Tuesday, May 10, 2011

Album Foto Kamuflase Daun dan Rumput Mesin Perang Jerman

Kamuflase Panzer IV dengan dua orang awaknya
 


 Dua buah Panzerkampfwagen IV dari Panzer-Regiment 22 / 21.Panzer-Division bergerak maju ke front di Caen, Juni 1944. Mereka dilengkapi dengan Schürzen (rok) sebagai pelindung tambahan dari tembakan arah samping, juga ditutupi sebagian oleh dedaunan sebagai kamuflase. Dalam salah satu foto terlihat seorang Kriegsberichter (Koresponden Perang) sedang mengabadikan panzer-panzer tersebut untuk nantinya ditayangkan dalam "Die Deutsche Wochenschau" (Warta Berita Jerman). Fotografer dan kameraman Wehrmacht seringkali bekerja bareng dalam meliput berita yang sama


 Iring-iringan kendaraan perang dari Panzerjäger-Abteilung 200 / 21. Panzer-Division bergerak menuju front di Caen (Normandia), bulan Juni 1944. Disini kita melihat sebuah senjata serang yang unik: Sasisnya adalah Hotchkiss H-39 buatan Prancis yang telah dimodifikasi untuk menciptakan sebuah penghancur tank yang menakjubkan. Sebuah meriam howitzer 10,5 cm (10,5 cm Feldhaubitze 18/40) menjadi senjata andalan utama sasis tersebut. Meriam ini mempunyai jangkauan sampai sejauh 12 km, kecepatan tembak 6-8 peluru per menit dan kecepatan peluru 540 m per detik! Platformnya telah mendapat perlindungan baja tambahan di bagian kokpit. Senjata serang satu ini mendapat nama resmi Panzer-Feldhaubitze 18 auf Sfl. 39H(f), dan 38 buah di antaranya dialokasikan untuk Panzerjäger-Abteilung 200 pimpinan Major Alfred Becker yang merupakan unit penghancur tank milik 21. Panzer-Division. BTW, Major Becker ini, selain sebagai seorang komandan unit setingkat batalyon, juga adalah insinyur jenius yang berada di balik pengalihfungsian mesin-mesin perang rampasan dari Sekutu menjadi mesin perang Jerman sekaligus meng-upgrade kemampuannya berkali-kali lipat! Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern tanggal 2 April 1945. Sekedar informasi, RK-KvK ini merupakan medali tertinggi yang bisa diberikan oleh Hitler pada orang-orang yang memberi kontribusi LUAR BIASA bagi usaha perang Jerman, di luar dari peran aktif di medan pertempuran


Menara Angkatan Laut MP2 di Stutzpunkt Langenberg yang berlokasi di L'Eree, Kepulauan Channel. Bagian eksteriornya dicat sehingga seakan-akan terbuat dari bahan granit. Perhatikan senjata PaK 3,7cm di atas kubah tank Renault R35 di latar depan. Begitu baiknya kamuflase yang dilakukan terhadapnya, sehingga kalau saja saya tidak menyebutkannya, anda pasti tidak akan 'ngeh' dengan keberadaannya!



Oberst Dr.-Ing. Alexander von Grundherr zu Altenthan und Weyerhaus (1896-1973), Kommandeur Panzer-Artillerie-Regiment 76 / 6.Panzer-Division, difoto di atas ranpur-nya yang dipenuhi oleh dedaunan sebagai kamuflase. Dia adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold yang didapatkannya tanggal 11 Februari 1943. Grundherr menjadi komandan artileri divisi panzer ke-6 periode 1940 s/d September 1943 sebelum digantikan oleh Oberst Hans-Joachim Deckert (September 1943 - Juli 1944) dan Oberst Heinrich-Eugen Plecher (Juli 1944 - Mei 1945). Dia lahir dari pasangan  Maximilian Karl Werner von Grundherr zu Altenthann und Weyherhaus dan Therese von Berswordt-Wallrabe


 Pada bulan Desember 1944, schwere Panzer-Abteilung 501 ditugaskan untuk berkumpul di wilayah terluar Jembatan Baranov di Polandia yang medannya tidak terlalu memberikan ruang yang cukup bagi tank-tank berat unit tersebut untuk bermanuver sekaligus berlindung dari serangan udara Soviet. Foto ini memperlihatkan dua buah Königstiger dari sPz.Abt.501 yang dikamuflase sedemikian rupa di tempat terbuka untuk menyamarkannya dari atas


Sumber :
Buku "Channel Islands at War: A German Perspective" karya George Forty 

Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Georges Bernage
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz 
www.5sswiking.tumblr.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments: