Sunday, March 9, 2014

Ferntrauung (Proxy Wedding), Pernikahan Yang Dikuasakan

Seorang perwira Heer dari unit artileri menjabat tangan salah seorang bintaranya setelah selesainya upacara pernikahan proxy (ferntrauung) singkat bagi si bintara yang berpangkat Gefreiter (Kopral). Meriam berat dari baterai unit dipajang dengan moncong ke atas sebagai penghias upacara. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Artur Grimm (PK 691) ini dikatakan diambil di dekat Stalingrad musim panas 1942 dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah bulanan "Signal"


Oleh : Alif Rafik Khan

Ferntrauung (proxy wedding / pernikahan yang dikuasakan atau diwakilkan) adalah pernikahan dimana salah satu mempelainya tidak hadir secara fisik, dan biasanya diwakili oleh orang lain. Bila kedua mempelai tidak hadir, maka diadakan ferntrauung ganda. Pihak Jerman memperbolehkan pernikahan semacam ini bagi para prajuritnya yang bertugas di luar negeri  mulai dari bulan November 1939, tak lama setelah berakhirnya kampanye di Polandia.

Bentuk ferntrauung paling "ekstrim" (mulai diperkenalkan tanggal 6 November 1941) adalah pernikahan dimana mempelai prianya telah hilang atau gugur di medan pertempuran! Pernikahan "horor" semacam ini biasanya tetap dilakukan karena si wanita telah mengandung bayi hasil hubungannya, sementara keluarganya (dan juga pihak yang berwenang) tidak menginginkan status si anak yang nantinya menjadi "anak haram" atau membuat malu keluarganya. Tercatat sebanyak 25.000 kasus perkawinan semacam ini yang terjadi di Jerman dalam Perang Dunia II.


Sumber:
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Jason J. Mark
www.allworldwars.com

---------------------------------------------------------------------------------------------

 Seorang mempelai wanita menandatangani surat pengesahan Ferntrauung-nya di Standesamt (KUA-nya Jerman) Berlin, dengan stahlhelm sebagai "pengganti" suaminya yang bertugas di front pertempuran. Foto karya fotografer Hans Hartmann ini pertama kali dipublikasikan oleh "Berliner Illustrierten Zeitung" edisi Januari 1940 dengan teks sebagai berikut: "Untuk pertama kalinya dia tanda tangan dengan tambahan nama belakang suaminya. Si suami sendiri diwakili oleh kursi kosong di sebelah kirinya dan helm baja di meja". Nantinya dokumen pernikahan  tersebut dikirimkan melalui pos ke wilayah tempat suaminya bertugas, dan dalam waktu maksimal enam bulan telah harus dikonfirmasi dengan melakukan Ferntrauung "balasan" (minimal dengan disaksikan oleh komandan batalyonnya). Bahkan bila ternyata si mempelai pria meninggal dalam rentang waktu tersebut, maka upacara pernikahannya tetap harus dilaksanakan (Ferntrauung ganda)!


Ferntrauung ganda untuk dua orang prajurit Wehrmacht yang diselenggarakan di Polandia tak lama sebelum Unternehmen Barbarossa dimulai. Komandan batalyon duduk sementara ajudannya berdiri di sampingnya. Dua orang mempelai pria tentunya adalah yang membelakangi kamera. Setelah menandatangani dokumen pengesahan, dia memberikannya kepada mempelai pria. Setidaknya dalam foto ini terdapat tiga buah bendera swastika!


 Ferntrauung ganda untuk dua orang prajurit Wehrmacht yang diselenggarakan di Polandia tak lama sebelum Unternehmen Barbarossa dimulai. Setelah upacara selesai, maka saatnya untuk foto bareng! Dari kiri ke kanan: ajudan batalyon, komandan kompi salah satu mempelai, mempelai pria no.1, komandan batalyon, mempelai pria no.2, dan Spieß. Perhatikan bunga yang disematkan di saku kedua mempelai pria!


 Foto yang diambil dari majalah "Der Adler" edisi nomor 23 terbitan 18 November 1941 ini memperlihatkan sebuah upacara Ferntrauung (Proxy Wedding) di lapangan udara untuk seorang prajurit Luftwaffe yang bernama Benedick. Upacara yang dilangsungkan di front semacam ini biasanya menjadi semacam perayaan, dimana para anggota skuadron berkumpul dan komandan skuadronnya sendiri yang langsung memimpin upacara sekaligus mewakili pengantin perempuan. Foto bawah memperlihatkan saat sang komandan menghadiahkan sebuah kue tart mewah kepada prajurit Benedick. Melihat dari bentuk pajangannya, kemungkinan besar mereka berasal dari unit pembom alias Kampfgeschwader


Upacara Ferntrauung (pernikahan yang dikuasakan) yang digelar oleh sebuah unit Gebirgsjäger Jerman yang bertugas di utara Dvina (barat-laut Rusia), tanggal 20 April 1942. Sang pengantin pria duduk di kursi sebelah kiri, sementara di sebelah kanannya adalah buket ranting pohon pinus yang mewakili mempelai wanita. Figura yang terletak di atas meja dan terbuat dari batang pohon birch memajang foto Adolf Hitler. Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah komandan dari kompi si prajurit, yang diiringi oleh wakil komandan serta Spieß (Ibu Kompi) di kanan dan kirinya. Acara tersebut dihadiri pula oleh anggota kompi lainnya serta diselingi oleh upacara pengibaran bendera.


 Pada bulan Juli 1942 Feldwebel Otto "Bruno" Kittel dari 2.Staffel / Jagdgeschwader 54 (JG 54) melangsungkan pernikahan di Krasnogwardeisk (Uni Soviet) secara Ferntrauung (proxy wedding), yang merupakan kebijakan Jerman di masa perang dimana prajurit boleh menikah hanya dengan bermodalkan dokumen yang dikirimkan lewat pos. Ikut hadir sebagai saksi Hauptmann Hans Philipp (Gruppenkommandeur I./JG 54). Kittel sendiri (memakai stahlhelm, membelakangi kamera) adalah pilot jagoan Luftwaffe dengan 267 kemenangan udara yang diraihnya dalam 583 misi tempur


 Ferntrauung (Proxy Wedding) dari anggota Panzer-regiment 24 /24.Panzer-Division yang dihelat pada tahun 1942. Tampaknya Ferntrauung satu ini lebih bersifat upacara resmi biasa dan bukannya keagamaan, dimana yang memimpin upacara adalah komandan unit (bukan Kriegspfarrer atau Pendeta Militer). Di latar belakang terparkir sebuah Panzerkampfwagen III dari 2.Zug / 2.Kompanie / I.Abteilung. Untuk membedakan upacara biasa dengan Feldgottdienst (upacara keagamaan lapangan) dalam tubuh Wehrmacht cukup gampang: lihat saja altar/mejanya. Biasanya kalau ada bendera swastika berarti dia bukanlah upacara keagamaan


Ferntrauung (pernikahan proxy) seorang Leutnant dari unit Fallschirmjäger Luftwaffe (tengah) yang diadakan di Normandia, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Dia memberi hormat kepada rekan-rekan yang akan memberi ucapan selamat kepadanya, sementara di meja dipajang foto Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler des Deutschen Reiches) dan Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan di sebelahnya terparkir sebuah meriam anti-tank 5 cm Pak 38 (L/60) (5 cm Panzerabwehrkanone 38 (L/60). Foto oleh Kriegsberichter Zimmermann dari PK (Propaganda-Kompanie) Fallschirmjäger Armee Oberkommando


 Ferntrauung (pernikahan proxy) seorang Leutnant dari unit Fallschirmjäger Luftwaffe (kiri) yang diadakan di Normandia, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Si Leutnant sekarang dipasangi Bräutigam Ring (cincin mempelai pria) oleh Oberleutnant rekannya, yang juga membawa selembar kertas yang tampaknya adalah dokumen resmi pengesahan pernikahannya. Foto oleh Kriegsberichter Zimmermann dari PK (Propaganda-Kompanie) Fallschirmjäger Armee Oberkommando


 Ferntrauung (pernikahan proxy) seorang Leutnant dari unit Fallschirmjäger Luftwaffe (tengah) yang diadakan di Normandia, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Mempelai pria yang berbahagia ditunjukkan foto kekasih hati yang kini telah resmi menjadi istrinya oleh rekan-rekannya yang membawa buket bunga serta lilin. Tak diketahui apakah di letnan tampan ini selamat sampai akhir perang... Foto oleh Kriegsberichter Zimmermann dari PK (Propaganda-Kompanie) Fallschirmjäger Armee Oberkommando

---------------------------------------------------------------------------------------------


No comments: