Sunday, November 30, 2014

Foto Interimstab (Tongkat Komando) dan Marschallstab (Tongkat Marsekal)

INTERIMSTAB



Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee) menerangkan sesuatu kepada Raja Boris III dari Yugoslavia di tengah-tengah inspeksi Pioniertruppen (pasukan zeni) Jerman di Bulgaria tanggal 1 April 1941. Hanya beberapa hari kemudian (9 April 1941) dimulai operasi penyerbuan Wehrmacht ke Balkan dan Yunani (Unternehmen Marita). Di tangan List tergenggam tongkat komando yang biasa disebut sebagai Interimstab. Tongkat ini khusus untuk dipakai sehari-hari, sementara untuk acara-acara besar atau kenegaraan digunakan Marschallstab (Tongkat Marsekal). Interimstab milik Marsekal List sendiri sekarang tersimpan di Bayerisches Armeemuseum (Musium Angkatan Darat Bavaria) di Ingolstadt (Jerman)


 Para petinggi Heeresgruppe Süd dalam Unternehmen Barbarossa musim panas 1941. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd), Oberst im Generalstab Julius von Bernuth (Verbindungsoffizier des Oberkommando der Heeres zur Heeresgruppe Süd), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), dan Oberstleutnant im Generalstab August Winter (Ia Erster Generalstabsoffizier Heeresgruppe Süd). Rundstedt membawa serta Interimstab-nya, dan juga mengenakan seragam "Ehrenoberst" (Kolonel Kehormatan) meskipun dia notabene sudah berpangkat Marsekal (!), karena dia adalah "Chef des Infanterie-Regiments 18", sebuah pangkat kehormatan dari resimen lama kepada perwiranya yang sudah menanjak menjadi jenderal senior, minimal bintang tiga (General der...)


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) menganugerahkan Eisernes Kreuz I klasse kepada Leutnant Riedesel tanggal 26 Oktober 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa. Tidak ada keterangan nama perttama atau berasal dari unit mana si Riedesel ini, tapi kemungkinan dia dari 1. Kavallerie-Division karena di belakang Bock berdiri komandannya, Generalmajor Kurt Feldt. Disini sang Marsekal membawa serta Interimstab-nya


  Il Duce Benito Mussolini berbicara dengan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht) di lapangan udara Feltre (Italia utara) sebelum Keitel terbang pulang ke Berlin. Foto ini dibuat oleh Walter Frentz di sore hari tanggal 19 Juli 1943. Hanya dalam beberapa hari kemudian (24 Juli 1943), sang diktator Italia akan digulingkan dari kekuasaannya melalui pemungutan suara oleh Dewan Akbar Fasis, dan Raja Victor Emmanuel memerintahkan penangkapannya keesokan harinya. Dalam foto ini Keitel memegang Interimstab (tongkat komando), sementara di seragamnya tersemat medali Italia Grand Cross of the Military Order of Savoy yang dianugerahkan kepadanya oleh Raja Victor Emmanuel tanggal 24 April 1942, bersama dengan Großadmiral Erich Raeder

----------------------------------------------------------------------------

MARSCHALLSTAB


 Werner von Blomberg dalam foto yang diambil tak lama setelah dia dipromosikan secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall tanggal 20 April 1936. Dalam foto ini dia mengenakan seragam lengkap dengan semua medali (kebanyakan dari Perang Dunia Pertama) yang telah diraihnya. Blomberg juga membawa serta Marschallstab, sebuah tongkat komando khusus untuk Marsekal Jerman. Marschallstab hanya dipakai pada saat acara-acara penting saja, sementara untuk tugas harian maka si Marsekal biasa membawa Interimstab yang lebih sederhana bentuknya serta lebih kurus dan panjang (jangan ngeres!)


 


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939 (sumber lain menyebutkan bahwa nama kapal perangnya adalah Tirpitz, tapi itu salah beibeh!). Acaranya sendiri adalah penganugerahan Marschallstab (Tongkat Marsekal) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kanan Hitler berdiri Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Kemungkinan besar laksamana Kriegsmarine yang berdiri paling depan di sebelah kiri adalah Konteradmiral Günther Lütjens (Führer der Torpedoboote), sementara yang memberi hormat militer di tengah sementara lainnya hormat Nazi (biar greget!) adalah Vizeadmiral Wilhelm Marschall (Befehlshaber der Panzerschiffe), dan ketiga dari kanan (dengan janggut putih) adalah Admiral Rolf Carls (Kommandierender Admiral Marinestation der Ostsee)


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) memberikan Admiralstab (Tongkat Laksamana) kepada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang merupakan acara puncak dari upacara kenaikan pangkat luar biasa sang laksamana dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Acara tersebut dilangsungkan di dek kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939




 

Erich Raeder dalam sebuah foto yang dibuat tak lama setelah dia ditahbiskan sebagai Großadmiral (Laksamana Besar), bulan April 1939. Disini dia memegang sebuah Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang hanya diberikan pada orang yang berpangkat Großadmiral. Tercatat hanya empat orang laksamana Kaiserliche Marine dan dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat setinggi itu. Ini adalah daftarnya beserta tanggal penganugerahan Admiralstab-nya: Hans von Koester (6 Juni 1905), Prinz Heinrich von Preußen (4 September 1909), Alfred von Tirpitz (27 Januari 1911), Franz Conrad von Hötzendorf (31 Juli 1918), Erich Raeder (20 April 1939), dan Karl Dönitz (30 Januari 1943)


 Erich Raeder sebagai seorang Großadmiral dan Oberbefehlshaber der Kriegsmarine. Karir Raeder di Angkatan Laut Jerman berjalan dengan mulus dan cepat terutama karena kecerdasan serta kerja kerasnya. Koleganya mengenalnya sebagai orang yang "penyendiri, kurang nyaman dalam hubungan yang lebih dari hubungan kerja, relijius, otoriter, puritan, kurang menghargai terhadap inisiatif individu... dan sangat sensitif terhadap segala kritikan." Karena sikapnya yang dingin dan selalu menghindari kedekatan dengan orang lain, teman-teman Raeder (yang jumlahnya segelintir) mengakui bahwa sangat sedikit yang mereka ketahui tentang diri Raeder!


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta para penerima: Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Masih dalam upacara pengangkatan para jenderal dan marsekal baru Jerman yang diselenggarakan tanggal 19 Juli 1940 di Krolloper. Ini adalah para Marsekal anyar Luftwaffe, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Chef Luftflotte 2). Total terdapat lima orang Marsekal Luftwaffe, dan sisa dua orang lagi diangkat setelah acara ini: Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen (16 Februari 1943) dan Generalfeldmarschall Robert Ritter von Greim (25 April 1945)





Generalfeldmarschall Ernst Busch (6 Juli 1885 - 17 Juli 1945) dengan Marschallstab-nya. Tongkat komando ini diberikan kepadanya oleh Adolf Hitler pada tanggal 30 Januari 1943. Busch berasal dari keluarga yang mempunyai latar belakang militer yang kuat. Dalam Perang Dunia II dia menjadi komandan lapangan yang sangat berprestasi sehingga dianugerahi Pour le Mérite (4 Oktober 1918). Meskipun tidak tertarik pada masalah politik, dia mempunyai kecenderungan untuk tunduk buta pada setiap perintah dari Hitler walaupun dengan jalan mengorbankan banyak pasukannya; hal yang di lain pihak membuat kenaikan pangkatnya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan! Meskipun pada satu waktu pernah dipecat oleh Hitler, Busch dipanggil kembali di akhir perang - hanya untuk kemudian menyerah pada pasukan Sekutu tak lama kemudian! Dia meninggal karena sakit saat menjalani masa penahanan di Aldershot (Inggris), hanya dua bulan setelah perang usai di Eropa


 Gerd von Rundtsedt mendapat kenaikan pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall tanggal 19 Juli 1940 seusai kesuksesan operasi Wehrmacht di Front Barat (saat itu dia menjadi Oberbefehlshaber Heeresgruppe A di wilayah tengah Front Barat yang menjadi kunci terobosan Jerman ke Prancis). Di hari yang sama dia mendapat "jatah" Marschallstab. Saat ini Tongkat Marsekalnya menjadi koleksi Wehrgeschichtliches Museum Rastatt (Musium Sejarah Militer Rastatt) di Jerman

 
Ketiga pimpinan Angkatan Bersenjata memberi ucapan selamat untuk Hitler atas ulang tahunnya yang ke-52 tanggal 20 April 1941. Dua hari kemudian Yunani menyatakan penyerahannya setelah diinvasi oleh pasukan Jerman dan Italia. Disini terlihat dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Panglima Angkatan Darat), Reichsmarschall Hermann Göring (Panglima Angkatan Udara) dan Großadmiral Erich Raeder (Panglima Angkatan Laut). Wajah yang nyelip di belakang sambil tersenyum tampaknya adalah Reichspressechef Otto Dietrich


Marsekal sekaligus Perdana Menteri Rumania Ion Antonescu dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel sama-sama mengacungkan tongkat marsekalnya sebagai pemberian hormat dalam sebuah parade yang digelar dalam pesta Raja Michael I di Bukarest (Rumania) tanggal 16 November 1941. Foto oleh Kriegsberichter Scherl. Terlihat disini bahwa tongkat marsekal Antonescu lebih besar dibandingkan dengan milik Keitel, tapi nggak tahu kalau "tongkat" yang di bawahnya! Untuk lebih lengkapnya dengan "Hormat Marsekal" bisa dilihat DISINI


 Hitler bersama dengan para petinggi Nazi di Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg) di hari ulangtahunnya yang ke-53 tanggal 20 April 1942. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (membelakangi kamera, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Reichsorganisationsleiter der NSDAP), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im OKW, Oberkommando der Wehrmacht), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Karl Wolff (Verbindungsoffizier zischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), SS-Oberführer Prof. Dr.ing. Ferdinand Porsche (Wehrwirtschaftsführer), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan SS-Obergruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Reichsminister ohne Portfeuille und Chef der Reichskanzlei). Foto oleh Walter Frentz



Adolf Hitler menghadiahkan Feldmarschallstab (tongkat komando Marsekal) kepada Erwin Rommel, bersama dengan Interimstabnya, tanggal 1 Oktober 1942 (versi lain 30 September 1942) di Reichskanzlei, Berlin. Dari kiri ke kanan: Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalmajor Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); Kapitän zur See Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanzoffizier); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler); dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika")



 Adolf Hitler menghadiahkan Feldmarschallstab (tongkat komando Marsekal) kepada Erwin Rommel, bersama dengan Interimstabnya, tanggal 1 Oktober 1942 (versi lain 30 September 1942) di Reichskanzlei, Berlin. Dari kiri ke kanan: Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler); Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); SS-Hauptsturmführer Richard Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanzoffizier); dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika")


Upacara pemakaman Generaloberst Hans Valentin Hube yang diselenggarakan tanggal 26 April 1944. Baris depan dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Großadmiral Karl Dönitz dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel. Baris belakang antara Kluge dan Himmler adalah General der Infanterie Joachim von Kortzfleisch, sementara bapak-bapak botak dengan kepala menunduk antara Dönitz dan Keitel adalah Generaloberst Hermann Hoth. Dönitz sendiri tampak memegang Admiralstab-nya 



Dua orang tentara Amerika sedang mengagumi Admiralstab kepunyaan Großadmiral Karl Dönitz. Lalu kenapa pula di foto di atas ada tulisan PFC William A. Lilley segala? Jawabannya ada DISINI. Admiralstab Dönitz sekarang berada di Shropshire Regimental Museum di Kastil Shropshire yang terletak di Shrewsbury, Inggris. Benda tersebut disumbangkan kepada musium oleh Major General J.B. Churches, orang yang menangkap Sang Großadmiral di akhir Perang Dunia II. Dia merupakan komandan sebuah brigade infanteri yang merebut Flushing dan menawan Dönitz beserta jajaran pemerintahannya di bulan Mei 1945



Sumber:
Foto koleksi pribadi Sepp45
www.europeana.eu
www.forum.axishistory.com
www.historicalphotos.org
www.life.time.com
www.themarshalsbaton.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: