Saturday, March 22, 2014

Foto Zerstörergeschwader 76 (ZG 76)

1 Oktober 1940: Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk dua orang perwira Zerstörergeschwader 76 (ZG 76) yang berprestasi dalam Pertempuran Britania. Para penerima, dari kiri ke kanan: Hauptmann Erich Groth (Kommandeur II.Gruppe / Zerstörergeschwader 76) dan Oberleutnant Hans-Joachim Jabs (Flugzeugführer und Staffeloffizier in 2.Staffel / I.Gruppe / Zerstörergeschwader 76). Pesawat yang mereka gunakan terlihat di latar belakang. Foto ini diambil oleh Leutnant Benno Wundshammer, Kriegsberichter dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 1 (PK Lw 1).

------------------------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 Hauptmann Egon Albrecht (19 Mei 1918 - 25 Agustus 1944) adalah jagoan udara Luftwaffe kelahiran Curitiba, Brazil, yang mengudara sebagian besar menggunakan pesawat fighter-bomber Messerschmitt Bf 110 Zerstörer. Albrecht dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 22 Mei 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelführer 9.Staffel / II.Gruppe / Zerstörergeschwader 76 (ZG 76) / Jagdfliegerführer Norwegen / Luftflotte 5 setelah meraih 15 kemenangan udara ditambah dengan 11 pesawat lainnya yang dihancurkan di darat, 162 kendaraan bermotor, 254 kendaraan terkamuflase; 3 lokomotif; 8 posisi meriam anti pesawat udara; 12 posisi meriam anti-tank; dan 8 posisi infantri! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Fliegerführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Frontflugspange für Jäger; Goldenes Hitlerjugend Ehrenabzeichen; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (21 September 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (3 Desember 1942). Pada tanggal 25 Agustus 1944 pesawat Messerschmitt Bf 109G-14 "schwarz 21" (werkenummer 460593) yang dipiloti Albrecht diserang oleh pesawat P-51 Mustang USAAF di atas Creil, Prancis utara. Dia berhasil keluar dari pesawatnya yang terbakar, tapi kemudian ditemukan telah tewas saat di darat. Selama karir pilotnya, Albrecht tercatat telah menembak jatuh 25 pesawat lawan (15 di Front Timur, 10 di Front Barat), dengan enam di antaranya adalah pesawat pembom B-24 USAAF bermesin empat


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.forum.axishistory.com

No comments: