Thursday, March 6, 2014

Foto 12. Panzer-Division

 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Obergefreiter Fritz Arndt (MG-Schütze Stabskompanie / Panzer-Pionier-Bataillon 32 / 12.Panzer-Division) yang diselenggarakan tanggal 31 Maret 1943. Yang menyerahkan medali bergengsi tersebut adalah komandan divisi, Oberst Erpo Freiherr von Bodenhausen, yang nantinya juga meraih Ritterkreuz. Arndt mendapatkan medali tersebut setelah menggagalkan serangan pasukan lapis baja Soviet di timurlaut Orel yang menyerbu Stützpunkt (bunker) "Dora" yang dijaganya. Dengan kombinasi ranjau darat yang dipasangnya serta guntingan senjata anti-tank yang dipasang di kanan-kiri, serangan tersebut berhasil ditahan. Unit infanteri musuh yang berhasil menembus pertahanan bunker segera terlibat pertarungan jarak-dekat sekaligus kejar-kejaran di sepanjang terowongan dan parit yang mengelilingi "Dora". Arndt yang lebih menguasai medan tak lama telah mengalahkan musuhnya, dan bahkan menjegal musuh yang hendak lari dengan memutar ke belakang mereka. Hasilnya, 10 orang Tentara Merah berhasil ditawan olehnya seorang diri!

---------------------------------------------------------------------------------------------- 

PERAIH EICHENLAUB

Oberfeldwebel Fritz Arndt (1 Juni 1910 - 12 Maret 2003) ikut serta dalam penyerbuan ke Polandia sebagai anggota Pionier-Bataillon 32. Dia dianugerahi Ritterkreuz  des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Maret 1943 sebagai Obergefreiter dan MG-Schütze Stabskompanie / Panzer-Pionier-Bataillon 32 / 12.Panzer-Division / XXXXVI.Panzerkorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte setelah menggagalkan serangan pasukan lapis baja Soviet di timurlaut Orel yang menyerbu Stützpunkt (bunker) "Dora" yang dijaganya. Dengan kombinasi ranjau darat yang dipasangnya serta guntingan senjata anti-tank yang dipasang di kanan-kiri, serangan tersebut berhasil ditahan. Unit infanteri musuh yang berhasil menembus pertahanan bunker segera terlibat pertarungan jarak-dekat sekaligus kejar-kejaran di sepanjang terowongan dan parit yang mengelilingi "Dora". Arndt yang lebih menguasai medan tak lama telah mengalahkan musuhnya, dan bahkan menjegal musuh yang hendak lari dengan memutar ke belakang mereka. Hasilnya, 10 orang Tentara Merah berhasil ditawan olehnya seorang diri! Sang bintara pemberani ini masih terus menunjukkan prestasi yang mengesankan, dan pada tanggal 9 Desember 1944 dia dianugerahi Eichenlaub #678 sebagai Feldwebel dan Zugführer 1.Kompanie / Panzer-Pionier-Bataillon 32 / 12.Panzer-Division / XXXVIII.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord setelah melakukan serbuan yang sukses ke parit pertahanan Rusia di barat Schaulen. Dalam pertempuran jarak dekat yang terjadi dia berhasil merebut sebuah senapan mesin dan merontokkan rantai roda tank T-34 menggunakan ranjau darat. Hebatnya, setelah awaknya ditawan Arndt dan dua orang anakbuahnya menggunakan tank rampasan ini untuk menghantam beberapa T-34 lain yang datang menyusul! Tak lama musuh mundur dengan meninggalkan korban besar. Pada bulan Januari 1945 dia ditunjuk sebagai bintara instruktur di sebuah sekolah di Würzburg. Ketika Amerika menyerbu kota tersebut Arndt kehilangan tangan kanannya akibat tembakan tank. Setelah operasi amputasi dia tiba-tiba menghilang dan baru muncul kembali seminggu kemudian di kampung halamannya! Dia selamat sampai perang usai dan meninggal tahun 2003 di Mildenberg/Gransee. Arndt tercatat sebagai satu dari hanya empat orang yang meraih Ritterkreuz sebagai prajurit dan Eichenlaub sebagai bintara. Dia juga merupakan yang terakhir dari keempat orang ini dan yang paling tua! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Desember 1941) dan I.Klasse (10 Maret 1943); Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (28 Agustus 1942); Kraftfahrbewährungsabzeichen in Silber (1 Mei 1944); serta Verwundetenabzeichen in Silber (25 Juli 1944)

----------------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Oberst Heinz Bayer (8 Agustus 1899 - 12 Agustus 1986) bergabung dengan Königlich Sächsische Armee pada bulan April 1914. Dia ikut serta dalam Perang Dunia Pertama sebagai Leutnant dan Zugführer (Komandan Peleton) di Jäger-Bataillon 12. Seusai perang Bayer sempat bertempur melawan kaum Komunis sebelum masuk kembali ke Reichswehr. Dari hari pertama Perang Dunia II dia telah ikut berpartisipasi sebagai perwira di Infanterie-Regiment 10, dilanjutkan dengan kampanye militer Jerman di Prancis. Bayer ditunjuk sebagai Komandan Kradschützen-Bataillon 22 pada tanggal 10 Januari 1941 dan memimpin unitnya dalam bulan-bulan pertama Unternehmen Barbarossa. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Juli 1941 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Kradschützen-Bataillon 22 / 12.Panzer-Division / XXXIX.Armeekorps (motorisiert) / 3.Panzergruppe / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 13 Agustus 1941 unitnya dimerger dengan Aufklärungs-Abteilung 2 (motorisiert) dan dinamai ulang sebagai Panzer-Aufklärungs- und Voraus-Abteilung. Beberapa penempatan Bayer selanjutnya adalah sebagai Komandan Schützen-Regiment 25 (Maret-Juli 1942) dan Komandan sementara 20. Panzergrenadier-Division (Agustus-September 1944). Perwira pemberani ini beberapa kali terluka dalam pertempuran sehingga harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama beberapa lama. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse


Feldwebel Franz Jasiek (8 Maret 1915 - 30 September 1982) adalah seorang petani yang kemudian bergabung dengan militer tanggal 1 Oktober 1937 sebagai seorang penembak senapan mesin. Tanggal 20 Januari 1943 kompinya menyerbu sebuah desa di Kromy (Orel) yang diduduki pasukan Rusia. Ketika musuh melakukan serangan balik, bukan hanya kompinya (5.Kompanie) yang terancam, tapi juga kompi rekannya (7.Kompanie). Atas inisiatif sendiri, Jasiek sebagai kepala peleton mengumpulkan anggota kedua kompi tersebut yang cerai berai dan melakukan serangan menyamping yang begitu berhasil sehingga bukan hanya pasukan musuh dipukul mundur, tapi desa Kromy dan sekitarnya juga berhasil diduduki! Atas prestasinya, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 22 April 1943 sebagai Unteroffizier dan Zugführer 5.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 5 / 12.Panzer-Division / XXXXVI.Armeekorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte



Hauptmann Karl-Heinz Altermann (4 Juni 1922 – 26 November 2013) bergabung dengan Wehrmacht tanggal 25 Oktober 1940 sebagai Schütze di 2.Ersatz-Kompanie / Schützen-Ersatz-Bataillon 12. Tugas pertamanya adalah sebagai anggota pasukan pendudukan di Prancis sebelum kemudian dipindahkan ke Yunani dan Rusia. Dalam pertempuran sore hari di barat Doblen (Latvia) tanggal 20 September 1944, 12. Panzer-Division menyerang posisi pertahanan musuh dan secara umum menemui kegagalan karena kuatnya pertahanan Soviet. Hanya di sektor Rüngas tempat Altermann bertugaslah unitnya mampu menerobos pertahanan musuh dikarenakan keberanian pribadi dalam memimpin anakbuahnya walaupun dia sendiri terluka parah dalam pertempuran tersebut. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Oktober 1944 sebagai Oberleutnant dan Chef 1.Kompanie / Panzer-Grenadier-Regiment 25 / 12.Panzer-Division / XXXIX.Panzerkorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Setelah sembuh dari lukanya, si "Orang Tua" (terjemahan Indonesia dari 'Altermann'!) melanjutkan pengabdiannya di Panzergrenadier-Ersatz-Bataillon 5 di Stettin. Pahlawan berwajah unyu-unyu ini meninggal dunia tanggal 26 November 2013 dalam usia 91 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Juli 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Juli 1942) dan I.Klasse (13 Agustus 1942); Panzerkampfabzeichen in Bronze (24 September 1942); Nahkampfspange in Bronze (24 September 1942); serta Verwundetenabzeichen in Silber (25 September 1942)


Sumber :
www.forum.axishistory.com 
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

No comments: