Sunday, May 8, 2011

Berbagai Variasi Topi Bulu Wehrmacht

HEER

 Generalmajor Dr.rer.pol. Otto Korfes (23 November 1889 - 24 Agustus 1964) adalah anak pastor yang memilih jalur militer sebagai pilihan karirnya dengan menjadi Fahnenjunker di 3. Magdeburgische Infanterie-Regiment Nr. 66 tanggal 17 Maret 1909. Dia bertempur secara khusus di Front Barat dalam perang Dunia I dan kemudian meneruskan karir di Reichswehr pada tahun 1920. Korfes meneruskan studi doktoratnya di bidang Sosial-Politik dan lulus pada tahun 1923. Setelah sempat bekerja di Reichsarchiv Potsdam (dan menikahi putri pimpinannya!), Korfes masuk kembali ke Wehrmacht yang baru diaktifkan pada tanggal 1 Juni 1935 sebagai Major der Reserve. Jenjang karirnya semakin meningkat, dan begitu juga pangkatnya: Komandan Batalyon tahun 1937, Komandan Resimen tahun 1938, dan Komandan Divisi tahun 1942. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam Pertempuran Stalingrad pada tanggal 22 Januari 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 295.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Hanya beberapa hari kemudian (31 Januari 1943), Korfes menyerahkan diri pada pasukan Rusia yang mengepung kota tersebut. Dalam tahanan dia berbalik berkhianat terhadap tanah airnya dengan menjadi anggota organisasi anti-Nazi berhaluan komunis, Nationalkomitee Freies Deutschland (NKFD). Setelah Perang Dunia II usai dia bertugas di Kasernierte Volkspolizei (KVP) Jerman Timur - yang merupakan cikal-bakal Nationale Volksarmee (NVA) - dari tanggal 1 Oktober 1952 s/d 31 Maret 1956. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (1916) und I.Klasse (1916); Ritterkreuz des Königlicher Preußen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern; Braunschweig Kriegsverdienstkreuz mit Bewarungsabzeichen; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Cruces del Mérito Militar (Spanyol); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (11 Januari 1942). Korfes juga mendapatkan medali khusus selama masa baktinya di Jerman Timur: Vaterländischer Verdienstorden der DDR in Silber 1959 anlässlich seines 70. Geburtstages; Ernst-Moritz-Arndt-Medaille 1957; dan Medaille für Kämpfer gegen den Faschismus 1933 bis 1945


Obergefreiter Kurt Schwarm (11 April 1922 - 25 Agustus 2008). Dia menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 11 Januari 1945 sebagai seorang Kradmelder (pengantar pesan dengan sepeda motor) di Stab Panzergrenadier-Regiment 98 yang merupakan bagian dari 8.Panzer-Division. Schwarm berhasil menghancurkan tiga tank Soviet dengan menggunakan Panzerfaust ketika sedang bertugas mengantarkan pesan menggunakan motornya (karenanya terdapat tiga Panzervernichtungsabzeichen di lengan kanannya, dan perhatikan juga sebuah Panzerfaust teronggok di sespan motornya!). Schwarm juga merupakan peraih Nahkampfspange, dan di foto atas dia sedang menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya setelah menerima Ritterkreuz. Kisah ini menunjukkan bahwa sesungguhnya tidak ada kerjaan yang benar-benar "aman" bagi seorang prajurit. Seorang Meldegänger pastinya juga harus mempertaruhkan nyawanya berkali-kali setiap dia mengantarkan pesan penting dari dan ke front depan!


Oberstleutnant Karl Torley (16 Oktober 1913 – 19 Juli 1943) dari Infanterie-Regiment (motorisiert) 60 / 16.Infanterie-Division (motorisiert) memakai ushanka yang merupakan topi bulu khas Rusia. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 November 1941 dan Eichenlaub #132 tanggal 11 Oktober 1942. Major Torley gugur dalam pertempuran di Kalynivka, Ukraina. Pangkatnya kemudian dinaikkan secara anumerta menjadi Oberstleutnant

-------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Hauptmann Wilhelm Fulda (di foto ini masih berpangkat Leutnant)

-------------------------------------------------------------------

WAFFEN-SS

 SS-Sturmbannführer und Eichenlaubträger Hans Dorr (7 April 1912 - 17 April 1945), Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking" di pos komando batalyonnya di dekat Gorodishche. Dia memakai jaket anorak standar Waffen-SS dengan penutup kepala terbuat dari bulu kelinci untuk musim dingin. Batalyonnya memimpin penyerangan untuk merebut Shanderovka yang berujung dengan kesuksesan, beberapa hari setelah foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Jarolim (Februari 1944)

-------------------------------------------------------------------

FREIWILLIGEN

 Waffen-Unterscharführer der SS Harald Nugiseks dalam foto dari bulan Maret 1944. Mengenai topi bulu yang dikenakannya, Nugiseks mengenang bahwa semua orang Estonia di unitnya memiliki topi semacam ini. Seorang komandan Jerman tampaknya tidak menyukai pemakaian topi yang tidak sesuai regulasi tersebut, dan bertanya sinis pada Nugiseks: "Apa pula itu yang kau pakai?", Nugiseks hanya menjawab singkat: "Ini namanya topi dan rasanya hangat kalau dipakai..." Tidak hanya itu, dalam foto ini juga dia menggantungkan pisau belati non-standar khas Skandinavia yang biasa dinamakan sebagai pisau Sami. Pisau ini merupakan pemberian seorang perwira dari unit tetangga di Narva, 23. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nederland" (niederländische Nr. 1), yang memberikannya sebagai ucapan terimakasih atas keberanian luar biasa Nugiseks dalam pertempuran merebut jembatan Vaasa-Siivertsi-Vepsküla. Pertempuran ini pula yang nantinya mengantarkan Nugiseks meraih medali keberanian tertinggi Jerman: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes


Sumber :
www.feldgrau.com

www.kriegsberichter-archive.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: