Sunday, May 15, 2011

Foto Tokoh Third Reich Yang Memakai Seragam Tropis dan Afrikakorps

HEER

Arnulf Abele (8 November 1914 - 2 Juli 2000) mengenakan tropenanzug (seragam tropis) dan tropenmütze (topi tropis) sebagai seorang Major di 44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", sebuah divisi yang dibentuk tanggal 1 Juni 1943 dan sebelumnya bernama 44. Infanterie-Division. Anggota divisi ini mempunyai keistimewaan untuk mengenakan schulterklappen (tanda pangkat bahu) khusus yang memasang simbol divisinya (lihat DISINI). Di foto atas ini terpasang pula tanda tangannya. Abele dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (12 Februari 1944) sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon/Reichs-Grenadier-Regiment "Hoch und Deutschmeister"/44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", yang diberikan atas aksinya dalam pertempuran di lembah Teralle dekat Belmonte (Italia) tanggal 27 Januari 1944. Di tanggal itu batalyon pimpinannya tiba di lembah Teralle untuk mengisi lubang yang ditinggalkan oleh garis pertahanan Jerman. Bantuan yang dijanjikan tidak pernah datang. Ketika unitnya diserang oleh pasukan Prancis-Maroko, langsung terjadi pertempuran sengit yang berujung satu lawan satu dalam jarak dekat. Artileri gunung Jerman mampu mencegah si penyerang untuk menambah lebih banyak lagi bala-bantuan. Pertempuran berlangsung begitu serunya, sampai-sampai batu pun ikut digunakan untuk melempar saat granat sudah habis! Akhirnya pihak Jerman berhasil memukul mundur musuh dan menduduki kembali wilayah strategis Colle Abate



Hauptmann Eckart Afheldt (15 Agustus 1921 - 3 Desember 1999) memulai karir militernya sebagai Fahnenjunker di Infanterie-Regiment 21 tanggal 1 September 1939. Dari sana catatan prestasinya diselimuti oleh "kegelapan", dan tak banyak yang bisa diketahui. Di malam tanggal 17 Januari 1945, batalyon Jäger (Pemburu) yang dikomandani Afheldt mendapati tank-tank berat Soviet telah berkumpul di dekat kota Petrikau. Mengetahui dengan pasti kemana tujuan tank-tank tersebut, dia mempersiapkan kekuatan untuk melakukan sergapan dadakan di wilayah Wiersewitz dengan dibantu oleh unit Sturmgeschütz dan Panzerjäger. Sergapan yang dilakukannya berhasil, dan tak lama setelah pertempuran bangkai tank-tank Soviet berserakan di sekitar kota dan hutan di dekatnya! Atas prestasinya tersebut, Afheldt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 17 Maret 1945 sebagai Oberleutnant dan Führer II.Bataillon / Jäger-Regiment 2 / Panzergrenadier-Division "Brandenburg" / Panzerkorps Großdeutschland / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (19 Mei 1941) dan I.Klasse (16 Oktober 1942); Verwundetenabzeichen in Gold; Infanterie-Sturmabzeichen; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille). Afheldt ditangkap oleh Soviet bulan Mei 1945 tapi kemudian dilepaskan hanya beberapa bulan kemudian (Juli 1945). Dia lalu melanjutkan karir militernya di Bundeswehr (2 Januari 1956 - 30 September 1981) dan pensiun dengan pangkat Brigadegeneral



Oberstleutnant Hans-Wilhelm Albers (12 Juni 1914 – 4 Juni 1944) bergabung dengan Reichswehr tanggal 1 April 1933 sebagai seorang prajurit artileri. Setelah bertempur di Polandia, Barat dan Rusia, Albers dan unitnya dikirimkan ke Afrika untuk bertempur secara konstan di wilayah Tunisia. Dalam jibaku sengit di Garis Mareth, detasemen artileri Albers berjuang untuk menghentikan serangan tank Sekutu. Albers sebagai komandan berpindah dari satu meriam ke meriam lainnya dan secara langsung ikut mengarahkan tembakan artileri yang menghancurkan tiga tank saat komandannya baterainya terluka! Untuk prestasinya ini dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Mei 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Abteilung / Afrika-Artillerie-Regiment 1 / Heeresgruppe Afrika. Setelah dari Afrika, Albers meneruskan petualangannya di pulau Sisilia lalu kemudian ke Italia daratan. Sang pahlawan perang ini menemui kematian dengan cara yang tragis: Pada tanggal 21 Mei 1944, tak lama setelah pertempuran malam yang sengit, Major Albers bersandar di sebuah pohon untuk beristirahat. Anjing kecil peliharaannya, yang berbaring di sampingnya, mulai menyalak gazebo. Seorang petugas jaga Jerman yang berada tak jauh dari sana (dan tak tahu keberadaan Albers) mencoba mengusir pergi si anjing dengan menembak ke arah sekitarnya dengan serampangan. Tak dinyana, salah satu pelurunya menembus tubuh Albers dan membuatnya terluka parah! Dia meninggal tanggal 4 Juni 1944 di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) Farra Sabina di Rieti, Italia, akibat dari luka-lukanya tersebut. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Silber; Ärmelband Afrika; serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Agustus 1942)


Oberst Wolf Andreae (13 Juli 1898 - 18 Desember 1991) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang menjadi anggota Artillerie-Regiment 40 dan Grenzartillerie-Regiment 105 di masa antar-perang. Antara tahun 1939-1940 dia menjabat sebagai komandan IV. Abteilung / Artillerie-Regiment 256 dilanjutkan dengan schwere Artillerie-Abteilung 844 tahun 1942 yang dia pimpin dalam pertempuran di Kaukasus, dimana dia kemudian terluka tanggal 22 Agustus 1942. Andreae dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di Front Italia tanggal 24 Juni 1944 sebagai Kommandeur Werfer-Regiment 71 / Werfer-Brigade 5 / 10.Armee / Heeresgruppe C (Werfer-Regiment sendiri merupakan resimen artileri yang senjata utamanya adalah peluncur roket). Dia selamat sampai perang usai dan meninggal dunia di Tenerife, Spanyol, tanggal 18 Desember 1991 dalam usia 93 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse 25 jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Deutsches Kreuz in Gold (14 Oktober 1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht) edisi 16 Maret 1944

Generaloberst Hans-Jürgen von Arnim (4 April 1889 - 1 September 1962) terkenal karena menjadi panglima pasukan Jerman di Afrika yang terakhir menyerah kepada Sekutu bersama dengan ratusan ribu anakbuahnya bulan Mei 1943 (skalanya lebih dahsyat dari Stalingrad!). Anak keluarga bangsawan terkemuka Jerman ini bergabung dengan Angkatan Darat Kekaisaran Jerman tahun 1907 dan bertempur di Perang Dunia Pertama, baik di Front Timur maupun Front Barat. Dia melanjutkan karir militernya di Reichwehr dan menjadi Generalmajor tahun 1938. Arnim menjadi komandan 52. Infanterie-Division (12 September 1939 - 5 Oktober 1940) dalam kampanye di Polandia dan Prancis, sementara dalam Unternehmen Barbarossa dia menjadi komandan 17. Panzer-Division (5 Oktober 1940 - 11 November 1941). Arnim ikut serta dalam penghancuran Benteng Brest-Litovsk, dan berlanjut ke Minsk. Tanggal 24 Juni 1941 Wehrmacht hampir kehilangan tiga jenderal terbaiknya (Heinz Guderian, Joachim lemelsen dan Hans-Jürgen von Arnim) ketika entah dari mana asalnya tiba-tiba dua tank T-26 Rusia menerobos masuk saat ketiganya sedang meninjau front di barat Slonim! Untungnya kedua tank "biang kerok" tersebut berhasil dihancurkan tak lama kemudian. Slonim sendiri berhasil direbut oleh pasukannya Arnim, berlanjut dengan Bialystok. Atas kepahlawanannya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 September 1941 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 17.Panzer-Division / XXXXVII.Armeekorps / 2.Panzergruppe / Heeresgruppe Mitte, dan Arnim menerimanya saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit setelah terluka dalam pertempuran di Stolpce. Setelah itu karirnya melesat sampai menjadi Generaloberst dan Oberbefehlshaber Heeresgruppe Afrika (9 Maret 1943 - 12 Mei 1943) menggantikan sang legenda Erwin Rommel yang ditahan oleh Hitler supaya tidak balik lagi ke Afrika. Karena situasi yang tidak memungkinkan lagi, dia menyerah pada pasukan Inggris di Tunisia tanggal 12 Mei 1943 dan menghabiskan sisa perang sebagai tawanan bersama dengan 24 jenderal Wehrmacht lainnya yang tertawan bersamanya! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (16 September 1914) dan I.Klasse (2 November 1914); Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (7 September 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (1918); Hamburgisches Hanseatenkreuz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1934); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. bis I.Klasse (1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (8 Oktober 1939) dan I.Klasse (3 November 1939); Panzerkampfabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Ärmelband “Afrika“ (1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 13 Mei 1943



Generalleutnant Ernst-Günther Baade (20 Agustus 1897 - 8 Mei 1945) adalah jenderal Jerman jago strategi perang tank yang terkenal super berani dalam pertempuran, baik ketika di masa mudanya dalam Perang Dunia I (1914-1918) maupun setelah dia menjadi jenderalnya Hitler dalam Perang Dunia II (1939-1945). Keberaniannya itu pula yang membuat Baade terluka dalam kedua perang tersebut. Keberaniannya itu pula yang membuat Baade dianugerahi penghargaan Ritterkreuz mit Eichenlaub und Schwertern (Swords atau Pedang). Keberaniannya itu pula yang membuat Baade menjadi salah satu dari sangat sedikit jenderal pemegang Panzervernihctungsabzeichen, yang berarti bahwa Baade telah berhasil menghancurkan sebuah tank seorang diri menggunakan senjata genggam-tangan! Dan keberaniannya itu pula yang membuatnya terluka parah, luka yang membawa pada kematiannya persis di hari terakhir Perang Dunia II di Eropa! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juni 1942 sebagai Oberst dan Kommandeur Schützen-Regiment 115 / 15.Panzer-Division / Panzerarmee Afrika / Heeresgruppe Afrika setelah berhasil menghentikan serangan Sekutu yang tidak terduga ke bagian belakang Divisi Panzer ke-15. satu batalion dari resimennya berhasil menginfiltrasi sampai sejauh Bir Hacheim keesokan harinya, sekaligus mengalahkan pasukan Inggris yang menjadi lawan mereka setelah 24 jam bertempur tanpa henti; Baade juga mendapat Eichenlaub #402 tanggal 22 Februari 1944 sebagai Oberst dan Führer 90.Panzergrenadier-Division / XIV.Panzerkorps / 10.Armee / Heeresgruppe C; serta Schwerter #111 tanggal 16 November 1944 sebagai Generalleutnant dan komandan 90. Panzergrenadier-Division / Adiatisches Küstenland / Heeresgruppe C. Dua-duanya dia raih dalam medan pertempuran Italia. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 November 1916) dan I.Klasse (24 Desember 1917); Hamburgisches Hanseatenkreuz (Mei 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (1 Juli 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (5 Februari 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse bis II.Klasse (2 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) dan I.Klasse (5 Juni 1940); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber (20 Agustus 1940); Verwundetenabzeichen in Silber; Ärmelband “Afrika”; Deutsches Kreuz in Gold (2 November 1941); serta satu buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (8 November 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 8 Februari 1944 dan 27 Mei 1944



Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Bach (5 November 1892 – 22 Desember 1942) adalah salah satu karakter yang paling tidak biasa dalam tubuh Afrikakorps. Dia merupakan seorang mantan pastor Lutheran yang juga salah satu komandan batalyon terbaik yang dipunyai Erwin Rommel. Meskipun pangkatnya membuat ia selayaknya dihormati, tapi dia adalah salah satu komandan Jerman yang paling bersahabat, paling cu'ek dan paling santai yang berada di bawah komando si Serigala Rumah Makan Padang eh Padang Pasir Rommel! Ketika Erwin Rommel mencapai Afrika di bulan Februari 1941, dia diperkenalkan kepada para perwira yang menyambutnya. Dia tidak tersenyum atau mencoba bersikap bersahabat. Dia tahu tak ada waktu untuk beramah tamah dan ngadu huntu karena dia harus menguji mereka dalam pertempuran terlebih dahulu. Tapi ada satu orang perwira yang begitu dibenci Rommel pada awalnya: dia adalah Hauptmann Bach, seorang veteran pertempuran Prancis sama seperti Rommel dan peraih medali Eisernes Kreuz I klasse. Bach pernah terluka di lututnya sehingga kemana-mana dia selalu membawa tongkat. Rommel tidak menyukai kenyataan bahwa ada seorang komandan pasukan "tidak sehat" di bawah komandonya, apalagi setelah dia mengetahui bahwa Bach juga adalah seorang pendeta Lutheran. Seorang pendeta bertempur??? Tak pernah terbayangkan! Beberapa bulan kemudian, Rommel berbalik mencintai dan mengagumi Bach. "Si Pincang" ternyata adalah master dari meriam artileri 88mm, sehingga seakan-akan benda tersebut menyatu dalam dirinya. Berkali-kali dia memanfaatkan senjata yang sejatinya ditujukan untuk melawan pesawat udara itu untuk menghantam tank-tank Inggris yang mencoba mengancam posisi Jerman. Bahkan meskipun kapten Bach tidak pernah terlihat memakai seragamnya dengan benar (dan kadangkala tampak culun!), dia begitu dicintai para bawahannya. Wajar saja, karena Bach tidak pernah menjaga jarak sejengkalpun, dan dia menganggap para prajuritnya sebagai anak kandung yang diperlakukan dengan penuh kehangatan. Bach adalah salah satu figur yang paling mudah dikenali di seantero Afrikakorps... Rokok yang selalu menempel di mulutnya, kumis ala Hitler dan kacamata miopik, semuanya telah sama diketahui oleh para penembak artileri DAK. Major Bach pula lah yang berhasil menahan serbuan 20.000 pasukan Inggris dari 12th Corps di Halfaya Pass dengan hanya bermodalkan 4.000 orang saja! Dengan gagah berani dia mempertahankan Halfaya Pass (biasa dinamakan dengan "Hellfire Pass" oleh pihak Sekutu) sampai akhirnya pasokan suplainya terputus dan dia sama sekali terkepung tanggal 17 Januari 1942 sehingga kemudian terpaksa menyerah. Sebagai tawanan perang dia dikirimkan ke Kanada dimana dia meninggal karena kanker (saya tidak mendapat data kanker apa, tapi kemungkinan kanker paru-paru karena hobi merokoknya yang gila-gilaan!) akhir tahun itu juga, tepatnya tanggal 22 Desember 1942. Rasa cinta pasukannya ditunjukkan dengan adanya sebuah tanda peringatan dari kayu yang ditempatkan di sudut pemakaman dan terpisah dari kuburannya. Wilhelm Bach sendiri dikuburkan di Woodland Cemetery yang terletak di Kitchener, Ontario (Kanada). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juli 1941 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 104 / 5.leichte-Division / Deutsches Afrika-Korps (DAK). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Mei 1915) dan I.Klasse (31 Januari 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (24 Oktober 1934); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940) dan I.Klasse (17 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


 
Oberst Hans-Levin von Barby (25 Juli 1899 - 27 Mei 1942) bergabung dengan Angkatan Darat Prusia tanggal 25 Agustus 1917 dan meraih pangkat tertinggi Leutnant. Pada tahun 1936 dia menjadi Hauptmann di Landespolizeigruppe 62. Setelah unitnya direorganisasi ulang menjadi Infanterie-Regiment 77 tahun 1936, Barby tetap menjadi perwira disana. Pada saat mobilisasi umum tanggal 26 Agustus 1938, dia sudah menjadi komandan batalyon di Infanterie-Regiment 474. Unit ini ikut serta dalam penyerbuan ke Barat tahun 1940 dimana Barby tertembak di bagian kaki. Setelah sembuh dia pindah unit ke Infanterie-Regiment 255. Pada tanggal 11 Juni 1941 dia dikirim ke Afrika Utara untuk bertempur melawan pasukan Inggris sebagai komandan resimen. Dalam pertempuran berat di Marmaica dia dan resimennya berkali-kali menyerang balik musuh walaupun menderita korban besar. Dalam pertempuran di Sidi Rezegh (30 November 1941) Barby juga berada paling depan dalam menggagalkan usaha pasukan Inggris yang ingin membebaskan rekan-rekan mereka yang terkepung di Tobruk. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 Desember 1941 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Afrika-Regiment 361 und Führer einer Kampfgruppe / 90.leichte Afrika-Division / Deutsches Afrikakorps / Panzergruppe Afrika. Dia terluka parah dalam pertempuran dan meninggal di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) di Derna/Libya tanggal 27 Mei 1942. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Oberst. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (1939); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; ; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaglia d'Argento al Valore Militare (Italia); serta Ärmelband "AFRIKA" (anumerta)


Generalleutnant Fritz Bayerlein (14 Januari 1899 - 30 Januari 1970) adalah perwira veteran Perang Dunia Pertama dari Bavaria yang kemudian malang-melintang dalam Perang Dunia II, kebanyakan sebagai anggota staff unit. Dia mendapat nama harum saat menjadi Kepala Staff "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel dalam medan pertempuran di Afrika Utara, sebelum kemudian dipercaya sebagai Komandan 3. Panzer-Division (20 Oktober 1943 - 5 Januari 1944), Panzer-Lehr-Division (10 Januari 1944 - 20 Januari 1945), dan LIII. Armeekorps (29 Maret 1945 - 8 Mei 1945). Karena sifatnya yang tidak bisa diduga baik oleh kawan maupun lawan, para komandan Amerika menjuluki setiap jenderal Jerman yang bersifat sama sebagai "being on the Fritz" (menjadi layaknya Fritz)! Kepahlawanannya di medan perang membuatnya dianugerahi empat medali bergengsi: Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942), Ritterkreuz (26 Desember 1941), Eichenlaub (6 Juli 1943) serta Schwerter (20 Juli 1944). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II. Klasse; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (13 September 1939) und I.Klasse (27 September 1939); Panzerkampfabzeichen in Silber; Ärmelband “Afrika”; Königlich Italienische Silberne Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz des Königlich Italienische Militärordens von Savoyen; Erinnerungsmedaille für den deutsch-italienischen Feldzug in Afrika; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nennung im Ehrenblatt des Heeres (6 Maret 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 11 Januari 1944 dan 26 Juni 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Oberstleutnant Georg Briel (21 Agustus 1907 - 16 Mei 1980) adalah mantan perwira Polizei periode 1927-1935 yang kemudian bergabung dengan Wehrmacht dari tahun 1935 s/d 1945. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Juli 1942 sebagai Major serta Kommandeur Heeres-Flak-Bataillon 606 / 90.leichte-Afrika-Division, dan nantinya diserahi tanggungjawab sebagai Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 200 sampai akhir keberadaan pasukan Poros di Afrika Utara, bulan Mei 1943. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 57 / 79.Volks-Grenadier-Division. Pada saat perang berakhir di Eropa bulan Mei 1945, Briel sedang menjalani perawatan atas luka-luka yang dideritanya. Dia dibebaskan dari kamp tawanan Neu-Ulm pada tanggal 30 Juni 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Georg Briel: Dienstauszeichnung IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (22 September 1939) und I.Klasse (30 Agustus 1940); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (20 Maret 1940); Allgemeines-Sturmabzeichen (15 Januari 1942); Medaglia commemorativa della campagna italo-tedesca in Africa Italia (19 Januari 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (3 Februari 1942); Medaglia d'Argento al Valore Militare Italia (18 Februari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (20 Februari 1942); Ärmelband "Afrika" (12 April 1943); dan Heeres-Flak-Abzeichen (27 April 1943). Dalam foto ini dia mengenakan pita Medaglia d'Argento al Valore Militare Italia berwarna biru di kancing saku kanan



 Oberst Alfred Bruer


Generalleutnant Eduard Crasemann


General der Panzertruppe Ludwig Crüwell


General der Infanterie Sigismund von Förster (Befehlshaber Westtaurien/Befehlshaber Krim). Tidak, foto ini tidak diambil di Afrika, dan Förster bukanlah anggota Afrikakorps. Foto ini diambil di sebuah pantai Laut Hitam di Krimea, periode setelah dia naik pangkat menjadi General der Infanterie (1 Mei 1943) s/d saat dia memperoleh Deutsches Kreuz in Gold (22 Juli 1943). Kenapa bisa yakin begitu padahal tidak ada keterangan apa-apa di foto ini? Jawabannya: Dua pips di tanda pangkat bahu menunjukkan dia adalah jenderal penuh, sementara di dada kanannya belum terpasang DKiG


 Generalmajor Fritz Fullriede



Oberstleutnant Friedrich Höhne (27 April 1915 – 14 Maret 1962) adalah perwira veteran perang di Afrika yang kemudian menjadi Kommandeur III.Bataillon / Jäger-Regiment 204 / 97.Jäger-Division. Seusai perang dia melanjutkan karir militer di Bundeswehr (14 Maret 1962) dan pensiun dengan pangkat Oberst. Höhne dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Wehrmacht Dienstauszeichnung IV.Klasse (1937); Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1940) dan I.Klasse (1 Januari 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (19 Agustus 1942); Deutsches Kreuz in Gold 688/6 (1 Februari 1945); dan Eichenlaub #253 (8 Juni 1943) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #973 (3 Mei 1942)


Hans-Valentin Hube mengenakan tropenuniform (seragam tropis) dengan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (Jerman) dan Ordine militare di savoia (Italia) tergantung di lehernya. Foto ini kemungkinan besar diambil saat Hube berpangkat General der Panzertruppe dan menjadi Kommandierender General XIV. Panzerkorps di Italia. Pada tahun 1943 dia membangun kembali korps panzernya yang hancur lebur di Stalingrad dan membawanya berperang melawan invasi pasukan gabungan Amerika dan Inggris di Sisilia. Dalam pertempuran ini, sang jenderal jenius menahan 12 divisi Sekutu (yang dipimpin oleh jenderal-jenderal terbaiknya semacam Bernard Montgomery dan George S. Patton) selama 38 hari dengan hanya bermodalkan empat divisi Wehrmacht yang kekurangan tenaga, di tengah dominasi musuh di sektor laut dan udara! Tidak hanya itu, dia berhasil pula menyelamatkan sebagian besar pasukannya keluar dari pulau Sisilia dan mendarat dengan aman di daratan Italia melalui selat Messina, dengan dia sendiri yang paling terakhir naik kapal pengangkut!


Hauptmann Hans Klärmann (24 Mei 1910 - 6 September 1944) dilahirkan di Sipsdorf/Schleswig-Holstein. Dia kemudian menjadi anggota Afrikakorps dalam pertempuran di Afrika Utara. Klärmann dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 September 1942 sebagai Hauptmann dan Führer II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 361 / 90.Afrika-Division / Panzerarmee Afrika (beberapa sumber menyebutkan tanggalnya sebagai 18 September 1942). Dia gugur dalam pertempuran di Radzymin (Polandia) pada bulan September 1944, dan jenazahnya kemudian dikuburkan di Deutscher Soldatenfriedhof Modlin. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II. und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; serta Panzervernichtungsabzeichen in Silber. Dalam foto ini Klärmann mengenakan tropenuniform (seragam tropis) yang merupakan hasil pesanan pribadi ke penjahit. Perbedaannya terletak pada bahan pembuatnya (wol dan bukan katun), serta kehalusan hasil buatannya


Oberst Johannes Kümmel (21 Juli 1909 – 26 Februari 1944) pertama kali bergabung dengan Reichswehr tahun 1928 dan 10 tahun kemudian ditransfer ke Panzer-regiment 8 / 10.Panzer-Division yang baru dibentuk. Dalam penyerbuan ke Polandia tahun 1939 Kümmel telah menunjukkan prestasi yang signifikan dengan menghancurkan 10 tankette (tank kecil) lawan sehingga dianugerahi dengan Eisernes Kreuz II.Klasse (27 September 1939) dan I.Klasse (20 Oktober 1939). Di medan perang Afrika Panzer-regiment 8 dimasukkan menjadi bagian dari 15. Panzer-Division dan Hauptmann Kümmel ikut serta di dalamnya. Disinilah dia meraih nama harum sebagai komandan panzer jempolan sehingga dijuluki sebagai "Der Löwe von Capuzzo" (Singa dari Capuzzo) dan mendapatkan dua medali prestisius: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #342 (9 Juli 1941) mit Eichenlaub #133 (11 Oktober 1942). Pada bulan Desember 1943 dia dipindahkan ke Italia dan menjadi Staff markas XIV. Panzerkorps (General der Panzertruppe Hans-Valentin Hube). Penempatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur Panzer-Regiment 26 / 26.Panzer-Division. Pada tanggal 26 Februari 1944 Oberstleutnant Kümmel tewas dalam kecelakaan lalulintas di dekat Cisterna, Italia. Pada tanggal 20 Mei 1944 pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Oberst. Di kota kelahirannya, Boblingen, juga dibangun sebuah monumen kecil untuk mengenang kepahlawanannya


 Generalleutnant Werner Marcks


Oberleutnant Günther Micklei (8 Oktober 1919 - 27 Mei 1942) yang merupakan perwira sandi (Nachrichtenoffizier) dari II.Abteilung / Panzer-Regiment 5 / 21.Panzer-Division sedang memegang seekor burung merpati yang tampak anteng di tangannya. Micklei gugur dalam pertempuran di Bir el Hamad di samping komandan II.Abteilung, Oberstleutnant Martin, dan kemudian jenazah mereka dikuburkan di Kriegsgräberstätte Tobruk. Dalam foto di atas, Micklei memakai perpaduan seragam tropis model pertama dengan tropenmütze perwira. Perhatikan pin Totenkopf yang tersemat di kerahnya! Ukurannya lebih besar dari biasanya. Selain itu, pita Eisernes Kreuz II.Klase-nya diikatkan di kancing saku dan bukannya kancing tengah seperti praktek umumnya. terakhir, dia mengenakan daleman pakaian sipil dengan ritsleting


Generalmajor Gerhard Müller. Dalam foto ini dia masih berpangkat Oberst dan memperlihatkan Medaglia d’Argento al Valore Militare (Italian Army Silver Bravery Medal/Medali Keberanian Perak Angkatan Darat Italia) di kancing bajunya


 Major Werner Reißmann


 General der Kavallerie Siegfried Westphal


Oberstleutnant der Reserve Dr. Eberhard Zahn

--------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

 Major Bernhard Hamester (21 Oktober 1913 - 22 April 1945) dari Stukageschwader 3 tercatat menjalani 400+ feindflug (misi tempur) sepanjang karir militernya, dan dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (3 September 1942) serta Deutsches Kreuz in Gold (9 April 1942). Dia terbunuh saat pesawatnya terkena tembakan senjata artileri anti udara Soviet di dekat Trebbin (Jerman)


Major Gerhard Homuth


Oberleutnant Hans-Joachim Marseille, Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 27 (JG 27) "Afrika", berpose di studio foto Heinrich Hoffmann di hari dia dianugerahi medali bergengsi Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #12 dari tangan Adolf Hitler tanggal 28 Juni 1942. Pada tanggal 3 Juni dia mencetak kemenangan udaranya yang ke-75, dilanjutkan dengan kemenangan ke-101 tanggal 17 Juni, yang secara resmi mentahbiskan dia sebagai pilot paling efisien di Front Barat/Mediterania dan membuatnya dianugerahi Eichenlaub tanggal 6 Juni 1942 dan Schwerter tanggal 18 Juni, hanya berselang beberapa hari kemudian! Tak ada keraguan bahwa dia adalah pilot terbaik yang dipunyai Jerman di saat itu, juga yang paling terkenal dan paling banyak fans karena memegang rekor sebagai pencetak kemenangan terbanyak melawan pesawat-pesawat Inggris/Sekutu. Marseille digambarkan oleh Adolf Galland, pilot jagoan paling senior, sebagai "Virtuoso tak tertandingi di antara semua pilot pemburu dalam Perang Dunia II. Apa yang dihasilkannya dianggap oleh banyak orang sebagai sesuatu yang mustahil di saat itu!" BTW, tidak ada foto dia mengenakan Brillanten (walaupun dia adalah peraihnya!) karena dia tidak sempat menghadiri upacara penganugerahannya... ajal telah terlebih dahulu menghampirinya


General der Fallschirmtruppe Hermann-Bernhard Ramcke


Major im Generalstab Karl-Wolfgang Redlich


Oberleutnant Otto Schulz



SS-Standartenführer der Reserve Dipl.Ing. Otto Skorzeny (12 Juni 1908 - 5 Juli 1975) adalah perwira Waffen-SS dari Austria yang merupakan veteran pertempuran di Front Timur. Dia dipilih oleh Adolf Hitler untuk memimpin upaya pembebasan Benito Mussolini di Gran Sasso yang kemudian mengemuka ke seluruh dunia. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 September 1943 sebagai SS-Hauptsturmführerr der Reserve dan Kommandeur Sonderverband z.b.V. Friedenthal. Skorzeny juga terkenal sebagai pimpinan Unternehmen Greif yang merupakan operasi penyusupan prajurit-prajurit Jerman yang fasih berbahasa Inggris ke garis belakang pasukan Amerika dalam Pertempuran Bulge. Menjelang berakhirnya perang dia diganjar dengan Eichenlaub #826 tanggal 9 April 1945 sebagai SS-Obersturmbannführer der Reserve dan Kommandeur SS-Jagdverbände und der Division Schwedt an der Oder. Setelah Perang Dunia II usai dia sempat kabur ke berbagai negara sebelum akhirnya menetap di Spanyol sampai dengan akhir hayatnya. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Deutsches Reichssportabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit spange Prager Burg; Nationalsozialistischer Deutscher Studentenbund Ehrenzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten; Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber; Magyar Köztársasági Érdemrend (Hungaria); Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen; Deutsches Kreuz in Gold (16 Januari 1945); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Februari 1945). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Kurt Alber pada tahun 1943 tak lama setelah kesuksesan operasi pembebasan Mussolini oleh Skorzeny dkk. Tampak sang perwira bercodet mengenakan perpaduan tropenuniform (seragam tropis) Luftwaffe dan stahlhelm SS!



Oberst Johannes "Macki" Steinhoff
 

Sumber :
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille: The Life Story of the Star of Africa" karya Franz Kurowski
Buku "Knights of the Wehrmacht: Knight's Cross Holders of the Afrikakorps" karya Franz Kurowski 
Buku "Survivors of Stalingrad: Eyewitness Accounts from the Sixth Army 1942-43" karya Reinhold Busch
Buku "The Brandenburger Commandos: Germany's Elite Warrior Spies in World War II" karya Franz Kurowski
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz

No comments: