Sunday, May 8, 2011

Foto Jaket Kulit (Lederbekleidung) Wehrmacht

LEDERMANTEL

Jubah kulit Jerman M36 yang biasa dipakai oleh perwira/jenderal Wehrmacht terdiri dari dua baris kancing, dua saku pinggir, serta manset "Prancis". Kancingnya dipasang dengan mesin, dan dilengkapi dengan dua saku ritsleting di bagian dalam. Bagian belakang terbelah dua untuk mengantisipasi saat si pemakai mengendarai sepeda motor atau kuda. Terdapat dua buah sabuk pengikat berbahan sama: di bagian kaki untuk membuat jubah tetap membujur ke bawah, serta di bagian pinggang untuk tetap menahan jubah saat kondisi berangin kencang


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai stahlhelm, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang digelar di Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939. Brauchitsch mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya, yang dia dapatkan beberapa hari sebelumnya (30 September 1939) sebagai penghargaan atas kontribusinya bagi kesuksesan pasukan Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam kampanye militer Jerman di Polandia (1 September 1939 s/d 6 Oktober 1939; satu bulan lebih enam hari). Dalam foto ini, Brauchitsch dan Hitler sama-sama mengenakan ledermantel (jaket kulit) sebagai pelindung dari dinginnya musim gugur yang mulai melanda. Foto oleh Berichter Mensing dari Scherl Bilderdienst




 Major Emil Badorrek (6 Mei 1910 - 26 Desember 1944) telah ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia II dari sejak invasi ke Polandia sampai ke Rusia sebagai pilot pengintai menggunakan pesawat Junkers Ju 88. Pada bulan September 1943 pesawatnya dikonversi ke Junkers Ju 188. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #947 tanggal 22 November 1943 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 4.(Fern) Staffel / Aufklärungsgruppe 11 / Stab Fernaufklärungsgruppe 2 / Luftflotte 6, serta Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #652 tanggal 18 November 1944 sebagai Major dan Staffelkapitän 4.(Fern) Staffel / Aufklärungsgruppe 11 / Stab Fernaufklärungsgruppe 2 / Luftflotte 6. Medali-medali bergengsi tersebut diterimanya atas dedikasinya yang luar biasa sebagai pilot pengintai yang selalu mempertontonkan keberanian di situasi sesulit apapun sehingga mampu mengemban tugasnya dengan baik dan membawa laporan posisi musuh yang berharga. Tidak hanya itu, dia juga menambah catatan prestasinya dengan menghancurkan sejumlah kendaraan dan posisi pertahanan darat menggunakan pesawatnya. Pesawat Junkers Ju 188D-2 "T5+LK" (Werknummer 150492) yang dipilotinya ditembak jatuh bersama dengan awaknya (Leutnant Josef Reinardy, Oberfeldwebel Gerhard Siller dan Oberfeldwebel Franz Felician) pukul 12:54 siang di atas Tomaszowice dekat Krakow (Polandia) di akhir tahun 1944. Tak ada yang selamat dalam peristiwa tersebut. Selama karirnya Badorrek tercatat telah ikut serta dalam 580 misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Mei 1941) dan I.Klasse (18 Juli 1941); Frontflugspange für Aufklärer; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (22 Desember 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold 14/46 (14 April 1942)



Generalmajor Erich Bärenfänger (12 Januari 1915 - 2 Mei 1945) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Führer III.Bataillon / Infanterie-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 11.Armee / Heeresgruppe A, Eichenlaub #243 tanggal 17 Mei 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / XXXXIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A, serta Schwerter #45 tanggal 23 Januari 1944 sebagai Major dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / XXXXIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; SA-Sportabzeichen (12 November 1934); Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Juli 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in silber (23 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Silber (9 Agustus 1941); Ordinul Coroana României, spade în grad de Cavaler Rumania (13 Agustus 1941); Deutsches Kreuz in Gold (26 Desember 1941); Verwundetenabzeichen in Gold (10 Januari 1942); Voenen Orden "Za Hrabrost" IV stepen, 1 klas Bulgaria (7 Februari 1942); Badge of Honor of Bulgarian Infantry in Silver Bulgaria (7 Februari 1942); Medalia Cruciada împotriva comunismului Rumania (23 Mei 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (5 Agustus 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (14 Agustus 1942); Krimschild (2 November 1942); Ehrenbürger der Stadt Menden (4 Maret 1944); serta Ehrenring der Stadt Menden (4 Maret 1944). Biografi singkatnya bisa diliat DISINI


Generaloberst Johannes Blaskowitz


 Unternehmen Barbarossa: Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte) yang memakai jaket kulit (ledermantel) turun dari mobilnya untuk menghadiri rapat perang di Nikolskoye di bulan Oktober 1941. Rapat tersebut akan menentukan strategi yang akan diambil oleh pasukan Jerman dalam gerak maju ke Kota Moskow, dan sang Marsekal diberi kepercayaan oleh Hitler untuk menjadi penanggungjawab tertinggi operasi tersebut


General der Infanterie Theodor Busse (memakai ledermantel) berjalan bersama Generalleutnant Bruno Ortner. Busse adalah Kommandierender General I. Armeekorps sementara Ortner adalah Kommandeur 281. Infanterie-Division, karenanya bisa dipastikan bahwa foto ini, yang berasal dari album seorang perwira dari 281. Infanterie-Division, diambil akhir tahun 1944


 General der Infanterie Kurt von der Chevallerie


 SS-Obersturmbannführer Hans Dorr (7 April 1912 - 17 April 1945) adalah Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking" yang tercatat terluka sebanyak 16 kali dalam perang! Yang terakhir dia dapat di bulan Januari 1945 saat pos komandonya dihantam tembakan artileri musuh. Banyak perwira yang tewas di tempat, tapi Dorr "hanya" terluka parah. Sayangnya, dia meninggal beberapa bulan kemudian akibat luka-lukanya tersebut di Feldlazarett dekat Judenburg, Austria, kurang dari satu bulan sebelum perang di Eropa usai! Medali dan penghargaan yang diraihnya: SA-Sportabzeichen; Deutsches Reiterabzeichen in Bronze; DRL Sportabzeichen in Bronze; Deutsche Lebens-Rettungs-Gesellschaft Abzeichen in Bronze; Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit spange (12 Juni 1940); Eisernes II.Klasse (14 November 1939) dan I.Klasse (20 Agustus 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 Oktober 1940), in Silber (29 Agustus 1941), dan in Gold (20 April 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); Nahkampfspange in Bronze (15 September 1943) dan in Silber (3 Mei 1944); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (28 April 1944); Deutsches Kreuz in Gold #34/34 (19 Desember 1941); serta Schwerter #77 (9 Juli 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1212 (27 September 1942) mit Eichenlaub #327 (13 November 1943)


Reichsstatthalter Franz Ritter von Epp



SS-Obersturmbannführer der Reserve Carl-Heinz Frühauf (14 Februari 1914 - 18 April 1976) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Juni 1944 sebagai SS-Hauptsturmführer der Reserve dan Führer II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 49 "De Ruyter" / 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland". Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (10 November 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (26 September 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze. Dia adalah mantan perwira di SS-Standarte Germania sebelum kemudian bertugas di Brigade Nederland. Biografinya bisa dilihat DISINI. Dalam foto studio di atas Frühauf mengenakan ledermantel (jaket kulit) super keren. Foto ini dibuat tak lama setelah dia menerima medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Juni 1944. Ritterkreuz yang dikenakannya dalam foto ini sendiri adalah buatan S&L - yang merupakan produsen terbanyak medali tersebut selain dari Juncker


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Prof.Dr.med. Karl Franz Gebhardt


Generalmajor Walter Gleiniger adalah Feldkommandantur 586 Limoges yang bunuh diri pada tanggal 21 Agustus 1944 di dekat Guerèt, Prancis, setelah ditangkap oleh SS karena memprakarsai negosiasi penyerahan pasukannya ke tangan pasukan perlawanan bawah tanah Prancis. Beberapa sumber menyebutkan namanya sebagai "Gleininger" (salah satu contohnya adalah disini, disini, dan disini), meskipun versi yang benar adalah "Gleiniger" (sesuai dengan nama yang dia tulis sendiri dalam salah satu suratnya tentang pembantaian Oradour sur Glane)


Generalmajor Luftwaffe Fritz Grieshammer


Major Erich Hartmann, jagoan Luftwaffe dengan 352 kemenangan udara



Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei) dan para pengiringnya dalam sebuah acara kunjungan ke sebuah lokasi kebudayaan atau musium dan semacamnya, musim gugur tahun 1940. Mendampingi dia adalah ajudannya yang setia, SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper. Foto ini termuat dalam buku "Jochen Peiper: Commander, Panzerregiment Leibstandarte" karya Patrick Agte dan memperlihatkan dengan jelas detail jaket kulit super keren yang dikenakan oleh Himmler!


 Generaloberst Alfred Jodl seusai upacara penyerahan para tokoh Pemerintahan Flensburg tanggal 23 Mei 1945. Dia mengenakan ledermantel (jaket kulit) dengan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tergantung di lehernya. Pada tahan 1975, Großadmiral Karl Dönitz (mantan Kepala Pemerintahan Flensburg) mengaku bahwa dia menganugerahkan kepada Jodl medali tersebut tak lama setelah sang kolonel jenderal kembali dari penandatanganan penyerahan "mewakili pemerintahan yang baru"

SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Hans Jüttner (tengah, memakai ledermantel) mengambil alih posisi Chef SS-Führungshauptamt dari Heinrich Himmler setelah bertugas sebagai Kepala Staff-nya. Seorang peraih Deutsches Kreuz in Silber, dia meninggal dunia pada tanggal 24 Mei 1965. Di sebelah kirinya adalah Komandan SS-Unterführerschule (Sekolah bintara SS) di Arnheim, SS-Standartenführer Willy Fortenbacher. Foto ini diambil di periode 10 Agustus 1943 - 10 Mei 1944, di masa kepemimpinan Fortenbacher di Arnheim


General der Flieger Josef Kammhuber terkenal sebagai jenderal pemburu malam pertama Luftwaffe. Dia mendapat kredit sebagai orang yang mengembangkan sistem pertahanan malam pertama di dunia yang benar-benar sukses dan dinamakan sebagai "Kammhuber Line"


Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge dengan Feldmarschallstab di tangan dan ledermantel (jaket kulit) di badan. Prancis tahun 1944


General der Panzertruppe Walter Krüger


 Oberleutnant Gerhard Loos adalah pilot jagoan Luftwaffe dengan 92 kemenangan udara, dan juga merupakan seorang Ritterkreuzträger (peraih Salib Ksatria) yang didapatkannya tanggal 5 Februari 1944 sebagai Leutnant dan Staffelführer di 8./JG 54. Pada tanggal 6 Maret 1944 Loos, yang menerbangkan pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 "RX + DL" (Werksnummer 411922), ditembak jatuh dalam pertempuran udara di sekitar Rheinsehlen oleh Lieutenant John Howell dari 357th Fighter Group. Tergantung tak berdaya di parasutnya, angin membawa dia pada jaringan kabel listrik tegangan tinggi. Loos nekad untuk melepaskan diri dari parasutnya dan jatuh pada ketinggian 20m sehingga tewas seketika!


 Oberst Günther Lützow


Generalfeldmarschall Walter Model. Orang ini dikenal kasar dan biasa ngomong seenaknya (terutama terhadap perwira senior dari kalangan Junker yang aristokrat/terpelajar) tapi diidolai oleh perwira rendah dan prajurit biasa karena kejujurannya. Dia adalah salah satu dari sangat sedikit jenderal Jerman yang bisa mempertahankan pendapatnya di hadapan Hitler, dan biasanya mendapatkan apa yang dia minta dari Führer! Hitler sendiri begitu menghormati jenderalnya yang satu ini (mungkin karena kemampuan militernya yang amit-amit dan juga background keluarganya yang berasal dari kalangan biasa sama seperti Hitler) dan menjulukinya sebagai "mein bester Feldmarschall" (Marsekal terbaikku). Model adalah seorang master dalam peperangan defensif, sejajar dengan Gotthard Heinrici dan Ferdinand Schörner, dan terutama dikenang atas kesuksesannya dalam pertempuran super brutal di Rzhev dan usaha penstabilan front setelah terobosan Soviet dalam Operasi Bagration



Major Rudolf Mons (2 Oktober 1914 - 26 November 1943) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1941 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di I.Gruppe/Kampfgeschwader 40 (KG 40), bersamaan dengan rekannya Henrich Schlosser. Dia adalah seorang pilot pembom berpengalaman yang turut terlibat dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), dan kemudian diserahi tanggungjawab memimpin salah satu Staffel pertama Luftwaffe yang menggunakan pesawat Heinkel He 177 "Greif". Mons gugur dalam misi anti kapal Sekutu di atas perairan Mediterania


General der Panzertruppe Friedrich Paulus memakai ledermantel (jaket kulit) untuk menahan hawa dingin di lapangan udara Poltava di Rusia Selatan, musim dingin Januari 1942. Di belakangnya terparkir pesawat transport Junkers Ju 52. Foto oleh Kriegsberichter Heinz Mittelstaedt dari PK (Propaganda-Kompanie) 637


 Delegasi Jerman tiba di Hotel de Wereld di Wageningen, Belanda, untuk mendiskusikan penyerahan tanpa syarat pasukan Jerman di Belanda, tanggal 5 Mei 1945. Yang memakai ledermantel (jaket kulit) dengan Ritterkreuz bertengger di leher adalah Generalleutnant Paul Reichelt (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Niederlande 'Festung Holland'), sementara yang membawa gembolan di depannya kemungkinan adalah Oberst Paul Müncheberg, Perwira Operasi Oberbefehlshaber Niederlande 'Festung Holland'


Generalfeldmarschall Walther von Reichenau


Jagoan udara Luftwaffe Hauptmann Ernst-Wilhelm Reinert mengenakan ledermantel. Perhatikan schirmmütze di kepalanya yang tidak dilengkapi lambang Adler Luftwaffe! Selama karir perangnya dia telah terlibat dalam 715 feindflug dan menembak jatuh 174 pesawat di udara serta menghancurkan 16 lainnya di darat. 103 klaimnya dibukukan di Front Timur, 20 di Front Barat, dan 51 di Front Mediterania. Dia juga tercatat menghancurkan 16 kendaraan lapis baja serta 6 kereta api!


Generalfeldmarschall Erwin Rommel memakai ledermantel (jaket kulit) dalam inspeksi ke Atlantikwall di Le Treport, Prancis, pertengahan Februari 1944. Di sebelah kiri adalah Generalleutnant Dr.phil. Hans Speidel (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


 Oberleutnant Karl Roßmann (Chef 16.Kompanie / IV.Abteilung / Flak-Regiment "General Göring" (motorisiert)) memakai stahlhelm M40 dan ledermantel dalam upacara penganugerahan Ritterkreuz yang diterimanya tanggal 12 November 1941. Roßmann memulai karir militernya sebagai Fahnenjunker di Flak-Regiment 5 tanggal 1 September 1937 dan mengakhirinya di satu-satunya divisi panzer Luftwaffe saat dia menyerahkan diri ke tangan pasukan Amerika bulan Mei 1945. Dia (23 November 1916 – 1 April 2002) dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (29 Juni 1941) dan I.Klasse (17 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (7 Juli 1941); Flak-Kampfabzeichen der Luftwaffe (19 September 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); Erdkampfabzeichen der Luftwaffe (14 Januari 1944); Deutsches Kreuz in Gold #48/311 (20 Maret 1944); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #370 (12 November 1941) mit Eichenlaub #725 (1 Februari 1945)


SS-Brigadeführer Karl-Gustav Sauberzweig (memakai ledermantel) bersama dengan Dr. Džafer-beg Kulenović dalam sebuah acara penyambutan Divisi "Handschar" di timur-laut Bosnia, akhir tahun 1944. Kulenović adalah Wakil Presiden Muslim Bosnia dari Negara Independen Kroasia (Nezavisna Država Hrvatska, NDH) yang merupakan negara boneka bentukan Jerman yang dipimpin oleh Ante Pavelić. Kulenović juga merupakan mantan Presiden dari JMO (Jugoslavenska Muslimanska Organizacija; Organisasi Muslim Yugoslavia), partai Islam terbesar dan paling berpengaruh di Yugoslavia sebelum Perang Dunia II pecah


Oberst Johann "Hans" Schalk awalnya adalah salah seorang pilot aerobatik Austria terkemuka yang banyak mempertunjukkan kemampuannya di banyak negara. Setelah Anschluss tahun 1938, dia ditunjuk menjadi Gruppenkommandeur dari IV./Jagdgeschwader 134 (cikal-bakal III./Zerstörergeschwader 26). Dia mengklaim lima kemenangan udara dalam Pertempuran Prancis dan enam dalam Pertempuran Britania (tiga diantaranya dibukukan oleh operator radionya, Unteroffizier Scheuplein!). Dia adalah salah satu anggota Luftwaffe pertama yang dianugerahi Ehrenpokal der Luftwaffe, dan juga merupakan pilot Zerstörer (perusak) pertama yang dianugerahi Ritterkreuz pada tanggal 11 September 1940 setelah 9 kemenangan udara

Generalmajor Erich-Otto Schmidt


Jagoan Luftwaffe dengan 68 kemenangan udara, Leutnant Hans Strelow



SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Jürgen Wagner (23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Divison "Nederland") memakai ledermantel (jaket kulit) dan Signal-taschenlampe (Lampu/Senter Sandi). Di lehernya bertengger medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #680 tanggal 11 Desember 1944 sebagai Kommandeur 4.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade "Nederland"



SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (13 Desember 1907 - 11 Januari 1995) adalah jenderal Waffen-SS yang menjadi komandan Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH) setelah komandan pertamanya, Sepp Dietrich. Wisch menjadi komandan LSSAH periode 4 Juli 1943 s/d 20 Agustus 1944 saat divisi SS pertama tersebut bertransformasi dari divisi Panzergrenadier menjadi divisi panzer. Wisch harus merelakan jabatannya diambil alih oleh Wilhelm Mohnke setelah terluka parah oleh tembakan artileri Sekutu dalam pertempuran di Kantong Falaise sehingga harus dirawat secara intensif. Akibat dari luka-lukanya tersebut, Wisch menghabiskan sisa perang sebagai perwira staff dan tidak ditugaskan lagi di front depan. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Ehrendegen des Reichsführers-SS (9 November 1935); Julleuchter der SS (16 Desember 1935); Deutsches Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse (23 September 1936); Deutsches Reichssportabzeichen in Bronze (1 Desember 1937); SA-Sportabzeichen in Bronze (1 Desember 1937) und in Gold; Totenkopfring der SS (1 Desember 1937); SS-Zivilabzeichen (Nr. 4 198); Ehrenwinkel für alte Kämpfer; Deutsches Reiterabzeichen in Bronze (2 April 1938); Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (2 Maret 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (22 Mei 1939) mit Spange “Prager Burg“ (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (24 September 1939) und I.Klasse (8 November 1939); SS-Dienstauszeichnung 1.Stufe und 3.Stufe (5 November 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (28 Juli 1941), in Silber und in Gold (1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (2 Maret 1942) und in Silber (4 September 1943); Ordinul Coroana României (3 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (4 September 1942); Deutsches Kreuz in Gold (25 Februari 1943); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (15 September 1941) mit Eichenlaub (12 Februari 1944) und Schwerter (30 Agustus 1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 31 Desember 1943. Untuk biografi singkat Theodor Wisch bisa dibaca DISINI



Para perwira dari Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) di Venlo, Belanda, musim semi tahun 1941. Dari kiri ke kanan: Nachtflugleiter (pemimpin penerbang malam) Hauptmann G. Hitgen (Fluglotse alias air traffic controller), Hauptmann Werner Streib (Staffelkapitän 2./NJG 1), dan Leutnant Hans-Dieter Frank (Flugzeugführer di 2./NJG 1). Karena efek musim dingin masih terasa, mereka semua mengenakan ledermantel (mantel kulit) M36. Streib adalah peraih Ritterkreuz (6 Oktober 1940) yang nantinya meraih Eichenlaub #197 (26 Februari 1943) serta Schwerter #54 (11 Maret 1944). Dia adalah jagoan udara dengan 66 kemenangan (65 diraih di malam hari). Sementara Frank nantinya meraih Ritterkreuz (20 Juni 1943) serta Eichenlaub #417 (anumerta, 2 Maret 1944). Jumlah kemenangannya adalah 55

------------------------------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE LEDERBEKLEIDUNG / FLIEGERJACKEN

Jaket kulit pilot Luftwaffe pola pertama. Jaket semacam ini kebanyakan dibuat berwarna coklat, hanya saja ada juga pilihan yang berwarna hitam. Terdapat tiga buah ritsleting di bagian luar dan dua di bagian dalam, biasanya untuk menyimpan peta dan pistol. Adanya kantong dengan ritsleting ini demi meminimalisir hambatan yang biasa terjadi dengan helai saku berkancing saat naik/turun kokpit


 Oberfeldwebel Günther Bahr (18 Juli 1921 - 29 April 2009) berpose sambil memakai syal putih dan ledermantel Luftwaffe. Regulasi mensyaratkan bahwa pemakaian jaket terbang tidak boleh dipadukan dengan pemasangan tanda pangkat bahu, tanda pangkat kerah dan medali (selain dari Eisernes Kreuz I.Klasse). Tapi jagoan udara dari 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 6 (NJG 6) ini dengan sengaja menabrak semua aturan tersebut dengan mencantolkan medali Deutsches Kreuz in Gold dan Fliegerführerabzeichen di jaketnya, belum lagi tanda pangkat di bahu dan kerah!



 Feldwebel Konrad "Pitt" Bauer (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 300 "Wilde Sau") berpose di atas kokpit pesawat pemburu Focke-Wulf Fw 190 A-8 (Werknummer 171641) "Rote 3" yang diberi grafiti "Kornjark". Ketika ditanya apakah itu adalah nama akek, tuak, anggur orangtua atau sebangsanya (karena pilot satu ini memang pemabok berat!), Bauer menjawab bahwa sebenarnyalah itu adalah nama Nordik. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Doelfs dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 18 September 1944. Teks aslinya berbunyi: "Er vernichtete vierzehn 'Viermotorige'. Der Luftkrieg der letzten Wochen wird vor allem durch die mit sämtlichen Mitteln gesteigerte Offensive des Feindes vom Westen und Süden gegen das Reichsgebiet gekennzeichnet. Sie Stellen an unsere Abwehr, insbesondere an unsere Jäger, die höchsten Anforderungen. Hier einer unserer erfolgreichen Jäger, Feldwebel Konrad Bauer. Er bezwang bisher 36 feindliche Flugzeuge, unter ihnen 14 'Viermotorige'" (Dia menghancurkan 14 "Pesawat Mesin Empat". Peperangan udara di minggu-minggu ini ditandai dengan semakin meningkatnya sumber daya ofensif musuh melawan Reich dari Barat dan Selatan. Kondisi ini menuntut para pemburu kita untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ini adalah salah satu pemburu yang paling sukses, Sersan Konrad Bauer. Dia telah menembak jatuh 36 pesawat musuh dengan 14 diantaranya adalah "Mesin Empat")


Leutnant Hugo Broch dalam foto yang dibuat tanggal 12 Maret 1945 saat dia dianugerahi Ritterkreuz atas prestasinya menembak jatuh 79 pesawat musuh. Broch adalah jagoan Luftwaffe dengan total skor 81 fliegerabschüsse (kemenangan udara) yang diraih dalam 324 feindflug (misi tempur), semuanya diraih di Front Timur


Major Kurt Bühligen bersama dengan anjingnya, 'Flitzer' di dalam sebuah ruangan yang menjadi kantornya di pangkalan Jagdgeschwader 2, Jerman, musim gugur 1944. Bühligen adalah seorang jagoan udara Luftwaffe yang meraih 112 fliegerabschuße dari 700 feindflug. Semua kemenangannya diraih di Front Barat, dan selama karir bertempurnya dia tidak pernah ditembak jatuh!


 Oberleutnant Gerhard Thyben di hari penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk dirinya yang dilangsungkan di Libau tanggal 22 Desember 1944. Saat itu dia menjabat sebagai Staffelkapitän 7./JG 54. Upacaranya sendiri berselang beberapa hari dari pengumuman penganugerahannya (6 Desember 1944). Thyben adalah seorang jagoan udara Luftwaffe yang mendapat RK setelah menghancurkan 116 pesawat musuh di udara, sementara skor akhirnya sendiri adalah 152. Nantinya dia juga akan mendapat Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #822 yang diraihnya tanggal 8 April 1945. Foto oleh Kriegsberichter Stachelscheid

------------------------------------------------------------------------------------------

Jaket kulit pilot Luftwaffe pola kedua lumayan unik karena dilengkapi dengan manset elastis berwarna coklat serta jalur pengikat pinggang. Dua saku depan dilengkapi dengan celah di pinggirnya yang berfungsi untuk menghangatkan tangan, sementara titik Saharani di bagian atas mempunyai dua saku tersembunyi di dalamnya. Di bagian dalam terdapat dua saku ritsleting yang sama dengan jaket kulit pilot Luftwaffe versi sebelumnya



Hauptmann im Generalstab Otto Edler von Ballasko (29 April 1919 - 5 Februari 2005) adalah pilot dari Austria yang bergabung dengan Flieger-Ersatz-Abteilung 16 tanggal 7 November 1938. Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Britania, Unternehmen Barbarossa, Pengepungan Leningrad, Kantong Demyansk, Pertempuran Kaukasus, Pertempuran Stalingrad, Pertempuran Kursk, dan invasi Sekutu atas Sisilia. Veteran bomber yang biasa mempiloti pesawat Heinkel He 177 ini dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Kampfgeschwader 1 "Hindenburg" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 1. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika bulan Mei 1945 dan dilepaskan kembali di akhir tahun yang sama. Ballasko melanjutkan karir sebagai direktur perusahaan ban "Semperit" di Inggris. Sepanjang Perang Dunia II dia telah tercatat terlibat dalam 401 misi tempur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen (9 Maret 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 September 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (31 Januari 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (10 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (26 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger (1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (16 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (19 Januari 1942); Kroatisches Flugzeugführerabzeichen (11 Juni 1943); serta Demjanskchild (31 Desember 1943)

Major Anton "Toni" Hackl dari Jagdgeschwader 76 bercanda bersama dengan anjing peliharaannya di depan sebuah pesawat Focke-Wulf Fw 190 A-8 (Werknummer 170935). Dia adalah seorang jagoan udara Luftwaffe dengan 192 fliegerabschuße yang diraih dari 1.000 feindflug. Dia sendiri tertembak jatuh 8 kali dan terluka 4 kali



Hauptmann Herbert Schob (12 Mei 1915 - 5 April 1981) adalah jagoan udara Jerman dengan 34 kemenangan udara terkonfirmasi (6 selama Perang Saudara Spanyol, 28 dalam Perang Dunia II). Dia meraih Ritterkreuz tanggal 9 Juni 1944 sebagai Oberleutnant dan pilot di II.Gruppe/Zerstörergeschwader 76. Foto di atas sungguh menggambarkan karakternya: pelawak sejati!

------------------------------------------------------------------------------------------

U-BOOT LEDERBEKLEIDUNG



SS-Oberscharführer Johann Terdenge (kelahiran 24 Februari 1919) adalah Zugführer 3.Zug / 6.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", dan disini dia berfoto dengan Panzerkampfwagen IV Ausf.H (Sd.Kfz.161/2) "635" miliknya dalam sebuah latihan di Flandern/Belgia, musim semi 1944. Terdenge mengenakan Lederkleidung mit Lederkappe (jaket dan topi kulit) sisa awak U-boat sebagai penghangat dari udara dingin yang menerpa. Dia adalah salah satu dari sedikit veteran dari mayoritas anggota unit yang masih belia. Nantinya Terdenge mendapatkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse dalam Pertempuran Normandia tanggal 11 Juni 1944. Foto oleh Kriegsberichter Kurth dari Propaganda-Kompanie (PK) 698

------------------------------------------------------------------------------------------

PANZERTRUPPEN LEDERBEKLEIDUNG

"Lederjacke im Panzerschnitt" (arti harfiahnya: jaket kulit dengan potongan panzer) adalah nama resmi dari varian jaket kulit untuk pasukan panzer yang langka ini. Tidak banyak foto dari periode Perang Dunia II yang memperlihatkan penggunaannya karena memang peredarannya tidaklah luas dan bukan resmi keluaran Oberkommando der Wehrmacht. I. SS-Panzerkorps mendapat durian runtuh saat menemukan stok jaket kulit untuk awak U-boat serta seragam hitam Fasis di gudang perlengkapan Italia musim panas tahun 1943. Pada awalnya jaket-jaket tersebut diperuntukkan bagi Angkatan Laut Italia yang merupakan Sekutu Jerman, tapi setelah Mussolini tersingkir dari tampuk kekuasaan dan negara tersebut berbalik mendukung Sekutu, maka peralatan perangnya (dan juga perlengkapannya) disita oleh pasukan Wehrmacht yang menginvasi Italia tahun 1943. Akhirnya jaket-jaket kulit tersebut dikonversi menjadi jaket pasukan panzer dan kebanyakan dipakai oleh 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" serta unit saudaranya 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend". Nantinya beberapa unit lain juga kecipratan jaket keren ini, di antaranya adalah schwere SS-Panzer-Abteilung 502 dan 503. Beberapa foto masa itu yang memperlihatkan penggunaannya menunjukkan bahwa schulterklappen (tanda pangkat bahu) ikut disematkan pada jaket kulit Waffen-SS, dengan foto yang paling banyak beredar adalah saat jaket dari jenis tersebut dikenakan oleh Michael Wittmann, Karl Brommann serta Horst Hain (semuanya jagoan panzer Jerman)



Dua orang komandan kompi sekaligus perwira terbaik dari 23. Panzer-Division berpandangan penuh cinta sambil mengenakan "Lederjacke im Panzerschnitt" (jaket kulit dengan potongan panzer. Foto diambil bulan Februari-Maret 1945. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Oberleutnant Horst Hain (Chef 3.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division) dan Leutnant der Reserve Johannes Keck (Chef 2.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division). Jaket-jaket kulit ini merupakan hasil pesanan khusus ke penjahit dan dikenakan oleh beberapa orang perwira dari Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 di akhir perang


 Oberleutnant Horst Hain (22 Februari 1920 - 26 Mei 1994) memulai karirnya di RAD (Reichsarbeitsdienst) sebelum masuk Wehrmacht. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 Maret 1945 sebagai Oberleutnant dan Chef 3.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division / III.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Divisinya menyerahkan diri pada pasukan Sekutu di akhir perang dan kebanyakan dari mereka tak lama kemudian dipulangkan kembali beberapa bulan setelahnya. Hain lalu melanjutkan karirnya di Bundeswehr dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1972 dengan pangkat Hauptmann. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1940) dan I.Klasse (22 Mei 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 Juni 1940), in Silber (1 September 1944) dan in Gold (4 September 1944); Panzerkampfabzeichen in Bronze (22 November 1940), II.Stufe "25" (20 Februari 1945) dan III.Stufe "50" (22 Februari 1945); Deutsches Kreuz in Gold (5 April 1943); Ärmelband Kreta (28 Mei 1943); serta Nahkampfspange in Bronze (3 Mei 1944)

------------------------------------------------------------------------------------------

RAMPASAN 

 Hampir segala sesuatu tentang Heinz Bär bisa dibilang "luar biasa". Salah satunya adalah kebiasaannya mengenakan jaket terbang kulit A-2 Amerika "pinjaman" yang menjadi favoritnya, dimulai dari bulan Februari 1944. Jaket tersebut mendapat penambahan schulterklappen (tanda pangkat bahu) kuning dengan jalinan perak yang memperlihatkan pangkat Mayor yang disandangnya, serta di bagian depan tercantol medali Eisernes Kreuz I.Klasse yang didapatkannya tanggal 6 Juli 1940 dalam Pertempuran Britania.. dan semua itu bisa dibilang melanggar peraturan utama Luftwaffe dalam hal berpakaian! Belum lagi pilihannya untuk selalu menerbangkan pesawat cadangan skuadronnya dari tahun 1939! Perlu diketahui bahwa dari jumlah 12 buah pesawat dalam satu Staffel (Skuadron), selalu terdapat tambahan satu pesawat sebagai cadangan darurat untuk berjaga-jaga manakala ada pesawat yang rusak atau hilang. Tapi karena Bär secara kebetulan menembak jatuh pesawat musuh pertamanya saat menggunakan pesawat "Weisse 13", maka dari sejak saat itu dia memutuskan bahwa angka 13 adalah angka keberuntungannya!


Sumber :

Buku "Allgemeine-SS: The Commands, Units and Leaders of the General SS" karya Mark C. Yerger
Buku "Luftwaffe Efficiency and Promotion Reports for the Knight’s Cross Winners" karya French L. MacLean
Buku “Luftwaffe Fighter Aircraft in Profile” oleh Christer Bergström dan Claes Sundin
Buku "Scouts Out: A History of German Armored Reconnaissance Units in World War II" karya Robert Edwards
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Nationaal Archief
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Bart V.
Foto koleksi pribadi Eric JB
Foto koleksi pribadi Gareth Collins

Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com

www.gahetna.nl 
www.geocities.com
www.gmic.co.uk

www.historicalwarmilitariaforum.com
www.militaria321.com
 
www.muzej-nz.si
www.totls.com
www.varusteleka.com

www.vrijwilligerslegioen.nl
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com

4 comments:

freddy butarbutar said...

jual jaket ss gak sob?

denni ardianto said...
This comment has been removed by the author.
denni ardianto said...

Wow keren banget jaket kulit asli yang di pakai pasukan nazi.. Sangar banget modelnya :)

Para Gamerz Sejati said...

Maksudnya kemampuan militer walter model amit amit itu bagus atau kacau?