Wednesday, April 30, 2014

Pabrik Mesin Perang Wehrmacht

 Sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger (H) pra-produksi di pabrik Henschel. Kendaraan satu ini mendapat tambahan lapisan baja (yang tidak digunakan di tank hasil produksi standar), yang dipasang di bagian muka untuk melindungi plat depan serta gigi jentera penggerak kemudi. Dia masih harus mendapat tambahan pelindung roda rantai serta perlengkapan lainnya


Sumber :
Buku "Tiger" karya Thomas Anderson

Prototipe dan Pengujian Mesin Perang Wehrmacht


 VK 45.01 (P) adalah salah satu dari hasil pengujian desain untuk tank berat Jerman. Satu tim dikepalai oleh Ferdinand Porsche, yang lebih memilih sistem penggerak bensin-elektrik yang rumit. Yang lainnya adalah VK 36.01 (H) yang dibuat oleh Henschel dan memilih untuk menggunakan mesin bensin dan girboks yang lebih sederhana. Kedua desain tersebut sama-sama dipasangi kubah berbentuk silinder yang membawa meriam 8.8cm KwK 36. Pada akhirnya yang dipilih untuk diproduksi massal adalah desain keluaran Henschel


 50 buah Panzerkampfwagen VI Tiger B pertama yang dibuat oleh Henschel dipasangi kubah hasil desain Porsche karena kubah tersebut sudah diproduksi duluan dan rencananya akan dipasang di VK 45.02 (P) yang kemudian tidak jadi diproduksi karena order pembeliannya dibatalkan oleh Wehrmacht. Tank kelas berat satu ini masih belum dilengkapi oleh peralatan dan tali tambang untuk keperluan perawatan. Selain itu, pelindung roda rantainya juga tidak dipasang dan lapisan bajanya tidak bersalut Zimmerit. Hal ini mengindikasikan bahwa Königstiger di atas masih dalam masa percobaan di Panzerversuchsstation (gelanggang pengujian tank) Henschel yang berlokasi di Haustenbeck

----------------------------------------------------------------------

 Para ilmuwan Nazi mengujicoba sistem aerodinamik dari sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 E-3 di tahun 1940. Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Kestrel V, pesawat hasil pengembangan kesekian dari Bf 109 ini mempunyai kecepatan maksimum 660km/jam. Panjangnya 8,65m dengan rentang sayap 9,87m. Senjata utamanya adalah dua buah kanon 20mm ditambah dengan dua senapan mesin sebagai pelengkap. Versi pertama pesawat rancangan Willy Messerschmitt ini telah teruji ketangguhannya dalam Perang Saudara Spanyol. Para pilotnya telah disumpah sebelum mereka meninggalkan Jerman bahwa mereka tidak akan membiarkan pesawat mereka sampai jatuh ke tangan musuh. Bila pesawatnya jatuh atau mendarat darurat di wilayah musuh, maka mereka harus membakarnya segera dengan menggunakan tangki khusus berisi materi yang mudah terbakar yang bisa disulut seketika dan memang disiapkan untuk tujuan semacam ini!


Sumber :
Buku "Tiger" karya Thomas Anderson 
www.rarehistoricalphotos.com

Album Foto Sturmgeschütz-Abteilung 259 / Sturmgeschütz-Brigade 259

PERAIH RITTERKREUZ

 Leutnant der Reserve Dietrich Ascher (23 April 1923 - 8 Oktober 2010) adalah anak seorang dokter di Graz/Gröbening (Austria). Setelah menyelesaikan sekolahnya, dia menjalani pelayanan wajib sebagai buruh dan bergabung dengan Gebirgsjäger-Regiment 138 bulan Agustus 1940. Pada tanggal 5 Februari 1941 Ascher mengajukan perpindahan unit ke Sturmartillerie dan kemudian menjalani pendidikan lanjutan di Artillerie-Lehr-Regiment (motorisiert). Unit tempur pertamanya adalah Sturmgeschütz-Abteilung 185 dan bersamanya Ascher ikut serta dalam pertempuran di Leningrad. Pada tahun selanjutnya (1942) pengalaman tempurnya bertambah di berbagai front: Volkhov, danau Ladoga, dan Welikije Luki. Setelah disekolahkan lagi di Artillerieschule dan Sturmgeschützschule, Ascher ditransfer ke Sturmgeschütz-Abteilung 259 dimana dia bertempur di Tiraspol, Bialystok, dan Ostpreußen. Di bulan Januari-Februari 1945 Sturmgeschütz-Abteilung 259 ikut membantu gerak mundur 21. Infanterie-Division di Gumbinnen, serangan Grenadier-Regiment 24 di Liebhausen (dimana musuh dipukul mundur sampai sejauh 20 km), dan misi-misi di utara Walschtals. Dalam semua operasi ini Ascher selalu menunjukkan kepahlawanannya sehingga dia direkomendasikan oleh 21. Infanterie-Division (dimana Sturmgeschütz-Abteilung 259 diperbantukan) untuk mendapat Ritterkreuz. Dalam proses penerimaannya Sturmgeschütz-Abteilung 259 di-upgrade menjadi Sturmgeschütz-Brigade 259 (14 Februari 1945). Akhirnya Ascher dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 Februari 1945 sebagai Leutnant der Reserve dan Zugführer di 2.Batterie / Sturmgeschütz-Brigade 259 / 21.Infanterie-Division / XX.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Nord. Tak lama kemudian dia terluka sehingga harus ditarik ke Reich menggunakan kapal rumah sakit dari Prusia Timur yang terkepung, 18 Maret 1945. Ascher selamat sampai perang usai dan melanjutkan karir sebagai industrialis di sebuah perusahaan terkemuka Austria. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Desember 1942) dan I.Klasse (7 Agustus 1944); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (8 September 1942); Infanterie-Sturmabzeichen (Desember 1942); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber (1942); serta Verwundetenabzeichen in Silber;


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de

Album Foto Sturmgeschütz-Abteilung 237 / Sturmgeschütz-Brigade 237

PERAIH RITTERKREUZ

 Hauptmann Friedrich Arnold (10 Mei 1919 - 1 September 2006) bergabung dengan Artillerie-Regiment 41 di Ulm/Donau tanggal 4 November 1937. Setelah itu dia pindah ke Batterie " Kurze Bruno-Kanone " 690, schweren Artillerie-Abteilung (motorisiert) 100, dan Artillerie-Lehr-Regiment (motorisiert) 2. Di unit yang terakhir dia dilatih cara-cara menggunakan Sturmgeschütz, dan kemudian setelah lulus ditempatkan di Sturmgeschütz-Abteilung 200 tanggal 10 Maret 1941. Dengan unit ini Arnold memulai pengalaman tempur pertamanya dalam kampanye di Rusia. Pada tanggal 21 September 1943 dia pindah unit ke Sturmgeschütz-Abteilung 237. Kemampuan tempur Arnold terus terasah seiring dengan berjalannya peperangan, dan tercatat belasan T-34 dan KV-1 yang menjadi koleksi korban StuG-nya. Dia juga berkali-kali terluka sehingga diganjar dengan Verwundetenabzeichen in Gold (minimal 5 kali terluka). Setelah kill-nya mencapai angka 51 buah, Arnold dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 November 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Zugführer di 2.Batterie / Sturmgeschütz-Abteilung 237 / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Di akhir perang dia menjadi komandan Sturmgeschützschule sekaligus Sturmgeschütz-Ersatz- und Ausbildungs-Abteilung 700, meskipun pada saat itu dia sedang menjalani perawatan atas lukanya yang kesekian di rumah sakit Sigmaringen! Setelah selama beberapa waktu menjadi tawanan Prancis, dia dibebaskan dan pulang ke Jerman. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (9 Juli 1941) dan I.Klasse (24 Agustus 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen (1 Agustus 1941) dan II.Stufe (1 Juli 1943); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (28 Juli 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (15 Agustus 1942), in Silber (16 Mei 1943) dan in Gold (19 September 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (9 Oktober 1942)



Sumber :
DVD "Die Ritterkreuzträger 1939 bis 1945 im Bild" dari Deutsches Wehrkundearchiv
www.die-sturmartillerie.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Tuesday, April 29, 2014

Album Foto 75. Infanterie-Division

Oberleutnant Eckhard Schneider (Führer 6.Kompanie/Füsilier-Regiment 202/75.Infanterie-Division) menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari tangan Generalleutnant Helmuth Beukemann (komandan 75. Infanterie-Division) tanggal 24 Juli 1943. Kurang dari tiga bulan kemudian Schneider akan terbunuh dalam pertempuran di Raum Szumy, Ukraina (4 Oktober 1943)!

 ---------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

Generalmajor Karl Arning (10 Februari 1892 - 17 November 1964) menjadi Fahnenjunker (Kadet) di 3. (Brandenb.) Infanterie-Regiment "Graf Tauentzien von Württemberg" Nr. 20 tanggal 16 September 1912. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan juga Perang Dunia Kedua. Tragisnya, baru dua hari Perang Dunia II pecah Arning sudah terluka parah sehingga menghabiskan waktu dua tahun di rumah sakit! Sekeluarnya dari perawatan, sang komandan ternyata tidak kehilangan keberaniannya sedikitpun sehingga dia kemudian dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Yang terakhir diraihnya tanggal 11 Oktober 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 24 / 21.Infanterie-Division / XXVI.Armeekorps/ 18.Armee/ Heeresgruppe Nord setelah dalam pertempuran di Dataran Tinggi Sinyavino resimen yang dipimpinnya menyerang balik XXX. Guard Corps Soviet yang sebelumnya mengusir mereka dari posisi pertahanan di Bukit 50,1. Pada awalnya anakbuahnya terlihat kurang antusias sehingga Arning sendiri yang harus maju paling depan menyerbu musuh! Pada tanggal 1 September 1944 dia menjadi komandan 75. Infanterie-Division (sampai 6 April 1945) sebelum mengakhiri perang sebagai Kampfkommandant Mährisch-Ostrau. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet dan menghabiskan waktu sebagai tawanan selama 10 tahun (10 Mei 1945 - 8 Oktober 1955). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (9 Maret 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (2 Oktober 1936) dan III.Klasse (16 Juni 1938); Verwundetenabzeichen 1939 in Silber (2 September 1939); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (27 September 1939) dan I.Klasse (22 Oktober 1939); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (30 Juli 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold #367/5 (30 April 1943)


Sumber :
www.rommel-lebt.com

Album Foto 52. Infanterie-Division

KOMMANDEUR

Generaloberst Hans-Jürgen von Arnim (4 April 1889 - 1 September 1962) terkenal karena menjadi panglima pasukan Jerman di Afrika yang terakhir menyerah kepada Sekutu bersama dengan ratusan ribu anakbuahnya bulan Mei 1943 (skalanya lebih dahsyat dari Stalingrad!). Anak keluarga bangsawan terkemuka Jerman ini bergabung dengan Angkatan Darat Kekaisaran Jerman tahun 1907 dan bertempur di Perang Dunia Pertama, baik di Front Timur maupun Front Barat. Dia melanjutkan karir militernya di Reichwehr dan menjadi Generalmajor tahun 1938. Arnim menjadi komandan 52. Infanterie-Division (12 September 1939 - 5 Oktober 1940) dalam kampanye di Polandia dan Prancis, sementara dalam Unternehmen Barbarossa dia menjadi komandan 17. Panzer-Division (5 Oktober 1940 - 11 November 1941). Arnim ikut serta dalam penghancuran Benteng Brest-Litovsk, dan berlanjut ke Minsk. Tanggal 24 Juni 1941 Wehrmacht hampir kehilangan tiga jenderal terbaiknya (Heinz Guderian, Joachim lemelsen dan Hans-Jürgen von Arnim) ketika entah dari mana asalnya tiba-tiba dua tank T-26 Rusia menerobos masuk saat ketiganya sedang meninjau front di barat Slonim! Untungnya kedua tank "biang kerok" tersebut berhasil dihancurkan tak lama kemudian. Slonim sendiri berhasil direbut oleh pasukannya Arnim, berlanjut dengan Bialystok. Atas kepahlawanannya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 September 1941 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 17.Panzer-Division / XXXXVII.Armeekorps / 2.Panzergruppe / Heeresgruppe Mitte, dan Arnim menerimanya saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit setelah terluka dalam pertempuran di Stolpce. Setelah itu karirnya melesat sampai menjadi Generaloberst dan Oberbefehlshaber Heeresgruppe Afrika (9 Maret 1943 - 12 Mei 1943) menggantikan sang legenda Erwin Rommel yang ditahan oleh Hitler supaya tidak balik lagi ke Afrika. Karena situasi yang tidak memungkinkan lagi, dia menyerah pada pasukan Inggris di Tunisia tanggal 12 Mei 1943 dan menghabiskan sisa perang sebagai tawanan bersama dengan 24 jenderal Wehrmacht lainnya yang tertawan bersamanya! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (16 September 1914) dan I.Klasse (2 November 1914); Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (7 September 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (1918); Hamburgisches Hanseatenkreuz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. bis I.Klasse (1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Oktober 1939) dan I.Klasse (3 November 1939); Panzerkampfabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Ärmelband “Afrika“ (1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 13 Mei 1943



Sumber :
www.geocities.com

Monday, April 28, 2014

Album Foto 293. Infanterie-Division

KOMMANDEUR

Generalleutnant Karl Arndt (10 Maret 1892 – 30 Desember 1981) mengikuti pelatihan militer di Front-schule di Wohlau dan Potsdam antara tahun 1908-1911 dan lulus dengan pangkat Gefreiter. Dalam Perang Dunia Pertama dia tergabung dengan Infanterie-regiment 46. Disini Arndt terluka berkali-kali sebelum akhirnya ditawan Inggris tahun 1918. Dia meneruskan karirnya di Reichswehr dan Wehrmacht meskipun sempat cuti selama beberapa lama setelah mengalami kecelakaan mobil. Pada saat Perang Dunia II pecah Arndt telah berpangkat Oberstleutnant dan komandan batalyon di Infanterie-Regiment 68. Dalam Pengepungan Kiev tahun 1941, Arndt menggagalkan usaha dua divisi Soviet yang berusaha menerobos kepungan memanfaatkan sebuah jembatan yang masih tersedia. Meskipun resimennya mendapat serangan gencar dari musuh Arndt tetap pantang mundur meninggalkan jembatan yang berharga tersebut. Dia bahkan sampai membawa artilerinya ke atap sebuah rumah dan menembaki musuh dari sana! Meskipun rumah tersebut kemudian hancur tapi usahanya berhasil, dan kedua divisi Soviet tersebut pada akhirnya terkepung dan menyerah. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Januari 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 511 / 293.Infanterie-Division / XXXV.Armee-Korps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte. Arndt menjadi komandan 293. Infanterie-Division (1 April 1943 - 20 November 1943), dilanjutkan dengan menjadi komandan 359. Infanterie-Division (20 November 1943 - 17 Januari 1945). Namanya disebutkan dalam berita Wehrmachtbericht edisi 22 januari 1945 sebagai berikut: "Im Raum von Krakau hat die brandenburgische 359. Infanterie-Division unter Führung von Generalleutnant Arndt durch hervorragende Standhaftigkeit und beispielhaften Angriffsschwung den Durchbruch weit überlegener feindlicher Kräfte nach Süden über die Weichsel vereitelt und dadurch den Aufbau einer geschlossenen Abwehrfront ermöglicht" (di wilayah Krakow, divisi infanteri ke-359 dari Brandenburg di bawah komando Letjen Arndt mempertunjukkan kegigihan yang mengagumkan dan serangan sesuai momentum yang patut dicontoh sehingga menggagalkan usaha terobosan pasukan musuh yang berkekuatan jauh lebih besar di selatan di seberang Vistula. Usahanya memungkinkan konstruksi front pertahanan yang tertutup). Usahanya tersebut membuahkan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #719 bagi Arndt yang diserahkan tanggal 1 Februari 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 359.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe Mitte. Jabatan terahirnya adalah Kommandierender General XXXIX. Panzerkorps (25 April 1945) sebelum ditangkap oleh pasukan Amerika tanggal 8 Mei 1945 dan ditahan di bekas kamp konsentrasi Dachau sampai tanggal 5 Juli 1947. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (3 Oktober 1914) dan I.Klasse (26 Januari 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (31 Juli 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (31 Desember 1934); Schlesischer Adler-Orden I.Klasse; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse (2 Oktober 1936), 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Oktober 1939) dan I.Klasse (17 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (19 Agustus 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold #589/2 (2 Juli 1944)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gareth Collins
www.wehrmacht-awards.com

Album Foto Allgemeine-SS

Para pentolan SS-WVHA (SS-Wirtschafts-Verwaltungshauptamt; Departemen Ekonomi dan Administrasi Utama SS) yang merupakan otak ekonomi dari SS. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer Richard Glücks (Inspektion der Konzentrationslager dem SS-Wirtschafts- und Verwaltungshauptamt als Amtsgruppe D, seorang peraih Deutsches Kreuz in Silber), SS-Brigadeführer August Frank (Stellvertreter des Amtsleiters Oswald Pohl und leiter WVHA Amtsgruppe A, peraih Deutsches Kreuz in Silber), SS-Obergruppenführer Oswald Pohl (Leiter des SS-Wirtschafts- und Verwaltungshauptamtes), SS-Brigadeführer Georg Lörner (Stellvertreter des Amtsleiters Oswald Pohl und leiter WVHA Amtsgruppe B, peraih Deutsches Kreuz in Silber), dan SS-Brigadeführer Dr. Hans Kammler (leiter WVHA AmtsgruppeC, peraih Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern dan Deutsches Kreuz in Gold)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Phil Nix
www.forum.axishistory.com

Album Foto Pertempuran Britania (Battle of Britain)

Etampes-Mondésir, Prancis, bulan Juni 1940. Para pilot dari Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" bersiap-siap untuk melaksanakan misi pengeboman ke Inggris. Rona ketegangan tampak kentara di wajah-wajah mereka. Dari kiri ke kanan: Major Johann Wilhelm Kind (Gruppenkommandeur III./KG 51), Oberfeldwebel Hans-Georg Lubrich (Bordfunker 1./KG 51), Oberfeldwebel Hermann Görres (Bombenschütze 1./KG 51), Oberleutnant Wilhelm Rath (Stab III./KG 51), Hauptmann Werner Brandt (Staffelkapitän 9./KG 51), dan Oberleutnant Matthias "teddy" Schwegler (Staffelkapitän 1./KG 51)


 Upacara pemakaman bagi para anggota Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" yang gugur dalam Pertempuran Britania di Pemakaman Meux, Prancis, musim panas tahun 1940. Major Walter Marienfeld (Gruppenkommandeur III./KG 51) memberikan eulogi terakhir, sementara di belakangnya adalah Musikzug alias orkes dangdut pengiring yang dipinjam dari pasukan panzer


Sumber :
Buku "Kampfgeschwader Edelweiss: The History of a German Bomber Unit 1939-1945" karya Wolfgang Dierich

Sunday, April 27, 2014

Album Foto Deutsches Reich / Kekaisaran Jerman (1871-1918)

Seorang prajurit dari Königlich Bayerisches 1. Infanterie-Regiment "König" mengenakan seragam militer khas Prusia yang mulai diperkenalkan tahun 1872. Perhatikan Raupenhelm atau helm "ulat" (caterpillar helmet) yang tersimpan di sebelah kiri. Helm semacam ini biasanya dikenakan oleh unit Dragoon (infanteri berkuda)


Prajurit dari Hessen ini mengenakan seragam biru Prusia dengan pita lengan merah khas Swedia yang menunjukkan bahwa dia berasal dari unit artileri atau zeni. Perhatikan warna kokade di bagian tengah topi yang terdiri dari merah dan putih yang merupakan warna resmi Hessen. Dia mengenakan ikat pinggang hitam dengan koppelschloss (kepala ikat pinggang) bermahkota


 Unit artileri Prusia berpose bersama dengan senjata andalan mereka. Perhatikan bentuk bundar di atas pickelhaube mereka!


 Anggota unit artileri yang mengenakan Pickelhaube berujung bola, dalam sebuah foto studio yang "unyu unyu". Perhatikan warna dasar hitam dengan garis merah di kerah dan manset-nya!


 Kompi senapan mesin Bavaria berpose dengan senjata andalan mereka: senapan mesin Maxim MG-08 di atas dudukan khusus yang dilengkapi dengan kondensor pendingin berbentuk bulat yang mengirimkan uap dingin ke senapan melalui selang di bagian depannya. Uap tersebut akan mendinginkan laras senapan yang biasanya menjadi begitu panas setelah begitu lama dipakai sehingga dibutuhkan beberapa menit untuk beristirahat sebelum dipakai kembali. Biasanya digunakan air sebagai pendingin utama, meskipun keadaan di medan tempur yang tidak menentu membuat kadangkala digunakan minuman keras atau bahkan air kencing untuk menggantikannya!


 Bavaria mengadopsi pickelhaube mulai dari tahun 1886, meskipun bentuknya sedikit berbeda dengan negara-negara bagian Jerman lainnya. Salah satu perbedaan yang menonjol adalah visor depan yang berbentuk segi empat, yang hampir sama tongkrongannya dengan yang dipakai oleh unit Dragoon (infanteri berkuda). Para prajurit ini berasal dari Bayerische Infanterie-regiment 2


 Musikzug (peleton musik) Prusia memimpin fahnenträger-abteilung (detasemen pembawa bendera) yang membawa panji-panji resimen mereka. Perhatikan penggunaan ringkragen (gorget) oleh para pembawa bendera


 Prajurit ini berasal dari Wach-Feld-Artillerie-Regiment 1 dan dia mengenakan seragam parade. Perhatikan manset mode Swedia dengan Kapellenlitzen ganda unit penjaga (Wach). Kapellenlitzen yang sama terdapat juga di kerah dan jubahnya


 Prajurit dari Gardes du Corps mengenakan seragam upacaranya. Tugas-tugas seremonial dari Gardes du Corps hanya terbatas pada para perwira, bintara, dan prajurit pilihan dari Leib-Kompanie serta korps terompet. Seragam khusus yang mentereng diperlukan untuk tugas-tugas semacam ini. Pelaut yang berpose di sampingnya berasal dari SMS Vineta, dan mengenakan seragam parade Angkatan Laut yang biasa disindir sebagai "baju monyet" oleh mereka yang memakainya!


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada

Foto Perang Prusia-Denmark (1 Februari 1864 - 30 Oktober 1864)


"Die Erstürmung des Königsberges bei Oberselk durch das k.u.k. 18. Jägerbataillon am 3. Februar 1864" (Penyerbuan Königsberg di Oberselk oleh Batalyon Infanteri Ringan ke-18 Austria tanggal 3 Februari 1864), sebuah lukisan yang dibuat tahun 1864 oleh pelukis Austria Siegmund L'Allemand (1840-1910). Dalam Pertempuran Königshügel di dekat Selk, pasukan Austria (yang membantu Prusia) berada di bawah komando Jenderal Lepolold Gondrecourt. Mereka berhasil memukul mundur pasukan Denmark sampai ke Dannevirke. Dalam pertempuran yang berlangsung di tengah suhu −10 °C ini (!) Brigade ke-6 Denmark memegang peranan penting


 
"Ottende brigades angreb ved Dybbøl 18. april 1864" (Serangan Brigade ke-8 di Dybbøl 18 April 1964), sebuah lukisan yang dibuat tahun 1894 oleh pelukis Denmark Vilhelm Jacob Rosenstand (1838–1915). Di pagi hari pukul 10:00 tanggal 18 April 1864, pasukan infanteri Prusia yang menginvasi Jutland melakukan serangan terhadap pertahanan Denmark setelah membombardir wilayah Dybbøl selama berbulan-bulan. Setelah garis pertahanan pertama berhasil diduduki, pasukan Denmark dari Brigade ke-8 melakukan serangan balik yang berujung dengan kegagalan: lebih dari setengah anggotanya menjadi korban! Pada pukul 13:30 Dybbøl secara resmi dikuasai oleh Prusia. Wilayah ini kemudian digunakan oleh Prusia sebagai titik loncat serangan ke sasaran berikutnya, Als, bulan Juni 1864


 "Kampene ved Dybbøl" (Pertempuran Dybbøl), sebuah lukisan yang dibuat tahun 1871 oleh pelukis Denmark Jørgen Valentin Sonne (1801-1890). Pertempuran di selatan Jutland yang menentukan ini dimenangkan oleh pihak Prusia. Pasukan bertahan Denmark berkekuatan 11.000 orang yang harus melawan 36.000 pasukan penyerbu Prusia. Denmark kehilangan 4.834 prajuritnya yang menjadi korban (dengan 700 di antaranya tewas, 554 terluka, dan 3.534 ditawan) sementara Prusia hanya kehilangan 1.201 orang

Sumber :
www.en.wikipedia.org

Jerman Sebelum Nazi

  1. Foto Prusia (1525-1870)
  2. Foto Deutsches Reich / Kekaisaran Jerman (1871-1918)
  3. Foto Kaiserliche Schutztruppen (Pasukan Kolonial Kekaisaran Jerman)
  4. Lukisan-lukisan karya Anton von Werner (1843-1915)
  5. Lukisan-lukisan karya Carl Röchling (1855-1920)
  6. Lukisan-lukisan karya Franz Xaver Winterhalter (1805-1873)
  7. Foto Perang Prusia-Denmark (1864)
  8. Foto Perang Prusia-Prancis (1870-1871)
  9. Foto Perang Dunia Pertama (1914-1918)
  10. Foto Paul von Hindenburg (1847-1934)
  11. Foto terbaik Manfred von Richthofen (1892-1918)
  12. Foto terbaik Kaiser Friedrich III (1831-1888)
  13. Foto terbaik Kaiser Wilhelm II (1859-1941)
  14. Flammenwerfer-Sturmpioniere, Unit Zeni Penyembur Api Jerman Dalam Perang Dunia I
  15. Sniper Jerman dalam Perang Dunia Pertama 

Album Foto Prusia (1525-1870)

Seorang prajurit Prusia dari salah satu unit Wachregiment (Resimen Penjaga). Di sampingnya tersimpan sebuah pickelhaube model 1860. Foto ini diambil tahun 1866, tahun dimana Prusia berperang dengan Austria (juga dikenal sebagai "Deutscher Krieg" alias Perang Jerman)


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada

Album Foto 170. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Major der Reserve Hans-Werner Bartels (28 Januari 1910 - 2 Desember 1991) bergabung dengan Infanterie-Ersatz-Bataillon 154 tahun 1939. Pada tanggal 21 Februari 1940 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 399 dimana dia tetap berada dalam unit ini sampai dengan perang berakhir. Pada pertempuran tanggal 21-22 November 1943 Bartels menunjukkan prestasi yang mengesankan ketika dia dan batalyonnya berhasil menahan terobosan pasukan Soviet di wilayah 9. Luftwaffen-Feld-Division sekaligus berhasil melakukan serangan balasan berkali-kali yang mampu memukul mundur musuh. Dalam pertempuran sengit di Kantong Oranienbum sekali lagi Bartels berdiri paling depan dalam memimpin anakbuahnya dimana dia berhasil mengalahkan dua resimen infanteri dan satu resimen lapis baja penyerang Soviet dengan bermodalkan satu batalyonnya belaka! Dalam pertempuran ini batalyon Bartels berhasil menghancurkan 11 tank, dan setelahnya dijuluki sebagai "Das Löwenbataillon" (Batalyon Singa) yang dengan amat jelas menunjukkan kualitas unit tersebut. Bartels yang terluka dalam pertempuran itu tak lama kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Januari 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon / Grenadier-Regiment 399 / 170.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada Hari Paskah 1944 batalyonnya kembali beraksi brilian ketika membantu Divisi "Feldherrnhalle" dalam menjebak tiga divisi Soviet lalu menghancurkannya. Dalam pertempuran di dekat jembatan Narva ini tercatat musuh kehilangan 60 truk perangnya! Pada tanggal 12 Juli 1944 Bartels memimpin batalyonnya dalam usaha menerobos kepungan Soviet di Vilna. Dia mengambil alih komando resimennya setelah komandan resimen sebelumnya dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya. Dalam usaha ini unitnya mampu menghancurkan senjata artileri serta anti pesawat udara musuh yang "menghalangi jalan", dan berhasil mencapai wilayah yang masih dikuasai oleh pasukan Jerman. Atas prestasinya tersebut dia direkomendasikan untuk menerima Eichenlaub sebagai tambahan untuk Ritterkreuz-nya, tapi dianggap belum cukup layak sehingga hanya mendapat Anerkennungsurkunde (Sertifikat Pengakuan Dari panglima AD) saja! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (25 November 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1941); Rumänische Medaille für Mannhaftigkeit III.Klasse (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (26 Juni 1942); Krimschild (15 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (27 Februari 1943); Rumänische Erinnerungsmedaille (20 Mei 1943); Nahkampfspange in Silber (17 September 1944); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (25 Oktober 1944); serta Verwundetenabzeichen in Gold (27 April 1945)


 Oberst Johannes Arndt (7 Oktober 1906 - 6 Juli 1944) bergabung dengan 4. (Preußen) Infanterie-Regiment tanggal 1 Maret 1924. Pada tahun 1935 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 16 dan bersama unit ini ikut serta dalam kampanye di Polandia dan Prancis. Pada permulaan Unternehmen Barbarossa Arndt sudah menjadi komandan batalyon dan menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di Sebastopol, Krim, sehingga batalyonnya disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 15 Juni 1942. Pada tanggal 1 Agustus 1942 Arndt mengambil alih kepemimpinan di Infanterie-Ersatz-Regiment 22 dan pangkatnya dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Dari sana dia ditunjuk lagi sebagai komandan Grenadier-Regiment 391yang sedang bertempur mati-matian melawan pasukan Rusia di sekitar Leningrad. Ketika musuh melancarkan ofensif besar-besaran tanggal 15 Januari 1944, resimen di bawah kepemimpinan Arndt berhasil mencegah musuh yang berusaha mengepung dua divisi Jerman (126. Infanterie-Division dan 9. Luftwaffen-Feld-Division). XXX. Guard Corps Soviet hanya mampu menerobos maju sejauh 2,2 km sebelum mentok ketika menghadapi perlawanan mati-matian dari resimen Arndt. Ketika pasukan cadangan Jerman didatangkan, akhirnya front Heeresgruppe Nord berhasil distabilkan kembali. Atas prestasinya tersebut Johannes Arndt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Februari 1944 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Grenadier-Regiment 391 / 170.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 20 April 1944 sang komandan resimen mendapatkan cuti dan baru kembali ke unitnya tanggal 13 Mei 1944. Hanya berselang dua bulan kemudian dia gugur dalam pertempuran di Molidesno. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung III.Klasse dan IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (18 Mei 1940) dan I.Klasse (3 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Infanterie-Sturmabzeichen; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (15 Juni 1942); Krimschild; serta Deutsches Kreuz in Gold (2 Februari 1942)



Sumber :
www.historic.de
www.ostvermisste-1944.de
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Saturday, April 26, 2014

Album Foto 716. Infanterie-Division

 Foto ini diambil di belakang sebuah gereja di Colleville-sur-Mer (Normandia) tanggal 14 Juni 1944, tak lama setelah pendaratan amfibi Sekutu, dan memperlihatkan tiga warga sipil Prancis berbincang santai dengan kameraman Amerika dari 162nd atau 165th Signal Photo Company di dekat mayat tentara Jerman. Berdiri ketiga dari kiri adalah kapten medis dari ESB Omaha (kompi ke-5 atau ke-6) yang teridentifikasi dari helmnya dan pita lengan palang merah. Foto hasil karya fotografer terkenal Robert Capa ini pertama kali dipublikasikan oleh majalah LIFE edisi 3 Juli 1944 halaman 11, dan sensor masa itu telah membuat logo unit di helm dan lencana lengan di prajurit yang membelakangi kamera di kanan menjadi tidak terlihat dengan jelas (sebenarnya dia berasal dari 82nd Airborne Division / First U.S. Army). Saat pasukan Sekutu bergerak semakin dalam di Normandia, masyarakat Prancis, di bawah perintah langsung dari Jenderal Dwight D. Eisenhower, melakukan berbagai aksi sabotase dan hal apapun yang bisa mereka lakukan demi menghambat usaha pasukan Wehrmacht yang sedang bertempur di negerinya. Tentara Jerman dalam foto ini dibunuh oleh seorang warga Prancis yang sebelumnya telah dipaksa bekerja untuk Nazi dengan gaji 2$ perminggu. Si Landser kemungkinan besar berasal dari 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-regiment 726 / 716.Infanterie-Division yang memang pada saat itu ditempatkan di Colleville-sur-Mer


Sumber :
www.flickr.com

Dokumen Perintah Pembantaian Hutan Katyn



Oleh : Ahmad Juned Regar

Dokumen ini dirilis untuk pertama kalinya oleh Pemerintah Rusia pada tanggal 28 April 2010. Berdasarkan data dokumen tersebut yang bertanggal 5 Maret 1940 terdapat catatan dari kepala NKVD (Komite Rakyat Inter Sovyet) Lavrenty Beria yang menjabat sebagai kepala Polisi Rahasia Sovyet pada waktu itu telah memberikan ide/rekomendasi Kepada Stalin untuk mengeksekusi mati kaum nasionalis dan kontra-revolusioner dan siapapun yang menentang komunis di Polandia. Stalin pun menyetujuinya dan menandatanganinya bersama anggota-anggota lain dari Politbiro Sovyet.

Pembantaian Katyn sendiri adalah tragedi kelam yang dilakukan oleh Sovyet pada masa Perang Dunia II terhadap sekitar 22.000 rakyat Polandia yang terdiri dari tawanan perang,cendekiawan, dan warga sipil lainnya.Awal mula dari terbongkarnya kasus ini adalah setalah Nazi Jerman menginvasi Polandia dan menemukan banyak kuburan massal di hutan Katyn dan wilayah sekitarnya di perbatasan Polandia-Rusia pada bulan April 1943. Menilik dari mayoritas seragam mayat-mayatnya adalah seragam militer Polandia serta sipil dengan dugaan kuat telah dibantai oleh Sovyet.Pembantaian ini diperkirakan oleh Pihak Nazi Jerman dilakukan Sovyet pada tahun 1940 sebelum Jerman menginvasi Seluruh Polandia.

Moskow membantah keras tuduhan tersebut lalu memutarbalikkan fakta dan memfitnah bahwa Nazi Jerman lah yang bertanggung jawab atas pembantaian keji dan sadis ini.Hingga cerita pembantaian ini menjadi misteri tentang siapa pelakunya, bahkan pengadilan militer internasional akhirnya menutup kasus ini sementara karena kurangnya bukti-bukti tentang siapa pelaku sebenarnya (atau karena memang mereka takut pada pihak Uni Sovyet sebagai salah satu pemenang perang). Dan pada tanggal 13 April 1990 menjelang runtuhnya Uni Sovyet,Presiden Polandia Wojciech Jaruzelski melakukan kunjungan ke Moskow. Dalam pertemuan ini Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev akhirnya secara terbuka mengakui bahwa tragedi Pembantaian Katyn ini adalah tanggung jawab Uni Sovyet sebagai manifestasi ideologi Keliru dari Joseph Stalin.

Setelah sebagian dokumen Pembantaian Katyn ini dipublikasikan tidak membuat masyarakat Polandia puas karena Rusia masih menolak untuk mempublikasikan dokumen rahasia lain yang terkait dengan Katyn - termasuk nama-nama mereka yang menjadi eksekutor pada peristiwa tahun 1940 itu. Disamping itu Partai Komunis Rusia menolak keaslian dokumen tersebut, menyatakannya palsu dan tetap bersikeras bahwa Nazi lah yang menjadi aktor Pembantaian Katyn.


Sumber :

Friday, April 25, 2014

Panzer-Feldhaubitze 18 auf Sfl. 39H(f)

 Iring-iringan kendaraan perang dari Panzerjäger-Abteilung 200 / 21. Panzer-Division bergerak menuju front di Caen (Normandia), bulan Juni 1944. Disini kita melihat sebuah senjata serang yang unik: Sasisnya adalah Hotchkiss H-39 buatan Prancis yang telah dimodifikasi untuk menciptakan sebuah penghancur tank yang menakjubkan. Sebuah meriam howitzer 10,5 cm (10,5 cm Feldhaubitze 18/40) menjadi senjata andalan utama sasis tersebut. Meriam ini mempunyai jangkauan sampai sejauh 12 km, kecepatan tembak 6-8 peluru per menit dan kecepatan peluru 540 m per detik! Platformnya telah mendapat perlindungan baja tambahan di bagian kokpit. Senjata serang satu ini mendapat nama resmi Panzer-Feldhaubitze 18 auf Sfl. 39H(f), dan 38 buah di antaranya dialokasikan untuk Panzerjäger-Abteilung 200 pimpinan Major Alfred Becker yang merupakan unit penghancur tank milik 21. Panzer-Division. BTW, Major Becker ini, selain sebagai seorang komandan unit setingkat batalyon, juga adalah insinyur jenius yang berada di balik pengalihfungsian mesin-mesin perang rampasan dari Sekutu menjadi mesin perang Jerman sekaligus meng-upgrade kemampuannya berkali-kali lipat! Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern tanggal 2 April 1945. Sekedar informasi, RK-KvK ini merupakan medali tertinggi yang bisa diberikan oleh Hitler pada orang-orang yang memberi kontribusi LUAR BIASA bagi usaha perang Jerman, di luar dari peran aktif di medan pertempuran


Sumber :
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Georges Bernage

Album Foto 25. Panzergrenadier-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Oberleutnant der Reserve Hans Barthle (5 Februari 1914 - 27 April 1987) bergabung dengan Infanterie-Regiment 119 tanggal 4 Januari 1937. Tugas perang pertamanya adalah menjaga benteng perbatasan Westwall di musim dingin 1939/1940, dilanjutkan dengan kampanye di Prancis dan Rusia. Sebagai seorang komandan kompi, Barthle terlibat dalam pertempuran sengit di jalanan sepanjang Orscha-Smolensk tanggal 14 November 1943. Sayap kiri pasukan Jerman yang ditempati oleh resimennya mendapat serangan bergelombang dari Tentara Merah. Saat mereka berhasil menerobos masuk, pihak Jerman segera melakukan serangan balasan untuk menetralisasinya dan kekuatan musuh pun hancur. Selama beberapa hari berikutnya Barthle dan unitnya mempertahankan mati-matian wilayah mereka dari serangan berkali-kali yang dilancarkan oleh musuh. Perlawanan yang mereka galang begitu kokohnya sehingga mendapatkan perhatian dari rakyat Jerman setelah diberitakan dalam Wehrmachtbericht edisi 19 November 1943. Dalam pertempuran ini pula Barthle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Desember 1943 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 119 (motorisiert) / 25.Panzergrenadier-Division / XXVII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 20 November 1944 dia ditransfer ke Panzer-Grenadier-Ersatz- und Ausbildung-Bataillon 215 untuk menyebarkan keahliannya pada rekrutan baru Wehrmacht. Pada tanggal 12 Desember 1944 dia dipindahkan lagi ke Führer-Grenadier-Brigade "Grossdeutschland". Barthle terluka dalam pertempuran tanggal 12 Februari 1945 dan menghabiskan sisa perang menjalani masa perawatan di Lazarett (Rumah Sakit) Freienwalde. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (8 Agustus 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944)


 
Hauptmann Kurt Arendt (8 Oktober 1917 - 9 Januari 1945) bergabung sebagai Schütze di unit Nachrichtenzug dari Panzerabwehr-Abteilung 21 tanggal 1 Oktober 1936. Dalam kampanye di Polandia, Leutnant Arendt menjadi ajudan di Panzerabwehr-Abteilung 161, dilanjutkan dengan Panzer-Regiment 39 di Rusia. Setelah malang melintang di berbagai unit panzer, pada tanggal 7 November 1944 Hauptmann Arendt ditunjuk sebagai komandan Panzer-Abteilung 5 dan bertempur di Front Barat. Tanggal 9 Januari 1945 batalyon Arendt menjadi bagian dari Kampfgruppe Huss dan terlibat dalam serangan ke Hatten, Niedersachsen. Saat keluar dari hutan pukul 11:00, Kampfgruppe Huss mendapat tembakan gencar dari pasukan Sekutu yang bertahan sehingga komandan grup tempur tersebut memutuskan untuk memutar ke arah utara dan menghantam musuh dari belakang. Manuver ini berhasil sebagian besar berkat kinerja Arendt dan panzer-panzernya. Sayangnya, dia harus membayar keberhasilan ini dengan nyawanya saat gugur di hari yang sama di sekitar wilayah Bitsch, Lorraine. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte di Gleiszellen-Gleishorbach, makam no.60. Untuk menghargai jasa-jasanya, komandan Arendt mengajukan proposal penganugerahan Ritterkreuz ke Oberkommando Wehrmacht, dan proposal tersebut disetujui. Dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 24 Februari 1945 sebagai Kommandeur Panzer-Abteilung 5 / Kampfgruppe Huss / 25.Panzergrenadier-Division / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe G. Klaim istri mendiang bahwa dia juga dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Major masih belum terbukti. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Desember 1939) dan I.Klasse (1 Agustus 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (18 Agustus 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (30 Januari 1944). BTW, foto Arendt menggunakan Ritterkreuz di atas, medalinya merupakan hasil tempelan meskipun tidak kelihatan bohongnya!


Sumber :
www.geocities.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Foto Sturmgeschütz-Abteilung 189 / Sturmgeschütz-Brigade 189

Oberleutnant Guntram Gelferd (2 Februari 1918 - 12 September 1943) memulai karirnya di Panzer-regiment 35. Dia lalu dipindahkan ke unit artileri, pertama ke Artillerie-Lehr-Regiment "Jüterbog" lalu dilanjutkan ke Sturmgeschütz-Abteilung 185, Sturmgeschütz-Abteilung 189 ( tampaknya bersama dengan Fritz Scherer yang nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di StuG.Abt.189), dan Sturmgeschütz-Abteilung 244. Perwira kelahiran Hanau ini gugur dalam pertempuran di Troitzkoje, Rusia, tanggal 12 September 1943. Foto di atas memperlihatkan Gelferd sebagai Leutnant sedang nyengir sambil memakai fellmantel (jaket bulu), 24 Februari 1942


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.wehrmacht-awards.com

Yang Harus Dilakukan Oleh Reserve-Offizier (Perwira Cadangan) Saat Mobilisasi




Oleh : Steve Edpin

 Banyak sekali yang menganggap kalau perwira itu membawa perlengkapannya cuma sedikit dibanding dengan anak buahnya. Tentu saja, seorang perwira memiliki otonomi yang lebih besar dibanding anak buahnya. Di lapangan, itu bisa jadi benar dilihat dari bukti-bukti dokumenter yang ada (meskipun tidak selalu demikian, apalagi untuk pangkat letnan sampai kapten). Bawaan mereka DI lapangan bisa jadi sedikit. Tetapi, apa yang mereka bawa KE lapangan tidak sesedikit apa yang Anda bayangkan.

Berikut adalah daftar resmi yang harus dibawa seorang perwira anggota cadangan dalam hal mobilisasi. Daftar telah dipersingkat hanya untuk pasukan pejalan kaki (infanteri) saja.

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

Dalam hal mobilisasi, perwira cadangan memiliki waktu yang sangat singkat dalam urusan di dalam negri, maka di waktu damai diharuskan agar mereka sudah mendapatkan pakaian-pakaian dan perlengkapan-perlengkapan mereka, atau paling tidak sudah memastikan bahwa mereka akan mendapatkannya. Dalam hal mobilisasi yang umumnya bersifat buru-buru, proses pengadaan biasanya tidak memungkinkan lagi.

Seorang perwira cadangan saat mobilisasi membawa:
- 1 sampai 2 seragam lapangan
- 2 breeches
- 1 topi lapangan
- 1 mantel
- 1 rompi (di musim dingin dengan kulit atau lapis bulu)
- 1 pasang penutup telinga
- 1 syal
- 1 penutup kepala
- 2 pelapis kerah
- 2 pasang boot (dan cantolannya), atau 2 pasang sepatu tali dengan 1 pasang pelindung kaki
- sepatu rumahan
- 1 bayonet dengan aksesorisnya
- 1 ikat pinggang
- tas peta
- 2 pasang suspender
- peluit sinyal dengan talinya
- 4 sampai 6 kemeja di dalam di tas pakaian
- 4 celana dalam
- 6 pasang kaos kaki
- 6 sampai 12 saputangan
- 3 handuk
- perlengkapan mandi/cuci
- perlengkapan jahit
- 2 pasang sarung tangan kulit (atau wol) abu-abu
- 1 sabuk wol
- 1 jam tangan dengan muka jam yang cerah
- dompet kulit
- pisau dan pembuka tutup botol
- korek api portabel dan senter portabel
- perlengkapan tulis
- kertas surat
- kartu pos
- tempat minum
- perlengkapan makan
- bubuk anti-serangga
- 1 koper
- 1 tas pakaian
- perban akan diterima di satuan terkait

Bagasi perwira yang sudah lengkap (dan juga mantel) diberi nama lengkap dan nama satuannya.
Adalah penting bahwa bagasi diisi seminimal mungkin dengan membawa hal-hal yang penting saja, tapi tidak ada yang terlupakan.

*****

Nah, tadi itu adalah daftar resmi yang harus dibawa seorang perwira anggota cadangan dalam hal mobilisasi. Tidak sedikit bukan? Lalu, bagaimana barang-barang tersebut harus disusun? Silahkan lanjut membaca.

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

*KOPER*
A) DI DALAM KOPER
- seragam lapangan
- breeches
- peluru
- sol dan tumit sepatu
- sepatu tali atau boot di dalam tempat boot
- kemeja
- celana dalam
- 2 handuk
- sabuk
- kaos kaki
- rompi
B) DI SELIPAN KOPER
- dompet berisi surat, yang tidak dimasukkan ke dalam tas peta
- perlengkapan mandi/cuci dan perlengkapan cukur dan kaca
- suspender
- sarung tangan
- sikat pakaian
- peluit
- tembakau
- cangklong
- penghangat lengan
- penutup telinga
- penutup kepala
- saputangan
- perlengkapan jahit
- baterai pengganti untuk lampu portabel
- lentera sebagai pengganti lampu portabel kalau habis
- lilin
- korek api
- kapas dan peniti
- berbagai macam kancing
- persediaan (coklat, teh, gula, kue, dll.)

*TAS PAKAIAN*
- boot atau sepatu tali dengan pelindung kaki
- selimut wol

*RANSEL* (diterima di kompi terkait)
Mantel dipasang di ransel.
A) DI SAKU RANSEL ATAS
- kemeja
- 2 handuk
- kaos kaki
- kotak obat kecil
B) DI DALAM RANSEL
- persediaan (coklat, gula, dll.)
- perlengkapan mandi/cuci
- lampu portabel
- bohlam cadangan dan baterai cadangan
- kamus saku
- perlengkapan makan
- tembakau (atau cangklong)
- peluit
- bubuk anti-serangga
- topi lapangan
- cantolan boot

*IKAT PINGGANG*
- bayonet
- pistol di dalam holster
- teropong dan tempatnya dan kompas di atasnya (teropong bisa juga digantungkan di leher)
- tas peta
- botol minum dan cup-nya

*KANCING SERAGAM*
Peluit

*DI BAWAH LEHER DALAM SERAGAM*
- dogtag
- dompet untuk uang dan buku identifikasi

*DI BAWAH LEHER LUAR SERAGAM*
- peta dan pelindungnya
- masker gas

*DI DALAM KANTONG*
A) DEPAN
- 2 perban di bagian kiri
- peta di bagian kanan
B) BELAKANG
- 1 sampai 2 saputangan
- buku catatan dengan kalender dan pena
- makanan dan rokok

*DI KANTONG JAM TANGAN*
- jam tangan dengan pelindungnya, dengan rantai yang kuat, dan kunci koper dipasang di sini

*DI KANTONG CELANA*
- dompet uang dengan alamat
- peniti
- plaster
- pisau portabel dengan gunting dan pembuka tutup botol
- korek api dalam wadah besi
- benang rol kecil

*****

SUMBER (koleksi pribadi):
- ‘Der Offizier des Beurlaubtenstandes’, ed. 4, 1937
- ‘Der Reserveoffizier’, ed. 6, 1938
www.facebook.com

Foto 3. Infanterie-Division / 3. Panzergrenadier-Division


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) membalas salam hormat dari prajurit-prajuritnya yang bersiap untuk menyeberangi sungai Vistula (Weichsel), tanggal 4 September 1939. Sang Führer khusus datang ke bagian sungai yang berada di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan aksi penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh elemen-elemen dari 3. Infanterie-Division. Ini merupakan salah satu kegiatan di hari pertama kunjungannya di Polandia yang akan berlangsung nonstop sampai dengan tanggal 26 September 1939. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (tertutup oleh Kluge, Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Generaloberst Fedor von Bock (tertutup oleh Kluge, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (tertutup oleh Hitler, Chef Sicherheitsdienst), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Bersama Hitler, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Hitler, Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Dengan diawasi oleh tatapan mata Führer mereka Adolf Hitler yang melihat melalui teropong, para prajurit dari 3. Infanterie-Division beristirahat sebentar setelah menyeberangi Sungai Vistula di sebelah selatan Kulm, 4 September 1939. Vistula (atau Weichsel bagi orang-orang Jerman) merupakan sungai terbesar di Polandia, dan airnya bersumber dari Barania Góra yang terletak di Pegunungan Beskidy, Polandia selatan. Alirannya kemudian melewati kota-kota terbesar di negara tersebut (seperti Krakow dan Warsawa) sebelum akhirnya bermuara di Laut Baltik di dekat Danzig/Gdańsk. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Übergang über die Weichsel: Polnischer Boden wurde in harten Eilmärschen erkämpft - nur kurz ist die Rast!" (Setelah menyeberangi hulu Sungai Vistula: tanah Polandia diperjuangkan melalui perjalanan darat yang berat - istirahat seringkali hanya sebentar saja!)


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Walter Lichel (Kommandeur 3. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee). Divisi Lichel berada di bawah komando IIAK pimpinan Strauß, sementara IIAK sendiri berada di bawah komando 4. Armee pimpinan Kluge. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "und Generalmajor Lichel schildert den Verlauf den Kämpfe" (dan Mayor-Jenderal Lichel menerangkan tentang pertempuran yang telah terjadi)

-----------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Hauptmann Gerhard Ball (6 September 1915 - 9 Oktober 1941) ikut serta bersama dengan 3. Infanterie-Division dalam penyerbuan ke Uni Soviet (Unternehmen Barbarossa). Dalam gerak maju menuju Moskow tanggal 9 Oktober 1941, Ball gugur dalam pertempuran di jalan raya yang terletak di Medyn, sebelah tenggara Juchnows. Sebelumnya dia dengan gagah berani telah memimpin anakbuahnya dalam menahan serangan balasan pasukan musuh yang dilengkapi dengan tank. Atas jasa-jasanya, Ball dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 23 November 1941 sebagai Hauptmann dan Führer Aufklärungs-Abteilung 53 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / LVII.Armeekorps / Panzergruppe 4 / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan Eisernes Kreuz I.Klasse



Oberst Sigurd-Horstmar Freiherr von Beaulieu-Marconnay (31 Desember 1900 - 8 Oktober 1953) adalah perwira kelahiran Berlin-Charlottenburg yang ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan pensiun dini pada tahun 1920 dengan pangkat Leutnant. Pada tahun 1934 dia masuk lagi ke Angkatan Darat Jerman yang sedang diperluas dengan menjadi anggota Infanterie-Regiment 9. Beaulieu-Marconnay ikut serta dalam kampanye militer Wehrmacht di Polandia dan Prancis sebagai komandan batalyon, dan invasi ke Soviet sebagai ajudan Korps-Kommando X. Pada bulan Agustus 1942, Beaulieu-Marconnay diangkat sebagai komandan Infanterie-Regiment 29 (mot.) yang merupakan bagian dari 3. Infanterie-Division. Ketika divisinya terjebak oleh pasukan Soviet di Stalingrad, Beaulieu-Marconnay ditugaskan untuk menjaga jalan masuk di Marinovka-Dimitriyevka (barat laut Stalingrad) dari usaha terobosan terus-menerus pihak musuh. Bersama dengan Kampfgruppe-nya, dia berkali-kali menangkal serangan Rusia yang bermaksud menutup satu-satunya jalur penyelamatan diri 6. Armee apabila hendak keluar dari kota yang terkepung. Selama 1,5 bulan jalur tersebut terbuka berkat perjuangan tanpa kenal lelah Beaulieu-Marconnay dan anakbuahnya. Sayangnya, perintah Hitler yang dituruti dengan membabibuta oleh Panglima 6. Armee, Friedrich Paulus, membuat pasukan Jerman tetap bertahan di kota yang semakin lama semakin menciut oleh kepungan musuh. Pada akhirnya, pada tanggal 10 Januari 1943 Beaulieu-Marconnay dipaksa untuk meninggalkan posisi pertahanannya setelah musuh berhasil menerobos sektor lainnya sehingga membahayakan posisi anakbuahnya dari serangan yang datang dari arah belakang. Atas kegigihannya dalam bertempur, Heeresgruppe Don merekomendasikan Beaulieu-Marconnay agar mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 20 Januari 1943, dan rekomendasi tersebut langsung diterima pada hari yang sama! Secara resmi dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Januari 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 29 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Bersama dengan pasukannya yang setia, sang Regimentskommandeur kemudian menyerahkan diri pada pasukan Rusia pada tanggal 30 Januari 1943 dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai tawanan perang. Dia meninggal dunia akibat sakit pada tahun 1953 di Kamp Krasnopolye dan dimakamkan di Gundurovka (Ukraina Selatan). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1935); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


Oberleutnant Karlartur (Karl-Arthur) Apitzsch (25 Oktober 1920 - 1 Januari 1943) bertugas sebagai Vorgeschobene Beobachter alias Forward Observer di Artillerie-Regiment 3 (motorisiert) dalam pertempuran di Stalingrad (23 Agustus 1942 – 2 Februari 1943). Pada tanggal 1 Januari 1943 dia dinyatakan hilang dan jejaknya tak pernah terlihat lagi. Meskipun begitu, sebuah sumber baru-baru ini menyebutkan bahwa batang hidungnya pernah terlihat di kamp tawanan perang Soviet di wilayah Stalingrad, tak lama setelah pasukan Jerman menyerah! Atas prestasinya dalam pertempuran habis-habisan tersebut, Oberkommando der Wehrmacht menganugerahi Apitzsch Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara "anumerta" tanggal 4 November 1943 sebagai Vorgeschobene Beobachter (VB) 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 3 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (13 September 1942)


Sumber :
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Helden der Wehrmacht" dari Kriegswinter-Hilfswerke
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
www.pantorijn.blogspot.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de