Saturday, March 29, 2014

Foto Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1)

 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Major Wolfgang Falck (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1) yang diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 1940. Sedikit menarik karena yang mengalungkannya bukanlah perwira dengan pangkat yang lebih tinggi dibandingkan si penerima (seperti yang biasanya berlaku), tapi justru seorang Leutnant! Si Leutnant bernama Bernd von Brauchitsch dan merupakan ajudan dari Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring, sehingga dalam acara ini dia secara resmi mewakili atasannya tersebut. Falck sendiri dianugerahi medali militer tertinggi Jerman bukan karena prestasinya dalam menembak jatuh berpuluh-puluh pesawat musuh, melainkan semata karena kapasitasnya sebagai pimpinan para pilot. Skor pribadinya adalah tujuh kemenangan udara, dengan yang terakhir dicetaknya bulan April 1940


Para perwira dari Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) di Venlo, Belanda, musim semi tahun 1941. Dari kiri ke kanan: Nachtflugleiter (pemimpin penerbang malam) Hauptmann G. Hitgen (Fluglotse alias air traffic controller), Hauptmann Werner Streib (Staffelkapitän 2./NJG 1), dan Leutnant Hans-Dieter Frank (Flugzeugführer di 2./NJG 1). Karena efek musim dingin masih terasa, mereka semua mengenakan ledermantel (mantel kulit) M36. Streib adalah peraih Ritterkreuz (6 Oktober 1940) yang nantinya meraih Eichenlaub #197 (26 Februari 1943) serta Schwerter #54 (11 Maret 1944). Dia adalah jagoan udara dengan 66 kemenangan (65 diraih di malam hari). Sementara Frank nantinya meraih Ritterkreuz (20 Juni 1943) serta Eichenlaub #417 (anumerta, 2 Maret 1944). Jumlah kemenangannya adalah 55


 Para pilot dari Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1), difoto di musim dingin 1940-1941 di depan sebuah mobil Ford 1939 Mercury Eight keluaran Amerika. Dari kiri ke kanan: Leutnant Reinhold Knacke (Flugzeugführer di 2./NJG 1. Ritterkreuz 1 Juli 1942 dan Eichenlaub 7 Februari 1943. 44 kemenangan udara), Leutnant Kurt Loos (Flugzeugführer di 2./NJG 1. Deutsches Kreuz in Gold 21 Agustus 1942. 10 kemenangan udara), Leutnant Wolfgang "Ameise" Thimmig (Flugzeugführer di 2./NJG 1. Deutsches Kreuz in Gold 12 Juli 1943. 23 kemenangan udara), Leutnant Hermann Reese (Flugzeugführer di 2./NJG 1. Ehrenpokal. 5 kemenangan udara), dan Leutnant Hans-Dieter Frank (Flugzeugführer di 2./NJG 1. Ritterkreuz 20 Juni 1943 dan Eichenlaub 2 Maret 1944. 55 kemenangan udara)


Dari kiri ke kanan: Major Wolfgang Falck (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1) dan Hauptmann Werner Streib (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1). Falck mendapat julukan kehormatan sebagai "Vater der Nachtjagdwaffe" (Bapak Pemburu Malam) karena peranannya yang sangat besar dalam mengembangkan pasukan tempur malam Luftwaffe menjadi kekuatan yang sangat efektif - bersama dengan General der Flieger Josef Kammhuber. Falck juga menjadi komandan skuadron pemburu malam pertama Jerman, Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1), yang dipimpinnya dari tanggal 19 Juli 1940 s/d 27 Juli 1943. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi yang jelas berada dalam periode Oktober 1940 (penganugerahan Ritterkreuz untuk Falck) s/d Februari 1942 (penganugerahan Deutsches Kreuz in Gold untuk Streib)


11 Mei 1941: Oberleutnant Eckart-Wilhelm "Hugo" von Bonin dari 6.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 menginspeksi korban pertamanya sebagai pilot tempur malam, sebuah pesawat pembom medium Vickers Wellington Ic R1379 KO-B dari No.115 Squadron RAF (Royal Air Force). Pesawat nahas ini lepas landas dari pangkalannya di RAF Marham, Norfolk, pada tanggal 10 Mei 1941 pukul 22:17 dalam misi pengeboman menuju Hamburg. Saat berada di atas Toenning, Schlesnil/Holstein (Jerman), dia terpapar oleh lampu sorot pencari dari bawah sehingga memudahkan Oberleutnant Bonin untuk memburunya. Dari keenam awaknya, hanya pilot Sergeant John Anderson yang terbunuh, sementara yang lainnya (Flight Engineer Sergeant A. McKerr, Navigator Sergeant William J.A. Legg, Gunner Sergeant Geoff W. Hogg, Gunner Sergeant A.B. Morgan, dan Gunner Sergeant Dave W. Fraser) selamat, meskipun harus menghabiskan sisa perang sebagai tawanan Jerman di Stalag Kupernikus, Polandia. Tepat 50 tahun kemudian, pada tanggal 10 Mei 1991, dalam sebuah upacara khusus yang diselenggarakan di pangkalan udara Hohn, Jerman, tiga orang awaknya yang masih hidup diperkenalkan kepada orang yang menembak jatuh mereka: Eckart-Wilhelm von Bonin! Selama karir tempurnya, Bonin (14 November 1919 - 11 Januari 1992) tercatat menembak jatuh 37 pesawat musuh (35 malam dan 2 siang), yang dibukukannya dalam 150 misi. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Februari 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur II./NJG 1


Sebuah pesawat Avro Manchester Mk 1 L7465 dari No. 83 Squadron RAF (Royal Air Force) Inggris ditembak jatuh di dekat Lichtaart/Antwerpen (Belgia) oleh Oberleutnant Helmut Woltersdorf dari 7.Staffel / III.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1), dini hari tanggal 26 Maret 1942. Pesawat pembom medium tersebut berangkat dari pangkalannya di Scampton (Inggris) pada pukul 20:45 tanggal 25 Maret 1942 dalam misi pengeboman ke Essen, Nordrhein-Westfalen (Jerman). Semua awaknya yang berjumlah tujuh orang tewas dalam peristiwa tersebut: Pilot pertama: Pilot-Officer Christopher Hugh Danielsen, Pilot kedua: Sergeant Paul Markides, Pilot ketiga: Flight-Sergeant Albert Woodcock, F/O (Flight-Officer) Donald McConachie, Wop/AG (Wireless Operator/Air Gunner): Sergeant Thomas Henry Miller, Wop/AG (Wireless Operator/Air Gunner): Sergeant Colin Clement Smith, serta AG (Air Gunner): Sergeant Alan Gordon Jaye. Helmut Woltersdorf sendiri adalah seorang jagoan malam Luftwaffe yang mengemas 24 kemenangan udara terkonfirmasi. Hanya beberapa bulan setelah foto ini diambil, tepatnya tanggal 2 Juni 1942, giliran Woltersdorf yang kehilangan nyawanya setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh sebuah Hawker Hurricane yang dikemudikan oleh pilot asal Selandia Baru, Sergeant Peter Gawith dari No. 3 Squadron RAF. Pada tanggal 28 Juli 1942 giliran Gawith yang "kena karma" saat dinyatakan MIA (Missing in Action) dalam misi udara di atas Noordwijk (Belanda)!


Dari kiri ke kanan: Leutnant Rudolf "Rudi" Röhr (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1) dan Bordfunker-nya (operator radio dan gunner), Unteroffizier Erwin Gerhard Cobi. Röhr dan Cobi duduk di atas pesawat Messerschmitt Bf 110 F-4 "G9 + LN" (Werknummer 4657) yang menjadi andalan mereka saat melakukan misi-misi tempur di malam hari. Pada malam tanggal 25 Agustus 1942, pesawat ini ditembak jatuh di utara Essen, dekat dengan stasiun kereta api Kottenforst, saat berlangsungnya dogfight melawan armada bomber Inggris. Röhr dan Cobi kehilangan nyawanya dalam peristiwa tersebut. Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil pada tahun 1942


Oberfeldwebel Gerhard Herzog dari 2.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) di hari pernikahannya. Dia adalah seorang jagoan malam Luftwaffe dengan sembilan kemenangan udara terkonfirmasi. Herzog terbunuh di malam tanggal 20 Oktober 1943 saat pesawat Messerschmitt Bf 110 G-4 (Werknummer 720037) yang dipilotinya menabrak pesawat musuhnya dalam pertempuran di atas Kettenburg, dekat Visselhövede (Jerman). Operator Radar yang menjadi awaknya ikut tewas, sementara Gunner-nya hanya menderita luka-luka. Pangkat terakhir Herzog adalah Stabsfeldwebel


 Foto diambil tanggal 26 Juli 1943 dan memperlihatkan dua orang perwira dari Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1). Dari kiri ke kanan: Major Werner Streib (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1) dan Major Helmut Lent (Gruppenkommandeur IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1). Selain sebagai Komodor Skuadron Pemburu Malam Luftwaffe (Lent nantinya menjadi Komodor NJG 3), mereka berdua juga sama-sama adalah jagoan udara dan nantinya mendapatkan medali Schwerter sebagai tambahan atas Eichenlaub-nya. Streib tercatat mengantongi 66 kemenangan udara (65 diantaranya diraih di malam hari), sementara Lent 110 buah (103 diantaranya malam hari)


General der Flieger Josef Kammhuber (Kommandierender General XII. Fliegerkorps) menyematkan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #264 kepada pilot tempur malam Hauptmann Manfred Meurer (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1) di lapangan udara Venlo (Belanda). Meurer mendapatkan medali bergengsi tersebut pada tanggal 2 Agustus 1943 setelah berhasil menembak jatuh 50 pesawat musuh (yang terakhir diraihnya di malam tanggal 27-28 Juli 1943 saat dia mengancurkan sebuah pembom ringan Mosquito RAF)


 Acara kunjungan Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) ke markas Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) di lapangan udara Venlo (Belanda) tanggal 24 Oktober 1943. Disini dia sedang berbicara dengan tiga orang perwira dari unit pemburu malam tersebut, termasuk diantaranya adalah Hauptmann Manfred Meurer (Gruppenkommandeur I./NJG 1) yang berdiri ketiga dari kanan. Orang yang  nyengir di tengah menghadap kamera adalah General der Flieger Josef Kammhuber (Kommandierender General der Nachtjagd), sementara Ritterkreuzträger yang tersenyum di belakang Göring adalah Generaloberst Bruno Loerzer (Chef des Luftwaffenpersonalamt und Chef der personellen Rüstung und der NS-Führung der Luftwaffe)



19 November 1943: Oberleutnant Heinz-Wolfgang Schnaufer (kanan, Staffelkapitän 12.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1) meletakkan karangan bunga tanda dukacita dalam upacara pemakaman Major Walter Ehle (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), yang tewas dalam sebuah kecelakaan udara di malam tanggal 17 November 1943. Di malam naas itu (tepatnya pukul 20:20), pesawat Messerschmitt Bf 110 yang dipiloti oleh Ehle mengalami masalah teknis sehingga dia berusaha mendaratkan pesawatnya secara darurat di sebuah lapangan rumput yang terletak di Horpmaal, Belgia (sekitar 10km dari pangkalannya di Brustum). Sialnya, saat berusaha mendarat ternyata lampu pesawat padam sehingga pesawat Ehle menghantam daratan dan hancur seketika. Selain Ehle, ikut gugur pula dua orang awaknya: Oberfeldwebel Ludwig Leidenbach (Bordfunker, radio/wireless operator) dan Unteroffizier Heinz Derlitzky (Bordschütze, aerial gunner). Jenazah mereka bertiga kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Lommel (Belgia), Blok 21 kuburan ke-42. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan dari Major menjadi Oberstleutnant


Para komandan NJG 1 (Nachtjagdgeschwader 1) berfoto bersama di Fliegerhorst Leeuwarden (Belanda), musim panas tahun 1944 - antara bulan Mei dan Juni. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinz-Wolfgang Schnaufer (Gruppenkommandeur IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Hauptmann Martin Drewes (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Major Hans-Joachim Jabs (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 1), Hauptmann Paul Förster (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), dan Hauptmann Eckart-Wilhelm von Bonin (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1).

-----------------------------------------------------------------------

EICHENLAUBTRÄGER

Hauptmann Manfred Meurer (8 September 1919 - 22 Januari 1944) adalah seorang pilot pemburu malam Luftwaffe yang berhasil menjatuhkan 65 pesawat musuh (semuanya di malam hari) yang diraihnya dalam 130 misi tempur. Termasuk diantara korbannya adalah 40 buah pesawat pembom bermesin empat serta dua buah Mosquito. Dia mengklaim kemenangan udara pertamanya dalam MISI PERTAMANYA di malam tanggal 26-27 Maret 1942, tapi ditakdirkan harus mati muda ketika pesawat Heinkel He 219 A-0 (G9+BB) yang dipilotinya bertabrakan dengan sebuah Avro Lancaster RAF yang sedang menyerang Berlin di atas wilayah Magdeburg di malam tanggal 22-23 Januari 1944. Meurer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 April 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1.Jagd-Division / XII.Fliegerkorps / Luftwaffen-Befehlshaber Mitte, serta Eichenlaub #264 tanggal 2 Agustus 1943 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1.Jagd-Division / XII.Fliegerkorps / Luftwaffen-Befehlshaber Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (17 April 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (19 Desember 1942); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (15 Maret 1943); Deutsches Kreuz in Gold (31 Maret 1943); serta Frontflugspange für Jäger in Gold (1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI

-----------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER


Oberstleutnant Walter Ehle (28 April 1913 - 17 November 1943) adalah veteran Perang Saudara Spanyol yang memulai karirnya dalam Perang Dunia II sebagai pilot di ZG 1 (Zerstörergeschwader 1). Dia sempat mencatat tiga kemenangan udara di siang hari sebelum ZG 1 dirubah menjadi Nachtjagdgeschwader 1), dan Ehle banting setir menjadi pilot tempur malam. Dia merupakan salah satu Gruppenkommandeur (Komandan Gruppe) terlama dalam sejarah Luftwaffe, saat memimpin II. Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (II./NJG 1) dari tanggal 6 Oktober 1940 s/d saat kematiannya dalam sebuah kecelakaan udara tanggal 17 November 1943! Ehle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Agustus 1943 sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1. Jagd-Division / XII. Fliegerkorps / Luftwaffenbefehlshaber Mitte, setelah menembak jatuh pesawat yang ke-31. Pada saat kematiannya yang hanya berselang tiga bulan kemudian, jumlah kemenangannya bertengger di angka 39 (35 diantaranya diraih di malam hari). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: Flugzeugführerabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Spanisches Kriegskreuz; Spanienkreuz in Gold (Juni 1939); Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. Klasse; Eisernes Kreuzes II.Klasse und I.Klasse; Flugzeugführerabzeichen (Italien); Frontflugspange für Nachtjäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (20 Oktober 1942)


 
Hauptmann Hans-Heinz "Hänschen" Augenstein (11 Juli 1921 - 7 Desember 1944) bertugas bersama Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) mulai bulan Juli 1942. Dia mengklaim kemenangan pertamanya di malam tanggal 31 Juli/1 Agustus 1942 saat menembak jatuh sebuah pembom Wellington bermesin ganda RAF di dekat Ahlhorn. Dari sana skor kemenangannya secara tetap bertambah. Dia menembak jatuh 4 pesawat musuh di malam tanggal 27/28 Mei 1943, dan pada tahun 1944 tercatat 42 pesawat yang menjadi korbannya. Atas prestasinya tersebut sang penerbang malam Luftwaffe dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juni 1944 sebagai Oberleutnant dan Staffelführer 7.Staffel / III.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1. Nachtjagd-Division / Luftflotte 2. Dia mengklaim tiga kemenangan terakhirnya di malam tanggal 4/5 November 1944. Pada malam tanggal 7 Desember 1944 pesawat Messerschmitt Bf 110 G-4 (W.Nr. 140 078) “G9 + HZ” yang dipilotinya gantian ditembak jatuh di dekat Münster-Handorf oleh pesawat Mosquito dari RAF Fighter Interception yang dipiloti jagoan udara Inggris, F/L Edward R. Hedgecoe DFC. Augenstein dan Bordfunker-nya Feldwebel Günther Steins terbunuh tapi Bordschütze-nya Unteroffizier Kurt Schmidt berhasil keluar dari pesawat tanpa terluka sedikitpun! Pada saat itu jumlah kemenangannya mencapai 46 dimana semuanya diraih di malam hari dan 45 di antaranya adalah pesawat pembom bermesin empat. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Fliegerführer-Abzeichen; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (17 Januari 1944); Frontflugspange für Jäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (16 Januari 1944)



Hauptmann Werner Baake (1 November 1918 – 15 Juli 1964) ditempatkan di I./NJG 1 yang berpangkalan di Gilze-Rijen (Belanda) tanggal 21 November 1942 untuk tugas Reichsverteidigung (Pertahanan Reich). Pada malam tanggal 11/12 Juni 1943 dia mengklaim kemenangan pertamanya. Tak lama dia meraih tiga kemenangan sekaligus di malam tanggal 22/23 Juni 1943. Di akhir tahun jumlah kemenangannya sudah mencapai 23 buah. Baake dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juli 1944 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 3.Jagd-Division / I.Jagdkorps / Luftflotte Reich setelah mencatatkan 33 kemenangan udara. Dia kemudian dipercaya sebagai Gruppenkommandeur I./NJG 1 tanggal 2 Oktober 1944 menggantikan Major Paul Förster (8 kemenangan) yang gugur sehari sebelumnya. Jabatan barunya tidak menghentikan sang pilot untuk terus mengudara menyongsong musuh. Di malam tanggal 5/6 Januari 1945 dia mengklaim sekaligus tiga kemenangan, dan ketika perang berakhir Baake telah mencetak 41 fliegerabschuß dari 195 feindflug. Semua kemenangannya diraih di malam hari dan termasuk 37 buah pesawat pembom bermesin empat serta satu Mosquito RAF. Setidaknya 9 kemenangan diraihnya saat mempiloti Heinkel He 219 A-2, sementara sisanya dengan menggunakan Messerschmitt Bf 110 F dan G-4. Seusai perang dia menjadi kapten penerbang di Lufthansa. Dia tewas dalam kecelakaan udara di atas Heilsbronn tanggal 15 Juli 1964 saat melakukan uji-terbang menggunakan pesawat Boeing B-720-030 "D-ABOP". Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen (20 Maret 1940) Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse (dua-duanya tahun 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (6 September 1943); Frontflugspange für Nachtjäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (16 Januari 1944)


Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman
Foto koleksi pribadi Eric JB
www.623squadron.wordpress.com
www.asisbiz.com
www.das-ritterkreuz.de
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.lewisheatonbooks.com
www.luftwaffe.cz