Wednesday, May 25, 2011

Foto Tokoh Third Reich Dengan Mantel Jenderal/Admiral

HEER (OFFIZIERMANTEL)


Generaloberst Johannes Blaskowitz



Generalfeldmarschall Werner von Blomberg


Generalfeldmarschall Fedor von Bock


Reichsstatthalter und Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp


 General der Nachrichtentruppe Erich Fellgiebel (4 Oktober 1886 - 4 September 1944) memulai karir militernya pada bulan September 1905 sebagai seorang kadet di sebuah batalyon sandi Kaiserliche Armee (Angkatan Darat Kekaisaran Jerman). Setelah Perang Dunia Pertama usai, dia dipindahkan ke Berlin sebagai perwira staff umum. Pada tahun 1938 dia menjadi Kepala Korps Sandi Angkatan Darat Jerman sekaligus Kepala Komunikasi di Komando Tinggi Angkatan Bersenjata. Mantan atasannya Generaloberst Ludwig Beck - dan juga penggantinya Generaloberst Franz Halder - adalah orang pertama yang memperkenalkan Fellgiebel kepada jaringan rahasia penentang Hitler dalam tubuh Wehrmacht. Sang pakar komunikasi militer kemudian menjadi salah satu figur kunci dalam persiapan untuk Unternehmen Walküre (Operation Valkyrie), sebuah rencana penggulingan Hitler. Sang Führer sendiri sebenarnya dari pertama tidak terlalu mempercayai Fellgiebel, tapi dia membutuhkan pengalaman sang jenderal karena dialah yang paling pertama mengerti mengenai peran penting mesin enkripsi Enigma. Sebagai Kepala Pelayanan Sandi dan Komunikasi, Fellgiebel mengetahui pula semua rahasia militer Jerman, termasuk pengerjaan roket V-1 dan V-2 yang dikerjakan oleh Werner von Braun dkk di Peenemünde. Ketika terjadi upaya pembunuhan terhadap Hitler pada tanggal 20 Juli 1944 di Wolfsschanze (Führerhauptquartier di Prusia Timur), Fellgiebel juga berada disana. Dia berusaha memutus semua komunikasi yang menuju pusat kekuasaan, sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tapi ketika telah jelas bahwa sang Führer berhasil selamat dari upaya pembunuhan terhadap dirinya, Fellgiebel dipaksa untuk menganulir semua perintah terdahulu dan memulihkan kembali komunikasi. Aksi Fellgiebel paling terkenal dalam peristiwa ini adalah saat dia menelepon rekan sesama konspirator lainnya yang sedang berada di Berlin, Generalleutnant Fritz Thiele, untuk memberitahu berita mengejutkan kepadanya bahwa target mereka masih hidup: "Etwas Furchtbares ist passiert! Der Führer lebt!" (Sesuatu yang buruk telah terjadi! Führer masih hidup!). Seperti sudah bisa diduga, tak lama kemudian Fellgiebel ditangkap saat dia masih berada di Wolfsschanze. Sang jenderal disiksa habis-habisan selama tiga minggu, tapi tak mengungkapkan satu nama pun dari konspirator lainnya. Dia didakwa dalam Volksgerichtshof (Pengadilan Rakyat) pimpinan Hakim Roland Freisler yang terkenal bengis. Pada tanggal 10 Agustus 1944, Erich Fellgiebel dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Dia dieksekusi hampir satu bulan kemudian di Penjara Plötzensee di Berlin

 Generalleutnant Max Fremerey


Generaloberst Josef Harpe


Generaloberst Gotthard Heinrici


General der Panzertruppe Traugott Herr


 Generalleutnant Erich Hofmann (30 September 1889 - 8 September 1961) adalah salah satu dari begitu banyak jenderal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) tahun 1938. Veteran Perang Dunia Pertama ini memasuki kancah Perang Dunia II sebagai Kepala Operasi XVIII. Armeekorps, sebelum menjadi Bataillonskommandeur (Infanterie-Regiment 270) dan Regimentskommandeur (Infanterie-Regiment 352). Setelah itu berturut-turut divisi yang dipimpinnya: 207. Sicherungs-Division (31 Desember 1942 - November 1943), 93. Infanterie-Division (20 Juni 1944 - 20 Juli 1944), 560. Infanterie-Division (27 Juli 1944 - 9 Oktober 1944), dan 560. Volksgrenadier-Division (9 Oktober 1944 - 10 November 1944). Setelahnya Hofmann berstatus Führerreserve (perwira aktif tanpa jabatan) sampai dengan akhir perang. Uniknya, dia baru ditangkap oleh Sekutu pada tanggal 1 Agustus 1945, beberapa bulan setelah perang berakhir di Eropa! Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundetenmedaille mit 1 Mittelstreifen; Österreichische Kriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische Kriegserinnerungsmedaille für Frontkämpfer; Militärdienstzeichen für Offiziere II.Klasse; Militärverdienstkreuz III.Klasse des Bundesstaates Österreich (20 November 1937); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943)


Generaloberst Hermann Hoth


 General der Infanterie Joachim von Kortzfleisch


General der Kavallerie Franz Freiherr Kress von Kressenstein


Generalfeldmarschall Georg von Küchler


Generalfeldmarschall Wilhelm List


 Generalleutnant z.V. Kurt Müller


 Generalleutnant Kurt Pflugradt


 Generalleutnant Erwin Rauch


General der Infanterie Hermann Recknagel


Generalfeldmarschall Erwin Rommel


Generaloberst Eugen Ritter von Schobert


Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt


 Generalleutnant Wilhelm Rupprecht


Generalleutnant Otto Schmidt-Hartung


Generalleutnant Carl von Tiedemann (28 Juni 1878 - 10 Maret 1979) adalah orang Prusia dan merupakan veteran dalam Perang Dunia Pertama. Semasa mudanya dia tercatat pernah bertugas di Grenadier-Regiment “König Friedrich Wilhelm IV.” Nr. 2 (1898-1905), 6. Westpreußischen Infanterie-Regiment Nr. 149 (1905-1908; 1913-1914; 1919), Militär-Turnanstalt Berlin (1908), Bezirkskommando Schneidemühl (1912-1913), Reserve-Infanterie-Regiment Nr. 34 (1914-1917), 80. Reserve-Division (1917-1918), Reserve-Infanterie-Regiment Nr. 34 (1918-1919), Schützen-Regiment Nr.4 (1919-1922), 2. Division (1922-1925), 17. Infanterie-Regiment (1925-1929), dan 9. Infanterie-Regiment (1929). Pada tanggal 1 Oktober 1929 dia ditunjuk menjadi Komandan Kommando der Wachtruppe, unit seremonial Reichswehr yang bermarkas di Berlin. Jabatan tersebut diembannya sampai dengan tanggal 31 Maret 1932, saat Tiedemann melanjutkan karirnya sebagai staff perwira tinggi di Infanterieführer II, Wehrmeldebezirk Labes, dan Landwehr-Kommandeur. Pada tahun 1937 dia dipindahkan kembali sebagai perwira aktif saat pangkatnya sudah menjadi Generalmajor. Tiedemann dipercaya untuk menjadi Komandan 207. Infanterie-Division (1939-1941), yang nantinya beganti nama menjadi 207. Sicherungs-Division. Pada tahun 1943 dia pensiun dengan pangkat terakhir sebagai Generalleutnant. Medali dan penghargaan yang diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ritterkreuz des Königlich Preußische Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; 1918 Verwundetenabzeichen in Schwarz; Ehrenritter des Königlich Preußische Johanniter-Ordens; Königlich Preußische Dienstauszeichnungskreuz; 1914-1918 Ehrenkreuz für Frontkämpfer; serta Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse


Generalleutnant Hans Traut


Generalleutnant Martin Unrein


 Generalleutnant Bruno von Uthmann


Generalleutnant Friedrich-Karl von Wachter


Generalleutnant Hans Wagner


Generalleutnant Gottfried Weber


Generalleutnant z.V. Reinhard von Westrem zum Gutacker


 Generalleutnant z.V. Hermann Wilck (28 Oktober 1885 - 10 Juni 1967) adalah pahlawan Jerman dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi medali Pour le mérite pada tanggal 9 Oktober 1918 sebagai seorang Hauptmann dan Führer Sturmschule di 2. Garde-Infanterie-Division. Seusai perang dia melanjutkan karir militernya di Reichswehr dan Wehrmacht, serta sempat dikirim ke Cina pada tahun 1938 saat pangkatnya sudah mencapai Oberst. Setahun kemudian dia pensiun, tapi kemudian dipanggil kembali untuk bertugas saat Perang Dunia II pecah. Berturut-turut jabatan yang diisinya adalah sebagai Komandan Infanterie-Regiment 270 (25 September 1939 - 30 November 1939), 161. Infanterie-Division (1 Desember 1939 - 17 September 1941), 454. Sicherungs-Division (30 September 1941 - 9 Desember 1941), dan 708. Infanterie-Division (1 Maret 1942 - 15 Agustus 1944). Wilck pensiun untuk terakhir kalinya pada tanggal 31 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Regierungsjubiläumsmedaille 1905 (Schwarzburg-Sondershausen); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Fürstlich Schwarzburgisches Ehrenkreuz III.Klasse mit Schwertern; Großherzoglich Hessische Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz II.Klasse des Herzoglich Sachsen-Ernestinischen Hausordens mit Schwertern; Herzoglich Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege; Kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration; Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern (1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juni 1940) und I.Klasse (5 Juni 1941); Kriegsverdienstkreuz I.Klasse mit Schwertern; serta Deutsches Kreuz in Silber (30 Oktober 1943)

-----------------------------------------------------------------------------------------------


LUFTWAFFE (KLEINER ROCK)

Generalmajor Gustav Banse


 General der Flieger Karl-Heinrich Bodenschatz


 Generalmajor Erich von Falkenhayn


 General der Flieger Hans Ritter


Generalmajor Wilhelm (von) Jenny


General der Flieger Gustav Kastner-Kirdorf



Generaloberst Alfred Keller


Generalmajor Albert Müller-Kahle


 General der Flieger Karl Kitzinger


Generalleutnant Heinrich Niehoff




Generalfeldmarschall Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen

Generaloberst Ernst Udet. Disini kita bisa melihat betapa indahnya Kleiner Rock (jaket jenderal Luftwaffe) yang dikenakan oleh Udet, lengkap dengan pita lengan peringatan "Richthofen 1917/18"


 General der Luftwaffe Walther Wecke (30 September 1885 - 16 Desember 1943) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir di kepolisian. Pada bulan Februari 1933 - saat masih berpangkat Major der Schutzpolizei - dia dipercaya oleh Hermann Göring (Menteri Dalam Negeri Prusia pada saat itu) untuk menjadi komandan dari Polizeiabteilung z.b.V. Wecke - cikal-bakal Divisi "Hermann Göring" - yang baru didirikan, sebuah unit khusus setingkat batalyon yang diisi oleh polisi-polisi yang fanatik terhadap Nasional-Sosialisme yang mempunyai tugas utama untuk menyingkirkan musuh-musuh Nazi. Wecke memimpin unit ini sampai bulan Juni 1934, saat pangkatnya telah menjadi Generalmajor der Polizei. Pada bulan Oktober 1935 dia ditransfer ke Heer (Angkatan Darat), hanya untuk dipindahkan kembali ke Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) dua tahun kemudian. Penugasan pertama Wecke di satuan barunya adalah sebagai Komandan Reichsluftschutz-Schule. Pada tahun 1939 dia pindah ke Slovakia untuk menempati jabatan baru sebagai Komandan Luftwaffenübungsplatzes Malacki. Wecke tidak merasakan kekalahan Jerman di akhir Perang Dunia II, karena dia keburu meninggal - akibat dari sakit yang dideritanya - di Rumah Sakit Luftwaffe Gotha di bulan Desember 1943. Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Deutsches Reiterabzeichen; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht Dienstauszeichenung IV.Klasse bis I.Klasse; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse und I.Klasse mit Schwertern; War Victory Cross Order (Slovakia) serta Grand Cross to the Order of the Slovakian Cross (Slovakia). Dalam foto ini Wecke mengenakan medali Komturkreuz 2. Klasse mit Schwertern des Herzoglich Sachsen-Ernestinischen Hausordens (2. Modell) di lehernya


Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) menyalami para jenderal Angkatan Udara Jerman dalam sebuah resepsi. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: General der Flakartillerie Günther Rüdel (Chef der Luftwehr und Inspekteur des Luftschutzes), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef Luftflotte 1), General der Flieger Friedrich Christiansen (NSFK Korpsführer), General der Flieger Karl Kitzinger (Inspektor Luftverteidigungszonen), dan General der Flieger Bernhard Kühl (Offizier z.b.V. des Reichsluftfahrtministerium und Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar sebelum Perang Dunia II atau, setidaknya, di awal-awalnya (1939-40)

-----------------------------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE (MARINEMANTEL)


Großadmiral Karl Dönitz


 Vizeadmiral Heino von Heimburg

-----------------------------------------------------------------------------------------------

SCHUTZSTAFFEL (FÜHRERMANTEL)

SS-Oberruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei Erich von dem Bach-Zelewski


SS-Brigadeführer Hans Dauser


Gauleiter und SS-Obergruppenführer Albert Forster


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Odilo Globocnik


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Ernst Robert Grawitz


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS und Polizei Otto Hellwig


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Richard Jungclaus



SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Dr.jur. Otto Freiherr von Wächter

 
Para petinggi Nazi Jerman berkumpul di depan sebuah bunker bekas Cekoslowakia di Sudetenland pada saat berlangsungnya Anschluss dengan Jerman. Tiga orang yang sedang ngadu huntu, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Karl Wolff (SS-Gruppenführer), dan Walter Hewel (diplomat Jerman). Hewel pernah bertugas di Jawa sebagai "Wirtschaftsstellenleiter der AO-Ortsgruppe Bandung" periode 1930-1937! BTW, di latar belakang yang memakai SS-Führermantel hitam tampaknya adalah Reinhard Heydrich

-----------------------------------------------------------------------------------------------
 
POLIZEI

SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Hans Julius Kehrl


 SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Schutzpolizei Artur Mülverstedt

-----------------------------------------------------------------------------------------------

CAMPURAN

 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)  memberi selamat pada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kiri adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tempatnya adalah di atas kapal Scharnhorst yang sedang bersandar di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Foto oleh Hugo Jaeger


Peringatan Mengenang Para Pahlawan Yang Gugur (Heldengedenktag) yang diselenggarakan tanggal 21 Maret 1943 di Berliner Zughaus. Repot dah kalo disebutin semua yang hadir disini, tapi setidaknya yang di baris depan saja yang dedengkot-dedengkot Third Reich-nya, dari kiri ke kanan: Reichskriegsopferführer Hanns Oberlindober, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, Generalfeldmarschall Erhard Milch, Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Großadmiral Karl Dönitz, Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel, Reichsmarschall Hermann Göring dan Führer Adolf Hitler


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Hugo Jaeger

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Gareth Collins
www.calvin.edu
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.life.com

www.multimedia.ctk.cz
www.wehrmacht-awards.com

No comments: