendapat 'penghormatan' khusus: "Harus kami akui bahwa mereka memanfaatkan alam sekitar dengan maksimal, dan mempertahankan ibukota mereka dengan penuh determinasi dan keberanian". Foto ini diambil pada tanggal 9 April 1941 oleh Kriegsberichter Artur Grimm dari Propaganda-Kompanie (PK) 691


Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Dr. Hans Feitl ini memperlihatkan awak Panzerkampfwagen IV Ausf.E (Sd.kfz.161) beristirahat sambil berpose - untuk kepentingan propaganda - di sebuah tempat di Serbia, di tengah-tengah kampanye militer Jerman di Balkan (Unternehmen 25), 13 April 1941. Versi Ausf.E diproduksi oleh Krupp-Gruson dari bulan September 1940 s/d April 1941. Ini adalah versi pertama yang memperkenalkan penggunaan Gepäckkasten (tempat penyimpanan yang dipasang di turet), yang menambah kapasitas penyimpanan dari perlengkapan yang sangat dibutuhkan oleh para awaknya. Benda-benda seperti sparepart, makanan, air, selimut, dan suplai lainnya bisa disimpan di Gepäckkasten. Panzer tersebut berasal dari 11. Panzer-Division, yang mempunyai julukan "Gespenster-Division" (Divisi Hantu). Di bagian pinggirnya terdapat lambang divisi yang berbentuk melingkar, serta maskot divisi yang menggambarkan sebentuk hantu yang memegang pedang sambil menunggangi halftrack. Pada saat Kampanye militer di Balkan (Balkanfeldzug), 11. Panzer-Division (pimpinan Generalmajor Ludwig Crüwell) berada di bawah komando XIV. Panzerkorps / 1. Panzergruppe. Divisi ini melintasi perbatasan dengan Yugoslavia di Pirot pada tanggal 8 April 1941 dan menjadi ujung tombak serangan Wehrmacht dari arah tersebut. Mereka menduduki Niš pada tanggal 9 April dan memasuki Beograd pada tanggal 13 April. Di malam itu juga bendera swastika dikibarkan oleh anggota-anggota 11. Panzer-Division di ibukota Yugoslavia tersebut


 Foto masa lalu dan sekarang dari Dom Narodne Skupštine (House of the National Assembly) di Beograd. Setelah SEMBILAN orang anggota Waffen-SS dari Divisi "Reich" di bawah pimpinan Fritz Klingenberg menggunakan kekacauan massal yang terjadi di ibukota Yugoslavia tersebut untuk secara resmi menguasainya pada tanggal 12 April 1941, siang keesokan harinya digelar parade kemenangan oleh penakluk sebenarnya dari Beograd, Panzergruppe 1. Foto kiri, yang diambil pada saat tersebut (13 April 1941), memperlihatkan tank-tank dari Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) berparade di depan para komandan mereka. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Gustav-Adolf Riebel (Kommandeur Panzer-Regiment 15), Generaloberst Ewald von Kleist (Oberbefehlshaber Panzergruppe 1), dan Generalmajor Ludwig Crüwell (Kommandeur 11. Panzer-Division). Kejatuhan Beograd juga diabadikan dalam lagu "Panzer Voran / Lied der Panzergruppe Kleist" karya Norbert Schultze dan Jürgen Hahn-Butry: "Wir wurden Sieger über Belgerad. Wir haben jeden Widerstand bezwungen, und machten Schluß mit einem falschen Staat" (Kami adalah penakluk Beograd. Kami mengalahkan semua perlawanan, dan dengannya mengakhiri sebuah negara palsu). Crüwell nantinya bertempur bersama Rommel di Afrika Utara dan setelah perang menjadi Ketua Asosiasi Veteran Afrikakorps; Riebel terbunuh pada tahun 1942 di Stalingrad; sementara Kleist bunuh diri pada tahun 1954 di kamp tawanan Soviet sebagai tertuduh penjahat perang


 
Oberfeldwebel Adolf Sermond (Zugführer di 5.Kompanie / Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) berdiri di depan makam dua orang mantan awak Panzer III yang dikomandaninya, Feldwebel Erich Plasa (24 Juni 1913 - 8 Juli 1941) dan Gefreiter Herbert Engewicht (4 Maret 1912 - 8 Juli 1941) yang gugur dalam pertempuran di dekat Berdichev, Rusia


 

Foto ini diambil beberapa waktu sebelum pertempuran di Berdichev tanggal 8 Juli 1941 yang menewaskan Feldwebel Erich Plasa dan Gefreiter Herbert Engewicht, dan bisa dibilang merupakan salah satu dari foto terakhir mereka berdua (meskipun saya nggak tahu yang mana Plasa atau Engewicht). Yang jelas, komandan mereka, Oberfeldwebel Adolf Sermond (Zugführer di 5.Kompanie / Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division), berdiri paling kiri menyandar di Panzerkampfwagen III. Sermond sendiri selamat sampai akhir perang


 Generalmajor Hermann Balck (Kommandeur 11. Panzer-Division) merundingkan strategi pertempuran bersama dengan Oberstleutnant Theodor Graf Schimmelmann von Lindenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) di wilayah Don (Uni Soviet), musim dingin 1942/1943. Ketika 6. Armee dikepung oleh pasukan Soviet di Stalingrad, front selatan Jerman terancam keruntuhan massal. Balck saat itu memimpin 11. Panzer-Division jauh di utara, 650km dari kota tersebut. Tak lama kemudian dia diperintahkan untuk bergerak ke selatan demi menstabilkan front yang kritis. Pada saat itu 5th Tank Army Soviet sedang berusaha menerobos maju menyeberangi sungai Dnieper, dan satu-satunya unit yang bisa diandalkan di dekatnya adalah divisi Balck. Perbedaan kekuatan di antara kedua belah pihak benar-benar njomplang: perbandingannya adalah 7:1 dalam hal jumlah tank, 11:1 jumlah infanteri, dan 20:1 jumlah artileri! Tapi Balck tidak gentar sedikitpun. Dengan memimpin paling depan, dia mampu menangkal setiap manuver yang dilancarkan musuhnya. Berkali-kali dia menangkis, mengelakkan, mengejutkan, dan memusnahkan detasemen-detasemen Soviet yang dikirimkan kepadanya. Kata-kata penyemangat favoritnya saat itu adalah "Perjalanan di malam hari menyelamatkan darah". Melalui serangkaian pertempuran, kemampuannya yang luar biasa dalam menggerakkan pasukan memampukan sebiji divisi panzernya menghancurkan sedikit demi sedikit pasukan Soviet yang jauh lebih kuat. Dalam hanya beberapa bulan peperangan di musim dingin 1942/1943, divisinya tercatat menghancurkan tidak kurang dari 1000 tank musuh! Tentu saja Hitler tidak tutup mata atas prestasi pinilih jenderalnya tersebut, dan dua kali Balck diundang ke Führerhauptquartier untuk menerima Eichenlaub (20 Desember 1942) serta Schwerter (4 Maret 1943)


 Acara jamuan makan untuk merayakan penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes bagi "baby face" Unteroffizier der Reserve Günther Bartsch (Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division) yang mendapatkannya tanggal 12 November 1943 setelah menunjukkan keberanian luar biasa dengan menyerang bagian samping batalyon Tentara Merah dalam pertempuran memperebutkan Bukit 180 di Poltava. Upacara penganugerahan terpaksa dilakukan di Lazarett Birkenfeld/Nahe karena Bartsch sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dialaminya dalam pertempuran tersebut. Di sebelah kiri adalah Oberst Albert Henze (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division)

----------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

 Generalleutnant Günther Angern (5 Maret 1893 – 2 Februari 1943) masuk dinas militer tanggal 1 April 1911 dan telah berpangkat Oberleutnant di akhir Perang Dunia Pertama. Dia bertugas di berbagai unit kavaleri dalam masa antar-perang, serta menjadi Oberst dan Kommandeur 3. Schützen-Brigade saat Perang Dunia II pecah. Tanggal 4 Desember 1939 gantian 11. Schützen-Brigade yang merasakan kepemimpinannya, dan disnilah Angern mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1940 sebagai Oberst dan Kommandeur 11.Schützen-Brigade / II.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe B setelah dia ikut berpartisipasi dalam terobosan pasukan Jerman di sekitar jembatan Anzien dan St. Datharine, sebelah utara Arras, tanggal 23 Mei 1940, juga penyeberangan di Bethune (St. Aubin) dan Dampierre tanggal 10 Juni 1940. Rekomendasinya masuk tanggal 18 Juli 1940, dikonfirmasi tanggal 26 Juli 1940, dan disetujui tanggal 5 Agustus 1940. Angern menjadi komandan 11. Panzer-Division tanggal 15 Agustus 1941, dan hanya berselang 9 hari kemudian terluka parah dalam pertempuran sehingga tampuk kepemimpinannya berganti lagi Hans-Karl Freiherr von Esebeck! Setelah sembuh dia menjadi komandan divisi panzer yang lain, 16. Panzer-Division, periode 25 September 1942 - 2 Februari 1943. Di tanggal yang terakhir inilah sang perwira berbakat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di kantong Stalingrad saat 6. Armee menyerah pada Tentara Merah. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre (2 Oktober 1936); Magyar Érdemrend Középkereszt je (Hungaria, 26 Oktober 1938); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) dan I.Klasse (9 Oktober 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes (1939); Panzerkampfabzeichen in Bronze; Voenen Orden "Za Hrabrost" III.Stepen 1.klas (Bulgaria); 1939 Verwundetenabzeichen in Silber; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (7 Juli 1941); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (22 Juli 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold (8 Maret 1942)

----------------------------------------------------------------------------

 PERAIH RITTERKREUZ


Unteroffizier Alois Assmann (3 Juni 1913 - 26 Oktober 1987) adalah prajurit biasa dengan keberanian luar biasa. Di akhir Agustus 1942 posisi pertahanan 11. Panzer-Division (dimana dia bergabung) mendapat serangan dahsyat dari pasukan Rusia di wilayah Voronezh-Livny. Setelah bombardir artileri pembuka, gabungan pasukan infanteri dan tank Tentara Merah menyerbu masuk ke beberapa wilayah yang dijaga oleh prajurit Jerman. Melihat bahwa beberapa lubang pertahanan rekannya telah diduduki musuh, Assmann tidak kendor semangat. Bukannya mundur, dia berahan habis-habisan hanya dengan bermodalkan senjata PaK (Panzerabwehranone alias anti-tank) 5cm melawan tank-tank musuh yang makin mendekat. Saya tak usah menceritakan seperti apa pertempuran yang terjadi (lengkapnya ada di novel Enny Errow yang berjudul "Desahan Walang kekek"), yang jelas di akhir pertempuran Assmann tetap selamat sementara di sekelilingnya sembilan tank Rusia teronggok hancur! Sebagai penghargaan atas keteguhan hati dan keberaniannya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1942 sebagai Obergefreiter dan Richtschütze di 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 61 / 11.Panzer-Division / XXXXI.Panzerkorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Dia tercatat sebagai satu-satunya prajurit (bukan bintara apalagi perwira) dari 11. Panzer-Division yang mendapat penghargaan setinggi itu! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (29 Juli 1941) dan I.Klasse (25 Agustus 1942); Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (30 Agustus 1942)


 Unteroffizier Günther Bartsch (22 April 1920 - 6 Maret 1990) bergabung dengan Schützen-Regiments (motorisiert) 110 pada tanggal 28 Agustus 1939. Dia terluka pertama kali tanggal 7 September 1943. Sebelumnya, tanggal 3-4 September 1943, dalam pertempuran memperebutkan Bukit 180 di Poltava, pasukan Soviet berhasil menerobos pertahanan unit batalyon yang berdekatan sehingga posisi batalyon tempat Bartsch pun terancam digulung dari luar. Unteroffizier Bartsch bersama dengan anakbuahnya kemudian memutari bukit dan menyerang balik pasukan penyerang musuh dari arah samping sehingga menimbulkan korban besar di pihak lawan yang terkejut. Serangan balik yang tidak terduga ini membuat pasukan Rusia menghentikan serangannya dan berbalik menghadapi Bartsch dan rekan-rekannya, dengan demikian memberi waktu bagi batalyon Jerman yang ditekan habis-habisan untuk menggalang pertahanan dan mengusir musuh. Atas prestasinya tersebut Bartsch dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 November 1943 sebagai Unteroffizier der Reserve dan Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 110 / 11.Panzer-Division / III.Armeekorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd setelah mendapatkan rekomendasi dari Bataillonskommandeur Hauptmann Karl Thieme, dan penganugerahannya pun harus dilakukan di rumah sakit Birkenfeld/Nahe karena sang pahlawan sedang mendapatkan perawatan intensif atas luka-lukanya. Selama masa pemulihan, Bartsch bertugas sebagai instruktur di Panzergrenadier-Ersatz- und Ausbildungs-Bataillon 110 di Gleiwitz. Pada bulan Januari 1945 dia bertugas di unit Volkssturm Silesia dan kembali terluka dalam pertempuran sehingga ketika perang berakhir dia masih menjalani perawatan di Reserve-Lazarett Traunstein. Setelahnya Bartsch bergabung dengan Bundeswehr sebagai perwira cadangan dan pensiun dengan pangkat Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten (1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (5 April 1943); Eisernes Kreuz I.Klasse (28 Agustus 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Krimschild; Verwundetenabzeichen in Silber; Ehrenkreuz der Bundeswehr für Tapferkeit in Gold; pin DLRG (Deutsche Lebens-Rettungs-Gesellschaft); Deutsche Verkehrswacht; serta Johanniterorden

----------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 
 Oberfeldwebel Adolf Sermond (lahir 1 Maret 1915) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 28 Juli 1943 sebagai Zugführer di 5.Kompanie / Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division / XXXXVIII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (2 November 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (20 April 1941) dan I.Klasse (9 November 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (3 Juni 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 Agustus 1941, atas luka yang diderita tanggal 12 Agustus 1941), in Silber (16 Februari 1943, atas luka yang dideritanya tanggal 12 Agustus 1941, 12 Agustus 1942, 13 Desember 1942) dan in Gold (6 Mei 1943, atas luka kelima yang dideritanya tanggal 23 Maret 1943); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (10 Mei 1942, atas penghancuran sebuah tank KV-1 Soviet menggunakan granat tangan di dekat Berdichev); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); serta Panzerkampfabzeichen in Silber II.Stufe "25" (17 Desember 1943). Sedikit cerita dari proses dia mendapatkan Panzervernichtungsabzeichen: Pertempuran antar tank di persimpangan jalan dekat Berdichev begitu sengitnya sampai-sampai Panzer III milik Sermond bertabrakan dengan tank KV-1 Rusia! Kedua tank sama-sama tak dapat menembak. Tank Rusia tiba-tiba mundur, nampaknya berusaha untuk mencari ruang tembak. Sialnya, di belakang ada rumah yang kemudian runtuh menimpa KV-1 sehingga menghalangi pandangan awaknya. Melihat kesempatan baik, tanpa berpikir panjang Feldwebel Sermond keluar dari tanknya sambil membawa stielhandgranate, menaiki tank lawan dan melemparkan granatnya melalui kubah sebelum musuh membuka pintu keluar lebih besar. Ledakan yang terjadi di dalam tank membuat kesemua awaknya tewas. Beberapa jam kemudian di hari yang sama Bataillonskommandeur Major Theodor Graf Schimmelmann von Lindenburg mengirimkan lima buah panzernya ke lapangan udara Berdichev dan berhasil menghancurkan tujuh tank Rusia serta 12 pesawat yang terparkir di landasan. Foto di atas memperlihatkan Feldwebel Sermond berpose di depan tank KV-1 yang baru saja dilumpuhkannya



Hauptmann der Reserve Walter Schaefer-Kehnert (lahir tahun 1918) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 5 Desember 1943 sebagai Hauptmann d.R. dan Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment 119 / 11.Panzer-Division "Gespenster Division" / III.Panzerkorps / 8.Armee / Heeresgruppe Süd. Schaefer-Kehnert, seorang anggota pasukan cadangan dari kota Kehnert di Elbe, telah mengabdi di divisinya dari sejak pembentukannya di akhir tahun 1940. Dia adalah veteran dari Pertempuran Prancis, invasi Yugoslavia dan Front Timur. Penempatan pertamanya pada tahun 1940 adalah sebagai seorang perwira sandi. Terluka dalam Pertempuran Moskow di bulan Januari 1942, Schaefer-Kehnert kembali terluka di bagian pinggangnya di bulan Desember 1942 selama berlangsungnya upaya penyelamatan Manstein terhadap 6. Armee di Stalingrad yang berakhir dengan kegagalan. Setelah sembuh kembali, dia langsung ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Kursk dan gerak mundur ke Dnieper. Atas keberaniannya yang berulangkali ditunjukkannya di medan pertempuran, Schaefer-Kehnert dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold, sebuah penghargaan bergengsi yang secara bercanda dikomentarinya sebagai "Medali Partai untuk orang yang rabun dekat" (karena bentuk swastika berukuran besar yang terpasang di tengahnya)! Mengenai tipe peperangan seperti apa yang dihadapinya di Front Timur, Schaefer-Kehnert mengenang: "Orang-orang Rusia sangat brutal. Pada awal kampanye militer di Uni Soviet pada tahun 1941, terkadang kami harus buru-buru mundur saat musuh menyerang sehingga tak sempat membawa rekan-rekan kami yang terluka. Ketika kami menduduki kembali wilayah tersebut, kami menemukan bahwa mereka telah dibunuh secara keji. Orang-orang Rusia telah meremukkan tengkorak mereka menggunakan sekop zeni. Mengetahui hal ini, tentu saja anggota pasukan kami menjadi murka dan memutuskan tak lagi mengambil tawanan musuh. Semua tentara Rusia yang tertangkap langsung ditembak, termasuk mereka yang ingin menyerah. Sebagai pembalasan, pihak Rusia melakukan hal serupa. Situasi mengerikan ini berlanjut terus sampai beberapa minggu selanjutnya, sampai kedua belah pihak menyadari bahwa tindakan seperti ini adalah kontra-produktif... Orang-orang Rusia yang telah menyerah tidak lagi disiksa, meskipun pengecualian berlaku bagi anggota Komisar Politik. Hitler telah mengeluarkan perintah agar semua Komisar Politik langsung dieksekusi begitu tertangkap. Divisi kami juga menerima perintah ini, meskipun kemudian disebarkan ke unit-unitnya dengan tambahan tegas bahwa perintah ini jelas-jelas bertentangan dengan hukum peperangan dan karenanya tidak usah diindahkan! Akhirnya kami membiarkan para Komisar tetap hidup. Suatu ketika aku pernah melihat dengan mata kepalaku sendiri saat pasukan kami menangkap satu truk penuh yang berisi tentara-tentara Rusia. Pihak Rusia diperintahkan untuk menyerah. Satu orang lalu berdiri dan menembak kepalanya sendiri dengan pistol. Dia adalah Komisar Politik..."


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.bandenkampf.blogspot.com
www.frontmedal.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com 
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments: