Tuesday, May 17, 2011

Foto Tokoh Third Reich Yang Memakai Stahlhelm

HEER

Feldwebel Oskar Albrecht (24 September 1914 - 13 November 1992) masuk dinas militer tanggal 19 Oktober 1936. Dia ikut terlibat dalam kampanye Wehrmacht di Sudetenland, Polandia, Prancis, Unternehmen Barbarossa, Pertempuran Bialystok-Minsk, dan Smolensk. Dalam pertempuran di Zelwianka tanggal 20 Juni 1941, pihak Soviet mengerahkan 35 tank mereka untuk menerobos pertahanan unit Albrecht dan berhasil masuk dari belakang dan samping. Unteroffizier Albrecht menempatkan beberapa senjata anti-tank di lokasi-lokasi kritis dan dalam jarak 30-70 meter dia menghancurkan tiga buah tank berat musuh serta dua lagi tak lama kemudian. Ketika senjatanya balik dihantam musuh sampai tak berfungsi, Albrecht tidak menyerah dan menghancurkan tank keenam dalam pertempuran jarak dekat menggunakan granat tangan! Aksi heroiknya tidak sia-sia, dan sisa tank musuh mengundurkan diri setelah kehilangan enam tank hanya di tangan satu orang! Tentu saja tindakannya layak untuk diganjar combro, dan Albrecht dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh General der Panzertruppe Joachim Lemelsen tanggal 24 Juli 1941 sebagai Unteroffizier dan Geschützführer di 14.Kompanie (Panzerjäger) / Infanterie-Regiment 15 (motorisiert) / 29.Infanterie-Division (motorisiert) / XXXXVI.Armeekorps / Panzergruppe 2 / Heeresgruppe Mitte. Pada tanggal 1 September 1941 kendaraannya terkena ranjau darat dan dia terluka oleh ledakan yang kemudian terjadi. Luka tersebut membuatnya dianggap "kurang mampu" untuk bertugas di front depan sehingga pahlawan pemberani ini menghabiskan sisa perang di unit-unit cadangan dan pengganti. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange Prager Burg; Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Juni 1940) dan I.Klasse (2 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)


Obergefreiter Rudolf Albust (28 Juni 1913 - 9 April 1945) bekerja sebagai tukang kayu sebelum bergabung dengan Wehrmacht. Sebagai seorang penembak PaK (Panzerabwehrkanone, meriam anti-tank) dia menunjukkan keahliannya dalam gerak maju pasukan Jerman di Vyazma (1941) sehingga sekaligus dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse dalam satu hari! Pada tanggal 13 Desember 1943 dalam pertempuran bertahan di Vitebsk, Albust (sebagai gunner PaK 75mm) dan unitnya berhadapan dengan tank-tank berat Rusia yang berusaha menerobos garis pertahanan divisinya. Dia dengan cermat menempatkan meriamnya di jalur landasan pacu yang sudah tak terpakai, dan ketika pihak musuh membombardir posisinya dalam tembakan artileri pembuka pukul 07:00 pagi, Albust dan awaknya bersembunyi di lubang pertahanan yang berdekatan. Setelah tembakan mereda, dia menemukan bahwa senjatanya tak tersentuh oleh tembakan artileri. Tak berapa lama bombardir musuh datang kembali, kali ini diiringi dengan gerak maju tank-tank T-34 dan KV-1 yang disertai oleh infanteri. Lebih memilih untuk menghadapi mereka daripada bersembunyi kembali, Albust dengan cermat mentargetkan tank-tank yang "pengiring" infanterinya paling banyak. Hanya sendirian dan berpindah-pindah posisi dia berhasil menumpas enam tank Soviet hanya dalam waktu 20 menit! Pasukan infanteri musuh kemudian mundur diikuti oleh tank-tank Rusia yang ngeri kalau harus maju menghadapi "hantu" yang tak terlihat. Sebelum mundur mereka membombardir secara serampangan, berharap untuk mengenai musuh, tapi Albust tetap tak tersentuh dan dengan tenang tetap diam di tempatnya. Sampai dengan hari itu, total Albust telah menghancurkan 24 tank dalam karir militernya, dan atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Desember 1943 sebagai Richtschütze di 2.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 129 / 129.Infanterie-Division / IX.Armeekorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte, sementara penyerahannya dilangsungkan tanggal 22 Desember 1943 di depan pos komando Panzerjäger-Abteilung 129 dan diserahkan langsung oleh Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse (dua-duanya tanggal 8 Oktober 1941); Panzerkampfabzeichen; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942). Albust meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam pertempuran di sebuah Lazarett di Saalfeld tanggal 9 April 1945


 
Oberleutnant der Reserve Franz Ammann (3 November 1919 – 18 Agustus 1943) pertama kali bertugas di RAD (Reichsarbeitsdienst) sebelum menjadi anggota militer tanggal 1 Oktober 1938. Unit pertamanya adalah Infanterie-Regiment 110, dilanjutkan dengan Infanterie-Reiterzüge 112 dan Infanterie-Regiment 256. Ammann berkali-kali terluka dalam pertempuran sehingga dia mendapat Verwundetenabzeichen in Gold setelah luka kelima yang dideritanya tanggal 17 Juli 1943 di Kischkino, Rusia. Dalam pertempuran tanggal 18 Agustus 1943 di Boromlja/Orel, Ammann sekali lagi terluka dan kali ini dia meninggal karena luka-lukanya. Di ajangnya yang penghabisan ini Leutnant d.R. Ammann berkali-kali berhasil mempertahankan sebuah dataran tinggi yang strategis dari serangan Tentara Merah. Dalam serangan pamungkasnya musuh - yang berkekuatan tiga kali lipat kompi Ammann - mengerahkan pasukan infanteri yang dibantu oleh barisan tank. Serangan ini pun mampu digagalkan, dan bahkan pasukan Jerman yang bertahan mampu melakukan serangan balasan yang memporakporandakan kekuatan musuhnya! Dalam satu saat Ammann bahkan cuma punya empat grenadier tersisa tapi tetap mampu mematahkan serangan musuhnya berkali-kali dari parit pertahanan mereka! Atas prestasinya tersebut, mendiang Ammann dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 23 Agustus 1943 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 5.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 256 / 112.Infanterie-Division / LII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Agustus 1941) dan I.Klasse (23 Juli 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 November 1941), in Silber (15 Agustus 1942) dan in Gold (1 Agustus 1943); Goldenes Hitlerjugend Ehrenabzeichen; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 Juni 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (21 Juli 1942); serta Nahkampfspange in Bronze (20 Juni 1943)


 
 Oberst Johannes Arndt (7 Oktober 1906 - 6 Juli 1944) bergabung dengan 4. (Preußen) Infanterie-Regiment tanggal 1 Maret 1924. Pada tahun 1935 dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 16 dan bersama unit ini ikut serta dalam kampanye di Polandia dan Prancis. Pada permulaan Unternehmen Barbarossa Arndt sudah menjadi komandan batalyon dan menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran di Sebastopol, Krim, sehingga batalyonnya disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 15 Juni 1942. Pada tanggal 1 Agustus 1942 Arndt mengambil alih kepemimpinan di Infanterie-Ersatz-Regiment 22 dan pangkatnya dinaikkan menjadi Oberstleutnant. Dari sana dia ditunjuk lagi sebagai komandan Grenadier-Regiment 391yang sedang bertempur mati-matian melawan pasukan Rusia di sekitar Leningrad. Ketika musuh melancarkan ofensif besar-besaran tanggal 15 Januari 1944, resimen di bawah kepemimpinan Arndt berhasil mencegah musuh yang berusaha mengepung dua divisi Jerman (126. Infanterie-Division dan 9. Luftwaffen-Feld-Division). XXX. Guard Corps Soviet hanya mampu menerobos maju sejauh 2,2 km sebelum mentok ketika menghadapi perlawanan mati-matian dari resimen Arndt. Ketika pasukan cadangan Jerman didatangkan, akhirnya front Heeresgruppe Nord berhasil distabilkan kembali. Atas prestasinya tersebut Johannes Arndt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Februari 1944 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Grenadier-Regiment 391 / 170.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 20 April 1944 sang komandan resimen mendapatkan cuti dan baru kembali ke unitnya tanggal 13 Mei 1944. Hanya berselang dua bulan kemudian dia gugur dalam pertempuran di Molidesno. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung III.Klasse dan IV. Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (18 Mei 1940) dan I.Klasse (3 Agustus 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Infanterie-Sturmabzeichen; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (15 Juni 1942); Krimschild; serta Deutsches Kreuz in Gold (2 Februari 1942)

Orang yang menghadap kamera di latar depan adalah Helge Arthur Auleb (pangkat terakhir General der Infanterie). Dia menerima Deutsches Kreuz in Gold, medali tertingginya, tanggal 26 Desember 1941, sementara dalam foto ini dia masih "telanjang", jadi bisa dipastikan sebelum tanggal itu. Kondisi alam sekitar dan bentuk rumahnya khas Eropa Timur, jadi kemungkinan besar foto ini diambil di front depan saat Unternehmen Barbarossa berlangsung (saat itu Auleb menjadi Generalleutnant dan komandan 6.Infanterie-Division). Kenapa front depan? Karena semua orang dalam foto ini mengenakan stahlhelm dan beberapa perwira, termasuk Auleb, membawa pistol di ikat pinggangnya untuk berjaga-jaga!



Oberfeldwebel Kurt Bade (12 November 1917 - 22 April 1988) adalah bintara yang berasal dari Berlin yang catatan militernya tidak banyak diketahui, selain dari bahwa dia sudah berpartisipasi dalam aneksasi Sudetenland tahun 1938. Bade dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Agustus 1943 sebagai Unteroffizier dan Zugführer di 4.Kompanie / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 / 23.Panzer-Division / XXIV.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd setelah mengambil-alih kompinya dalam melakukan serangan balasan yang memporakporandakan musuh dalam pertempuran di Kantong Garany, Ukraina (serangan sebelumnya yang dipimpin oleh komandan kompi "asli" telah gagal). Tidak hanya itu, dalam pertempuran bertahan sehari sebelumnya Bade juga secara pribadi menghancurkan beberapa tank Soviet menggunakan senjata anti-tank yang dipinjam dari 5.Kompanie (satu-satunya kompi Panzer-Aufklärungs-Abteilung 23 yang dilengkapi senjata semacam itu) di Dataran Tinggi 277,9. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Panzerkampfabzeichen in Bronze; serta Verwundetenabzeichen in Schwarz


Gefreiter Alfred Badzong (6 Februari 1924 - 9 April 1996) bergabung dengan Wehrmacht pada tanggal 15 Oktober 1942 setelah sebelumnya bekerja sebagai tukang. Pada tanggal 1 November 1942 dia tercatat berada di Infanterie-Ersatz-Bataillon 188, berlanjut dengan Reserve-Infanterie-Bataillon 188 (5 November 1942), Grenadier-Regiment 270 (20 April 1943), dan Grenadier-Regiment 273 (24 Oktober 1944). Pada bulan Desember, resimennya bertempur bahu-membahu melawan pasukan Soviet di wilayah Dzukste (Latvia) bersama dengan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Pada pertempuran ini Badzong memperlihatkan keberanian yang luar biasa sebagai seorang penembak senapan mesin saat dia mengelabui lawannya dengan secara konstan berganti-ganti posisi pertahanan sehingga menimbulkan korban besar pada mereka. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 Februari 1945 sebagai Gefreiter dan M.G.-Schütze di 1.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 273 / 93.Infanterie-Division / VI.SS-Freiwilligen-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Kurland, dan tercatat sebagai satu-satunya prajurit (bukan bintara apalagi perwira) di divisinya yang mendapat kehormatan setinggi itu! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Infanterie-Sturmabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (1 November 1944) dan I.Klasse (7 Desember 1944); serta Ärmelband Kurland (1945)


Gefreiter Hans Baindner (30 Januari 1924 - 9 Mei 2003) bergabung dengan Wehrmacht tanggal 13 Januari 1943 dan mendapat pelatihan dasarnya di Gebirgsjäger-Ersatz-Regiment 99. Kemudian dia ditempatkan di 11. / Jäger-Regiment 228 sebagai penembak senapan mesin. Pada tanggal 9 April 1944, pasukan infanteri Rusia dibantu dengan tank berhasil menerobos masuk ke pos komando III./JR 228 di Usciezko. Melihat situasi yang kritis tersebut, Baindner mengambil keputusan untuk menghancurkan dua di antaranya menggunakan senjata genggam tangan. Hancurnya dua tank T-34 musuh diikuti dengan serangan balik pihak Jerman yang memaksa pasukan Rusia mundur kembali. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Juni 1944 sebagai Gefreiter dan MG-Schütze di 11.Kompanie / III.Bataillon / Jäger-Regiment 228 / 101.Jäger-Division / XI.Armeekorps / 1. ungarische Armee / Heeresgruppe Nordukraine. Pada tanggal 13 Juli 1944 dia dipindahkan ke Jäger-Ersatz-Bataillon 75 di Donaueschingen dan selamat sampai perang usai. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Maret 1944); Eisernes Kreuz I.Klasse (2 April 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Eichenblatt-Ärmelabzeichen; Panzervernichtungsabzeichen in Silber (2 buah, untuk dua tank T-34 yang dihancurkannya di pagi tanggal 9 April 1944); serta Nahkampfspange in Bronze


Leutnant Karl-Heinrich Banze (24 Februari 1911 - 31 Desember 1945) bergabung dengan Artillerie-Regiment 70 tanggal 1 Oktober 1933. Pada tanggal 12 Mei 1941 dia diangkat sebagai Kepala Peleton (Zugführer) di Sturmgeschütz-Abteilung 244 yang baru dibentuk, dan ikut berpartisipasi dalam Unternehmen Barbarossa, operasi penyerbuan Wehrmacht ke Uni Soviet. Banze juga ikut serta dalam pertempuran bertahan di Kharkov, dimana dalam pertempuran tersebut sang komandan StuG berhasil membabat habis 24 tank Rusia, dengan 13 diantaranya terjadi dalam satu hari! Atas prestasinya yang luar biasa tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Mei 1942 sebagai Oberwachtmeister dan Zugführer di 1.Batterie / Sturmgeschütz-Abteilung 244 / 113.Infanterie-Division / XVII.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd, dan tak lama kemudian dipromosikan menjadi Leutnant. Sayangnya, sang pahlawan perang menjadi salah satu diantara ribuan prajurit Jerman yang tertangkap oleh Rusia dalam neraka di Stalingrad, dan dia kemudian secara resmi dinyatakan meninggal dalam tahanan tanggal 31 Desember 1945 setelah sebelumnya diberitakan hilang. Sampai saat ini jenazahnya tak pernah ditemukan. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Verwundetenabzeichen in Schwarz (1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juli 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (27 September 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 15 Mei 1942



Oberstleutnant Hans-Dieter von Basse 16 Juni 1916 - 16 April 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 47 tanggal 20 Oktober 1936. Setelah menjadi instruktur di Kriegschule Dresden, dia dipindahkan ke Infanterie-Regiment 51 dimana dia bertugas sebagai Zugführer (Komandan Peleton). Bersama dengan unitnya Basse ikut serta dalam invasi Jerman ke Prancis tahun 1940. Pada tanggal 22 Januari 1943 dia menjadi Kompaniechef (Komandan Kompi) di Füsilier-Regiment "Großdeutschland". Setelah dipromosikan menjadi Major tanggal 20 Februari 1944, Basse dipercaya untuk menjadi Komandan Batalyon SPW di resimennya. Dalam pertempuran sengit melawan pasukan Soviet di Vilkaviškis (Latvia) tanggal 12 Agustus 1944, Basse bersama dengan batalyonnya mati-matian mempertahankan sebuah jembatan vital dari serbuan bergelombang musuh yang berusaha menerobos pertahanan Jerman. Sang Bataillonskommandeur menyadari peran penting jembatan tersebut karena bila Tentara Merah berhasil menembus pertahanannya maka wilayah antara Heeresgruppe Nord dan Heeresgruppe Mitte yang kosong akan "terbelah dua" sehingga mengancam eksistensi Wehrmacht di Front Timur secara keseluruhan. Begitu dahsyatnya pertempuran yang terjadi di bibir jembatan sehingga setelah serangan bertubi-tubi Soviet mentok di tangan anakbuah Basse yang tidak bergeming, Komandan Resimen Horst Niemack dengan bangga menjuluki Batalyon Basse sebagai "Löwen-Bataillon" (Batalyon Singa) dan merekomendasikan komandannya untuk dianugerahi Ritterkreuz. Rekomendasi tersebut diterima dan Basse secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1944 sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon / Panzer-Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / XXXIX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte, bersama dengan Unteroffizier Hans Roeger dari 1. Kompanie. Pada tanggal 20 Desember 1944 Basse diangkat sebagai Führer Panzerkorps-Füsilier-Regiments "Großdeutschland", dilanjutkan dengan penunjukan sebagai Kommandeur Panzertruppenschule Bergen und Regimentsführer-Lehrgang. Jabatan yang terakhir tidak sempat dipegangnya karena situasi front pertempuran yang memburuk membuat Basse terus berkomitmen di medan perang. Sang perwira berdedikasi ini dinyatakan musnah bersama dengan seluruh anakbuahnya dalam pertempuran penghabisan di Bahnhof Godnicken (Samland) tanggal 16 April 1945. Jenazahnya ditemukan dengan luka tembak di kepala! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Ärmelband Großdeutschland; Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (4 Desember 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (18 Juli 1941); Medaille Winterschlacht im Osten (23 Juli 1942); Nahkampfspange in Silber; serta Deutsches Kreuz in Gold (12 Maret 1944)


 
Oberleutnant der Reserve Dr.Jur. Heinz Bauer (14 April 1914 - 2 November 1944) bergabung dengan Infanterie-Regiment 81 tanggal 18 Januari 1938. Bersama dengan unitnya tersebut dia ikut serta dalam menjaga Westwall tahun 1939/1940 dan penyerbuan ke Prancis tahun 1940. Pada tanggal 22 Juni 1941 Jerman mengumumkan perang terhadap Uni Soviet sekaligus menyerbu negara komunis tersebut. Dari sejak saat itu sampai dengan kematiannya, Bauer terus menerus bertempur di Front Timur. Di akhir tahun 1942 dia dipindahkan ke Grenadier-Regiment 585 sebagai ajudan komandan. Resimennya berhasil keluar dari pengepungan Cherkassy di musim dingin 1943/1944 dan, selama gerak mundur ke wilayah yang masih dikuasai Jerman, mendapat serangan tanpa henti dari pasukan Rusia. Dalam aksi mempertahankan garis belakang di Dubossary, Tiraspol dan Serpeni di bulan April 1944, Regimentsadjutant Bauer berhasil mengatasi situasi kritis unitnya melalui aksi individu brilian serta keberanian yang mengagumkan di hadapan musuh sehingga divisinya mampu mencapai posisi utama pasukan Jerman dengan selamat. Atas kepahlawanannya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Juni 1944 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Adjutant Grenadier-Regiment 585 / 320.Infanterie-Division / LII.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Dalam pertempuran tanggal 22 Agustus 1944 Bauer dinytakan hilang dalam tugas karena ditawan oleh Tentara Merah. Dia meninggal beberapa bulan kemudian ( 2 November 1944) di kamp Jelabuga. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (13 Agustus 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (12 Agustus 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (17 April 1943)



Oberst Sigurd-Horstmar Freiherr von Beaulieu-Marconnay (31 Desember 1900 - 8 Oktober 1953) adalah perwira kelahiran Berlin-Charlottenburg yang ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan pensiun dini pada tahun 1920 dengan pangkat Leutnant. Pada tahun 1934 dia masuk lagi ke Angkatan Darat Jerman yang sedang diperluas dengan menjadi anggota Infanterie-Regiment 9. Beaulieu-Marconnay ikut serta dalam kampanye militer Wehrmacht di Polandia dan Prancis sebagai komandan batalyon, dan invasi ke Soviet sebagai ajudan Korps-Kommando X. Pada bulan Agustus 1942, Beaulieu-Marconnay diangkat sebagai komandan Infanterie-Regiment 29 (mot.) yang merupakan bagian dari 3. Infanterie-Division. Ketika divisinya terjebak oleh pasukan Soviet di Stalingrad, Beaulieu-Marconnay ditugaskan untuk menjaga jalan masuk di Marinovka-Dimitriyevka (barat laut Stalingrad) dari usaha terobosan terus-menerus pihak musuh. Bersama dengan Kampfgruppe-nya, dia berkali-kali menangkal serangan Rusia yang bermaksud menutup satu-satunya jalur penyelamatan diri 6. Armee apabila hendak keluar dari kota yang terkepung. Selama 1,5 bulan jalur tersebut terbuka berkat perjuangan tanpa kenal lelah Beaulieu-Marconnay dan anakbuahnya. Sayangnya, perintah Hitler yang dituruti dengan membabibuta oleh Panglima 6. Armee, Friedrich Paulus, membuat pasukan Jerman tetap bertahan di kota yang semakin lama semakin menciut oleh kepungan musuh. Pada akhirnya, pada tanggal 10 Januari 1943 Beaulieu-Marconnay dipaksa untuk meninggalkan posisi pertahanannya setelah musuh berhasil menerobos sektor lainnya sehingga membahayakan posisi anakbuahnya dari serangan yang datang dari arah belakang. Atas kegigihannya dalam bertempur, Heeresgruppe Don merekomendasikan Beaulieu-Marconnay agar mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 20 Januari 1943, dan rekomendasi tersebut langsung diterima pada hari yang sama! Secara resmi dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Januari 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 29 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Bersama dengan pasukannya yang setia, sang Regimentskommandeur kemudian menyerahkan diri pada pasukan Rusia pada tanggal 30 Januari 1943 dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai tawanan perang. Dia meninggal dunia akibat sakit pada tahun 1953 di Kamp Krasnopolye dan dimakamkan di Gundurovka (Ukraina Selatan). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1935); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


 
 Oberstleutnant Hans Becker (30 Mei 1914 - 15 Januari 2004) bergabung dengan Infanterie-Regiment 15 sebagai Schütze pada tahun 1935, sebelum dipindahkan ke Infanterie-Regiment 116 dua tahun kemudian. Dia ikut berpartisipasi dalam invasi Jerman ke Polandia (1939) dan Prancis (1940) sebagai komandan kompi. Dalam pertempuran sengit di desa Remiencourt, Becker dan unitnya menjadi yang pertama menguasai posisi musuh, begitu pula di Noye-Bach dan Creuse. Puncak kepahlawanan sang perwira muda terjadi di Saleux saat sebiji kompinya mampu merebut benteng pertahanan Dury dari tangan pasukan Prancis yang berkekuatan 5-6 kompi pasukan kolonial serta 21 tank! Atas prestasinya yang luar biasa tersebut Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 November 1940 sebagai Leutnant dan Führer 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 116 / 9.Infanterie-Division / XXXX.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B (sebelumnya dia telah dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse tanggal 3 Juni 1940. Ini menjadikannya salah satu dari sedikit orang di Wehrmacht yang mendapatkan kedua medali tersebut secara bersamaan dalam satu hari!). Setelah itu Becker masih berperan aktif dalam tugas militer, meskipun kebanyakan menjadi perwira staff atau ditempatkan di garis belakang. Penempatan terakhirnya adalah sebagai Kommandeur der Schule I für Fahnenjunker der Infanterie di Dresden pada bulan November 1944. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung IV.Klasse (1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern

Josef Beckmann (pangkat terakhir Unteroffizier der Reserve) dianugerahi Ritterkreuz tanggal 7 September 1943 sebagai Obergefreiter dan Stab III.Bataillon/Füsilier-Regiment 39/26.Infanterie-Division. Dia juga mendapatkan empat buah lencana Panzervernichtungsabzeichen (tidak terlihat dalam foto penganugerahan Ritterkreuz di atas karena berada di lengan kanannya). Beckmann tertangkap oleh tentara Soviet di bulan juli 1944 selama berlangsungnya Ofensif Lublin-Brest dan baru dibebaskan tahun 1949


Oberwachtmeister Wilhelm Berg (6 Agustus 1915 - 28 Mei 2001) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juni 1944 sebagai VB (Vorgeschobener Beobachter) di 11. Batterie / Artillerie-Regiment 361 / 361.Infanterie-Division / XIII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Dia lahir di Arensberg/Stendal dan meninggal di Lengenfeld/Nordrhein-Westfalen


Leutnant der Reserve Paul Both


Major Josef "Sepp" Brandner, jagoan panzer dengan 61 kemenangan

 Georg Briel (pangkat terakhir Oberstleutnant) sedang santai ngudud di medan perang Afrika. Dari cat helmnya yang sudah banyak yang mengelupas, seragam tropisnya yang lusuh serta Ritterkreuznya yang dibiarkan tergantung "lesu", kita bisa tahu neraka seperti apa yang telah dilaluinya! Disini kita juga bisa melihat Erkennungsmarke tersembul keluar dari balik seragamnya

 Unteroffizier Hubert Brinkforth



Foto ini diambil dari cuplikan klip di YouTube dan memperlihatkan Feldwebel der Reserve Karl Brösamle (22 Januari 1911 - 30 Juni 1987) dalam sebuah upacara Wacht-Regiment Großdeutschland di akhir tahun 1944. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Juni 1944 sebagai Unteroffizier dan Gewehrführer di 4.Kompanie / Grenadier-Regiment 330 / 183. Infanterie-Division. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Maret 1943) dan I.Klasse (29 Januari 1944) serta Infanterie-Sturmabzeichen (10 Juni 1940). Uniknya, dalam situs www.das-ritterkreuz.de tercantum dua Ritterkreuzträger dengan foto profil di atas! Yang pertama adalah Fritz Plickat dan kedua Karl Brösamle sendiri. Tapi untunglah Axis History Forum mengkonfirmasi bahwa yang benar adalah yang terakhir

 Feldwebel der Reserve Pius Butz


Oberleutnant Georg Eschenbacher lahir tanggal 6 November 1914 di Welschenkahl bei Kasendorf /Oberfranken (Jerman) dan gugur dalam pertempuran tanggal 9 Januari 1944 di dekat Mozyr/Gomel Oblast (Rusia). Penghargaan penting yang diraihnya adalah Ritterkreuz (24 September 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer 4.Kompanie(MG)/Grenadier-Regiment 451/251.Infanterie-Division); Deutsches Kreuz in Gold (13 Desember 1942); dan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (26 Januari 1943)


 Leutnant der Reserve Adrian Baron von Foelkersam (20 Desember 1914 - 21 Januari 1945) saat baru saja dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 14 September 1942 sebagai Adjutant Stab I.Bataillon / Lehr-Regiment z.b.V. 800 "Brandenburg". Foelkersam sendiri bergabung kedalam unit Brandenburg yang diisi oleh etnik Volkdeutsche pada bulan Mei 1940 dan berpartisipasi aktif dalam operasi Barbarossa. Orang ini dikenal karena penyamarannya sebagai perwira NKVD bernama Truchin dalam aksinya di kota Maikop dan - hebatnya - komandan Soviet yang mempertahankan kota itu percaya dengannya dan bahkan dia diajak berkeliling kota oleh sang komandan sambil mengamati dengan seksama kekuatan pertahanan kota Maikop! Pada tanggal 8 Agustus 1942, Foelkersam mendapat kabar kalau pasukan Jerman telah berada dalam jarak 12 mil dari kota tersebut. Ia dan anak buahnya yang juga menyamar segera bertindak. Pusat komunikasi dihancurkan dengan granat, untuk mengesankan serangan artileri dari jarak jauh. Kemudian Truchin jadi-jadian alias Foelkersam memberi tahu pasukan Soviet yang berada di kota itu bahwa seluruh kota akan dievakuasi karena akan ada serangan besar-besaran dari tentara Jerman tidak lama lagi. Para tentara Soviet langsung percaya kepada Foelkersam karena mereka pernah melihatnya bersama komandan mereka, dan ditambah lagi dengan putusnya saluran komunikasi sehingga berita ini tidak dapat dikonfirmasi. Tentara Soviet segera ditarik seluruhnya dari Maikop dan pasukan Jerman kemudian memasuki kota itu tanpa ada perlawanan sama sekali! Pada tahun 1944 unitnya dilebur ke dalam Waffen-SS dan Foelkersam ikut boyongan juga. Dia gugur di Polandia awal tahun 1945. Saat itu pangkatnya adalah SS-Sturmbannführer. Teks oleh Naufal Harits (dengan sedikit penambahan)


Unteroffizier Ernst Fraps (31 Desember 1911 - 26 Januari 1943) yang berasal dari Sudetenland dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 Mei 1942 sebagai Obergefreiter di 2.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 28 / 28. Infanterie-Division. Nomor detasemennya (28) bisa kita lihat terpasang di schulterklappen yang dikenakannya. Disini Fraps mengenakan stahlhelm M40 single decal. Fraps lahir dari ayah seorang pekerja tambang yang kemudian beralih menjadi tukang jagal. Setelah masuk Wehrmacht bulan Desember 1940, Fraps yang merupakan mantan anggota Sturmabteilung (SA) ini sudah langsung menunjukkan kehandalannya di medan pertempuran dan telah mendapat Eisernes Kreuz II.Klasse hanya beberapa minggu setelah bergabung! Setelah pertempuran musim dingin yang melelahkan di Rusia (1941/1942), Fraps kembali dianugerahi Eisernes Kreuz I.Klasse (Maret 1942) setelah secara total berhasil menghancurkan 14 tank musuh mengandalkan senjata anti-tanknya. Puncak prestasinya terjadi dalam pertempuran di Semenanjung Kerch ketika Fraps dan unit kecilnya menahan habis-habisan serangan Soviet dari jarak dekat sekaligus membantu unit di sebelahnya dari jarak jauh! Meskipun hujan tembakan artileri menghantam posisi pertahanannya, secara pribadi Fraps menggulung lima tank musuh. Hal ini berulang di dua hari selanjutnya. Hari ketiga unit Fraps sudah hampir musnah, tapi manusia satu ini seakan mempunyai mental baja dan pantang menyerah. Senjatanya yang sudah rusak dia tinggalkan dan Fraps beralih ke meriam milik rekan seperjuangannya yang telah gugur. Total di tiga hari itu dia menghancurkan 11 tank Rusia! Atas alasan inilah dia mendapat Ritterkreuz. Sang "pejantan tangguh" ini gugur kurang dari satu tahun setelahnya dalam pertempuran di Mustolova dekat Danau Ladoga


Major im Generalstab Gottfried Geißler, peraih Ritterkreuz dari Sturmgeschütz-Abteilung 185. Orang ini sering tertukar dengan Karl-Heinrich Banze karena mempunyai wajah mirip, foto mirip dan juga berasal dari unit Sturm-Artillerie!


Aktor terkenal asal Austria sekaligus veteran Perang Dunia I Toni Golle yang kemudian menjadi Feldwebel Wehrmacht Jerman dalam Perang Dunia II. Dia biasa pentas di Braunau am Inn (tempat kelahiran Adolf Hitler) dan panggung-panggung besar kota Wina. Saudara iparnya adalah peraih Ritterkreuz Hauptmann Hans Kurz dari II.Battailon/Grenadier-Regiment 994 (dianugerahi Ritterkreuz tanggal 9 Desember 1944). Golle terbunuh dalam sebuah kecelakaan tragis (Tragischer Unglückfall) tanggal 22 Februari 1943. Perhatikan medalinya yang seabrek!


Oberjäger Peter Grübl meraih Ritterkreuz tanggal 20 Desember 1941 sebagai Obergefreiter dan Gruppenführer 11.Kompanie/Gebirgsjäger-Regiment 98/1.Gebirgs-Division. Berdasarkan versi Biblio, pangkat terakhirnya adalah Feldwebel alias Sersan



Feldwebel Franz Jasiek (8 Maret 1915 - 30 September 1982) adalah seorang petani yang kemudian bergabung dengan militer tanggal 1 Oktober 1937 sebagai seorang penembak senapan mesin. Tanggal 20 Januari 1943 kompinya menyerbu sebuah desa di Kromy (Orel) yang diduduki pasukan Rusia. Ketika musuh melakukan serangan balik, bukan hanya kompinya (5.Kompanie) yang terancam, tapi juga kompi rekannya (7.Kompanie). Atas inisiatif sendiri, Jasiek sebagai kepala peleton mengumpulkan anggota kedua kompi tersebut yang cerai berai dan melakukan serangan menyamping yang begitu berhasil sehingga bukan hanya pasukan musuh dipukul mundur, tapi desa Kromy dan sekitarnya juga berhasil diduduki! Atas prestasinya, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 22 April 1943 sebagai Unteroffizier dan Zugführer 5.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 5 / 12.Panzer-Division / XXXXVI.Armeekorps / 2.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte


 General der Infanterie Baptist Kniess (17 April 1885 - 10 November 1956) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang menapaki karir lanjutan di Reichswehr sebelum menjadi Kommandierender General LXXXV. Armeekorps. Dia dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 3 Agustus 1942 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 215. Infanterie-Division. Menjelang dimulainya Wacht am Rhein yang berujung pada Pertempuran Bulge akhir tahun 1944, Oberkommando der Wehrmacht (OKW) benar-benar menjaga kerahasiaannya sehingga ketika Kniess mengajukan cuti selama satu bulan di November 1944, permintaannya dipenuhi. Seorang jenderal setingkat dia bahkan tidak mengetahui bahwa hanya dalam satu bulan ke depan akan ada operasi besar di Barat, karena kalau dia tahu dia pasti tak akan mengajukan cuti, dan atasannya pun (yang sama-sama tidak tahu) tak akan mengabulkannya! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Prinzregent-Luitpold-Medaille; Bronzene Medaille Verdienstorden vom Deutschen Adler IV.Klasse mit Krone und Schwertern; Großherzogliche hessische goldene Verdienstmedaille des Ludwigsordens mit der Inschrift: "Für Tapferkeit"; königlicher bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern und der Krone; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)


 
 Hauptfeldwebel Josef Niemietz (22 Maret 1914 - 13 Maret 2001) masuk menjadi anggota Reichswehr pada tahun 1933, dan pada tahun 1937 sudah bertugas di unit Flak (Anti Pesawat Udara) di Sprottau. Sebagai seorang Feldwebel di Flak-Bataillon 611, dia dipromosikan menjadi Oberfeldwebel pada tanggal 1 Juli 1941. Pada tahun 1942 batalyonnya dibubarkan dan dia dimasukkan ke dalam Panzerjäger-Abteilung 332. Dalam Pertempuran Kursk, Niemietz berhasil membantu meneruskan serangan divisinya terhadap pertahanan pasukan Rusia dengan menggunakan senjata anti pesawat yang dipasangkan di senjata gerak-sendiri. Dalam pertempuran tersebut Niemietz menderita luka-luka, tapi kepahlawanannya terbayarkan dengan penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 24 Juli 1943 sebagai Hauptfeldwebel dan Zugführer Stab 3.Kompanie (Flak) / Panzerjäger-Abteilung 332 / 332.Infanterie-Division / LII.Armeekorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (1939); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse und III.Klasse (1940); Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse (Juli 1941); Heeres-Flakabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz und Silber; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Nahkampfspange in Bronze (22 Maret 1944)


Erich Plettner sebagai Hauptmann der Reserve dalam foto dari tahun 1944 di Front Timur jepretan Kriegsberichter Finke dari PK (Propaganda-Kompanie) 670. Dia meraih Ritterkreuz tanggal 1 Januari 1944 (tahun baru!) sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon/Grenadier-Regiment 507. Sebelumnya dia telah dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 16 November 1942 sebagai Oberleutnant di III.Bataillon/Infanterie-Regiment 507. Setelah perang usai dia meneruskan karir militernya di Bundesheer Jerman Barat mulai tanggal 30 September 1965 dan pensiun dengan pangkat terakhir Oberstleutnant


 Hauptmann Johann "Hans" Pongratz (19 Januari 1913 - 1 Agustus 1997) berjanggut dan memakai stahlhelm dengan kamuflase warna putih musim dingin. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 September 1940 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer 2.Kompanie / Infanterie-Regiment 74 / 19.Infanterie-Division / XXXIX.Armee-Korps / 2.Armee / Heeresgruppe C. Dia juga merupakan seorang peraih Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


Karl Radermacher (pangkat terakhir Leutnant) meraih Ritterkreuz tanggal 4 Mei 1944 sebagai Gefreiter dan Granatwerfertruppführer 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 45 ; Deutsches Kreuz in Gold tanggal 27 november 1944 sebagai Feldwebel dan Kompanie-Trupp-Führer 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 45/21. Infanterie-Division; dan Nahkampfspange in Gold tanggal 21 Oktober 1944 sebagai Gruppenführer 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 45 (penghargaan ini diberikan langsung oleh Reichsführer-SS Heinrich Himmler di aula kota Ulm tanggal 12 Desember 1944). Selain ketiga medali bergengsi di atas, Radermacher juga dianugerahi Eisernes Kreuzes II. (10 Desember 1942) dan I. klasse (14 Februari 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Silber; dan Verwundetenabzeichen in Schwarz serta Silber. Menurut pengakuannya, dia tidak pernah menjadi Granatwerfertruppführer dan dari pertama sampai terakhir tetap menjadi MG-Schütze (penembak senapan mesin)


 Oberstleutnant Alfred-Hermann Reinhardt (Kommandeur Infanterie-Regiment 421 / 125.Infanterie-Division) mendapat kalungan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam upacara penganugerahan yang diadakan pada tanggal 4 Desember 1941. Selama karir militernya, mantan perwira polisi ini mendapat medali dan penghargaan sebagai berikut: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (31 Agustus 1917) dan I.Klasse (31 Juli 1919); Schleischer Adler; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Juni 1940) dan I.Klasse (27 Juli 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Deutsches Kreuz in Gold #176/5 (4 September 1942); Ordinul Mihai Viteazul III.Klasse #218/7 (7 Agustus 1943); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #306 (28 September 1943) und Schwertern #118 (24 Desember 1944). Dua yang terakhir diperoleh saat Reinhardt (15 November 1897 - 14 Januari 1973) berpangkat Generalleutnant dan Kommandeur 98. Infanterie-Division

Oberfeldwebel Hans Roeger (13 Juli 1920 - 12 April 2009) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 21 September 1944 sebagai Unteroffizier dan Zugführer di 1.Kompanie/Panzerfüsilier-Regiment "Großdeutschland" atas aksinya di sekitar Kursenai, Lithuania. Roeger seakan menjadi legenda di divisinya dan aksi-aksi keberaniannya telah menjadi buah bibir. Pada bulan April 1944, saat Großdeutschland sedang berjibaku menstabilkan garis pertahanan di wilayah Iassi (Jassy)/Targul Frumos, Roeger dan anakbuahnya berpatroli dengan mengenakan pakaian penggembala Rumania, lengkap dengan ternaknya! Mereka berhasil menyelinap keluar dari kepungan tentara Rusia dan menghancurkan sebuah jembatan sebelum balik lagi. Insiden lainnya muncul di medan Lithuania. Dia sedang memimpin pasukannya dengan sebuah SPW di jalan menuju jembatan Kursenai saat bertemu dengan grup artileri Soviet. Roeger dan anakbuahnya langsung berloncatan keluar dari SPW dan menyerbu meriam-meriam musuh. Tapi senjata pertahanan Rusia di sekelilingnya tiba-tiba menyalak sehingga memaksa dia untuk menunduk dan merayap di bawah kendaraan musuh sampai akhirnya lebih banyak lagi rekan-rekannya yang datang membantu. Setelah menghancurkan semua perlawanan, dia kemudian memimpin pasukannya dan berhasil menguasai sebuah jembatan penyeberangan untuk menyeberangkan kendaraan-kendaraan perang batalyonnya


Major Max Sachsenheimer (pangkat terakhir Generalmajor) dari Jäger-Regiment 75 yang mengenakan Filzstiefel dan membawa Wolchowstock


Upacara penganugerahan Ritterkreuz untuk SS-Unterscharführer Rudolf Seitz yang merupakan Geschützführer di 1.Kompanie/SS-Polizei-Panzerjäger-Abteilung/SS-Polizei-Division yang diselenggarakan tanggal 21 Oktober 1942. Selain Ritterkreuz, Seitz juga dianugerahi Eisernes Kreuz II klasse (1 Oktober 1941), Eisernes Kreuz I klasse (23 September 1942), Allgemeines-Sturmabzeichen, Verwundetenabzeichen in Silber, dan Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42” (1942). Dia asalnya beragama Katolik, tapi pada tanggal 5 September 1943 mendeklarasikan diri sebagai “gottgläubig” (percaya pada Tuhan). Pangkat terakhirnya adalah SS-Untersturmführer (promosi 1 Maret 1944)


Oberleutnant Jakob Steckmeier

 Generalmajor Kurt Versock (pangkat terakhir General der Gebirgstruppe), komandan 24.Infanterie-Division di Front Timur


Wilhelm "Willy" Zimmermann meraih Ritterkreuz tanggal 23 Oktober 1944 sebagai Feldwebel dan Zugführer di 6.Kompanie/Grenadier-Regiment 80. Selain itu, medali yang telah diraihnya adalah sebagai berikut: Infanterie-Sturmabzeichen (6 Desember 1941), Verwundetenabzeichen in Schwarz (10 April 1942), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (22 April 1942), Eisernes Kreuz II klasse (31 Juli 1942), Eisernes Kreuz I klasse (3 September 1942), Verwundetenabzeichen in Silber (1 Maret 1943), Verwundetenabzeichen in Gold (14 September 1943), dan Nahkampfspange in Bronze (13 Oktober 1944). Pangkat terakhirnya adalah Oberfeldwebel

----------------------------------------------------------------------------

SCHUTZSTAFFEL (SS)

 SS-Untersturmführer Helmut Büch (lahir 14 Oktober 1919) adalah Kradschützen (pengendara motor) dan Zugführer (komandan peleton) dari 15.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment 5 "Thule" / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf". Dia bergabung dengan SS tanggal 4 April 1938 (SS Nr. 316 481). Komandannya di masa perang adalah SS-Untersturmführer Walter "Bubi" Reder yang menjadi tawanan di Italia sampai tahun 1985! Büch dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange (1 Maret 1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Oktober 1941) dan I.Klasse (25 Mei 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Juni 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (1 Oktober 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Mei 1942), in Silber (10 Juni 1942) dan in Gold (16 September 1944); Demjankschild (1 Januari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (24 April 1943); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (23 Juli 1943); Kraftfahrbewährungsabzeichen in Gold (28 Agustus 1943); dan Nahkampfspange in Gold (14 November 1944). Yang terakhir disematkan langsung oleh Reichsführer-SS Heinrich Himmler tanggal 12 Desember 1944 di Rathaussaal Ulm. Sekedar informasi, selama karir militernya perwira muda ini telah terlibat dalam 80 pertempuran jarak dekat alias hand-to-hand combat! Seusai perang Büch melanjutkan karir militer di Bundeswehr dan pensiun dengan pangkat Hauptmann der Reserve. Kisahnya yang menakjubkan dia terbitkan dalam buku "In 80 Nahkampftagen... als Kradschütze in der SS-Totenkopf-Division". BTW, foto atas yang diambil sebelum perang memperlihatkan Büch saat masih berpangkat SS-Sturmmann di SS-Totenkopfverbände



 
SS-Standartenführer Léon Degrelle


 
SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Theodor "Papa" Eicke (17 Oktober 1892 - 26 Februari 1943) adalah orang dibalik sistem kamp konsentrasi SS dan juga merupakan komandan pertama Divisi SS Totenkopf (30 Oktober 1939 - 26 Februari 1943). Para anggota divisi ini dari masa pertama pembentukannya biasa memanggil Eicke dengan sebutan "Papa" sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap sang komandan yang dikenal tegas dan keras tapi tetap penuh humor dan "ngemong" terhadap anakbuahnya. Dia ikut menderita bersama pasukannya dalam pertempuran-pertempuran yang berat di Rusia (terutama sebelas bulan pengepungan Demyanks) dan selalu hadir paling depan saat menghadapi musuh. Eicke tewas pada tanggal 26 Februari 1943 beberapa bulan setelah naik pangkat menjadi SS-Obergruppenführer (setingkat dengan General der Waffen-SS). Saat sedang melakukan pengintaian medan pertempuran dari udara di awal Pertempuran Ketiga Kharkov, pesawat Fieseler Fi 156 Storch yang ditumpanginya ditembak jatuh oleh pasukan Soviet, 1 kilometer barat-daya Artelnoje (dekat Lozovaya). Setelah kematiannya, Eicke digambarkan oleh pers Nazi sebagai seorang pahlawan, dan kemudian sebuah resimen infanteri Totenkopf mendapat kehormatan dengan penyematan ärmelstreifen (strip lengan) "Theodor Eicke". Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 
SS-Sturmmann Otto Funk adalah MG-Schütze dari 15. Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang terkenal lewat fotonya yang pertama dimuat dalam "Stuttgarter Illustrierte" terbitan 21 Juni 1944. Foto tersebut memperlihatkan pertempuran perdana yang dijalani oleh resimen SS tersebut di wilayah Rots/La Villeneuve, dan Funk memperlihatkan ekspresi yang, dikatakan oleh seorang veteran Amerika, bermakna "pandangan 1000 yard"! Herr Funk sendiri selamat sampai perang usai dan meninggal pada hari minggu tanggal 11 September 2011



Hans-Jörg Hartmann memakai stahlhelm M16 sebagai anggota SS-Standarte "Germania". Hartmann lahir tanggal 21 Oktober 1913 di Berlin Lichterfelde. Dia diangkat sebagai komandan 12.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment "Nordland", bertempur di Front Timur, dipromosikan sebagai SS-Hauptsturmführer tanggal 18 Agustus 1941, dan kemudian terbunuh di Nowo Borosina, Rusia (utara Rostow) tanggal 20 November 1941


SS-Obersturmführer Willy Hund


Wilhelm Mohnke di foto dari tahun 1933 saat baru diangkat sebagai SS-Hauptsturmführer (1 Oktober 1933). Dia merupakan salah satu dari 120 orang anggota pertama SS-Stabswache "Berlin" (cikal-bakal Leibstandarte SS Adolf Hitler) yang dibentuk bulan Maret 1933. Setelah Adolf Hitler menjadi Reichskanzler Jerman bulan Januari 1933, Markas SS di Berlin meminta setiap resimen SS (SS Standarte) untuk memasukkan masing-masing tiga nama dari prajurit terbaik mereka untuk dipindahtugaskan ke unit penjaga pribadi Hitler. Mohnke terpilih menjadi salah satunya bulan Maret 1933. Dia ditempatkan di SS-Stabswache Berlin yang menempatkan penjaga pertamanya ke kawasan Reichskanzlei (Kantor Kanselir) tanggal 8 Mei 1933. Di bulan September 1933 unit tersebut dikenal dengan nama SS-Sonderkommando Berlin. Dalam foto ini SS-Hauptsturmführer Mohnke mengenakan stahlhelm M18

SS-Schütze Wolfgang Egon Karl Hans Pabst (9 Juni 1923 - 19 November 1943). Dia terbunuh dalam pertempuran di Zhitomir-Morosewka

 

SS-Sturmbannführer Fritz Rentrop, peraih Ritterkreuz dari 2.SS-Panzer-Division "Das Reich". Dia tertangkap oleh tentara Rusia tanggal 2 Februari 1945 dan sejak itu dinyatakan 'hilang'. Beberapa veteran SS meyakini bahwa dia masih hidup, sementara yang lain beranggapan bahwa sebenarnya dia berkhianat dan pihak Soviet mengeluarkan berita eksekusinya untuk menutupi perbuatannya tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa dia dihukum mati oleh rekan-rekan SS-nya karena ketahuan melakukan pembicaraan dengan Soviet. Pokoknya nasib dia sampai sekarang masih simpang siur, dah!



SS-Hauptsturmführer Rudolf von Ribbentrop adalah anak dari Menteri Luar Negeri Nazi Jerman Joachim von Ribbentrop. Meskipun notabene dari kalangan elite dan lulusan sekolah Inggris, Rudolf tetap memulai karir militer dari bawah dan kemudian meraih Ritterkreuz setelah kepahlawanan yang ditunjukkannya dalam Pertempuran Kharkov (1943)


SS-Obersturmführer Viktor Schubert dari 1./Panzerjäger-Abteilung "Das Reich". Menerima Deutsches Kreuz in Gold tanggal 2 Februari 1942 sebagai Chef 1.Batterie/SS-Panzerjäger-Abteilung SS-Division “Reich“ 




SS-Standartenführer der Reserve Dipl.Ing. Otto Skorzeny (12 Juni 1908 - 5 Juli 1975) adalah perwira Waffen-SS dari Austria yang merupakan veteran pertempuran di Front Timur. Dia dipilih oleh Adolf Hitler untuk memimpin upaya pembebasan Benito Mussolini di Gran Sasso yang kemudian mengemuka ke seluruh dunia. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 September 1943 sebagai SS-Hauptsturmführerr der Reserve dan Kommandeur Sonderverband z.b.V. Friedenthal. Skorzeny juga terkenal sebagai pimpinan Unternehmen Greif yang merupakan operasi penyusupan prajurit-prajurit Jerman yang fasih berbahasa Inggris ke garis belakang pasukan Amerika dalam Pertempuran Bulge. Menjelang berakhirnya perang dia diganjar dengan Eichenlaub #826 tanggal 9 April 1945 sebagai SS-Obersturmbannführer der Reserve dan Kommandeur SS-Jagdverbände und der Division Schwedt an der Oder. Setelah Perang Dunia II usai dia sempat kabur ke berbagai negara sebelum akhirnya menetap di Spanyol sampai dengan akhir hayatnya. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Deutsches Reichssportabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit spange Prager Burg; Nationalsozialistischer Deutscher Studentenbund Ehrenzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten; Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber; Magyar Köztársasági Érdemrend (Hungaria); Verwundetenabzeichen in Silber; Allgemeines-Sturmabzeichen; Deutsches Kreuz in Gold (16 Januari 1945); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Februari 1945). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Kurt Alber pada tahun 1943 tak lama setelah kesuksesan operasi pembebasan Mussolini oleh Skorzeny dkk. Tampak sang perwira bercodet mengenakan perpaduan tropenuniform (seragam tropis) Luftwaffe dan stahlhelm SS!
 
----------------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Unteroffizier Wilhelm Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Mei 1944 sebagai Geschützführer 8.Batterie/II.Bataillon/Flak-Regiment 43/6.Flak-Division. Selain itu, dia juga menerima Eisernes Kreuzes II dan I klasse, Verwundetenabzeichen in Schwarz, dan Erdkampfabzeichen der Luftwaffe ohne Zahlen (tanpa nomor). Dia terbunuh tanggal 12 Maret 1945 di Dortmund dalam usia 24 tahun saat sedang bertugas di senjata anti serangan udaranya


Generalmajor (Luftwaffe) Gotthardt Kapuste


Generalmajor (Luftwaffe) Hans Klein


Oberfeldwebel Josef Kociok (Flugzeugführer 10.Staffel (Nachtjagd) / Zerstörergeschwader 1) di hari penganugerahan Ritterkreuz untuk dirinya yang dilangsungkan tanggal 31 Juli 1943. Dia terbunuh tanggal 26 September 1943 saat berusaha bail-out dari pesawatnya yang mengalami kerusakan tapi kemudian parasutnya tidak mengembang. Saat itu dia tercatat mencetak 33 kemenangan udara dalam lebih dari 200 misi tempur (semuanya di Front Timur). Dari jumlah kemenangannya ini, 21 di antaranya dicetak pada malam hari. Selain Ritterkreuz, penghargaan mentereng lain yang diterimanya adalah Deutsches Kreuz in Gold (2 Desember 1942) dan Ehrenpokal der Luftwaffe (1 Juni 1942)


Generalleutnant (Luftwaffe) Carl Köchy


Oberwachtmeister Walter Metze di hari penganugerahan Ritterkreuz untuk dirinya yang dilangsungkan tanggal 9 Juni 1944. Saat itu dia menjabat sebagai Zugführer (komandan peleton) di Flak-Regiment 36 (mot.), dan hanya berselang empat bulan kemudian, tepatnya 6 Oktober 1944, Metze terbunuh di Dortmund (Hauptbahnhof) dalam usia 27 tahun!


 Oberleutnant Karl Roßmann (Chef 16.Kompanie / IV.Abteilung / Flak-Regiment "General Göring" (motorisiert)) memakai stahlhelm M40 dan ledermantel dalam upacara penganugerahan Ritterkreuz yang diterimanya tanggal 12 November 1941. Roßmann memulai karir militernya sebagai Fahnenjunker di Flak-Regiment 5 tanggal 1 September 1937 dan mengakhirinya di satu-satunya divisi panzer Luftwaffe saat dia menyerahkan diri ke tangan pasukan Amerika bulan Mei 1945. Dia (23 November 1916 – 1 April 2002) dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Eisernes Kreuz II.Klasse (29 Juni 1941) dan I.Klasse (17 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (7 Juli 1941); Flak-Kampfabzeichen der Luftwaffe (19 September 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); Erdkampfabzeichen der Luftwaffe (14 Januari 1944); Deutsches Kreuz in Gold #48/311 (20 Maret 1944); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #370 (12 November 1941) mit Eichenlaub #725 (1 Februari 1945)

----------------------------------------------------------------------------

FREIWILLIGEN

Sukarelawan asal Estonia Harald Nugiseks sebagai seorang prajurit Waffen-SS dalam foto yang diambil di musim dingin 1943/1944. Disini dia mengenakan jaket kamuflase SS-Eichenlaubmuster (Oak-leaf pattern) sambil membawa senapan Kar98k di belakang. Sabuk peluru senapan mesin kaliber 7.92mm tersampir di bahunya, sementara di balik ikat pinggangnya (koppel und koppelschloss) yang dilengkapi dengan kantong peluru M1911 (Patronentasche 11) terselip sekop kecil penggali parit (kleines Schanzzeug) dan Stielhandgranate M24




Sumber :
Buku "The Face of Courage: The 98 Men Who Received the Knight's Cross and the Close-Combat Clasp in Gold" karya Florian Berger
Buku "Germany's Combat Helmets 1933-1945: A Modern Study" karya Ken Niewiarowicz
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Denis
Foto koleksi pribadi Erich Craciun

Foto koleksi pribadi HouweTrouwe
Foto koleksi pribadi László Gulyás
Foto koleksi Robert H.
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz
Foto koleksi pribadi PzV
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
 
www.historic.de
www.kegans-militaria.webstars.com
www.militaria2ww.com
www.militaria321.com

www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com

No comments: